Senin, 02 Maret 2015

BEBERAPA KISAH NYATA MINTA MAAF "TNG" bagian II

Mencari Ridho Orang Tua
Oleh Irma Solihatun Naimah
Ini berawal dari tegas pertemuan kedua acara ‘TNG’ dan tugasnya adalah meminta maaf kepada kedua orang tua dengan tujuan setelah kami melihat tayangan slide sewaktu itu yang memaparkan visi dan misi TNG, kami mampu menjadi generasi yang lebih baik lagi serta mampu menjadi duta-duta ahmadi nantinya. Meminta maaf kepada orang tua adaah kunci yang harus dapatkan untuk membuka pintu yang akan kami lalui dimasa mendatang karena ridho orang tua adalah pemulus jalan kami meraih kesuksesan sebab ridho Allah bersama ridho orang tua.

Diawal memang biasa saja kerena sebelumnya irma tak menghiraukan soal apapun. Namun, baru pada keesokan harinya irma merasakan ada sesuatu yang mengganjal sehingga membuat hati irma menjadi tidak nyaman alias gegana (gelisah, galau dan merana). Lagi-lagi irma tidak menghiraukan perasaan itu. Tapi karena hari ini full pelajaran akuntansi 3 siklus setelah olahraga dan irma harus mengahadapi guru yang paling galak. Dikelas tiba-tiba mood irma menjadi buruk dengen seketikanya, padahal biasanya irma paling suka dengan hari selasa karena harus berpusing-pusing ria bersama teman-teman pada pelajaran ini setelah cape dari lapangan. Ternyata kali ini rusaknya mood irma menjadikan irma serasa kenyang bahkan mual karena harus menyelesaikan 3 siklus akuntansi lebih cepat dari kelas XII pada 6 pelajaran.

Akhirnya bel pulang berbunyi pada pukul 14:30 WIB dan inilah waktu yang di tunggu oleh semua siswa dan siswi  SMKN 2 Kuningan. Tidak untuk Irma Solihatun Naimah karena harus mengikuti Rakor MPK-OSIS. Mood irma pun semakin buruk saja karena rakor ini berlangsung hingga berjam-jam oleh debat antara MPK dan OSIS yang tidak kunjung padam. Karena hari semakin sore, irma mengusulkan kepada ketum dan moderato untuk menunda perdebatan hingga esok hari. Keluar dari gerbang sekolah, seperti biasa irma berjalan cukup jauh lurus ke arang timur mencari angkutan umum sambil menggerutu. Lebih satu jam irma berdiri menunggu bersama seorang teman di pinggr jalan. Karena adzan magrib sudah berkumandang, seperti kata pepatah tak ada rotan akar pun jadi, pilihan terakhir tak ada elp maka bus tasik pun ditumpangi. Namun betapa kurang beruntungnya irma menaiki bus yang penuh sesak penumpang dan harus berdiri di perjalanan sampe kedesa. Lebih geramnya lagi begitu sampai dirumah tidak ada siapa-siapa tanpa pesan dengan pintu terkunci dan tidak tahu kuncinya dimana. Dan hari selasa berakhir dengan tidur malam yang nyenyak di rumah nenek.
Hari rabu dan kams pun berlalu dengan mood irma yang semakin hari semakin memburuk. Lalu pada hari jum’at sore sepulang dari eskul, irma bercerita kepada seorang teman yang irma anggap a mampu membantu irma memecahkan teka-teki ini dan berakhir pada solusi yang memberikan jalan keluar terbaik. Selidik punya selidik ternyata ini adalah dampak belum meminta maaf kepada orang tua kemudian teman irma itu berkata “Apa sih susahna minta maaf saja atas semua kesalahan yang kamu laukan terhadaporang tua mu? Toh mereka orang baik-baik dan bukan singa yangakan menerkammu”. Lalu irma terdiam sejenak teman irma emudian melanjutkan pembicaraannya “jika kam tak ampu , maka berpura-pura lah, melakukan itu semua, toh hanya disuruh meminta maaf? Artis saja mampu berpura-pura karena terbiasa”. Irma merenung mungkin perkataan dari teman irma ini ada benarnya juga.setelah isya, irma menyuun skenario dan mencari moment yang tepat. Dan moment itu pun irma dapatkan , irma memuai percakapan dengan berbasa-basi namun ternyata respon yang irma dapatkan dari mamah ternyata sangat buruk dan itu rasa  sangat sakit. Irma hana bisa manangis tersedu-sedu dikamar.

Keesokanhariya saat berpamitan biasanya mamah berkata “hati-hati” tapi kata pertama yang irma dengar adalah kata “maaf” dari mulut mamah. Dan irmapun minta maaf. Karena waktu tetap berjalan dan hari semkin siang, bergegaslah irma pergi keskolah ditemani cucuran air ata sepanjang jalan dan perasaan yang lega.
Setengah  ari perjalanan tugas meminta maaf keada orang tua telah di lalui. Sulit dan pahitnya pun telah dirasakan, namun keyakinan akan berbuah manis pun tetap kuat. Tinggal meminta maaf kepada ayah.

Kurangnya kedekatan dengan ayah yang menjadi kendala yang cukup besar. Tapi insya allah dapat dilaluai dan alhamdulillah mendapat respon yang baik dari ayah waaupun hanya di telepon. Pada saat kemarin ayah datang, kata maaf pun langsung terucap. Dan selesailah tugas ini. Alhamdulillah.


Mencari keridoan orang tua
Oleh Azrin Abdussalam
Waktu itu,Saya,diki dan hafiz (dadan) sedang berolahraga yaitu lari sore.Sambil lari saya bertanya kepada diki dan hafiz (dadan) tentang tugas ‘ TNG ’ yang diberikan oleh bpk.mubaligh buldan. ’’diki,dadan kamu sudah minta maaf belum sama kedua orang tua’’kata saya.’’Belum zrin’’kata mereka.setelah lari saya langsung pulang. dan tiba di rumah itu pasnya sedang adzan maghrib,karena saya masih lelah dan banyak keringat,saya berdiam diri sambil menghilangkan lelah dan mengkeringkan keringat yang ada di tubuh.karena sudah terlambat untuk kemesjid saya putuskan untuk sholat dirumah sendiri(munfarid).pas nya itu ibu sedang libur(haid).setelah saya menghilangkan rasa lelah dan mengkering kan keringat,saya langung pergi mandi,wudhu,lalu shalat maghrib sendiri (munfarid).dalam shalat saya berdo’a kepada allah agar di berikan kemudahan untuk meminta maaf.sesudah shalat maghrib ,saya mencoba mendekati ibu saya yang sedang melihat tv untuk meminta maaf,pas sudah dekat saya ragu dan susah untuk meminta maaf ,dan setelah itu saya pergi kedapur dan minum sambil menenangkan diri,setelah menenangkan diri saya balik lagi keruang keluarga dan mencobanya kembali meminta maaf,setelah keruang keluarga saya melihat ibu saya sedang duduk dikursi sambil pegang kaki katanya kakinya pegel habis bantu-bantu dirumah saudara yang lagi hajatan.dan saya hanya melihatnya saja.dan ketika saya mau meminta maaf kepada ibu saya,susah untuk bicara ,malu (karena saya itu jarang minta maaf),dan ibu pun pergi untuk mandi. Setelah saya bersiap-siap untuk ‘ TNG’ dan ibu saya mau keluar kerumah kakek,lalu saya panggil”mah”.”kenapa” kata mamah.”mah saya minta maaf saya sudah banyak salah ,saya sudah ngebentak mamah,berbohong,ya semua salahlah”(sambil nangis).lalu mamah pun ikut nangis”ia,mamah maafin jangan ulangi perbuatan yang salah,dan juga mamah marah itu karena mamah sayang” kata mamah.dan saya juga dido’akan supaya saya jadi anak yang sholeh dan berguna buat jemaat,aminn.dan waktu adzan isya saya bergegas pergi kemesjid annur dan menjadi THE NEXT GENERATION


SEUNTAI KATA “MAAF” UNTUK ORANG TUA Oleh Nurini Bashari Putri
            Maaf adalah kata yang paling indah, maaf adalah kata yang mampu menghapus kesalahan yang ada. Dan maaf adalah satu kata memohon ampunan, namun terkadang kata maaf saja tak pernah berarti apa-apa bagi orang yang yang tak mengerti apa arti maaf sesungguhnya.
            Pertama kali aku bergabung dengan The Next Generation ‘TNG’ banyak sekali perubahan yang ku alami, dan orang tuaku begitu mendukung dengan kegiatan ini. Semua yang ku jalani untuk TNG selalu aku sambut dengan senang hati dan ikhlas, hingga aku berjanji dalam hati apa pun itu seberat apa pun itu demi kebaikan dan jemaat akan aku lakukan. Hingga akhirnya peserta TNG pun diberikan satu pekerjaan yang begitu berat menurut aku pribadi. Meminta maaf pada orang tua, ketika pa mubalig wilayah memberikan PR itu pada kami, dalam hati aku langsung berkata, “Tuhan, mampukah aku untuk melakukan hal tersebut???..”. Karena  aku tak tahu bagaimana caranya untuk mengatakan maaf pada orangtua ku sendiri, padahal begitu mudah aku mengatakan maaf pada sahabat dan teman-teman terdekat ku. Ingin rasanya aku menyerah saja namun aku bukanlah seorang pengecut yang lari dari  masalah.
            Sepulang dari TNG, aku tidak mengatakan apa pun pada ibuku, karena aku masih belum siap untuk tugas yang diberikan, ku putuskan untuk langsung tidur tanpa banyak biacara malam itu. Esok harinya setelah shalat subuh aku mulai berpikir apa langkah utama ku untuk meminta maaf pada orangtua ku. Beberapa hari telah ku lewati, tapi hati ini belum juga tergerak,mulut ini masih diam membisu dan lidah ini masih sulit untuk mengatakan maaf. Sempat aku meneteskan air mata saat aku berdiri di depan kaca, mengapa aku begitu sulit untuk meminta maaf. Aku selalu mencari waktu yang tepat untuk mengatakan ini.
            Hingga hari jum’at tiba, saat itu ibuku berangkat ke mesjid untuk shalat jum’at. Dan kebetulan yang menjadi khotib saat itu adalah Mubalig wilayah, dan isi khotbahnya pun tentang meminta maaf pada orang tua. Setelah sepulang dari shalat jum’at, tiba-tiba ada anak dari nenek ku datang ke rumah untuk meminta maaf dan memncuci kaki nenek ku. Hatiku hancur dan sedih ketika melihat pemandangan itu. Air mata tak tertahan oleh ku hingga aku ke kamar menumpahkan semua penyesalanku. Mengapa begitu sulit untuk mengatakan maaf saja, hingga akhirnya ibuku pun menanyakan padaku “ dikasih PR apa put sama pa mubalig??” dan aku pun hanya diam karena aku tak tahu harus menjawab apa.
            Hari menjelang sore, dan  pada saat yang sama pula hujan mulai turun. Aku langsung menuju kamar ibuku dan aku pun mengatakan kalau aku ingin mengataka sesuatu,tak lupa aku ajak pula adik ku, agar dia pun bisa memahami. Hingga kata maaf itu terucap dari mulut ku, hati ini sungguh sedih dan menyesal. Begitu banyak kesalahan dan dosa yang ku lakukan pada ibuku.
            Kini aku mngerti, bahwa dengan memohon maaf pada orang tua adalah kunci untuk mendapatka ridho Sang Illahi Robbi. Semoga Allah swt selalu memberikan ridhonya untuk ku dan keluargaku. Aamiin.
This is my story_


Mencari Ridho Orang Tua
Suatu hari ketika saya hendak pergi ‘TNG’ , saya teringat akan tugas yang diembankan kepada saya, yaitu meminta maaf kepada Orang Tua. Walaupun sulit tetapi dengan tekad dan niat yang kuat akhirnya saya pun bisa. Singkatnya begini percakapan saya dengan Ibunda tercinta.
            SAYA : “Mah, Dadan mau pergi ‘TNG’ dulu yaa??, mah maafin Dadan yaa, Dadan sering buat salah, ridhokan dadan mahh,.,.”
            IBU : “dihh kenapa :-/ ??, ouh iyah atuh sok berangkat”
            SAYA : “Assalamu’alaikum” (sambil mencium tangan sang Ibunda)
            IBU : “Wa’alaikumsallam”

            Biasanya saya meminta maaf pada oaring tua itu pada saat lebaran saja. Tidak mudah mencari Ridho Orang Tua, tapi setelah mencobanya ada yang saya dapatkan, yaitu suatu nikmat yang luar biasa, tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


                                                                                                                        HAFIZ HAMDANI



Pengalaman Saat Minta Maaf Pada Orang Tua

Awal Bulan Mei Tepatnya Pada Tanggal 1 Mei 2014 Adalah Awal Bulan Yang Penuh Kenikmatan. Mau Tau Kenapa? Ya Ini Dia Ceritanya Check This Out
Bismillahirrahmanirrahim
Suatu Malam Pada Pukul 20.15 WIB Tepatnya Di Runag Keluarga Saya Dan Orang Tua Saya Berbincang-Bincang Membicarakan Tentang Cita-Cita Saya Dan Sekolah Saya. Nah, Pada Saat Itu Saya Inget Bahwa Saya Punya PR Minta Maaf Pada Sang Orang Tua Tercinta, Haha :D Trus Awalnya Basa-Basi Dulu Dengan Kata-Kata Pembukaan (Jiaaah Pembukaan Pidato Keles :D). Setelah Basa-Basi Saya Bicara Bahwa Say Meminta Restupada Orang Tua Saya Untuk Mengikuti Program TNG Dan Untuk Berkhidmat Untuk Jemaat. Sebelum Itu Saya Sudah Menjalaskantentang TNG Pada Orang Tua Saya.
Papah Pun Berbicara “Muhun Neng, Bapa Sareng Mamah Pasti Ngarestuan, Mudah-Mudahan Nina The Bisa Berkhidmat Di Jemaat Teu Ayeuna Wae, Tapi Kedah Sampe Sepuh” Saya Pun Menjawab “Aamiin” J (Tapi Bikan Tukang Baso Yaaa:D)
Setelah Itu Saya Minta Maaf Pada Orang Tua Saya, Memang Sih Yang Namanya Mengucapkan Kata Maaf Rasanya Susah.. Terus Perasaan Campur Aduk Ada Rasa Malu Pokonua Gitu Deh, Tapi Mau Tak Mau Saya Ucapkan Kata-Kata Itu Sambil Menangis, Saya Cium Tangan Orang Tua Saya (Suasana Pun Berubah Haru Tapi Penuh Kenukmatan)
Saya Minta Maaf Dengan Penuh Penyesalan, Karena Mungkin Saya Punya Banyak Salah Sama Orang Tua Saya. Setelah Saya Minta Maaf Bapak Saya Nanya  “Nin, Aya Naon Teu Biasa Na Nina Tiba-Tiba Minta Maaf” Trus Saya Menjawab “Nina Di Suruh Sama Bapak. Buldan Minta Maaf Sama Orang Tua”. Kata Bapak Saya, Saya Itu Minta Maaf Jangan Hanya Di Suruh Tapi Niat Di Hati Juga Untuk Berubah Jadi Lebih Baik J
Mamah Saya Pun Berbicara “Nin,Teu Usah Minta Maaaf, Mamah Ah Tos Maafkeun Nina, Jadi Nina Teu Gaduh Salah Deui” (Haduuuh.. Semakin Nangis AjaL #Terharu. Pesan Dari Orang Tua Saya “Nin,Namun Tos Masuk Organisasi Naon Wae, Nina Kudu Taat Turutkeun Naon Anu Di Perintahkeun”. Itu Pesan Yang Tidak Saya Lupakan Dan Akan Selalu Di Ingat.
                Jadi, Intinya Minta Maaf Sama Orang Tua Itu Punya Kenikmatan Tersendiri Untuk Diri Kita Sendiri. Hati Milai Tenang Dan Sekarang Pun Jadi Lebih Terbuka Dengan Orang Tua Terutama Dengan Mamah.

Nah, Makanya Tanggal 1 Mei Itu Awal Bulan Yang Penuh Kenikmatan. Mungkin Di Ceritakan Sanpai Sekarang Bisa Panjang*Lebar*Tinggi.. Eh Luas Persegi Panjang.
Ini Pengalamanku J Mana Pengalamanmu???

NINA MULYATUN NISA


PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

        Awal ketika saya ingin meminta maaf, saya merasa malu memikirkan apa yang sudah saya perbuat kepada orang tua saya, saya sering melakukan kesalahan, berbohong, melawan, dan minta uang, hari pertama gagal karena di penuhi dengan rasa malu dan ragu, dan esok empat hari kedepannyapun seperti itu.
          Dan dihari ini hari sabtu saya mencoba memberanikan diri, untuk meminta maaf kepada orang tua.. orang tuaku pun curiga kenapa anak saya akhir-akhir ini berubah, misalkan aku selalu malas, sekarang sedikit rajin,
Ibuku pun bertanya, fani kenapa kamu bersikap yang bagus akhir-akhir ini, aku pun menjawab dengan penuh rasa malu, anu mah,, dan hari ini pun gagal lagii.
          Di hari ini aku pun optimis untuk meminta maaf, saat ibuku sedang menyetrika pakaian aku menghampiri nya, belum sekata pun aku berucap, ibuku langsung marah-marah karena mengganggu  ibuku yang sedang sibuk. Aku bilang, bu aku minta maaf selama ini aku banyak salah pada ibu, ibuku langsung tersenyum mendengar itu dan berkata, sebelum fani minta maaf, ibu sudah memaafkan, aku berterima kasih kepada orng tuaku yang telah lama mengurus ku..



                                                                                                Fani nurdiansah


Assalamualaikum.wr.wb.

Namaku Nazira Nova Rizki Qudus, aku lahir di kuningan, 01 Nov 1998. Aku lahir dari keluarga yang mengerti dan taat agama. Aku bangga karena sejak kecil aku di ajar untuk menjadi seorang anak yang solehah dan taat pada agama. Namun, sebagai manusia biasa aku juga sering melakukan kesalahan dan terkadang melawati batas. Pernah terpikir untuk meminta maaf kepada orang tuaku tapi rasa malu dan takut terkadang timbul di pikiranku, menggoyahkan tekadku yang sudak bulat untuk memimta maaf kepada mereka. Sehigga niatku untuk meminta maaf kepada mereka sempat terhapus.

Tidak lama ini aku ikut kegiatan ‘TNG’ the next generation yang diadakan oleh mubaligh di daerah ku. Bersama ke-39 orang lain nya. Pa mubaligh menasihati kami dan menyuruh kami semua untuk meminta maaf kepada orang tua. Aku tak tahu apa aku harus senang atau sedih karena takut. Rasanya terlalu banyak kesalahan ku pada mereka.

Hari itu, setelah kegiatan ‘TNG’ selesai, sekitar jam 09.00 malam aku memberanikan diri untuk menghampiri ayah dan ibuku. Rasanya berat untuk mengatakan semuanya. Tapi aku terus memberanikan diri untuk mengatakanya. Dengan sangat berat aku berkata “mah, maafin kesalahan nova ya, baik yg kecil maupun yang besar. Nova tau apa yang nova lakukan ngga selalu baik dan kadang bikin mamah kesel dan marah, nova tau ngga mudah buat bisa jadi orang baik, tapi nova akan berusaha.”. lalu mamah jawab gini “ mamah mah udah maafin nova dari dulu, manamungkin seorang ibu tidak memaafkan anaknya senidiri. Bagaimanapun juga nova anak mamah, jadi kalo nova salah pasti mamah marah. Mamah marah bukan karena mamah kesal, tapi karena mamah sayang. Mamah juga pengen nova tuh bisa jadi orang yg berguna bagi Ahmadiyah, jangan kecewakan keluarga, jangan kecewakan orang-orang yang sayang sama nova, nova harus bisa tunjukan kalo nova juga bisa jadi yang terbaik”.

Lalu aku jawab “iya nova juga tau, nova banyak salah semoga nova bisa jadi yang terbaiki buat mamah, buat keluarga, buat orang-orang yang nova sayang. Nova minta ridho juga dari mamah, semoga nova jadi orang sukses dan bisa menjaga nama baik dirisendiri dan Ahmadiyah. Smoga di setiap langkah nova selalu ada ridho mamah.” Lalu mamah jawab lagi “ iya mamah ridhoin nova biar jadi orang yang berguna buat orang lain, semoga di berkahi oleh Allah, di mudahkan rezeki nya sama Allah, diberi kesehatan selalu sama Allah”. Rasanya saat itu juga tak terasa air mata sudah mengalir membasahi pipi ini. Hati ini seraya mengucap syukur karena saat ini bisa meminta maaf kepada orang tuaku dan bisa mendapat ridho mereka.

Jujur, Hati ini terasa lega dan tenang. Aku terus saja menangis dan memeluk ibuku.terimakasih Tuhan, semoga dengan aku mminta maaf kpd orang tua ku saat itu pula kau bisa memaafkanku.sekian.

Wassalamualaikum.wr.wb

PERMINTAAN  MAAF  KEPADA ORANG TUA
Pada hari senin sekitar tanggal 12 mei jam 1 siang, saya sudah mempunyai niat mau minta maaf ke mamah,tapi niat itu gagal karena  saat itu ,ya...saya masih grogi belum punya nyali/keberanian ngomong langsung secara ga ada angin,ga ada hujan langsung ngomong minta maaf aja gitu,emang saya kalo mau minta maaf saya harus buat kesalahan dulu pas saat itunya.terpaksa hari pertama gagal mau minta maaf
Sekitar selang 3 hari saya coba lagi mau ngomong minta maaf,mumpung mamah lagi duduk santai disofa lagi ga ada kerjaan didapur,saya nyamper ke mamah pertama nya Cuma ngajak ngobrol aja biar kesana nya gampang ngomong minta maaf ,setelah beberapa menit duduk disana udah ngomong tapi ga kedengeran suaranya sama mamah,emang suaranya juga kecil ,ya langsung mamah tuh nanya balik tadi ngomong apa tapi saya tidak ngulangin perkataan yang tadi malah dialihkan pembicaraannya ke yang lain,udah hari itu juga ga jadi diterusin ngomongnya.
Besoknya saya udah niatin aja karena udah lama juga ditunda-tunda,sekitar jam 5 sore lebih saya lagi nonton tv trus untungnya mamah nyamperin ,pas itu mumpung mamah minta dipijitin kakinya sambil ngobrol juga,pertamanya mamah nanya gimana prestasi disekolah,saya jawab biasa aja kaya tahun lalu mungkin sekarang udah ada peningkatannya sedikit,setelah nanya mamah langsung diem tinggal saya yang ngomong mumpung ada kesempatan,langsung  to the point  saya ngomong minta kemarin-kemarin udah buat salah,udah berani berbohong,ngelawan atau yang lainnya.Mamah senyum aja udah ngomong,mamah jawab gini iya udah dimaafin ,sebelum ngomong  langsung juga mamah selalu doain saya semoga jadi anak yang sholeh,baik,taat  aturan agama/jemaat  ,sama saya amin dalam hati.Otomatis hati udah plong kaya tidak ada beban, udah..selesai
Nama:Hanif muhamad sholeh

MINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

Waktu pukul 05.10 pagi yang lalu. Ketika suasana hening dan kedua orng tua lagi duduk santai berdua. Pada saat itulah saya memohon ridho kepada orang tua dan memohon maaf atas perilaku saya yang selama ini melawan kepada orang tua. Tetapi sebelum saya minta maaf saya kebingungan mau bilang apa kepada orang tua dan saya terus berpikir dikamar saya sambil dag-dig-dug keras jantung saya karna belum biasanya saya kaya gini memohon maaf kepada orang tua pada hari-hari biasanya. Biasanya saya mohon maaf kepada orang tua pas hari lebaran saja bersama kakak dan adik saya, sambil duduk kedua orang tua saya, saya bersama kakak dan adik saya disana bilang dan mohon maaf atas segala perilaku saya yang buruk, melawan kepada orang tua, dan belum dapat menjadi anak yang shaleh dan berguna bagi orang tua dan selalu membuat ayah dan ibu saya sakit hati terus karna kita. Dan disana saya benar-benar mohon maaf kepada orang tua sambil menangis atas perilaku yang selama ini membuat ayah dan ibu sakit hati disana dan saya benar-benar mersakan sedih yang luar biasa ketika saya mendengar tangisan orang tua ketika saya mohon maaf kepada orang tua dan pada saat itu juga saya merasakan nikmat ketika sudah minta maaf ke orang tua terasa beban hilang. Bener apa yang dikatakan pa mubalig bahwa “ridho allah swt tergantung pada ridho orang tua”.
Akhirnya saya keluar dari kamar dan beranikan diri untuk mohon maaf walupun dag-dig-dug keras jantung saya karna gk biasanya saya mohon maaf pada ha-hari biasa. Pada saat saya mohon maaf, saya bilang kepada orang tua “ mah kiki  hampura tos ngalawan wae kasimamah sareng sibapa” sambil sungkem tangan. Tetapi pada saat itu malah orang tua saya tertawa katanya “ Tos-tos ke wae aya waktuna ke bada” tapi kata saya “ mah pa ari menta hampura teh lain bada wae, ayeunage tiasa”  kata orang tua “ tos-tos ke wae”. Yaudah saya langsung keluar dan mengantar ayah saya ke lolongkrang yang mau berangkat ke jakarta. Tetapi sebelum saya sampai ke lolongkrang dijalan sambil naik motor ayah sayah bicara ke saya katanya ”ki bantuan simamah ulah ngalawan wae jadi anak nu shaleh” kata saya “ muhun pa “ udah itu sampai kelolongkrang naik mobil ayah sayahnya dan saya kembali lagi kerumah dan mulai aktivitas kembali.
DIKY ABUBAKAR SIDIQ



PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA

                  Awal saya memintamaaf kepada orang tua saya, awalnya deg-degan, ragu untuk mengungkapkan ini, hari pertama hari kamis saya menghampiri orang tua saya, ibu pun berkata, ada apa dik,anu bu, saya ingin jajan, ibuku pun berkata, diki kamu mah jajan terus, aku pun langsung main, esok harinya pun aku mulai percaya diri, aku menghampiri ibuku yang sedang menonton tv diruang tv.
            Disaat itupun aku berkata, tolong maafkan diki yang selama ini berbuat yang tidak baik, bertutur kata yang tidak sopan, tolong maafkan saya bu.
            Ibukupun menjawab iya ibu maafkan diki, semoga diki kedepan nya jadi anak yang soleh, dan berbakti kepada orang tua, amin.

                                                                                                            Diky kurniawan

Perjuangan Mencari Ridho Orang Tua

Cerita Ini Bermula Pada Hari Senin Tanggal 21 April 2014 Lebih Tepatnya, Pada Saat Itu, Ketika Tng Pada Pertemuan Kedua Itu Pun Di Selenggarakan. Dan Ketika Itu Bpk. Mubaligh Buldan Mengambil Tema “ Memahami Siapa Diri Kita Sebenarnya”. Di Tengah-Tengah Pembicaraan Bpk. Mubaligh Tentang Tema Tersebut, Beliau Pun Memberi Tugas Kepada Kita Sebagai Peserta Tng Yaitu “Meminta Maaf Kepada Orang Tua”. Sejenak, Ketika Di Beri Tugas Itu Pikiran Menjadi Ricuh Tak Beraturan Karena Sangking Banyaknya Akal Ini Mencari Cara Bagaimana? Bagaimana? Dan Bagaimana? Mmmm… Karena Saya Itu Orangnya Sangat Cuek Walaupun Ga Lbanget Tapi Sering Jadi Rasanya Aneeeh Gitu.. Dan Kemudian Saya Menulis Tugas Tersebut Di Buku Agenda Tng Supaya Mengingatkan Saya Karena Kebetulan Saya Orangnya Lumayan Pelupa. Tapi Ketika Waktu Tugas Ini Selalu Menghantui Saya Setiap Waktu, Seakan Membebani Pundak Dan Merasuki Pikiran Saya.
Keesokan Harinya Saya Mencoba Melaksanakan Tugas Tersebut, Tubuh Dan Mata Saya Selalu Mengikuti Ibu Saya Kemana Pun Ia Pergi, Gereget Rasanya Pengen Bilang. Mau Bilang Maaf Saja Mulut Ini Sangat Enggan Untuk Mengeluarkan Kata Walaupun Hanya Kata Maaf Pada Saat Itu.
Hari Pertama Percobaan Telah Gagal, Karena Saya Mencari Waktu Yang Sangat Tepat. Waktu Di Mana Di Rumah Hanya Kita Berdua. Biar Tak Ada Yang Ganggu.
Hari Demi Hari Berlalu Dengan Tidak Membawakan Hasil. Entah Kenapa? Tapi, Di Hari Yang Tlah Berlalu Itu Saya Merasakan Sifat Yang Berubah Bagi Diri Saya Yang Tadinya Cuek, Di Situ Saya Belajar Untuk Sedikit Peka Pada Orang Lain. Karana Dimana Kita Menginginkan Orang Lain Untuk Peka, Pasti Orang Lain Juga Menginginkan Kita Untuk Peka.
Tepat Satu Munggu Setelah Itu, Hari Senin Pada Waktu Shalat Magrib Dilaksanakan Kebetulan Saya Dan Ibu Saya Sedang Halangan. Jadi, Saya Hanya Berdua Di Rumah. Dalam Hati Saya “Mungkin Ini Saat Yang Tepat Untuk Minta Maaf”. Perjuangan Ini Pun Di Mulai. Ketika Ibu Saya Ada Urusan Di Dapur Pada Saat Itu, Saya Memanggilnya Dengan Nada Sangat Pasrah. Saya Menyuruh Ibu Saya Duduk Di Depan Saya, Saya Sambil Memegang Kardus Kecil Clorofil Yang Masih Baru Dan Rapih Berbungkus Plastic Putih. Saya Tidak Langsung Ngomong Ke Ibu Saya Melainkan Saya Berfikir Dan Menyiapkan Diri Sembari Tangan Ini Merobek-Robekkan Plastic Kardus Kecil Tadi Sampai Robek Se Robek-Robeknya. Akhirnya Saya Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Ibu Saya Dan Sekatika Itu Pula Spontanitas Air Mata Ini Pun Jatuh, Lalu Ibu Saya Memeluk Saya Dan Memberikan Nasihat-Nasihat Kepada Saya. Ya..Sudahlah
Mohon maaf jikalau ada salah-salah kata
  
ZOHRATUN FIRDAUS



Fitri nurasih
“Mencari Ridha Orang Tua”

Terkadang kita meminta maaf kepada orang tua itu terasa sulit untuk mengungkapkan suatu perasaan yang sangat dalam. Disaat saya disuruh meminta maaf kepada orang tua saya merasa bingung, kenapa demikian? Karena saya bingung untuk mengungkapkan perasaan yang ada di hati saya ini. Terkadang meminta maaf itu susah susah gampang. Gampang nya itu hanya dimulut dan bisa diucapkan, dan susah nya atau sulitnya itu sulit diungkapkan dengan kata – kata. Saya setiap hari selalu berpikir bahwa bagaimana saya meminta maaf kepada orang tua?? dan lambat laut saya pun menemukan waktu yang tepat. saya pun memberanikan diri untuk meminta maaf, Dan akhirnya disitulah saya meminta maaf kepada orang tua saya. pada saat meminta maaf  perasaan saya pun menjadi tidak konsen seketika mungkin dikarenakan grogi, untung nya rasa grogi itu pun hilang. 

Dan Pada saat itu saya pun menceritakan semua kesalahan saya diantaranya ibu yang telah mengandung Sembilan bulan didalam perut ibu, ibu yang melahirkan kita, ibu yang mengasuh kita saat kita masih bayi, mengajarkan dari yang kita tidak tahu menjadi tahu, ayah yang selalu mencari nafkan untuk kepentingan keluarga nya, keperluan anak nya,  jika  ibu menyuruh membeli sesuatu di warung kadang saya bilang bentar mah tanggung lagi ngerjain tugas, meminta uang buat keperluan apapun yang menuruut saya dianggap penting, dan lain sebagainya. Disaat saya menceritakan beberapa kesalahan saya itu tidak kuat menahan air mata ini. 

Dan akhirnya air mata ini tidak nahan lagi sehingga saya menimbulkan menangis dan meminta maaf yang tulus kepada orang tua, dan mohon ridho ny. Orang tua saya pun diam sekejap mendengarkan semua permintaan maaf saya. dan orang tua pun menangis dan mengatakan bahwa “iya nak, sudah mamah dan bapa dimaafkan “ dan  ingat ya jangan sekali lagi membuat ksalah.dan saya pun menjawab “ iya mah pa saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi” dan saya pun bicara kepada orang tua saya “saya mohon ridho nya ya mah pa” orang tua saya pun menjawab “ iya mamah dan bapa diridhoi nak”. Dan akhirnya setelah saya meminta maaf perasaan dan hati saya itu merasa lega apa yang telah diungkapkan, yang selama ini sulit di ungkapkan. Setelah saya meminta maaf kepada orang tua saya saya pun jika kemana mana terasa selalu ada yang membimbing nya.

 Dan perasaan saya pun merasa tenang dan selalu berbuat baik dengan apa yang ada pada suasana itu. Dan disinilah saya mulai segala sesuatu dengan perilaku yang baik. Mengapa  Saya meminta ridho dari orang tua ?? karena saya ingat sebuah hadist yang menyatakan bahwa ridho Allah tergantung kepada ridho orang tua. dan saya pun harus berbuat baik kepada orang tua sebagaimana telah ada hadist nya tentang berbuat baiklah kepada orang tua yaitu “birrul walidain”.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...