Rabu, 09 Juli 2014

BEBERAPA KISAH NYATA MINTA MAAF "TNG"

1. Terkenang, mengenang, dan selalu dikenang
Created By : Zorra Parwina


Pernah punya kenangan ? pasti dong. Pernah punya kenangan yang berkesan ? wajib punya. Karena kenangan sebagian dari iman, eh maksud nya sebagian dari hidup kita. Pada kenyataan nya kenangan menjadi sebuah bukti nyata suatu kejadian yang terekam diingatan kita, baik itu kenangan yang indah, sedih, atau bahkan berbentuk abstrak, dan tentu nya setiap manusia akan mengalami suatu kejadian yang nanti nya mereka akan sebut kenangan dan salah satu nya yang merasakan itu adalah aku.
Saya adalah orang yang punya banyak kenangan. Salah satu kenangan yang berkesan dan cukup menguras tenaga, waktu, dan fikiran (Oke, ini lebay). Kenangan itu adalah ketika saya mendapat tugas meminta maaf kepada kedua orang tua. Ketika mendengar tugas itu saya hanya mengangguk tanda sok mengerti, tersenyum “Ah, ini sih gampang” batin saya. Namun, kenyataan nya pembuktian tidak segampang ucapan, mungkin hal ini yang bisa digamparkan saat tugas ini akan saya lakukan.
Tepat ditanggal 22 April 2014 aku mulai menyusun rencana prosesi minta maaf, ya istilah keren nya mengonsep lah supaya prosesi nya lebih dramatis dan pasti nya makna dari tugas ini benar-benar tersampaikan. Jadilah aku berencana meminta maaf jam 3 atau lebih dari itu tapi masih dalam suasana pagi. Kenapa ? karena suasana pagi cukup tenang, dan yah setidak nya tidak akan banyak orang yang mengetahui.
Dan setelah konsep yang tidak terlalu jelas itu, alhasil tiap jam 3 pagi aku bangun dan selalu nengok kamar ibu cuman buat lihat sikon yang ada. Kalau ibu buka pintu kamar aku selalu langsung berlari kekamar, karena nyata nya aku belum punya keberanian untuk meminta maaf.
Galau.. galau.. galau, dan puncak galau itu terjadi dihari jum’at. Entah ada angin apa pas lagi jumatan yang ngebuat ibu-ibu manislor gempar soal berita minta maaf itu, padahal niat mau kasih kejutan yang special eh malah jadi sial.
Di Jum’at malam ini, banyak keluarga yang berkumpul dirumah termasuk ibu nya kembar (wa eti, read) dan yang mereka obrolin soal tugas itu dan ternyata si kembar udah ngerjain tugas itu lebih dulu dan alhasil ibu bilang “Ko si wina belum minta maaf ?”. aduh jlebb, aku yang mendengar nya hanya diam sambil senyum. Diam terus pura-pura tidur di kamar J.
Dan setelah kejadian itu bener-bener ngerasa ngga enak ke ibu, dan besok nya setelah subuh dan sebelum mandi aku langsung minta maf ke ibu. Hmm.. cukup terharu, tapi mungkin kurang seru karena rencana nya udah gagal diawal. Ibu nangis, aku ? ya jangan ditanya, wong sebelum minta maaf juga udah nangis. Dan ini kata-kata ibu yang cukup menyentuh :
“Iya, sebelum wina minta maaf, mamah pasti udah maafin. Mamah selalu berdoa yang terbaik buat wina, buat masa depan wina. Yaa mudah-mudahan wina jadi anak shalehah dan apa yang menurut wina paling baik mamah pasti selalu dukung”. 


Zorra’s POV
Apa meminta maaf ke orang tua itu susah ? jawaban nya iya, klo ngga percaya sok atuh dicoba. Tapi inget jangan pernah coba-coba kalau mau minta maaf sama orang tua karena mereka bukan barang percobaan. Satu pesan : segerelah minta maaf ke kedua orang tua selagi mereka masih ada didunia, selagi mereka masih bisa membagi kasih sayang nya, dan selagi ada yang selalu mencintai kita disetiap nafas kehidupan saat ini.Percayalah ridho allah ada dalam ridho orang tua, dan ridho orang tua sellau mengantarkan kita pada setiap kesuksesan dalam hidup.

2. TANGISAN 
Nama saya Umul Qodriyah saya terbiasa di panggil dengan sebutan Riyah, saya anak ke lima dari empat bersaudara J mengapa empat karena kaka saya telah meninggal sebelum saya lahir, banyak yang bilang bahwa saya lahir menggantikan meninggalnya kaka saya hehe J
Awalnya saya merasa gugup untuk mememinta maaf kepada ibu sendiri,entah karena apa mungkin karena terlalu banyak dosa saya kepada ibu saya. Siang itu saya berada di rumah dan ibu saya sedang menjahit karena rutinitas ibu saya memang penjahit, saya mendekati ibu saya dan duduk di sampingnya entah kenapa tiba-tiba saya mengatakan hal lain bukan meminta maaf. Setelah berbincang-bincang akhirnya saya pergi ke kamar untuk memikirkan rencana meminta maaf dan akhirnya ide saya tertuju pada sore hari tepatnya ketika adzan magrib. Sebelum adzan magrib saya wudhu terlebih dahulu, setelah wudhu saya ke kamar ketika di kamar saya mondar mandir seperti orang kebingungan, saya memikirkan apakah saya berani meminta maaf kepada ibu saya jujur ini yang pertama kalinya karena dulu sebelum saya dewasa saya adalah wanita tomboy hehe dan akhirnya adzan magrib berkumandang saya mendekati ibu saya dan langsung mengucapkan maaf
“mih, riyah minta maaf nya loba salah ka mimih” ujar saya.
 “tumben teuing minta maaf” ujar ibu.
“riyah hoyong berubah mih, saur guru riyah pan lamun palay sukses kudu minta maaf ti ayeuna, jadi maafkeun kasalahan-kasalahan riyah nya mih” ujar saya.
“enya asal ka depana tong nakal deui kudu bisa ngarubah sikap” ujar ibu.
“iya mih insya allah pasti ngarubah ko” ujar saya.
Setelah itu saya langsung pergi ke mesjid. Mengapa saya mengambil waktu sebelum magrib karena setelah minta maaf saya ingin langsung pergi ke mesjid karena kalo tidak seperti itu ibu saya pasti akan menangis, jujur saya tidak bisa melihat ibu saya menangis di depan mata sendiri. Setiap ibu saya bercerita sambil menangis saya terbiasa langsung pergi ke kamar dan ikut menangis di kamar. Itu lah saya J ini ceritaku apa ceritamu J

                          3.‘Menceritakan Pengalaman Tentang Meminta Maaf Kepada Orang Tua’

Assalamualaikum Wr.Wb.
                Disini saya akan menceritakan tentang pengalaman yang paling berharga dari pengalaman apapun yaitu ‘MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA’. Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama bagi saya yang berharga karena saya secara langsung meminta maaf kepada orang tua saya.
                Ketika saya mengikuti kegiatan ‘TNG’ ini adalah tugas pertama yang harus di lakukan ialah ‘meminta maaf kepada orang tua’. Tugas ini adalah tugas yang paling baik menurut saya karena melatih keberanian untuk minta maaf.
                Setelah di beri tugas tersebut saya langsung berfikir bahwa saya harus berani untuk meminta maaf kepada orang tua saya, meski saya malu atas dosa yang saya perbuat terhadap mereka. Walau saya tau bahwa mereka  sudah memaafkan kesalahan-kesalahan saya selama ini. Ini adalah kewajiban saya sebagai anak yang mempunyai banyak dosa terhadap orang tua saya. Dalam hati saya, saya terus berdoa kepada ALLAH S.W.T agar di beri kekuatan untuk minta maaf.
                Hari pertama saya meminta maaf, saya mencoba mendekati ibu saya untuk meminta maaf sampai berjam-jam saya mendekati ibu saya. tapi nyata nya setelah saya mendekati lama ibu saya, saya masih malu untuk meminta maaf walaupun saya sudah percaya diri untuk meminta maaf.
                Keesokan harinya saya kembali lagi mendekati ibu saya dan bertekad agar hari ini saya mampu meminta maaf kepada ibu saya. Setelah itu saya menyiapkan air hangat untuk membasuh ibu saya meski masih sulit untuk meminta maaf kemudian tanpa hasil atas usaha saya kali ini.
                Hari demi hari terlewat begitu saja tanpa hasil yang tidak jelas. Namun rasa untuk meminta maaf ini belum padam dalam hati saya. Dari rasa gugup dan rasa malu ini saya belajar untuk berani meskipun akhirnya selalu gagal untuk meminta maaf.
                Setelah menunggu hari yang tepat, saya bertekad bahwa hari ini saya harus bisa meminta maaf kepada ibu saya. Kemudian saya mendekati ibu saya lagi sampai mungkin ibu saya terheran-heran terhadap saya karena saya terus mendekatinya. Saya menyediakan air hangat lalu saya membawa dan saya mengumpulkan keberanian ini untuk minta maaf. Setelah itu saya menyuruh ibu untuk duduk, lalu saya membasuh kaki ibu dengan air hangat kemudian saya meminta maaf. Sambil menangis saya mencurahkan kesalahan saya yang di sengaja ataupun tidak disengaja lalu saya dan ibu hanya mampu menangis sampai semua rasa yang ada dalam hati ini menjadi tenang. Betapa tenang nya hati ini setelah minta maaf seperti tanpa ada beban.
Setelah meminta maaf saya berharap saya mendapat berkah dari ALLAH S.W.T. karena ridho orangtua merupakan ridho yang paling baik dalam menjalankan hidup, tanpa ridho orang tua jadi apalah saya. Semoga setelah meminta maaf semoga menjadi fitrah kembali.
Disitu saya berfikir betapa hebatnya hati seorang ibu dan ayah, mereka mampu melapangkan dada mereka walaupun anak-anak mereka nakal dan selalu melawan mereka. Mereka marah bukan berarti mereka tidak sayang melainkan mereka sayang terhadap kita. Saya bersyukur karena saya masih mempunyai keluarga yang masih lengkap.
                Wabillahi Taufik Walidaya, Wassalamualaikum Wr.Wb.

4. Jazakumullah  papa &  mama J  
JIHAN FAZLINA ANANTA 

‘Assalamualaikum Wr.Wb.’
            Ini merupakan tugas petama kami sebagai anggota ‘TNG’ yaitu meminta maaf kepada kedua orang tua kita masing-masing. Ya, tujuannya agar kedua orang tua kita meridhoi setiap langkah yang kita tuju dan semoga menjadi fitrah kembali setelah meminta maaf.
            Memang berat rasanya ketika kita harus meminta maaf kepada kedua orang tua kita masing-masing karena terlalu banyak dosa yang kita terbuat kepada kedua orang tua kita, terutama dosa kepada ibu mulai dari kita bayi hingga sampai remaja kini. Sudah terlalu banyak kata kata yang kita lontarkan kepada kedua orang tua kita baik di sengaja atau pun tidak di sengaja yang dapat menyakiti perasaan keduanya.
            Saat hendak meminta maaf, suasa na yang tadinya senang ketika kita tidak menyadari segala dosa yang telah kita perbuat kepada kedua orang tua kita pun berubah menjadi syahdu yang mendalam. Hati yang tadinya bergembira saat merenungi kesalahan yang telah di lakukan rasanya benar benar rapuh dan bersalah yang bergejolak rasanya benar bener ingin segera meminta maaf dan mengeluarkan segala yang mengganjal dalam hati ini.
            Namun di saat kita berada di depan kedua orang tua, suara yang tiap detik biasa kami lontarkan pun rasanya tersendat di tengah kerongkongan kami yang sulit untuk di keluarkan, seketika hanya air mata yang mudah di keluarkan dan mengapresiasikan hati kami yang mengganjal.
            Hari pertama saat ingin meminta maaf, mata yang sedang memandang pun menjadi berkaca kaca tak tentu, hati yang awalnya tenang berubah mendesak seketika rasanya susah untuk saya meminta maaf dan mulut ini berubah membisu seketika. Ya, tentu saja hari petama ini saya gagal.
            Hari selanjutnya, mulut ini masih kaku untuk meminta maaf kepada kedua orang tua, mungkin karna ketidak biasaan kita mengucapkan untuk meminta maaf. Tapi saya berusaha mendekati kedua orang tua untuk membicarakannya baik baik, namun lagi lagi saya tidak bisa membendung air mata, dan kamarlah yang menjadi tempat curahan saya untuk menangis. Hari yang kedua pun gagal seperti kemarin.
            Mungkin saya sempat berputus asa atas pr saya yang pertama ini, memang sempat terpikir dalam pikiran saya, apakan saya harus menyerah begitu saja? Tapi rasanya memang tidak mungkin karena mminta maaf adalah kewajiban setiap anak. Baiklah, saya ‘HARUS’ berusaha untuk meminta maaf untuk kesekian kalinya. Tapi jiwa ini rasanya bingung, bgaimana cara yang harus saya perbuat saat ingin meminta maaf. Sempat terpikir pula jika akan meminta maaf saat kedua orang tua sedang tertidur, ya tapi rasanya sangat tidak mungkin.
            Sebelum meminta maaf saya pun melakukan latihan terlebih dahulu karena ke gugupan saat berbicara dan kata kata apa yang seharusnya saya ucapkan terlebih dahulu. Akhirnya hari esoknya pun saya memberanikan diri untuk meminta maaf kepada kedua orang tua, memang sangat berat rasanya tapi ini merupakan suatu kewajiban yang benar benar harus di laksanakan.
            Saat meminta maaf memang masih bingung rasanya kata kata apa lagi yang harus di ucapkan, di situ saya dan kedua orang tua hanya bisa menangis, dan mamah pun terlihat lebih senang ketika sudah saya meminta maaf.
            Hati yang tadinya serdesak oleh kata-kata yang mengganjal berubah menjadi lega dan lebih bahagia.
            Setelah itu mamah pun merasa kebingungan karena ketidak biasaan saya memina maaf, akhirnya pun mamah bertanya dan saya mencoba menjelaskan kepada kedua orang tua tujuan saya meminta maaf. ^_^
Semoga cita-cita saya kelak adalah saya ingin sekali  membalas jasa orangtua dan membahagiakan mereka. Semoga dengan saya berhidmat di jemaat ini, saya bisa memberikan suatu kebahagiaan, dan kebanggaan kepada kedua orang tua.

5. MENCARI RIDHO ALLAH S.W.T by Desi

Awalnya ketika ikut “TNG” sebelum melanjutkan kegiatan “TNG” lebih lanjut kita semua di kasih pr untuk meminta maaf kepada orangtua, yang bertujuan untuk mencari ridho Allah s.w.t. toh ridho Allah s.w.t. sama dengan rido orang tua.
Ketika di kasih pr untuk meminta maaf kepada orang tua itu rasanya bingung sekali, mungkin karna desy banyak sekali salah kepada orangtua, dan desy mencari-cari waktu yang pas untuk meminta maaf kepada orangtua, dukali desy berniat untuk meminta maaf kepada orang tua tetapi tidak jadi, gak tau kenapa susah untuk bilang maaf tuh, sampai akhirny pak buldan sms ke anak-anak “TNG” smsnya berisikan : “ apakah kalian sudah meminta maaf kepada orang tua kalian ?”, dan desi membalasnya : ”belum pak, belum menemukan waktu yang tepat, insya allah mau di coba nanti malam”
Dan akhirnya tepat pada malam minggu setelah shalat magrib,  mamah dan adik yang kecil lagi duduk nonton tv, desy dari kamar keluar dan mendekati mamah memberanikan diri, dengan diawali bismillah desy bilang kemamah, “ mah desy minta maaf, mungkinkesalahan desy sama mamah terlalu banyak, desy suka marah-marah, suka bohong, suka gak nurut ke mamah”. Setelah itu mamah jawab smbil tersenyum dan matanya berkaca-kaca  “ iyah des mamah juga minta maaf J ” , setelah minta maaf rasanya lega banget, setelah itu desy dan mamah berbincang-bincang, lalu desy bilang ke mamah “ mamah desy minta izinuntuk ikut kegiatan “TNG” , lalu kata mamah terserah desy ajah yang penting ketika desy mengikuti kegiatan di jemaat, baik itiuTNG atau IGMA setiap apa yang di ajarkan di sanah, desy harus bisa mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari, jangan cuman ikutnya aja tp enggak di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal terindah yang pernah desy rasakan itu, ketika desy meminta maaf kepada orang tua desy, dan melihat senyum orang tua desy. Cita-cita desy kelak adalah desy ingin sekali sedikit membalas jasa orangtua desi dan ingin membahagiakan orang tua desy. Semoga dengan desy mencoba nurut dan berhidmat di jemaat ini, bisa sedikit memberikan suatu kebahagiaan, dan kebanggaan kepada orang tua desy, karna mereka telah berhasil membesarkan desi dengan baik

JAZAKUMULLAH MAMAH.......... J
  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...