Mencari Ridho Orang Tua Oleh Amira NADILA
Saat pertama kali diberi
tugas ini, saya merasa ragu dan bingung karena ini bukan hal biasa yang saya
lakukan. Tapi ini harus saya lakukan, karena sangat tidak mungkin saya
mengikuti acara ini tanpa persetujuan dan ridho orang tua.
Dari hari ke hari saya
mencari waktu yang tepat untuk meminta maaf, karena pada saat itu orang tua
saya terutama ibu sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dari hari selasa sampai
hari rabu sulit sekali untuk bicara. Hingga akhirnya saya berniat bicara pada
keesokan harinya.
Pada hari kamis saya niat
untuk berbicara, tapi seperti biasa orang tua saya sibuk. Pada hari itu orang
tua saya mengikuti acara al-wasiyat, pada saat itu pula saya mengikuti rapat
pengurus BK. Akhirnya niat itupun di undur kembali.
Keesokan harinya di
sekolah, teman-teman bertanya, “ sudah minta maaf belum?”. Pada saat itu pun
belum ada yang meminta maaf. Kemudian salah satu dari mereka berbicara “sudah
shalat Jum’at saja, supaya afdhol”. Saat khutbah jum’at pun Bapak Mub.Wilayah
menyampaikan tentang ‘TNG’ dan mencari ridho orang tua.
Sesampainya di rumah,
kami berkumpul di ruang keluarga. Karena diantara kami tidak ada yang memulai
pembicaraan, akhirnya orang tua saya bertanya-tanya sebenarnya ada apa.
Akhirnya dari pada tidak terlaksana lagi adik saya memulai pembicaraan dengan
menceritakan segala kesalahan-kesalahan kami selama ini.
Sulit rasanya untuk
menahan air mata, kami pun meminta do’a juga ridhanya karena tak lama lagi kami
akan menghadapi Ujian Nasional. Berbagai nasihat mereka berikan untuk kami. Ada
satu nasihat yang sampai saat ini saya ingat, yaitu “Jaga diri kalian, sekarang
kalian sudah dewasa”.
Setelah itu secara
bergantian kami mencuci kaki kedua orang tua. Saat memeluk dan mencium tangan
ibu, kembali saya diberikan nasihat yang sangat berguna dan sangat luar biasa.
Setelah meminta maaf
rasanya lega dan saya yakin apapun hal baik yang saya lakukan akan mendapat
ridho dari orang tua saya. Aamiin
Mencari ridho orang tua oleh AMIRA Nadita
Saat saya diberi
tugas ini,perasaan saya sangat lega. Karena tidak mungkin saya mengikuti acara
ini jika tanpa persetujuan orang tua saya. Awalnya saya sedikit ragu, tapi ini
harus saya lakukan.
Dari hari ke hari
saya mencari waktu yang sangat tepat untuk meminta maaf, karena saat itu orang
tua saya sangat sibuk. Dari hari selasa sampai hari rabu sangat sulit untuk
bicara. Hingga akhirnya saya berniat bicara keesokan harinya.
Pada saatnya hari
kamis, saya ingin sekali bicara. Tapi seperti biasa orang tua saya sibuk, pada
hari itu orang tua saya mengikuti acara al-wasiyat. Akhirnya saya pun harus
kembali mengundur waktu. Dan terpaksa niat itu saya undur untuk esok hari.
Sebenarnya saya ingin sekali meminta maaf di malam hari,tetapi semua itu tak
mungkin,karena setiap malam saya menginap di rumah nenek saya.
Keesokan harinya
saya sudah tak sabar ingin melakukan niatan itu. Saat khutbah jum’at pun Bapak
Mub.Wilayah menyampaikan agar kita melakukan niatan itu. Sekitar jam 13.30 saya
bicara semuanya pada orang tua saya. Awalnya saya deg-degan karena saya berdua
dengan kembaran saya. Dan kembaran saya pun tak mau untuk memulai pembicaraan.
Karena tidak ada
yang memulai akhirnya orang tua saya bertanya-tanya,sebenarnya ada apa.
Akhirnya dari pada tidak terlaksana lagi saya memulai pembicaraan dengan
menceritakan segala kesalahan saya selama ini. Sulit untuk bicara dan tak bisa
menahan air mata. Saya pun meminta do’a juga ridhanya karena tak lama lagi saya
akan menghadapi Ujian Nasional.
Setelah itu
suasana menjadi sangat tenang,orang tua saya pun tak bisa menahan air mata.
Berbagai nasihat mereka berikan pada saya. Selanjutnya saya pun mengambil air
dan mencuci kaki kedua orang tua saya, tak lupa saya pun kembali meminta maaf.
Ibu saya kembali menangis dan setelah itu saya mencium tangannya dan saya kembali
di beri nasihat-nasihat yang begitu luar biasa.
Rasanya baru
pertama kali semenjak saya remaja, saya mencium kening kedua orang tua saya.
Walaupun waktu kecil itu menjadi hal biasa.
Setelah meminta
maaf rasanya lega dan saya yakin apapun yang akan saya lakukan itu akan
mendapat ridha dari orang tua saya. Aamiin
Pengalaman
ketika saya diperintahkan memohon maaf kepada orang tua.
Dita
Mardiana
Ketika saya diperintahkan
untuk memohon maaf kepada orang tua saya sangat bingung bagimana saya meminta
maaf kepada orang tua saya?? Kerena meminta maaf adalah hal sangat sulit untuk
dilakukan,apalagi meminta maaf kepada orang tua. Tetapi walaupun sulit, saya harus melakukan nya karena ini juga demi
kebaikan saya.
Dan kebetulan malam itu saya sedang
berkumpul dengan keluarga. dan bagi saya,
itu adalah waktu yang sangat tepat saya meminta maaf kepada orang
tua. Dan saya langsung ngomong ke
mamah,” mah, maafin sikap buruk dita yaa, yang selama ini dita lakukan ke
mamah.dita sering menjengkelkan hati mamah. Tapi, mamah kaya nya tetap sabar
walaupun sikap dita kaya gini ke mamah .”
“ iya, udah
mamah maaf in. tapii, kamu jangan sesekali lagi mengulang perbuatan yang buruk
itu yaa ... iya, mamah tetap sabar walupun sikap kamu kaya gitu ke mamah. ” tutur
ibu saya. Dan saya pun menjawab, iya mah insya allah saya ga akan mengulangi
sikap** buruk yang selama ini dita lakukan
ke mamah.
Oh iya mah, kan dita sebentar lagi akan
menghadapi ujian nasional. Dita minta do’a nya ya dari mamah semoga dita nanti
di beri kemudahan saat mengerjakan soal** nya. “ iyaa mamah juga kalo shalat ga
lupa do’a in dita , yaa mudah** an kamu dikasih kemudahan oleh allah swt saat
mengerjakan soal** nya ” . amiin,makasih
ya mah udah do’a in dita.” Iya sama**,tutur ibu saya”
setelah saya
selesai meminta maaf kepada ibu saya
.ibu saya pun lansung berbicara pada
saya tentang pengorbanan orang tua kepada anak nya, Ketika bpk.mubaligh wilayah khutbah di shalat jum’at. pada jum’at itu saya menghayati ceramah nya
sampai saya menangis. Ternyata saat itu pun ibu saya dan para jamaah jum’at
yang duduk di samping nya yang
menghayati ceramah itu banyak yang menangis,tutur ibu saya.
Dan saya pun
langsung merangkul bapak dan ibu saya, dan saya bersujud di kaki nya, karena
begitu besar pengorbanan ibu dan bapak pada saya.” tanpa mereka mengenal lelah.
Setiap hari ibu dan bapak bekerja keras. tetapi, mereka tidak pernah lupa
mengingatkan saya untuk beribadah, berdo’a, dan banyak belajar. Agar kelak
menjadi anak yang soleh solehah, taat kepada sang khalik dan berguna untuk
agama dan sesamanya. Begitu tutur ibu dan bapak saya,” sambil kembali merangkul
saya . spontan air mata pun tak dapat kami tahan, begitu haru nya pengalaman
saya ketika memohon maaf pada kedua orang tua saya.
Mencari Ridho orangtua Oleh Nuni HR
Perasaan
bersalah akan terasa sangat menyiksa, tidakkah itu benar? Hidup dengan sebentuk
rasa bersalah tidak akan bisa membuat kita hidup dengan tenang, nyaman apalagi
bahagia. Kita akan terus merasa tertuduh. Tidakkah lebih baik bagi kita untuk
segera minta maaf dan memperbaiki hubungan dengan orangtua kita?
Dari
pengalaman saya sendiri, ada rasa lega atau plong bagai beban berat yang
terangkat lepas dari hati ketika saya meminta maaf kepada orangtua.
Sore
hari ketika saya tiba di rumah, saya melihat kedua orangtua saya sedang duduk
di ruang keluarga. Saya berusaha memberanikan diri untuk meminta maaf karena
inilah waktu yang tepat. saya mendekati orangtua saya dan sepertinya mereka
sudah tahu saya akan meminta maaf karena mereka mendengarkan pak muballigh
wilayah ketika khotbah jumat. saya mengambil posisi sungkem di hadapan orangtua
saya, Entah rasanya susah sekali mengungkapkan semua kesalahan saya dan
akhirnya air mata ini tiba-tiba menetes terlebih dahulu sebelum berbicara.
Kata
demi kata saya berkata “mah, pak Nuni minta maaf apabila selama ini nuni suka
membuat mamah dan bapak marah. Doakan Nuni untuk mencari ilmu dan berkhidmat
selalu di Jemaat ini agar Nuni menjadi anak yang soleha”
“mamah
sudah memaafkan dari dulu semua kesalahan Nuni, yang sudah biarkan tapi jangan
di ulangi lagi sehingga membuat kita marah. Sebagaimanapun Nuni membuat kita
marah, kita tidak pernah mendoakan yang tidak baik. Mamah dan bapak selalu
mendoakan Nuni supaya menjadi anak yang soleha dan sukses dunia dan akhirat”
jawab mamah sambil meneteskan air mata.
“teruskan
pengkhidmatanmu selagi kamu masih bisa berkhidmat” pesan bapak.
Tidak
mudah awalnya untuk meminta maaf, tapi saya ingat ada hadist “ridho Tuhan
terletak pada ridho orangtua”. Ternyata begitu sangat saya rasakan kenikmatan
di akhir setelah meminta maaf, subhanallah hati menjadi ploooong Alhamdulillah.
PENGALAMAN MINTA MAAF KEPADA ORANG
TUA
Pagi
itu,setelah pekerjaan dapur selesai saya mulai mencoba berbicara kepada kedua
orang tua saya. Pertama saya mencoba berbicara kepada mamah saya. Sebenarnya
saya tidak terlalu dekat dengan mamah saya, namun meski begitu saya harus tetap
mencoba. Dengan tekad dan keyakinan saya, saya mulai berbicara. . . . . . . .
Namun
rasanya mulutku ini tak bisa berkata apa-apa ketika saya sudah berada di
depanya.
Hari terus
berlalu dan di hati ini masih ada rasa takut ketika hendak melakukanya lagi.
Hingga pada
suatu saat saya memberanikan diri untuk mencoba kembali. Akhirnya saya berhasil
J mamah tersenyum, senyuman manis yang baru saya lihat. Mamah
memang wanita tercantik yang pernah saya kenal. Terimakasih mamah, mamah yang selalu
sayang sama sonya, mamah yang selalu sabar menjaga sonya dari kecil hingga
seperti ini, mamah yang selalu mendoakan sonya dalam segala situasi.
Mungkin
sonya belum bisa ngasih apa-apa sama mamah tapi rasa sayang sonya ga akan
pernah hilang mengikuti setiap jarum jam yang selalu berputar dari 12 dan akan
berakhir pada 12 dan terus seperti itu selamanya.
I LOVE MOM .
. . . . :-* Sonya
PENGALAMAN MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
Pengalaman saya meminta maaf
kepada orang tua ….
Pada
awalnya saya tidak percaya diri untuk meminta maaf , karna saya terlalu banyak
kesalahan yang membuat orang tua saya marah . namun saya berusaha untuk melakukannya
karna saya sayang kepada orang tua saya .. akhirnya saya memutuskan untuk
berbicara kepada ibu saya terlebih dahulu karna ayah saya lagi keluar kota..
Pada
saat saya meminta maaf pada ibu saya ,, saya sangat tegang dan saya ragu untuk meminta maaf , tapi saya
mencoba untuk memberanikan diri ,. Akhirnya saya bicara pada ibu saya “ mahh…
apabila dandy punya salah , suka bikin mamah marah dandy minta maaf yaah …????
Kata ibu saya “ iyah di maafin , jadilah anak yang pintar , soleh dan selalu
taat pada orang tua … “
Setelah
meminta maaf kepada ibu saya , setelah beberapa hari ayah saya ada di rumah ,
selagi ayah duduk saya dengan percaya diri meminta maaf pda ayah saya … “
yahh.. dandy minta maaf kalo dandi suka bikin ayah marah ,kesel dan suka gk
denger ucapan ayah “ kata ayah saya “ iya , tapi lain kali harus jadi anak yang
rajin , soleh dan jangan suka melawan orang tua..”
Setelah
saya meminta maaf kepada orang tua saya perasaan saya sangat senang , dan saya
mulai berfikir harus membahagiakan kedua
orangtua saya , karna merekalah yang sudah merawat dan membesarkan saya sampai
saat ini …..
Mungkin hanya ini yang dapat saya
ceritakan ,,karna saya bercerita apa
adanya J
Terima kasih
NAMA : DANDY BAHARUDIN AHMADY
PENGALAMAN MENCARI RIDHA ORANGTUA
Oleh Ulfa Rahmawati
Assalamualaikum wr. Wb.
Saya akan berbagi
pengalaman saat mencari ridha orang tua..
Tidak seperti yang saya bayangkan, mencari ridha orangtua itu memang
susah.
Berawal bagaimana saya harus bicara tentang semua kesalahan dan
perbuatan saya selama ini, bagaimana tanggapan mereka jika saya tiba-tiba mohon maaf, dan masih banyak lagi hal hal
yang membuat saya ragu dan bingung untuk
mohon maaf kepada mereka. Namun, saya harus memberanikan diri untuk bicara
kepada orangtua saya.
Hari jum’at malam sabtu ba’da magrib, akhirnya allah
memberikan waktu yang tepat untuk saya. Kata yang pertama terucap “mah,pah”
membuat hati terasa nyesak sekali dan sulit untuk bicara. Meskipun itu semua
menghalangi saya untuk bicara, tapi tetap dan yakin saya harus minta maaf
kepada mereka saat itu.
“Mah,pah… mungkin selama ini ulfa suka bentak mamah dan papah,
suka ngelawan, tidak nerima apa adanya yang mamah dan papah kasih, bisanya cuma
minta, minta, minta, dan terus meminta sampai sekarang, ga mikir papah susah
payah kerja dan mamah capek ngurus ulfa. Mungkin sekarang bisa dikatakan ulfa
ini masih menyusahkan mamah dan papah. Tapi sekarang ulfa sadar dan menyadarkan
diri mah. Mah, pah…sekarang ulfa minta maaf yaa atas semua kesalahan dan sikap ulfa terhadap mamah dan papah
selama ini, mungkin sikap ulfa waktu itu sedang khilaf,khilaf yang berlebihan”.
Akhirnya semua rencana yang akan dikatakan kepada mereka
telah terucap.
“Mamah dan papah pun
meneteskan air mata yang tak hentinya, dan mereka berkata : mamah dan papah
sudah memaafkan ulfa, tapi mulai dari sekarang ulfa ga boleh bersikap seperti
itu lagi, harus sadar dengan kenyataan dan harus berbakti kepada orang tua,
belajarlah dengan sungguh sungguh mamah dan papah menyekolahkanmu dari kecil jangan
kamu sepelekan, dan jangan jadi orang besar kepala, harus bisa menghargai
kepada yang lebih tua, dan ulfa harus bisa mandiri, bisa memanfaatkan yang ulfa
miliki, siapapun yang membutuhkan pertolongan selagi kamu bisa tolonglah
mereka.. meskipun bukan mereka yang membalas tapi allah lah yang akan membalas
orang yang melakukan kebaikan, dan yang paling penting ulfa jangan meninggalkan
beribadah, jangan memiliki rasa dendam kepada siapa pun, jangan berjauhan
dengan kakakmu karena kamu merasakan pahit manisnya hidup bersama kakak2mu
bukan orang lain. Yang namanya umur kita itu siapa yang tau, jadi kamu jaga
tali persaudaraan mu untuk masa yang akan datang nanti, bersama kakakmu lah
nanti kamu akan di urus kalau mamah dan
papah sudah tua”.
Itu yang mamah dan papah samapaikan untukku, air mata
saya pun semakin cepat meneteskannya, karena ucapan mereka sangat menyentuh
hati kecilku ..
Ya Allah.. aku sangat bersyukur sekali karena Engkau
telah memberikan sepasang orangtua yang sangat menyayangi dan mencintai
anaknya. Mereka adalah hadiah yang sangat special untukku saat aku lahir di
bumi ini..
Terima kasih juga mah, pah.. atas semua yang telah kalian
perjuangkan untukku, atas kesabaran mu selama ini,dan terimakasih kau telah
memberikan semangat hidup ini.
I Will Remember Message You and I Love You mah, pah..
Setelah saya minta maaf kepada mereka, perasaan hari esoknya
sangat berbeda jadi tambah senang, tenang, dan lega, bahkan apa yang saya akan
lakukan, saya banyak berfikir dahulu.. saya berfikir percuma saya mohon maaf
kepada orang tua kalo sekarang saya melakukan hal bodoh yang tak ada untungnya.
Dan saya rasa yang namanya RIDHA ORANGTUA itu saat orang tua
kita meneteskan airmatanya dan berkata mereka telah memaafkan anaknya yang
selamaini telah sadar minta maaf kepada orangtua nya…
Mungkin hanya itu pengalaman dari saya..
Terima kasih…
Wassalam,
18 mei 2014
Ulfa
Rachmawati
PENGALAMAN
MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
RATNA
Asalamualaikum
wr.wb
Sebelumnya
saya tidak pernah meminta maaf kepada orang tua , paling juga minta maaf pas
lebaran saja , tapi sebelumnya saya pernah menangis di pangkuan mamah sambil
mengatakan ‘’mamah , bapa saya sayang sama mamah dan bapa”. Dan Alhamdulillah
nya orang tua saya menangis dan terharu.
Sebelumnya
juga telah terfikirkan setelah diberikan
tugas untuk meminta maaf kepada orang tua , tapi lagi-lagi perasaan bingung
datang kembali
Hari
pertama , ketika mamah sedang menulis pembayaran candah , saya di belakangnya
hanya berfikir bagaimana saya mengawali perkataan nya , saya bener-bener
bingung , dan akhirnya saya mamutus kan untuk mengatakannya hari esok saja.
Hari
selanjutnya , ketika mamah dan bapa sedang berkumpul , mungkin itu kesempatan
yang bagus untuk meminta maaf , tapi lagi-lagi saya binggung untuk mengawali
perkataannya itu bagaimana , ya sudah lah esok lagi saja.
Nah,
di hari jumat ini nih , yang tak saya sangka bapa mubaligh wilayah akan berceramah
tentang orang tua dan TNG ini , akhirnya mamah dan bapa mengerti dengan ceramah
nya pa mubaligh wilayah dan mereka tidak heran lagi.
Setelah
pulang dari shalat jum’at saya menangis tapi mungkun ibu saya sudah mengerti,
tiba-tiba ibu menghampiri saya yang sedang menangis sambil tiduran itu , dan
saya memeluk mamah dari belakang dan saya meminta maaf kepada mamah sambil tiduran
di pangkuan mamah , dan mamah hanya mengatakan “mamah sudah memaafkan kesalahan
mu tapi jangan ulangi lagi ya “ . memang hanya sepatah kata saja dari mamah ,
tapi menurut saya perkataan itu benar-benar bermakna.
Nah,
setelah kejadian ini selama seminggu saya benar-benar menghormati orang tua
saya , jadi tidak membantah perkataan nya lagi,tidak menunda suruhan orang tua , tapi aneh nya
mamah juga agak perhatian lagi ke saya seperti mengambilkan minum ketika makan
, menawarkan makanan dll.
Banyak
pelajaran yang saya dapat ambil dari kejadian ini , bahwa kita anak jemaat khusus nya anak TNG tidak boleh berkata kasar
kepada orang tua , membantah orang tua, bahkan membentak dan menyuruh-nyuruh
orang tua itu sangat-sangat harus di hilangkan dari kebiasaan kita sehari-hari,
dengan cara perbuatan dan perkataan yang benarnya , jangan lupa doa kan orang
tua kita agar selalu diberikan kesehatan, dan diampuni dosa-dosa nya amiiin…
Wassalamualaikum
wr.wb
¬ MENCARI RIDHO ORANG TUA ¬
Pengalaman saya,
mencari ridho orang tua itu memang tidak semudah yang kita bayangkan. Ketika
saya ingin meminta maaf kepada orang tua itu susah mencari waktu yang tepat dan
susah juga untuk mengungkapkannya.
Ketika
beberapa hari kemudian , ada waktu yang sangat tepat bagi saya dan ketika itu
ibu saya sedang duduk sambil nonton TV dekat saya. Disitulah saya memberanikan
diri untuk meminta maaf, awal nya sih saya ga berani, takut, degdegan, tapi
ketika saya sudah bener-bener berani untuk mengungkapkannya perlahan-lahan saya
pun berbicara kepa ibu “ Mah, sebentar lagi kan refi mau UN, Refi minta
ridhonya ya dari mamah sama bapa. Refi juga minta maaf bila selama ini refi
sering membuat mamah kesel, marah, jengkel, dll. Kata “ mamahnya “ : Iya dari
dulu mamah mah udah maafin refi, setiap mamah sholat juga ngedoa’in refi supaya
refi jadi anak yang pnter, solehah, dan menjadi anak yang berbakti kepada orang
tua. Semoga refi juga diberi kemudahan ketika refi lagi mengerjakan soal-soal UN.
Trus
mamah bilang sama refi : ref, mamah juga minta maaf mungkin mamah tu kurang
merhatiin refi juga. Jawab refi : iya mah gapapa, refi maafin ko, menurut refi
mamah juga udah perhatian lebih sama refi, mamah juga segalanya buat refi.
Mungkin kalo ga ada mamah sama bapa refi juga ga bakalan seperti ini.
Setelah itu saya
langsung cium tangan mamah sambil sungkem, sekali lagi refi bilang “mah, maafin
refi ya”. Iyaa .. disitulah tak tahan lagi air mata pun bercucuran ..
Setelah saya
meminta maaf kepada ibu .. alhamdulillah hati saya menjadi tenang dan rasanya
lega udah di maafin sama mamah ..
Refi Rahima Rahayu
” MENCARI RIDHO ORANG TUA “
Memang benar ya kata guru kita , bahwa minta maaf
kepada orang tua itu benar-benar susah untuk mengucapkan nya dan tidak semudah
apa yang kita pikir kan. Pada beberapa hari ada waktu yang tepat buat saya
untuk memberanikan diri untuk berminta maaf kepada ibu saya.
Pada saat pertama kali saya
minta maaf Pada sebelum dzuhur pada saat itu ibu saya sedang nyetrika dan ketika saya mendekati ibu saya
ternyata keburu adzan duluan. Saya pun pergi kemesjid dulu, pada waktu shalat
saya juga berdo’a kepada allah agar saya di beri kemudahan untuk meminta maaf
kepada ibu saya.
Setelah saya pulang dari mesjid
saya pun mencoba lagi untuk mendekati ibu saya. awal nya sih saya takut,deg-degan,malu poko
nya campur aduk deh. saya mendekati buat
meminta maaf kepada ibu saya. Tetapi jika itu memang untuk kebaikan saya. Saya pun berusaha untuk
memberanikan diri untuk minta maaf kepada ibu saya. Saya menghampiri ibu saya
dan duduk di samping nya.
Dan saya bilang ..”Mah..
sebentar lagi esa mau UN. Do’ain supaya lulus dari UN dan apabila Esa selama ini udah buat mamah kesel” . sama
mamah di jawab “ iya, mamah juga setiap
shalat mendo’akan buat anak nya. Semoga di beri keselamatan, kecerdasan,
kesuksesan dan menjadi anak yang sholehah,
udah sekarang jangan nangis lagi udah mamah maafin”. Kata esa “iyaa mah makasih
atas segala nya, karena dari dulu mamah berjuang demi anak nya. Biarpun anak
nya nakal ga bisa bahagia’in mamah tapi mamah tetap memberi semangat buat anak
nya”. I LOVE U MOM.
Esya
CERITA
PENGALAMAN SAYA (RISTANTI SIDDIKAH)
MEMINTA MAAF KEPADA ORANG TUA
Pengalaman saya pada saat
meminta maaf kepada orang tua itu sangatlah susah untuk mengungkapkannya karna
saya sebelumnya selalu gugup untuk mengatakan kata maaf itu. Tapi saya heran,
kalau saya ada salah pada teman, saya slalu meminta maaf tapi kalau sama orang
tua saya terutama ibu saya sangat susah dan deg-deggan tidak karuan.
Dan pada hari jum’at pas
mamah saya udah pulang dari jum’atan mamah saya bilang begini ” tuh tanti tadi
mamah dengerin ceramah, bantuin orang tua pagi” sapu-sapu, segala macem, jangan
sampai ngelawan”. Nah pada saat itu saya nambah bingung sambil berpikir gimana
ini cara minta maaf ke mamah? Bener” pusing dan slalu memikirkan sampai saya
mau solat pun masih kepikiran. Dan esokkan harinya saya memberanikan diri untuk
meminta maaf, Alhamdulillah kata maaf itu bisa terucap dari mulut saya ini. Dan
saya bilang “ mah tanti minta maaf’’, mamah sayapun sempat bingung dan berpikir
‘’kenapa anak saya meminta maaf’’, dan saya pun menjelaskan kepada mamah atas
kesalahan saya yang sudah ngebantah mamah, suka males kalau di rumah “(sambil
memeluk mamah dan sedih). Mamah ngejawab “ iya tanti jangan sekali’-kali lagi
kaya gitu mamah udah maafin tanti”. Saya ngejawab “ iya mah, insyaallah tanti
akan bisa lebih baik dari ini mah”.
Lalu beberapa hari lagi,
tak lama saya udah meminta maaf kepada mamah ,2 hari itu bapa saya datang dan
saya mulai deg-deggan lagi untuk meminta maaf sampe-sampe bapa saya bingung
dengan tingkah saya yang aneh, dan sore harinya saya memberanikan diri lagi
untuk meminta maaf ke bapa, akhirnya tercapai juga kata maaf itu, saya
mengatakan “ pa tanti minta maaf atas kesalahan tanti yang suka rewel kalau
meminta apapun ke bapa”, bapa ngejawab” iya tanti tidak kenapa-kenapa bapa
maafin atas kesalahan tanti, jadi anak yang soleh, sering-sering ngebantu mamah
kalau bapa kerja”, tanti ngejawab “ iya pa insyaallah tanti akan nurutin perkataan
bapa” , itulah cerita saya.
Dari pengalaman saya saat itu
ngedapat perasaan lega di hati ada, tenang udah ga ada beban lagi buat minta
maaf ke mamah dan bapa yang sangat mengertinya kepada saya. Penting banget
dalam hidup saya sebuah kata maaf yang berharga untuk mamah dan bapa saya.
MENCARI RIDHO ORANG TUA oleh Shaimatul HAni
Sebenarnya mencari ridho orang
tua itu tidak semudah yang kita bayangkan.pada suatu hari hani ingin minta maaf
sama mamah, tapi rasanya takut sekali. Dan pada waktu ashar saya memberanikan
diri untuk meminta maaf kepada ibu saya, mungkin itu adalah waktu yang tepet
buat hani ntuk minta maaf sama mamah. Awalnya sih saya takut, deg-degan, campur
aduklah perasaan saya,tapi saya coba untuk memberanikan diri.
Dan pada waktu itu ibu saya sedang tiduran di
kamar, lalu saya mendekatiny.. kata
pertama yang terucap dari bibir saya ialah “mamah”, beliau menjawab “apa”
langsung saya lanjutkan lagi “ mamah hani mau minta maaf sama mamah, selama ini
hani banyak salah, hani selalu ngebentak, berbohong, demi kesenangan hani. Hani
juga mau minta do’a nya sama mamah sebentar lagi hani mau UN semoga hani bisa
lulus”. Kata mamah “udah jangan nangis, mamah udah maafin hani yang penting
sekarang hani belajar yang rajin, agar nilai UN nya bagus.
Dan mulai dari sekarang rubah
sikap buruk hani menjadi lebih baik, dan jangan di ulangi lagi sikap hani yang
buruk. Semoga menjadi anak yang sholehah”. Kata hani “iyaa mah, hani bakalan
ngerubah sikap hani”. Dan setelah itu saya langsung memeluk ibu saya sambil
menangis.
Allhamdulillah, akhirnya sudah
tercapai juga untuk minta maaf sama mamah, dan perasaan hani sangat senang,
tenang, dan tentram. Dan sejak itu pula saya berjanji untuk tidak melawan, dan
insya allah hani bisa manaati segala perintah yang mamah berikan ke hani.
MENCARI RIDHO ORANG TUA
Sebelum saya minta maaf pada orang tua saya, saya selalu
memikirkan hal itu. Disaat saya mau minta maaf, saya selalu merasa deg – degan,
karna takut tidak di maafkan. Rasa takut itulah yang membuat saya selalu
menunda – nunda untuk minta maaf pada orang tua saya. Tetapi saya beranikan
diri saya, untuk meminta maaf pada orang tua saya.
Disaat saya sudah berniat untuk minta maaf, rasa takut itu
pun datang kembali sehingga saya enggan untuk minta maaf. Disitu saya selalu
berfikir, kapan waktu yang tepat untuk minta maaf pada orang tua saya.
Akhirnya, saya
mendapatkan waktu yang tepat untuk minta maaf pada orang tua saya. Tapi,
sayangnya saat itu hanya ada bapak saya yang di rumah, ya sudahlah saya minta
maaf saja dulu pada bapak saya, sedangkan minta maaf pada ibu saya nanti kalau
ada di rumah. Disitu saya bicara pada bapak saya “pak, mimin minta maaf, karna
suka membentak bapak dan yang selalu tidak mau jika di suruh”. Lalu bapak saya
berkata “iya, bapa maafkan kesalahanmu, tapi jangan sesekali lagi melakukan hal
itu”. Terus saya menjawab “iya pak, insya allah saya tidak akan melakukan hal
yang buruk itu lagi”. Setelah saya minta maaf pada bapak saya, saya merasa lega
karna serasa sudah tak ada beban lagi pada bapak saya, dan saya tinggal minta
maaf pada mamah saya.
Sore harinya, mamah saya ada di rumah dia sedang menonton tv.
Lalu, saya menghampirinya dan saya berkata “mah... mamah... mah...mah...”.
Disitu saya hanya mengucapkan itu saja, sehingga mamah saya merasa kesal,
mungkin karna saya mengganggunya. Jadi, saya tidak jadi untuk minta maaf.
Malam harinya, setelah pulang dari mesjid, sewaktu di jalan
saya minta maaf pada mamah. Mungkin ini aneh ya, karna saya minta maaf di
jalan, bukan di rumah. Tapi tak apa, karna itu adalah waktu yang tepat bagi
saya untuk minta maaf, karna dalam suasana santai. Disitu, saya langsung
mengatakan maaf saya “mah.. mimin minta maaf, jika selama ini suka membentak
mamah, tidak menuruti perintah mamah, dan terkadang membuat mamah marah”. Lalu
mamah saya menjawab “iya, mamah mamafin”. Terus saya bertanya kembali pada
mamah “mah.. apakah mamah ikhlas memaafkan mimin??” mamah saya menjawab “iya,
ikhlas,, tapi jangang sesekali lagi mengulangi hal itu”.
Setelah saya minta maaf, saya langsung pelukh mamah. Alhamdulillah saya merasa
tenang dan merasa tak ada beban lagi, karena sudah minta maaf pada kedua orang
tua saya.
By siti Aminah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar