Kamis, 06 Maret 2014

CALCAREA CARBONICA – OSTREARUM

CALCAREA CARBONICA – OSTREARUM
(Carbonate of Lime)


Profil obat

Nama latin : Calcarea carbonica
Nama lain : Calcarea ostrearum, calcium carbonate (CaCO3), carbonate of lime, calcii carbonas, oystershell.
Sumber : mother-of-pearl (bagian kerang yang mengkilap, bila terkena cahaya maka akan terlihat warna pelangi)
Bagian yang digunakan : Calcium carbonate

Sejarah dan kerja obat

Proving dilakukan oleh Hahnemann.
Calcium carbonate digunakan secara luas sebagai bahan untuk membangun jalan, juga sebagai bahan semen, pelapis bangunan (plaster), pewarna cat dan dalam bubuk untuk perawatan gigi dan perekat. Sebelum Hahnemann memeperkenalkan penggunaan Calcarea dalam pengobatan homeopati, Calcarea telah digunakan walaupun faktor keberhasilannya rendah sebagai antasid (penetral asam lambung)
Obat ini mempunyai fungsi yang luas, terutama bekerja pada tulang dan gigi.  Obat ini biasanya cocok untuk keluhan nyeri punggung, persendian, tulang  patah (fraktur) yang penyembuhannya lambat , serta proses pertumbuhan gigi yang nyeri.

Gejala utama (kunci)

Gejala ketakutan dan kekawatiran, perkembangan yang terlambat, lendir berbau asam. Sensitif terhadap udara dingin.  Tidak menyukai makanan yang mengandung susu, menyukai makanan manis dan telur.

Gejala dan Penggunaan

Anti-psorik Hahnemann yang sangat baik ini adalah remedi konstitusional yang sangat unggul.  Aksi utamanya pada gangguan nutrisi, dan kelenjar, kulit, serta tulang.   Peningkatan pengeluaran keringat setempat dan seluruh badan, pembengkakan kelenjar, keadaan scrofulous dan rachitic.  Obat ini khasiatnya  meliputi batuk yang menggelitik, nyeri dada sesaat, mual, keasaman (acidity) dan rasa tidak suka pada lemak.  Mudah terengah-engah.   Keadaan lelah, mental dan fisik, disebabkan terlalu keras bekerja.  Abses (rongga berisi nanah) di otot dalam; pembentukan polip (pertumbuhan massa atau jaringan yang menonjol melewati batas permukaan normal) dan eksostosis (pertumbuhan tulang setempat yang mengakibatkan tonjolan pada permukaan).  Gangguan fungsi pituitari (kelenjar hipofisis, kelenjar penghasil hormon) dan tiroid  (kelenjar gondok).  Meningkatkan kekentalan darah [Strontium].  Stimulan yang tepat terhadap periosteum (selaput yang melapisi permukaan luar tulang). 
           
Mudah kambuh, masa penyembuhan terganggu.  Orang-orang dengan tipe scrofulous, yang mudah terjangkit pilek, sekresi lendir yang meningkat,  anak-anak yang tumbuh gemuk, dengan perut membuncit, dengan ukuran kepala yang besar, kulit pucat, seputih kapur, yang disebut sebagai leuco-phlegmatic temperament. Sangat sensitif terhadap dingin; keringat setempat.  Anak-anak sangat menyukai telur dan makan yang kotor-kotor dan benda-benda lain yang tidak bisa dicerna; cenderung terkena diare.  Pasien Calcarea adalah gemuk, kuning langsat, lemah dan berkeringat dan dingin, lembab, dan masam. 

Pikiran. –Penuh rasa takut; memburuk menjelang sore; takut akan kehilangan akal sehat, takut akan kemalangan, penyakit menular.  Pelupa, bingung, kurang bersemangat. Kegelisahan disertai palpitasi (jantung berdebar-debar).  Keras kepala; bila ada pikiran sedikit, kepala terasa panas.  Menolak bekerja atau latihan.

Kepala. – Perasaan seperti ada beban berat di atas kepala.  Sakit kepala, disertai tangan dan kaki dingin.  Vertigo (perasaan berputar) bila naik/memanjat, dan bila memutar kepala.  Sakit kepala akibat mengangkat beban terlalu berat, akibat memeras otak, disertai mual.  Kepala terasa panas dan berat, dengan muka pucat.   Di dalam dan di atas kepala terasa dingin sedingin es, terutama sisi kanan. Ubun-ubun terbuka/lembek; kepala membesar; keringat banyak, membasahi bantal.  Kulit kepala gatal.  Menggaruk kepala bila terjaga.

Mata. – Sensitif terhadap cahaya.  Keluar air mata di udara terbuka dan pada pagi-pagi sekali.  Bintik-bintik dan ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) di kornea. Saluran kelenjar air mata tertutup bila terkena dingin.  Mata mudah lelah.  Penglihatan jauh sangat baik.  Kelopak mata yang membengkak gatal, bersisik.  Pembesaran pupil yang kronis.  Katarak.  Penglihatan kurang jelas, seakan-akan pandangan berkabut.

Telinga. – Berdenyut; bunyi berderak di telinga; rasa ditusuk-tusuk; nyeri berdenyut seakan-akan ada sesuatu yang ditekan keluar.  Ketulian akibat bekerja di dalam air.  Tumbuhnya polip yang mudah berdarah.  Peradangan scrofulous (tuberkulosis kelenjar getah bening) disertai cairan keluar dari telinga yang berupa cairan bernanah, dan disertai pembesaran kelenjar.  Gangguan pendengaran; sulit mendengar.  Erupsi pada telinga dan daerah di belakang telinga. [Petrol]  Bunyi bising berderak-derak dalam telinga.  Sensitif terhadap dingin di daerah sekitar telinga dan leher.

Hidung. -Kering, lubang hidung sakit, lecet-lecet.  Hidung tersumbat, disertai dengan keluarnya cairan kuning yang berbau busuk.  Dalam hidung, timbul bau yang menusuk.  Polip; pembengkakan di pangkal hidung.  Epistaksis (mimisan).  Coryza (pilek). Terserang pilek setiap terjadi perubahan cuaca. Catarrhal symptoms (gejala peradangan selaput lendir yang menghasilkan lendir) disertai rasa lapar; coryza (pilek) diselingi dengan nyeri kolik (nyeri melilit yang hilang timbul).

Wajah. - Pembengkakan di bibir atas.  Pucat, disertai mata cekung dengan lingkaran hitam.  Crusta lactea (keropeng susu, sisik putih kekuningan pada kepala bayi); gatal, rasa terbakar setelah mencuci muka.  Kelenjar submaksilaris (kelenjar ludah rahang bawah) membengkak.  Goitre (kelenjar gondok).  Jerawat yang terasa gatal di daerah pinggir wajah yang ditumbuhi rambut (jambang).  Rasa nyeri dari arah foramen mental  (lubang pada rahang bawah tempat lewatnya pembuluh darah dan saraf) menjalar ke rahang bawah sampai ke telinga.

Mulut. -Rasa masam terus menerus.  Mulut dipenuhi air liur asam.  Lidah kering pada malam hari.  Perdarahan gusi.  Pertumbuhan gigi sulit dan terlambat.  Sakit gigi; ngilu terkena tiupan angin, apapun yang dingin atau panas. Bau menusuk keluar dari  mulut.  Rasa terbakar di ujung lidah; memburuk, akibat masuknya segala sesuatu yang hangat ke dalam perut.

Tenggorok. -Pembengkakan tonsil (amandel) dan kelenjar submaksilaris; rasa tertusuk-tusuk saat menelan. Batuk-batuk sebagai usaha untuk mengeluarkan lendir. Sulit menelan. Goitre (gondok).  Fistula parotis (saluran/hubungan abnormal antara permukaan tubuh dengan kelenjar ludah).

Lambung. –Tidak suka daging, apapun yang direbus; sangat menginginkan benda-benda yang tidak dapat dicerna – kapur tulis, arang, pensil; juga terhadap telur, garam dan permen.  Tidak suka susu.  Sering bersendawa rasa masam; muntah cairan asam.  Tidak suka lemak.  Kehilangan nafsu makan jika bekerja berlebihan.  Heartburn (nyeri ulu hati) dan sendawa keras.  Keram perut; memburuk akibat tekanan, air dingin.  Rasa lapar yang sangat.  Pembengkakan di daerah lekukan perut, seperti mangkuk dibalik.  Sangat tidak menyukai makanan panas.  Rasa nyeri di daerah epigastrium bila disentuh.  Haus; sangat menginginkan minuman dingin. Terasa semakin berat saat makan.  Hiperkloridia (asam lambung berlebihan) . [Phos.]

Perut. -Sensitif terhadap tekanan/sentuhan sedikitpun.  Daerah hati terasa nyeri saat membungkuk.  Rasa teriris-iris dalam perut; perut membengkak.  Incarerated flatulance (sulit buang angin).  Kelenjar inguinal (pangkal paha) dan mesenterikum (lapisan ganda di selaput perut yang berisi pembuluh darah, saraf, kelenjar getah bening) membengkak dan nyeri.  Tidak tahan pakaian ketat di sekitar pinggang.   Peregangan (distensi) perut dan terasa keras.  Kolik batu empedu.  Kandungan lemak di perut meningkat.  Hernia umbilikalis (bagian usus atau selaput usus menonjol keluar di bawah kulit pusar/umbilikus).  Gemetar; lemah, seperti diperas.  Anak-anak terlambat belajar jalan.

Buang air besar. – Rasa merayap dan mengerut di rektum.  Tinja besar dan keras [Bry.]; keputih-putihan, berair, masam.  Prolaps ani (turunnya selaput lendir dubur dan menyembul keluar melalui lubang dubur), dan wasir yang terasa terbakar dan ditusuk-tusuk.  Diare  berupa sisa makanan tidak tercerna, berbau busuk, disertai nafsu makan yang besar.  Diare pada anak-anak.  Sembelit; tinja pada awalnya keras, kemudian lembek seperti pasta, lalu cair.

Air seni. – Keruh, berwarna coklat, masam, berbau busuk, jumlahnya banyak, dengan endapan putih, berdarah.  Kandung kemih sangat sensitif.  Enuresis (mengompol). (gunakan potensi 30, juga Tuberculin. 1 m.)

Pria. – Sering keluar mani.  Hasrat meningkat.  Semen (air mani) keluar terlalu cepat.  Hubungan seksual diikuti kelelahan dan rasa jengkel.

Wanita. –Sebelum haid, sakit kepala, kolik, kedinginan dan keputihan.  Nyeri pada rahim seperti diiris-iris selama haid.  Haid terlalu awal, terlalu banyak, terlalu lama, disertai sakit gigi yang mengundang vertigo dan kakinya kedinginan dan lembab, kaki lembab; semuanya dapat kambuh kembali apabila terkena sedikit rangsangan.  Keputihan, seperti susu [Sepia]. Rasa terbakar dan gatal di beberapa tempat (di alat kemaluan) sebelum dan sesudah haid; pada anak-anak perempuan kecil.  Meningkatkan hasrat seksual; mudah hamil.  Payudara panas membengkak.  Payudara nyeri bila disentuh dan membengkak sebelum haid.  ASI terlalu banyak; anak menolak.  ASI kurang, dengan payudara membesar pada wanita tipe limfatik.  Keringat banyak pada alat kelamin luar.  Mandul dengan haid yang banyak.  Polip rahim.

Pernafasan. –Batuk-batuk karena rasa menggelitik yang mengganggu pada malam hari, mengeluarkan dahak yang kering, mudah, pada pagi hari; batuk bila main piano, atau karena makan.  Batuk yang mengganggu dan terus-menerus akibat kertas pelapis dinding yang mengandung arsenik. (Clarke).  Sesak nafas hebat.  Suara serak tanpa rasa sakit; memburuk pada pagi hari. Keluar dahak hanya pada siang hari; dahak tebal, kuning dan masam. Dahak berdarah; disertai rasa masam di dada.  Rasa tercekik; rasa tercekat, rasa terbakar dan nyeri di dada; memburuk saat naik tangga atau posisi naik sedikit, harus duduk.  Nyeri tajam di dada dari arah belakang.  Dada sangat sensitif terhadap sentuhan, ketukan, atau tekanan.  Sangat menginginkan udara segar.  Pengeluaran dahak rasa asin, sedikit. [Lyc.]

Jantung. – Palpitasi (jantung berdebar-debar) pada malam hari dan setelah makan.  Palpitasi dengan perasaan kedinginan, disertai rasa tertekan di dada yang menggelisahkan; setelah batuk-batuk yang ditahan-tahan.

Punggung. – Rasa nyeri seperti salah urat; hampir tidak dapat bangun; akibat mengangkat beban terlalu berat.  Rasa nyeri di antara dua bidang bahu, menyulitkan bernafas.  Rematik di daerah pinggang; kelemahan di sebagian punggung.  Bagian dorsal (belakang) tulang belakang.  Tengkuk kaku.  Kolik ginjal.

Anggota badan. – Nyeri rematik, seperti sehabis kena basah.  Rasa menggelitik yang tajam, seakan-akan bagian-bagian anggota badan dipluntir atau dibuat salah urat.  Kaki dingin dan lembab; kaki seperti memakai stoking yang lembab. Lutut terasa dingin, kram pada betis.  Keringat kaki masam.  Anggota badan lemah.  Pembengkakan pada persendian, terutama di lutut.  Telapak kaki terasa terbakar.  Tangan  berkeringat.  Arthritic nodosities (peradangan sendi).  Telapak kaki terasa kasar. Kaki terasa dingin dan mati rasa di malam hari.  Salah urat yang sudah lama.  Rasa nyeri seperti dikoyak pada otot.

Tidur. – Pikirannya (perempuan) dipenuhi angan-angan hingga tidak bisa tidur. Pemandangan yang menakutkan terlihat bila membuka mata.  Tiba-tiba setiap ada suara ; ia (perempuan) takut akan menjadi gila.  Mengantuk pada pada awal sore hari.  Sering bangun malam hari.  Beberapa pemikiran yang mengganjal muncul saat tidur sejenak.  Mimpi buruk pada malam hari [Kali phos.]  Mimpi orang-orang yang sudah meninggal.

Demam. – Kedinginan pada pukul 14.00 bermula dari dalam daerah lambung.  Demam dengan keringat.  Nadi penuh dan sering.  Kedinginan dan panas.  Keringat setempat.  Keringat malam, teruatama di kepala, leher dan dada.  Demam terus menerus.  Kegerahan pada malam hari selama haid, disertai kegelisahan yang sangat.  Keringat berlebihan pada anak-anak, sehingga bantal menjadi basah.

Kulit.  –Tidak sehat; mudah luka (terbentuk ulkus); kendur.  Luka kecil lama sembuh.  Kelenjar membengkak. Ruam karena tumbuhan Nettle; membaik dalam udara dingin.  Kutil di muka dan tangan.  Erupsi berupa bintik-bintik merah (petekhi).  Bengkak-bengkak karena  peradangan, biasanya di kaki atau tangan akibat terpapar dingin, yang gatal.   Bisul-bisul.

Modalitas.   –Memburuk, akibat kegiatan, mental atau fisik; meningkat; kedinginan di setiap keadaan; air, mencuci, udara lembab, cuaca basah; selama bulan purnama; berdiri.  Membaik, iklim dan cuaca kering; berbaring pada sisi yang sakit.  Bersin-bersin (nyeri pada kepala dan tengkuk).

Hubungan dengan remedi lain. – Antidot : Camp.; Ipec.; Nit.ac.; Nux.
Pelengkap : Bell.; Rhus; Lycop.; Silica.
Calcar, berguna setelah pemberian Sulphur bila pupil tetap melebar.  Bila pada anak-anak perempuan usia sekolah, Pulsatilla gagal.
Tidak kompeten : Bry.; Sulphur jangan diberikan segera setelah Silica.

Dosis. – Enam trit. Potensi 30 dan lebih.  Sebaiknya tidak diulang terlalu sering untuk orang lanjut usia. 
                                                -----------####------------











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...