CALCAREA CARBONICA
– OSTREARUM
(Carbonate of
Lime)
Profil obat
Nama latin :
Calcarea carbonica
Nama lain : Calcarea
ostrearum, calcium carbonate (CaCO3), carbonate of lime, calcii
carbonas, oystershell.
Sumber : mother-of-pearl
(bagian kerang yang mengkilap, bila terkena cahaya maka akan terlihat warna
pelangi)
Bagian yang digunakan : Calcium carbonate
Sejarah dan
kerja obat
Proving dilakukan oleh
Hahnemann.
Calcium carbonate digunakan secara luas
sebagai bahan untuk membangun jalan, juga sebagai bahan semen, pelapis bangunan
(plaster), pewarna cat dan dalam
bubuk untuk perawatan gigi dan perekat. Sebelum Hahnemann memeperkenalkan
penggunaan Calcarea dalam pengobatan homeopati, Calcarea telah digunakan
walaupun faktor keberhasilannya rendah sebagai antasid (penetral asam lambung)
Obat ini mempunyai
fungsi yang luas, terutama bekerja pada tulang dan gigi. Obat ini biasanya cocok untuk keluhan nyeri
punggung, persendian, tulang patah
(fraktur) yang penyembuhannya lambat , serta proses pertumbuhan gigi yang
nyeri.
Gejala
utama (kunci)
Gejala ketakutan dan
kekawatiran, perkembangan yang terlambat, lendir berbau asam. Sensitif terhadap
udara dingin. Tidak menyukai makanan yang
mengandung susu, menyukai makanan manis dan telur.
Gejala dan Penggunaan
Anti-psorik Hahnemann yang sangat baik ini adalah remedi konstitusional
yang sangat unggul. Aksi utamanya pada gangguan nutrisi, dan kelenjar, kulit, serta tulang. Peningkatan pengeluaran keringat setempat dan seluruh badan, pembengkakan kelenjar, keadaan scrofulous dan rachitic. Obat ini
khasiatnya meliputi batuk yang
menggelitik, nyeri dada sesaat, mual, keasaman (acidity) dan rasa tidak suka pada lemak. Mudah terengah-engah. Keadaan lelah, mental dan fisik, disebabkan
terlalu keras bekerja. Abses (rongga berisi nanah) di otot
dalam; pembentukan polip (pertumbuhan
massa atau jaringan yang menonjol melewati batas permukaan normal) dan eksostosis (pertumbuhan tulang setempat
yang mengakibatkan tonjolan pada permukaan).
Gangguan fungsi pituitari
(kelenjar hipofisis, kelenjar penghasil hormon) dan tiroid (kelenjar gondok). Meningkatkan kekentalan
darah [Strontium]. Stimulan yang tepat terhadap periosteum (selaput yang melapisi
permukaan luar tulang).
Mudah kambuh, masa
penyembuhan terganggu. Orang-orang
dengan tipe scrofulous, yang mudah
terjangkit pilek, sekresi lendir yang meningkat, anak-anak yang tumbuh gemuk, dengan perut
membuncit, dengan ukuran kepala yang besar, kulit pucat, seputih kapur, yang
disebut sebagai leuco-phlegmatic
temperament. Sangat sensitif terhadap dingin; keringat setempat. Anak-anak sangat menyukai telur dan makan
yang kotor-kotor dan benda-benda lain yang tidak bisa dicerna; cenderung
terkena diare. Pasien Calcarea adalah
gemuk, kuning langsat, lemah dan berkeringat dan dingin, lembab, dan
masam.
Pikiran. –Penuh rasa takut;
memburuk menjelang sore; takut akan kehilangan akal sehat, takut akan
kemalangan, penyakit menular. Pelupa,
bingung, kurang bersemangat. Kegelisahan disertai palpitasi (jantung
berdebar-debar). Keras kepala; bila ada
pikiran sedikit, kepala terasa panas.
Menolak bekerja atau latihan.
Kepala. – Perasaan seperti ada
beban berat di atas kepala. Sakit
kepala, disertai tangan dan kaki dingin.
Vertigo (perasaan berputar) bila naik/memanjat, dan bila memutar
kepala. Sakit kepala akibat mengangkat
beban terlalu berat, akibat memeras otak, disertai mual. Kepala terasa panas dan berat, dengan muka
pucat. Di dalam dan di atas kepala
terasa dingin sedingin es, terutama sisi kanan. Ubun-ubun terbuka/lembek;
kepala membesar; keringat banyak, membasahi bantal. Kulit kepala gatal. Menggaruk kepala bila terjaga.
Mata. – Sensitif terhadap cahaya. Keluar air mata di udara terbuka dan pada
pagi-pagi sekali. Bintik-bintik dan ulkus (luka terbuka di permukaan kulit
atau selaput lendir) di kornea. Saluran kelenjar air mata tertutup bila terkena
dingin. Mata mudah lelah. Penglihatan jauh sangat baik. Kelopak mata yang membengkak gatal,
bersisik. Pembesaran pupil yang
kronis. Katarak. Penglihatan kurang jelas, seakan-akan
pandangan berkabut.
Telinga. – Berdenyut; bunyi
berderak di telinga; rasa ditusuk-tusuk; nyeri berdenyut seakan-akan ada
sesuatu yang ditekan keluar. Ketulian
akibat bekerja di dalam air. Tumbuhnya polip yang mudah berdarah. Peradangan scrofulous (tuberkulosis kelenjar getah bening) disertai cairan
keluar dari telinga yang berupa cairan bernanah, dan disertai pembesaran
kelenjar. Gangguan pendengaran; sulit
mendengar. Erupsi pada telinga dan
daerah di belakang telinga. [Petrol] Bunyi bising berderak-derak dalam
telinga. Sensitif terhadap dingin di
daerah sekitar telinga dan leher.
Hidung. -Kering, lubang hidung
sakit, lecet-lecet. Hidung tersumbat,
disertai dengan keluarnya cairan kuning yang berbau busuk. Dalam hidung, timbul bau yang menusuk. Polip;
pembengkakan di pangkal hidung. Epistaksis (mimisan). Coryza (pilek).
Terserang pilek setiap terjadi perubahan cuaca. Catarrhal symptoms (gejala peradangan selaput lendir yang
menghasilkan lendir) disertai rasa lapar; coryza
(pilek) diselingi dengan nyeri kolik (nyeri
melilit yang hilang timbul).
Wajah. - Pembengkakan di bibir atas. Pucat, disertai mata cekung dengan lingkaran
hitam. Crusta lactea (keropeng susu, sisik putih kekuningan pada kepala
bayi); gatal, rasa terbakar setelah mencuci muka. Kelenjar
submaksilaris (kelenjar ludah rahang bawah) membengkak. Goitre
(kelenjar gondok). Jerawat yang terasa
gatal di daerah pinggir wajah yang ditumbuhi rambut (jambang). Rasa nyeri dari arah foramen mental (lubang pada
rahang bawah tempat lewatnya pembuluh darah dan saraf) menjalar ke rahang bawah
sampai ke telinga.
Mulut. -Rasa masam terus menerus. Mulut dipenuhi air liur asam. Lidah kering pada malam hari. Perdarahan gusi. Pertumbuhan gigi sulit dan terlambat. Sakit gigi; ngilu terkena tiupan angin,
apapun yang dingin atau panas. Bau menusuk keluar dari mulut.
Rasa terbakar di ujung lidah; memburuk, akibat masuknya segala sesuatu
yang hangat ke dalam perut.
Tenggorok. -Pembengkakan tonsil
(amandel) dan kelenjar submaksilaris; rasa tertusuk-tusuk saat menelan.
Batuk-batuk sebagai usaha untuk mengeluarkan lendir. Sulit menelan. Goitre (gondok). Fistula
parotis (saluran/hubungan abnormal antara permukaan tubuh dengan kelenjar
ludah).
Lambung. –Tidak suka daging,
apapun yang direbus; sangat menginginkan benda-benda yang tidak dapat dicerna –
kapur tulis, arang, pensil; juga terhadap telur, garam dan permen. Tidak suka susu. Sering bersendawa rasa masam; muntah cairan
asam. Tidak suka lemak. Kehilangan nafsu makan jika bekerja
berlebihan. Heartburn (nyeri ulu hati) dan sendawa keras. Keram perut; memburuk akibat tekanan, air
dingin. Rasa lapar yang sangat. Pembengkakan di daerah lekukan perut, seperti
mangkuk dibalik. Sangat tidak menyukai
makanan panas. Rasa nyeri di daerah
epigastrium bila disentuh. Haus; sangat
menginginkan minuman dingin. Terasa semakin berat saat makan. Hiperkloridia
(asam lambung berlebihan) . [Phos.]
Perut.
-Sensitif terhadap tekanan/sentuhan sedikitpun.
Daerah hati terasa nyeri saat membungkuk. Rasa teriris-iris dalam perut; perut
membengkak. Incarerated flatulance (sulit buang angin). Kelenjar inguinal (pangkal paha) dan
mesenterikum (lapisan ganda di selaput perut yang berisi pembuluh darah, saraf,
kelenjar getah bening) membengkak dan nyeri.
Tidak tahan pakaian ketat di sekitar pinggang. Peregangan (distensi) perut dan terasa
keras. Kolik batu empedu. Kandungan
lemak di perut meningkat. Hernia umbilikalis (bagian usus atau
selaput usus menonjol keluar di bawah kulit pusar/umbilikus). Gemetar; lemah, seperti diperas. Anak-anak terlambat
belajar jalan.
Buang air besar. – Rasa merayap dan
mengerut di rektum. Tinja besar dan
keras [Bry.]; keputih-putihan,
berair, masam. Prolaps ani (turunnya selaput lendir dubur dan menyembul keluar
melalui lubang dubur), dan wasir yang
terasa terbakar dan ditusuk-tusuk.
Diare berupa sisa makanan tidak
tercerna, berbau busuk, disertai nafsu makan yang besar. Diare pada anak-anak. Sembelit; tinja pada awalnya keras, kemudian
lembek seperti pasta, lalu cair.
Air seni. – Keruh, berwarna
coklat, masam, berbau busuk, jumlahnya banyak, dengan endapan putih,
berdarah. Kandung kemih sangat
sensitif. Enuresis (mengompol). (gunakan potensi 30, juga Tuberculin. 1 m.)
Pria. – Sering keluar mani. Hasrat meningkat. Semen (air
mani) keluar terlalu cepat. Hubungan
seksual diikuti kelelahan dan rasa jengkel.
Wanita. –Sebelum haid, sakit
kepala, kolik, kedinginan dan
keputihan. Nyeri pada rahim seperti
diiris-iris selama haid. Haid terlalu
awal, terlalu banyak, terlalu lama, disertai sakit gigi yang mengundang vertigo
dan kakinya kedinginan dan lembab, kaki lembab; semuanya dapat kambuh kembali
apabila terkena sedikit rangsangan.
Keputihan, seperti susu [Sepia].
Rasa terbakar dan gatal di beberapa tempat (di alat kemaluan) sebelum dan
sesudah haid; pada anak-anak perempuan kecil.
Meningkatkan hasrat seksual; mudah hamil. Payudara panas membengkak. Payudara nyeri bila disentuh dan membengkak
sebelum haid. ASI terlalu banyak; anak
menolak. ASI kurang, dengan payudara
membesar pada wanita tipe limfatik. Keringat banyak pada alat kelamin luar. Mandul dengan haid yang banyak. Polip
rahim.
Pernafasan.
–Batuk-batuk karena rasa menggelitik yang mengganggu pada malam hari,
mengeluarkan dahak yang kering, mudah, pada pagi hari; batuk bila main piano,
atau karena makan. Batuk yang mengganggu
dan terus-menerus akibat kertas pelapis dinding yang mengandung arsenik.
(Clarke). Sesak nafas hebat. Suara serak tanpa rasa sakit; memburuk pada
pagi hari. Keluar dahak hanya pada siang hari; dahak tebal, kuning dan masam.
Dahak berdarah; disertai rasa masam di dada.
Rasa tercekik; rasa tercekat, rasa terbakar dan nyeri di dada; memburuk
saat naik tangga atau posisi naik sedikit, harus duduk. Nyeri tajam di dada dari arah belakang. Dada sangat sensitif terhadap sentuhan,
ketukan, atau tekanan. Sangat
menginginkan udara segar. Pengeluaran
dahak rasa asin, sedikit. [Lyc.]
Jantung. – Palpitasi (jantung berdebar-debar) pada
malam hari dan setelah makan. Palpitasi
dengan perasaan kedinginan, disertai rasa tertekan di dada yang menggelisahkan;
setelah batuk-batuk yang ditahan-tahan.
Punggung. – Rasa nyeri seperti
salah urat; hampir tidak dapat bangun; akibat mengangkat beban terlalu
berat. Rasa nyeri di antara dua bidang
bahu, menyulitkan bernafas. Rematik di
daerah pinggang; kelemahan di sebagian punggung. Bagian dorsal (belakang) tulang
belakang. Tengkuk kaku. Kolik ginjal.
Anggota badan. – Nyeri rematik,
seperti sehabis kena basah. Rasa
menggelitik yang tajam, seakan-akan bagian-bagian anggota badan dipluntir atau
dibuat salah urat. Kaki dingin dan
lembab; kaki seperti memakai stoking yang lembab. Lutut terasa dingin, kram
pada betis. Keringat kaki masam. Anggota badan lemah. Pembengkakan pada persendian, terutama di
lutut. Telapak kaki terasa
terbakar. Tangan berkeringat.
Arthritic nodosities (peradangan
sendi). Telapak kaki terasa kasar. Kaki
terasa dingin dan mati rasa di malam hari.
Salah urat yang sudah lama. Rasa
nyeri seperti dikoyak pada otot.
Tidur. – Pikirannya (perempuan) dipenuhi
angan-angan hingga tidak bisa tidur. Pemandangan yang menakutkan terlihat bila
membuka mata. Tiba-tiba setiap ada suara
; ia (perempuan) takut akan menjadi gila.
Mengantuk pada pada awal sore hari.
Sering bangun malam hari.
Beberapa pemikiran yang mengganjal muncul saat tidur sejenak. Mimpi buruk pada malam hari [Kali phos.] Mimpi orang-orang yang sudah meninggal.
Demam. – Kedinginan pada pukul 14.00
bermula dari dalam daerah lambung. Demam
dengan keringat. Nadi penuh dan
sering. Kedinginan dan panas. Keringat setempat. Keringat malam, teruatama di kepala, leher
dan dada. Demam terus menerus. Kegerahan pada malam hari selama haid,
disertai kegelisahan yang sangat.
Keringat berlebihan pada anak-anak, sehingga bantal menjadi basah.
Kulit. –Tidak sehat; mudah luka (terbentuk ulkus);
kendur. Luka kecil lama sembuh. Kelenjar membengkak. Ruam karena tumbuhan Nettle; membaik dalam udara dingin. Kutil di muka dan tangan. Erupsi berupa bintik-bintik merah (petekhi). Bengkak-bengkak karena peradangan, biasanya di kaki atau tangan
akibat terpapar dingin, yang gatal.
Bisul-bisul.
Modalitas. –Memburuk, akibat kegiatan, mental atau
fisik; meningkat; kedinginan di setiap keadaan; air, mencuci, udara lembab,
cuaca basah; selama bulan purnama; berdiri.
Membaik, iklim dan cuaca kering; berbaring pada sisi yang sakit. Bersin-bersin (nyeri pada kepala dan
tengkuk).
Hubungan
dengan remedi lain. – Antidot : Camp.;
Ipec.; Nit.ac.; Nux.
Pelengkap : Bell.;
Rhus; Lycop.; Silica.
Calcar,
berguna setelah pemberian Sulphur
bila pupil tetap melebar. Bila pada
anak-anak perempuan usia sekolah, Pulsatilla
gagal.
Tidak kompeten : Bry.;
Sulphur jangan diberikan segera setelah Silica.
Dosis. – Enam
trit. Potensi 30 dan lebih. Sebaiknya
tidak diulang terlalu sering untuk orang lanjut usia.
-----------####------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar