Mencari
Ridho Orang Tua
Oleh
Irma Solihatun Naimah
Ini berawal dari tegas
pertemuan kedua acara ‘TNG’ dan tugasnya adalah meminta maaf kepada kedua orang
tua dengan tujuan setelah kami melihat tayangan slide sewaktu itu yang
memaparkan visi dan misi TNG, kami mampu menjadi generasi yang lebih baik lagi
serta mampu menjadi duta-duta ahmadi nantinya. Meminta maaf kepada orang tua
adaah kunci yang harus dapatkan untuk membuka pintu yang akan kami lalui dimasa
mendatang karena ridho orang tua adalah pemulus jalan kami meraih kesuksesan sebab
ridho Allah bersama ridho orang tua.
Diawal memang biasa
saja kerena sebelumnya irma tak menghiraukan soal apapun. Namun, baru pada keesokan
harinya irma merasakan ada sesuatu yang mengganjal sehingga membuat hati irma
menjadi tidak nyaman alias gegana (gelisah, galau dan merana). Lagi-lagi irma
tidak menghiraukan perasaan itu. Tapi karena hari ini full pelajaran akuntansi 3
siklus setelah olahraga dan irma harus mengahadapi guru yang paling galak.
Dikelas tiba-tiba mood irma menjadi buruk dengen seketikanya, padahal biasanya
irma paling suka dengan hari selasa karena harus berpusing-pusing ria bersama
teman-teman pada pelajaran ini setelah cape dari lapangan. Ternyata kali ini
rusaknya mood irma menjadikan irma serasa kenyang bahkan mual karena harus menyelesaikan
3 siklus akuntansi lebih cepat dari kelas XII pada 6 pelajaran.
Akhirnya bel pulang
berbunyi pada pukul 14:30 WIB dan inilah waktu yang di tunggu oleh semua siswa
dan siswi SMKN 2 Kuningan. Tidak untuk
Irma Solihatun Naimah karena harus mengikuti Rakor MPK-OSIS. Mood irma pun
semakin buruk saja karena rakor ini berlangsung hingga berjam-jam oleh debat
antara MPK dan OSIS yang tidak kunjung padam. Karena hari semakin sore, irma
mengusulkan kepada ketum dan moderato untuk menunda perdebatan hingga esok
hari. Keluar dari gerbang sekolah, seperti biasa irma berjalan cukup jauh lurus
ke arang timur mencari angkutan umum sambil menggerutu. Lebih satu jam irma
berdiri menunggu bersama seorang teman di pinggr jalan. Karena adzan magrib
sudah berkumandang, seperti kata pepatah tak ada rotan akar pun jadi, pilihan
terakhir tak ada elp maka bus tasik pun ditumpangi. Namun betapa kurang
beruntungnya irma menaiki bus yang penuh sesak penumpang dan harus berdiri di
perjalanan sampe kedesa. Lebih geramnya lagi begitu sampai dirumah tidak ada
siapa-siapa tanpa pesan dengan pintu terkunci dan tidak tahu kuncinya dimana.
Dan hari selasa berakhir dengan tidur malam yang nyenyak di rumah nenek.
Hari rabu dan kams pun
berlalu dengan mood irma yang semakin hari semakin memburuk. Lalu pada hari
jum’at sore sepulang dari eskul, irma bercerita kepada seorang teman yang irma
anggap a mampu membantu irma memecahkan teka-teki ini dan berakhir pada solusi
yang memberikan jalan keluar terbaik. Selidik punya selidik ternyata ini adalah
dampak belum meminta maaf kepada orang tua kemudian teman irma itu berkata “Apa
sih susahna minta maaf saja atas semua kesalahan yang kamu laukan terhadaporang
tua mu? Toh mereka orang baik-baik dan bukan singa yangakan menerkammu”. Lalu
irma terdiam sejenak teman irma emudian melanjutkan pembicaraannya “jika kam
tak ampu , maka berpura-pura lah, melakukan itu semua, toh hanya disuruh
meminta maaf? Artis saja mampu berpura-pura karena terbiasa”. Irma merenung
mungkin perkataan dari teman irma ini ada benarnya juga.setelah isya, irma
menyuun skenario dan mencari moment yang tepat. Dan moment itu pun irma
dapatkan , irma memuai percakapan dengan berbasa-basi namun ternyata respon
yang irma dapatkan dari mamah ternyata sangat buruk dan itu rasa sangat sakit. Irma hana bisa manangis
tersedu-sedu dikamar.
Keesokanhariya saat
berpamitan biasanya mamah berkata “hati-hati” tapi kata pertama yang irma dengar
adalah kata “maaf” dari mulut mamah. Dan irmapun minta maaf. Karena waktu tetap
berjalan dan hari semkin siang, bergegaslah irma pergi keskolah ditemani
cucuran air ata sepanjang jalan dan perasaan yang lega.
Setengah ari perjalanan tugas meminta maaf keada orang
tua telah di lalui. Sulit dan pahitnya pun telah dirasakan, namun keyakinan
akan berbuah manis pun tetap kuat. Tinggal meminta maaf kepada ayah.
Kurangnya kedekatan
dengan ayah yang menjadi kendala yang cukup besar. Tapi insya allah dapat
dilaluai dan alhamdulillah mendapat respon yang baik dari ayah waaupun hanya di
telepon. Pada saat kemarin ayah datang, kata maaf pun langsung terucap. Dan
selesailah tugas ini. Alhamdulillah.
Mencari
keridoan orang tua
Oleh
Azrin Abdussalam
Waktu
itu,Saya,diki dan hafiz (dadan) sedang berolahraga yaitu lari sore.Sambil lari
saya bertanya kepada diki dan hafiz (dadan) tentang tugas ‘ TNG ’ yang
diberikan oleh bpk.mubaligh buldan. ’’diki,dadan kamu sudah minta maaf belum
sama kedua orang tua’’kata saya.’’Belum zrin’’kata mereka.setelah lari saya
langsung pulang. dan tiba di rumah itu pasnya sedang adzan maghrib,karena saya
masih lelah dan banyak keringat,saya berdiam diri sambil menghilangkan lelah
dan mengkeringkan keringat yang ada di tubuh.karena sudah terlambat untuk
kemesjid saya putuskan untuk sholat dirumah sendiri(munfarid).pas nya itu ibu
sedang libur(haid).setelah saya menghilangkan rasa lelah dan mengkering kan
keringat,saya langung pergi mandi,wudhu,lalu shalat maghrib sendiri
(munfarid).dalam shalat saya berdo’a kepada allah agar di berikan kemudahan
untuk meminta maaf.sesudah shalat maghrib ,saya mencoba mendekati ibu saya yang
sedang melihat tv untuk meminta maaf,pas sudah dekat saya ragu dan susah untuk
meminta maaf ,dan setelah itu saya pergi kedapur dan minum sambil menenangkan
diri,setelah menenangkan diri saya balik lagi keruang keluarga dan mencobanya
kembali meminta maaf,setelah keruang keluarga saya melihat ibu saya sedang
duduk dikursi sambil pegang kaki katanya kakinya pegel habis bantu-bantu
dirumah saudara yang lagi hajatan.dan saya hanya melihatnya saja.dan ketika
saya mau meminta maaf kepada ibu saya,susah untuk bicara ,malu (karena saya itu
jarang minta maaf),dan ibu pun pergi untuk mandi. Setelah saya bersiap-siap
untuk ‘ TNG’ dan ibu saya mau keluar kerumah kakek,lalu saya
panggil”mah”.”kenapa” kata mamah.”mah saya minta maaf saya sudah banyak salah
,saya sudah ngebentak mamah,berbohong,ya semua salahlah”(sambil nangis).lalu
mamah pun ikut nangis”ia,mamah maafin jangan ulangi perbuatan yang salah,dan
juga mamah marah itu karena mamah sayang” kata mamah.dan saya juga dido’akan
supaya saya jadi anak yang sholeh dan berguna buat jemaat,aminn.dan waktu adzan
isya saya bergegas pergi kemesjid annur dan menjadi THE NEXT GENERATION
SEUNTAI KATA “MAAF” UNTUK ORANG
TUA Oleh
Nurini Bashari Putri
Maaf adalah kata yang paling indah,
maaf adalah kata yang mampu menghapus kesalahan yang ada. Dan maaf adalah satu
kata memohon ampunan, namun terkadang kata maaf saja tak pernah berarti apa-apa
bagi orang yang yang tak mengerti apa arti maaf sesungguhnya.
Pertama kali aku bergabung dengan
The Next Generation ‘TNG’ banyak sekali perubahan yang ku alami, dan orang
tuaku begitu mendukung dengan kegiatan ini. Semua yang ku jalani untuk TNG selalu
aku sambut dengan senang hati dan ikhlas, hingga aku berjanji dalam hati apa
pun itu seberat apa pun itu demi kebaikan dan jemaat akan aku lakukan. Hingga
akhirnya peserta TNG pun diberikan satu pekerjaan yang begitu berat menurut aku
pribadi. Meminta maaf pada orang tua, ketika pa mubalig wilayah memberikan PR
itu pada kami, dalam hati aku langsung berkata, “Tuhan, mampukah aku untuk
melakukan hal tersebut???..”. Karena aku
tak tahu bagaimana caranya untuk mengatakan maaf pada orangtua ku sendiri,
padahal begitu mudah aku mengatakan maaf pada sahabat dan teman-teman terdekat
ku. Ingin rasanya aku menyerah saja namun aku bukanlah seorang pengecut yang
lari dari masalah.
Sepulang dari TNG, aku tidak mengatakan
apa pun pada ibuku, karena aku masih belum siap untuk tugas yang diberikan, ku
putuskan untuk langsung tidur tanpa banyak biacara malam itu. Esok harinya
setelah shalat subuh aku mulai berpikir apa langkah utama ku untuk meminta maaf
pada orangtua ku. Beberapa hari telah ku lewati, tapi hati ini belum juga
tergerak,mulut ini masih diam membisu dan lidah ini masih sulit untuk
mengatakan maaf. Sempat aku meneteskan air mata saat aku berdiri di depan kaca,
mengapa aku begitu sulit untuk meminta maaf. Aku selalu mencari waktu yang
tepat untuk mengatakan ini.
Hingga hari jum’at tiba, saat itu
ibuku berangkat ke mesjid untuk shalat jum’at. Dan kebetulan yang menjadi
khotib saat itu adalah Mubalig wilayah, dan isi khotbahnya pun tentang meminta
maaf pada orang tua. Setelah sepulang dari shalat jum’at, tiba-tiba ada anak
dari nenek ku datang ke rumah untuk meminta maaf dan memncuci kaki nenek ku.
Hatiku hancur dan sedih ketika melihat pemandangan itu. Air mata tak tertahan
oleh ku hingga aku ke kamar menumpahkan semua penyesalanku. Mengapa begitu
sulit untuk mengatakan maaf saja, hingga akhirnya ibuku pun menanyakan padaku “
dikasih PR apa put sama pa mubalig??” dan aku pun hanya diam karena aku tak
tahu harus menjawab apa.
Hari menjelang sore, dan pada saat yang sama pula hujan mulai turun.
Aku langsung menuju kamar ibuku dan aku pun mengatakan kalau aku ingin
mengataka sesuatu,tak lupa aku ajak pula adik ku, agar dia pun bisa memahami.
Hingga kata maaf itu terucap dari mulut ku, hati ini sungguh sedih dan
menyesal. Begitu banyak kesalahan dan dosa yang ku lakukan pada ibuku.
Kini aku mngerti, bahwa dengan
memohon maaf pada orang tua adalah kunci untuk mendapatka ridho Sang Illahi
Robbi. Semoga Allah swt selalu memberikan ridhonya untuk ku dan keluargaku.
Aamiin.
This
is my story_
Mencari
Ridho Orang Tua
Suatu
hari ketika saya hendak pergi ‘TNG’ , saya teringat akan tugas yang diembankan
kepada saya, yaitu meminta maaf kepada Orang Tua. Walaupun sulit tetapi dengan
tekad dan niat yang kuat akhirnya saya pun bisa. Singkatnya begini percakapan
saya dengan Ibunda tercinta.
SAYA : “Mah, Dadan mau pergi ‘TNG’
dulu yaa??, mah maafin Dadan yaa, Dadan sering buat salah, ridhokan dadan
mahh,.,.”
IBU : “dihh kenapa :-/ ??, ouh iyah
atuh sok berangkat”
SAYA : “Assalamu’alaikum” (sambil
mencium tangan sang Ibunda)
IBU : “Wa’alaikumsallam”
Biasanya saya meminta maaf pada
oaring tua itu pada saat lebaran saja. Tidak mudah mencari Ridho Orang Tua,
tapi setelah mencobanya ada yang saya dapatkan, yaitu suatu nikmat yang luar
biasa, tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
HAFIZ
HAMDANI
Pengalaman
Saat Minta Maaf Pada Orang Tua
Awal Bulan Mei Tepatnya Pada Tanggal 1 Mei 2014 Adalah
Awal Bulan Yang Penuh Kenikmatan. Mau Tau Kenapa? Ya Ini Dia Ceritanya Check
This Out
Bismillahirrahmanirrahim
Suatu Malam Pada Pukul 20.15 WIB Tepatnya Di Runag
Keluarga Saya Dan Orang Tua Saya Berbincang-Bincang Membicarakan Tentang
Cita-Cita Saya Dan Sekolah Saya. Nah, Pada Saat Itu Saya Inget Bahwa Saya Punya
PR Minta Maaf Pada Sang Orang Tua Tercinta, Haha :D Trus Awalnya Basa-Basi Dulu
Dengan Kata-Kata Pembukaan (Jiaaah Pembukaan Pidato Keles :D). Setelah
Basa-Basi Saya Bicara Bahwa Say Meminta Restupada Orang Tua Saya Untuk
Mengikuti Program TNG Dan Untuk Berkhidmat Untuk Jemaat. Sebelum Itu Saya Sudah
Menjalaskantentang TNG Pada Orang Tua Saya.
Papah Pun Berbicara “Muhun Neng, Bapa Sareng Mamah
Pasti Ngarestuan, Mudah-Mudahan Nina The Bisa Berkhidmat Di Jemaat Teu Ayeuna
Wae, Tapi Kedah Sampe Sepuh” Saya Pun Menjawab “Aamiin” J (Tapi Bikan Tukang Baso Yaaa:D)
Setelah Itu Saya Minta Maaf Pada Orang Tua Saya,
Memang Sih Yang Namanya Mengucapkan Kata Maaf Rasanya Susah.. Terus Perasaan
Campur Aduk Ada Rasa Malu Pokonua Gitu Deh, Tapi Mau Tak Mau Saya Ucapkan
Kata-Kata Itu Sambil Menangis, Saya Cium Tangan Orang Tua Saya (Suasana Pun
Berubah Haru Tapi Penuh Kenukmatan)
Saya Minta Maaf Dengan Penuh Penyesalan, Karena
Mungkin Saya Punya Banyak Salah Sama Orang Tua Saya. Setelah Saya Minta Maaf
Bapak Saya Nanya “Nin, Aya Naon Teu
Biasa Na Nina Tiba-Tiba Minta Maaf” Trus Saya Menjawab “Nina Di Suruh Sama Bapak.
Buldan Minta Maaf Sama Orang Tua”. Kata Bapak Saya, Saya Itu Minta Maaf Jangan
Hanya Di Suruh Tapi Niat Di Hati Juga Untuk Berubah Jadi Lebih Baik J
Mamah Saya Pun Berbicara “Nin,Teu Usah Minta Maaaf,
Mamah Ah Tos Maafkeun Nina, Jadi Nina Teu Gaduh Salah Deui” (Haduuuh.. Semakin
Nangis AjaL #Terharu. Pesan Dari
Orang Tua Saya “Nin,Namun Tos Masuk Organisasi Naon Wae, Nina Kudu Taat
Turutkeun Naon Anu Di Perintahkeun”. Itu Pesan Yang Tidak Saya Lupakan Dan Akan
Selalu Di Ingat.
Jadi, Intinya Minta Maaf
Sama Orang Tua Itu Punya Kenikmatan Tersendiri Untuk Diri Kita Sendiri. Hati
Milai Tenang Dan Sekarang Pun Jadi Lebih Terbuka Dengan Orang Tua Terutama
Dengan Mamah.
Nah, Makanya Tanggal 1 Mei Itu Awal Bulan Yang Penuh
Kenikmatan. Mungkin Di Ceritakan Sanpai Sekarang Bisa Panjang*Lebar*Tinggi.. Eh
Luas Persegi Panjang.
Ini Pengalamanku J Mana Pengalamanmu???
NINA MULYATUN NISA
PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
Awal ketika saya ingin meminta maaf, saya merasa malu memikirkan
apa yang sudah saya perbuat kepada orang tua saya, saya sering melakukan
kesalahan, berbohong, melawan, dan minta uang, hari pertama gagal karena di
penuhi dengan rasa malu dan ragu, dan esok empat hari kedepannyapun seperti
itu.
Dan dihari ini hari
sabtu saya mencoba memberanikan diri, untuk meminta maaf kepada orang tua..
orang tuaku pun curiga kenapa anak saya akhir-akhir ini berubah, misalkan aku
selalu malas, sekarang sedikit rajin,
Ibuku pun bertanya, fani kenapa kamu bersikap yang bagus
akhir-akhir ini, aku pun menjawab dengan penuh rasa malu, anu mah,, dan hari
ini pun gagal lagii.
Di hari ini aku pun
optimis untuk meminta maaf, saat ibuku sedang menyetrika pakaian aku
menghampiri nya, belum sekata pun aku berucap, ibuku langsung marah-marah
karena mengganggu ibuku yang sedang
sibuk. Aku bilang, bu aku minta maaf selama ini aku banyak salah pada ibu, ibuku
langsung tersenyum mendengar itu dan berkata, sebelum fani minta maaf, ibu
sudah memaafkan, aku berterima kasih kepada orng tuaku yang telah lama mengurus
ku..
Fani
nurdiansah
Assalamualaikum.wr.wb.
Namaku Nazira Nova Rizki Qudus, aku
lahir di kuningan, 01 Nov 1998. Aku lahir dari keluarga yang mengerti dan taat
agama. Aku bangga karena sejak kecil aku di ajar untuk menjadi seorang anak
yang solehah dan taat pada agama. Namun, sebagai manusia biasa aku juga sering
melakukan kesalahan dan terkadang melawati batas. Pernah terpikir untuk meminta
maaf kepada orang tuaku tapi rasa malu dan takut terkadang timbul di pikiranku,
menggoyahkan tekadku yang sudak bulat untuk memimta maaf kepada mereka. Sehigga
niatku untuk meminta maaf kepada mereka sempat terhapus.
Tidak lama ini aku ikut kegiatan ‘TNG’
the next generation yang diadakan oleh mubaligh di daerah ku. Bersama ke-39
orang lain nya. Pa mubaligh menasihati kami dan menyuruh kami semua untuk
meminta maaf kepada orang tua. Aku tak tahu apa aku harus senang atau sedih
karena takut. Rasanya terlalu banyak kesalahan ku pada mereka.
Hari itu, setelah kegiatan ‘TNG’
selesai, sekitar jam 09.00 malam aku memberanikan diri untuk menghampiri ayah
dan ibuku. Rasanya berat untuk mengatakan semuanya. Tapi aku terus memberanikan
diri untuk mengatakanya. Dengan sangat berat aku berkata “mah, maafin kesalahan
nova ya, baik yg kecil maupun yang besar. Nova tau apa yang nova lakukan ngga
selalu baik dan kadang bikin mamah kesel dan marah, nova tau ngga mudah buat
bisa jadi orang baik, tapi nova akan berusaha.”. lalu mamah jawab gini “ mamah
mah udah maafin nova dari dulu, manamungkin seorang ibu tidak memaafkan anaknya
senidiri. Bagaimanapun juga nova anak mamah, jadi kalo nova salah pasti mamah
marah. Mamah marah bukan karena mamah kesal, tapi karena mamah sayang. Mamah
juga pengen nova tuh bisa jadi orang yg berguna bagi Ahmadiyah, jangan
kecewakan keluarga, jangan kecewakan orang-orang yang sayang sama nova, nova
harus bisa tunjukan kalo nova juga bisa jadi yang terbaik”.
Lalu aku jawab “iya nova juga tau, nova
banyak salah semoga nova bisa jadi yang terbaiki buat mamah, buat keluarga,
buat orang-orang yang nova sayang. Nova minta ridho juga dari mamah, semoga
nova jadi orang sukses dan bisa menjaga nama baik dirisendiri dan Ahmadiyah.
Smoga di setiap langkah nova selalu ada ridho mamah.” Lalu mamah jawab lagi “
iya mamah ridhoin nova biar jadi orang yang berguna buat orang lain, semoga di
berkahi oleh Allah, di mudahkan rezeki nya sama Allah, diberi kesehatan selalu
sama Allah”. Rasanya saat itu juga tak terasa air mata sudah mengalir membasahi
pipi ini. Hati ini seraya mengucap syukur karena saat ini bisa meminta maaf
kepada orang tuaku dan bisa mendapat ridho mereka.
Jujur, Hati ini terasa lega dan tenang.
Aku terus saja menangis dan memeluk ibuku.terimakasih Tuhan, semoga dengan aku
mminta maaf kpd orang tua ku saat itu pula kau bisa memaafkanku.sekian.
Wassalamualaikum.wr.wb
PERMINTAAN
MAAF KEPADA ORANG TUA
Pada hari senin sekitar tanggal 12 mei jam 1
siang, saya sudah mempunyai niat mau minta maaf ke mamah,tapi niat itu gagal
karena saat itu ,ya...saya masih grogi
belum punya nyali/keberanian ngomong langsung secara ga ada angin,ga ada hujan
langsung ngomong minta maaf aja gitu,emang saya kalo mau minta maaf saya harus
buat kesalahan dulu pas saat itunya.terpaksa hari pertama gagal mau minta maaf
Sekitar selang 3 hari saya coba lagi mau
ngomong minta maaf,mumpung mamah lagi duduk santai disofa lagi ga ada kerjaan
didapur,saya nyamper ke mamah pertama nya Cuma ngajak ngobrol aja biar kesana
nya gampang ngomong minta maaf ,setelah beberapa menit duduk disana udah
ngomong tapi ga kedengeran suaranya sama mamah,emang suaranya juga kecil ,ya
langsung mamah tuh nanya balik tadi ngomong apa tapi saya tidak ngulangin
perkataan yang tadi malah dialihkan pembicaraannya ke yang lain,udah hari itu
juga ga jadi diterusin ngomongnya.
Besoknya saya udah niatin aja karena udah lama
juga ditunda-tunda,sekitar jam 5 sore lebih saya lagi nonton tv trus untungnya
mamah nyamperin ,pas itu mumpung mamah minta dipijitin kakinya sambil ngobrol
juga,pertamanya mamah nanya gimana prestasi disekolah,saya jawab biasa aja kaya
tahun lalu mungkin sekarang udah ada peningkatannya sedikit,setelah nanya mamah
langsung diem tinggal saya yang ngomong mumpung ada kesempatan,langsung to the point
saya ngomong minta kemarin-kemarin udah buat salah,udah berani
berbohong,ngelawan atau yang lainnya.Mamah senyum aja udah ngomong,mamah jawab
gini iya udah dimaafin ,sebelum ngomong
langsung juga mamah selalu doain saya semoga jadi anak yang
sholeh,baik,taat aturan agama/jemaat ,sama saya amin dalam hati.Otomatis hati udah
plong kaya tidak ada beban, udah..selesai
Nama:Hanif
muhamad sholeh
MINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
Waktu pukul 05.10 pagi yang lalu.
Ketika suasana hening dan kedua orng tua lagi duduk santai berdua. Pada saat
itulah saya memohon ridho kepada orang tua dan memohon maaf atas perilaku saya
yang selama ini melawan kepada orang tua. Tetapi sebelum saya minta maaf saya
kebingungan mau bilang apa kepada orang tua dan saya terus berpikir dikamar
saya sambil dag-dig-dug keras jantung saya karna belum biasanya saya kaya gini
memohon maaf kepada orang tua pada hari-hari biasanya. Biasanya saya mohon maaf
kepada orang tua pas hari lebaran saja bersama kakak dan adik saya, sambil
duduk kedua orang tua saya, saya bersama kakak dan adik saya disana bilang dan
mohon maaf atas segala perilaku saya yang buruk, melawan kepada orang tua, dan
belum dapat menjadi anak yang shaleh dan berguna bagi orang tua dan selalu
membuat ayah dan ibu saya sakit hati terus karna kita. Dan disana saya
benar-benar mohon maaf kepada orang tua sambil menangis atas perilaku yang
selama ini membuat ayah dan ibu sakit hati disana dan saya benar-benar mersakan
sedih yang luar biasa ketika saya mendengar tangisan orang tua ketika saya
mohon maaf kepada orang tua dan pada saat itu juga saya merasakan nikmat ketika
sudah minta maaf ke orang tua terasa beban hilang. Bener apa yang dikatakan pa
mubalig bahwa “ridho allah swt tergantung pada ridho orang tua”.
Akhirnya saya keluar dari kamar dan
beranikan diri untuk mohon maaf walupun dag-dig-dug keras jantung saya karna gk
biasanya saya mohon maaf pada ha-hari biasa. Pada saat saya mohon maaf, saya
bilang kepada orang tua “ mah kiki
hampura tos ngalawan wae kasimamah sareng sibapa” sambil sungkem tangan.
Tetapi pada saat itu malah orang tua saya tertawa katanya “ Tos-tos ke wae aya
waktuna ke bada” tapi kata saya “ mah pa ari menta hampura teh lain bada wae,
ayeunage tiasa” kata orang tua “ tos-tos
ke wae”. Yaudah saya langsung keluar dan mengantar ayah saya ke lolongkrang
yang mau berangkat ke jakarta. Tetapi sebelum saya sampai ke lolongkrang
dijalan sambil naik motor ayah sayah bicara ke saya katanya ”ki bantuan simamah
ulah ngalawan wae jadi anak nu shaleh” kata saya “ muhun pa “ udah itu sampai
kelolongkrang naik mobil ayah sayahnya dan saya kembali lagi kerumah dan mulai
aktivitas kembali.
DIKY ABUBAKAR SIDIQ
PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG
TUA
Awal
saya memintamaaf kepada orang tua saya, awalnya deg-degan, ragu untuk
mengungkapkan ini, hari pertama hari kamis saya menghampiri orang tua saya, ibu
pun berkata, ada apa dik,anu bu, saya ingin jajan, ibuku pun berkata, diki kamu
mah jajan terus, aku pun langsung main, esok harinya pun aku mulai percaya
diri, aku menghampiri ibuku yang sedang menonton tv diruang tv.
Disaat itupun aku berkata, tolong
maafkan diki yang selama ini berbuat yang tidak baik, bertutur kata yang tidak
sopan, tolong maafkan saya bu.
Ibukupun menjawab iya ibu maafkan
diki, semoga diki kedepan nya jadi anak yang soleh, dan berbakti kepada orang
tua, amin.
Diky
kurniawan
Perjuangan Mencari
Ridho Orang Tua
Cerita Ini Bermula Pada Hari Senin Tanggal 21 April
2014 Lebih Tepatnya, Pada Saat Itu, Ketika Tng Pada Pertemuan Kedua Itu Pun Di
Selenggarakan. Dan Ketika Itu Bpk. Mubaligh Buldan Mengambil Tema “ Memahami
Siapa Diri Kita Sebenarnya”. Di Tengah-Tengah Pembicaraan Bpk. Mubaligh Tentang
Tema Tersebut, Beliau Pun Memberi Tugas Kepada Kita Sebagai Peserta Tng Yaitu
“Meminta Maaf Kepada Orang Tua”. Sejenak, Ketika Di Beri Tugas Itu Pikiran
Menjadi Ricuh Tak Beraturan Karena Sangking Banyaknya Akal Ini Mencari Cara
Bagaimana? Bagaimana? Dan Bagaimana? Mmmm… Karena Saya Itu Orangnya Sangat Cuek
Walaupun Ga Lbanget Tapi Sering Jadi Rasanya Aneeeh Gitu.. Dan Kemudian Saya
Menulis Tugas Tersebut Di Buku Agenda Tng Supaya Mengingatkan Saya Karena
Kebetulan Saya Orangnya Lumayan Pelupa. Tapi Ketika Waktu Tugas Ini Selalu
Menghantui Saya Setiap Waktu, Seakan Membebani Pundak Dan Merasuki Pikiran
Saya.
Keesokan Harinya Saya Mencoba Melaksanakan Tugas
Tersebut, Tubuh Dan Mata Saya Selalu Mengikuti Ibu Saya Kemana Pun Ia Pergi,
Gereget Rasanya Pengen Bilang. Mau Bilang Maaf Saja Mulut Ini Sangat Enggan
Untuk Mengeluarkan Kata Walaupun Hanya Kata Maaf Pada Saat Itu.
Hari Pertama Percobaan Telah Gagal, Karena Saya
Mencari Waktu Yang Sangat Tepat. Waktu Di Mana Di Rumah Hanya Kita Berdua. Biar
Tak Ada Yang Ganggu.
Hari Demi Hari Berlalu Dengan Tidak Membawakan Hasil.
Entah Kenapa? Tapi, Di Hari Yang Tlah Berlalu Itu Saya Merasakan Sifat Yang
Berubah Bagi Diri Saya Yang Tadinya Cuek, Di Situ Saya Belajar Untuk Sedikit
Peka Pada Orang Lain. Karana Dimana Kita Menginginkan Orang Lain Untuk Peka,
Pasti Orang Lain Juga Menginginkan Kita Untuk Peka.
Tepat Satu Munggu Setelah Itu, Hari Senin Pada Waktu
Shalat Magrib Dilaksanakan Kebetulan Saya Dan Ibu Saya Sedang Halangan. Jadi,
Saya Hanya Berdua Di Rumah. Dalam Hati Saya “Mungkin Ini Saat Yang Tepat Untuk
Minta Maaf”. Perjuangan Ini Pun Di Mulai. Ketika Ibu Saya Ada Urusan Di Dapur
Pada Saat Itu, Saya Memanggilnya Dengan Nada Sangat Pasrah. Saya Menyuruh Ibu
Saya Duduk Di Depan Saya, Saya Sambil Memegang Kardus Kecil Clorofil Yang Masih
Baru Dan Rapih Berbungkus Plastic Putih. Saya Tidak Langsung Ngomong Ke Ibu
Saya Melainkan Saya Berfikir Dan Menyiapkan Diri Sembari Tangan Ini Merobek-Robekkan
Plastic Kardus Kecil Tadi Sampai Robek Se Robek-Robeknya. Akhirnya Saya
Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Ibu Saya Dan Sekatika Itu Pula Spontanitas
Air Mata Ini Pun Jatuh, Lalu Ibu Saya Memeluk Saya Dan Memberikan
Nasihat-Nasihat Kepada Saya. Ya..Sudahlah☺
Mohon maaf jikalau ada salah-salah kata☺
ZOHRATUN FIRDAUS
Fitri nurasih
“Mencari Ridha Orang Tua”
Terkadang kita meminta maaf kepada orang
tua itu terasa sulit untuk mengungkapkan suatu perasaan yang sangat dalam.
Disaat saya disuruh meminta maaf kepada orang tua saya merasa bingung, kenapa
demikian? Karena saya bingung untuk mengungkapkan perasaan yang ada di hati
saya ini. Terkadang meminta maaf itu susah susah gampang. Gampang nya itu hanya
dimulut dan bisa diucapkan, dan susah nya atau sulitnya itu sulit diungkapkan
dengan kata – kata. Saya setiap hari selalu berpikir bahwa bagaimana saya
meminta maaf kepada orang tua?? dan lambat laut saya pun menemukan waktu yang
tepat. saya pun memberanikan diri untuk meminta maaf, Dan akhirnya disitulah
saya meminta maaf kepada orang tua saya. pada saat meminta maaf perasaan saya pun menjadi tidak konsen
seketika mungkin dikarenakan grogi, untung nya rasa grogi itu pun hilang.
Dan Pada
saat itu saya pun menceritakan semua kesalahan saya diantaranya ibu yang telah
mengandung Sembilan bulan didalam perut ibu, ibu yang melahirkan kita, ibu yang
mengasuh kita saat kita masih bayi, mengajarkan dari yang kita tidak tahu
menjadi tahu, ayah yang selalu mencari nafkan untuk kepentingan keluarga nya,
keperluan anak nya, jika ibu menyuruh membeli sesuatu di warung kadang
saya bilang bentar mah tanggung lagi ngerjain tugas, meminta uang buat
keperluan apapun yang menuruut saya dianggap penting, dan lain sebagainya.
Disaat saya menceritakan beberapa kesalahan saya itu tidak kuat menahan air
mata ini.
Dan akhirnya air mata ini tidak nahan lagi sehingga saya menimbulkan
menangis dan meminta maaf yang tulus kepada orang tua, dan mohon ridho ny.
Orang tua saya pun diam sekejap mendengarkan semua permintaan maaf saya. dan
orang tua pun menangis dan mengatakan bahwa “iya nak, sudah mamah dan bapa
dimaafkan “ dan ingat ya jangan sekali
lagi membuat ksalah.dan saya pun menjawab “ iya mah pa saya berjanji tidak akan
mengulangi kesalahan itu lagi” dan saya pun bicara kepada orang tua saya “saya
mohon ridho nya ya mah pa” orang tua saya pun menjawab “ iya mamah dan bapa
diridhoi nak”. Dan akhirnya setelah saya meminta maaf perasaan dan hati saya
itu merasa lega apa yang telah diungkapkan, yang selama ini sulit di ungkapkan.
Setelah saya meminta maaf kepada orang tua saya saya pun jika kemana mana
terasa selalu ada yang membimbing nya.
Dan perasaan saya pun merasa tenang dan
selalu berbuat baik dengan apa yang ada pada suasana itu. Dan disinilah saya
mulai segala sesuatu dengan perilaku yang baik. Mengapa Saya meminta ridho dari orang tua ?? karena
saya ingat sebuah hadist yang menyatakan bahwa ridho Allah tergantung kepada
ridho orang tua. dan saya pun harus berbuat baik kepada orang tua sebagaimana
telah ada hadist nya tentang berbuat baiklah kepada orang tua yaitu “birrul
walidain”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar