Jumat, 04 Oktober 2019



Sang Wakil dan Berkah Tuhan

                            (Rumah Missi Jeneponto)

Reportase - Jeneponto Sabtu 21 September 2019.

Jakarta ke Sulawesi Utara lalu Ternate Ke Halmahera di Maluku Utara kemudian Ke Makassar dan  Jeneponto di Sulawesi Selatan. Itu bukan nama Provinsi dan Nama Tempat belaka. Namun jalur berkah Tuhan yang dikunjungi sebagai lawatan kerohanian bukan kenegaraan. Itu adalah  Jalur lawatan Seorang wakil Huzur Di Indonesia yang Mulia bapak Amir Nasional, H. Abdul Basit, Shd. Beliau mengadakan perjalan ke tengah dan timur indonesia untuk berjumpa dengan para anggota ahmadi. Tentunya, Menyampaikan pesan Khalifah dan petuah agung dari Hadhrat Masih mauud as agar anggota senantiasa dekat kepada Allah Taala.

Pkl. 08.00 wita Rombongan Bapak Amir Nasional bertolak dari Makassar menuju Jeneponto. Kurang lebih 1 jam 40 menit Beliau tiba di pelataran rumah Missi disambut oleh
Segenap Pengurus dan anggota jemaat jeneponto. Chae, Goreng Ubi Jalar dan  pisang epek yang disiapkam Tim masak Lajnah menemani hangatnya pertemuan ini.

Zuhur pun satu jam lagi akan tiba, Kami semua berpindah menuju lokasi masjid -/+ 400 m ke arah utara. Bincang ringan mengalir dengan begitu akrabnya di dalam msjid menunggu adzan dikumandangkan. Tepat pkl 12.02, Bapak abdul hadi adzan dan sebagai Imam Bapak Amir Nasional jama qasar Zuhur Ashar. Selepas Shalat Bapak Amir memimpin doa untuk kemajuan jemaat Jeneponto dan para anggota umumnya. Kemudian, bapak Mubaligh  pun mengajak Bapak Amir menuju rumah bapak Basri. Sekr. Maal Jemaat Jeneponto. Hidangan berupa sambal ditemani ayam kampung bakar, opor lodeh kacang panjang dan ikan bakar  menjadi menu utama Sedangkan Kelapa muda menjadi hidangan penutup.

Pukul 12.45 wita, kembali bapak Amir memimpin doa untuk sohibul bait dan rombongan agar memperoleh keselamatan menuju Makassar.

Sesi foto Majelis Amilah Jemaat Lokal Jeneponto menandai berakhirnya Lawatan beliau di Jeneponto.

Berkhidmat demi jemaat pasti berkah. Kira kira itu kalimat yang biasa Anggota amalkan jika ada Acara jemaat. Hal ini sudah 100% terbukti. Ketika lawatan bapak Amir, anggota banyak yang meninggalkan rutinitas duniawinya. ada Satu kisah, ada ahmadi yang memiliki toko, karena untuk mengkhidmati tamu- tamu, maka toko tutup hingga sore hari setelah ashar. Benarlah, pembeli "membanjiri toko beliau setelah buka hingga malam hari pkl. 10.00 malam. Sehingga beliau agak kewalahan melayaninya. Ketika laci di buka dan dihitung. Lebih dari 2 juta uang yang ada. Tidak seperti hari biasa, jika pagi sampai malam pun tidak sebesar itu.








PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...