Senin, 02 Maret 2015

BEBERAPA KISAH NYATA MINTA MAAF "TNG" bagian III

Mencari Ridho Orang Tua Oleh Amira NADILA
Saat pertama kali diberi tugas ini, saya merasa ragu dan bingung karena ini bukan hal biasa yang saya lakukan. Tapi ini harus saya lakukan, karena sangat tidak mungkin saya mengikuti acara ini tanpa persetujuan dan ridho orang tua.
Dari hari ke hari saya mencari waktu yang tepat untuk meminta maaf, karena pada saat itu orang tua saya terutama ibu sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dari hari selasa sampai hari rabu sulit sekali untuk bicara. Hingga akhirnya saya berniat bicara pada keesokan harinya.
Pada hari kamis saya niat untuk berbicara, tapi seperti biasa orang tua saya sibuk. Pada hari itu orang tua saya mengikuti acara al-wasiyat, pada saat itu pula saya mengikuti rapat pengurus BK. Akhirnya niat itupun di undur kembali.
Keesokan harinya di sekolah, teman-teman bertanya, “ sudah minta maaf belum?”. Pada saat itu pun belum ada yang meminta maaf. Kemudian salah satu dari mereka berbicara “sudah shalat Jum’at saja, supaya afdhol”. Saat khutbah jum’at pun Bapak Mub.Wilayah menyampaikan tentang ‘TNG’ dan mencari ridho orang tua.
Sesampainya di rumah, kami berkumpul di ruang keluarga. Karena diantara kami tidak ada yang memulai pembicaraan, akhirnya orang tua saya bertanya-tanya sebenarnya ada apa. Akhirnya dari pada tidak terlaksana lagi adik saya memulai pembicaraan dengan menceritakan segala kesalahan-kesalahan kami selama ini.
Sulit rasanya untuk menahan air mata, kami pun meminta do’a juga ridhanya karena tak lama lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional. Berbagai nasihat mereka berikan untuk kami. Ada satu nasihat yang sampai saat ini saya ingat, yaitu “Jaga diri kalian, sekarang kalian sudah dewasa”.
Setelah itu secara bergantian kami mencuci kaki kedua orang tua. Saat memeluk dan mencium tangan ibu, kembali saya diberikan nasihat yang sangat berguna dan sangat luar biasa.

Setelah meminta maaf rasanya lega dan saya yakin apapun hal baik yang saya lakukan akan mendapat ridho dari orang tua saya. Aamiin


Mencari ridho orang tua oleh AMIRA Nadita
Saat saya diberi tugas ini,perasaan saya sangat lega. Karena tidak mungkin saya mengikuti acara ini jika tanpa persetujuan orang tua saya. Awalnya saya sedikit ragu, tapi ini harus saya lakukan.
Dari hari ke hari saya mencari waktu yang sangat tepat untuk meminta maaf, karena saat itu orang tua saya sangat sibuk. Dari hari selasa sampai hari rabu sangat sulit untuk bicara. Hingga akhirnya saya berniat bicara keesokan harinya.
Pada saatnya hari kamis, saya ingin sekali bicara. Tapi seperti biasa orang tua saya sibuk, pada hari itu orang tua saya mengikuti acara al-wasiyat. Akhirnya saya pun harus kembali mengundur waktu. Dan terpaksa niat itu saya undur untuk esok hari. Sebenarnya saya ingin sekali meminta maaf di malam hari,tetapi semua itu tak mungkin,karena setiap malam saya menginap di rumah nenek saya.
Keesokan harinya saya sudah tak sabar ingin melakukan niatan itu. Saat khutbah jum’at pun Bapak Mub.Wilayah menyampaikan agar kita melakukan niatan itu. Sekitar jam 13.30 saya bicara semuanya pada orang tua saya. Awalnya saya deg-degan karena saya berdua dengan kembaran saya. Dan kembaran saya pun tak mau untuk memulai pembicaraan.
Karena tidak ada yang memulai akhirnya orang tua saya bertanya-tanya,sebenarnya ada apa. Akhirnya dari pada tidak terlaksana lagi saya memulai pembicaraan dengan menceritakan segala kesalahan saya selama ini. Sulit untuk bicara dan tak bisa menahan air mata. Saya pun meminta do’a juga ridhanya karena tak lama lagi saya akan menghadapi Ujian Nasional.
Setelah itu suasana menjadi sangat tenang,orang tua saya pun tak bisa menahan air mata. Berbagai nasihat mereka berikan pada saya. Selanjutnya saya pun mengambil air dan mencuci kaki kedua orang tua saya, tak lupa saya pun kembali meminta maaf. Ibu saya kembali menangis dan setelah itu saya mencium tangannya dan saya kembali di beri nasihat-nasihat yang begitu luar biasa.
Rasanya baru pertama kali semenjak saya remaja, saya mencium kening kedua orang tua saya. Walaupun waktu kecil itu menjadi hal biasa.
Setelah meminta maaf rasanya lega dan saya yakin apapun yang akan saya lakukan itu akan mendapat ridha dari orang tua saya. Aamiin

Pengalaman ketika saya diperintahkan memohon maaf kepada orang tua.
Dita Mardiana
Ketika saya diperintahkan untuk memohon maaf kepada orang tua saya sangat bingung bagimana saya meminta maaf kepada orang tua saya?? Kerena meminta maaf adalah hal sangat sulit untuk dilakukan,apalagi meminta maaf kepada orang tua. Tetapi walaupun sulit,  saya harus melakukan nya karena ini juga demi kebaikan saya.
Dan kebetulan malam itu saya sedang berkumpul dengan keluarga. dan bagi saya,  itu adalah waktu yang sangat tepat saya meminta maaf kepada orang tua.  Dan saya langsung ngomong ke mamah,” mah, maafin sikap buruk dita yaa, yang selama ini dita lakukan ke mamah.dita sering menjengkelkan hati mamah. Tapi, mamah kaya nya tetap sabar walaupun sikap dita kaya gini ke mamah .”
“ iya, udah mamah maaf in. tapii, kamu jangan sesekali lagi mengulang perbuatan yang buruk itu yaa ... iya, mamah tetap sabar walupun sikap kamu kaya gitu ke mamah. ” tutur ibu saya. Dan saya pun menjawab, iya mah insya allah saya ga akan mengulangi sikap**  buruk yang selama ini dita lakukan ke mamah.

Oh  iya mah, kan dita sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Dita minta do’a nya ya dari mamah semoga dita nanti di beri kemudahan saat mengerjakan soal** nya. “ iyaa mamah juga kalo shalat ga lupa do’a in dita , yaa mudah** an kamu dikasih kemudahan oleh allah swt saat mengerjakan soal** nya ” .  amiin,makasih ya mah udah do’a in dita.” Iya sama**,tutur ibu saya”

setelah saya selesai  meminta maaf kepada ibu saya .ibu saya  pun lansung berbicara pada saya tentang pengorbanan orang tua kepada anak nya, Ketika bpk.mubaligh wilayah  khutbah di shalat jum’at.  pada jum’at itu saya menghayati ceramah nya sampai saya menangis. Ternyata saat itu pun ibu saya dan para jamaah jum’at yang duduk  di samping nya yang menghayati ceramah itu banyak yang menangis,tutur ibu saya.
Dan saya pun langsung merangkul bapak dan ibu saya, dan saya bersujud di kaki nya, karena begitu besar pengorbanan ibu dan bapak pada saya.” tanpa mereka mengenal lelah. Setiap hari ibu dan bapak bekerja keras. tetapi, mereka tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk beribadah, berdo’a, dan banyak belajar. Agar kelak menjadi anak yang soleh solehah, taat kepada sang khalik dan berguna untuk agama dan sesamanya. Begitu tutur ibu dan bapak saya,” sambil kembali merangkul saya . spontan air mata pun tak dapat kami tahan, begitu haru nya pengalaman saya ketika memohon maaf pada kedua orang tua saya.

Mencari Ridho orangtua Oleh Nuni HR
Perasaan bersalah akan terasa sangat menyiksa, tidakkah itu benar? Hidup dengan sebentuk rasa bersalah tidak akan bisa membuat kita hidup dengan tenang, nyaman apalagi bahagia. Kita akan terus merasa tertuduh. Tidakkah lebih baik bagi kita untuk segera minta maaf dan memperbaiki hubungan dengan orangtua kita?
Dari pengalaman saya sendiri, ada rasa lega atau plong bagai beban berat yang terangkat lepas dari hati ketika saya meminta maaf kepada orangtua.
Sore hari ketika saya tiba di rumah, saya melihat kedua orangtua saya sedang duduk di ruang keluarga. Saya berusaha memberanikan diri untuk meminta maaf karena inilah waktu yang tepat. saya mendekati orangtua saya dan sepertinya mereka sudah tahu saya akan meminta maaf karena mereka mendengarkan pak muballigh wilayah ketika khotbah jumat. saya mengambil posisi sungkem di hadapan orangtua saya, Entah rasanya susah sekali mengungkapkan semua kesalahan saya dan akhirnya air mata ini tiba-tiba menetes terlebih dahulu sebelum berbicara.
Kata demi kata saya berkata “mah, pak Nuni minta maaf apabila selama ini nuni suka membuat mamah dan bapak marah. Doakan Nuni untuk mencari ilmu dan berkhidmat selalu di Jemaat ini agar Nuni menjadi anak yang soleha”
“mamah sudah memaafkan dari dulu semua kesalahan Nuni, yang sudah biarkan tapi jangan di ulangi lagi sehingga membuat kita marah. Sebagaimanapun Nuni membuat kita marah, kita tidak pernah mendoakan yang tidak baik. Mamah dan bapak selalu mendoakan Nuni supaya menjadi anak yang soleha dan sukses dunia dan akhirat” jawab mamah sambil meneteskan air mata.
“teruskan pengkhidmatanmu selagi kamu masih bisa berkhidmat” pesan bapak.
Tidak mudah awalnya untuk meminta maaf, tapi saya ingat ada hadist “ridho Tuhan terletak pada ridho orangtua”. Ternyata begitu sangat saya rasakan kenikmatan di akhir setelah meminta maaf, subhanallah hati menjadi ploooong Alhamdulillah.

PENGALAMAN MINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
Pagi itu,setelah pekerjaan dapur selesai saya mulai mencoba berbicara kepada kedua orang tua saya. Pertama saya mencoba berbicara kepada mamah saya. Sebenarnya saya tidak terlalu dekat dengan mamah saya, namun meski begitu saya harus tetap mencoba. Dengan tekad dan keyakinan saya, saya mulai berbicara. . . . . . . .
Namun rasanya mulutku ini tak bisa berkata apa-apa ketika saya sudah berada di depanya.
Hari terus berlalu dan di hati ini masih ada rasa takut ketika hendak melakukanya lagi.
Hingga pada suatu saat saya memberanikan diri untuk mencoba kembali. Akhirnya saya berhasil J mamah tersenyum, senyuman manis yang baru saya lihat. Mamah memang wanita tercantik yang pernah saya kenal. Terimakasih mamah, mamah yang selalu sayang sama sonya, mamah yang selalu sabar menjaga sonya dari kecil hingga seperti ini, mamah yang selalu mendoakan sonya dalam segala situasi.
Mungkin sonya belum bisa ngasih apa-apa sama mamah tapi rasa sayang sonya ga akan pernah hilang mengikuti setiap jarum jam yang selalu berputar dari 12 dan akan berakhir pada 12 dan terus seperti itu selamanya.


I LOVE MOM . . . . . :-* Sonya

PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
Pengalaman saya meminta maaf kepada orang tua  ….
Pada awalnya saya tidak percaya diri untuk meminta maaf , karna saya terlalu banyak kesalahan yang membuat orang tua saya marah . namun saya berusaha untuk melakukannya karna saya sayang kepada orang tua saya .. akhirnya saya memutuskan untuk berbicara kepada ibu saya terlebih dahulu karna ayah saya lagi keluar kota..
Pada saat saya meminta maaf pada ibu saya ,, saya sangat tegang  dan saya ragu untuk meminta maaf , tapi saya mencoba untuk memberanikan diri ,. Akhirnya saya bicara pada ibu saya “ mahh… apabila dandy punya salah , suka bikin mamah marah dandy minta maaf yaah …???? Kata ibu saya “ iyah di maafin , jadilah anak yang pintar , soleh dan selalu taat pada orang tua … “
Setelah meminta maaf kepada ibu saya , setelah beberapa hari ayah saya ada di rumah , selagi ayah duduk saya dengan percaya diri meminta maaf pda ayah saya … “ yahh.. dandy minta maaf kalo dandi suka bikin ayah marah ,kesel dan suka gk denger ucapan ayah “ kata ayah saya “ iya , tapi lain kali harus jadi anak yang rajin , soleh dan jangan suka melawan orang tua..”
Setelah saya meminta maaf kepada orang tua saya perasaan saya sangat senang , dan saya mulai berfikir  harus membahagiakan kedua orangtua saya , karna merekalah yang sudah merawat dan membesarkan saya sampai saat ini …..
Mungkin hanya ini yang dapat saya ceritakan  ,,karna saya bercerita apa adanya J
Terima kasih

NAMA : DANDY BAHARUDIN AHMADY

PENGALAMAN MENCARI RIDHA ORANGTUA
Oleh Ulfa Rahmawati
Assalamualaikum wr. Wb.
Saya akan berbagi pengalaman saat mencari ridha orang tua..
Tidak seperti yang saya bayangkan, mencari ridha orangtua itu memang susah.
Berawal bagaimana saya harus bicara tentang semua kesalahan dan perbuatan saya selama ini, bagaimana tanggapan mereka jika saya tiba-tiba  mohon maaf, dan masih banyak lagi hal hal yang  membuat saya ragu dan bingung untuk mohon maaf kepada mereka. Namun, saya harus memberanikan diri untuk bicara kepada orangtua saya.
Hari jum’at malam sabtu ba’da magrib, akhirnya allah memberikan waktu yang tepat untuk saya. Kata yang pertama terucap “mah,pah” membuat hati terasa nyesak sekali dan sulit untuk bicara. Meskipun itu semua menghalangi saya untuk bicara, tapi tetap dan yakin saya harus minta maaf kepada mereka saat itu.
“Mah,pah… mungkin selama ini ulfa suka bentak mamah dan papah, suka ngelawan, tidak nerima apa adanya yang mamah dan papah kasih, bisanya cuma minta, minta, minta, dan terus meminta sampai sekarang, ga mikir papah susah payah kerja dan mamah capek ngurus ulfa. Mungkin sekarang bisa dikatakan ulfa ini masih menyusahkan mamah dan papah. Tapi sekarang ulfa sadar dan menyadarkan diri mah. Mah, pah…sekarang ulfa minta maaf yaa atas semua kesalahan  dan sikap ulfa terhadap mamah dan papah selama ini, mungkin sikap ulfa waktu itu sedang khilaf,khilaf yang berlebihan”.
            Akhirnya semua rencana yang akan dikatakan kepada mereka telah terucap.
“Mamah dan papah pun meneteskan air mata yang tak hentinya, dan mereka berkata : mamah dan papah sudah memaafkan ulfa, tapi mulai dari sekarang ulfa ga boleh bersikap seperti itu lagi, harus sadar dengan kenyataan dan harus berbakti kepada orang tua, belajarlah dengan sungguh sungguh mamah dan papah menyekolahkanmu dari kecil jangan kamu sepelekan, dan jangan jadi orang besar kepala, harus bisa menghargai kepada yang lebih tua, dan ulfa harus bisa mandiri, bisa memanfaatkan yang ulfa miliki, siapapun yang membutuhkan pertolongan selagi kamu bisa tolonglah mereka.. meskipun bukan mereka yang membalas tapi allah lah yang akan membalas orang yang melakukan kebaikan, dan yang paling penting ulfa jangan meninggalkan beribadah, jangan memiliki rasa dendam kepada siapa pun, jangan berjauhan dengan kakakmu karena kamu merasakan pahit manisnya hidup bersama kakak2mu bukan orang lain. Yang namanya umur kita itu siapa yang tau, jadi kamu jaga tali persaudaraan mu untuk masa yang akan datang nanti, bersama kakakmu lah nanti kamu  akan di urus kalau mamah dan papah sudah tua”.
            Itu yang mamah dan papah samapaikan untukku, air mata saya pun semakin cepat meneteskannya, karena ucapan mereka sangat menyentuh hati kecilku ..
            Ya Allah.. aku sangat bersyukur sekali karena Engkau telah memberikan sepasang orangtua yang sangat menyayangi dan mencintai anaknya. Mereka adalah hadiah yang sangat special untukku saat aku lahir di bumi ini..
            Terima kasih juga mah, pah.. atas semua yang telah kalian perjuangkan untukku, atas kesabaran mu selama ini,dan terimakasih kau telah memberikan semangat hidup ini.
I Will Remember Message You and I Love You mah, pah..
Setelah saya minta maaf kepada mereka, perasaan hari esoknya sangat berbeda jadi tambah senang, tenang, dan lega, bahkan apa yang saya akan lakukan, saya banyak berfikir dahulu.. saya berfikir percuma saya mohon maaf kepada orang tua kalo sekarang saya melakukan hal bodoh yang tak ada untungnya.
Dan saya rasa yang namanya RIDHA ORANGTUA itu saat orang tua kita meneteskan airmatanya dan berkata mereka telah memaafkan anaknya yang selamaini telah sadar minta maaf kepada orangtua nya…
Mungkin hanya itu pengalaman dari saya..

Terima kasih…



       Wassalam, 18 mei 2014

            Ulfa Rachmawati


PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
RATNA
Asalamualaikum wr.wb
Sebelumnya saya tidak pernah meminta maaf kepada orang tua , paling juga minta maaf pas lebaran saja , tapi sebelumnya saya pernah menangis di pangkuan mamah sambil mengatakan ‘’mamah , bapa saya sayang sama mamah dan bapa”. Dan Alhamdulillah nya orang tua saya menangis dan terharu.
Sebelumnya juga  telah terfikirkan setelah diberikan tugas untuk meminta maaf kepada orang tua , tapi lagi-lagi perasaan bingung datang kembali
Hari pertama , ketika mamah sedang menulis pembayaran candah , saya di belakangnya hanya berfikir bagaimana saya mengawali perkataan nya , saya bener-bener bingung , dan akhirnya saya mamutus kan untuk mengatakannya hari esok saja.
Hari selanjutnya , ketika mamah dan bapa sedang berkumpul , mungkin itu kesempatan yang bagus untuk meminta maaf , tapi lagi-lagi saya binggung untuk mengawali perkataannya itu bagaimana , ya sudah lah esok lagi saja.
Nah, di hari jumat ini nih , yang tak saya sangka bapa mubaligh wilayah akan berceramah tentang orang tua dan TNG ini , akhirnya mamah dan bapa mengerti dengan ceramah nya pa mubaligh wilayah dan mereka tidak heran lagi.
Setelah pulang dari shalat jum’at saya menangis tapi mungkun ibu saya sudah mengerti, tiba-tiba ibu menghampiri saya yang sedang menangis sambil tiduran itu , dan saya memeluk mamah dari belakang dan saya meminta maaf kepada mamah sambil tiduran di pangkuan mamah , dan mamah hanya mengatakan “mamah sudah memaafkan kesalahan mu tapi jangan ulangi lagi ya “ . memang hanya sepatah kata saja dari mamah , tapi menurut saya perkataan itu benar-benar bermakna.
Nah, setelah kejadian ini selama seminggu saya benar-benar menghormati orang tua saya , jadi tidak membantah perkataan nya lagi,tidak  menunda suruhan orang tua , tapi aneh nya mamah juga agak perhatian lagi ke saya seperti mengambilkan minum ketika makan , menawarkan makanan dll.
Banyak pelajaran yang saya dapat ambil dari kejadian ini , bahwa kita anak jemaat  khusus nya anak TNG tidak boleh berkata kasar kepada orang tua , membantah orang tua, bahkan membentak dan menyuruh-nyuruh orang tua itu sangat-sangat harus di hilangkan dari kebiasaan kita sehari-hari, dengan cara perbuatan dan perkataan yang benarnya , jangan lupa doa kan orang tua kita agar selalu diberikan kesehatan, dan diampuni dosa-dosa nya amiiin…

Wassalamualaikum wr.wb

¬ MENCARI RIDHO ORANG TUA ¬
Pengalaman saya, mencari ridho orang tua itu memang tidak semudah yang kita bayangkan. Ketika saya ingin meminta maaf kepada orang tua itu susah mencari waktu yang tepat dan susah juga untuk mengungkapkannya.
          Ketika beberapa hari kemudian , ada waktu yang sangat tepat bagi saya dan ketika itu ibu saya sedang duduk sambil nonton TV dekat saya. Disitulah saya memberanikan diri untuk meminta maaf, awal nya sih saya ga berani, takut, degdegan, tapi ketika saya sudah bener-bener berani untuk mengungkapkannya perlahan-lahan saya pun berbicara kepa ibu “ Mah, sebentar lagi kan refi mau UN, Refi minta ridhonya ya dari mamah sama bapa. Refi juga minta maaf bila selama ini refi sering membuat mamah kesel, marah, jengkel, dll. Kata “ mamahnya “ : Iya dari dulu mamah mah udah maafin refi, setiap mamah sholat juga ngedoa’in refi supaya refi jadi anak yang pnter, solehah, dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Semoga refi juga diberi kemudahan ketika refi lagi mengerjakan soal-soal UN.
          Trus mamah bilang sama refi : ref, mamah juga minta maaf mungkin mamah tu kurang merhatiin refi juga. Jawab refi : iya mah gapapa, refi maafin ko, menurut refi mamah juga udah perhatian lebih sama refi, mamah juga segalanya buat refi. Mungkin kalo ga ada mamah sama bapa refi juga ga bakalan seperti ini.
Setelah itu saya langsung cium tangan mamah sambil sungkem, sekali lagi refi bilang “mah, maafin refi ya”. Iyaa .. disitulah tak tahan lagi air mata pun bercucuran ..
Setelah saya meminta maaf kepada ibu .. alhamdulillah hati saya menjadi tenang dan rasanya lega udah di maafin sama mamah ..
Refi Rahima Rahayu

” MENCARI RIDHO ORANG TUA “
Memang  benar ya kata guru kita , bahwa minta maaf kepada orang tua itu benar-benar susah untuk mengucapkan nya dan tidak semudah apa yang kita pikir kan. Pada beberapa hari ada waktu yang tepat buat saya untuk memberanikan diri untuk berminta maaf kepada ibu saya.
Pada saat pertama kali saya minta maaf Pada sebelum dzuhur pada saat itu ibu saya sedang  nyetrika dan ketika saya mendekati ibu saya ternyata keburu adzan duluan. Saya pun pergi kemesjid dulu, pada waktu shalat saya juga berdo’a kepada allah agar saya di beri kemudahan untuk meminta maaf kepada ibu saya.
Setelah saya pulang dari mesjid saya pun mencoba lagi untuk mendekati ibu saya.  awal nya sih saya takut,deg-degan,malu poko nya campur aduk deh.  saya mendekati buat meminta maaf kepada ibu saya. Tetapi jika itu memang  untuk kebaikan saya. Saya pun berusaha untuk memberanikan diri untuk minta maaf kepada ibu saya. Saya menghampiri ibu saya dan duduk di samping nya.
Dan saya bilang ..”Mah.. sebentar lagi esa mau UN. Do’ain supaya lulus dari UN dan apabila  Esa selama ini udah buat mamah kesel” . sama mamah di jawab “ iya, mamah juga  setiap shalat mendo’akan buat anak nya. Semoga di beri keselamatan, kecerdasan, kesuksesan dan  menjadi anak yang sholehah, udah sekarang jangan nangis lagi udah mamah maafin”. Kata esa “iyaa mah makasih atas segala nya, karena dari dulu mamah berjuang demi anak nya. Biarpun anak nya nakal ga bisa bahagia’in mamah tapi mamah tetap memberi semangat buat anak nya”. I LOVE U MOM. 
Esya 


CERITA PENGALAMAN SAYA (RISTANTI SIDDIKAH) MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

Pengalaman saya pada saat meminta maaf kepada orang tua itu sangatlah susah untuk mengungkapkannya karna saya sebelumnya selalu gugup untuk mengatakan kata maaf itu. Tapi saya heran, kalau saya ada salah pada teman, saya slalu meminta maaf tapi kalau sama orang tua saya terutama ibu saya sangat susah dan deg-deggan tidak karuan.
Dan pada hari jum’at pas mamah saya udah pulang dari jum’atan mamah saya bilang begini ” tuh tanti tadi mamah dengerin ceramah, bantuin orang tua pagi” sapu-sapu, segala macem, jangan sampai ngelawan”. Nah pada saat itu saya nambah bingung sambil berpikir gimana ini cara minta maaf ke mamah? Bener” pusing dan slalu memikirkan sampai saya mau solat pun masih kepikiran. Dan esokkan harinya saya memberanikan diri untuk meminta maaf, Alhamdulillah kata maaf itu bisa terucap dari mulut saya ini. Dan saya bilang “ mah tanti minta maaf’’, mamah sayapun sempat bingung dan berpikir ‘’kenapa anak saya meminta maaf’’, dan saya pun menjelaskan kepada mamah atas kesalahan saya yang sudah ngebantah mamah, suka males kalau di rumah “(sambil memeluk mamah dan sedih). Mamah ngejawab “ iya tanti jangan sekali’-kali lagi kaya gitu mamah udah maafin tanti”. Saya ngejawab “ iya mah, insyaallah tanti akan bisa lebih baik dari ini mah”.
Lalu beberapa hari lagi, tak lama saya udah meminta maaf kepada mamah ,2 hari itu bapa saya datang dan saya mulai deg-deggan lagi untuk meminta maaf sampe-sampe bapa saya bingung dengan tingkah saya yang aneh, dan sore harinya saya memberanikan diri lagi untuk meminta maaf ke bapa, akhirnya tercapai juga kata maaf itu, saya mengatakan “ pa tanti minta maaf atas kesalahan tanti yang suka rewel kalau meminta apapun ke bapa”, bapa ngejawab” iya tanti tidak kenapa-kenapa bapa maafin atas kesalahan tanti, jadi anak yang soleh, sering-sering ngebantu mamah kalau bapa kerja”, tanti ngejawab “ iya pa insyaallah tanti akan nurutin perkataan bapa” , itulah cerita saya.
Dari pengalaman saya saat itu ngedapat perasaan lega di hati ada, tenang udah ga ada beban lagi buat minta maaf ke mamah dan bapa yang sangat mengertinya kepada saya. Penting banget dalam hidup saya sebuah kata maaf yang berharga untuk mamah dan bapa saya.

MENCARI RIDHO ORANG TUA oleh Shaimatul HAni
Sebenarnya mencari ridho orang tua itu tidak semudah yang kita bayangkan.pada suatu hari hani ingin minta maaf sama mamah, tapi rasanya takut sekali. Dan pada waktu ashar saya memberanikan diri untuk meminta maaf kepada ibu saya, mungkin itu adalah waktu yang tepet buat hani ntuk minta maaf sama mamah. Awalnya sih saya takut, deg-degan, campur aduklah perasaan saya,tapi saya coba untuk memberanikan diri.
 Dan pada waktu itu ibu saya sedang tiduran di kamar, lalu saya mendekatiny..  kata pertama yang terucap dari bibir saya ialah “mamah”, beliau menjawab “apa” langsung saya lanjutkan lagi “ mamah hani mau minta maaf sama mamah, selama ini hani banyak salah, hani selalu ngebentak, berbohong, demi kesenangan hani. Hani juga mau minta do’a nya sama mamah sebentar lagi hani mau UN semoga hani bisa lulus”. Kata mamah “udah jangan nangis, mamah udah maafin hani yang penting sekarang hani belajar yang rajin, agar nilai UN nya bagus.
Dan mulai dari sekarang rubah sikap buruk hani menjadi lebih baik, dan jangan di ulangi lagi sikap hani yang buruk. Semoga menjadi anak yang sholehah”. Kata hani “iyaa mah, hani bakalan ngerubah sikap hani”. Dan setelah itu saya langsung memeluk ibu saya sambil menangis.
Allhamdulillah, akhirnya sudah tercapai juga untuk minta maaf sama mamah, dan perasaan hani sangat senang, tenang, dan tentram. Dan sejak itu pula saya berjanji untuk tidak melawan, dan insya allah hani bisa manaati segala perintah yang mamah berikan ke hani.

MENCARI RIDHO ORANG TUA
Sebelum saya minta maaf pada orang tua saya, saya selalu memikirkan hal itu. Disaat saya mau minta maaf, saya selalu merasa deg – degan, karna takut tidak di maafkan. Rasa takut itulah yang membuat saya selalu menunda – nunda untuk minta maaf pada orang tua saya. Tetapi saya beranikan diri saya, untuk meminta maaf pada orang tua saya.
Disaat saya sudah berniat untuk minta maaf, rasa takut itu pun datang kembali sehingga saya enggan untuk minta maaf. Disitu saya selalu berfikir, kapan waktu yang tepat untuk minta maaf pada orang tua saya.
Akhirnya,  saya mendapatkan waktu yang tepat untuk minta maaf pada orang tua saya. Tapi, sayangnya saat itu hanya ada bapak saya yang di rumah, ya sudahlah saya minta maaf saja dulu pada bapak saya, sedangkan minta maaf pada ibu saya nanti kalau ada di rumah. Disitu saya bicara pada bapak saya “pak, mimin minta maaf, karna suka membentak bapak dan yang selalu tidak mau jika di suruh”. Lalu bapak saya berkata “iya, bapa maafkan kesalahanmu, tapi jangan sesekali lagi melakukan hal itu”. Terus saya menjawab “iya pak, insya allah saya tidak akan melakukan hal yang buruk itu lagi”. Setelah saya minta maaf pada bapak saya, saya merasa lega karna serasa sudah tak ada beban lagi pada bapak saya, dan saya tinggal minta maaf pada mamah saya.
Sore harinya, mamah saya ada di rumah dia sedang menonton tv. Lalu, saya menghampirinya dan saya berkata “mah... mamah... mah...mah...”. Disitu saya hanya mengucapkan itu saja, sehingga mamah saya merasa kesal, mungkin karna saya mengganggunya. Jadi, saya tidak jadi untuk minta maaf.
Malam harinya, setelah pulang dari mesjid, sewaktu di jalan saya minta maaf pada mamah. Mungkin ini aneh ya, karna saya minta maaf di jalan, bukan di rumah. Tapi tak apa, karna itu adalah waktu yang tepat bagi saya untuk minta maaf, karna dalam suasana santai. Disitu, saya langsung mengatakan maaf saya “mah.. mimin minta maaf, jika selama ini suka membentak mamah, tidak menuruti perintah mamah, dan terkadang membuat mamah marah”. Lalu mamah saya menjawab “iya, mamah mamafin”. Terus saya bertanya kembali pada mamah “mah.. apakah mamah ikhlas memaafkan mimin??” mamah saya menjawab “iya, ikhlas,, tapi jangang sesekali lagi mengulangi hal itu”.
Setelah saya minta maaf, saya langsung pelukh mamah. Alhamdulillah saya merasa tenang dan merasa tak ada beban lagi, karena sudah minta maaf pada kedua orang tua saya.
By siti Aminah


BEBERAPA KISAH NYATA MINTA MAAF "TNG" bagian II

Mencari Ridho Orang Tua
Oleh Irma Solihatun Naimah
Ini berawal dari tegas pertemuan kedua acara ‘TNG’ dan tugasnya adalah meminta maaf kepada kedua orang tua dengan tujuan setelah kami melihat tayangan slide sewaktu itu yang memaparkan visi dan misi TNG, kami mampu menjadi generasi yang lebih baik lagi serta mampu menjadi duta-duta ahmadi nantinya. Meminta maaf kepada orang tua adaah kunci yang harus dapatkan untuk membuka pintu yang akan kami lalui dimasa mendatang karena ridho orang tua adalah pemulus jalan kami meraih kesuksesan sebab ridho Allah bersama ridho orang tua.

Diawal memang biasa saja kerena sebelumnya irma tak menghiraukan soal apapun. Namun, baru pada keesokan harinya irma merasakan ada sesuatu yang mengganjal sehingga membuat hati irma menjadi tidak nyaman alias gegana (gelisah, galau dan merana). Lagi-lagi irma tidak menghiraukan perasaan itu. Tapi karena hari ini full pelajaran akuntansi 3 siklus setelah olahraga dan irma harus mengahadapi guru yang paling galak. Dikelas tiba-tiba mood irma menjadi buruk dengen seketikanya, padahal biasanya irma paling suka dengan hari selasa karena harus berpusing-pusing ria bersama teman-teman pada pelajaran ini setelah cape dari lapangan. Ternyata kali ini rusaknya mood irma menjadikan irma serasa kenyang bahkan mual karena harus menyelesaikan 3 siklus akuntansi lebih cepat dari kelas XII pada 6 pelajaran.

Akhirnya bel pulang berbunyi pada pukul 14:30 WIB dan inilah waktu yang di tunggu oleh semua siswa dan siswi  SMKN 2 Kuningan. Tidak untuk Irma Solihatun Naimah karena harus mengikuti Rakor MPK-OSIS. Mood irma pun semakin buruk saja karena rakor ini berlangsung hingga berjam-jam oleh debat antara MPK dan OSIS yang tidak kunjung padam. Karena hari semakin sore, irma mengusulkan kepada ketum dan moderato untuk menunda perdebatan hingga esok hari. Keluar dari gerbang sekolah, seperti biasa irma berjalan cukup jauh lurus ke arang timur mencari angkutan umum sambil menggerutu. Lebih satu jam irma berdiri menunggu bersama seorang teman di pinggr jalan. Karena adzan magrib sudah berkumandang, seperti kata pepatah tak ada rotan akar pun jadi, pilihan terakhir tak ada elp maka bus tasik pun ditumpangi. Namun betapa kurang beruntungnya irma menaiki bus yang penuh sesak penumpang dan harus berdiri di perjalanan sampe kedesa. Lebih geramnya lagi begitu sampai dirumah tidak ada siapa-siapa tanpa pesan dengan pintu terkunci dan tidak tahu kuncinya dimana. Dan hari selasa berakhir dengan tidur malam yang nyenyak di rumah nenek.
Hari rabu dan kams pun berlalu dengan mood irma yang semakin hari semakin memburuk. Lalu pada hari jum’at sore sepulang dari eskul, irma bercerita kepada seorang teman yang irma anggap a mampu membantu irma memecahkan teka-teki ini dan berakhir pada solusi yang memberikan jalan keluar terbaik. Selidik punya selidik ternyata ini adalah dampak belum meminta maaf kepada orang tua kemudian teman irma itu berkata “Apa sih susahna minta maaf saja atas semua kesalahan yang kamu laukan terhadaporang tua mu? Toh mereka orang baik-baik dan bukan singa yangakan menerkammu”. Lalu irma terdiam sejenak teman irma emudian melanjutkan pembicaraannya “jika kam tak ampu , maka berpura-pura lah, melakukan itu semua, toh hanya disuruh meminta maaf? Artis saja mampu berpura-pura karena terbiasa”. Irma merenung mungkin perkataan dari teman irma ini ada benarnya juga.setelah isya, irma menyuun skenario dan mencari moment yang tepat. Dan moment itu pun irma dapatkan , irma memuai percakapan dengan berbasa-basi namun ternyata respon yang irma dapatkan dari mamah ternyata sangat buruk dan itu rasa  sangat sakit. Irma hana bisa manangis tersedu-sedu dikamar.

Keesokanhariya saat berpamitan biasanya mamah berkata “hati-hati” tapi kata pertama yang irma dengar adalah kata “maaf” dari mulut mamah. Dan irmapun minta maaf. Karena waktu tetap berjalan dan hari semkin siang, bergegaslah irma pergi keskolah ditemani cucuran air ata sepanjang jalan dan perasaan yang lega.
Setengah  ari perjalanan tugas meminta maaf keada orang tua telah di lalui. Sulit dan pahitnya pun telah dirasakan, namun keyakinan akan berbuah manis pun tetap kuat. Tinggal meminta maaf kepada ayah.

Kurangnya kedekatan dengan ayah yang menjadi kendala yang cukup besar. Tapi insya allah dapat dilaluai dan alhamdulillah mendapat respon yang baik dari ayah waaupun hanya di telepon. Pada saat kemarin ayah datang, kata maaf pun langsung terucap. Dan selesailah tugas ini. Alhamdulillah.


Mencari keridoan orang tua
Oleh Azrin Abdussalam
Waktu itu,Saya,diki dan hafiz (dadan) sedang berolahraga yaitu lari sore.Sambil lari saya bertanya kepada diki dan hafiz (dadan) tentang tugas ‘ TNG ’ yang diberikan oleh bpk.mubaligh buldan. ’’diki,dadan kamu sudah minta maaf belum sama kedua orang tua’’kata saya.’’Belum zrin’’kata mereka.setelah lari saya langsung pulang. dan tiba di rumah itu pasnya sedang adzan maghrib,karena saya masih lelah dan banyak keringat,saya berdiam diri sambil menghilangkan lelah dan mengkeringkan keringat yang ada di tubuh.karena sudah terlambat untuk kemesjid saya putuskan untuk sholat dirumah sendiri(munfarid).pas nya itu ibu sedang libur(haid).setelah saya menghilangkan rasa lelah dan mengkering kan keringat,saya langung pergi mandi,wudhu,lalu shalat maghrib sendiri (munfarid).dalam shalat saya berdo’a kepada allah agar di berikan kemudahan untuk meminta maaf.sesudah shalat maghrib ,saya mencoba mendekati ibu saya yang sedang melihat tv untuk meminta maaf,pas sudah dekat saya ragu dan susah untuk meminta maaf ,dan setelah itu saya pergi kedapur dan minum sambil menenangkan diri,setelah menenangkan diri saya balik lagi keruang keluarga dan mencobanya kembali meminta maaf,setelah keruang keluarga saya melihat ibu saya sedang duduk dikursi sambil pegang kaki katanya kakinya pegel habis bantu-bantu dirumah saudara yang lagi hajatan.dan saya hanya melihatnya saja.dan ketika saya mau meminta maaf kepada ibu saya,susah untuk bicara ,malu (karena saya itu jarang minta maaf),dan ibu pun pergi untuk mandi. Setelah saya bersiap-siap untuk ‘ TNG’ dan ibu saya mau keluar kerumah kakek,lalu saya panggil”mah”.”kenapa” kata mamah.”mah saya minta maaf saya sudah banyak salah ,saya sudah ngebentak mamah,berbohong,ya semua salahlah”(sambil nangis).lalu mamah pun ikut nangis”ia,mamah maafin jangan ulangi perbuatan yang salah,dan juga mamah marah itu karena mamah sayang” kata mamah.dan saya juga dido’akan supaya saya jadi anak yang sholeh dan berguna buat jemaat,aminn.dan waktu adzan isya saya bergegas pergi kemesjid annur dan menjadi THE NEXT GENERATION


SEUNTAI KATA “MAAF” UNTUK ORANG TUA Oleh Nurini Bashari Putri
            Maaf adalah kata yang paling indah, maaf adalah kata yang mampu menghapus kesalahan yang ada. Dan maaf adalah satu kata memohon ampunan, namun terkadang kata maaf saja tak pernah berarti apa-apa bagi orang yang yang tak mengerti apa arti maaf sesungguhnya.
            Pertama kali aku bergabung dengan The Next Generation ‘TNG’ banyak sekali perubahan yang ku alami, dan orang tuaku begitu mendukung dengan kegiatan ini. Semua yang ku jalani untuk TNG selalu aku sambut dengan senang hati dan ikhlas, hingga aku berjanji dalam hati apa pun itu seberat apa pun itu demi kebaikan dan jemaat akan aku lakukan. Hingga akhirnya peserta TNG pun diberikan satu pekerjaan yang begitu berat menurut aku pribadi. Meminta maaf pada orang tua, ketika pa mubalig wilayah memberikan PR itu pada kami, dalam hati aku langsung berkata, “Tuhan, mampukah aku untuk melakukan hal tersebut???..”. Karena  aku tak tahu bagaimana caranya untuk mengatakan maaf pada orangtua ku sendiri, padahal begitu mudah aku mengatakan maaf pada sahabat dan teman-teman terdekat ku. Ingin rasanya aku menyerah saja namun aku bukanlah seorang pengecut yang lari dari  masalah.
            Sepulang dari TNG, aku tidak mengatakan apa pun pada ibuku, karena aku masih belum siap untuk tugas yang diberikan, ku putuskan untuk langsung tidur tanpa banyak biacara malam itu. Esok harinya setelah shalat subuh aku mulai berpikir apa langkah utama ku untuk meminta maaf pada orangtua ku. Beberapa hari telah ku lewati, tapi hati ini belum juga tergerak,mulut ini masih diam membisu dan lidah ini masih sulit untuk mengatakan maaf. Sempat aku meneteskan air mata saat aku berdiri di depan kaca, mengapa aku begitu sulit untuk meminta maaf. Aku selalu mencari waktu yang tepat untuk mengatakan ini.
            Hingga hari jum’at tiba, saat itu ibuku berangkat ke mesjid untuk shalat jum’at. Dan kebetulan yang menjadi khotib saat itu adalah Mubalig wilayah, dan isi khotbahnya pun tentang meminta maaf pada orang tua. Setelah sepulang dari shalat jum’at, tiba-tiba ada anak dari nenek ku datang ke rumah untuk meminta maaf dan memncuci kaki nenek ku. Hatiku hancur dan sedih ketika melihat pemandangan itu. Air mata tak tertahan oleh ku hingga aku ke kamar menumpahkan semua penyesalanku. Mengapa begitu sulit untuk mengatakan maaf saja, hingga akhirnya ibuku pun menanyakan padaku “ dikasih PR apa put sama pa mubalig??” dan aku pun hanya diam karena aku tak tahu harus menjawab apa.
            Hari menjelang sore, dan  pada saat yang sama pula hujan mulai turun. Aku langsung menuju kamar ibuku dan aku pun mengatakan kalau aku ingin mengataka sesuatu,tak lupa aku ajak pula adik ku, agar dia pun bisa memahami. Hingga kata maaf itu terucap dari mulut ku, hati ini sungguh sedih dan menyesal. Begitu banyak kesalahan dan dosa yang ku lakukan pada ibuku.
            Kini aku mngerti, bahwa dengan memohon maaf pada orang tua adalah kunci untuk mendapatka ridho Sang Illahi Robbi. Semoga Allah swt selalu memberikan ridhonya untuk ku dan keluargaku. Aamiin.
This is my story_


Mencari Ridho Orang Tua
Suatu hari ketika saya hendak pergi ‘TNG’ , saya teringat akan tugas yang diembankan kepada saya, yaitu meminta maaf kepada Orang Tua. Walaupun sulit tetapi dengan tekad dan niat yang kuat akhirnya saya pun bisa. Singkatnya begini percakapan saya dengan Ibunda tercinta.
            SAYA : “Mah, Dadan mau pergi ‘TNG’ dulu yaa??, mah maafin Dadan yaa, Dadan sering buat salah, ridhokan dadan mahh,.,.”
            IBU : “dihh kenapa :-/ ??, ouh iyah atuh sok berangkat”
            SAYA : “Assalamu’alaikum” (sambil mencium tangan sang Ibunda)
            IBU : “Wa’alaikumsallam”

            Biasanya saya meminta maaf pada oaring tua itu pada saat lebaran saja. Tidak mudah mencari Ridho Orang Tua, tapi setelah mencobanya ada yang saya dapatkan, yaitu suatu nikmat yang luar biasa, tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


                                                                                                                        HAFIZ HAMDANI



Pengalaman Saat Minta Maaf Pada Orang Tua

Awal Bulan Mei Tepatnya Pada Tanggal 1 Mei 2014 Adalah Awal Bulan Yang Penuh Kenikmatan. Mau Tau Kenapa? Ya Ini Dia Ceritanya Check This Out
Bismillahirrahmanirrahim
Suatu Malam Pada Pukul 20.15 WIB Tepatnya Di Runag Keluarga Saya Dan Orang Tua Saya Berbincang-Bincang Membicarakan Tentang Cita-Cita Saya Dan Sekolah Saya. Nah, Pada Saat Itu Saya Inget Bahwa Saya Punya PR Minta Maaf Pada Sang Orang Tua Tercinta, Haha :D Trus Awalnya Basa-Basi Dulu Dengan Kata-Kata Pembukaan (Jiaaah Pembukaan Pidato Keles :D). Setelah Basa-Basi Saya Bicara Bahwa Say Meminta Restupada Orang Tua Saya Untuk Mengikuti Program TNG Dan Untuk Berkhidmat Untuk Jemaat. Sebelum Itu Saya Sudah Menjalaskantentang TNG Pada Orang Tua Saya.
Papah Pun Berbicara “Muhun Neng, Bapa Sareng Mamah Pasti Ngarestuan, Mudah-Mudahan Nina The Bisa Berkhidmat Di Jemaat Teu Ayeuna Wae, Tapi Kedah Sampe Sepuh” Saya Pun Menjawab “Aamiin” J (Tapi Bikan Tukang Baso Yaaa:D)
Setelah Itu Saya Minta Maaf Pada Orang Tua Saya, Memang Sih Yang Namanya Mengucapkan Kata Maaf Rasanya Susah.. Terus Perasaan Campur Aduk Ada Rasa Malu Pokonua Gitu Deh, Tapi Mau Tak Mau Saya Ucapkan Kata-Kata Itu Sambil Menangis, Saya Cium Tangan Orang Tua Saya (Suasana Pun Berubah Haru Tapi Penuh Kenukmatan)
Saya Minta Maaf Dengan Penuh Penyesalan, Karena Mungkin Saya Punya Banyak Salah Sama Orang Tua Saya. Setelah Saya Minta Maaf Bapak Saya Nanya  “Nin, Aya Naon Teu Biasa Na Nina Tiba-Tiba Minta Maaf” Trus Saya Menjawab “Nina Di Suruh Sama Bapak. Buldan Minta Maaf Sama Orang Tua”. Kata Bapak Saya, Saya Itu Minta Maaf Jangan Hanya Di Suruh Tapi Niat Di Hati Juga Untuk Berubah Jadi Lebih Baik J
Mamah Saya Pun Berbicara “Nin,Teu Usah Minta Maaaf, Mamah Ah Tos Maafkeun Nina, Jadi Nina Teu Gaduh Salah Deui” (Haduuuh.. Semakin Nangis AjaL #Terharu. Pesan Dari Orang Tua Saya “Nin,Namun Tos Masuk Organisasi Naon Wae, Nina Kudu Taat Turutkeun Naon Anu Di Perintahkeun”. Itu Pesan Yang Tidak Saya Lupakan Dan Akan Selalu Di Ingat.
                Jadi, Intinya Minta Maaf Sama Orang Tua Itu Punya Kenikmatan Tersendiri Untuk Diri Kita Sendiri. Hati Milai Tenang Dan Sekarang Pun Jadi Lebih Terbuka Dengan Orang Tua Terutama Dengan Mamah.

Nah, Makanya Tanggal 1 Mei Itu Awal Bulan Yang Penuh Kenikmatan. Mungkin Di Ceritakan Sanpai Sekarang Bisa Panjang*Lebar*Tinggi.. Eh Luas Persegi Panjang.
Ini Pengalamanku J Mana Pengalamanmu???

NINA MULYATUN NISA


PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

        Awal ketika saya ingin meminta maaf, saya merasa malu memikirkan apa yang sudah saya perbuat kepada orang tua saya, saya sering melakukan kesalahan, berbohong, melawan, dan minta uang, hari pertama gagal karena di penuhi dengan rasa malu dan ragu, dan esok empat hari kedepannyapun seperti itu.
          Dan dihari ini hari sabtu saya mencoba memberanikan diri, untuk meminta maaf kepada orang tua.. orang tuaku pun curiga kenapa anak saya akhir-akhir ini berubah, misalkan aku selalu malas, sekarang sedikit rajin,
Ibuku pun bertanya, fani kenapa kamu bersikap yang bagus akhir-akhir ini, aku pun menjawab dengan penuh rasa malu, anu mah,, dan hari ini pun gagal lagii.
          Di hari ini aku pun optimis untuk meminta maaf, saat ibuku sedang menyetrika pakaian aku menghampiri nya, belum sekata pun aku berucap, ibuku langsung marah-marah karena mengganggu  ibuku yang sedang sibuk. Aku bilang, bu aku minta maaf selama ini aku banyak salah pada ibu, ibuku langsung tersenyum mendengar itu dan berkata, sebelum fani minta maaf, ibu sudah memaafkan, aku berterima kasih kepada orng tuaku yang telah lama mengurus ku..



                                                                                                Fani nurdiansah


Assalamualaikum.wr.wb.

Namaku Nazira Nova Rizki Qudus, aku lahir di kuningan, 01 Nov 1998. Aku lahir dari keluarga yang mengerti dan taat agama. Aku bangga karena sejak kecil aku di ajar untuk menjadi seorang anak yang solehah dan taat pada agama. Namun, sebagai manusia biasa aku juga sering melakukan kesalahan dan terkadang melawati batas. Pernah terpikir untuk meminta maaf kepada orang tuaku tapi rasa malu dan takut terkadang timbul di pikiranku, menggoyahkan tekadku yang sudak bulat untuk memimta maaf kepada mereka. Sehigga niatku untuk meminta maaf kepada mereka sempat terhapus.

Tidak lama ini aku ikut kegiatan ‘TNG’ the next generation yang diadakan oleh mubaligh di daerah ku. Bersama ke-39 orang lain nya. Pa mubaligh menasihati kami dan menyuruh kami semua untuk meminta maaf kepada orang tua. Aku tak tahu apa aku harus senang atau sedih karena takut. Rasanya terlalu banyak kesalahan ku pada mereka.

Hari itu, setelah kegiatan ‘TNG’ selesai, sekitar jam 09.00 malam aku memberanikan diri untuk menghampiri ayah dan ibuku. Rasanya berat untuk mengatakan semuanya. Tapi aku terus memberanikan diri untuk mengatakanya. Dengan sangat berat aku berkata “mah, maafin kesalahan nova ya, baik yg kecil maupun yang besar. Nova tau apa yang nova lakukan ngga selalu baik dan kadang bikin mamah kesel dan marah, nova tau ngga mudah buat bisa jadi orang baik, tapi nova akan berusaha.”. lalu mamah jawab gini “ mamah mah udah maafin nova dari dulu, manamungkin seorang ibu tidak memaafkan anaknya senidiri. Bagaimanapun juga nova anak mamah, jadi kalo nova salah pasti mamah marah. Mamah marah bukan karena mamah kesal, tapi karena mamah sayang. Mamah juga pengen nova tuh bisa jadi orang yg berguna bagi Ahmadiyah, jangan kecewakan keluarga, jangan kecewakan orang-orang yang sayang sama nova, nova harus bisa tunjukan kalo nova juga bisa jadi yang terbaik”.

Lalu aku jawab “iya nova juga tau, nova banyak salah semoga nova bisa jadi yang terbaiki buat mamah, buat keluarga, buat orang-orang yang nova sayang. Nova minta ridho juga dari mamah, semoga nova jadi orang sukses dan bisa menjaga nama baik dirisendiri dan Ahmadiyah. Smoga di setiap langkah nova selalu ada ridho mamah.” Lalu mamah jawab lagi “ iya mamah ridhoin nova biar jadi orang yang berguna buat orang lain, semoga di berkahi oleh Allah, di mudahkan rezeki nya sama Allah, diberi kesehatan selalu sama Allah”. Rasanya saat itu juga tak terasa air mata sudah mengalir membasahi pipi ini. Hati ini seraya mengucap syukur karena saat ini bisa meminta maaf kepada orang tuaku dan bisa mendapat ridho mereka.

Jujur, Hati ini terasa lega dan tenang. Aku terus saja menangis dan memeluk ibuku.terimakasih Tuhan, semoga dengan aku mminta maaf kpd orang tua ku saat itu pula kau bisa memaafkanku.sekian.

Wassalamualaikum.wr.wb

PERMINTAAN  MAAF  KEPADA ORANG TUA
Pada hari senin sekitar tanggal 12 mei jam 1 siang, saya sudah mempunyai niat mau minta maaf ke mamah,tapi niat itu gagal karena  saat itu ,ya...saya masih grogi belum punya nyali/keberanian ngomong langsung secara ga ada angin,ga ada hujan langsung ngomong minta maaf aja gitu,emang saya kalo mau minta maaf saya harus buat kesalahan dulu pas saat itunya.terpaksa hari pertama gagal mau minta maaf
Sekitar selang 3 hari saya coba lagi mau ngomong minta maaf,mumpung mamah lagi duduk santai disofa lagi ga ada kerjaan didapur,saya nyamper ke mamah pertama nya Cuma ngajak ngobrol aja biar kesana nya gampang ngomong minta maaf ,setelah beberapa menit duduk disana udah ngomong tapi ga kedengeran suaranya sama mamah,emang suaranya juga kecil ,ya langsung mamah tuh nanya balik tadi ngomong apa tapi saya tidak ngulangin perkataan yang tadi malah dialihkan pembicaraannya ke yang lain,udah hari itu juga ga jadi diterusin ngomongnya.
Besoknya saya udah niatin aja karena udah lama juga ditunda-tunda,sekitar jam 5 sore lebih saya lagi nonton tv trus untungnya mamah nyamperin ,pas itu mumpung mamah minta dipijitin kakinya sambil ngobrol juga,pertamanya mamah nanya gimana prestasi disekolah,saya jawab biasa aja kaya tahun lalu mungkin sekarang udah ada peningkatannya sedikit,setelah nanya mamah langsung diem tinggal saya yang ngomong mumpung ada kesempatan,langsung  to the point  saya ngomong minta kemarin-kemarin udah buat salah,udah berani berbohong,ngelawan atau yang lainnya.Mamah senyum aja udah ngomong,mamah jawab gini iya udah dimaafin ,sebelum ngomong  langsung juga mamah selalu doain saya semoga jadi anak yang sholeh,baik,taat  aturan agama/jemaat  ,sama saya amin dalam hati.Otomatis hati udah plong kaya tidak ada beban, udah..selesai
Nama:Hanif muhamad sholeh

MINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

Waktu pukul 05.10 pagi yang lalu. Ketika suasana hening dan kedua orng tua lagi duduk santai berdua. Pada saat itulah saya memohon ridho kepada orang tua dan memohon maaf atas perilaku saya yang selama ini melawan kepada orang tua. Tetapi sebelum saya minta maaf saya kebingungan mau bilang apa kepada orang tua dan saya terus berpikir dikamar saya sambil dag-dig-dug keras jantung saya karna belum biasanya saya kaya gini memohon maaf kepada orang tua pada hari-hari biasanya. Biasanya saya mohon maaf kepada orang tua pas hari lebaran saja bersama kakak dan adik saya, sambil duduk kedua orang tua saya, saya bersama kakak dan adik saya disana bilang dan mohon maaf atas segala perilaku saya yang buruk, melawan kepada orang tua, dan belum dapat menjadi anak yang shaleh dan berguna bagi orang tua dan selalu membuat ayah dan ibu saya sakit hati terus karna kita. Dan disana saya benar-benar mohon maaf kepada orang tua sambil menangis atas perilaku yang selama ini membuat ayah dan ibu sakit hati disana dan saya benar-benar mersakan sedih yang luar biasa ketika saya mendengar tangisan orang tua ketika saya mohon maaf kepada orang tua dan pada saat itu juga saya merasakan nikmat ketika sudah minta maaf ke orang tua terasa beban hilang. Bener apa yang dikatakan pa mubalig bahwa “ridho allah swt tergantung pada ridho orang tua”.
Akhirnya saya keluar dari kamar dan beranikan diri untuk mohon maaf walupun dag-dig-dug keras jantung saya karna gk biasanya saya mohon maaf pada ha-hari biasa. Pada saat saya mohon maaf, saya bilang kepada orang tua “ mah kiki  hampura tos ngalawan wae kasimamah sareng sibapa” sambil sungkem tangan. Tetapi pada saat itu malah orang tua saya tertawa katanya “ Tos-tos ke wae aya waktuna ke bada” tapi kata saya “ mah pa ari menta hampura teh lain bada wae, ayeunage tiasa”  kata orang tua “ tos-tos ke wae”. Yaudah saya langsung keluar dan mengantar ayah saya ke lolongkrang yang mau berangkat ke jakarta. Tetapi sebelum saya sampai ke lolongkrang dijalan sambil naik motor ayah sayah bicara ke saya katanya ”ki bantuan simamah ulah ngalawan wae jadi anak nu shaleh” kata saya “ muhun pa “ udah itu sampai kelolongkrang naik mobil ayah sayahnya dan saya kembali lagi kerumah dan mulai aktivitas kembali.
DIKY ABUBAKAR SIDIQ



PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

                  Awal saya memintamaaf kepada orang tua saya, awalnya deg-degan, ragu untuk mengungkapkan ini, hari pertama hari kamis saya menghampiri orang tua saya, ibu pun berkata, ada apa dik,anu bu, saya ingin jajan, ibuku pun berkata, diki kamu mah jajan terus, aku pun langsung main, esok harinya pun aku mulai percaya diri, aku menghampiri ibuku yang sedang menonton tv diruang tv.
            Disaat itupun aku berkata, tolong maafkan diki yang selama ini berbuat yang tidak baik, bertutur kata yang tidak sopan, tolong maafkan saya bu.
            Ibukupun menjawab iya ibu maafkan diki, semoga diki kedepan nya jadi anak yang soleh, dan berbakti kepada orang tua, amin.

                                                                                                            Diky kurniawan

Perjuangan Mencari Ridho Orang Tua

Cerita Ini Bermula Pada Hari Senin Tanggal 21 April 2014 Lebih Tepatnya, Pada Saat Itu, Ketika Tng Pada Pertemuan Kedua Itu Pun Di Selenggarakan. Dan Ketika Itu Bpk. Mubaligh Buldan Mengambil Tema “ Memahami Siapa Diri Kita Sebenarnya”. Di Tengah-Tengah Pembicaraan Bpk. Mubaligh Tentang Tema Tersebut, Beliau Pun Memberi Tugas Kepada Kita Sebagai Peserta Tng Yaitu “Meminta Maaf Kepada Orang Tua”. Sejenak, Ketika Di Beri Tugas Itu Pikiran Menjadi Ricuh Tak Beraturan Karena Sangking Banyaknya Akal Ini Mencari Cara Bagaimana? Bagaimana? Dan Bagaimana? Mmmm… Karena Saya Itu Orangnya Sangat Cuek Walaupun Ga Lbanget Tapi Sering Jadi Rasanya Aneeeh Gitu.. Dan Kemudian Saya Menulis Tugas Tersebut Di Buku Agenda Tng Supaya Mengingatkan Saya Karena Kebetulan Saya Orangnya Lumayan Pelupa. Tapi Ketika Waktu Tugas Ini Selalu Menghantui Saya Setiap Waktu, Seakan Membebani Pundak Dan Merasuki Pikiran Saya.
Keesokan Harinya Saya Mencoba Melaksanakan Tugas Tersebut, Tubuh Dan Mata Saya Selalu Mengikuti Ibu Saya Kemana Pun Ia Pergi, Gereget Rasanya Pengen Bilang. Mau Bilang Maaf Saja Mulut Ini Sangat Enggan Untuk Mengeluarkan Kata Walaupun Hanya Kata Maaf Pada Saat Itu.
Hari Pertama Percobaan Telah Gagal, Karena Saya Mencari Waktu Yang Sangat Tepat. Waktu Di Mana Di Rumah Hanya Kita Berdua. Biar Tak Ada Yang Ganggu.
Hari Demi Hari Berlalu Dengan Tidak Membawakan Hasil. Entah Kenapa? Tapi, Di Hari Yang Tlah Berlalu Itu Saya Merasakan Sifat Yang Berubah Bagi Diri Saya Yang Tadinya Cuek, Di Situ Saya Belajar Untuk Sedikit Peka Pada Orang Lain. Karana Dimana Kita Menginginkan Orang Lain Untuk Peka, Pasti Orang Lain Juga Menginginkan Kita Untuk Peka.
Tepat Satu Munggu Setelah Itu, Hari Senin Pada Waktu Shalat Magrib Dilaksanakan Kebetulan Saya Dan Ibu Saya Sedang Halangan. Jadi, Saya Hanya Berdua Di Rumah. Dalam Hati Saya “Mungkin Ini Saat Yang Tepat Untuk Minta Maaf”. Perjuangan Ini Pun Di Mulai. Ketika Ibu Saya Ada Urusan Di Dapur Pada Saat Itu, Saya Memanggilnya Dengan Nada Sangat Pasrah. Saya Menyuruh Ibu Saya Duduk Di Depan Saya, Saya Sambil Memegang Kardus Kecil Clorofil Yang Masih Baru Dan Rapih Berbungkus Plastic Putih. Saya Tidak Langsung Ngomong Ke Ibu Saya Melainkan Saya Berfikir Dan Menyiapkan Diri Sembari Tangan Ini Merobek-Robekkan Plastic Kardus Kecil Tadi Sampai Robek Se Robek-Robeknya. Akhirnya Saya Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Ibu Saya Dan Sekatika Itu Pula Spontanitas Air Mata Ini Pun Jatuh, Lalu Ibu Saya Memeluk Saya Dan Memberikan Nasihat-Nasihat Kepada Saya. Ya..Sudahlah
Mohon maaf jikalau ada salah-salah kata
  
ZOHRATUN FIRDAUS



Fitri nurasih
“Mencari Ridha Orang Tua”

Terkadang kita meminta maaf kepada orang tua itu terasa sulit untuk mengungkapkan suatu perasaan yang sangat dalam. Disaat saya disuruh meminta maaf kepada orang tua saya merasa bingung, kenapa demikian? Karena saya bingung untuk mengungkapkan perasaan yang ada di hati saya ini. Terkadang meminta maaf itu susah susah gampang. Gampang nya itu hanya dimulut dan bisa diucapkan, dan susah nya atau sulitnya itu sulit diungkapkan dengan kata – kata. Saya setiap hari selalu berpikir bahwa bagaimana saya meminta maaf kepada orang tua?? dan lambat laut saya pun menemukan waktu yang tepat. saya pun memberanikan diri untuk meminta maaf, Dan akhirnya disitulah saya meminta maaf kepada orang tua saya. pada saat meminta maaf  perasaan saya pun menjadi tidak konsen seketika mungkin dikarenakan grogi, untung nya rasa grogi itu pun hilang. 

Dan Pada saat itu saya pun menceritakan semua kesalahan saya diantaranya ibu yang telah mengandung Sembilan bulan didalam perut ibu, ibu yang melahirkan kita, ibu yang mengasuh kita saat kita masih bayi, mengajarkan dari yang kita tidak tahu menjadi tahu, ayah yang selalu mencari nafkan untuk kepentingan keluarga nya, keperluan anak nya,  jika  ibu menyuruh membeli sesuatu di warung kadang saya bilang bentar mah tanggung lagi ngerjain tugas, meminta uang buat keperluan apapun yang menuruut saya dianggap penting, dan lain sebagainya. Disaat saya menceritakan beberapa kesalahan saya itu tidak kuat menahan air mata ini. 

Dan akhirnya air mata ini tidak nahan lagi sehingga saya menimbulkan menangis dan meminta maaf yang tulus kepada orang tua, dan mohon ridho ny. Orang tua saya pun diam sekejap mendengarkan semua permintaan maaf saya. dan orang tua pun menangis dan mengatakan bahwa “iya nak, sudah mamah dan bapa dimaafkan “ dan  ingat ya jangan sekali lagi membuat ksalah.dan saya pun menjawab “ iya mah pa saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi” dan saya pun bicara kepada orang tua saya “saya mohon ridho nya ya mah pa” orang tua saya pun menjawab “ iya mamah dan bapa diridhoi nak”. Dan akhirnya setelah saya meminta maaf perasaan dan hati saya itu merasa lega apa yang telah diungkapkan, yang selama ini sulit di ungkapkan. Setelah saya meminta maaf kepada orang tua saya saya pun jika kemana mana terasa selalu ada yang membimbing nya.

 Dan perasaan saya pun merasa tenang dan selalu berbuat baik dengan apa yang ada pada suasana itu. Dan disinilah saya mulai segala sesuatu dengan perilaku yang baik. Mengapa  Saya meminta ridho dari orang tua ?? karena saya ingat sebuah hadist yang menyatakan bahwa ridho Allah tergantung kepada ridho orang tua. dan saya pun harus berbuat baik kepada orang tua sebagaimana telah ada hadist nya tentang berbuat baiklah kepada orang tua yaitu “birrul walidain”.




PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...