SULPHUR
Profil obat
Nama latin : Sulphur
Nama lain : Flowers of sulphur, brimstone
Sumber : Bahan sulfur
mineral ditemukan dekat kawah gunung berapi dan sumber air panas (di Italia,
Sisilia dan Amerika)
Bagian yang digunakan : Sulfur
Sejarah dan
kerja obat
Proving dilakukan oleh
Hahnemann.
Sulfur sudah digunakan
sebagai obat selama lebih dari 2000 tahun.
Pada abad ke enam belas, sebuah rumah sakit memanfaatkan asap hasil
pembakaran sulfur untuk kamar-kamar pasien yang menderita penyakit infeksi. Hal ini karena hasil pembakaran sulfur akan
melepaskan sulphur dioxide yang
berkhasiat desinfektan kuat (zat yang membasmi kuman) dengan bau yang
menusuk. Ilmu kedokteran ortodoks masih
menggunakan sulfur sebagai obat luar untuk penyakit kulit seperti jerawat. Sebagai obat homeopati, Sulfur juga digunakan
untuk keluhan di kulit dan keluhan pencernaan.
Gejala
utama (kunci)
Bersifat pemalas, cenderung membuat suasana menjadi panas. Kurang
memikirkan diri sendiri, senang berfilsafat. Gejala gata-gatal dan nyeri
seperti terbakar.
Gejala
dan Penggunaan
Sulphur adalah remedi
anti-psora yang hebat dari Hahnemann.
Cara kerjanya sentrifugal -- dari dalam ke luar --, memiliki pertalian
tertentu dengan kulit, tempat Sulphur
menimbulkan panas dan rasa terbakar,
disertai rasa gatal yang diperburuk oleh panas dari tempat tidur. Sulphur adalah remedi utama untuk
penyakit psora yang tersamar. Jika diketahui bahwa konstitusi yang mendasari
penyakit seseorang adalah suatu psora, dan kasusnya samar atau tidak jelas, Sulphur akan berkhasiat membuka penyebab
penyakit yang tersembunyi itu untuk disembuhkan. Keutamaan Sulphur untuk penyakit psora adalah seperti keutamaan Mercurius untuk penyakit sifilis dan Thuja untuk penyakit sikosis.
Sulphur sangat berguna untuk
mengobati pasien yang tidak menunjukkan
reaksi membaik setelah sakit berkepanjangan, penyakit kronis psora. Juga untuk pasien yang tidak sembuh-sembuh
setelah mengalami penyakit akut.
Ketiadaan
kekuatan untuk bergerak, dan kendurnya serat otot; serta lemahnya tonus otot
merupakan gejalanya yang khas. Rasa panas mendidih, rasa tidak senang pada
air, kulit dan rambut kering dan keras, lubang-lubang tubuh (mulut, liang
kemih, dubur) merah, perasaan perut mengempis, terasa kosong pada pukul 11
pagi, dan tidur yang tidak nyenyak seperti tidur ayam; selalu merupakan
indikasi untuk memberikan Sulphur
secara homeopatis.
Berdiri
adalah posisi yang paling buruk untuk pasien Sulphur, selalu merasa tidak nyaman. Posisi berdiri memperburuk
gejala yang dideritanya.
Pasien
Sulphur adalah orang yang kotor dan
jorok, cenderung menderita penyakit kulit.
Enggan mandi. Orang yang
menganggap kebersihan bukan hal yang penting, tampil selalu kotor dan tidak rapi.
Mandi memperburuk gejala yang dideritanya. Selalu pilek sehabis mandi. Anak Sulphur menangis keras setiap diajak
mandi. Pasien Sulphur kotor di segala
segi. Tubuhnya berbau, demikian juga napasnya, kotoran dan cairan yang keluar
dari tubuhnya. Pasien Sulphur sering menderita catarrh (radang berlendir) pada semua membran mucosanya (membran mukosa
= selaput lendir). Ekskreta (lendir) dari tubuhnya selain berbau tajam,
juga bersifat menimbulkan lecet. Semua cairan yang keluar dari tubuh
menimbulkan lecet pada tempat yang dilaluinya.
Pasien
Sulphur memiliki berbagai macam
penyakit kulit. Ada yang berbentuk vesikel (gelembung kecil dengan diameter
kurang dari 1 cm), pustul (bisul), furuncle
(furunkel = radang kulit bernanah, bila banyak membentuk carbuncle), kulit bersisik, kesemuanya disertai rasa gatal, sebagian disertai keluar cairan
(basah), dan pernanahan. Remedi ini berguna untuk mengobati pernanahan, menyembuhkan berbagai macam
rongga berisi nanah, abses baik yang kecil atau yang besar, di kulit maupun di
alat dalam.
Di
antara keluhan pasien Sulphur selalu
terdapat rasa terbakar. Rasa terbakar di mana-mana. Rasa terbakar
atau panas di kulit, di kelenjar, di lambung, di paru-paru, di usus, rasa
terbakar dan tertusuk-tusuk pada penyakit wasir, rasa terbakar sewaktu
berkemih. Pasien mengatakan, “Rasa terbakar di telapak kaki dan telapak tangan,
dan di bagian atas kepala.”
Bila remedi yang
sudah dipilih secara hati-hati, mengalami kegagalan, -- terutama pada
penyakit-penyakit akut --, Sulphur seringkali membangkitkan
kekuatan organisme untuk melawan. Untuk keluhan-keluhan yang kambuh berulang
kali. Sifat khas ekskreta dan hembusan napas yang secara umum berbau menusuk
hidung. Wajah dan bibir sangat merah, mudah bersemu merah. Seringkali sangat berguna dalam perawatan
awal kasus kronis dan dalam menyelesaikan kasus akut.
Pikiran. - Sangat pelupa.
Sulit berpikir. Berpikir tentang hal-hal
yang tidak sesuai kenyataan, mengira barang-barang rombengan/bekas adalah
barang-barang yang bagus -bahwa ia sangat kaya.
Selalu sibuk setiap waktu. Rasa
jengkel/kesal yang kekanak-kanakan pada orang dewasa. Mudah kesal.
Kehilangan rasa sayang; sangat
egois, tidak memikirkan orang lain.
Merasa sedih berkenaan hal-hal keagamaan. Menolak bekerja; bermalas-malasan - terlalu
malas untuk membangkitkan semangat diri sendiri. Berkhayal memberikan sesuatu yang salah
kepada orang lain, yang menyebabkan kematian mereka. Subyek sulphur hampir selalu mudah
jengkel/kesal, tertekan, kurus dan lemah meskipun dengan nafsu makan yang baik.
Kepala. - Panas pada puncak kepala terus menerus [Cup. sulph.; Graph.] Rasa
berat dan penuh, tekanan pada pelipis.
Nyeri kepala berdenyut; memburuk, bila membungkuk, dan disertai vertigo (rasa berputar). Nyeri kepala
terjadi secara berkala. Tinea capitis (infeksi jamur di kulit
kepala), bentuk kering. Kulit kepala
kering, rambut rontok; memburuk bila keramas.
Gatal, garukan menyebabkan rasa terbakar.
Mata. – Sulphur meliputi gejala yang
luas pada mata. Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) di
pinggir kelopak mata dengan rasa terbakar.
Tampak Halo (semacam bayangan
cahaya berbentuk melingkar) di sekitar mata pada sinar lampu. Rasa
panas dan terbakar di dalam mata. [Ars.;
Bell.] Gambaran partikel-partikel
kecil hitam di depan mata. Tahap pertama
pembentukan ulkus di kornea. Kornea seperti
kaca yang buram/ translusen (cahaya masuk tapi tidak transparan).
Telinga. - Suara berdengung di
telinga. Efek buruk akibat ditahannya
pengeluaran otorrhoea (otore = keluar cairan telinga). Sangat sensisitif terhadap bau-bauan. Ketulian, diawali oleh pendengaran yang
sangat sensitif; ketulian akibat peradangan yang menghasilkan lendir.
Hidung. - Herpes melewati hidung.
Hidung bumpet di dalam ruangan.
Bau-bauan khayal yang tidak enak.
Cuping hidung merah dan
berkeropeng. Catarrh kronis yang kering,
keropeng kering dan berdarah. Polip dan adenoid (pembesaran jaringan limfoid –yang menyerupai sel kelenjar
getah bening- di rongga faring bagian atas).
Mulut. – Bibir kering, merah terang, rasa
terbakar. Rasa pahit di pagi hari.
Sentakan di antara gigi geligi (gemeletuk). Gusi bengkak; nyeri berdenyut. Lidah putih, dengan ujung dan pinggirnya
merah. Untuk gigi yang goyah, gigi membusuk, gusi yang bergeser menjauhi gigi,
berdarah dan terasa terbakar. Ulkus di mulut yang disertai rasa terbakar.
Tenggorok. – Ada rasa menekan
yang sepertinya berasal dari pembengkakan, seperti akibat sebuah serpihan,
misalnya rambut. Rasa terbakar, merah
dan kering. Tekak seperti naik dan
menutup faring. Merupakan remedi untuk nyeri tenggorok yang kronis. Pembesaran
tonsil (amandel) berwarna merah keunguan yang sudah berlangsung lama
(minggu/bulan). Berguna untuk radang tonsil yang berwarna keunguan dan bernanah
Lambung. – Nafsu makan sama
sekali hilang atau berlebihan. Sendawa
dengan rasa busuk. Makanan terasa
terlalu asin. Banyak minum, sedikit
makan. Tidak bisa minum susu.
Sangat ingin makanan manis [Arg.nit] Bersifat
sangat asam, sendawa rasa asam. Rasa
tertekan seperti ada sesuatu beban yang berat, rasa terbakar, nyeri. Sangat
lemah dan mungkin pingsan pada sekitar pukul 11 siang; harus makan
sesuatu. Rasa lemah ini sering timbul 1
jam sebelum waktu makan yaitu sekitar pukul 11 siang. Mual selama
kehamilan. Mual selama proses pencernaan
berlangsung. Pasien merasa perutnya
penuh air,karena selalu haus dan banyak minum.
Perut. – Sangat sensitif pada tekanan,
rasa nyeri dan perih di dalam perut.
Merasa gerakan seperti ada yang hidup. [Croc., Thuj.] Rasa nyeri dan perih di daerah hati. Nyeri kolik setelah minum. Banyak gangguan
pada hati (liver). Ada pembesaran dan pengerasan hati, disertai rasa nyeri dan
rasa tertekan. Perut menggembung, disertai rasa perih, nyeri, kembung dan rasa
terbakar. Banyak gas dalam perut, disertai banyak sendawa, kembung, suara
gemuruh dan keluar angin.
Rektum. – Gatal dan rasa
terbakar pada anus; wasir yang tergantung dari phletora perut. Buang air besar sering, tidak terpuaskan,
keras, membengkak, tidak tuntas.
Anak-anak takut karena merasa nyeri.
Di sekitar anus merah,
disertai gatal. Diare di pagi hari, tanpa nyeri, membuat penderita bangun dari tempat
tidur, disertai prolapsus rekti
(dubur menonjol keluar), Wasir berdarah dan sendawa. Kotoran sangat berbau, kadang tetap tercium
mengikuti orangnya. Sulphur baik untuk mengobati kolera, dan juga disentri.
Disentri dengan kotoran berlendir berdarah disertai nyeri mengedan.
Air seni. – Sering berkemih,
terutama malam hari. Mengompol terutama
pada anak scrofulous dan anak yang
tidak rapi (jorok). Rasa terbakar di
saluran kencing selama berkemih dan berlansung lama sesudahnya. Lendir dan nanah pada air seni; bagian-bagian yang dilewatinya terasa perih. Tergesa-gesa,
tiba-tiba ingin berkemih. Jumlah air seni yang tidak berwarna sangat
banyak. Sulphur menyembuhkan pasien
yang air seninya mengandung gula, pada tahap awal penyakit diabetes (kencing
manis).
Pria. – Rasa ditusuk-tusuk di
penis. Keluar air mani tanpa
disadari. Rasa gatal pada alat kelamin
waktu tidur. Organ pria dingin, dalam
keadaan istirahat dan tidak bertenaga. Untuk impotensi dengan gairah yang kuat,
namun tidak mampu mempertahankan ereksi.
Ejakulasi terlalu awal. Lesi herpes
pada kemaluan. Untuk penyempitan kulit kulup (Phimosis) akibat radang, bukan akibat kelainan sejak lahir.
Wanita. – Kemaluan gatal.
Rasa terbakar pada vagina. Banyak berkeringat berbau menusuk
hidung. Haid terlambat, berlangsung
sebentar, sedikit dan sulit; kental, hitam, berbau
menusuk hidung, membuat bagian-bagian tubuh perih. Haid didahului nyeri kepala atau tiba-tiba
berhenti.
Keputihan, rasa terbakar, ekskoriasi
(kulit mengelupas). Puting susu
pecah-pecah, perih dan terasa terbakar.
Kemandulan; perdarahan
dari rahim. Untuk nyeri haid yang hebat yang diderita gadis sejak permulaan
haid, Sulphur dan Sepia.
Kehamilan. – Mengatasi rasa mual
sewaktu hamil, atau pada masa awal kehamilan. Mengurangi rasa nyeri melahirkan
dan memperkuat kontraksi rahim saat bersalin. Rasa nyeri sesudah melahirkan
yang terasa mengganggu. Pembengkakan kelenjar air susu.
Membantu
mengatasi perdarahan akibat keguguran, diberikan sesudah Belladonna. Untuk keguguran yang memancarkan banyak darah,
pemberian Sabina biasanya perlu
diikuti dengan pemberian Sulphur.
Untuk perdarahan akibat keguguran yang sudah melewati masa kritis, Sulphur dan Psorinum.
Untuk
kondisi demam pada hari ketiga sesudah bersalin, dengan lochia (lokia = cairan yang keluar dari vagina selama masa nifas)
bernanah, atau lochia tertahan tidak
keluar, tubuh berkeringat. Demam nifas. Hal ini bisa disembuhkan dengan Aconite, namun Sulphur menuntaskan hingga mendalam.
Pernafasan. – Rasa tertekan dan
terbakar di dalam dada. Sulit bernafas; ingin jendela-jendela dibuka. Aphonia
(Afonia = tidak keluar suara). Panas di
seluruh dada. Bintik-bintik merah-coklat
di seluh dada. Batuk longgar; memburuk
dengan berbicara, pada pagi hari, berdahak kehijauan, bernanah, terasa
manis. Banyak lendir berderak-derak.
Dada terasa berat; ditusuk-tusuk, disertai perasaan jantung terlalu
besar dan berdebar-debar. Gunakan sulfur
dalam bentuk tinktur. Nyeri
ditusuk-tusuk menembus ke punggung, memburuk bila berbaring terlentang atau
bernafas dalam. Rasa panas di dada naik
ke kepala. Tekanan, seperti ada beban di dada.
Sesak nafas (dispnu) saat
tengah malam, membaik dengan posisi duduk tegak. Nadi
lebih cepat di pagi hari dari pada malam hari.
Sulphur, seperti juga Silicea,
adalah obat yang berbahaya bila diberikan pada kasus tuberkulosis yang sudah
lanjut. Gejala diare di pagi hari, keringat malam, dan gejala lain yang timbul
akibat tuberkulosis tidak boleh dirawat dengan Sulphur, meskipun memiliki kesamaan gejala dengan Sulphur.
Bila tetap harus diberikan, gunakan potensi 30 atau 200, jangan
menggunakan potensi yang lebih tinggi.
Punggung. – Rasa nyeri di antara
bahu. Rasa kaku di tengkuk. Perasaan seakan-akan tulang belakang
(vertebra) bergesekan satu sama lain. Nyeri punggung saat bangkit dari kursi,
pasien terpaksa berjalan bungkuk, dan dapat meluruskan kembali perlahan-lahan
sambil bergerak. Nyeri ini terutama di daerah lumbo-sakral ( pinggang dan
pinggul)
Anggota badan. – Tangan-tangan gemetar. Tangan
panas dan berkeringat. Nyeri rematik
di bahu kiri. Rasa berat; perasaan
sebagian lumpuh. Gout rematik
(peradangan sendi akibat endapan asam urat), disertai gatal. Rasa terbakar di telapak kaki dan di tangan
pada malam hari. Keringat di ketiak,
berbau seperti bawang putih. Rasa
tergores (drawing) dan dikoyak di
lengan dan tangan. Rasa kaku di lutut
dan pergelangan kaki. Tidak dapat
berjalan tegak, bahu bungkuk. Ganglion
(tumor berongga yang berasal dari kandung urat/tendon).
Tidur. – Berbicara, menyentak-nyentak,
dan berkedut sewaktu tidur. Mimpi yang
sangat jelas. Ketika bangun,
bernyanyi. Sering terjaga, dan tiba-tiba
menjadi benar-benar terbangun. Tidur ayam, terbangun oleh suara sedikit
saja. Tidak bisa tidur di antara pukul 2
sampai 5 pagi.
Demam. -
Sering merasa panas berulang. Rasa
panas mendidih yang hebat di sleuruh tubuh.
Kulit kering dan rasa haus yang sangat.
Berkeringat pada malam hari, di tengkuk dan kepala bagian belakang (occiput). Berkeringat pada bagian-bagian tertentu. Keringat menjijikkan. Demam bersifat remiten (hilang timbul). Pada
demam septik, berikan sulfur sejak awal. Remedi ini baik untuk terapi awal.
Kulit. – Kering, bersisik, tidak sehat, setiap luka kecil menjadi bernanah. Bintik-bintik. Gatal, rasa terbakar; memburuk bila digaruk dan dibasuh. Erupsi berupa jerawat, bisul (pustula), rhagades, kulit mengelupas di sekitar
kuku. Ekskoriasi (kulit mengelupas) terutama di daerah lipatan. Rasa ada balutan yang mengikat tulang. Penyakit kulit akibat pemberian obat
lokal. Pruritus (gatal-gatal), terutama akibat udara hangat, pada sore
hari, sering terjadi saat musim semi, dalam cuaca lembab. Peradangan yang
berwarna keunguan. Campak, bila muncul dengan warna keunguan. Untuk campak akan
baik bila digabung dengan Pulsatila,
kadang-kadang perlu Aconite dan Euphrasia.
Modalitas. – Memburuk, saat istirahat, bila berdiri, rasa hangat di tempat
tidur, membasuh dengan air, mandi, pada pagi hari, pukul 11 siang, malam hari,
akibat rangsangan alkohol, berkala. Membaik, cuaca hangat, kering, berbaring
pada sisi kanan, dengan meluruskan anggota badan yang terkena.
Hubungan dengan remedi lain. – Pelengkap : Aloe.; Psorin.; Acon.; Pyrara (ikan yang ditangkap di
Amazon, digunakan secara klinis untuk penyakit kulit). Lepra,
tuberkulid, sifilid, varicosities, dll.
Bandingkan : Acon. (Sulph. sering melanjutkan kasus penyakit akut); Mercur. dan Calcarea sering bermanfaat setelah pemakaian Sulphur, bukan sebelumnya.
Dosis. – Bekerja pada semua potensi dari
yang terendah hingga tertinggi. Beberapa hasil terbaik didapat dari dosis
yang lebih tinggi, dan bukan dosis yang terlalu sering. Potensi ke dua belas, baik untuk memulai
perawatan, kemudian ke dosis yang lebih tinggi, kemudian ke dosis yang lebih
tinggi atau lebih rendah sesuai dengan kerentanan pasien. Pada penyakit kronis, potensi 200 dan ke
atas. Pada erupsi yang dorman potensi
terendah.
----------####----------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar