Kamis, 06 Maret 2014

ARSENICUM ALBUM
 (Arsenius Acid) --- Arsenic Trioxide

Profil obat

Nama latin : Arsenicum album
Nama umum : Arsenic oxide  (As2O3), Arsenious acid, Arsenic
Sumber : Arsenopyrite, yang ditemukan di Swedia, Jerman, Norwegia, Inggris dan Kanada
Bagian yang digunakan : Arsenic oxide

Sejarah dan Kerja Obat
Proving dilakukan oleh Hahnemann. 
Pada jaman dahulu, arsenik diberikan kepada manusia dan hewan untuk meningkatkan stamina dan menguatkan otot.  Arsenik juga dikenal sebagai racun.  Efek racun yang akut berupa rasa terbakar di saluran pencernaan, disertai muntah, kejang-kejang dan bahkan kematian.  Sebagai obat homeopati, obat ini bekerja pada membrana mucosa (membran mukosa = selaput lendir) dari saluran pencernaan dan sistem pernafasan.

Gejala utama (kunci)
Gejala kekawatiran akan kesehatan, kurang istirahat dan kelelahan. Rasa kedinginan, kehausan. Nyeri seperti terbakar, yang membaik pada keadaan hangat.

Gejala dan Penggunaan
Arsenik merupakan suatu remedi yang khasiatnya menembus dalam ke setiap organ dan jaringan. Remedi ini menimbulkan gejala yang khas dan jelas, dan memiliki kaitan dengan penyakit-penyakit yang berat dan parah, sehingga remedi ini sering digunakan untuk pengobatan dalam homeopati. Gejala-gejala yang paling penting adalah kelemahan yang menyeluruh, kehabisan tenaga, dan sikap tidak bisa diam, yang memburuk di malam hari. Aktivitas ringan saja dapat menimbulkan rasa sangat lelah. 
Rasa cemas dan gelisah yang terdapat pada pasien Arsenicum bercampur baur dengan rasa takut, dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Rasa cemas dan gelisah ini juga muncul sebagai sikap tidak bisa diam, hingga pasien selalu bergerak dan selalu berpindah tempat sampai akhirnya sangat letih dan tidak kuat lagi bergerak.
Nyeri terbakar. Rasa terbakar di bagian dalam kepala yang membaik dengan dibasuh air dingin. Rasa terbakar di lambung, di kandung kemih, di vagina, di paru-paru, di tenggorokan dan di semua membran mukosa.
Rasa haus yang tidak terpuaskan. Rasa haus yang menginginkan air sedikit-sedikit dan sering, asal cukup untuk membasahi mulut saja. Berbeda dengan Bryonia yang rasa hausnya menginginkan air sekaligus dalam jumlah banyak namun sesekali saja.
Keluhan rasa terbakar pada Arsenicum membaik dengan rasa panas. Rasa terbakar pada bagian luar kepala, kulit kepala, membaik dengan rasa panas, sedangkan rasa terbakar dari dalam kepala membaik dengan dibasuh air dingin.  Membutuhkan pakaian berlapis-lapis agar tubuh tetap terasa hangat.
Arsenicum cenderung menyebabkan perdarahan; muntah darah, perdarahan dari paru-paru dan tenggorokan. Peradangan yang berkembang dengan cepat dan hebat.  Gangrene (gangren = disertai kematian dan pembusukan jaringan). Keluhan khas daerah tepi laut [Nat. mur.; Aqua Marina]. Efek buruk dari buah-buahan, terutama yang mengandung banyak air.  Ekskreta (lendir) berwarna hijau.
Kepekaan adalah salah satu ciri Arsenicum; kepekaan terhadap bau dan sentuhan; peka berlebihan pada segenap indera. Selain itu, pasien Arsenicum bersifat sangat kritis dan rewel, ingin segala sesuatunya teratur, dan rapi.
Arsenicum baik untuk diberikan pada penyakit akibat kecanduan alkohol, keracunan ptomaine (zat beracun), sengatan, luka sayat, kebiasaan mengunyah tembakau; akibat buruk dari makanan yang sudah busuk atau sesuatu yang berasal dari hewan; ekskreta  yang berbau busuk; dan untuk keluhan-keluhan yang kambuh setiap tahun. Anemia (anemi = berkurangnya jumlah sel darah merah) dan chlorosis (anemi karena kekurangan zat besi, biasanya pada wanita dari masa pubertas sampai usia tiga puluhan). Gangguan degeneratif (perubahan sel atau jaringan yang tidak normal sehingga fungsinya terganggu atau rusak). Penurunan berat badan yang terjadi secara perlahan-lahan akibat gangguan nutrisi. Kaheksi (keadaan lemah dan kurus karena penyakit berat atau lama) akibat malaria. Infeksi septic (septik = reaksi umum disertai demam akibat bakteri) dan vitalitas yang rendah. Memberi efek menenangkan dan meringankan dalam menghadapi saat-saat terakhir hidup, bila diberikan dalam potensi tinggi.

Pikiran.--- Rasa sedih yang mendalam dan keadaan gelisah. Selalu berpindah-pindah tempat. Merasa takut, terhadap kematian, ditinggalkan sendirian. Merasa sangat ketakutan, berkeringat dingin. Selalu berpikir tidak ada gunanya lagi minum obat. Ingin bunuh diri. Halusinasi pada penciuman dan penglihatan. Rasa putus asa membawanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sifat kikir, dengki, suka mementingkan diri sendiri, kurang percaya diri. Meningkatnya sifat perasa [Hep.]. Peka terhadap adanya kelainan dan kebingungan.

Kepala.--- Sakit kepala pada Arsenicum, memiliki ciri umum yang menonjol yaitu muncul secara berkala. Sakit kepala setiap dua hari sekali, setiap tiga, empat, hingga tujuh hari sekali. Sifat berkala ini juga menyebabkan Arsenicum digunakan pada penyakit malaria yang demamnya muncul secara berkala. Sakit kepala berkala ini melibatkan seluruh kepala; sakit kepala kongestif dengan rasa berdenyut dan terbakar. Umumnya disertai mual dan muntah. Memburuk akibat sinar dan suara, membaik dengan berbaring di ruang gelap.

Mata.--- Rasa terbakar pada mata, disertai air mata terasa pedas. Kelopak mata merah, luka-luka, berkeropeng, bersisik, timbul butir-butir (granulated). Sembab di sekeliling mata. Perlukaan pada kornea (selaput bening mata). Fotofobia (takut cahaya) yang cukup berat; keluhan berkurang dengan panas dari luar. Neuralgia (nyeri saraf) di bulu mata, disertai nyeri terbakar.

Telinga.--- Kulit di dalam liang telinga merah dan terasa seperti terbakar. Keluar cairan telinga yang encer, membuat lecet, dan berbau menusuk hidung. Suara menderu dalam telinga, saat serangan nyeri hebat.

Hidung.--- Keluar lendir yang encer, seperti air, bersifat membuat lecet. Hidung tersumbat. Bersin-bersin tanpa henti. Hay-fever (reaksi alergi terhadap serbuk sari rumput-rumputan, berupa rasa gatal di hidung,bersin, pilek dan keluar air mata) dan coryza (pilek); yang memburuk di udara terbuka; dan membaik di dalam ruangan. Rasa terbakar dan mengeluarkan darah. Jerawat di hidung.

Wajah.--- Bengkak, pucat, kekuningan, seperti menderita kaheksi, cekung, dingin, dan basah oleh keringat. [Acetic acid.] Ekspresi wajah yang penuh penderitaan. Rasa nyeri koyak, nyeri ditusuk-tusuk jarum; seperti terbakar. Bibir hitam, pucat keabu-abuan. Marah, disertai rona kemerahan yang jelas di pipi.

Mulut.--- Gusi tidak sehat, mudah berdarah. Perlukaan di mulut disertai dengan panas kering dan rasa seperti terbakar.  Lidah kering, bersih, dan merah; rasa tertusuk-tusuk jarum dan seperti terbakar di lidah, luka-luka dengan warna kebiruan. Ludah berdarah. Neuralgia di gigi; terasa lama dan sakit sekali; memburuk setelah lewat tengah malam; membaik dengan suhu hangat. Rasa seperti logam (di lidah). Bersendawa keluar air yang serasa mendidih.

Tenggorok.--- Bengkak, menyempit, seperti terbakar, tidak bisa menelan.   Lapisan selaput  seperti  difteri , tampak kering dan kerkerut-kerut.

Lambung.--- Tidak tahan melihat atau mencium bau makanan. Rasa haus yang sangat; banyak minum, tapi sedikit-sedikit dan sering. Mual, bersendawa, muntah, begitu selesai makan atau minum. Nyeri terbakar. Rasa terbakar di ulu hati; bersendawa keluar cairan yang asam dan pahit, yang membuat tenggorokan lecet. Bersendawa berkali-kali yang tidak hilang-hilang. Memuntahkan darah, empedu, mukus kehijauan, atau hitam kecoklatan bercampur darah. Lambung terasa sangat tidak enak; terasa pedih seakan terkoyak. Nyeri di lambung akibat sedikit saja makan atau minum. Rasa sangat ketakutan dan sesak napas, disertai nyeri lambung; juga terasa ingin pingsan, kedinginan sedingin es, kelelahan yang luar biasa. Setiap menelan sesuatu, rasanya seperti menyangkut di esofagus (saluran pencernaan antara pangkal tenggorok dan lambung), sampai menyumbat sama sekali dan tidak ada lagi makanan yang bisa lewat. Penyakit akibat makan sayur-sayuran, melon, dan buah-buahan yang banyak mengandung air lainnya. Sangat menyukai susu. Sangat ingin yang asam-asam dan kopi.  Dispepsia (gangguan pencernaan) akibat makan cuka, yang asam-asam, es krim, tembakau.

Perut.---  Sakit perut yang perih sekali, nyeri terbakar seperti ada batu bara menyala; membaik bila diberi panas. Hati dan limpa membesar dan terasa sakit. Perut membengkak dan terasa sakit. Nyeri saat batuk seperti ada luka di perut.

Rektum.--- Rectum (rektum = ujung usus besar sampai dubur) terasa sakit, kadang-kadang menonjol keluar. Tenesmus (mengejan tanpa hasil). Nyeri terbakar dan rasa tertekan di rektum dan anus (dubur).
Buang air besar.--- Kecil-kecil, berbau menusuk hidung, berwarna gelap disertai rasa sangat lelah. Memburuk di malam hari, dan sehabis makan dan minum; akibat perut kedinginan, penyalahgunaan alkohol, daging yang sudah busuk. Disentri (diare dengan tinja bercampur lendir dan darah) yang berwarna gelap, berdarah,  dan berbau sangat menusuk hidung. Kolera, disertai dengan rasa sangat nyeri, kondisi lemah, dan rasa haus yang membakar. Tubuh dingin sedingin es. [Verat.] Wasir yang terasa panas seperti terbakar api; yang membaik bila diberi panas. Kulit lecet-lecet di sekitar anus.

Air seni.--- Sedikit, terasa panas seperti terbakar, keluar tanpa disadari. Kandung kemih seperti lumpuh. Ada endapan dan gumpalan nanah dan darah. Sesudah berkemih, merasa lemah di bagian perut.

Pria.--- Glans (kepala zakar) merah kebiruan, bengkak dan pecah-pecah. Radang dan bengkak yang sakit sekali pada alat kelamin, hampir menjadi gangren.

Wanita.--- Haid terlalu banyak dan terlalu awal. Rasa terbakar di daerah indung telur. Keputihan, yang terasa pedih, seperti terbakar, berbau menusuk hidung, dan encer. Menorrhagia (haid dengan perdarahan yang berlebihan). Rasa ditusuk-tusuk jarum di pelvis (panggul) yang menjalar turun ke paha.

Kehamilan.--- Nyeri terbakar di payudara; membaik dengan gerakan.

Pernapasan.--- Tidak sanggup berbaring; takut napas tersumbat. Jalan napas menyempit. Asma yang memburuk saat tengah malam. Rasa seperti terbakar di dada. Catarrh (radang di selaput lendir hidung, biasanya diikuti sekresi lendir cair) yang menyesakkan napas. Batuk yang memburuk lewat tengah malam; bertambah buruk bila berbaring telentang. Dahak yang bisa keluar hanya sedikit, berbusa. Rasa nyeri mendadak di sepertiga bagian atas paru kanan. Pernapasan yang berbunyi/mengi. Batuk darah yang disertai rasa nyeri di daerah antara bahu; terasa panas terbakar di seluruh badan. Batuk kering, seperti akibat kena uap sulphur; sesudah minum.

Jantung.--- Palpitasi (jantung berdebar-debar), nyeri, dispnu ( nafas tersengal-sengal), rasa ingin pingsan. Jantung yang mudah sakit pada para perokok dan pengunyah tembakau. Jantung berdenyut lebih cepat saat pagi hari. [Sulph.] Pelebaran jantung. Cyanosis (sianosis = membirunya kulit dan selaput lendir akibat kurangnya oksigen dalam darah). Degenerasi jaringan jantung menjadi berlemak. Angina pectoris (angina pektoris = nyeri dada akibat jantung kekurangan oksigen), yang disertai rasa sakit di leher dan oksiput (belakang kepala).

Punggung.--- Lemah di bagian kecil punggung. Bahu tertarik ke dalam. Rasa nyeri dan seperti terbakar di punggung. [Oxal. ac.]

Anggota badan.--- Gemetar, berkedut-kedut, mengalami spasme, lemah, terasa berat, tidak tenang. Kram pada betis. Bengkak pada kaki. Sciatica (nyeri di sepanjang saraf sciatic). Nyeri terbakar. Neuritis perifer (kelainan akibat gangguan saraf tepi). Gangren diabetik (pembusukan jaringan akibat diabetes). Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) pada tumit [Cepa; Lamium]. Kelumpuhan anggota badan bawah disertai atrofi (otot mengecil).

Kulit.--- Gatal-gatal, rasa seperti terbakar, bengkak; edema, erupsi (kelainan kulit) berbentuk papuler (bintil), kering, kasar, bersisik, memburuk bila dingin dan digaruk. Pustula-pustula (bisul) yang ganas. Ulkus dengan ekskreta berbau menusuk hidung. Luka-luka yang terkena racun. Urticaria (urtikaria = biduran, timbulnya bentol-bentol yang terasa sangat gatal), yang disertai rasa terbakar dan gelisah. Psoriasis (penyakit kulit menahun yang ditandai dengan kulit kemerahan disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak berlapis-lapis). Badan yang sedingin es. Peradangan yang menjadi gangren.
Tidur.--- Terganggu, gelisah, tidak bisa tenang. Kepala harus ditinggikan dengan bantal. Serangan sumbatan napas sewaktu tidur. Tidur dengan tangan di atas kepala. Mimpi-mimpi yang penuh kesusahan dan ketakutan.

Demam.--- Suhu badan tinggi. Berulangnya demam ditandai dengan adynamia (hilangnya kekuatan otot). Demam septik. Intermiten. Serangan demam yang tidak tuntas, disertai kelelahan yang tampak jelas. Hay-fever. Keringat dingin. Tifoid, tidak terlalu awal; seringkali sesudah Rhus. Betul-betul kelelahan. Delirium; memburuk selewat tengah malam. Sangat gelisah. Panas tinggi sekitar jam 3 pagi.

Modalitas.--- Memburuk, di cuaca basah, selepas tengah malam; akibat dingin, minuman dingin, atau makanan. Tepi pantai. Sisi kanan. Membaik akibat panas; dengan kepala ditinggikan; minuman hangat.

Hubungan dengan remedi lain.
Pelengkap: Rhus;  Carbo;  Phos.;  Thuja; Secale. Bersifat penawar terhadap racun timah.
Antidot: Opium;  Carbo;  China;  Hepar;  Nux.  Penawar kimiawi: Arang (kayu); Hydrated Peroxide of Iron ; air kapur.

Dosis.--- Gunakan pengenceran rendah untuk penyakit-penyakit lambung, usus halus, dan ginjal; pengenceran yang lebih tinggi untuk nyeri-nyeri saraf, penyakit jaringan saraf, dan kulit. Tetapi, jika hanya kondisi permukaan saja yang membutuhkan, berikan potensi terendah, 2x hingga 3x triturasi.  Dianjurkan dosis diberikan berulang-ulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...