1. Terkenang, mengenang, dan selalu dikenang
Created By : Zorra Parwina
Pernah
punya kenangan ? pasti dong. Pernah punya kenangan yang berkesan ? wajib punya.
Karena kenangan sebagian dari iman, eh maksud nya sebagian dari hidup kita.
Pada kenyataan nya kenangan menjadi sebuah bukti nyata suatu kejadian yang
terekam diingatan kita, baik itu kenangan yang indah, sedih, atau bahkan
berbentuk abstrak, dan tentu nya setiap manusia akan mengalami suatu kejadian
yang nanti nya mereka akan sebut kenangan dan salah satu nya yang merasakan itu
adalah aku.
Saya
adalah orang yang punya banyak kenangan. Salah satu kenangan yang berkesan dan
cukup menguras tenaga, waktu, dan fikiran (Oke, ini lebay). Kenangan itu adalah
ketika saya mendapat tugas meminta maaf kepada kedua orang tua. Ketika
mendengar tugas itu saya hanya mengangguk tanda sok mengerti, tersenyum “Ah,
ini sih gampang” batin saya. Namun, kenyataan nya pembuktian tidak segampang
ucapan, mungkin hal ini yang bisa digamparkan saat tugas ini akan saya lakukan.
Tepat
ditanggal 22 April 2014 aku mulai menyusun rencana prosesi minta maaf, ya
istilah keren nya mengonsep lah supaya prosesi nya lebih dramatis dan pasti nya
makna dari tugas ini benar-benar tersampaikan. Jadilah aku berencana meminta
maaf jam 3 atau lebih dari itu tapi masih dalam suasana pagi. Kenapa ? karena
suasana pagi cukup tenang, dan yah setidak nya tidak akan banyak orang yang
mengetahui.
Dan
setelah konsep yang tidak terlalu jelas itu, alhasil tiap jam 3 pagi aku bangun
dan selalu nengok kamar ibu cuman buat lihat sikon yang ada. Kalau ibu buka
pintu kamar aku selalu langsung berlari kekamar, karena nyata nya aku belum
punya keberanian untuk meminta maaf.
Galau..
galau.. galau, dan puncak galau itu terjadi dihari jum’at. Entah ada angin apa
pas lagi jumatan yang ngebuat ibu-ibu manislor gempar soal berita minta maaf
itu, padahal niat mau kasih kejutan yang special eh malah jadi sial.
Di
Jum’at malam ini, banyak keluarga yang berkumpul dirumah termasuk ibu nya
kembar (wa eti, read) dan yang mereka obrolin soal tugas itu dan ternyata si
kembar udah ngerjain tugas itu lebih dulu dan alhasil ibu bilang “Ko si wina
belum minta maaf ?”. aduh jlebb, aku yang mendengar nya hanya diam sambil
senyum. Diam terus pura-pura tidur di kamar J.
Dan
setelah kejadian itu bener-bener ngerasa ngga enak ke ibu, dan besok nya
setelah subuh dan sebelum mandi aku langsung minta maf ke ibu. Hmm.. cukup
terharu, tapi mungkin kurang seru karena rencana nya udah gagal diawal. Ibu
nangis, aku ? ya jangan ditanya, wong sebelum minta maaf juga udah nangis. Dan
ini kata-kata ibu yang cukup menyentuh :
“Iya, sebelum wina minta maaf,
mamah pasti udah maafin. Mamah selalu berdoa yang terbaik buat wina, buat masa
depan wina. Yaa mudah-mudahan wina jadi anak shalehah dan apa yang menurut wina
paling baik mamah pasti selalu dukung”.
Zorra’s POV
Apa meminta maaf ke orang tua itu
susah ? jawaban nya iya, klo ngga percaya sok atuh dicoba. Tapi inget jangan
pernah coba-coba kalau mau minta maaf sama orang tua karena mereka bukan barang
percobaan. Satu pesan : segerelah minta maaf ke kedua orang tua selagi mereka
masih ada didunia, selagi mereka masih bisa membagi kasih sayang nya, dan
selagi ada yang selalu mencintai kita disetiap nafas kehidupan saat ini.Percayalah
ridho allah ada dalam ridho orang tua, dan ridho orang tua sellau mengantarkan
kita pada setiap kesuksesan dalam hidup.
2. TANGISAN
Nama saya Umul Qodriyah
saya terbiasa di panggil dengan sebutan Riyah, saya anak ke lima dari empat
bersaudara J
mengapa empat karena kaka saya telah meninggal sebelum saya lahir, banyak yang
bilang bahwa saya lahir menggantikan meninggalnya kaka saya hehe J
Awalnya saya merasa
gugup untuk mememinta maaf kepada ibu sendiri,entah karena apa mungkin karena
terlalu banyak dosa saya kepada ibu saya. Siang itu saya berada di rumah dan
ibu saya sedang menjahit karena rutinitas ibu saya memang penjahit, saya
mendekati ibu saya dan duduk di sampingnya entah kenapa tiba-tiba saya
mengatakan hal lain bukan meminta maaf. Setelah berbincang-bincang akhirnya
saya pergi ke kamar untuk memikirkan rencana meminta maaf dan akhirnya ide saya
tertuju pada sore hari tepatnya ketika adzan magrib. Sebelum adzan magrib saya
wudhu terlebih dahulu, setelah wudhu saya ke kamar ketika di kamar saya mondar
mandir seperti orang kebingungan, saya memikirkan apakah saya berani meminta
maaf kepada ibu saya jujur ini yang pertama kalinya karena dulu sebelum saya
dewasa saya adalah wanita tomboy hehe dan akhirnya adzan magrib berkumandang
saya mendekati ibu saya dan langsung mengucapkan maaf
“mih, riyah minta maaf
nya loba salah ka mimih” ujar saya.
“tumben teuing minta maaf” ujar ibu.
“riyah hoyong berubah
mih, saur guru riyah pan lamun palay sukses kudu minta maaf ti ayeuna, jadi
maafkeun kasalahan-kasalahan riyah nya mih” ujar saya.
“enya asal ka depana
tong nakal deui kudu bisa ngarubah sikap” ujar ibu.
“iya mih insya allah
pasti ngarubah ko” ujar saya.
Setelah itu saya
langsung pergi ke mesjid. Mengapa saya mengambil waktu sebelum magrib karena
setelah minta maaf saya ingin langsung pergi ke mesjid karena kalo tidak
seperti itu ibu saya pasti akan menangis, jujur saya tidak bisa melihat ibu
saya menangis di depan mata sendiri. Setiap ibu saya bercerita sambil menangis
saya terbiasa langsung pergi ke kamar dan ikut menangis di kamar. Itu lah saya J
ini ceritaku apa ceritamu J
3.‘Menceritakan Pengalaman Tentang Meminta Maaf Kepada Orang
Tua’
Assalamualaikum Wr.Wb.
Disini
saya akan menceritakan tentang pengalaman yang paling berharga dari pengalaman
apapun yaitu ‘MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA’. Pengalaman ini merupakan
pengalaman pertama bagi saya yang berharga karena saya secara langsung meminta
maaf kepada orang tua saya.
Ketika
saya mengikuti kegiatan ‘TNG’ ini adalah tugas pertama yang harus di lakukan
ialah ‘meminta maaf kepada orang tua’. Tugas ini adalah tugas yang paling baik
menurut saya karena melatih keberanian untuk minta maaf.
Setelah
di beri tugas tersebut saya langsung berfikir bahwa saya harus berani untuk
meminta maaf kepada orang tua saya, meski saya malu atas dosa yang saya perbuat
terhadap mereka. Walau saya tau bahwa mereka
sudah memaafkan kesalahan-kesalahan saya selama ini. Ini adalah
kewajiban saya sebagai anak yang mempunyai banyak dosa terhadap orang tua saya.
Dalam hati saya, saya terus berdoa kepada ALLAH S.W.T agar di beri kekuatan
untuk minta maaf.
Hari
pertama saya meminta maaf, saya mencoba mendekati ibu saya untuk meminta maaf
sampai berjam-jam saya mendekati ibu saya. tapi nyata nya setelah saya
mendekati lama ibu saya, saya masih malu untuk meminta maaf walaupun saya sudah
percaya diri untuk meminta maaf.
Keesokan
harinya saya kembali lagi mendekati ibu saya dan bertekad agar hari ini saya
mampu meminta maaf kepada ibu saya. Setelah itu saya menyiapkan air hangat
untuk membasuh ibu saya meski masih sulit untuk meminta maaf kemudian tanpa
hasil atas usaha saya kali ini.
Hari
demi hari terlewat begitu saja tanpa hasil yang tidak jelas. Namun rasa untuk
meminta maaf ini belum padam dalam hati saya. Dari rasa gugup dan rasa malu ini
saya belajar untuk berani meskipun akhirnya selalu gagal untuk meminta maaf.
Setelah
menunggu hari yang tepat, saya bertekad bahwa hari ini saya harus bisa meminta
maaf kepada ibu saya. Kemudian saya mendekati ibu saya lagi sampai mungkin ibu
saya terheran-heran terhadap saya karena saya terus mendekatinya. Saya menyediakan
air hangat lalu saya membawa dan saya mengumpulkan keberanian ini untuk minta
maaf. Setelah itu saya menyuruh ibu untuk duduk, lalu saya membasuh kaki ibu
dengan air hangat kemudian saya meminta maaf. Sambil menangis saya mencurahkan
kesalahan saya yang di sengaja ataupun tidak disengaja lalu saya dan ibu hanya
mampu menangis sampai semua rasa yang ada dalam hati ini menjadi tenang. Betapa
tenang nya hati ini setelah minta maaf seperti tanpa ada beban.
Setelah meminta maaf saya berharap
saya mendapat berkah dari ALLAH S.W.T. karena ridho orangtua merupakan ridho
yang paling baik dalam menjalankan hidup, tanpa ridho orang tua jadi apalah
saya. Semoga setelah meminta maaf semoga menjadi fitrah kembali.
Disitu saya berfikir betapa hebatnya
hati seorang ibu dan ayah, mereka mampu melapangkan dada mereka walaupun
anak-anak mereka nakal dan selalu melawan mereka. Mereka marah bukan berarti
mereka tidak sayang melainkan mereka sayang terhadap kita. Saya bersyukur
karena saya masih mempunyai keluarga yang masih lengkap.
Wabillahi
Taufik Walidaya, Wassalamualaikum Wr.Wb.
4. Jazakumullah papa & mama J
JIHAN FAZLINA ANANTA
‘Assalamualaikum
Wr.Wb.’
Ini merupakan tugas petama kami
sebagai anggota ‘TNG’ yaitu meminta maaf kepada kedua orang tua kita
masing-masing. Ya, tujuannya agar kedua orang tua kita meridhoi setiap langkah
yang kita tuju dan semoga menjadi fitrah kembali setelah meminta maaf.
Memang berat rasanya ketika kita
harus meminta maaf kepada kedua orang tua kita masing-masing karena terlalu
banyak dosa yang kita terbuat kepada kedua orang tua kita, terutama dosa kepada
ibu mulai dari kita bayi hingga sampai remaja kini. Sudah terlalu banyak kata
kata yang kita lontarkan kepada kedua orang tua kita baik di sengaja atau pun
tidak di sengaja yang dapat menyakiti perasaan keduanya.
Saat hendak meminta maaf, suasa na
yang tadinya senang ketika kita tidak menyadari segala dosa yang telah kita
perbuat kepada kedua orang tua kita pun berubah menjadi syahdu yang mendalam. Hati
yang tadinya bergembira saat merenungi kesalahan yang telah di lakukan rasanya
benar benar rapuh dan bersalah yang bergejolak rasanya benar bener ingin segera
meminta maaf dan mengeluarkan segala yang mengganjal dalam hati ini.
Namun di saat kita berada di depan
kedua orang tua, suara yang tiap detik biasa kami lontarkan pun rasanya
tersendat di tengah kerongkongan kami yang sulit untuk di keluarkan, seketika
hanya air mata yang mudah di keluarkan dan mengapresiasikan hati kami yang
mengganjal.
Hari pertama saat ingin meminta
maaf, mata yang sedang memandang pun menjadi berkaca kaca tak tentu, hati yang
awalnya tenang berubah mendesak seketika rasanya susah untuk saya meminta maaf
dan mulut ini berubah membisu seketika. Ya, tentu saja hari petama ini saya gagal.
Hari selanjutnya, mulut ini masih
kaku untuk meminta maaf kepada kedua orang tua, mungkin karna ketidak biasaan
kita mengucapkan untuk meminta maaf. Tapi saya berusaha mendekati kedua orang
tua untuk membicarakannya baik baik, namun lagi lagi saya tidak bisa membendung
air mata, dan kamarlah yang menjadi tempat curahan saya untuk menangis. Hari
yang kedua pun gagal seperti kemarin.
Mungkin saya sempat berputus asa
atas pr saya yang pertama ini, memang sempat terpikir dalam pikiran saya,
apakan saya harus menyerah begitu saja? Tapi rasanya memang tidak mungkin
karena mminta maaf adalah kewajiban setiap anak. Baiklah, saya ‘HARUS’ berusaha
untuk meminta maaf untuk kesekian kalinya. Tapi jiwa ini rasanya bingung,
bgaimana cara yang harus saya perbuat saat ingin meminta maaf. Sempat terpikir
pula jika akan meminta maaf saat kedua orang tua sedang tertidur, ya tapi
rasanya sangat tidak mungkin.
Sebelum meminta maaf saya pun
melakukan latihan terlebih dahulu karena ke gugupan saat berbicara dan kata
kata apa yang seharusnya saya ucapkan terlebih dahulu. Akhirnya hari esoknya
pun saya memberanikan diri untuk meminta maaf kepada kedua orang tua, memang
sangat berat rasanya tapi ini merupakan suatu kewajiban yang benar benar harus
di laksanakan.
Saat meminta maaf memang masih
bingung rasanya kata kata apa lagi yang harus di ucapkan, di situ saya dan
kedua orang tua hanya bisa menangis, dan mamah pun terlihat lebih senang ketika
sudah saya meminta maaf.
Hati yang tadinya serdesak oleh
kata-kata yang mengganjal berubah menjadi lega dan lebih bahagia.
Setelah itu mamah pun merasa
kebingungan karena ketidak biasaan saya memina maaf, akhirnya pun mamah
bertanya dan saya mencoba menjelaskan kepada kedua orang tua tujuan saya
meminta maaf. ^_^
Semoga
cita-cita saya kelak adalah saya ingin sekali
membalas jasa orangtua dan membahagiakan mereka. Semoga dengan saya
berhidmat di jemaat ini, saya bisa memberikan suatu kebahagiaan, dan kebanggaan
kepada kedua orang tua.
5. MENCARI RIDHO ALLAH S.W.T by Desi
Awalnya ketika ikut “TNG” sebelum
melanjutkan kegiatan “TNG” lebih lanjut kita semua di kasih pr untuk meminta
maaf kepada orangtua, yang bertujuan untuk mencari ridho Allah s.w.t. toh ridho
Allah s.w.t. sama dengan rido orang tua.
Ketika di kasih pr untuk meminta maaf
kepada orang tua itu rasanya bingung sekali, mungkin karna desy banyak sekali
salah kepada orangtua, dan desy mencari-cari waktu yang pas untuk meminta maaf
kepada orangtua, dukali desy berniat untuk meminta maaf kepada orang tua tetapi
tidak jadi, gak tau kenapa susah untuk bilang maaf tuh, sampai akhirny pak
buldan sms ke anak-anak “TNG” smsnya berisikan : “ apakah kalian sudah meminta
maaf kepada orang tua kalian ?”, dan desi membalasnya : ”belum pak, belum menemukan
waktu yang tepat, insya allah mau di coba nanti malam”
Dan akhirnya tepat pada malam minggu
setelah shalat magrib, mamah dan adik
yang kecil lagi duduk nonton tv, desy dari kamar keluar dan mendekati mamah
memberanikan diri, dengan diawali bismillah desy bilang kemamah, “ mah desy
minta maaf, mungkinkesalahan desy sama mamah terlalu banyak, desy suka
marah-marah, suka bohong, suka gak nurut ke mamah”. Setelah itu mamah jawab
smbil tersenyum dan matanya berkaca-kaca
“ iyah des mamah juga minta maaf J ” , setelah minta maaf rasanya lega
banget, setelah itu desy dan mamah berbincang-bincang, lalu desy bilang ke
mamah “ mamah desy minta izinuntuk ikut kegiatan “TNG” , lalu kata mamah
terserah desy ajah yang penting ketika desy mengikuti kegiatan di jemaat, baik
itiuTNG atau IGMA setiap apa yang di ajarkan di sanah, desy harus bisa
mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari, jangan cuman ikutnya aja tp enggak
di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal terindah yang pernah desy rasakan
itu, ketika desy meminta maaf kepada orang tua desy, dan melihat senyum orang
tua desy. Cita-cita desy kelak adalah desy ingin sekali sedikit membalas jasa
orangtua desi dan ingin membahagiakan orang tua desy. Semoga dengan desy
mencoba nurut dan berhidmat di jemaat ini, bisa sedikit memberikan suatu
kebahagiaan, dan kebanggaan kepada orang tua desy, karna mereka telah berhasil
membesarkan desi dengan baik
JAZAKUMULLAH MAMAH.......... J