Kamis, 06 Maret 2014

LYCOPODIUM

LYCOPODIUM
(Club Moss)

Profil obat

Nama latin : Lycopodium clavatum
Nama suku : Lycopodiaceae
Nama lain : Wolfsclaw, club moss, running pine, stagshorn moss, vegetable sulphur
Bagian yang digunakan : spora dan debu pollen (pollen dust)

Sejarah dan  kerja obat

            Tumbuhan ini digunakan untuk kesehatan sejak abad pertengahan. Pada abad 17, spora tumbuhan ini diberikan pada penderita gout (peradangan sendi akibat endapan asam urat) dan retensi urin (urin tertahan di kandung kemih, sulit buang air kecil). Penganut herbalisme modern menggunakan spora sebagai obat luar untuk luka dan eksim.
Proving dilakukan oleh Hahnemann pada tahun1828. Lycopodium digunakan untuk gangguan pencernaan dan  kecemasan. Remedi ini digunakan secara tradisional  sebagai antibakteri dan penenang. Oleh Herbalisme digunakan untuk gangguan pencernaan, diuretik (mengeluarkan cairan tubuh), pada batu ginjal dan demam yang tidak tinggi.

Gejala utama (kunci)
            Dapat mengantisipasi  rasa  kekawatiran, kurang menghargai diri sendiri. Sering buang angin dan konstipasi (sembelit = sulit buang air besar). Menginginkan makanan yang manis. Gejala dirasakan bertambah berat antara jam 16.00 – 20.00 .

Gejala dan Penggunaan
khasiat yang luas dan dalam.
Obat ini bersifat inert (tidak memiliki khasiat) kecuali bila sporanya telah digerus.  Khasiatnya yang sangat bagus sebagai obat hanya dapat muncul melalui triturasi (penghancuran menjadi bubuk) dan pengocokan (succussion), menjadi suatu remedi homeopati.
Remedi ini merasuk mendalam di tubuh, menimbulkan perubahan mendasar pada jaringan lunak, pembuluh darah, tulang, hati, jantung, dan persendian. Perubahan jaringan yang terjadi cukup menonjol, berupa kecenderungan untuk necrosis (nekrosis = mengalami kematian jaringan), timbulnya abses (rongga yang terjadi karena kerusakan jaringan tubuh yang berisi nanah), ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) yang terus meluas, dan badan menjadi semakin kurus dan lemah.
Terdapat kelaziman, gejala ada di sebelah kanan badan, dan bergerak dari kanan ke kiri atau dari atas ke bawah.
Pasien peka terhadap dingin, tubuh kekurangan panas vital, dan secara umum gejala akan memburuk bila kena dingin, udara dingin, serta akibat makanan atau minuman dingin. Gejala membaik bila kena hangat kecuali gejala di kepala dan tulang belakang yang memburuk bila terkena hangat. Gejala di kepala memburuk akibat hangat dari tempat tidur dan akibat panas, juga bila tubuh menjadi panas akibat gerak badan.
Keluhan-keluhan akibat Lycopodium umumnya memburuk pada suatu waktu tertentu, yaitu antara jam empat sore hingga jam delapan malam. Kekambuhan muncul terutama pada rentang waktu ini dalam bentuk keluhan akut dan sering pula berupa keluhan kronis.
Kulit mengalami ulserasi (luka-luka dan borok). Ulkus yang nyeri, ulkus yang mengelupasi kulit, abses di bawah kulit, gangguan pada sel. Timbulnya kelainan-kelainan pada kulit, dengan rasa gatal yang kuat. Kulit tampak tidak sehat, mudah terkelupas, luka sulit sembuh.
Gejala mental dari Lycopodium cukup banyak. Pikiran letih, pelupa, tidak senang menerima hal-hal yang baru, tidak senang melakukan pekerjaan baru. Selalu khawatir akan terjadi kegagalan pada waktu melakukan pekerjaannya sehari-hari. Pengacara yang selalu takut untuk tampil di pengadilan karena takut suatu saat akan gagal. Ciri yang menonjol seperti ini juga dimiliki oleh remedi Silicea. Tidak ada obat lain yang memiliki gejala rasa takut seperti kedua remedi ini.
Dalam hampir semua kasus yang menggunakan Lycopodium sebagai obatnya, ditemukan beberapa bukti adanya gangguan berkemih dan gangguan pencernaan.  Lycopodium lebih cocok khususnya untuk mengobati gangguan-gangguan kesehatan yang menyerang secara perlahan-lahan, untuk mengobati melemahnya kemampuan fungsi, dan untuk mengobati kerusakan pada fungsi pencernaan yang disertai terganggunya fungsi hati secara serius.  Malnutrisi (keadaan kekurangan zat nutrisi). 
Perangai halus pada konstitusi limfatik, disertai kecenderungan kataral (radang di selaput lendir hidung, biasanya diikuti sekresi lendir cair);  orang-orang lanjut usia yang kulitnya bebercak kekuningan, rentanan terhadap asam urat. dll.;  juga anak-anak yang sakit-sakitan dan dewasa sebelum waktunya. 
Pada sakit ginjal, ditemukan air seni berpasir warna merah, sakit punggung, di daerah ginjal;  terasa parah sebelum berkemih.  Tidak tahan minuman dingin;  sangat ingin mengkonsumsi segala sesuatu yang hangat.  Paling sesuai untuk orang-orang yang secara intelektual bersifat tekun, namun memiliki kelemahan pada kekuatan ototnya.
Penyakit-penyakit yang mendalam, progresif (semakin hari semakin bertambah parah), kronis.  Karsinoma.  ‘Emaciation’ (menjadi semakin kurus).  Rasa lemah di waktu pagi.  Mempengaruhi pengaturan sekresi kelenjar (sebasea).  Ascites (asites = pengumpulan cairan dalam rongga perut), pada penyakit hati.  Pasien-pasien Lycop. itu kurus, seperti layu, seperti penuh gas dan kering. Kekurangan energi panas yang vital;  sirkulasinya kurang, ekstremitasnya dingin.  Nyeri-nyeri timbul dan menghilang secara tiba-tiba.  Peka terhadap bising dan bau-bauan.

Pikiran.---  Sedih;  takut berada seorang diri.  Hal-hal kecil menyinggung perasaannya.  Amat sangat sensitif.  Enggan mengerjakan hal-hal baru.  Keras kepala dan angkuh saat sedang sakit.  Kehilangan rasa percaya diri.  Terburu-buru saat makan.  Selalu takut akan kegagalan bila mendapat tekanan.  Bersikap prihatin.  Ingatan lemah, disertai pikiran yang bingung;  mengucapkan atau menulis kata dan suku kata dengan cara  yang salah.  Kemampuan otak menurun.  [Anac.;  Phos.;  Baryt.]  Tidak tahan melihat sesuatu yang baru.  Tidak dapat membaca tulisannya sendiri.  Rasa sedih waktu pagi dan bangun tidur.

Kepala.---  Menggeleng-gelengkan kepala tanpa sebab yang jelas.  Mengerutkan wajah dan mulut.  Sakit kepala seperti tertekan di vertex (puncak kepala); terasa parah antara pukul 4 sampai 8 sore  dan timbul akibat berbaring atau membungkuk, jika tidak makan dengan teratur.  [Cact.]  Sakit kepala berdenyut setiap sehabis batuk-batuk hebat.  Sakit kepala di daerah atas mata pada keadaan demam yang berat;  membaik, dengan membuka tutup kepala.  [Sulph.]  Vertigo waktu pagi saat bangkit.  Sakit di kedua pelipis, seperti keduanya disekrupkan satu sama lain.  Nyeri dicabik  pada oksiput (belakang kepala);  membaik, dengan udara segar.  Rambut banyak rontok.  Eksim (kulit kemerahan);  basah menetes di belakang telinga.  Kerut-kerut dalam pada dahi.  Kebotakan dan uban yang muncul terlalu dini.

Mata.---  Bengkak kecil di kelopak mata dekat kantus interna (sudut mata dalam).  ‘Day blindness’ (buta warna dan fotofobia, takut cahaya).  [Bothrops.]  Buta senja lebih khas.  Hanya melihat sebuah objek setengahnya.  Luka-luka (ulserasi) dan kemerahan pada kelopak mata.  Mata separuh terbuka sewaktu tidur.

Telinga.---  Pengeluaran cairan kental, kuning, berbau menusuk hidung.  Eksim di sekitar dan di belakang telinga.  Otorrhea (otore = keluar cairan dari liang telinga) dan tuli yang disertai dengan, atau tanpa tinitus (suara berdenging dalam telinga); sesudah demam scarlet (penyakit demam menular akibat virus dengan bercak-bercak merah pada kulit diikuti pengelupasan).  Ada suara-suara mendengung dan menderu disertai kesulitan mendengar;  setiap suara menimbulkan gema yang aneh dalam telinga.

Hidung.---    Indera penciuman sangat tajam.  Terasa kering di posterior (bagian belakang).  Lecet-lecet kecil, mengeluarkan cairan di anterior (bagian depan).  Lubang hidung luka-luka (koreng).  Sumbat dalam hidung yang kering dan elastik.  [Kali. b.;  Teuc.]  Coryza (pilek) yang mengucur.  Hidung tersumbat.  Suara napas berat dari hidung;  anak sejak dari tidur menggosok-gosok hidung.  Gerakan cuping hidung yang kembang-kempis.  [Kali. brom.;  Phos.]

Wajah.---  Wajah berwarna kuning keabu-abuan, dengan lingkaran biru di sekeliling mata.  Seperti kering, layu, dan menjadi kurus;  lesi di kulit berwarna tembaga.  Rahang bawah menggantung, pada demam tifoid.  [Lach.;  Opium.]  Gatal;  herpes bersisik di wajah dan sudut mulut.

Mulut.---  Gigi geligi sangat sakit bila disentuh.  Sakit gigi, disertai pipi bengkak;  membaik dengan pemberian kompres hangat.  Rasa kering di mulut dan lidah, tanpa rasa haus.  Lidah kering, hitam, pecah-pecah, bengkak;  bergetar kian kemari.  Mulut berair.  Lidah melepuh.  Bau tidak sedap dari mulut.

Tenggorok.---  Rasa kering di tenggorok, tanpa rasa haus.  Makanan dan minuman kembali keluar lewat hidung.  Peradangan tenggorok, dengan nyeri tajam sewaktu menelan;  membaik dengan minuman hangat.  Tonsil (amandel) membengkak dan bernanah.  Perlukaan (ulserasi) pada tonsil, bermula dari sisi kanan.  Difteri;  lapisannya menyebar dari kanan ke kiri;  memburuk, dengan minuman dingin.  Perlukaan pada pita suara
Pencernaan.--- Dispepsia (gangguan pencernaan)  akibat makanan yang menghasilkan tepung kanji,  dan makanan yang mengalami fermentasi, kubis, buncis, dll.  Rasa lapar yang berlebihan.  Tidak suka roti, dll.  Keinginan kuat pada yang manis-manis.  Makanan terasa masam di lidah.  Bersendawa yang terasa masam. Pencernaan sangat lemah.  Bulimia (nafsu makan yang berlebihan), hingga perut begitu menggembung.  Sesudah makan, tertekan di perut, dengan rasa pahit di mulut.  Makan sedikit sekali saja menyebabkan kenyang.  Tidak bisa makan kerang.  Buang angin berbunyi.  [Chin.;  Carb.]  Bangun malam hari merasa lapar.  Cegukan.  Bersendawa pedih yang tidak tuntas, hanya sampai tenggorok lalu meninggalkan rasa terbakar hingga berjam-jam.  Suka menyantap makanan dan minum panas-panas. 

Perut.---  Segera sesudah makan yang ringan, perut terasa menggembung, penuh.  Terus-menerus terasa ada fermentasi di perut, bagaikan ada ragi berkerja;  di sisi kiri atas.  Hernia, di sisi kanan.  Hati (‘liver’) sensitif.  Bercak-bercak coklat di abdomen.  Bengkak-bengkak, akibat penyakit hati.  Hepatitis, hati menjadi atrofi (mengecil) dengan bentuk seperti buah pala.  Rasa sakit menyentak yang melintang di abdomen bawah, dari kanan ke kiri.

Buang air besar.---  Diare.  Saluran pencernaan tidak aktif.  Rasa ingin buang air besar yang tidak jadi.  Buang air besar keras, susah, kecil-kecil, tidak tuntas.  Wasir; sakit sekali disentuh, nyeri.  [Mur. ac.]

Air seni.---  Sakit di punggung sebelum berkemih;  hilang sesudah mengucur;  lambat keluar, harus mengedan.  Retensi (air seni tertahan di kandung kemih).  Poliuri (sering sekali berkemih) sepanjang malam.   Sedimen (endapan) merah tebal.  Anak menangis sebelum berkemih.  [Bor.]
Pria.---  Tidak ada kekuatan untuk ereksi; impoten. Lycopodium merupakan salah satu remedi yang unggul untuk impotensi. Keluar sperma sebelum waktunya (prematur).  [Calad.;  Sel.;  Agn.]  Prostat membengkak. Condylomata (pertumbuhan seperti kutil, biasanya di dekat anus atau kemaluan).

Wanita.---  Haid amat terlambat; berlangsung terlalu lama, terlalu banyak.  Vagina kering.  Nyeri bersetubuh.  Nyeri indung telur kanan.  Pembengkakan dan pelebaran vena-vena di kemaluan.  Keputihan, berbau tajam, dengan rasa terbakar di vagina.  Pengeluaran darah dari alat kelamin  saat buang air besar. Lycopodium membantu munculnya haid pertama, serta tumbuhnya payudara yang terlambat.
Kehamilan.--- Kecenderungan keguguran; mola (massa dalam rahim yang terjadi akibat gangguan perkembangan sel telur yang telah dibuahi). Sewaktu bersalin pasien harus bergerak terus; disertai menangis; nyeri bersalin mengarah ke atas.
Nyeri pada puting susu, terbelah-belah, atau tertutup sisik; mudah berdarah; sakit tertusuk-tusuk dan terbakar. Benjolan keras, dengan rasa terbakar di payudara; dengan nyeri tertusuk-tusuk.

Pernapasan.---  Batuk gatal.  Dispnu (napas berat, tersengal-sengal hingga harus mengeluarkan tenaga).  Rasa kontraksi, rasa mengerut, rasa terbakar di dada.  Batuk makin parah sewaktu berjalan menurun.  Batuk dalam, bergaung.  Dahak kelabu, kental, berdarah, bernanah, asin.  [Ars.;  Phos.;  Puls.]  Batuk malam, terasa menggelitik seperti akibat kena uap Sulfur.  Radang berlendir di dalam dada bayi, sehingga terdengar seperti penuh mukus (lendir) berderak-derik.  Pneumonia (radang paru-paru) yang tidak diobati, dengan dispnu berat, pernafasan cuping hidung dan terdapatnya ronki basah kasar (suara dalam dada yang terdengar lewat stetoskop seperti gelembung-gelembung pecah).

Jantung.--- Aneurisma (pelebaran bentuk dinding pembuluh darah arteri).  [Baryta carb.]  Penyakit aorta.  Palpitasi (jantung berdebar-debar) di malam hari.  Tidak dapat berbaring pada sisi kiri.

Punggung.---  Rasa terbakar di antara kedua scapula (tulang belikat) seperti terkena arang membara.  Nyeri di bagian punggung yang paling sempit.

Anggota badan. ---  Mati rasa, juga ada tarikan dan cabikan di lengan dan tungkai, terutama saat istirahat atau di waktu malam.  Rasa berat di lengan.  Rasa tercabik pada bahu dan sendi siku.  Sebelah kaki panas,  sebelah lagi dingin.  Gout kronis, dengan penumpukan zat kapur pada persendian.  Kaki berkeringat berlebihan.  Nyeri di tumit saat menapakkan kaki yang rasanya seperti menginjak kerikil.  Penebalan kulit setempat (‘mata ikan’) di telapak kaki yang menimbulkan rasa sakit;  jari-jari kaki dan jari-jari tangan mengkerut.  Sciatica (rasa nyeri yang berasal dari saraf sciatic), yang terasa lebih sakit di sisi kanan.  Tidak dapat berbaring pada sisi yang terasa sakit.  Tangan dan kaki terasa mati rasa.  Kaki kanan panas, yang kiri dingin.  Kejang di betis dan jari-jari kaki waktu malam di tempat tidur.  Lengan dan tungkai kesemutan.  Ada kedutan dan sentakan.


Demam.---  Merasa dingin antara pukul 3 dan 4 sore, diikuti keluar keringat.  Rasa dingin sedingin es.  Terasa seperti berbaring di atas es.  Menggigil yang satu diikuti mengigil lainnya.  [Calc.;  Sil.;  Hep.]

Tidur.---  Mengantuk sepanjang hari.  Gerak-gerak kejut sewaktu tidur.  Mimpi tentang  kecelakaan.

Kulit.---  Luka-luka (ulserasi).  Abses di bawah kulit;  semakin parah bila diberi kompres hangat.  Urtikaria (biduran, timbulnya bentol-bentol yang terasa sangat gatal), yang memburuk bila kena hangat.  Gatal-gatal hebat;  timbul lesi pecah-pecah.  Jerawat.  Eksim kronik yang ada hubungannya dengan kelainan hati, lambung dan saluran kemih; mudah berdarah.  Kulit menjadi tebal dan mengeras.  Pembengkakan dan pelebaran vena-vena, nevi (‘tahi lalat’), tumor erektil (bisa melebar, dilatasi).  Bercak-bercak coklat, dan bintik-bintik yang tampak lebih banyak ada di sisi kiri wajah dan hidung.  Kulit mengering, mengkerut, terutama di telapak tangan;  rambut beruban sebelum waktunya.  Bengkak-bengkak.  Sekresi berbau tajam, keringat yang lengket dan berbau, khususnya di kaki dan ketiak.  Psoriasis (penyakit kulit kronis yang ditandai dengan timbulnya bercak-bercak lebar kemerahan yang tertutup pengelupasan kulit, berwarna putih keperakan).

Modalitas.---  Memburuk, di sisi kanan, dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah, pukul 4 sampai 8 sore;  dari ruang panas ke ruang hangat, udara panas, tempat tidur.  Terapi hangat, kecuali untuk tenggorok dan pencernaan yang membaik bila diberi minuman hangat.  Membaik, dengan gerakan, selepas tengah malam, dengan makanan dan minuman hangat, di suasana dingin, dengan membuka (selimut, pakaian).

Hubungan.---  Pelengkap :  Lycop. menjadi berkhasiat khusus setelah pemberian Calcar. dan Sulphur.  Iod.;  Graphites;  Lach.;  Chelidon.
Antidot:  Camph.;  Puls.;  Caust.

Dosis.---  Baik potensi rendah maupun yang paling tinggi, dipercaya dapat memberikan hasil yang baik sekali.  Untuk kegunaan membantu eliminasi, pemberian obat hasil pengenceran kedua dan ketiga dari Tincture, beberapa tetes, 3 kali sehari, telah terbukti efektif,  atau dengan cara lain, pemberian potensi ke-6 hingga ke-200, dan yang lebih tinggi, dalam dosis yang tidak terlalu sering.

                                                ------------####----------










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...