Sabtu, 04 Februari 2023

ORANG TUA DAN ANAK : Pandangan Agama-Agama

 

ORANG TUA DAN ANAK : Pandangan Agama-Agama

ISLAM

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”
dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (Al-Isrā' [17]:23)

Kata 'uff'

Dalam bahasa Arab, kata Uff dipergunakan untuk menyatakan rasa muak dengan bunyi kata dari mulut, dan Nahr dipakai untuk menyatakan rasa muak dengan perbuatan.

Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, ayat ini hendak mengemukakan, bahwa hendaknya jangan mempergunakan kata-kata keras terhadap ibu-bapak, apalagi berbuat tidak baik terhadap mereka.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,

Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’

Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya,

Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’

Beliau menjawab, ‘Ibumu.’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.

'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Berbaik hatilah terhadap orang tua dan kerabat… Inilah yang dicintai Tuhan.  Dia tidak menyukai orang-orang yang lalai dan mementingkan diri sendiri, dan orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain untuk menjadi kikir, dan menyembunyikan kekayaan mereka dan memberi tahu mereka yang membutuhkan bahwa mereka tidak memiliki apa pun yang dapat mereka berikan kepada mereka.

(Islam, Hadhrat Masih Mauud (as), The Philosophy of the Teachings of Islam, p. 73)

وأما إذا كان لإحقاق حق وإبطال باطل أي لإظهار حقيقة الحق وإظهار بطلان الباطل فممدوح شرعا ولو من ولد لوالده فيكون عقوقا محمودا

Artinya, “Adapun bila itu bersifat mengungkapkan yang hak dan menyatakan kebatilan, yaitu menjelaskan hakikat yang hak dan menjelaskan kebatilan sesuatu yang batil, maka itu terpuji menurut syariat, sekali pun itu dilakukan oleh anak terhadap kedua orang tuanya, maka itu terbilang ‘durhaka’ yang terpuji,”

(Lihat Syekh M Ibrahim Al-Baijuri, Syarah Tuhfatul Murid ala Jauharatut Tauhid, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun] halaman 124).

YAHUDI
Disiplinkan anak-anak Anda, dan mereka akan memberi Anda ketentraman. Mereka akan memberi kesenangan pada hatimu. (Judaism, the Tanakh, Proverbs 29:17)

KRISTEN
Efesus 6:1-3 (TB)  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Christianity, the Bible, Ephesians 6:1-3)

SIKH
As the child, according to its natural disposition, commits thousands of faults,The father instructs and slights, but again hugs him to his bosom.

Saat sang anak yang menurut watak alaminya telah melakukan ribuan kesalahanpun, Sang ayah tetap akan mengajari dan mengabaikan (kesalahannya), bahkan tetap menempatkan dia di hati sanubarinya
(Sikhism, Adi Granth, Sorath, M.5)

HINDU
Jangan abaikan pekerjaan [pengorbanan] karena para dewa dan ayah!  Biarkan ibumu menjadi seperti dewi bagimu!  Biarlah ayahmu menjadi seperti dewa bagimu!  Biarkan gurumu menjadi seperti dewa bagimu!
(Hinduism, Taittiriyaka Upanishad, 1.11.2)

BUDHA
Mereka yang ingin dilahirkan di [tanah suci] Buddha… harus berbakti kepada orang tua mereka dan mendukung mereka, dan harus melayani dan menghormati guru dan orang yang lebih tua.
(Buddhism, Meditation on Buddha Amitayus, 27)

Sumber:

https://www.reviewofreligions.org/40535/world-faiths-parents-children/

Tafsir Alquran JAI: Editor Malik Ghulam Farid, Neratja Press
https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/mana-lebih-utama-antara-orang-tua-dan-guru-hdvlx

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag

https://alkitab.app/v/c99c952df115

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...