WAHYU dan NABI : Rahmat atau Bencana (kekacauan dan perlawanan)
Sebuah pertanyaan :
Seandainya sungguh-sungguh wahyu itu suatu rahmat mengapa ada kekacauan dan perlawanan bila seorang Nabi dibangkitkan?
Allah Swt Berfirman :
وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًاۚ وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ اُنْظُرُوْٓا اِلٰى ثَمَرِهٖٓ اِذَٓا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Terjemah Tafsir Kemenag RI :
Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan.
Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak).
Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur.
(Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa.
Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
(Al-An‘ām [6]:99)
sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag
English Translantion :
And it is He who sends down rain from the sky, and We produce thereby the growth of all things.
We produce from it greenery from which We produce grains arranged in layers.
And from the palm trees - of its emerging fruit are clusters hanging low.
And [We produce] gardens of grapevines and olives and pomegranates, similar yet varied. Look at [each of] its fruit when it yields and [at] its ripening.
Indeed in that are signs for a people who believe.
Sumber : https://gtaf.org/apps/quran
Terjemah TAFSIR MALIK GHULAM FARID :
Dan Dialah Yang telah menurunkan air dari langit; maka dengan perantaraannya Kami mengeluarkan segala macam tumbuh-tumbuhan; lalu Kami mengeluarkan darinya dedaunan hijau yang darinya Kami mengeluarkan biji-biji yang bersusun-susun.
Dan dari pohon kurma, dari mayangnya keluar tandan-tandan yang berjuntai.
Dan Kami jadikan pula kebun-kebun ang-gur, zaitun dan delima, yang serupa dan yang tidak serupa.
Lihatlah buahnya ketika ia berbuah dan menjadi matang.
Sesungguhnya dalam hal demi-kian itu ada tanda-tanda bagi kaum yang beriman (Al-An'am:100)
Potongan Ayat
وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ
Dan Dialah Yang telah menurunkan air dari langit;
فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ
maka dengan perantaraannya Kami mengeluarkan segala macam tumbuh-tumbuhan;
فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا
lalu Kami mengeluarkan darinya dedaunan hijau
نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًاۚ
yang darinya Kami mengeluarkan biji-biji yang bersusun-susun.
وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ
Dan dari pohon kurma, dari mayangnya keluar tandan-tandan yang berjuntai.
وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ
Dan Kami jadikan pula kebun-kebun ang-gur, zaitun dan delima,
مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ
yang serupa dan yang tidak serupa.
اُنْظُرُوْٓا اِلٰى ثَمَرِهٖٓ اِذَٓا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖ ۗ
Lihatlah buahnya ketika ia berbuah dan menjadi matang.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Sesungguhnya dalam hal demi-kian itu ada tanda-tanda bagi kaum yang beriman.
Penjelasannya :
Di sini wahyu ditamsilkan sebagai air hujan, dan ayat ini menjawab pertanyaan:
"seandainya sungguh-sungguh wahyu itu suatu rahmat mengapa ada kekacauan dan perlawanan bila seorang nabi dibangkitkan?"
Berkata ayat itu, seperti halnya sesudah hujan turun, tumbuhlah segala macam tanaman yang buruk maupun yang baik, menurut benih-benih yang tersembunyi di dalam tanah, demikian pula di saat kedatangan seorang utusan Ilahi manusia-manusia yang selama itu masih galau, menjadi terpecah dalam golongan orang-orang yang baik dan yang buruk.
Kata-kata
مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ
“yang serupa dan tidak serupa”, Menyiratkan bahwa beberapa buah-buahan ada yang serupa satu sama lain, dan beberapa di antaranya berbeda satu sama lain.
Hal itu dapat dikenakan kepada buah-buahan lain jenis, tapi menyerupai antara satu sama lain dalam segi-segi tertentu namun berlainan dalam segi lainnya, atau kepada buah-buahan sama jenis yang walaupun menyerupai satu sama lain dalam hal-hal utama, namun berbeda satu sama lain dalam rincian kecil, beberapa buah rasanya lebih manis dari lainnya dan beberapa buah berlainan dalam warna dan ukuran.
Seperti itu pula halnya orang-orang yang menerima seorang nabi dan menaati petunjuk Ilahi.
Kalau di satu segi mereka mempunyai persamaan besar sekali antara satu sama lain, mereka berlainan dalam segi lainnya.
Sebagian mencapai kemajuan akhlak dan rohani yang lebih maju daripada lainnya.
Lagi, sebagian lebih maju dalam satu segi perkembangan rohani, sedang yang lainnya maju dalam segi lainnya.
Mereka mencapai kesempurnaan rohani yang berlainan dan mengembangkan ciri-ciri khas yang berlainan menurut kemampuan-kemampuan dan pembawaan alami masing-masing.
Kata-kata
وَيَنْعِهٖ
“menjadi matang” Mengisyaratkan kepada persesuaian dalam cara matangnya buah.
Persis sebagaimana tidak adil kalau menilai kualitas satu buah, hanya dengan mengambil buah mentah sebagai contoh. Begitu juga halnya tidak adil kalau mencela buah-buah wahyu, karena beberapa orang yang beriman masih berada dalam proses perkembangan rohani dan belum mencapai kesempurnaan.
Sumber : Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid, JAI 2017. Neratja Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar