(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah)
Surat Al-Anbiya Ayat 89
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah sebaik baik Ahli Waris
Diatas adalah Doa Nabi Zakaria a.s yang Allah Taala Wahyukan Kepada Hazrat Masih Mauud as ketika dunia tidak mengenalnya.
Doa tersebut ketika Nabi Zakaria as gelisah belum memiliki keturunan jasmani, namun Allah Taala ajarkan doa ini agar Hazrat Masih Mauud as dikenal dunia sebagai ma'mur minallah, al-masih al-mauud, al-mahdi al-mauud, Nabi Zhilli dan Buruzi dari Nabi Muhammad Saw. Dalam arti Beliau as akan dianugerahi "anak-anak ruhani" oleh Allah Taala. Dimana ketika buku Tuhfatun Nadwah dibuat Pengikut Beliau a.s jika dikumpulkan dalam satu lokasi akan jauh lebih luas dari kota amritsar kala itu. Yakni beliau as bersabda kala itu ada lebih dari 100.000 ahmadi yang baiat kepada Hazrat Masih Mauud as.
Bukti bahwa doa diatas bukan sembarang doa, namun menjadi sebuah Mujizat Allah Taala untuk Beliau a.s
Penulis mendapati anjuran doa ini dari Bapak Mubaligh Incharge saat RC Muballigin di Markaz kira-kira 2016 lalu, Bapak Mln. Mirajuddin Sy. Kini Beliau sebagai Amir dan Mubaligh Incharge sejak 2022 lalu, setelah berpulangnya Mln. H. Abdul Basit Sy pada 8 oktober 2022.
_____
LATAR BELAKANG
_____
Pada tahun 1902, lebih dari dua dekade telah berlalu sejak Hazrat Masih Mau'udas mulai menerbitkan dan menyebarkan secara luas wahyu yang diterimanya dari Tuhan. Beliau menyajikan bukti pendakwaannya dengan argumen bahwa jika beliau seorang penipu, secara keliru mengaitkan ratusan wahyu kepada Tuhan, maka Allah Yang Mahakuasa tidak akan membiarkan beliau hidup berusia panjang sesuai dengan peringatan yang tercantum dalam Al-Qur'an. Namun sebaliknya, Allah Yang Mahakuasa telah memberkati Beliau a.s dengan Tanda-tanda dukungan-Nya yang tak terhitung jumlahnya.
Dengan latar belakang inilah Hafiz Muhammad Yusuf menerbitkan Selebaran yang berisi pernyataan bahwa tidak ada yang aneh dalam pendakwaan ini, karena di masa dahulu pun banyak pembohong dan penipu yang telah hidup bertahun-tahun setelah menyatakan pendakwaan palsu mereka dan mereka meninggal secara alami.
Menanggapi Selebaran ini, Hazrat Masih Mau'ud as. berbicara kepada ulama An-Nadwah melalui risalah pendek namun tajam berjudul Tuhfatun Nadwah (Hadiah bagi Kaum An-Nadwah) yang diterbitkan pada tanggal 6 Oktober 1902. Beliau dengan tegas membantah argumen Muhammad Yusuf dan menerangkan bahwa argumen itu bertentangan dengan maksud yang jelas dari Al-Qur'an. Hazrat Masih Mau'ud as menyeru para ulama An-Nadwah agar menghakimi pendakwaan beliau sebagai Al-Masih dan Mahdi yang Dijanjikan berdasarkan Al-Qur'an.
ندوة العلماء
Nadwatul Ulama berarti
1. seminar, simposium, sarasehan;
2. klub, perkumpulan, asosiasi.
Bisa dipastikan acara yang digelar itu sebuah seminar, simposium, sarasehan, klub, perkumpulan dan asosiasi Para ulama Hindustan yang akan berkumpul di Amritsar
Hazrat Masih Mau’ud as. bersabda menanggapi Selebaran ulama tersebut :
“Di dalam selebaran itu, ia [Hafiz Sahib] menuliskan, Saya satu kali telah menyampaikan ikrar tentang hal
ini secara lisan, bahwa siapa saja yang telah mengakui dirinya sebagai nabi, atau rasul, atau ma'mur minallah[yang telah diutus oleh Allah], maka orang seperti itu (yang dengan kedustaan yang ia ada-adakan bermaksud untuk menyesatkan manusia) telah terus hidup hingga dua puluh tiga tahun lamanya (yang merupakan kurunwaktu kenabian Yang Mulia Rasulullahsaw.) bahkan lebih dari itu."
Kemudian Hafiz Sahib di dalam selebaran itu pun menuliskan bahwa dalam menguatkan pernyataannya itu, salah seorang temannya yang bernama Abu Ishaq Muhammad Din pun telah menuliskan sebuah risalah bernama Qaṭ’ul Watin yang di dalamnya tertera namanama para pengaku [kenabian] palsu beserta kurun waktu pengakuannya, sesuai dengan rujukan bukubuku sejarah.” (Tuhfatun Nadwah, Ruhani Khazain Jilid 19, halaman 92)
_____
KUTIPAN SABDA pada Buku TUHFATUN NADWAH
_____
Halaman : 14-18
Al-Qur’an telah memberikan kesaksian untukku dan Yang Mulia Rasulullahsaw. pun telah memberikan kesaksian untukku, nabi-nabi terdahulu telah menetapkan zaman kedatanganku, yaitu inilah zaman itu, dan Al-Qur’an pun telah menetapkan zaman kedatanganku, yang tiada lain inilah zaman yang dimaksud itu. Langit pun telah memberikan kesaksian untukku dan demikian pula halnya bumi, dan tidak ada seorang nabi pun yang tidak memberikan kesaksiannya untukku.
Perkataanku bahwa Tanda kebenaranku sejumlah sepuluh ribu, merupakan perkiraan kehati-hatian. Jika tidak, maka demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, bahwa jika ada sebuah buku kosong setebal seribu juz (di India kala itu 8 halaman a4 sama dengan 1 juz) yang di dalamanya aku menuliskan dalil-dalil kebenaranku maka aku yakin bahwa buku setebal itu akan habis sedangkan dalil-dalil belum habis. Allah Taala berfirman dalam Kalam Suci-Nya:
ۗوَاِنْ يَّكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهٗ ۚوَاِنْ يَّكُ صَادِقًا يُّصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ يَعِدُكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ
Sekiranya ia seorang pendusta, maka bagi dialah [dosa] kedustaannya, dan jika ia benar, maka sebagian dari apa yang diancamkan kepada kalian akan menimpa kalian. Sesungguhnya, Allah tidak memberi petunjuk kepada siapa yang melampau batas dan pendusta besar. (QS. Al-Mumin, 40:29)
Yakni, jika orang ini pendusta maka di hadapan kalianlah ia akan binasa, dan kedustaanyalah yang akan membinasakannya.
Namun jika ia benar maka sebagian dari kalian akan menjadi sasaran nubuatan- nubuatannya dan akan meninggalkan dunia fana ini di hadapannya.
Sekarang ujilah diriku dan pendakwaanku berdasarkan standar yang ada di dalam kalam Ilahi ini. Bukankah para
ulama telah melakukan segala macam upaya untuk menghancurkanku?
Mereka telah melakukan perjalanan
yang panjang untuk mempersiapkan fatwa kafir terhadapku.
Pendeknya, tidak ada yang dapat mengingkari bahwa untuk melenyapkanku dan untuk melarang orang-orang
datang kepadaku, mereka telah melakukan usaha yang sangat keras dan tidak ada upaya yang tidak mereka lakukan untuk itu. Banyak sekali perbuatan memalukan dilakukan oleh sebagian ulama itu terhadapku.
Laporan-laporan palsu mengenai diriku disampaikan kepada Pemerintah dan tanpa alasan Pemerintah dihasut dengan hal-hal yang bertentangan dengan kenyataan.
Namun apakah ada yang tahu, apa hasil akhirnya?
Hasilnya adalah, aku terus mendapatkan kemajuan. Ketika orang-orang ini bangkit untuk mengkafirkan dan mendustakanku serta membuat-buat nubuatan-nubuatan sendiri, yakni, “Kami akan segera melenyapkan orang ini”, saat itu aku tidak memiliki Jemaat yang besar melainkan hanya beberapa orang saja yang dapat dihitung dengan jari, bahkan di zaman Barāhīn-e-Ahmadiyah, ketika Barāhīn-e-Ahmadiyah sedang dicetak, aku
hanya seorang diri.
Siapa yang dapat membuktikan bahwa saat itu ada seorang pun bersamaku? Ini adalah zaman ketika Allah Taala memberikan kabar kepadaku melalui lebih dari 50 nubuatan:
“Meskipun saat ini engkau sendiri, namun akan datang waktunya ketika sangat banyak sekali orang akan bersama engkau. Kemudian akan datang waktu
ketika engkau akan mendapatkan keagungan sedemikian rupa sehingga Raja-raja akan mencari berkat dari pakaian-pakaian engkau karena engkau
akan dianugerahi keberkatan Tuhan itu Maha Suci, Dia melakukan apa yang Dia kehendaki.
Dia akan menyebarkan Jemaat engkau ke seluruh dunia, memberikan berkat kepada mereka, melipatgandakan jumlah mereka dan menegakkan kehormatan mereka di muka bumi, selama mereka berdiri teguh atas janji Allah Taala. "
Sekarang perhatikanlah Nubuatan-nubuatan Barāhīn-e-Ahmadiyah ini —yang terjemahannya telah ditulis di atas— itu adalah zaman ketika Tidak seorang pun bersamaku di dunia ini, namun Tuhan mengajariku doa:
رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Wahai Allah! Jangan biarkan aku sendiri dan Engkau adalah Sebaik-baik Pewaris.
Doa ilhamiyah ini tertera dalam Barāhīn-e-Ahmadiyah.
Pendeknya, Barāhīn-e-Ahmadiyah sendiri memberikan kesaksian bahwa saat itu aku seorang yang tidak dikenal.
Namun saat ini meskipun dilakukan upaya-upaya untuk menentangku, lebih dari 100.000 anggota Jemaatku
telah tersebar di berbagai tempat.
Jadi, untuk menentang dan menjatuhkanku dilakukan berbagai macam tipu muslihat dan rencana-rencana, namun para ulama ini dan penolongpenolong mereka baik besar maupun kecil semuanya mengalami kegagalan, bukankah ini suatu mukjizat?
Jika ini bukan mukjizat, maka silakan para ulama An-Nadwah (ندوة العلماء) yang berjubah mendefinisikan sendiri apa itu mukjizat?
____
REFLEKSI
_____
INDONESIA, kini sudah di angka 100 tahun mengenal Imam Zaman. Yakni sejak 1925 Utusan Hazrat Khalifatul Masih II r.a. tiba ke Tanah Sumatera.
Pergolakan dengan para alim ulama menjadi sebuah sunnah dalam jemaat ilahi ini. Pun ini terjadi di Indonesia hingga saat ini, 2025. Dengan berbagai coraknya.
Tahun ini, 2025 ini, Jemaat Kita Indonesia mencanangkan Tabligh untuk 100.000 MB. Namun Bagaimana cara langitnya?
Tidak ada salahnya jika kita merujuk kepada Doa Hazrat Masih Mauud a.s diatas agar Allah Taala menganugerahkan keturunan-keturunan ruhani kepada Jemaat Indonesia.
Namun, tentunya harus dibarengi usaha lahiriah sebagaimana Hazrat Masih Mauud as telah lakukan sekuat tenaga dan upaya serta doa-doa, ketika belum dikenal hingga dianugerahi 100rb lebih pengikut ketika 1902 dan tidak kurang dari 400rb ketika Beliau a.s wafat 1908. Bismillah.
Sebagai akhir tak salah harapan dan doa Hazrat Khalifatul Masih IV rh. Dalam Lantunan bait syairnya untuk Indonesia. Ketika berkunjung ke Indonesia, Seperemat Abad yang lalu atau 25 tahun lalu yakni tahun 2000.
Beliau r.h bersabda :
“JAYALAH INDONESIA”
Ini yakin bahwa bukan hanya sekedar kata-kata. Semoga Allah Taala mengijabahnya untuk Indonesia.
Aamiin Allahumma Aamiin
Sumber Buku :
Ketik
Tuhfatun Nadwah di https://neratjapress.online/