ARSENICUM ALBUM
(Arsenius Acid) --- Arsenic Trioxide
Profil obat
Nama latin : Arsenicum album
Nama umum : Arsenic oxide (As2O3), Arsenious
acid, Arsenic
Sumber : Arsenopyrite, yang ditemukan di
Swedia, Jerman, Norwegia, Inggris dan Kanada
Bagian yang digunakan : Arsenic oxide
Sejarah dan Kerja Obat
Proving dilakukan oleh
Hahnemann.
Pada
jaman dahulu, arsenik diberikan kepada manusia dan hewan untuk meningkatkan
stamina dan menguatkan otot. Arsenik
juga dikenal sebagai racun. Efek racun
yang akut berupa rasa terbakar di saluran pencernaan, disertai muntah,
kejang-kejang dan bahkan kematian.
Sebagai obat homeopati, obat ini bekerja pada membrana mucosa (membran
mukosa = selaput lendir) dari saluran pencernaan dan sistem pernafasan.
Gejala
utama (kunci)
Gejala kekawatiran akan kesehatan,
kurang istirahat dan kelelahan. Rasa kedinginan, kehausan. Nyeri seperti
terbakar, yang membaik pada keadaan hangat.
Gejala
dan Penggunaan
Arsenik merupakan suatu remedi yang khasiatnya menembus dalam ke setiap organ dan
jaringan. Remedi ini menimbulkan gejala yang khas dan jelas, dan memiliki
kaitan dengan penyakit-penyakit yang berat dan parah, sehingga remedi ini sering
digunakan untuk pengobatan dalam homeopati. Gejala-gejala yang paling penting
adalah kelemahan yang menyeluruh, kehabisan tenaga, dan sikap tidak bisa diam,
yang memburuk di malam hari. Aktivitas ringan saja dapat menimbulkan rasa
sangat lelah.
Rasa cemas dan gelisah yang terdapat
pada pasien Arsenicum bercampur baur dengan rasa takut, dengan kecenderungan
untuk bunuh diri. Rasa cemas dan gelisah ini juga muncul sebagai sikap tidak
bisa diam, hingga pasien selalu bergerak dan selalu berpindah tempat sampai
akhirnya sangat letih dan tidak kuat lagi bergerak.
Nyeri terbakar. Rasa terbakar di
bagian dalam kepala yang membaik dengan dibasuh air dingin. Rasa terbakar di
lambung, di kandung kemih, di vagina, di paru-paru, di tenggorokan dan di semua
membran mukosa.
Rasa haus yang
tidak terpuaskan. Rasa haus yang menginginkan air sedikit-sedikit dan sering,
asal cukup untuk membasahi mulut saja. Berbeda dengan Bryonia yang rasa hausnya
menginginkan air sekaligus dalam jumlah banyak namun sesekali saja.
Keluhan rasa
terbakar pada Arsenicum membaik dengan rasa panas. Rasa terbakar pada bagian
luar kepala, kulit kepala, membaik dengan rasa panas, sedangkan rasa terbakar
dari dalam kepala membaik dengan dibasuh air dingin. Membutuhkan pakaian berlapis-lapis agar tubuh
tetap terasa hangat.
Arsenicum
cenderung menyebabkan perdarahan; muntah darah, perdarahan dari paru-paru dan
tenggorokan. Peradangan yang berkembang dengan cepat dan hebat. Gangrene (gangren = disertai kematian dan
pembusukan jaringan). Keluhan khas daerah tepi laut [Nat. mur.; Aqua Marina].
Efek buruk dari buah-buahan, terutama yang mengandung banyak air. Ekskreta (lendir) berwarna hijau.
Kepekaan adalah
salah satu ciri Arsenicum; kepekaan terhadap bau dan sentuhan; peka berlebihan
pada segenap indera. Selain itu, pasien Arsenicum bersifat sangat kritis dan
rewel, ingin segala sesuatunya teratur, dan rapi.
Arsenicum baik
untuk diberikan pada penyakit akibat kecanduan alkohol, keracunan ptomaine (zat
beracun), sengatan, luka sayat, kebiasaan mengunyah tembakau; akibat buruk dari
makanan yang sudah busuk atau sesuatu yang berasal dari hewan; ekskreta yang berbau busuk; dan untuk keluhan-keluhan
yang kambuh setiap tahun. Anemia (anemi = berkurangnya jumlah sel darah merah)
dan chlorosis (anemi karena kekurangan zat besi, biasanya pada wanita dari masa
pubertas sampai usia tiga puluhan). Gangguan degeneratif (perubahan sel atau
jaringan yang tidak normal sehingga fungsinya terganggu atau rusak). Penurunan
berat badan yang terjadi secara perlahan-lahan akibat gangguan nutrisi. Kaheksi (keadaan lemah dan kurus karena penyakit berat atau lama) akibat malaria.
Infeksi septic (septik = reaksi umum disertai demam akibat bakteri) dan
vitalitas yang rendah. Memberi efek menenangkan dan meringankan dalam
menghadapi saat-saat terakhir hidup, bila diberikan dalam potensi tinggi.
Pikiran.--- Rasa sedih yang mendalam dan keadaan gelisah. Selalu berpindah-pindah
tempat. Merasa takut, terhadap kematian, ditinggalkan sendirian. Merasa sangat
ketakutan, berkeringat dingin. Selalu berpikir tidak ada gunanya lagi minum
obat. Ingin bunuh diri. Halusinasi pada penciuman dan penglihatan. Rasa putus
asa membawanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sifat kikir, dengki,
suka mementingkan diri sendiri, kurang percaya diri. Meningkatnya sifat perasa
[Hep.]. Peka terhadap adanya kelainan dan kebingungan.
Kepala.--- Sakit kepala pada Arsenicum, memiliki ciri umum yang menonjol yaitu
muncul secara berkala. Sakit kepala setiap dua hari sekali, setiap tiga, empat,
hingga tujuh hari sekali. Sifat berkala ini juga menyebabkan Arsenicum
digunakan pada penyakit malaria yang demamnya muncul secara berkala. Sakit
kepala berkala ini melibatkan seluruh kepala; sakit kepala kongestif dengan
rasa berdenyut dan terbakar. Umumnya disertai mual dan muntah. Memburuk akibat
sinar dan suara, membaik dengan berbaring di ruang gelap.
Mata.--- Rasa terbakar pada mata, disertai air mata terasa pedas. Kelopak mata
merah, luka-luka, berkeropeng, bersisik, timbul butir-butir (granulated). Sembab
di sekeliling mata. Perlukaan pada kornea (selaput bening mata). Fotofobia
(takut cahaya) yang cukup berat; keluhan berkurang dengan panas dari luar.
Neuralgia (nyeri saraf) di bulu mata, disertai nyeri terbakar.
Telinga.--- Kulit di dalam liang telinga merah dan terasa seperti terbakar. Keluar
cairan telinga yang encer, membuat lecet, dan berbau menusuk hidung. Suara
menderu dalam telinga, saat serangan nyeri hebat.
Hidung.--- Keluar lendir yang encer, seperti air, bersifat membuat lecet. Hidung
tersumbat. Bersin-bersin tanpa henti. Hay-fever (reaksi alergi terhadap serbuk
sari rumput-rumputan, berupa rasa gatal di hidung,bersin, pilek dan keluar air
mata) dan coryza (pilek); yang memburuk di udara terbuka; dan membaik di dalam
ruangan. Rasa terbakar dan mengeluarkan darah. Jerawat di hidung.
Wajah.--- Bengkak, pucat, kekuningan, seperti menderita kaheksi, cekung, dingin, dan basah oleh keringat. [Acetic acid.] Ekspresi wajah
yang penuh penderitaan. Rasa nyeri koyak, nyeri ditusuk-tusuk jarum; seperti
terbakar. Bibir hitam, pucat keabu-abuan. Marah, disertai rona kemerahan yang
jelas di pipi.
Mulut.--- Gusi tidak sehat, mudah berdarah. Perlukaan di mulut disertai dengan
panas kering dan rasa seperti terbakar.
Lidah kering, bersih, dan merah; rasa tertusuk-tusuk jarum dan seperti
terbakar di lidah, luka-luka dengan warna kebiruan. Ludah berdarah. Neuralgia
di gigi; terasa lama dan sakit sekali; memburuk setelah lewat tengah malam;
membaik dengan suhu hangat. Rasa seperti logam (di lidah). Bersendawa keluar
air yang serasa mendidih.
Tenggorok.--- Bengkak, menyempit, seperti terbakar, tidak bisa menelan. Lapisan selaput seperti
difteri , tampak kering dan kerkerut-kerut.
Lambung.--- Tidak tahan melihat atau mencium bau makanan. Rasa haus yang sangat;
banyak minum, tapi sedikit-sedikit dan sering. Mual, bersendawa, muntah, begitu
selesai makan atau minum. Nyeri terbakar. Rasa terbakar di ulu hati; bersendawa
keluar cairan yang asam dan pahit, yang membuat tenggorokan lecet. Bersendawa
berkali-kali yang tidak hilang-hilang. Memuntahkan darah, empedu, mukus
kehijauan, atau hitam kecoklatan bercampur darah. Lambung terasa sangat tidak
enak; terasa pedih seakan terkoyak. Nyeri di lambung akibat sedikit saja makan
atau minum. Rasa sangat ketakutan dan sesak napas, disertai nyeri lambung; juga
terasa ingin pingsan, kedinginan sedingin es, kelelahan yang luar biasa. Setiap
menelan sesuatu, rasanya seperti menyangkut di esofagus (saluran pencernaan
antara pangkal tenggorok dan lambung), sampai menyumbat sama sekali dan tidak
ada lagi makanan yang bisa lewat. Penyakit akibat makan sayur-sayuran, melon,
dan buah-buahan yang banyak mengandung air lainnya. Sangat menyukai susu.
Sangat ingin yang asam-asam dan kopi.
Dispepsia (gangguan pencernaan) akibat makan cuka, yang asam-asam, es
krim, tembakau.
Perut.--- Sakit perut yang perih sekali, nyeri terbakar
seperti ada batu bara menyala; membaik bila diberi panas. Hati dan limpa
membesar dan terasa sakit. Perut membengkak dan terasa sakit. Nyeri saat batuk
seperti ada luka di perut.
Rektum.--- Rectum (rektum = ujung usus besar sampai dubur) terasa sakit,
kadang-kadang menonjol keluar. Tenesmus (mengejan tanpa hasil). Nyeri terbakar
dan rasa tertekan di rektum dan anus (dubur).
Buang air besar.--- Kecil-kecil, berbau menusuk hidung, berwarna gelap disertai rasa
sangat lelah. Memburuk di malam hari, dan sehabis makan dan minum; akibat perut
kedinginan, penyalahgunaan alkohol, daging yang sudah busuk. Disentri (diare
dengan tinja bercampur lendir dan darah) yang berwarna gelap, berdarah, dan berbau sangat menusuk hidung. Kolera,
disertai dengan rasa sangat nyeri, kondisi lemah, dan rasa haus yang membakar.
Tubuh dingin sedingin es. [Verat.] Wasir yang terasa panas seperti terbakar
api; yang membaik bila diberi panas. Kulit lecet-lecet di sekitar anus.
Air seni.--- Sedikit, terasa panas seperti terbakar, keluar tanpa disadari. Kandung
kemih seperti lumpuh. Ada endapan dan gumpalan nanah dan darah. Sesudah
berkemih, merasa lemah di bagian perut.
Pria.--- Glans (kepala zakar) merah kebiruan, bengkak dan pecah-pecah. Radang dan
bengkak yang sakit sekali pada alat kelamin, hampir menjadi gangren.
Wanita.--- Haid terlalu banyak dan terlalu awal. Rasa terbakar di daerah indung
telur. Keputihan, yang terasa pedih, seperti terbakar, berbau menusuk hidung,
dan encer. Menorrhagia (haid dengan perdarahan yang berlebihan). Rasa ditusuk-tusuk
jarum di pelvis (panggul) yang menjalar turun ke paha.
Kehamilan.--- Nyeri terbakar di payudara; membaik dengan gerakan.
Pernapasan.--- Tidak sanggup berbaring; takut napas tersumbat. Jalan napas menyempit.
Asma yang memburuk saat tengah malam. Rasa seperti terbakar di dada. Catarrh
(radang di selaput lendir hidung, biasanya diikuti sekresi lendir cair) yang
menyesakkan napas. Batuk yang memburuk lewat tengah malam; bertambah buruk bila
berbaring telentang. Dahak yang bisa keluar hanya sedikit, berbusa. Rasa nyeri
mendadak di sepertiga bagian atas paru kanan. Pernapasan yang berbunyi/mengi. Batuk
darah yang disertai rasa nyeri di daerah antara bahu; terasa panas terbakar di
seluruh badan. Batuk kering, seperti akibat kena uap sulphur; sesudah minum.
Jantung.--- Palpitasi (jantung berdebar-debar), nyeri, dispnu ( nafas
tersengal-sengal), rasa ingin pingsan. Jantung yang mudah sakit pada para
perokok dan pengunyah tembakau. Jantung berdenyut lebih cepat saat pagi hari.
[Sulph.] Pelebaran jantung. Cyanosis (sianosis = membirunya kulit dan selaput
lendir akibat kurangnya oksigen dalam darah). Degenerasi jaringan jantung
menjadi berlemak. Angina pectoris (angina pektoris = nyeri dada akibat jantung
kekurangan oksigen), yang disertai rasa sakit di leher dan oksiput (belakang
kepala).
Punggung.--- Lemah di bagian
kecil punggung. Bahu tertarik ke dalam. Rasa nyeri dan seperti terbakar di
punggung. [Oxal. ac.]
Anggota badan.--- Gemetar,
berkedut-kedut, mengalami spasme, lemah, terasa berat, tidak tenang. Kram pada
betis. Bengkak pada kaki. Sciatica (nyeri di sepanjang saraf sciatic). Nyeri
terbakar. Neuritis perifer (kelainan akibat gangguan saraf tepi). Gangren
diabetik (pembusukan jaringan akibat diabetes). Ulkus (luka terbuka di
permukaan kulit atau selaput lendir) pada tumit [Cepa; Lamium]. Kelumpuhan
anggota badan bawah disertai atrofi (otot mengecil).
Kulit.--- Gatal-gatal, rasa
seperti terbakar, bengkak; edema, erupsi (kelainan kulit) berbentuk papuler
(bintil), kering, kasar, bersisik, memburuk bila dingin dan digaruk.
Pustula-pustula (bisul) yang ganas. Ulkus dengan ekskreta berbau menusuk
hidung. Luka-luka yang terkena racun. Urticaria (urtikaria = biduran, timbulnya
bentol-bentol yang terasa sangat gatal), yang disertai rasa terbakar dan
gelisah. Psoriasis (penyakit kulit menahun yang ditandai dengan kulit kemerahan
disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak berlapis-lapis). Badan yang
sedingin es. Peradangan yang menjadi gangren.
Tidur.--- Terganggu, gelisah,
tidak bisa tenang. Kepala harus ditinggikan dengan bantal. Serangan sumbatan
napas sewaktu tidur. Tidur dengan tangan di atas kepala. Mimpi-mimpi yang penuh
kesusahan dan ketakutan.
Demam.--- Suhu badan tinggi.
Berulangnya demam ditandai dengan adynamia (hilangnya kekuatan otot). Demam septik.
Intermiten. Serangan demam yang tidak tuntas, disertai kelelahan yang tampak
jelas. Hay-fever. Keringat dingin. Tifoid, tidak terlalu awal; seringkali
sesudah Rhus. Betul-betul kelelahan. Delirium; memburuk selewat tengah malam. Sangat
gelisah. Panas tinggi sekitar jam 3 pagi.
Modalitas.--- Memburuk, di cuaca
basah, selepas tengah malam; akibat dingin, minuman dingin, atau makanan. Tepi
pantai. Sisi kanan. Membaik akibat panas; dengan kepala ditinggikan; minuman
hangat.
Hubungan dengan remedi lain.
Pelengkap: Rhus;
Carbo; Phos.; Thuja; Secale. Bersifat penawar terhadap
racun timah.
Antidot: Opium;
Carbo; China; Hepar;
Nux. Penawar kimiawi: Arang
(kayu); Hydrated Peroxide of Iron ; air kapur.
Dosis.--- Gunakan pengenceran
rendah untuk penyakit-penyakit lambung, usus halus, dan ginjal; pengenceran
yang lebih tinggi untuk nyeri-nyeri saraf, penyakit jaringan saraf, dan kulit.
Tetapi, jika hanya kondisi permukaan saja yang membutuhkan, berikan potensi
terendah, 2x hingga 3x triturasi.
Dianjurkan dosis diberikan berulang-ulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar