Kamis, 06 Maret 2014

SULPHUR

SULPHUR


Profil obat

Nama latin : Sulphur
Nama lain : Flowers of sulphur, brimstone
Sumber : Bahan sulfur mineral ditemukan dekat kawah gunung berapi dan sumber air panas (di Italia, Sisilia dan Amerika)
Bagian yang digunakan : Sulfur

 

Sejarah dan kerja obat

Proving dilakukan oleh Hahnemann.
Sulfur sudah digunakan sebagai obat selama lebih dari 2000 tahun.  Pada abad ke enam belas, sebuah rumah sakit memanfaatkan asap hasil pembakaran sulfur untuk kamar-kamar pasien yang menderita penyakit infeksi.  Hal ini karena hasil pembakaran sulfur akan melepaskan sulphur dioxide yang berkhasiat desinfektan kuat (zat yang membasmi kuman) dengan bau yang menusuk.  Ilmu kedokteran ortodoks masih menggunakan sulfur sebagai obat luar untuk penyakit kulit seperti jerawat.  Sebagai obat homeopati, Sulfur juga digunakan untuk keluhan di kulit dan keluhan pencernaan.
          
Gejala utama (kunci)
            Bersifat pemalas, cenderung membuat suasana menjadi panas. Kurang memikirkan diri sendiri, senang berfilsafat. Gejala gata-gatal dan nyeri seperti terbakar.

Gejala dan Penggunaan
Sulphur adalah remedi anti-psora yang hebat dari Hahnemann.  Cara kerjanya sentrifugal -- dari dalam ke luar --, memiliki pertalian tertentu dengan kulit, tempat Sulphur menimbulkan panas dan rasa terbakar, disertai rasa gatal yang diperburuk oleh panas dari tempat tidur. Sulphur adalah remedi utama untuk penyakit psora yang tersamar. Jika diketahui bahwa konstitusi yang mendasari penyakit seseorang adalah suatu psora, dan kasusnya samar atau tidak jelas, Sulphur akan berkhasiat membuka penyebab penyakit yang tersembunyi itu untuk disembuhkan. Keutamaan Sulphur untuk penyakit psora adalah seperti keutamaan Mercurius untuk penyakit sifilis dan Thuja untuk penyakit sikosis.
Sulphur sangat berguna untuk mengobati pasien yang tidak menunjukkan reaksi membaik setelah sakit berkepanjangan, penyakit kronis psora. Juga untuk pasien yang tidak sembuh-sembuh setelah mengalami penyakit akut.
Ketiadaan kekuatan untuk bergerak, dan kendurnya serat otot; serta lemahnya tonus otot merupakan gejalanya yang khas.  Rasa panas mendidih, rasa tidak senang pada air, kulit dan rambut kering dan keras, lubang-lubang tubuh (mulut, liang kemih, dubur) merah, perasaan perut mengempis, terasa kosong pada pukul 11 pagi, dan tidur yang tidak nyenyak seperti tidur ayam; selalu merupakan indikasi untuk memberikan Sulphur secara homeopatis. 
Berdiri adalah posisi yang paling buruk untuk pasien Sulphur, selalu merasa tidak nyaman. Posisi berdiri memperburuk gejala yang dideritanya.
Pasien Sulphur adalah orang yang kotor dan jorok, cenderung menderita penyakit kulit.  Enggan mandi.  Orang yang menganggap kebersihan bukan hal yang penting, tampil selalu kotor dan tidak rapi. Mandi memperburuk gejala yang dideritanya. Selalu pilek sehabis mandi. Anak Sulphur menangis keras setiap diajak mandi. Pasien Sulphur kotor di segala segi. Tubuhnya berbau, demikian juga napasnya, kotoran dan cairan yang keluar dari tubuhnya. Pasien Sulphur sering menderita catarrh (radang berlendir) pada semua membran mucosanya (membran mukosa = selaput lendir). Ekskreta (lendir) dari tubuhnya selain berbau tajam, juga bersifat menimbulkan lecet. Semua cairan yang keluar dari tubuh menimbulkan lecet pada tempat yang dilaluinya.
Pasien Sulphur memiliki berbagai macam penyakit kulit. Ada yang berbentuk vesikel (gelembung kecil dengan diameter kurang dari 1 cm), pustul (bisul), furuncle (furunkel = radang kulit bernanah, bila banyak membentuk carbuncle), kulit bersisik, kesemuanya disertai rasa gatal, sebagian disertai keluar cairan (basah), dan pernanahan. Remedi ini berguna untuk mengobati pernanahan, menyembuhkan berbagai macam rongga berisi nanah, abses baik yang kecil atau yang besar, di kulit maupun di alat dalam.
Di antara keluhan pasien Sulphur selalu terdapat rasa terbakar.  Rasa terbakar di mana-mana. Rasa terbakar atau panas di kulit, di kelenjar, di lambung, di paru-paru, di usus, rasa terbakar dan tertusuk-tusuk pada penyakit wasir, rasa terbakar sewaktu berkemih. Pasien mengatakan, “Rasa terbakar di telapak kaki dan telapak tangan, dan di bagian atas kepala.” 
Bila remedi yang sudah dipilih secara hati-hati, mengalami kegagalan, -- terutama pada penyakit-penyakit akut --,  Sulphur seringkali membangkitkan kekuatan organisme untuk melawan.  Untuk keluhan-keluhan yang kambuh berulang kaliSifat khas ekskreta dan hembusan napas yang secara umum berbau menusuk hidung. Wajah dan bibir sangat merah, mudah bersemu merah.  Seringkali sangat berguna dalam perawatan awal kasus kronis dan dalam menyelesaikan kasus akut.

Pikiran. - Sangat pelupa. Sulit berpikir.  Berpikir tentang hal-hal yang tidak sesuai kenyataan, mengira barang-barang rombengan/bekas adalah barang-barang yang bagus -bahwa ia sangat kaya.  Selalu sibuk setiap waktu.  Rasa jengkel/kesal yang kekanak-kanakan pada orang dewasa.  Mudah kesal.  Kehilangan rasa sayang; sangat egois, tidak memikirkan orang lain.  Merasa sedih berkenaan hal-hal keagamaan.  Menolak bekerja; bermalas-malasan - terlalu malas untuk membangkitkan semangat diri sendiri.  Berkhayal memberikan sesuatu yang salah kepada orang lain, yang menyebabkan kematian mereka.  Subyek sulphur hampir selalu mudah jengkel/kesal, tertekan, kurus dan lemah meskipun dengan nafsu makan yang baik.

Kepala. - Panas pada puncak kepala terus menerus [Cup. sulph.; Graph.]  Rasa berat dan penuh, tekanan pada pelipis.  Nyeri kepala berdenyut; memburuk, bila membungkuk, dan disertai vertigo (rasa berputar). Nyeri kepala terjadi secara berkala.  Tinea capitis (infeksi jamur di kulit kepala), bentuk kering.  Kulit kepala kering, rambut rontok; memburuk bila keramas.  Gatal, garukan menyebabkan rasa terbakar.

Mata. – Sulphur meliputi gejala yang luas pada mata. Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) di pinggir kelopak mata dengan rasa terbakar.  Tampak Halo     (semacam bayangan cahaya berbentuk melingkar) di sekitar mata pada sinar lampu.  Rasa panas dan terbakar di dalam mata. [Ars.; Bell.]  Gambaran partikel-partikel kecil hitam di depan mata.  Tahap pertama pembentukan ulkus di kornea.  Kornea seperti kaca yang buram/ translusen (cahaya masuk tapi tidak transparan).

Telinga. - Suara berdengung di telinga.  Efek buruk akibat ditahannya pengeluaran otorrhoea (otore =  keluar cairan telinga).  Sangat sensisitif terhadap bau-bauan.  Ketulian, diawali oleh pendengaran yang sangat sensitif; ketulian akibat peradangan yang menghasilkan lendir. 

Hidung. - Herpes melewati hidung.  Hidung bumpet di dalam ruangan.  Bau-bauan khayal yang tidak enak.  Cuping hidung merah dan berkeropengCatarrh  kronis yang kering, keropeng kering dan berdarahPolip dan adenoid (pembesaran jaringan limfoid –yang menyerupai sel kelenjar getah bening- di rongga faring bagian atas).

Mulut. – Bibir kering, merah terang, rasa terbakar.  Rasa pahit di pagi hari.  Sentakan di antara gigi geligi (gemeletuk).  Gusi bengkak; nyeri berdenyut.  Lidah putih, dengan ujung dan pinggirnya merah. Untuk gigi yang goyah, gigi membusuk, gusi yang bergeser menjauhi gigi, berdarah dan terasa terbakar. Ulkus di mulut yang disertai rasa terbakar.

Tenggorok. – Ada rasa menekan yang sepertinya berasal dari pembengkakan, seperti akibat sebuah serpihan, misalnya rambut.  Rasa terbakar, merah dan kering.  Tekak seperti naik dan menutup faring. Merupakan remedi untuk nyeri tenggorok yang kronis. Pembesaran tonsil (amandel) berwarna merah keunguan yang sudah berlangsung lama (minggu/bulan). Berguna untuk radang tonsil yang berwarna keunguan dan bernanah

Lambung. – Nafsu makan sama sekali hilang atau berlebihan.  Sendawa dengan rasa busuk.  Makanan terasa terlalu asin.  Banyak minum, sedikit makan.  Tidak bisa minum susu.  Sangat ingin makanan manis [Arg.nitBersifat sangat asam, sendawa rasa asam.  Rasa tertekan seperti ada sesuatu beban yang berat, rasa terbakar, nyeri.  Sangat lemah dan mungkin pingsan pada sekitar pukul 11 siang; harus makan sesuatu.  Rasa lemah ini sering timbul 1 jam sebelum waktu makan yaitu sekitar pukul 11 siang. Mual selama kehamilan.  Mual selama proses pencernaan berlangsung.  Pasien merasa perutnya penuh air,karena selalu haus dan banyak minum.

Perut. – Sangat sensitif pada tekanan, rasa nyeri dan perih di dalam perut.  Merasa gerakan seperti ada yang hidup. [Croc., Thuj.] Rasa nyeri dan perih di daerah hati.  Nyeri kolik setelah minum. Banyak gangguan pada hati (liver). Ada pembesaran dan pengerasan hati, disertai rasa nyeri dan rasa tertekan. Perut menggembung, disertai rasa perih, nyeri, kembung dan rasa terbakar. Banyak gas dalam perut, disertai banyak sendawa, kembung, suara gemuruh dan keluar angin.

Rektum. – Gatal dan rasa terbakar pada anus; wasir yang tergantung dari phletora perut.  Buang air besar sering, tidak terpuaskan, keras, membengkak, tidak tuntas.  Anak-anak takut karena merasa nyeri.  Di sekitar anus merah, disertai gatal.  Diare di pagi hari, tanpa nyeri, membuat penderita bangun dari tempat tidur, disertai prolapsus rekti (dubur menonjol keluar), Wasir berdarah dan sendawa.  Kotoran sangat berbau, kadang tetap tercium mengikuti orangnya. Sulphur baik untuk mengobati kolera, dan juga disentri. Disentri dengan kotoran berlendir berdarah disertai nyeri mengedan.

Air seni. – Sering berkemih, terutama malam hari.  Mengompol terutama pada anak scrofulous dan anak yang tidak rapi (jorok).  Rasa terbakar di saluran kencing selama berkemih dan berlansung lama sesudahnya.  Lendir dan nanah pada air seni; bagian-bagian yang dilewatinya terasa perihTergesa-gesa, tiba-tiba ingin berkemih.  Jumlah air seni yang tidak berwarna sangat banyak.  Sulphur menyembuhkan pasien yang air seninya mengandung gula, pada tahap awal penyakit diabetes (kencing manis).

Pria. – Rasa ditusuk-tusuk di penis.  Keluar air mani tanpa disadari.  Rasa gatal pada alat kelamin waktu tidur.  Organ pria dingin, dalam keadaan istirahat dan tidak bertenaga. Untuk impotensi dengan gairah yang kuat,  namun tidak mampu mempertahankan ereksi. Ejakulasi terlalu awal. Lesi herpes pada kemaluan. Untuk penyempitan kulit kulup (Phimosis) akibat radang, bukan akibat kelainan sejak lahir.

Wanita. – Kemaluan gatalRasa terbakar pada vagina.  Banyak berkeringat berbau menusuk hidung.  Haid terlambat, berlangsung sebentar, sedikit dan sulit; kental, hitam, berbau menusuk hidung, membuat bagian-bagian tubuh perih.  Haid didahului nyeri kepala atau tiba-tiba berhenti. 
Keputihan, rasa terbakar, ekskoriasi (kulit mengelupas).  Puting susu pecah-pecah, perih dan terasa terbakar.
Kemandulan; perdarahan dari rahim. Untuk nyeri haid yang hebat yang diderita gadis sejak permulaan haid, Sulphur dan Sepia.

Kehamilan. – Mengatasi rasa mual sewaktu hamil, atau pada masa awal kehamilan. Mengurangi rasa nyeri melahirkan dan memperkuat kontraksi rahim saat bersalin. Rasa nyeri sesudah melahirkan yang terasa mengganggu. Pembengkakan kelenjar air susu.
Membantu mengatasi perdarahan akibat keguguran, diberikan sesudah Belladonna. Untuk keguguran yang memancarkan banyak darah, pemberian Sabina biasanya perlu diikuti dengan pemberian Sulphur. Untuk perdarahan akibat keguguran yang sudah melewati masa kritis, Sulphur dan Psorinum.
Untuk kondisi demam pada hari ketiga sesudah bersalin, dengan lochia (lokia = cairan yang keluar dari vagina selama masa nifas) bernanah, atau lochia tertahan tidak keluar, tubuh berkeringat. Demam nifas. Hal ini bisa disembuhkan dengan Aconite, namun Sulphur menuntaskan hingga mendalam.

Pernafasan. – Rasa tertekan dan terbakar di dalam dada.  Sulit bernafas; ingin jendela-jendela dibukaAphonia (Afonia = tidak keluar suara).  Panas di seluruh dada.  Bintik-bintik merah-coklat di seluh dada.  Batuk longgar; memburuk dengan berbicara, pada pagi hari, berdahak kehijauan, bernanah, terasa manis.  Banyak lendir berderak-derak.  Dada terasa berat; ditusuk-tusuk, disertai perasaan jantung terlalu besar dan berdebar-debar.  Gunakan sulfur dalam bentuk tinktur.  Nyeri ditusuk-tusuk menembus ke punggung, memburuk bila berbaring terlentang atau bernafas dalam.  Rasa panas di dada naik ke kepala.  Tekanan, seperti ada beban di dada.  Sesak nafas (dispnu) saat tengah malam, membaik dengan posisi duduk tegak.  Nadi lebih cepat di pagi hari dari pada malam hari.
            Sulphur, seperti juga Silicea, adalah obat yang berbahaya bila diberikan pada kasus tuberkulosis yang sudah lanjut. Gejala diare di pagi hari, keringat malam, dan gejala lain yang timbul akibat tuberkulosis tidak boleh dirawat dengan Sulphur, meskipun memiliki kesamaan gejala dengan Sulphur.  Bila tetap harus diberikan, gunakan potensi 30 atau 200, jangan menggunakan potensi yang lebih tinggi.

Punggung. – Rasa nyeri di antara bahu.  Rasa kaku di tengkuk.  Perasaan seakan-akan tulang belakang (vertebra) bergesekan satu sama lain. Nyeri punggung saat bangkit dari kursi, pasien terpaksa berjalan bungkuk, dan dapat meluruskan kembali perlahan-lahan sambil bergerak. Nyeri ini terutama di daerah lumbo-sakral  ( pinggang dan pinggul)

Anggota badan. – Tangan-tangan gemetar.  Tangan panas dan berkeringat.  Nyeri rematik di bahu kiri.  Rasa berat; perasaan sebagian lumpuh.  Gout rematik (peradangan sendi akibat endapan asam urat), disertai gatal.  Rasa terbakar di telapak kaki dan di tangan pada malam hari.  Keringat di ketiak, berbau seperti bawang putih.  Rasa tergores (drawing) dan dikoyak di lengan dan tangan.  Rasa kaku di lutut dan pergelangan kaki.  Tidak dapat berjalan tegak, bahu bungkukGanglion (tumor berongga yang berasal dari kandung urat/tendon).

Tidur. – Berbicara, menyentak-nyentak, dan berkedut sewaktu tidur.  Mimpi yang sangat jelas.  Ketika bangun, bernyanyi.  Sering terjaga, dan tiba-tiba menjadi benar-benar terbangun.  Tidur ayam, terbangun oleh suara sedikit saja.  Tidak bisa tidur di antara pukul 2 sampai 5 pagi.

Demam. -  Sering merasa panas berulangRasa panas mendidih yang hebat di sleuruh tubuh.  Kulit kering dan rasa haus yang sangat.  Berkeringat pada malam hari, di tengkuk dan kepala bagian belakang (occiput).  Berkeringat pada bagian-bagian tertentu.  Keringat menjijikkan.  Demam bersifat remiten (hilang timbul). Pada demam septik, berikan sulfur sejak awal. Remedi ini baik untuk terapi awal.

Kulit. – Kering, bersisik, tidak sehat, setiap luka kecil menjadi bernanah.  Bintik-bintik. Gatal, rasa terbakar; memburuk bila digaruk dan dibasuh.  Erupsi berupa jerawat, bisul (pustula), rhagades, kulit mengelupas di sekitar kuku.  Ekskoriasi (kulit mengelupas) terutama di daerah lipatan.  Rasa ada balutan yang mengikat tulang.  Penyakit kulit akibat pemberian obat lokal.  Pruritus (gatal-gatal), terutama akibat udara hangat, pada sore hari, sering terjadi saat musim semi, dalam cuaca lembab. Peradangan yang berwarna keunguan. Campak, bila muncul dengan warna keunguan. Untuk campak akan baik bila digabung dengan Pulsatila, kadang-kadang perlu Aconite dan Euphrasia.

Modalitas. – Memburuk, saat istirahat, bila berdiri, rasa hangat di tempat tidur, membasuh dengan air, mandi, pada pagi hari, pukul 11 siang, malam hari, akibat rangsangan alkohol, berkala.  Membaik, cuaca hangat, kering, berbaring pada sisi kanan, dengan meluruskan anggota badan yang terkena.

Hubungan dengan remedi lain.  – Pelengkap : Aloe.; Psorin.;  Acon.; Pyrara (ikan yang ditangkap di Amazon, digunakan secara klinis untuk penyakit kulit).  Lepra, tuberkulid, sifilid, varicosities, dll.
Bandingkan : Acon. (Sulph. sering melanjutkan kasus penyakit akut); Mercur. dan Calcarea sering bermanfaat setelah pemakaian Sulphur, bukan sebelumnya. 

Dosis. – Bekerja pada semua potensi dari yang terendah  hingga tertinggi.  Beberapa hasil terbaik didapat dari dosis yang lebih tinggi, dan bukan dosis yang terlalu sering.  Potensi ke dua belas, baik untuk memulai perawatan, kemudian ke dosis yang lebih tinggi, kemudian ke dosis yang lebih tinggi atau lebih rendah sesuai dengan kerentanan pasien.  Pada penyakit kronis, potensi 200 dan ke atas.  Pada erupsi yang dorman potensi terendah.



                                                ----------####----------






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...