"Terus Bekerja dalam TARBIYAT tidak LENGAH dalam Refleksi Diri"
________________________________________________
CHALLENGE (1)
Temukan Kutipan dibawah ini :
"Hanya Dia Sendiri Yang dapat
mengatakan apakah seseorang yang nampaknya “kering” dan “kosong dari
segala kehidupan rohani” akan menjadi “hijau” bila diberi siraman air ataukah
ia “mati” dan tak bisa dihidupkan lagi"
PEMECAH KEBEKUAN
Pembaca budiman, keghaiban masa depan manusia tidak bisa didasari dengan prediksi buta dengan menjadikan penghakiman kepada orang-orang yang dianggap "lemah" dalam rohani. Karena bisa jadi kita takabur seolah sudah dalam "tinggi" tingkat rohani, dengan menganggap yang lain ada di keraknya neraka buatan Ilahi.
Atau, jikapun tidak seperti diatas gambarannya yakni Kita Lalai saja dengan tugas kita sebagai Makhluk Allah yang paling diridhai ilahi itu bisa jadi sama saja miripnya dengan keadaan diatas tadi (naudzubillahi min dzalik)
Bagaimana Allah Taala memberi resep mengasihi manusia dengan sharing / saling memberi nasehat sebagai ciptaan-Nya yang paling dikasihi? Jadi resepnya bukan dengan menghakimi.
Resepnya terdapat dalam Firman-Nya tentunya yakni
Al-'Ashr 103:4
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam hal yang haq/kebenaran dan saling menasehati dalam hal sabar.
Al-Balad 90:18
ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْمَرْحَمَةِ
Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling menasehati dalam hal sabar dan saling menasehati dengan kasih sayang.
Gambaran diatas dapat disimpulkan dalam 3 point :
1. Saling memberi nasehat dalam hal yang HAQ yakni kebenaran
2. Saling memberi nasehat dalam hal SABAR (sabar dalam hal apapun)
3. Saling memberi nasehat dengan MARHAMAH yakni kasih cinta dan sayang
INTRO 1 :
"love for all, hatred for none"
_________________________
PEMBAHASAN : Lawan Lengah dengan Bekerja
Kemudian pembaca budiman, bagaimana dengan judul tulisan ini? Ada tidak Dasarnya ? Yakni antara terus bekerja dan tidak lengah.
Kita temui dalam Firman-Nya, Termaktub berikut ini :
1. Al-An'am : 60
وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ
Dan di hadirat-Nya-lah
kunci-kunci segala yang gaib,
لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ
tidak ada yang mengetahui perkara-perkara yang gaib itu kecuali
Dia.
وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِۚ
Dia mengetahui apa yang
ada di daratan dan di lautan.
وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا
Tidaklah gugur sehelai daun pun
melainkan Dia mengetahuinya;
وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
dan tiada sebutir biji pun dalam
kegelapan bumi yang pekat dan
tidak pula sesuatu yang basah
atau yang kering, melainkan ter-
tulis dalam Kitab (854) yang terang.
PENJELASAN TAFSIR 854
Ayat ini dan ayat berikutnya meletakkan asas penyuluh bahwa
keputusan untuk menurunkan azab atas orang-orang kafir tidak diserahkan
ke tangan Rasulullah Saw sebagaimana dituntut oleh mereka.
Jika demikian
halnya sudah lama mereka akan menemui ajal mereka, sehingga banyak
dari orang-orang yang dahulunya merupakan musuh Islam seperti Umar
dan Khalid yang kemudian ditakdirkan memainkan peranan penting dalam
melebarkan sayap serta menegakkan kekuasaan Islam niscaya akan meninggal
dunia dalam keadaan kafir.
Akan tetapi oleh karena Allah Swt itu Mahakuasa, Dia lambat sekali
menghukum dan karena mengetahui sepenuhnya tentang gerak-gerik batin
manusia maka Dia mengetahui bila dan siapa yang harus dihukum.
Dia
Sendiri mengetahui betapa jauh kesukaran-kesukaran atau kesenangan-kesenangan dapat mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia, dan apakah
mungkin atau tidak, pekerjaan-pekerjaan baik yang dilakukan manusia jadi hapus atau sia-sia oleh bekerjanya sebab-sebab lain.
Dia Sendiri mengetahui
benih-benih kebaikan yang tertanam di dalam hati manusia dan mengetahui
apakah mungkin atau tidak, benih-benih itu akan bersemi lalu tumbuh dan
berkembang subur lalu menghasilkan buah.
Hanya Dia Sendiri Yang dapat
mengatakan apakah seseorang yang nampaknya “kering” dan “kosong dari
segala kehidupan rohani” akan menjadi “hijau” bila diberi siraman air ataukah
ia “mati” dan tak bisa dihidupkan lagi.
Pendek kata, hanya Tuhan Yang
mempunyai pengetahuan sepenuhnya tentang segala hal, segala keadaan,
segala kemungkinan dan segala kemampuan yang tersembunyi, dan karena
itu hanya Dia Sendiri pula Yang dapat mengatakan siapa harus dihukum dan
siapa tidak.
2. Al-An'am 6:61
وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ
Dan
Dia-lah Yang mewafatkan kamu di waktu malam,
وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِٱلنَّهَارِ
dan Dia mengetahui apa
pun yang kamu perbuat pada
waktu siang, (855)
ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ
kemudian Dia
membangunkan kamu pada
waktu siang itu,
لِيُقْضَىٰٓ أَجَلٌ مُّسَمًّىۖ
supaya menjadi
genap jangka waktu (856) yang telah
ditetapkan.
ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ
Kemudian kepada-Nya kamu akan dikembalikan,
ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
lalu Dia akan memberitahukan
kepadamu tentang apa yang
senantiasa kamu kerjakan.
PENJELASAN TAFSIR 855
“Yatawaffakum bil-Lail” berarti mengambil ruh di waktu malam.
Hanya Tuhan Sendiri mengetahui keadaan manusia di waktu malam dan
perbuatan-perbuatannya di waktu siang, dan semua waktu ada di bawah
pengawasan-Nya.
Oleh karena itu hanya Dia Sendiri juga yang mengetahui
tabiat sebenarnya orang yang saleh dan yang jahat. Maka, sebagai akibatnya,
hanya Dia Sendiri pula Yang berwenang menghukum
PENJELASAN TAFSIR 856
“Jangka waktu” yang dikatakan di sini ditetapkan oleh kemampuan-kemampuan dan kekuatan-kekuatan yang dianugerahkan kepada manusia
semenjak ia dilahirkan dan dapat diperpanjang atau diperpendek menurut
benar atau salahnya ia menggunakan kemampuan
-kemampuan dan kekuatan kekuatan itu. Di sini tidak disebutkan mengenai kearifan Tuhan yang kekal abadi.
INTRO 2 :
Peace, love and humanity.
_________________________
3. Al-An'am 6:62
وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦۖ
Dan Dia Mahaunggul (857)
atas hamba-hamba-Nya
وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً
dan Dia
mengutus penjaga-penjaga kepadamu,
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ
hingga apabila kematian
mendatangi salah seorang di
antaramu
تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
maka utusan-utusan
Kami mewafatkannya, dan mereka
tidak melalaikan tugasnya.
PENJELASAN TAFSIR 857
Ayat ini memberikan alasan lainnya mengapa Allah Swt sendiri yang
berhak menghukum.
Dia Qāhir yakni Mahagagah-perkasa dan Berkuasa atas
segala sesuatu; oleh karena itu Dia dapat menghukum makhluk-makhluk-Nya sesuai dengan pengetahuan-Nya yang tak kenal salah itu manakala Dia
menganggap tepat. Wujud-wujud yang gagah-perkasa tidak pernah terburu-buru menghukum.
AJARAN NABI MUHAMMAD SAW
Pada penjelasan tafsir 854 diatas ada ungkapan :
"Dia Sendiri mengetahui
benih-benih kebaikan yang tertanam di dalam hati manusia dan mengetahui
apakah mungkin atau tidak, benih-benih itu akan bersemi lalu tumbuh dan
berkembang subur lalu menghasilkan buah"
AL-KISAH
Kisah Hadhrat Umar r.a dan Hadhrat Khalid r.a
Rumitnya palung hati dimana hanya Allah Taala yang benar-benar faham isinya, menjadi misteri dan ghaib bagi makhluqnya. Sehingga contoh yang dikemukakan diatas adalah sahabat Umar Bin Khaththab R.A dan Sahabat Khalid Bin Walid R.A. Bukan tanpa alasan contoh tersebut, mengapa? Karena Islam menyebar begitu pesatnya dimasa Hadhrat Umar R.A sebagai Khalifah Rasyidah sedangkan Hadhrat Khalid bin Walid R.A sebagai Panglima terdepannya, sehingga laskar Islam menyangka seolah-olah karena Hadhrat Khalid R.A lah pasukan muslim selalu menang dalam peperangan dimasa itu.
Karena anggapan tersebut sehingga Khalifah Umar R.A mengganti Hadhrat Khalid R.A dengan Hadhrat Abu Ubaidah bin Al-Jarrah R.A, untuk menjaga ketauhidan kaum muslimin dari kemusyrikan. Karena, sesungguhnya kemenangan gilang gemilang itu adalah ridha Allah taala .
Betul-lah bahwa dibawah komando Hadhrat Abu Ubaidah al-Jarrah R.A pun, kaum muslimin tetap mendapati kemenangan demi kemenangan. Peristiwa ini pasti lagi-lagi berkenaan dengan hati. Jika saja bukan karena iman dan taat apalagi dasarnya?
Dari hal ini tentunya kita tidak bisa menghakimi hati seseorang cenderung kemana (baca : aktifnya kenapa dan tidak aktif karena apa). Kekhasan Hati ini Rasulullah Saw memiliki resep mujarab agar istiqomah bagi ummatnya.
Baik ummatnya yang awalin di Jemaat maupun yang baru berbaiat (MB), maka seyogyanya tidaklah berkecil hati karena ada Petuah Agung Nabi Saw tentang Doa ke-Istiqomahan Hati. Agar kita terjaga dan dijaga oleh Allah Taala.
UTASAN DOA
Doanya Yakni :
1. MUQOLLIB al-QOLB
وَعَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ ، قَالَ : قُلْتُ لِأُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، يَا أُمَّ المُؤْمِنِيْنَ ، مَا كَانَ أكثْرُ دُعَاءِ رَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، إِذَا كَانَ عِنْدَكِ ؟ قَالَتْ : كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ :
(( يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ ))
رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))
Dari Syahr bin Hawsyab, ia berkata, “Aku berkata kepada Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ‘Wahai Ummul Mukminin, doa apa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia berada di sisimu?’ Ummu Salamah menjawab, ‘Yang paling sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII ‘ALA DIINIKA
(artinya: Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).’” (HR. Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3522].
2. MUSHARRIF al-QOLB
Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa;
“ALLAHUMMA MUSHARRIFAL QULUUB, SHARRIF QULUBANA ALA THO'ATIKA”
[Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!] (HR. Muslim no. 2654). An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab, “Allah membolak-balikkan hati sekehendak-Nya.”
(Aamiin Ya Rabbal Alamin)
Ayat, Hadis, tafsirnyapun usai. Kini mari sama-sama amalkan. Sehingga kelengahan kita sirna. Ridha Tuhan (GOD BLESS) bukan sebuah grup band semata, namun kita semuapun dapat meraihnya. Aamiin tsumma Aamiin.
Referensi :
1. Tafsir Singkat ed.Malik Ghulam Farid. Bahasa.Indonesia, JAI 2017.
2. Kitab Hadis Muslim dan Kitab Hadis Muslim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar