Kamis, 06 Maret 2014

SILICEA

SILICEA
(Silica. Pure Flint)

Profil obat

Nama latin : Silicea terra
Nama lain : Silica, quartz, rock, crystal, pure flint.silex.
Sumber : Dulu dibuat dari quartz (salah satu dari jenis mineral paling umum dari batu-batuan yang ditemukan di seluruh dunia) atau flint, sekarang diolah secara kimiawi
Bagian yang digunakan : Silica

Sejarah dan  kerja obat

Proving dilakukan oleh Hahnemann.
Silica adalah bahan utama kebanyakan batu-batuan permukaan bumi.  Oleh tanaman  Silica diserap masuk ke dalam batang, guna menguatkan tubuhnya.  Silica juga digunakan dalam dunia industri bangunan, keramik, gelas dan kertas. Pada tubuh manusia, Silica menguatkan gigi, rambut dan kuku.  Silica juga ditemukan dalam jaringan pengikat yang berfungsi menjaga kesatuan berbagai macam struktur tubuh.

Gejala utama (kunci)

            Bersifat kurang tegas, keras kepala, stamina rendah. Selalu merasa kedinginan, keringat berbau. Rentan terhadap infeksi, sehingga infeksi berulang.

 

Gejala dan Penggunaan

Asimilasi yang tidak sempurna yang mengakibatkan nutrisi yang buruk, yang terus berlanjut hingga menimbulkan keadaan neurasthenic (keadaan lemah di pusat saraf), disertai meningkatnya kerentanan terhadap rangsang saraf dan timbulnya reaksi refleks yang berlebihan.
Penyakit-penyakit tulang, caries (karies = kematian sel-sel tulang), dan necrosis (nekrosis = kematian jaringan). Untuk penyakit pada masa kanak-kanak, tulang melunak dan bahkan mengalami nekrosis, atau ada peradangan di periosteum (selaput pembungkus tulang) disertai nekrosis. Karies  di bagian batang dari tulang-tulang panjang, bagian kepala dari tulang, dan bagian kartilago (tulang rawan); abses (rongga yang terjadi karena kerusakan jaringan tubuh yang berisi nanah) pada tulang rawan, enchondromata (tumor tulang rawan). Patah tulang yang disertai terbentuknya fistula (hubungan abnormal dengan permukaan tubuh) pada kulit.
Silica dapat merangsang organisme untuk menyerap kembali jaringan fibrotik (jaringan berserabut yang berlebihan) dan jaringan parut. Remedi ini menimbulkan peradangan di sekitar jaringan fibrin (jenis protein yang penting dalam proses pembekuan darah) dan membuatnya menjadi hancur bernanah, lalu melenyapkannya. Jika seseorang terluka sedikit, maka akan bernanah lalu timbul jaringan parut yang mengeras, menonjol. Di mana saja timbul jaringan parut (sikatriks), bentuknya akan mengeras, licin mengkilat. Jika Silicea diberikan untuk kasus semacam ini, maka remedi ini akan menimbulkan abses dari dalam jaringan parut tadi, dan membukanya. Membuka ulcus (ulkus = luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) lama dan menyembuhkannya dengan bentuk jaringan parut yang normal. Untuk phthisis (tuberkulosis paru), remedi ini harus digunakan dengan hati-hati, karena dapat menyebabkan penyerapan jaringan parut di paru-paru, sehingga melepaskan kuman yang semula terkurung oleh jaringan parut tersebut, yang kemudian membentuk dinding, menyebabkan penyakit aktif lagi. (J. Weir.)
Perubahan terjadi secara organik; khasiatnya mendalam dan lamban. Khasiat Silicea bekerja lambat. Pada waktu provings, dibutuhkan waktu lama untuk memunculkan gejala. Karenanya, amat sesuai untuk mengobati keluhan yang berkembang dengan lambat. Merupakan remedi yang bekerja dalam jangka waktu lama, berkhasiat mendalam.
Keadaan-keadaan yang sering berulang; abses, sakit kepala, spasme (kejang otot), epilepsi, perasaan dingin sebelum serangan. Pertumbuhan keloid (jaringan parut yang dibentuk secara berlebihan pada kulit). Anak-anak dengan rachitic (rakhitis = kelainan pertumbuhan tulang) dan scrofulous (skrofulus = tuberkulosis di kelenjar), dengan kepala besar, ubun-ubun dan sambungan tulang tengkorak renggang, perut menggembung, lambat bila berjalan. Keluhan pada Silicea berkaitan dengan kelenjar yang mengeras, tapi khusus di sekitar leher, servikal, kelenjar liur, dan terutama kelenjar parotis; parotis yang besar, keras. Bentuk kronis dari “kelenjar skrofulus”.
Efek buruk akibat vaksinasi. Proses pernanahan. Berkaitan dengan semua liang fistula. Menyembuhkan liang fistula lama yang tepinya sudah keras. Mematangkan abses karena remedi ini mempercepat terbentuknya nanah. Pernanahan terbentuk di sekeliling peluru yang bersarang di jaringan dan mendorongnya keluar.
Untuk bermacam-macam peradangan dan keadaan di mata. Ulcus di kornea; pustul di kelopak mata, rontoknya bulu mata, pembentukan nanah di pinggir kelopak mata. Fotofobia (takut cahaya) yang ada di semua keluhan mata. Benda asing yang bersarang di mata.
Kasus-kasus catarrh (radang di selaput lendir yang menghasilkan lendir) di telinga yang sudah menahun; berbau tajam yang sudah lama, kental, otorrhoea (keluar cairan telinga) kuning; yang muncul sesudah demam skarlet (penyakit demam menular akibat virus dengan bercak-bercak merah pada kulit diikuti pengelupasan); semua bentuk kelainan pendengaran bahkan hingga keadaan tuli. Suara mendengung di telinga yang berkaitan dengan berbagai macam penyakit dan kesulitan pendengaran; bunyi mendesis, menderu seperti semburan uap; seperti dari sederetan mobil, seringkali akibat sebab mekanis dan yang lain akibat kondisi saraf. Remedi ini terutama berguna pada kasus catarrh di telinga tengah dan tuba Eustachius (saluran yang menghubungkan telinga dengan mulut), dengan ketulian yang sudah berlangsung beberapa waktu, mendadak sembuh dan pendengaran membaik kembali dalam satu letupan (seketika). Hal ini terjadi akibat keluarnya cairan yang semula menumpuk, dengan seketika, dan dilukiskan oleh pasien sebagai suatu letupan atau ledakan. Karies pada tulang di bagian badan mana saja, tapi terutama di tulang-tulang kecil di telinga, hidung, dan prosesus mastoid (tonjolan tulang mastoid), . Koyaknya gendang telinga. Keadaan catarrh di telinga dalam dan di tuba Eustachius, disertai “rasa tersumbat mendadak di telinga, yang membaik dengan membuka mulut lebar-lebar atau dengan menelan.”
Pasien Silica itu dingin, menggigil, ingin dekat api, ingin memakai pakaian hangat banyak-banyak, benci angin yang semilir, tangan dan kaki dingin, memburuk pada musim dingin. Gejalanya muncul di saat dingin, cuaca lembab, gejala muncul waktu selesai mandi; meski sering membaik di cuaca yang dingin, kering. Kekurangan panas vital. Sangat penting bagi pasien Silicea untuk menghindari udara dingin, harus membungkus kepala hangat-hangat, terutama di bagian yang sakit dan bagian ini biasanya banyak berkeringat.
Keletihan pikiran dan badan. Untuk kelelahan berpikir yang terjadi pada orang-orang profesional, siswa, ahli hukum, pendeta, yang mengalami pekerjaan yang panjang diikuti bermalam-malam tidak tidur. Silicea memperbaiki kemampuan otak.
Sangat sensitif terkena pilek. Pada tenggorok dan leher terdapat peradangan dan pembengkakan semua kelenjar, eksternal dan internal, secara bersamaan atau sendiri-sendiri.
Tidak tahan zat perangsang yang mengandung alkohol. Sakit-sakit yang disertai terbentuknya nanah. Epilepsi.
Ingin berani, baik secara moral atau fisik. Keadaan mental Silicea yang khas, tampak pada kekhawatiran akan mengalami kegagalan saat hendak melakukan sesuatu.

Pikiran.--- Mudah menyerah, penakut, suka cemas. Gugup dan mudah tergugah. Sensitif terhadap kesan-kesan dari luar. Kelelahan berpikir. Anak-anak yang bandel, keras kepala. Terpisah. Ide-ide yang menetap; berpikir hanya tentang peniti, takut pada peniti, mencari dan menghitung jumlahnya.

Kepala.--- Sakit akibat berpuasa. Vertigo (rasa berputar) karena menengadah ke atas; membaik, dengan membungkus kepala dengan hangat; bila berbaring di sisi kiri [ Magnes.mur.; Strontia.] Kepala berkeringat banyak, berbau tajam, dan meluas ke leher. Nyeri bermula di bagian belakang kepala, dan menyebar ke seluruh kepala dan menetap di atas mata. Bengkak pada glabella (daerah di dahi tempat bertemunya kedua alis).

Mata.--- Sudut mata sakit. Bengkak pada kelenjar air mata. Tidak suka sinar, khususnya waktu siang, karena menimbulkan silau dan rasa sakit yang menusuk mata; mata sakit bila disentuh; memburuk bila menutup mata. Penglihatan kabur; huruf-huruf tampak berlarian saat dibaca. Styes (bisul kecil di kelopak mata). Iritis (radang selaput warna mata) dan irido-choroiditis (peradangan iris dan choroid –lapisan pembuluh darah bola mata), disertai nanah di ruang anterior (kamar depan) mata. Ulcus yang melubangi atau mengelupasi kornea. Abses di kornea setelah kena benturan. Katarak pada pekerja kantor. Untuk efek lanjutan dari keratitis (radang kornea) dan ulcus kornea, untuk menghapus kekeruhan yang ada di kornea.

Telinga.--- Kotoran berbau busuk. Karies pada mastoid. Telinga tersumbat, yang sewaktu-waktu terbuka dengan suara meletup. Suara letusan keras seperti suara pistol. Sensitif terhadap suara. Suara mendengung di telinga. Suara mendesis akibat lubang di gendang telinga. Rasa sakit dan gatal di telinga.
Hidung.--- Gatal-gatal di ujung hidung. Kotoran hidung yang keras dan kering, berdarah jika dikorek. Tulang-tulang hidung sensitif. Bersin-bersin di waktu pagi. Hidung tersumbat dan kehilangan indra penciuman. Berlubangnya septum (sekat hidung).

Wajah.--- Kulit pecah-pecah di pinggir bibir. Muncul lesi-lesi di pipi. Nyeri saraf di wajah, berdenyut, terkoyak, muka merah; memburuk, pada keadaan dingin lembab.

Mulut.--- Sensasi seperti ada seutas rambut di lidah. Gusi sensitif terhadap udara dingin. Lepuh-lepuh di gusi. Abses di akar gigi. Pyorrhoea (keluar nanah dari gigi) [Merc.cor.] Sensitif terhadap air dingin. Sakit gigi yang berdenyut-denyut, atau terasa menyengat hingga tidak bisa tidur.

Tenggorok.--- Quinsy (radang amandel yang bernanah) yang sering berulang. Rasa tertusuk-tusuk seakan ada jarum di tonsil. Pilek yang menetap di tenggorok. Kelenjar parotis (liur) membengkak [Bell.;  Rhus; Calc.] Rasa sakit menyengat sewaktu menelan. Pembengkakan dingin dan keras pada kelenjar servikal.

Lambung.--- Jijik pada daging dan makanan hangat. Sewaktu menelan, makanan mudah masuk ke lubang hidung posterior. Ingin berselera makan, rasa haus berlebihan. Bersendawa asam sesudah makan. [Sepia; Calc.] Ulu hati nyeri bila ditekan. Muntah sehabis minum. [Ars.; Verat.]

Perut.--- Perasaan dingin yang sakit atau menyakitkan di perut, membaik dengan panas dari luar. Perut keras, menggembung. Nyeri colic (kolik = nyeri melilit yang hilang timbul); sakit menyayat, disertai sembelit; tangan kuning dan kuku kebiruan. Banyak suara keroncongan dari usus. Kelenjar inguinal (pangkal paha) bengkak dan terasa sakit. Abses hati.

Rektum.--- Terasa lumpuh.  Fistula di anus. [Berb.; Lach.] Fisura dan wasir, menyakitkan, disertai spasme otot lingkar anus. Tinja keluar dengan susah-payah; waktu sebagian sudah keluar, semua masuk lagi. Mengedan kuat; rektum (ujung usus besar sampai anus) terasa perih; menutup sehingga tinja sulit keluar. Tinja lama berada dalam rektum. Selalu sembelit sebelum dan selama haid; disertai rasa perih di otot lingkar anus. Diare berbau busuk.

Air Seni.--- Berdarah, keluar tanpa disadari, disertai adanya endapan merah atau kuning. Cairan prostat keluar saat mengedan buang air besar. Mengompol pada anak-anak yang cacingan.

Pria.--- Rasa terbakar dan sakit di kemaluan, disertai timbulnya lesi-lesi kulit di permukaan sisi dalam kedua paha. Gonorrhoea kronis, dengan kotoran kental berbau busuk. Elephantiasis (elefantiasis = pembesaran) kantung zakar. Keletihan seksual; keluar sperma di malam hari. Hydrocele (hidrokel = pembesaran testis karena ada kumpulan cairan).

Wanita.--- Keluar keputihan seperti susu [Calc.; Puls.;  Sep.], berbau tajam, sewaktu berkemih. Rasa gatal di uvula dan vagina; sangat sensitif. Keluar darah di waktu antara dua haid. Haid bertambah banyak, disertai serangan rasa dingin seperti es di seluruh tubuh. Puting susu terasa sangat sakit; mudah luka-luka; tertarik ke dalam. Ulcus dengan fistula di payudara [Phos.] Abses di bibir kemaluan. Keluar darah dari vagina setiap kali menyusui anak. Kista di vagina. [Lyc.;  Puls.;  Rhod.] Gumpalan keras di payudara. [Conium.]

Kehamilan.--- Untuk mengatasi kemungkinan keguguran; perdarahan sesudah keguguran. Mendorong pengeluaran mola (massa dalam rahim yang terjadi karena degenerasi atau gangguan perkembangan sel telur yang telah dibuahi) ; nyeri seperti ditusuk.

Pernapasan.--- Pilek tidak bisa keluar; dahak terus-menerus berbentuk lendir bercampur nanah, dan banyak sekali. Penyembuhan pnemonia yang berlangsung lambat. Radang di paru-paru yang bernanah. Batuk dan tenggorok sakit, disertai keluar dahak berbulir-bulir kecil seperti gotri, yang bila pecah berbau sangat menusuk hidung. Batuk dengan keluar dahak di waktu siang, berdarah atau bernanah. Rasa tertusuk-tusuk di dada menembus hingga ke punggung. Batuk-batuk keras bila berbaring, dengan dahak keluar kental, halus kekuningan; dahak pada tahap bernanah. [Bals.  Peru.]

Punggung.--- Tulang belakang lemah; sangat rentan terhadap angin semilir di punggung. Rasa nyeri di tulang ekor. Rasa sakit di tulang belakang sesudah cedera pada tulang belakang; penyakit-penyakit yang menyerang tulang-tulang di tulang belakang. Penyakit Pott (melengkungnya tulang belakang akibat digerogoti tuberkulosis).

Tidur.--- Tidur berjalan; bangkit selagi tidur. Tidak bisa tidur, disertai orgasme kuat dari darah dan panas di kepala. Sering ada gerakan menyentak-nyentak sewaktu tidur. Mimpi yang mencemaskan. Sangat terengah-engah.

Anggota badan.--- Sciatica (nyeri di saraf Sciatic), nyeri di seluruh pinggul, tungkai, dan kaki. Keram di betis, dan telapak kaki. Kaki kehilangan kekuatan. Tangan gemetar bila digunakan. Lengan bawah lemah, seperti lumpuh. Keluhan pada kuku-kuku jari, khususnya jika ada bintik-bintik putih di kuku. Kuku jari kaki tumbuh menusuk ke dalam. Kaki yang sedingin es dan berkeringat. Bagian-bagian yang dibaringkan, tidur. Keringat berbau tajam di kaki, tangan, dan ketiak. Sensasi di ujung jari, seakan bernanah. Panaritium (radang bernanah di sekitar kuku). Nyeri di lutut, seperti diikat keras. Betis tegang dan mengkerut. Nyeri di bagian bawah jari kaki. Telapak kaki sakit. [Ruta.] Rasa sakit di kaki dari permukaan atas telapak kaki hingga ke permukaan bawahnya. Bernanah.
Kulit.--- Felon (infeksi dalam di ujung jari), abses, lepuh, ulcus lama dengan fistula. Kulit lembut, pucat, seperti berlilin. Kulit terbelah-belah di ujung jari. Kelenjar membengkak tanpa terasa sakit. Bisul berwarna merah terang. Bekas luka yang tiba-tiba terasa sakit. Nanah yang berbau tajam. Mendorong terjadinya pengeluaran benda asing dari dalam jaringan. Setiap luka kecil jadi bernanah. Pernanahan dan liang-liang fistula yang sudah berlangsung lama. Kering di ujung jari. Muncul gatal-gatal hanya di waktu siang dan sore. Tumor yang mengeras. Abses di persendian. Setelah vaksinasi yang tidak bersih. Bursa (bantalan cairan, biasanya ada di sendi). Lepra, tonjolan-tonjolan, dan bintik-bintik berwarna tembaga. Pertumbuhan keloid.

Demam.--- Menggigil; sangat peka terhadap udara dingin. Merinding, menggigil di sekujur tubuh. Anggota badan dingin, bahkan di dalam ruang hangat. Berkeringat waktu malam; memburuk menuju pagi. Bagian-bagian yang sakit terasa dingin.

Modalitas.--- Memburuk, di awal bulan, di waktu pagi, akibat mandi, selama haid, bila membuka pakaian, waktu berbaring, udara lembab, berbaring di sisi kiri, udara dingin. Membaik, pada keadaan hangat, dengan membungkus kepala, di musim panas, pada cuaca basah atau lembab.

Hubungan dengan remedi lain.--- Pelengkap: Thuja;  Sanic.;  Puls.;  Fluor.ac.   Merkuri dan Silicea tidak saling melengkapi dengan baik.

Dosis.--- Potensi enam hingga tiga puluh. Potensi 200 dan lebih tinggi khasiatnya tidak perlu dipertanyakan. Pada penyakit-penyakit yang ganas, potensi terendah butuh pemberian yang sering.


                                                            ----------####----------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...