Keberkahan, Keimanan dan Nikmat Kemerdekaan
Allah Swt Berfirman :
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”.(QS. Ibrahim, 14: 35).
Sepenggalan Ayat diatas memberikan gambaran betapa Tak akan bisa kita sebagai 'abdun, hamba sahaya, budak dihadapan Allah Taala mengingkari nikmatNya. Suatu keingkaran luar biasa jika kita sebagai makhluk "mampu" menfikan nikmat itu.
Hal ini hanya akan bermanfaat bagi orang yang beriman kepadanya dengan TULUS saja. Sebagai nikmat tak terhingga adalah Kemerdekaan.
Hadhrat Umar bin Khatab RA pernah memperingatkan dengan kalimat yang sangat keras Gubernur Mesir pada Masanya karena telah "zalim" kepada seorang warganya.
Hadhrat Umar Ra berkata:
مَتَى اسْتَعْبَدْتُمُ النَّاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا ”Sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedang ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan bebas dan merdeka”. Islam lebih mengajarkan agar kita menghargai kemanusiaan, saling mencintai sesama dan menjunjung tinggi kemerdekaan setiap bangsa.
Saat ini, kita menjaga merdekanya NKRI dengan mengisinya dengan membangun negeri disertai doa-doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar keberkahan senantiasa kita rasakan dalam meneguhkan keimanan kepada Allah Taala dengan penuh rasa Syukur dan ke Tawadhu-an.
@ahmadiyahid
@wartaahmadiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar