Rabu, 18 September 2024

PAKISTAN : AHMADIYAH DAN KIPRAH AHMADI dalam PENDIRIAN NEGARA PAKISTAN

 

PAKISTAN : AHMADIYAH DAN KIPRAH AHMADI dalam PENDIRIAN NEGARA PAKISTAN

 

KHOTBAH JUM’AT SAYYIDINA AMIRUL MU’MININ

0F

 
Khalifatul Masih V

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

{ ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz} [1]

tanggal 23 Aman 1391 HS/Maret 2012

di Masjid Baitul Futuh, London-UK

 Alihbahasa oleh Mln. Hasan Basri, Shd


Hari ini saya dengan kehati-hatian ingin menyampaikan mengenai Pakistan untuk dijadikan sebagai catatan. Tanggal 23 Maret di Pakistan juga sedang dirayakan sebagai Hari Pakistan.

 

 Sehubungan dengan itu saya anjurkan kepada AHMADI Pakistani untuk memanjatkan doa-doa bagi Negara Pakistan yang sedang melewati keadaan yang sangat kritis dan berbahaya sekali. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan Negara itu, demi anggota Jemaat Ahmadiyah semoga Allah Ta’ala menyelamatkan mereka. Sebab, orang-orang Ahmadi banyak memanjatkan doa demi keselamatan negara itu.

 

Saya ingin mengemukakan beberapa bukti sampai dimana orang-orang Ahmadi berusaha terus- menerus demi terbentuknya Negara Pakistan?

 

 

Pada tahun 1923 sebuah Surat Kabar ‘Daor-e-Jadid’ telah menulis mengenai Hadhrat Choudhri Zafrullah Khan Sahib:

 

“Semua Muslim di seluruh Provinsi Punjab, dewan yang dianggap berhak mewakili seluruh Punjab ketika merasa perlu bahwa seorang wakil atas nama orang-orang Muslim harus dikirim ke Inggris maka mereka menganggap Hadhrat Choudhri Zafrullah Khan Sahib sesuai betul untuk diutus ke sana.

 

Alhasil Choudhri Zafrullah Khan Sahib pergi ke Britania dengan biaya sendiri dan mengemukakan permasalahan secara langsung dan sangat indah sekali di hadapan penguasa dan para ahli politik Britania yang sesudahnya bukan hanya dipuji oleh Punjab Council (Dewan Punjab) bahkan Pemerintah juga sangat terkesan…” [2]

 

Itulah peristiwa dan bukti yang sangat gemilang yang sekurang-kurangnya satupun dari persatuan Surat Kabar manapun didunia tidak dapat mengingkarinya.

 

Ada seorang wartawan terkenal Maulana Muhammad Ali Johar Sahib pemilik Surat Kabar Hamdard pada tanggal 26 September 1927 telah menulis,

 

“Tidak bersyukur rasanya terhadap Janab (Yang Mulia) Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad beserta Jemaatnya jika kita tidak menyatakan di sini sekalipun kita berbeda kepercayaan dengan beliau dalam hal agama bahwa beliau telah berjuang keras mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kesejahteraan orang-orang Muslim umumnya diatas dunia    dan tidak jauh lagi waktunya akan tiba kala golongan Islam (Ahmadiyah) yang sangat terorganisir ini terbukti menjadi contoh penunjuk jalan dunia Islam umumnya bagi orang-orang yang duduk didalam mesjid-mesjid berkubah tinggi di kawasan- kawasan tertentu.” [3]

 

Yakni Maulana Muhammad Ali Jouhar Sahib juga bukan hanya memuji dan menghargai usaha-usaha Jemaat Ahmadiyah bahkan beliau menganggap Jemaat Ahmadiyah adalah salah satu golongan Islam yang patut dicontoh.

 

 Sebaliknya, para pemimpin Negara Pakistan yang berkuasa sekarang berusaha untuk menghapuskan nama Jemaat Ahmadiyah dari lembaran sejarah Nasional mereka. Bahkan, bukan hanya dihapus dari sejarah melainkan dikeluarkan dari Islam menurut undang-undang yang dibuat oleh tangan mereka sendiri.

 

Begitu juga seorang tokoh sastrawan senior bernama Khawajah Hasan Nizami telah menulis tentang Konferensi Meja Bundar,

 

”Dalam Konferensi Meja Bundar setiap orang Hindu dan Muslim dan setiap orang Inggris mengakui kecerdasan, kecakapan dan kemahiran Choudhri Muhammad Zarullah Khan Sahib yang sangat gemilang dan berkata bahwa jika di kalangan orang-orang Islam ada orang cerdas yang tidak berbicara sia-sia dan paham politik dunia baru di zaman ini maka orang itu hanyalah Choudhri Muhammad Zafrullah Khan Sahib.” [4]

 

Kemudian Doktor Ashiq Husain Batalwi Sahib menulis, ”Dari antara delegasi Muslim (peserta utusan) yang mengikuti Konferensi Meja Bundar yang paling banyak mendapatkan sukses adalah Agha Khan Sahib [pemimpin Syiah aliran Ismailiyyah] dan Choudry Zafrullah Khan Sahib. [5]

 

Ada satu buku lain yaitu ‘Iqbal ke Aakhiri do sal’ – “Dua Tahun terakhir Iqbal”, pencetaknya Iqbal Academic Pakistan.

 

Selanjutnya mengenai kembalinya Hadhrat Qaid-A’zham (Sang Pemimpin Agung/Besar, julukan untuk Muhammad Ali Jinnah, Pendiri Pakistan, Gubernur Jenderal Pertama) ke dunia politik sepulangnya dari UK ke Hindustan, beliau menulis,

 

”Ketika saya mulai merasa bahwa kini saya tidak mampu menolong orang-orang Islam di Hindustan dan saya tidak mampu merubah mentalitas mereka dan tidak pula saya mampu membuka mata orang-orang Muslim maka akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke London dan menetap di sana.” [6]

 

 

Sebuah buku berjudul ‘Qaid A’zham aur un ka ‘Ehed’ “Qaid A’zham dan Janjinya” karya tuan Rais Ja’fari mengutip hal ini. “Pada waktu itu Jemaat Ahmadiyah berusaha membujuk beliau untuk kembali ke Hindustan dan Hadhrat Khalifatul Masih II ra mengutus Maulana Abdurrahim Dard Imam Mesjid London berjumpa dengan Muhammad Ali Jinnah Sahib, Qaid A’zham dan mendesak beliau agar kembali ke Hindustan demi memimpin umat Islam di sana agar hak-hak mereka dapat ditegakkan. Akhirnya Qaid A’zham pun kembali ke Hindustan dan mulai giat mempersatukan ummat Islam demi menuntut hak-hak mereka. Akhirnya ‘Qaid A’zham’ kembali ke Hindustan dan mengkhidmati orang-orang Muslim dengan sepenuh hati.

 

Dengan jujur beliau berkata, ’

 

The eloquent persuasion of The Imam left me no escape.’ – ”Bujuk rayu sang Imam yang sangat fasih dan menawan hati membuat saya tidak melarikan diri.” [7]

 

Seorang wartawan terkenal bernama Muhammad Syafiq yang dikenal dengan panggilan Miim Syiin telah menulis,

 

”Mr. Liaqat Ali dan Maulana Abdurrahim Dard Imam Mesjid Fazal London-lah yang telah merubah sikap Muhammad Ali Jinnah dan natijahnya pada tahun 1934 Mr Jinnah kembali ke Hindustan dan tanpa saingan beliau langsung terpilih menjadi anggota National Assembly (Majlis Nasional).” [8]

 

Para penentang yang sangat keras juga pada waktu itu mengakuinya. Maka pada tahun 1946 golongan Ahrar telah mencetak sebuah buku dengan judul ‘Muslim League aur Mirzaiyong ki Aankh macoli par mukhtashar tabshirah’ secara jelas di dalamnya menulis,

 

 “Mr. Jinnah berpidato di Quetta dan beliau memuji kebijakan Mirza Mahmud mendukung Muslim League maka sebagai dampaknya ketika diadakan pemilihan umum seluruh Mirzai (orang-orang Ahmadi) memberi suara kepada Muslim League.” [9]

 

Seorang Ahli Hadis terkenal bernama Maulwi Mian Noor Ibrahim Sialkoti menulis didalam kitabnya dengan judul Paighame Hidayat bataidi Pakistan Muslim League menulis:

 

 “Bernaungnya orang-orang Ahmadi dibawah bendera Islam merupakan dalil untuk membuktikan bahwa Muslim League betul-betul golongan nomor satu yang mewakili umat Islam” yakni dalam pandangan mereka orang-orang Ahmadi itu adalah orang Muslim dan mengorbankan jiwa raga mereka demi terbentuknya Negara Pakistan.

 

Pengkhidmatan Choudhri Zafrullah Khan Sahib kepada Komisi Perbatasan (India-Pakistan) telah disiarkan oleh Hamid Nizami Sahib Pendiri Surat Kabar “Nawa-e-Waqt” dengan kata- kata yang sangat gamblang. Namun sebaliknya pada zaman sekarang Surat Kabar Nawa-e-Waqt ini seringkali menurunkan tulisan-tulisan yang sedikit banyak menentang Jemaat Ahmadiyah, kebijakan mereka telah berubah sekarang mereka hanya berusaha untuk meraup keuntungan duniawi. Akan tetapi Hamid Nizami Sahib pendiri Surat Kabar itu menulis,

 

 “Pertemuan-pertemuan Komisi Perbatasan sudah selesai..selama empat hari berturut-turut Mukarram Choudhri Zafrullah Khan Sahib atas nama orang-orang Muslim telah menyampaikan solusinya dengan sangat lantang dan mahir sekali disertai dengan alasan-alasan yang tepat dan diterima akal. Adapun kemenangannya ada di tangan Tuhan. Akan tetapi dengan sangat jitu dan sangat mahir sekali Sir Zafrullah Khan Sahib telah mengemukakan permasalahan orang-orang Muslim.

 

Dengan demikian perasaan hati dan pikiran orang-orang Muslim pasti mendapat ketenteraman bahwa hak-hak dan keadilan mereka telah dikemukakan di hadapan Pemerintah dengan sangat tepat dan dengan cara yang mudah oleh seorang yang tepat dan mahir sekali yakni Sir Zafrullah Khan Sahib.

 

Beliau diberi waktu sangat singkat untuk mempersiapkan dan menyusun kasus-kasus itu namun karena hati beliau sangat tulus-ikhlas dan cerdas disertai kemahiran yang tinggi beliau telah menyelesaikan kewajiban dengan sangat baik. Kami sangat yakin bahwa semua orang Muslim di Provinsi Punjab tanpa menghiraukan akidah akan mengakui dan berterima kasih pada perjuangan beliau.” [10]

 

 

Dan lagi, dalam menghadapi kerusuhan-kerusuhan pada tahun 1953. Jemaat Ahmadiyah diajukan ke pengadilan. Hakim pada waktu itu bernama Munir.

 

Beliau menulis,

 

“Telah terjadi permusuhan dan tuduhan-tuduhan tidak berdasar terhadap Jemaat Ahmadiyah sehingga kami telah memberi keputusan dengan mengikutsertakan Distrik Gurdaspur India juga, alasannya Ahmadiyah telah berikhtiar secara khusus dan Qaid-i- A’zam telah mengirim Choudhri Zafrullah Khan Sahib untuk menghadapi masalah Muslim League dan beliau telah mengemukakan dalil-dalil yang khas akan tetapi Pimpinan Pengadilan ini (Hakim Munir) yang telah menjadi anggota Komisi Perbatasan itu (bersama Choudry Zafrulah Khan Sahib) saya menganggap wajib mensyukuri ketenangan dan ketenteraman yang telah dihasilkan oleh perjuangan dan keberanian Choudhri Zafrullah Khan Sahib dalam menangani masalah-masalah di Gurdaspur India.

 

Sebenarnya semua itu adalah dokumen Boundary Commission (Komisi Perbatasan) yang sangat kuat dan jelas sekali dan barangsiapa yang mempunyai niat dan minat untuk memeriksa atau mempelajari dokumen itu dengan senang hati dapat melakukannya.

 

Choudhri Muhammad Zafrullah Khan Sahib tanpa pamrih telah melakukan pengkhidmatan sangat baik demi membela hak dan keadilan orang-orang Muslim. Namun sekalipun hasil penyelidikan itu yang dilakukan dengan cara sangat adil namun beberapa golongan telah menunjukkan reaksi yang memalukan sekali yang menunjukkan tidak ada rasa terima kasih terhadap hasil penyelidikan pengadilan ini.” [11]

 

 

Sekarang ini kebanyakan organisasi politik semakin meningkat rasa tidak berterimakasih mereka yang memalukan. Keadaan dan situasi negara [Pakistan] sekarang ini dapat kita ketahui dan saksikan dengan terang dan jelas sekali.

Oleh sebab itu mengingat hal itu, semua orang Pakistani harus memanjatkan doa sebanyak-banyaknya untuk negara mereka Pakistan; semoga Allah Ta’ala melindungi dan menyelamatkan negara itu dari jalan yang sedang menuju kehancuran.

 



[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Suratkabar ‘Daur Jadid’ 16-Okt.-1923 dari ‘Pengorbanan Jemaat Ahmadiyah dalam Pendirian Negara Pakistan’ oleh Mirza Khalil Ahmad Qamar h. 11

 [3] Suratkabar ‘Hamdardi’ 26 September 1927, rujukan dari ‘Contoh Jasa-Jasa Jemaat Ahmadiyah dalam Pendirian dan Kemajuan Pakistan’ h. 7

[4] Suratkabar Munadi, 24-10-1934 “Sejarah Pakistan dan Jemaat Ahmadiyah”.[5] Buku Dua Tahun Terakhir Iqbal ‘Contoh Jasa-Jasa Jemaat Ahmadiyah dalam Pendirian dan Kemajuan Pakistan’ halaman 24

 [6] ‘Qaid A’zham dan masa hidup beliau’ oleh Rais Ahmad Ja’fari halaman 192 artikel berjudul ‘Contoh Jasa-Jasa Jemaat Ahmadiyah dalam Pendirian dan Kemajuan Pakistan’

[7] Tarikh Ahmadiyah jilid 6 halaman 102 edisi baru.

 [8] Pakistan Times 11 September 1981

[9] Moslem League aur Mirzaiyyun ki Aankh macoli par mukhtashar tabshirah halaman 18 artikel ‘Contoh Jasa-Jasa Jemaat Ahmadiyah..’

 [10] Suratkabar ‘Nawae Waqt’ 1 Agustus 1947 artikel berjudul ‘Contoh Jasa-Jasa Jemaat Ahmadiyah dalam Pendirian dan Kemajuan Pakistan’

[11] Laporan Tahqiqaati ‘Adaalat dikenal ‘Munir Report’ h. 305 edisi baru

 

Senin, 16 September 2024

Islam itu Indah : Akhlaq Fadhilah. Bukan Nafsu Amarah

Islam : Antara Perang dan Akhlaq Fadhilah.


      “Saya membaca sebuah hikayat di dalam sebuah buku. Di situ tertulis bahwa. Hadhrat Ali r.a. sedang melawan seorang kafir. Dalam perlawanan itu orang kafir tersebut kalah dan melarikan   diri. Hadhrat Ali r.a. mengejar orang itu, dan akhirnya menangkap orang kafir tersebut. Terjadi pergumulan dan beliau berhasil menjatuhkan orang itu. 


      Ketika beliau r.a. duduk di atas dada orang itu dan mengeluarkan pisau untuk membunuhnya, maka orang kafir tersebut meludahi wajah beliau. Akibat hal itu Hadhrat Ali r.a. berdiri dan meninggalkan orang tersebut. Orang kafir tersebut heran, dan menanyakan apa sebabnya? 


      Hadhrat Ali r.a. menjelaskan,  "Sebenarnya kami memerangi kalian hanyalah karena perintah Allah. Kami tidak melakukannya untuk tujuan nafsu  tertentu. Justru kami mencintai kalian. Saya telah menangkap engkau adalah untuk Allah. Namun ketika engkau meludahi wajah saya, maka akibat emosi saya sebagai manusia, saya pun jadi marah. Saat itulah saya takut, jangan-jangan saat itu – tatkala dorongan nafsu saya pun sudah terlibat di dalamnya -- dengan membunuh engkau, maka seluruh amal perbuatan saya menjadi hancur, dan akibat adanya keterlibatan dorongan nafsu saya maka amal-amal baik saya yang murni hanya demi Allah itu akan  hapus.” 


      Lihatlah peristiwa itu, betapa ketakwaan orang-orang itu telah merasuk sampai ke dalam hal-hal yang sangat halus sekali.


 Orang kafir itu mengatakan: "Saya tidak dapat mempercayai bahwa agama orang-orang seperti ini adalah batil (palsu)." Akhirnya orang kafir tersebut pada saat itu juga telah masuk Islam.


      Ringkasnya, seperti itu jugalah  peperangan  Jemaat saya. Janganlah campurkan dorongan nafsu di dalamnya. Lihat, jika pada pandangan Allah Ta’ala kita ini bukan kafir dan dajjal, maka tuduhan orang-orang bahwa kita kafir dan dajjal tidak akan membuat perbedaan (pengaruh buruk) apa pun pada, diri kita. Dan jika memang benar kita pada pandangan Allah Ta’ala tidak diterima bahkan ditolak (mardud), maka walau pun orang-orang menyebut  kita ini baik maka tetap saja kita tidak dapat  selamat dari cengkeraman Allah Ta’ala.


       Jadi, ingatlah, lembut adalah sifat yang baik. Tanpa kelembutan pekerjaan tidak dapat berjalan (berlangsung). Kemenangan diperoleh tidak melalui peperangan. Dan kalau pun ada kerugian yang dapat ditimbulkan pada suatu pihak melalui peperangan, apalah artinya? 


       Hendaknya kalian memenangkan  (menguasai) kalbu-kalbu [manusia], dan kalbu tidak dapat dimenangkan (dikuasai) melalui peperangan. Justru dapat dimenangkan melalui akhlak-akhak fadhilah. 


Jika manusia dapat bersabar demi Allah atas penderitaanpenderitaan yang ditimbulkan  oleh musuh, maka akhirnya di suatu  hari di dalam kalbu musuh itu sendiri  timbul suatu pikiran dan pengaruh, tatkala melihat berkat-berkat, karunia-karunia, dan pertolongan Ilahi, dan dia menyaksikan perlakuan dalam bentuk akhlak fadhilah, maka dengan sendirinya di dalam kalbunya timbul pemikiran bahwa: “Jika orang ini dusta  dan melakukan kedustaan atas Allah Ta’ala  maka tentu sama-sekali tidak akan ada pertolongan serta dukungan dari Allah atas dirinya." (Malfuzat, jld. X. hlm. 340-341).


Hazrat Khalifatul Masih IV r.h. bersabda :

Tidak akan pernah kebenaran hati nurani dapat ditaklukkan dengan kekuatan pedang apa pun. Kendatipun pedang itu dapat menguasai daging dan tulang tetapi akal, perasaan, dan akidah tidak dapat digoyahkan atau dipaksa ( Penumpahan Darah Atas Nama Agama, hal.17, 1984 )


Kemudian, Dalam buku lainnya, Beliau r.h bersabda bahwa :

"Pedang bisa memenangkan negeri tetapi tidak mungkin hati. Paksaan dapat menundukkan kepala tetapi tidak mungkin  fikirannya"

Islam melarang penggunaan paksaan sebagai sarana penyebaran ajarannya. 

Difirmankan :

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ  قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

“Tidak diperkenankan suatu paksaan dalam agama. 

Sesunguhnya telah nyata bedanya kebenaran dari kesesatan.”  (QS.2 Al-Baqarah : 257)

Dengan demikian tidak perlu adanya paksaan dalam bentuk apa pun. Biarkanlah manusia menentukan mana yang Benar. 

Tuhan tegas mengingatkan Rasulullah Saw untuk jangan sekali-kali berfikir menggunakan kekerasan untuk mengubah masyarakat.  (Islam Dan Isu Kontemporer,  hal. 33 Neratja Press 2018)

Jumat, 30 Agustus 2024

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah Khilafah Ahmadiyah

 

Topik Artikel

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah Khilafah Ahmadiyah

FacebookTwitterWhatsAppShare

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah Khilafah Ahmadiyah

Pencapaian, peristiwa, rencana dan progam Khalifah Ahmadiyah selama 100 tahun terakhir. Artikel ini diambil dari ‘the Centenary Khilafat e Ahmadiyya souvenir’ diterbitkan oleh Tahrik-e-Jadid Anjuman di Pakistan tahun 2008.

Oleh Ijaz Tahir – UK

Khilafah Ahmadiyah, Khalifah

1908 – Peristiwa Penting Khilafah Pertama


27 Mei

Hadhrat Al-Haj Maulwi Nur-ud-Din tepilih dengan suara bulat sebagai Khalifatul Masih di Baheshti Maqbarah, Qadian pada 27 Mei dan beliau memimpin shalat jenazah Hazrat Masih Mau’ud (as)

Juni

  • Perpustakaan pertama didirikan di bawah pengawasan Sahibzada Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad Sahib. Hadhrat Khalifatul Masih I menyumbangkan buku-buku dan bantuan keuangan.
  • Hudhur meluncurkan skema Madrasah Agama untuk mengenang Hadhrat Masih Mau’ud (as).

1909


24 Januari

Hadhrat Mir Nasir Nawwab Sahib membuat iklan di Al-Badr perihal pambangunan 4 gedung untuk perluasan Qadian. Hadhrat Khalifatul Masih I menyumbang 260 Rupee dari kantung pribadi beliau. Perkiraan biaya bangunan-bangunan tersebut adalah 20,000 Rupe. Rencana tersebut termasuk sebuah masjid yang kemudian dikenal dengan masjid Nur, klinik untuk kaum pria yang dinamai Nasir (kemudian menjadi rumah sakit Nur pada tahun 1918), klinik untuk wanita dinamai Ummul Mukminiin dan beberapa bangunan untuk para pendatang yang tidak mampu (Daru-Du’afa). Hadhrat Mir Muhammad Ishaq Sahib mengunjungi beberapa tempat di India untuk proyek ini.

1910


21 Januari
Kaum wanita Ahmadi untuk pertama kalinya turut shalat Jumat di shaf paling belakang di Masjid Aqsa.

Februari
Komplek Dar-ul-Uloom didirikan dan peletakan batu pertama masjid Nur.

25 Maret
Empat pria ditunjuk untuk menyambung suara Huzur selama Khotbah Jumat untuk pertama kalinya.

27-28 Agustus
Delegasi Ahmadiyah berpartisipasi dalam konferensi “Islami Anjuman” yang diadakan di Meerut.

18 Nopember
Hudhur terjatuh dari kudanya dan terluka parah. Masih Mau’ud (as) telah bermimpi mengenai ini pada tahun 1903: ‘Tadi malam saya bermimpi seorang anggota dari Jemaatku terjatuh dari kuda, lalu saya terbangun.’

1911


Februari
Hadhrat Sahibzada Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad mendirikan organisasi Ansharullah dengan izin Hudhur. Hudhur menyatakan bahwa beliau juga anggota organisasi tersebut dan meresmikannya pada 6 April.

Maret

  • Hudhur membuat sebuah skema penggalangan dana untuk Muslim University Di Aligarh dan menyumbangkan 1,000 Rupee atas nama Jemaat.
  • Syair-syair Hazrat Masih Mau’ud “Al-Qasaid ul Ahmadiyya” dipublikasikan oleh redaksi ‘Review of Religions’

1912


19 Februari
Pada awal tahun 1912 beberapa pemuda Qadian mendirikan Organisasi Mubaligh (Anjuman e Muballighiin) yang dinamai “Yadgar-e-Ahmad” (Monumen Ahmad).

Tujuan utama organisasi ini adalah menerbitkan risalah-risalah singkat untuk melindungi Islam dari penentangan-penentangan agama lain. Mereka menerbitkan beberapa brosur. Edisi pertama berjudul “Kasr-e-Saleeb” ditulis oleh Hadhrat Mir Muhammad Ishaq Sahib (ra)

3 – 29 April

Delegasi Ahmadi yang terdiri dari para cendekiawan Ahmadi diutus untuk melakukan tur guna membuat laporan tentang sistem dan metode pendidikan, mereka mengunjungi Lucknow, Kanpur, Shahjahanpur, Rampur, Delhi, Saharan Pur, dan Dev Band. Delegasi itu dipimpin oleh Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad Sahib (ra).

15 Juni
Hudhur melakukan perjalanan ke Lahore untuk peletakkan batu pertama kediaman Sheikh Rahmatullah Sahib. Hudhur melakukan perjalanan ini untuk memenuhi janji yang dibuat oleh Masih Mau’ud (as) yang belum terpenuhi di masa hidup beliau.

16 Juni
Hudhur menyampaikan serangkaian ceramah di Lahore di mana beliau memberi penekanan pada topik “Lembaga Khilafah”

25 Juli
Hudhur meletakkan batu pertama Madrasah Ta’limul Islam.

1913


25 Juli
Hadhrat Chaudhry Fateh Muhammad Siyal Sahib sampai di Inggris untuk tabligh Islam.

26 Juli
Hadhrat Syed Zain-ul-Abideen Wali-Ullah Shah Sahib dan Sheikh Abdur-Rahman Misri Sahib berangkat ke Mesir untuk pendidikan lanjutan bahasa Arab.

26-28 Desember

  • Pada Jalsa Salana Qadian, dua pidato disampaikan oleh Hudhur (ra).
  • Kolom mingguan berbahasa Arab mulai dimuat di surat Kabar Al-Badr dengan tajuk ‘Masleh-ul-Arab’ untuk tabligh ke negara-negara Arab.
  • Pesan Ahmadiyah sampai ke Finlandia untuk pertama kalinya melalui Hadhrat Chaudhry Mohammad Zafrullah Khan Sahib.

1914


Januari
Dengan izin Hudhur, Hadhrat Sahibzada Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad Sahib memulai skema nasional tabligh Islam dan mendirikan ‘Dawat-ilal-Khair Fund’.

8 Pebruari
Huzur(ra) mengumumkan bahwa Allah telah menubuatkan kepada beliau tentang Penyebaran Ahmadiyah di Afrika.

1914 – Peristiwa Penting Khilafah Kedua


14 Maret
Hadhrat Sahibzada Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad Sahib (ra) memegang tampuk Khilafat sebagai kudrat kedua (Qudrat-e-Saniya) dari Pertolongan Allah.

Maret
Hudhur(ra) mengirim Hadhrat Sufi Ghulam Muhammad Sahib (ra) dari Qadian ke Mauritius untuk mendirikan misi Ahmadiyah.

12 April

  • Pertemuan nasional para perwakilan Jamaat diadakan di Masjid Mubarak, Qadian. Hadir 150 perwakilan luar negeri. Pidato yang mencerahkan dari Hudhur ditebitkan dengan judul “The Office Of Khilafat” (Tatanan Khilafat).
  • Hadhrat Choudhry Fateh Muhammad Siyal Sahib tiba di Woking pada Juli 1913 dalam rangka menyebarkan Islam. Pada April 1914, beliau tiba di London, yang dengan cara ini rumah misi Ahmadiyah didirikan secara permanen di Star Street, Edgware Road, London.

Desember

Minaratul Masih yang di zaman Masih Mau’ud telah dibangun dan memperbaiki batu peringatan, dimulai kembali setelah permohonan baru.

1916


Maret
Sebuah wahyu kepada Masih Mau’ud ‘Bibi telah datang’ tergenapi ketika isteri Sahibzada Mirza Ghulam Qadir Sahib, kakak Hazrat Masih Mau’ud (as) menerima Ahmadiyah.

1917


Maret

  • Hadhrat Mufti Muhammad Sadiq Sahib berangkat dari Qadian ke London sebagai mubaligh.
  • Nubuatan mengenai Tsar “zar bhi ho ga to us gheri bahale Zar” (Bahkan Tsar akan berada dalam kondisi memilukan pada saat itu) tergenapi dengan terjadinya Revolusi Bolshevik Russia.

1918


Maret
Di kantor Hudhur, sistem dalam menjawab korespondensi diatur oleh divisi khusus, petugas pertamanya adalah Maulana Abdur Raheem Nayyyer sahib.

1919

Januari
Untuk disiplin kerja di kantor, Hudhur membuat sistem Nazarat (Direktur) dan Nazir A’la pertama adalah Hadhrat Maulawi Sher Ali sahib.

1920


Januari
Hudhur mengumumkan permohonan kepada orang-orang untuk menyumbang dana pembangunan Masjid Fazl di London, dan hingga 10 Juni terkumpul 78,000 rupees (dua puluh ribu pounds). Dari jumlah ini, 5000 rupees terkumpul dari kaum wanita Qadian yang mempersembahkan perhiasan mereka, begitu pula anak-anak mereka memberikan uang saku mereka.

21 Juni
Hudhur meresmikan kelas pelatihan mubaligh dan guru pertama yang ditunjuk adalah Hadhrat Hafiz Roshan Ali sahib.

1921


9 Pebruari
Hudhur mengutus Maulwi Abdur Rahim Nayyar dari London ke Ghana untuk mendirikan misi dakwah pertama di Afrika.

1922


25 Desember
Hudhur mendirikan Lajna Imaillah dan Hadhrat Ummul Mukminiin Syeda Nusrat Jehan Begum sahiba ditunjuk menjadi Sadr pertama

1923


7 Maret
Hudhur mengumumkan Jihad Tabligh melawan gerakan Shuddhi (Program Hindu untuk menghindukan Muslim)

18 Desember
Misi Ahmadiyah Jerman didirikan di Frankfurt.

1924


16 Mei
Hudhur mengadakan Majlis Syuro pertama (majlis musyawarah) membahas perjalanan ke Eropa.

24 Mei
Hudhur mengumumkan perjalanan beliau ke Eropa dan mengatakan bahwa tujuan utama perjalanan ini adalah membuat skema permanen dalam menyebarkan Islam di Barat.

19 Oktober
Hudhur meletakkan batu pertama Masjid Fazl di London.

1925


25 Juni
Hudhur mengutus Syed Zainul Abedeen Sahib dan Maulana Jalaludin Shams Sahib dari Qadian ke Palestina dan Suriah untuk memulai misi baru di sana. Keduanya tiba di Damaskus pada 17 Juli 1925.

1926


Mei
“Dar-ul-Shuyukh” dibangun di Qadian yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan orang-orang miskin. Hudhur meletakkan batu pertama Qasr-e-Khilafat di Qadian dan bangunan tersebut selesai pada Oktober di tahun yang sama.

1928


20 Mei
Peresmian Jamiah Ahmadiyah Qadian dan ditunjuk Hadhrat Muhammad Sarwar Shah Sahib sebagai prinsipal pertama.

1929


28 Pebruari
Dua kubu dari Muslim League, Jinah dan Shafi bersatu, sebagai hasil dari Jamaah Ahmadiyah.

1930


2 Mei
Hudhur menyampaikan tujuh saran pembentukkan perdamaian dalam sebuah surat yang terperinci kepada Raja Muda India.

1931


3 Pebruari
Maulana Rahmat Ali sahib, mubaligh untuk Indonesia, mendirikan Jamaah Ahmadiyah di sana.

Desember
Hudhur diundang pada Konferensi Muslim Dunia di Baitul Maqdas. Atas arahan Hudhur, Hadhrat Maulana Jalal-ud-Din Shams sahib menghadiri konferensi tersebut.

1932

13 Pebruari
Hudhur mengetuai All India Kashmir Committee.

April 25
Hudhur meresmikan perkantoran baru Sadr Anjuman Ahmadiyah.

1933


Maret
Maulana Abdur Rahim Dard menemui Quaidi Azam (Muhammad Ali Jinah) di Inggris atas instruksi Huzur dan membujuknya untuk kembali ke India.

6 April
Quaidi Azam Muhammad Ali Jinah menyampaikan pidato terkenal di Masjid Baitul Fazl London dibawah persetujuan Imam Masjid London. Dia mengungkapkan kesediaannya untuk kembali ke India.

3 Desember
Masjid pertama di Palestina “Sayyidna Mahmood” diresmikan.

1934


November
Press Ahmadiyyah pertama untuk negara-negara Arab didirikan di Kababir, Palestina.

23, 30 November, 7 Desember

Hudhur menyampaikan skema baru dalam tiga khotbah Jumat dan mengumumkannya dengan nama Tahrik Jadid.

1935


2 Maret
Misi Ahmadiyah dibentuk di Birma (Myanmar) dan mubalig pertama yang ditunjuk ialah Maulana Ahmad Khan Sahib Naseem.

6 Mei
Satu kelompok yang terdiri dari 3 orang mubaligh di bawah naungan skema Tahirk Jadid berangkat dari Qadian. Maulawi Ghulam Hussain Sahib berangkat ke Singapura, Sufi Abdul Ghafoor Sahib ke China dan Sufi Abdul Qadeer Niaz Sahib berangkat ke Jepang. Sufi Abdul Ghafoor Sahib mendirikan Misi Ahmadiyah pertama di Hong Kong. Orang yang pertama baiat adalah Li Ong King.

1936


Mubaligh-mubaligh dikirim ke sejumlah negara seperti Argentina, Tanzania, Hungaria, Albania dan Kenya.

1938


Januari

  • Hudhur menyampaikan khotbah Jumat dengan pengeras suara di masjid Aqsa, Qadian dan menyampaikan nubuatan bahwa dars Qur’an dan Hadist yang disampaikan di Qadian akan terdengar ke seluruh dunia melalui komunikasi modern (Pada Desember 2005, Khutbah Jumat Hadhrat Khalifatul Masih V terdengar di seluruh dunia melalui MTA dari Qadian)
  • Hudhur mendirikan Majlis Khuddam-ul-Ahmadiyya. Anggota pertamanya terdiri dari 10 pemuda. Pada 4 Pebruari, Hudhur menamai organisasi ini dengan sebutan “Khuddam-ul-Ahmadiyya” dan menunjuk Maulana Qamar-ud-Din Sahib Sikhwani sebagai Sadr pertama.

1939


Februari

  • Majlis Nasiraat-ul-Ahmadiyya didirikan bagi anak-anak putri Jemaat, dan guru Memona Sophia ditunjuk sebagai Presiden Nasirat pertama, dan Sahibzadi Amatul-Rasheed Begum Sahiba sebagai sekretaris.
  • Hadhrat Sahibzada Mirza Nasir Ahmad Sahib ditunjuk menjadi Sadr Khuddam-ul-Ahmadiyya.

1940


26 Januari

Hudhur memperkenalkan kalender baru bagi Ahmadiyah dan Islam. Penanggalan itu dimulai dari hijrahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke Madinah. Hudhur menamainya Hijri Shamsi. Nama-nama bulan dalam kalender ini diambil berdasarkan peristiwa-peristiwa penting sepanjang kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Suluh (Perdamaian), Tabligh (Dakwah), Aman (Perlindungan), Shahadat (Persaksian), Hijrah (Hijrah), Ihsan (Kebajikan), Wafa (Kesetiaan), Zuhuur (manifestasi), Tabuk, Ikha, Nubuwwat (Kenabian) and Fatah (Kemenangan). Mengurangkan 622 tahun dari penanggalan matahari menjadikannya sebagai Hijri Shamsi.

26 Juli

  • Hudhur mengumumkan pembentukan Majlis Ansarullah dan menunjuk Hadhrat Maulvi Sher Ali Sahib sebagai Sadr pertama.
  • Jemaat didirikan di Skotlandia melalui Maulana Jalal-ud-Din Shams Sahib ketika seorang mahasiswa dari Universitas Skotlandia, Miss White Paul dan Mr. Frier masuk Ahmadiyah.

1942

Mei
Hudhur membentuk Dewan Ulama Ahmadiyah untuk mempercepat Tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Inggris

Januari
Pengeras suara di Minaratul Masih diperbaiki

24 Maret
Hudhur memulai gerakan intelektual pemuda untuk mengabdikan diri dalam melayani agama, gerakan ini dimulai dengan 200 cendikiawan dan ahli-ahli di berbagai bidang.

21 Juli

Hudhur meluncurkan skema mendirikan tujuh pusat baru bagi Dakwah Ilallah di India: Peshawar, Karachi, Madras, Bombay, Calcutta, Delhi dan Lahore.

1946


19 April
Lembaga penelitian Fazli Umar diresmikan

10 Juni
Maulana Karam Elahi Zafar sahib dan Maulvi Muhammad Ashaq sahib pergi ke Madrid untuk menancapkan misi Ahmadiyah di Spanyol.

19 Agustus
Maulana Ghulam Ahmad sahib Mubashir berangkat ke Yordania untuk memulai misi dakwah di sana.

24 September
Quaidi Azam, Muhammad Ali Jinnah bertemu Hudhur

18 Oktober
Tahrik Jadid telah terdaftar dan diberi nama “Tahrik Jadid Anjuman Ahmadiyya”

1947


25 Januari
Hudhur menyampaikan mimpi tentang situasi mengerikan di Punjab
dan satu bulan setelahnya kondisi tersebut terjadi, yang berakhir dengan partisi India pada Agustus 1947

22-31 Juli
Hudhur mengunjungi Lahore untuk memeriksa pekerjaan komisi perbatasan.

Desember
Pada tahun 1947, Jalsah Salanah pertama diadakan di “Rattan Bagh” Lahore pasca kemerdekaan Pakistan.

1948


Januari
Para pemilik toko di Qadian memutuskan untuk tidak menjual barang-barang kepada para darwis Ahmadi yang tinggal di Qadian.

19 Februari
Tahrik Jadid Anjuman Ahmadiyah Pakistan terdaftar

15 Maret
Hadhrat Sahibzada Mirza Waseem Ahmad sahib tiba di Qadian dengan 14 sahabat yang lain untuk memulai kehidupan sebagai Dawish.

2 Juni
Hudhur memerintahkan pengalihan mendesak buku-buku di Perpustakaan Qadian ke Chiniot, Pakistan. Jadi pada pertengahan Juni harta karun berupa buku dipindahkan ke Chiniot.

27 Juni
Sadr Anjuman Ahmadiyah Pakistan menyetorkan harga tanah Rabwah ke Departeman Keuangan Negara

16 September
Hudhur menyetujui penamaan kota baru sebagai Rabwah

19 September
Upacara peresmian Markaz baru, Rabwah, dengan enam kamp tempat tinggal dan telah didirikan dan Hudhur memimpin doa.

20 September
Hudhur tiba di Rabwah pukul 13.20 dari Lahore melalui Faisalabad untuk acara peresmian abwah. Hudhur menyampaikan pidato peresmian. Pada saat yang sama para darwish Qadian juga ikut berdoa dan setelah sholat lima ekor domba dipotong. Empat domba di masing-masing sudut dan satu ekor lagi di tengah yang dipotong sendiri oleh Hudhur.

7 November
Sebuah komite bernama “Majelis Ifta (setara dengan Dewan Hukum) dibentuk kembali.

1949


Blueprint kota Rabwah disiapkan

15-17 April
Jalsah Salanah pertama diadakan di Rabwah. Hudhur menyampaikan pidato peresmian dan Khotbah Jumat. Sekolah Menengah Perempuan, Nusrat yang terletak di Rattan Bagh, Lahore dipindahkan ke Rabwah.

19 September
Hudhur pindah secara permanen ke Rabwah

30 Oktober, 1 November
Pertemuan tahunan pertama Majelis Khuddamul Ahmadiyah diadakan. Hudhur mengumumkan bahwa dari sekarang sampai seterusnya beliau akan menjadi Presiden Majlis Khuddamul Ahmadiyah.

10 Desember
Jamiatul Mubasysyirin didirikan di Rabwah.

1950


April
Majalah Bulanan Misbah (Majalah untuk wanita) adalah salah satu majalah pertama yang didirikan di Rabwah.

31 Mei
Hudhur meletakkan batu pertama sekolah menengah Taleem-ul-Islam, Qasre-Khilafat, Kantor Tahrik-i-Jadid, Wakaf-i-Jadeed, Sadr Anjuman Ahmadiyya dan kantor pusat Lajna-Imaillah.

15 Juni
Karena gencatan senjata di peperangan Kashmir, perintah penangguhan untuk Batalyon Pasukan Furqan dikirimkan.

1951


Agustus
Pembangunan Masjid Mubarak di Rabwah selesai. Batu pertama diletakkan oleh Hudhur pada 3 Oktober 1949

1952



6 Februari
Peletakan batu pertama kantor Majelis Khuddamul Ahmadiyah (pusat)

28 Maret
Didirikannya Al-Shirkatul Islamiyyah dan Oriental and Religious Publishing Corporation. (Korporasi Penerbitan Agama dan Ketimuran)

1953


23 Februari
Terjadinya huru-hara terhadap para Ahmadi Pakistan barat, terutama di provinsi Punjab.

20 Mei
Hudhur membuat rencana untuk mencatat sejarah Ahmadiyah (hingga saat ini sejarah dari tahun 1957 sampai 2007 telah diterbitkan dalam 19 jilid)

1954



10 Maret
Setelah shalat Ashar di Masjid Mubarak, seorang pria bernama Abdul Hameed menyerang Hudhur dengan meninggalkan luka yang dalam di dekat aorta utama leher. Hudhur pulang dan menyampaikan pesan untuk tidak menghukum penyerang.

1955


23 Maret-25 September
Hudhur pergi ke Eropa untuk perawatan.

7 Juli
Zia-ul-Islam press diresmikan di Rabwah

16 September

  • Hudhur mengumumkan dengan tegas tentang skema mewakafkan diri untuk dakwah Islam di Eropa, beliau mengatakan bahwa seorang Ahmadiyah tidak hanya mewakafkan anak-anak mereka tetapi juga cucu-cucu mereka.
  • Hudhur mengeluarkan pesan penting bagi saudara-saudara di Afrika dengan memberi kabar suka tentang masa depan mereka yang cerah.

1956



20 Januari
Hudhur mengarahkan Sadr Anjuman Ahmadiyah untuk melestarikan pakaian Hadhrat Masih Mau’ud untuk generasi mendatang. Hudhur juga menunjukkan niat untuk memberikan cincin bersejarah ‘alaisahllah bikaafin ‘abdah’ kepada Jemaat.

20 Februari
Hudhur meletakkan batu pertama Rumah Sakit Fazl Umar Rabwah dan kantor Majelis Ansharullah Markaziyya Rabwah.

14 Juni

  • Maulana Kamal Yusuf Sahib dan Ch. Abdul Latif Sahib sampai di Gothenburg dan mendirikan misi Ahmadiyah Skandinavia. Pada awalnya misi ini ada di bawah Missi Jerman.
  • Hudhur memulai terjemahan Al-Qur’an dengan judul “Tafsir Saghir’ di Murree, Pakistan Utara. Terjemahan ini selesai pada 25 Agustus 25 Agustus 1956 di Nakhla.

19 Oktober
Ijtima pertama Lajnah Imaillah, sayap organisasi wanita, diadakan di Rabwah

1957


21 Maret
Majelis Musyawarah mengeluarkan resolusi bersejarah tentang ‘Intikhab-e-Khilafat’ (sistem pemilihan Khalifah oleh Majelis Pemilihan) berdasarkan pidato Huzur pada Jalsah Salanah 1956. Aturan-aturannya kemudian disempurnakan.

27 Mei
Jalsah Hari Khilafat pertama diadakan. Saat ini secara teratur diperingati oleh Ahmadiyah di seluruh dunia.

7 Juli
Jamiah Ahmadiyah dan Jamiatul Mubashireen digabung, dan Hudhur menunjuk Mir Daud Ahmad Sahib sebagai Principal pertama, beliau menjabat sampai 1973

9 Juli
Hudhur secara singkat membahas skema Waqf-i-Jadid dalam Khotbah Idul Adha dan memberikan rinciannya pada Jalsah Salanah. Pada awalnya, terdapat tujuh orang yang mewakafkan hidup mereka.

15 November
Diterbitkan edisi pertama Tafsir Saghir yang dilengkapi dengan indeksnya.

27 Desember
Hudhur menguraikan dan menjelaskan skema Waqfi Jadid kepada Jemaat secara rinci.

1958



Februari
Kelompok pertama para Muballigh di bawah skema Waqfi Jadid ditempatkan di berbagai daerah di Pakistan.

21 Maret
Hudhur meresmikan rumah sakit Fazli Umar di Rabwah, setelah itu Hadhrat sahibzada Mirza Bashir Ahmad Sahib (ra) meletakkan batu pertama Masjid Yadgar, yang dibangun di lokasi yang sama ketika Hudhur pertama kali berdoa saat mendirikan Rabwah pada 20 September 1948

1959


17 April
Hudhur menyampaikan Khotbah Jumat beliau yang terakhir. Karena kondisi sakit, beliau seterusnya tidak menyampaikan Khotbah Jumat.

1963


19 Mei
Dibuat sistem ujian baru bagi Atfal (anak-anak di bawah 15 tahun) yang dinamai Sitara, Hilal, Qamar dan Badar-Atfal. Ujian pertama yang diadakan adalah dari Sitara Atfal, sebanyak 1883 Atfal turut berpartisipasi.

1964


14 Maret
Setelah mencapai 50 tahun Khilafat Kedua, diadakan perayaan, doa dan pertemuan di seluruh dunia.

1965


8 November
Pada dini hari, 8 November pukul 02.20, Khalifah Kedua meninggal dunia. Pada siangnya ribuan sahabat melihat pemimpin yang mereka cintai untuk terakhir kalinya. Setelah shalat Isya, Majelis Intikhab Khilafat mengadakan pertemuan di bawah pengawasan Hadhrat Sahibzada Mirza Aziz Ahmad Sahib dan setelah itu terpilihlah Hadhrat Mirza Nasir Ahmad Sahib sebagai Khalifah Ketiga Ahmadiyah.

Semua anggota Majelis Intikhab Khilafat menyatakan janji baiat di tangan beliau di tempat tersebut, dan kemudian sekitar 5000 jamaah yang menunggu di luar ikut berbaiat di tangan Khalifah. Keesokan harinya, tanggal 9 November, pukul 16:30, di bawah kepemimpinan Hadhrat Khalifatul Masih III, ribuan anggota Ahmadiyah mengadakan shalat jenazah dan memakamkan Khalifah ke-2 di Bahisti Maqbarah, Rabwah.

1965 – Peristiwa Penting Khilafah Ketiga


1966


  • Rekonstuksi Langgar Khana Hadhrat Masih Mau’ud.
  • Pada bulan Juni 1968 tergenapinya wahyu Masih Mau’ud (as) yang berbunyi ‘Raja-raja akan mencari berkah dari pakaianmu’ ketika Presiden Ahmadiyah Gambia (Muhammad Farimang Singhateh) ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal Gambia. Beliau meminta pakaian beberkah Hadhrat Masih Mau’ud (as) kepada Hadhrat Khalifatul Masih III. Hari beliau menerima pakaian itu adalah hari ketika beliau diumumkan sebagai Gubernur Jenderal.

28 Oktober
Hudhur meletakkan batu pertama Masjid Aqsa Rabwah.

1967


Hudhur merevisi tantangan terhadap agama Krisiten di Kopenhagen yang awalnya diberikan oleh Masih Mau’ud (as). Jika mereka dapat menemukan sebanyak mungkin pengetahuan dan kebenaran dalam Alkitab yang dibandingkan dengan Surah Al-Fatihah (Surat Pertama Al-qur’an), hadiah akan ditingkatkan dari 500 rupee menjadi 50.000 rupee dan itu akan diberikan kepada siapapun yang bisa memenuhi tantangan itu.

21 Juli
Hudhur meresmikan Masjid Nusrat di Kopenhagen, Denmark. Ini adalah masjid pertama di negara itu.

30 Juli
Hudhur meletakkan batu pertama Aula Mahmud di kompleks Masjid Fazl, London.

1968


15 Juni
14 abad dari sempurnanya wahyu Al-Qur’an, diadakan pameran terjemahan Al-Qur’an suci di Darul Mutalaah, Karachi.

1969


Misi Ahmadiyah di Gothenburg, Swedia secara resmi didirikan. Jumlah Ahmadi dari Yugoslavia mencapai 33 orang.

12 September
Hudhur mengumumkan skema untuk mengahapalkan 17 ayat pertama Surah Al-Baqarah di Karachi.

26-28 Desember
Mulai diterapkan teknologi di dapur Jalsah. Setahun sebelumnya, gas alam digunakan untuk pertama kalinya untuk memasak, sekarang chapatti dibuat dengan mesin untuk pertama kalinya.

1970


18 Januari

Hudhur meletakkan batu pertama fondasi Perpustakaan Khilafat di Rabwah.

4-8 April
Hudhur mengunjungi Eropa dan Afrika barat. Hudhur berbicara di 10 konferensi pers, menghadiri 12 acara penyambutan, meresmikan 5 masjid, meletakkan batu pertama 4 masjid, bertemu enam kepala negara, berbicara dengan lebih dari 1.000 sarjana di dua universitas, sesi wawancara dengan radio dan televisi, serta berjabat tangan dengan jutaan orang Afrika. Hudhur bertemu dengan Presiden Ghana, K.A. Afrifa

2 Mei
Hudhur bertemu dengan Presiden Gambia, Daud Ajwara. Selama tinggal di Gambia, gagasan ‘Nusrat Jehan’ diingatkan (oleh Allah Taala) bahwa 10.000 Pounds harus dihabiskan di negara-negara Afrika ini.

23 Mei
Hudhur meresmikan Aula Mahmud di London

1971


15 September

Upaya pembunuhan dilakukan oleh Muhammad Aslam Qureshi kepada M.M. Ahmad, penasihat Presiden Pakistan (tentang siapa yang diduga sebagai pembunuhannya, Hadhrat Khalifatul Masih IV dituduh secara keliru beberapa tahun kemudian)

3 Oktober

Hudhur meresmikan Perpustakaan Khilafat di Rabwah.

1972


1 Maret
Hudhur mendirikan ‘Majlis-e-Sehat’ (komite kesehatan) untuk memenuhi kebutuhan latihan fisik dan olahraga bagi penduduk Rabwah.

7 Juli
Hudhur mengumumkan sebuah program untuk menerbitkan satu juta terjemahan Al-Qur’an dalam lima tahun ke depan.

Pada tahun yang sama Hudhur mendirikan departemen untuk mencetak dan menerbitkan Al-Qur’an Suci.

1973


26 Januari
Hudhur mengumumkan rencana penanaman 10.000 tanaman di Rabwah untuk penghijauan dan tampak indah.

18 Februari

Hudhur meletakkan batu pertama Jadeed Press, Rabwah (sekarang kantor Harian Al-Fazl).

1974


29 Mei
Para siswa Nishter College Multan memicu kekacauan di stasiun kereta api Rabwah dan memulai serangkaian serangan kekerasan di seluruh Pakistan dan berlangsung selama satu tahun. Banyak para Ahmadi kehilangan nyawa dan harta benda mereka.

5-10 Agustus, 20-24 Agustus
Hudhur diinterogasi di Majelis Nasional Pakistan selama 52 jam.

7 September
Majelis Nasional Pakistan menyatakan Ahmadiyah sebagai non-Muslim untuk kebutuhan legislatif dan konstitusi melalui tindakan perundang-undangan. Persitiwa ini menggenapi nubuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang satu sekte yang mendapatkan keselamatan di antara 72 sekte lainnya, di mana mereka bersatu untuk mengucilkan Ahmadiyah sebagai non-Muslim.

1978


29 Mei
20.000 terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris diterbitkan di Amerika Serikat.

1979

4 April
Mantan Perdana Menteri Pakistan Zulfiqar Ali Bhutto dihukum gantung di Rawalpindi pada usia 52 tahun karena kasus pembunuhan. Bhutto-lah yang mengatur pendeklarasian terhadap Ahmadiyah sebagai non-Muslim dan membiarkan kerusuhan melawan Ahmadiyah.

1980


Mei
Jemaat Ahmadiyah Kanada mendistribusikan seratus Al-Qur’an di Kutub Utara, ini merupakan pertama kalinya pesan Ahmadiyah sampai di sana.

9 Oktober
Hudhur meletakkan batu pertama Masjid Basharat di Spanyol, masjid baru pertama di Spanyol selama lima ratus tahun sejak runtuhnya Islam di Spanyol.

9 November
Malam 9 November adalah awal dari abad kelima belas Islam. Menginjak bulan baru, seratus domba dikorbankan atas nama Allah, domba pertama dipotong oleh Hudhur sendiri.

1981


27 Desember
Hudhur memperkenalkan Bintang Empat Belas Ahmadiyah.

1982

21 Mei
Hudhur menyampaikan Khotbah Jumat terakhir di Rabwah.

9 Juni
Hadhrat Khalifat-ul-Masih III meninggal di Baitul Fazl Islamabad. Tubuh suci beliau dibawa ke Rabwah dan pada 10 Juni diadakan pemilihan Khalifah keempat di Masjid Mubarak, Rabwah.

Setelah shalat Ashar, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad sahib diumumkan sebagai Khalifatul Masih IV dan memimpin shalat jenazah.

1982 – Peristiwa Penting Khilafah Keempat


11 Juni
Hadhrat Mirza Tahir Ahmad menyampaikan Khotbah Jumat pertamanya di masjid Aqsa, Rabwah. Beliau menganjurkan kepada setiap Ahmadi supaya tidak membuat resolusi secara formal semata, melainkan harus menyalakan cahaya kebajikan dan manfaat yang tinggi. Hudhur menyampaikan pesan pertamanya ke anggota Ahmadi melalui Al-Fazl dengan meminta setiap anggota untuk berdoa bagi orang-orang Palastina.

29 Oktober
Hudhur mengumumkan skema pemukiman Buyut-ul-Hamd bagi orang-orang yang membutuhkan dan membuat kompetisi untuk para insinyur Ahmadi untuk merancang perumahan baru yang berbiaya rendah.

November
Hudhur mengumumkan rencana untuk mendirikan Ahmadiyah di 100 negara sebelum Seratus Tahun Ahmadiyah (1989). Di tahap ini Ahmadiyah telah didirikan di 80 negara.

1983


Februari
Maulvi Muhammad Aslam Quraishi hilang dari Distrik Mirajke, Sialkot. Jemaat Ahmadiyah dan Hadhrat Khalifatul Masih IV secara keliru dilibatkan atas pembunuhan, di saat hukum brutal telah ditetapkan sebagai undang-undang. [Pada tahun 1988 Maulvi Aslam Quraishi muncul kembali di Iran. Selama masa hilangnya, banyak ulama yang bersumpah bahwa pemimpin Ahmadiyah yang telah membuatnya terbunuh]

22 Agustus – 14 Oktober
Hudhur mengunjungi Karachi dan Sindh dan kemudian melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mengunjungi Timur Jauh dan Australia.

1984


26 April
Presiden Pakistan, Jenderal Zia ul Haq menerapkan Ordonansi XX terhadap Ahmadiyah. Menurut peraturan itu, setiap anggota Ahmadiyah dilarang menggunakan simbol-simbol Islam dan dakwah. Tujuan Ordonansi ini adalah untuk menangkap Hadhrat Khalifatul Masih IV dan memutus komunikasi beliau dengan Jemaat. Setelah penerapan Ordonansi ini banyak anggota Jemaat Ahmadiyah yang ditangkap dan kasusnya diajukan.

30 April
Hudhur tiba di London melalui Amsterdam tempat beliau akan tinggal dan akan memimpin Jemaat Ahmadiyah selama beliau hidup.

4 Mei
Hudhur menyampaikan Khotbah Jumat pertamanya di Masjid Fazl, London.

20 Juli
Hudhur memulai serangkaian khotbah sebagai jawaban atas ‘buku putih’ pemerintah Pakistan yang melancarkan tuduhan-tuduhan terhadap Ahmadiyah. Khotbah-khotbah ini berlangsung sampai 17 Mei. Khotbah-khotbah ini kemudian diterbitkan dalam bahasa Urdu dan Arab, dengan judul ‘Zahaqal Batil’ (kepalsuan telah musnah).

12 Desember
Pemerintah Pakistan memberedel Ziaul Islam Press dan menghentikan Harian Al Fazl. Jalsa Salana dan Ijtima juga dilarang, belum terjadi sejak 1984 di Pakistan.

1985


1 Januari
Program radio Ahmadiyah disiarkan dari Norwegia selama satu jam, dua kali seminggu dalam bahasa Urdu, Inggris, dan Skandinavia.

1987


4 Juni
Hudhur menyampaikan ceramah di Swiss berjudul “Revelation, Rationality, Knowledge and Truth”, yang kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul yang sama.

1988


Januari – Februari
Hudhur melakukan perjalanan ke negara-negara Afrika Barat (Gambia, Sierra Leone, Liberia, Pantai Gading, Ghana dan Nigeria) dan bertemu banyak pemimpin nasional.

Mei

  • Majalah bulanan Al-Taqwa diterbitkan dari London dalam bahasa Arab.
  • Hudhur memberikan peringatan kepada para penentang Ahmadiyah, dalam serangkaian khotbah yang berakhir pada tanggal 3 dan 10 Juni, dengan memberikan Tantangan Mubahalah kepada semua penentang Ahmadiyah. Upaya adu doa dengan memohon kebinasaan bagi pihak yang pendusta.

10 Juli
Maulvi Aslam Quraishi (yang menghilang pada 17 Februari 1983 dari Sialkot dan dikesankan telah dibunuh oleh Hadhrat Khalifat-ul-Masih IV) tiba-tiba muncul kembali di Lahore dari Iran. Polisi menghadirkannya di depan. Tanda besar ini telah tergenapi setelah sebulan tantangan Mubahalah.

12 Agustus
Hudhur memberi peringatan kepada penentang Ahmadiyah, khususnya Jenderal Ziaul Haq dalam sebuah mimpi.

17 Agustus
Presiden Jenderal Zia ul Haq tewas dalam kecelakaan udara di dekat Bahawalpur. Pesawatnya terus menerus terbakar selama tiga jam dan bagian tubuh tersisa yang bisa dikenali hanyalah giginya.

September
Hudhur mengunjungi Afrika Timur dan kepulauan Mauritius, Reunion dan Rodrigues, kunjungan pertama ke wilayah tersebut.

1989


28 Februari
Hudhur menyatakan bahwa buku terkenal ‘Satanic Verses’ oleh Salman Rushdie, adalah sebuah konspirasi hebat melawan Islam, dan beliau menginstruksikan para cendikiawan Ahmadi untuk menanggapi buku itu.

22 Maret
Wawancara Hudhur disiarkan dari BBC London pada kesempatan perayaan 100 tahun Ahmadiyah.

1991


23 Maret

  • Masa ini menandai dimulainya abad kedua Ahmadiyah. Perayaan seratus tahun berlanjut selama satu tahun penuh. Para Ahmadi di seluruh dunia merayakan seratus tahun Ahmadiyah dan membuat program-program khusus untuk perayaan tersebut. Tetapi Pemerintah Pakistan memberlakukan pembatasan pada perayaan seratus tahun ini. Dari tanggal 23 hingga 25 Maret, lampu hias, pembagian permen, dan pemasangan -poster-poster dilarang keras di Rabwah. aturan ini diterapkan secara ketat dan banyak para Ahmadi yang ditangkap.
  • Hudhur menyampaikan khotbah Jumat pertama di abad kedua ini di Islamabad, Inggris, yang disiarkan langsung ke Jerman dan Mauritius melalui telepon. Hudhur mengatakan bahwa di awal abad baru ini, Allah telah memberinya hadiah “Assalamu Alaikum”.
  • Lima persekusi terhadap Ahmadiyah di Pakistan telah menghasilkan kasus-kasus pemidanaan terhadap para pengikut Ahmadiyah:
    • Menampilkan diri sebagai Muslim ….. 151
    • Mengenakan lencana Kalimah Syahadat …… 599
    • Menulis Kalimah Syahadat …… 364
    • Menugmandangkan Adzan …… 178
    • Membagikan literatur …… 396
    • Mengucapkan salam …… 48
  • 118 masjid Ahmadiyah yang memiliki Kalimah Syahadat telah dihapus oleh mereka, dan 19 masjid telah disegel dengan 9 diantaranya dibongkar. 18 masjid dibakar, 25 Ahmadi mati syahid dan 19 kuburan Ahmadi dicemari.

16 Desember – 16 Januari (1992)

  • Hudhur melakukan kunjungan bersejarah ke Qadian dan India.
  • Hudhur membuka Jalsah Salanah ke-100 Qadian, pertama kalinya Khalifah kembali sejak partisi India dengan pemandangan yang penuh haru.
  • Biografi Hudhur yang ditulis oleh Ian Adamson ‘Man of God’ diterbitkan.

1992


28 Agustus
Hudhur mengumumkan pembentukan organisasi internasional yang disebut ‘Humanity First’ untuk pelayanan umat manusia. Organisasi ini kemudian diresmikan tahun 1995.

31 Agustus
Khotbah Jumat Hudhur ditransmisikan ke seluruh Eropa untuk pertama kalinya.

1993


27 Februari
Hudhur memulai serangkaian ceramah tentang Al-Qur’an di MTA.

16 Juni – 6 Juli

  • Hudhur mengunjungi Norwegia dan Swedia.
  • Pada tanggal 24, Hudhur tiba di lokasi terdekat ke Kutub Utara yang disebut North Cap. Ini adalah lokasi tertinggi di planet ini. Beliau adalah Khalifah pertama yang melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah bersama rombongan beliau di tempat ini.
  • Pada tanggal 25, Hudhur memimpin shalat Jumat dan sholat yang lainnya dari Kutub Utara. Dan dengan demikian peristiwa ini menggapi nubuatan yang mengatakan bahwa hari-hari di zaman Dajjal akan menjadi luar biasa lama.

1 Agustus
Pada kesempatan Jalsa Salana UK, acara Baiat International pertama diadakan. Pada kesempatan itu 204.308 orang dari 115 kota dari 84 negara mendapatkan kesempatan untuk melakukan Bai’at secara langsung secara bersama-sama. Pada saat bersejarah ini Hudhur mengenakan jubah Masih Mau’ud (as).

1994


7 Januari

  • Transmisi permanen Televisi Muslim Ahmadiyah (MTA) mulai mengudara dari London dengan program awalnya 12 jam sehari secara global.
  • Mingguan Al-Fazl International yang dilarang di Pakistan dimulai kembali dari London.

23 Maret

  • Hudhur memulai kelas Homeopati dengan memberikan kuliahnya di MTA, setelah 200 episode, beberapa serial pilihan diterbitkan dalam bentuk buku berjudul ‘Homeopati yane elaj bilmithal’. Buku ini telah diterbitkan dalam beberapa edisi.
  • Diadakan doa khusus dalam peringatan seratus tahun gerhana bulan dan matahari sebagai tanda kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud (as) dan diadakan upacara dan program untuk memperingati ini di seluruh dunia.

1996


1 April
MTA memulai transmisi secara global selama 24 jam.

2 Juni
Seabad buku ‘Filsafat Ajaran Islam’ karya Hadhrat Masih Mau’ud ditandai dengan beberapa seminar, pameran dan juga terjemahan buku dalam 30 bahasa.

1998


November

  • Peletakan batu pertama Rumah Sakit modern Noor di Qadian.
  • Peletakan batu pondasi untuk masjid pertama dari program 100 masjid di Jerman sesuai seruan Khalifah.
  • Majelis Punjab Pakistan mengeluarkan resolusi yang mengubah nama Rabwah menjadi ‘Chenab Nagar’.

1999


19 Oktober
Hudhur meletakkan batu pertama kompleks Masjid Baitul Futuh yang baru di Morden, London.

2000


19 Juni – 11 Juli

Hudhur mengunjungi Indonesia. Beliau adalah Khalifa pertama yang mengunjungi negara tersebut. Kemanapun Huzur pergi selalu dihadiri ribuan orang.

2001


13 Maret
MTA International memulai transmisi digital.

19 Oktober
Hudhur memulai gerakan untuk menyampaikan pesan Ahmadiyah kepada 10% populasi global di abad ke-21.

2003


19-23 April
Khalifa ke-4 yang tercinta meninggal dunia di London karena gagal jantung pada pukul 09:30, meninggalkan kesedihan yang dalam bagi jutaan orang. Pengumuman kewafatan beliau dibuat untuk pemirsa global MTA. Jenazah Hudhur dibawa ke Aula Mahmood untuk orang-orang yang ingin melihat tubuh suci beliau terakhir kali.

Pertemuan Majlis Intikhab Khilafat berlangsung di Masjid Fazl setelah sholat Isya, sedangkan ribuan pengikut Ahmadiyah duduk menunggu di Gressenhall Road. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad sahib (aba) diumumkan sebagai Khalifa ke-5 secara live melalui MTA, kemudian jutaan orang menyatakan baiat mereka pada khalifah baru melalui MTA.

Dalam upacara penuh haru di keesokan harinya, jenazah Hudhur kemudian dibawa dari Masjid London ke Islamabad di mana shalat jenazah dipimpin oleh Khalifatul Masih V dan kemudian Hudhur dimakamkan di Islamabad.

2003 – Peristiwa Penting Khilafah Kelima


25-27 Juli

  • Jalsa Salana pertama dari masa beberkat khilafat kelima diadakan di Islamabad, Inggris.
  • Hudhur mengumumkan pendirian ‘Tahir Foundation’ yang bertujuan untuk mempublikasikan pidato dan khotbah Hadhrat Khalifat-ul-Masih IV.

20-31 Agustus
Hudhur mengunjungi Jerman untuk pertama kalinya sebagai Khalifah.

3 Oktober
Hudhur meresmikan masjid Baitul Futuh, London, kompleks Masjid terbesar di Eropa Barat dengan kapasitas 10.000 orang.

2004


13-25 Maret
Hudhur mengunjungi Ghana, negara tempat tinggal beberapa tahun, dan beliau dengan antusias disambut dengan kata-kata ‘selamat datang kembali Hudhur’.

25 Maret – 3 April
Hudhur menjadi Khalifa pertama yang mengunjungi Burkina Faso, Afrika Barat.

1 Agustus
Huzur menyerukan kepada para anggota Jemaat di seluruh dunia untuk bergabung dengan lembaga Wasiyyat dengan kata-kata berikut:

“Saya meminta Jemaat untuk bergabung dengan lembaga surgawi ini demi kemajuan rohani mereka dan juga untuk perkembangan generasi selanjutnya. oleh karena itu, tingkatkanlah dan di tahun ini setidaknya 15.000 anggota baru bergabung dengan lembaga ini, sehingga kita dapat dengan bangga mengatakan bahwa sekitar 50.000 orang telah bergabung pada lembaga Wasiyat ini dalam seratus tahun.”

3 September
Jalsa Salanah Swiss mendapatkan berkah dengan kehadiran Huzur untuk pertama kalinya.

2005


Januari – Juli
Hudhur mengunjungi Spanyol, Afrika Timur (Kenya, Tanzania, dan Uganda), Kanada.

16 September
Hudhur menghadiri Jalsah Salanah gabungan tiga negara Skandinavia (Swedia, Norwegia dan Denmark).

Desember

  • Hudhur mengunjungi Mauritius dan kemudian pergi ke India untuk menghadiri Jalsah Qadian. Khotbah Jumat beliau dari Masjid Aqsa di Qadian disiarkan ke seluruh dunia.
  • Jalsah Qadian ini merupakan yang kedua sejak partisi dan diberkati dengan kehadiran Khalifah, dan dihadiri oleh 80.000 orang.

2006


April – Juni
Dengan jadwal yang sangat sibuk, Hudhur mengunjungi Singapura, Australia, Fiji, Selandia Baru, Jepang, Belgia dan Jerman.

2007


2 Januari
Hudhur meletakkan batu pertama Masjid Khadijah di Berlin untuk memenuhi nubuatan Hadhrat Muslih Mau’ud, Khalifah kedua tanggal 2 Februari 1923.

29 April

  • Hadhrat sahibzada Mirza Wasim Ahmad sahib, cucu dari Hadhrat Masih Mau’ud (as) meninggal di Qadian pada usia 80 tahun. Beliau tetap tinggal di Qadian setelah partisi untuk melindungi tempat-tempat penting bagi Ahmadiyah. Hudhur menggambarkan pengkhidmatan dan pengorbanannya yang tanpa pamrih dalam Khotbah Jumat 4 Mei.
  • Jamaat menyebar ke empat negara baru: Guadeloupe, Martinik, Guyana Prancis dan Haiti.
  • Terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa lokal Burkina Faso telah selesai dikerjakan. Di tempat lain, 186 Rumah Misi baru dibangun di seluruh dunia dan mubaligh pertama dikirim ke Hongaria.

2008


April
Hudhur mengunjungi Jalsah Salanah Ghana.

27 Mei
Hudhur menghadiri perayaan 100 Tahun Khilafat di ExCel Centre, London yang disiarkan melalui MTA. Perayaan serupa diadakan di seluruh dunia, termasuk di Rabwah yang dihiasi dengan lampu-lampu minyak.

9 Juni
Situasi di Indonesia semakin memburuk bagi para Ahmadi di sana. Beberapa masjid dan pusat Ahmadiyah diserang dan dihancurkan oleh massa yang marah. Kemudian diikuti oleh keputusan Presiden Susilo Yudhoyono untuk menandatangani dekrit yang memerintahkan para Ahmadi untuk berhenti mempraktikkan keyakinan mereka atau meraka akan menghadapi kemungkinan dipenjara.

Sumber: The Review of Religions, Juli 2008, Vol.103, No.07
Terjemah: Iin Qurotul Ain & Mln Jusmansyah

Tim Ahmadiyah.Id 

 

Recent Posts

Jalsah Salanah Jerman – Memenuhi Tujuan yang Digariskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s.

https://youtu.be/nHqMelxGj6w?si=TaVXW41M5Ex9ULw1 Download PDF Khotbah Jumat Sayyidinā Amīrul Mu'minīn, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalīfatul Masīḥ al-Khāmis…

6 hours ago

Fitnah Besar Terhadap Aisyah ra

Peristiwa-peristiwa dalam Kehidupan Rasulullah saw. – Pertempuran Bani Mustaliq dan Fitnah Besar https://youtu.be/SwqaTFtda2g?si=RJOPwr087TqG5pux Download PDF…

2 days ago

Pertempuran Bani Mustaliq – Peristiwa-peristiwa dalam Kehidupan Rasulullah saw

Peristiwa-peristiwa dalam Kehidupan Rasulullah saw. – Pertempuran Bani Mustaliq https://youtu.be/7euZ3vZxB0U?si=8_ijMLDs1uEVm_Vw Download (PDF) Khotbah Jumat Sayyidinā…

2 weeks ago

Nabi Muhammad dan Perdamaian Dunia

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan Perdamaian Dunia Dalam pidato penutupan Jalsah Salanah Jerman 2022,…

3 weeks ago

Nabi Isa Sudah Wafat! Berikut 30 Bukti dari Ayat-ayat Al-Qur’an

Nabi Isa Sudah Wafat! berikut 30 bukti dari ayat-ayat Al-Qur'an oleh Farhan Iqbal, Mubaligh Jamaah…

3 weeks ago

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...