Siapa Adam, Maryam, Ahmad dalam Wahyu ini?
21 February 1884: On this date, the Promised Messiahas wrote a letter to Mir Abbas Ali Sahib of Ludhiana, in which he answered an allegation against his revelations raised by some maulvis and also explained his revelations.
يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ زَوْجُكَ الْجَنَّةَ
يَا مَرْيَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ زَوْجُكَ الْجَنَّةَ
يَا اَحْمَدُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ زَوْجُكَ الْجَنَّةَ
نَفَخْتُ فِيْكَ مِنْ لَّدُنِّي رُوْحَ الصِّدْقِ
“O Adam, dwell you and your companion in Jannah; O Maryam [Mary], dwell you and your companion in Jannah; O Ahmad dwell you and your companion in Jannah [that is, into attaining the means of true salvation]. I have breathed into you the spirit of righteousness from Myself.”
In explaining this revelations, the Promised Messiahas says:
“Mary here does nor refer to Mary, Mother of Jesus, nor does Adam refer to Adam, the progenitor, nor does Ahmad refer to Hazrat Khatamul-Anbiya [Seal of the Prophets], may peace and blessings of Allah be upon him. Similarly, in these revelations the names Musa [Moses], Isa [Jesus] and Dawud [David] have been mentioned, but these names do not refer to those Prophets; rather, my humble self is indicated in all these instances [referring to another revelation]. Since Mary here does not connote a feminine but a masculine, the use of the masculine gender is appropriate; hence, the phrase
يا مَرْيَمُ اسْكُنْ
should be used.
“The word zauj [companion] refers to companions and close associates, not the zauj [in the sense of spouse]. In the lexicon, the word is applied in both situations. The word jannah is sometimes used in my revelations about Paradise in the Hereafter and sometimes it refers to joy, victory, tranquillity and solace in this world.”
(Maktubat-e-Ahmad, Vol. 1, p. 599)
21 Februari 1884: Pada tanggal ini, Hadhrat Masih Mau'ud menulis sepucuk surat kepada Mir Abbas Ali Sahib dari Ludhiana, di mana huzur menjawab tuduhan terhadap wahyu yang diajukan beberapa maulvis dan juga huzur menjelaskan wahyu-wahyu tersebut.
(Wahyunya)
يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ و زَوْجُكَ الْجَنَّةَ
Wahai Adam, Tinggallah dirimu dan sahabatmu di dalam Surga;
يَا مَرْيَمُ اسْكُنْ أَنْتَ و زَوْجُكَ الْجَنَّةَ
Wahai Maryam [Maria], Tinggallah dirimu dan sahabatmu didalam Surga;
يَا اَحْمَدُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ زَوْجُكَ الْجَنَّةَ
Wahai Ahmad Tinggallah dirimu dan Sahabatmu di Surga; [yaitu, mencapai sarana keselamatan sejati].
نَفَخْتُ فِيْكَ مِنْ لَّدُنِّي رُوْحَ الصِّدْقِ
Aku telah menghembuskan kepada dirimu ruh kebenaran dari Diriku. ". "
Dalam menjelaskan wahyu ini, Hadhrat Masih Mau'ud bersabda:
Di sini Maryam, tidak mengacu pada Maryam Bunda Yesus, dan Adam juga tidak mengacu pada Adam nenek moyang, Ahmad juga tidak mengacu pada Hazrat Khatamul-Anbiya [Segel Nabi], SAW.
Serupa dengan (sebutan) itu, dalam wahyu-wahyu ini nama Musa [Musa], Isa [Yesus] dan Dawud [David] telah disebutkan, tetapi nama-nama ini tidak merujuk pada para nabi itu, sebaliknya, kepada diri saya yang lemah inilah yang dimaksudkan dalam semua contoh ini [merujuk pada wahyu lain].
Karena Maryam di sini tidak berkonotasi dengan feminin (Maryam bunda Yesus),tetapi maskulin ( yakni diri saya, pent) penggunaan gender maskulin adalah tepat, (karena wahyunya untuk diri saya, pent) karenanya, frase
يا مَرْيَمُ اسْكُنْ
lah yang seharusnya digunakan.
Kata zauj [companion] merujuk pada para sahabat dan para rekan dekat, bukan zauj [dalam arti pasangan]. Dalam kamus Lexicon, kata tersebut diterapkan dalam kedua situasi tersebut.
Kata jannah terkadang digunakan dalam wahyu saya tentang Firdaus di akhirat dan terkadang mengacu pada kegembiraan, kemenangan, ketenangan dan pelipur lara di dunia ini. " (Maktubat-e-Ahmad, vol. 1, hal.599)
Sumber :
https://www.alhakam.org/19-25-february/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar