Bone,(28/02/2020).
Didunia, saat ini ada tiga golongan Islam besar : Sunni, Syiah dan Ahmadiyah.
Kutipan tersebut diungkapkan oleh Pimpinan Pondok, ketika silaturahmi JAI daerah Sulsel 2 dan Sulsel 1 didampingi oleh Bapak Abdul Rozaq. Agenda ini dilakukan untuk mengulang Rabtah Bapak Abdul Rozaq 13 tahun lalu ke pondok AlIkhlas Ujung Bone.
Berdasarkan sejarahnya, Prof Nasaruddin ingin agar Desa Ujung tidak hanya dikenal sebagai Pedagang. Namun menjadi Desa dimana bisa terwujudnya Generasi Baru Islam yang Lebih Cerah dan Mencerahkan . ungkapan tersebut dijadikan visi ponpes.
Ponpes ini adalah tempat lahirnya Imam Besar Masjid Istiqlal. Ponpes ini bernaung dibawah Yayasan Al-Ikhlas milik ayahanda Sang Imam Besar Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ph.D . Beliau lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959 adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dari tahun 2011 sampai 2014. Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama/ Kementerian Agama Republik Indonesia. Dia juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair. ( https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nasaruddin_Umar )
Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Sulawesi Selatan bernaung di bawah Yayasan Al-Ikhlas Bone yang didirikan pada tanggal 18 September 2000 M, bertepatan tanggal 19 Jumadil Akhir 1421 H. Pesantren ini didirikan oleh H. Andi Muh. Umar (Alm.) dan Hj. Andi Bunga Tungke (Almh) sebagai wujud keprihatinan terhadap kualitas dan kuantitas pendidikan di dalam masyarakat, sementara tantangan di masa depan semakin menuntut sumber daya manusia yang handal.
Meskipun bernaung di bawah satu yayasan keluarga, Pesantren Al-Ikhlas tetap dikelola secara profesional, terbuka, transparan dan demokratis. Yayasan ini tetap terbuka untuk melibatkan berbagai pihak guna mewujudkan visi, misi dan tujuan Pesantren Al-Ikhlas.
Obsesi lain dari Pesantren Al-Ikhlas ialah mengupayakan alumni terbaiknya untuk melanjutkan studi ke universitas terbaik di dalam maupun luar negeri. Terbukti dalam beberapa tahun terakhir, Alumni Pesantren Al-Ikhlas telah tersebar ke berbagai perguruan tinggi terbaik di Jawa dan Sulawesi (UI Jakarta, UGM Jogjakarta, ITS Surabaya, ITB Bandung, UIN Syarif Jakarta, Universitas Hasanuddin), serta perguruan tinggi luar negeri seperti Al-Azhar Mesir, Universitas Islam Madinah dan Bangor University Inggris. ( https://alikhlasbone.ac.id/sample-page/ )
Dalam kesempatan silaturahim ini, kami di terima langsung oleh Adik Ipar Prof Nasaruddin sekaligus menjabat sebagai PH. Yayasan Al-Ikhlas Bone, H. Nasaruddin Spd.M.Pdi. Satu Jam lebih kami berbincang Ringan dengan beliau dan Pimpinan Pondok yang juga menjabat di FKUB Kabupaten Bone untuk Saling berkenalan satu sama lain. Suasana angat bersahabat, hal ini terlihat ketika pak abdul rozaq menceritakan kedekatan beliau dengan Prof. Nasaruddin. Bahkan Beliau meminta izin foto bersama agar dikirim langsung ke Prof. Nasaruddin. Betul saja ketika acara usai Pak abdul rozaq mendapatkan balasan dari Imam Besar Istiqlal dengan kalimat : Tolong doakan pesantren kami agar beberkat.
Selain Foto bersama, bapak Abdul Rozaq menyerahkan secara simbolik beberapa buku yang telah disiapkan. Diantaranya Inti Ajaran Islam 1&2 serta Pengantar Mempelajari Alquran.
(Tim Publikasi Sulsel)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar