Minggu, 23 Maret 2014

Karakteristik orang-orang yang dekat dengan Tuhan [Terjamah Buku ‘Alaamaatu al-Muqarrabiin]



نحمده ونصلّى على رسوله الكريم

علامات المقرّبين
Karakteristik orang-orang yang dekat dengan Tuhan
[Terjamah  Buku ‘Alaamaatu al-Muqarrabiin]


Wahai manusia, berkumpullah karena aku akan membacakan kepada kalian  berkenaan dengan : alaamaatu al-muqarrabiin  [tanda-tanda orang yang  mendapatkan kedekatan dengan Tuhan]. Mereka ini sebenarnya adalah suatu kaum yang Allah jaga kesegaran ruh-ruh mereka, mereka tidak seperti tanaman yang hilang kesegarannya dan tidak pula seperti seseorang yang lemah akal. Kamu akan dapati mereka itu elok rupawan seperti seorang pemuda yang segar lagi kekar dan tak akan kamu dapati mereka itu seperti orang yang kurus berpenyakit dan jadilah ia seperti orang yang terserang Tuberkulosis. Mereka adalah suatu kaum yang dadanya dilapangkan, punggung-punggung mereka dikuatkan, nur mereka dibuat menyala, maka mereka menyerahkan segala maksud dan tujuan mereka demi mengharap ridha Allah dan mereka tidak memperdulikan bahaya untuk urusan Allah walaupun terputus urat nadinya. Mereka hanya akan mengarahkan perhatian terhadap kematian demi Tuhan Semesta Alam. Manusia akan diberikan bimbingan dan tarbiyat dari susu-susu mereka dan hati mereka diberikan kekuatan dengan kelimpahan-kelimpahan mereka. Mereka tidak seperti domba yang sakit tidak pula seperti lelaki terluka, mereka dibangkitkan ke bumi yang banyak tawonnya, banyak kalajengkingnya, banyak rubahnya dan manakala banyaknya orang-orang yang berbuat nista. Engkau akan dapati mereka lebih banyak memberi dan tidak terdapat sifat kikir pada mereka seperti orang yang bakhil. Akan engkau dapati mereka menjual dirinya bagi Allah dan demi keikhlasan menjalin persahabatan dengan-Nya, mereka akan menolong makhluk-Nya demi meraih ridha-Nya. Tidak akan engkau dapati mereka seperti para makelar, orang yang kurang ajar dan tukang tipu menganggap mereka itu adalah tukang mengada-ada dan mereka-reka. Mereka itu tiada lain melainkankan nur langit, pelindung bumi, dan imam-imam para shaadiq. Bumi mengitari perjumpaan dengan mereka, langit menyinari bukti eksistensi mereka, sesungguhnya mereka adalah Hujjatullah – Dalil Tuhan kepada manusia yang membangkang. Mereka telah mengikat perjanjian terhadap Allah dengan bersumpah bahwa mereka jangan sampai cinta dan memusuhi hanya karena urusan diri mereka pribadi, makanya mereka mengkilap seperti kilapan pedang bagi orang-orang yang berdusta. Mereka menghadirkan Tuhan mereka di lahir dan batin mereka serta mendatangi-Nya mempergunakan seluruh waktunya. Mereka telah membuat dirinya fana untuk menambahkan kebahagiaannya dan mereka mati untuk kelahiran baru – inkarnasi.  Mereka mencari ridha Tuhannya dengan menenggelamkan dirinya ke dalam bahaya dan bersabar di bawah saluran dan aliran-aliran qudrat-Nya. Manakala Tuhan menuntut ketulusan dan apapun yang merupakan syarat-syarat orang-orang mukhlish mereka menunaikannya. Sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang disembunyikan oleh Allah sebagaimana Dia telah menyembunyaikan Dzat-Nya. Dan menaburkan bekal hidup yang memadai kepada mereka. Meskipun demikian, mereka dapat dikenali dari tanda mereka, dari dahi dan dari roman muka mereka, nur Allah berkilauan pada muka mereka dan dapat dilihat dari air mukanya, mereka mempunyai sinar yang akan menghilangkan perkara yang sia-sia.  Dikarenakan kemalangan musuh-musuh mereka yang mencap mereka dengan dugaan yang buruk, serta tidaklah benar apa yang mereka sangkakan itu dan mereka juga bukanlah orang-orang takwa. Mereka hanyalah seperti orang yang bermata cekung atau orang yang buta dan mereka bukanlah orang-orang yang dapat melihat. Mereka mempunyai kening yang keras seperti kayu, jiwa seperti busur, hati mereka hitam dan sekiranya tali pinggang mereka menjadi putih seperti sesuatu yang belang, mereka itu hanyalah seperti ular besar. Mereka memusuhi Ahlullah dan tiada lain yang mereka zalimi melainkan diri mereka sendiri. Maka sekiranya mereka tidak berketurunan, itu lebih baik untuk mereka. Mereka tidak mengenal Imam Zamannya dan mereka suka dengan kematian jahiliah, maka binasalah bagi kaum yang buta. Serpihan-serpihan kesenangan telah memperdaya mereka, mereka lupa kematian dan sakaratul maut, bencana yang ada pada sisa hidupnya tidak membuat mereka menjadi baik, maka karena itu mereka berjalan di muka bumi dalam suka cita, mereka lewat di hadapan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pemurah dengan penuh ketakaburan dan kesombongan.
   Sesungguhnya para waliyullah tidak menghendaki kelapangan hidup dunia. Mereka lebih mengutamakan Allah dan mensucikan serta membersihkan diri mereka, mereka menerima segala macam bencana [di dunia] ini dan takut Jahanam Akhirat dan demi itu mereka mencurahkan segala daya upaya untuk berjihad, dan ketenangan tidak akan menghampiri mereka, sebaliknya dalam hal makrifat mereka mendapat peningkatan. Matahari tidak terbit pada mereka, sebaliknya engkau dapati hari ini di sisi mereka lebih baik daripada hari kemarinnya. Mereka tidak akan berbalik ke belakang dan pada setiap kesempatan akan maju ke depan. Allah akan menambahkan nur di atas nur sehingga mereka tidak akan dikenali. Orang jahil akan mengira mereka adalah manusia biasa yang berlumuran kekotoran sedangkan mereka menjauhkan diri mereka. Apabila segolongan setan memaksa mereka, mereka menghadap kepada Allah dengan merendahkan diri dan mereka bergegas menuju Tuhan tempat bergantung, maka tiba-tiba mereka dapat melihat. Mereka tidak bermalas-malas dalam menegakkan doa, bahkan hampir-hampir mereka itu akan mati dalam doa mereka, karena ketakwaan mereka itu didengar dan mereka menjadi paham.  Demikianlah mereka diberikan kekuatan setelah kepayahan ketika berdoa dan ketentraman turun kepada mereka, para malaikat memberikan kekuatan dan keberanian kepada mereka, mereka dipelihara dan dijaga dari segala kekeliruan, mereka naik menuju Allah dan terbenam dalam keridhaan-Nya, maka Ghairullah tidak mengetahui mereka dan mereka tersembunyi dari pandangan mata mereka. Mereka adalah kaum yang mengasingkan diri dari orang banyak, mereka itu adalah orang-orang yang fana dalam urusannya. Orang-orang buta di dunia ini memandang ke arah mereka dan mereka memperolok-olokkannya, “Inikah yang telah Tuhan utus,” akan tetapi mereka adalah kaum yang buta. Untuk mereka ada tanda-tanda untuk mengetahuinya, dan tidak akan dapat mengenalinya kecuali orang-orang yang berfirasat dan orang-orang yang disucikan.
Dari antara tanda-tandanya adalah bahwa mereka menjauhkan diri dari dunia, telinganya berpaling, tidak tertinggal di dalam kalbunya dunia seberat dzarrah pun, mereka menjadi seperti awan mendung yang berat dengan air hujan dan pada Jalan Allah membelanjakan semua harta benda miliknya. Kotoran tidak akan  menyentuh mereka, tidak pula cemar akan menyentuh mereka karenanya dan setiap saat dari Nur itu mereka akan membersihkan diri.
Dari antara tanda-tandanya adalah Allah Ta’ala akan memberikan daya tarik pada hati mereka, maka manusia akan dibuat tertarik kepada mereka. Dengan demikian jadilah mereka seperti mata air yang menyembur dingin airnya oleh karena itu manusia bergegas-gegas menuju kepada mereka. Memancar dengan derasnya kepada mereka air wahyu Tuhan Yang Maha Rahman, maka manusia meminum dari air mereka itu. Dan dari antara tanda-tandanya adalah bahwa mereka tidak hidup seperti orang dungu yang tak berguna, bahkan mereka berenang-renang di lautan petaka. Mereka menyediakan diri untuk menyerahkan urat lehernya, dan dengan itu sudah siap diperas tandan-tandan mereka, maka manusia memerasnya. Dan dari antara tanda-tanda mereka itu adalah mereka bertasbih, menyanjung Allah, mereka bertasbih dalam dzikir-Nya seperti hamparan batu kerikil, dan mereka menerima segala macam kelapangan dan kemakmuran. Mereka berteriak seperti suara teriakan wanita hamil ketika hendak melahirkan, dan karenanya mereka merasakan kelezatan. Dari antara tanda-tanda mereka adalah penolakan terhadap kehidupan dunia sebanding dengan kekotoran dan ketulian untuk mendengarkan orang-orang yang lain dan teriakan orang yang meminta tolong; sementara dzikir itu seperti jalinan-jalinan sarang-sarang burung yang dengan itu mereka melekatkan diri.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah mereka bersih dan suci dari segala macam kekotoran dan kebinasaan serta kepekakan. Kedudukan  mereka seibarat pemuda-pemuda di medan peperangan, bukan seperti wanita-wanita yang mengenakan cincin, karena mereka akan mengoyak-ngoyak pakaian kepengecutan dari mereka, mereka akan menyampaikan kebenaran dan tidak akan gentar.
Dari antara tanda-tanda mereka pula adalah mereka akan memberikan tarbiyat dan bimbingan kepada  siapa saja yang menyatakan kesetiaannya kepada mereka dengan tulus seperti bimbingan kepada anak-anak burung serta menyelamatkannya dari perangkap. Mereka berdiri dan tunduk kepada mereka pada malam yang gelap, mereka akan mendapatkan hujan rahmat dan mereka akan dikasihani. Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka hanya akan meninggal setelah urusan mereka menjadi jelas akhirnya, kelompok-kelompok mereka menjadi Jamaah, kebenaran menjadi jelas sejelas anak keturunan Nabi Ibrahim a.s. Timbanya terisi penuh dengan air dan airnya tidak akan bersisa seperti sebuah ember yang berisi separuh air. Maka nampaklah mereka dengan tubuh yang terlumuri [oleh air]. Mereka menyempurnakan hiasan mereka seperti genderang iring-iringan pengantin, supaya manusia akan melihat mereka, maka mereka dipuja dan disanjung.
Dari antara tanda-tandanya adalah bahwa dunia dengan berbagai macam konsepnya tidak akan membuat mereka tunduk, bahkan mereka akan memukulnya, menyingkirkannya, mencabut beban-bebannya lalu kepada Allah mereka bertawakal. Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka berdiri pada malam yang gelap mencari ridha Hadhirat Ilahi. Mereka menanam benih kebaikan-kebaikan dan mereka akan mendapati takwa mereka seperti sebuah gubuk untuk menjagai tanaman itu. Mereka akan menuai apa yang mereka tanam pada hari ini juga serta sesudahnya.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka tidak akan mengerutkan keningnya, berlaku kasar dan memaksakan diri kepada manusia. Dan mereka tidak akan mengeluarkan diri dari padang rumput, mereka tidak akan menjadi seperti tanah yang terbuang, mereka tidak akan berpaling ke belakang ketika ada singa, dan sekiranya mereka berjalan di hadapan singa mereka tidak akan berlari sekalipun mereka akan terbunuh. Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka tidak akan menodai kehormatannya tanpa hak,  mereka akan menyarungkan lidahnya dan tidak akan mencabutnya [ karena lidah ibarat pedang ] dan tidak akan mengulang-ulangi kebatilan, akan meredakan kemarahannya sekalipun mereka disulut. Apabila ada perkataan yang menyakiti sampai kepada mereka, mereka tidak akan memberikan ragi kepada temapat pembakaran adonan roti. Mereka tidak akan mencabut keteguhannya akan tetapi mereka akan selalu menjaganya. Engkau tidak akan mendapati mereka seperti orang yang berlaku masa bodoh, bahkan mereka itu adalah kaum yang tidak mementingkan diri sendiri, mereka menyalin akhlak-akhlak atau kebiasaan-kebiasaan Allah dan mereka juga menyalin akhlak-akhlak atau kebiasaan-kebiasaan nabi mereka seperti kalian menyalin dari sebuah kitab, seperti itulah mereka melakukannya.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka menyerupai orang-orang lain pada umumnya dari segi lahiriahnya, tetapi dalam hal mutiara-mutiara terpendamnya mereka itu lain. Mereka menjadikan Allah sebagai Furqaan untuk mereka seperti hembusan angin di sebuah bukit di negeri-negeri yang kosong, mereka itu hijau subur dan berbuah, mereka mempunyai kedudukan yang tinggi dan mahal seperti sebuah pohon yang penuh berbuah. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka diberikan semua sumsumnya akhlak tanpa ada sifat riya, Allah menjadikan bumi hatinya menjadi kuat, dapat ditempa dengan air itu, dan mereka akan dikenal dengan airnya yang tawar, mereka dapat memberikan aroma wangi dan memberi keharuman.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka itu para pemberani di medan peperangan, bukan seperti seorang laki-laki penakut dan lemah, engkau akan dapati pada diri mereka ada kekuatan samawi, maka mereka disucikan dari bermacam kotoran. Semangat dari Allah telah memukul hawa nafsu mereka, mereka menanggalkannya dari sumsumnya. Keburukan dan kekuatan dunia tidak akan menyentuhnya, dan mereka tidak merasakan pedih meninggalkannya dan dan tidak pula mereka alergi yang menimbulkan  bengkak.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa rasa persahabatan mereka merupakan benteng kokoh yang akan memelihara penduduk bumi dari langit ketika turunnya bala, merupakan obat untuk kemalangan yang terlahir dari keinginan-keinginan dan nafsu dunia. Dan seperti kotoran yang menempel di atas karena kurang membersihkannya dengan air, maka seperti itu pula hati menjadi kotor karena kurang bersahabat dengan para wali, dan yang tahu itu adalah orang-orang alim.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa rasa persahabatan mereka membuat hati menjadi hidup, mengurangi dosa, membuat yang lemah menjadi kuat. Maka dengan adanya mereka orang-orang mengetahui jalan itudan mereka tidak akan tercerai-berai.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah bahwa mereka tidak akan bertanding dengan para musuhnya seperti awan yang sedikit mengandung air hujan. Dia akan mengadakan air mereka ketika peperangan pada sisi Tuhan mereka telah ditetapkan. Mereka tidak akan berdebat kecuali apabila kebenaran sudah tercampur baur menjadi kacau. Mereka tidak akan menggangu atau menyusahkan orang zalim tanpa izin sekalipun mereka diharuskan mati seperti seekor domba disembelih, dan mereka berakhlak sebagaimana adat kebiasaan akhlak-akhlak Allah. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka takut terhadap dusta dan permusuhan, hawa nafsu dan riya, mencaci dan menyakiti. Mereka tidak akan menggerakkan tangan dan juga kaki kecuali sesuai dengan perintah Tuhan mereka serta mereka tidak akan berlaku lancang. Mereka tidak akan mempedulikan kutuk laknat dunia tetapi merasa takut cacatnya terbuka di sisi Tuhannya, mereka memohon ampun untuk itu, ketika memasuki petang hari dan pagi hari. Dan apabila mereka mendapati mereka kotor karena kelengahan, maka dengan mengingat-Nya mereka menyejukkan dirinya. Pakaian mereka adalah Takwa, maka kepada-Nya membersihkan diri. Mereka meninggalkan pakaian-pakaian yang telah usang dan dalam hal takwa mereka begitu sigap. Mereka tidak mempunyai keinginan menjalin persahabatan dengan yang lain, mereka tidak akan meninggalkan Hadhratul ‘Izzah [Pemilik Kemuliaan] dan tidak akan menjauhi-Nya. Yang menjadikan mereka bersemangat, berani meninggalkan dunia dan pemuja dunia adalah wajah Tuhan yang demi untuk-Nya mereka mengurangi tidur.
  Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka tidak akan membicarakan perkara yang menakutkan dan tidak pula mengatakan sesuatu yang melantur, mereka takut terhadap senda gurau dan mereka tidak akan berolok-olok. Mereka menjadikan hidup mereka yang dalam keadaan susah menjadi mudah, mereka takut amal-amal mereka menjadi sia-sia, baik karena ucapan yang mereka katakan maupun perbuatan yang mereka lakukan. Keadaan perkataan mereka tiada lain melainkan seperti bangunan yang kokoh dan mereka tidak mengatakan yang salah dan keliru. Dan dari antara tanda-tanda mereka itu adalah bahwasanya engkau melihat mereka diberikan kekuatan oleh Allah setelah dalam keadaan lemah serta dijadikannya menjadi kaya setelah dalam keadaan fakir dan mereka tidak akan ditinggalkan. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan melihat kesusahan dan kepayahan karena tangan manusia, nampak seekor singa dari tiap sudut, lalu Allah melihat ke arah mereka dan mereka pun diselamatkan. Apabila suatu bencana turun kepada mereka, mereka dikaruniakan kesabaran dari sisi Allah, para malaikat mengagumi mereka, lalu turunlah fadhilah, maka mereka pun diselamatkan.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka itu tidak bersandar kepada orang yang terhormat, bukan kepada harta pusaka, bukan kepada anak, bukan pula kepada bapak; kepada Allah-lah, Tuhan mereka, mereka menyandarkan diri. Yang membuat mereka bahagia adalah tersedianya dan tersimpannya makrifat-makrifat, setiap saat mereka diberikan karunia. Mereka dibuat merasa jemu dengan beban-beban pada jalan Allah, tapi mereka tetap giat dan tidak merasa payah. Yang demikian itu karena mereka diberikan makrifat-makrifat seperti kain yang berlapis-lapis, untuk itu mereka dianugerahkan kunci-kuncinya, maka mereka dapat memasukinya dari setiap pintu. Allah memberi mereka hati seperti sungai-sungai yang airnya terus memancar, bukan seperti waduk penampung air hujan yang tidak mengaliri sumur-sumur dan airnya keruh, tidak jernih. Pertolongan tidak akan berhenti dan pada setiap saat mereka akan ditolong.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka diberikan ru’ub, daya untuk menakuti dari Tuhannya, maka para musuh berlari dari medan pertandingan mereka, mereka bersembunyi dan mengingkari diri mereka sendiri serta lari tunggang langgang ketika bertemu dengan mereka. Mereka menyembunyikan diri seperti seorang laki-laki yang buah dadanya dipotong karena banyak berbuat dosa. Perjumpaan [dengan mereka] tidak dikehendakinya, karena aib dan cacat yang ada pada pucuk hidungnya, ini adalah ru’ub dari Allah bagi kaum yang baginya mereka ada.  Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka bersegera pada jalan-jalan Allah seperti remaja yang sempurna fisiknya, mereka melaksanakan perintah-perintah-Nya, maka mereka giat dan tangkas mengerjakannya. Engkau tidak akan melihat kemalasan ada pada mereka, tidak pula kelemahan. Mereka tidak merasa bimbang dan ragu. Bumi akan diterangi dengan nur mereka dan hanyalah orang-orang yang pura-pura tidak tahu yang tidak mengetahui maqam serta kedudukan mereka. Musuh-musuh mereka mengingkari mereka bahkan mendustakan mereka.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa jalan limpahan-limpahan [karunia] Allah mendekat kepada mereka, setiap saat mereka akan mencidukinya. Mereka bergegas menuju kepada-Nya seperti yang gemuk dan kuat tubuhnya, kepandiran tidak akan menyentuhnya dan tidak pula mereka menjadi lemah. Apabila kematian merenggutnya memang mereka merasa kesakitan, tapi tidak seperti unta-unta betina yang sedang menghadapi saat-saat kelahiran. Engkau lihat hati mereka seperti tanah yang dihujani ilmu yang melimpah. Dari antara tanda-tanda mereka adalah apabila mereka lewat bersama dengan laki-laki tak tahu malu yang hanyut dalam perbuatan mesum, mereka akan berlalu dan beristighfar. Mata mereka tidak akan memandang rendah kepada seseorang karena ada takwa dan mereka tidak akan membusungkan dada. Mereka hidup laksana orang asing, mereka rela dengan kesulitan, mereka merasa puas dan menerima bagiannya atas jerih payah dan usaha semata-sama [untuk Allah]. Mereka itulah kaum yang mengutamakan Tuhan mereka dan para laki-laki yang meniti jalan lurus.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka itu adalah kaum hidupnya susah dan mereka tidak enggan dengan kehidupannya yang sempit, mereka akan diberikan rezeki dari mana saja yang tidak mereka sangka-sangka. Allah akan membuat mereka lebih menguasai makrifat-makrifat, maka karena itu mereka merasa bahagia. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka tidak ridha dengan barang dagangan yang sedikit dan kurang dari apa-apa yang mereka perbuat. Dan apabila mereka berkendara, mereka membuat menjadi lebih baik, apabila mereka beramal mereka menyempunakannya. Mereka akan menjauhkan diri dari amal busuk dan amal yang mentah atau kurang siap, dan mereka rela membahayakan dirinya demi terbukanya tabir-tabir. Apabila mereka memusuhi atau mencintai, mereka sunguh-sungguh dalam hal itu dan mereka tidak berlaku munafik. Dari antara tanda-tanda mereka bahwa kalbu mereka adalah bumi yang dijadikannya menjadi baik. Mereka memiliki firasat yang diberikan kelebihan, mereka dipelihara dari kesesatan dan kehancuran, mereka tidak terjerumus ke dalam biang kebatilan, mereka akan dijauhkan dari setiap kegelapan dan mereka akan diberikan nur yang terang.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah leher-leher mereka membawa muatan-muatan amanah-amanah Allah yang lebih banyak dari setiap pemikul amanah, lalu leher mereka tidak akan bengkok akan tetapi Allah menjadikannya seperti wanita yang berleher jenjang. Nampak darinya baiknya keteguhan hati, dan dapat dilihat sebagai sebuah karamah, maka pada sisi Allah dan manusia mereka akan dimuliakan. Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka akan diberikan taufik supaya terhalang dari setiap perkara yang tidak boleh dikerjakan. Mereka diberikan tabir atau penghalang supaya terpelihara dari pikiran-pikiran jahat. Pertolongan demi pertolongan bergantian mengiringi mereka. Demikian adanya karena mereka itu adalah kaum yang tersendiri, dan kepada Allah mereka ber-inqitha, mempergunakan waktunya untuk beribadah. Mereka menelanjangi diri mereka dan bergegas menuju Allah secara pribadi dan tidak nampak contoh seperti mereka dalam hal menelanjangi diri. Unta yang baik milik mereka diberikan minum dengan banyak demi Kekasih mereka, dan mereka menghidangkan segala sesuatunya pada pertemuan, dan air mata bercucuran karena takut perpisahan. Hikmah itu tumbuh dari tali simpul pangkal tenggorokan mereka, kecerdasan dan ketajaman firasat berkilauan dari kening mereka, laksana sumur yang berlimpah air, mereka itu memberi luapan.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan memijak tanah demi Allah dan mereka tidak akan mundur, tidak didapati pada mereka padanan dalam perkara itu dan mereka mengerjakannya sendiri. Tak seorang pun dari antara orang-orang yang hatinya ada tutupan dapat memadainya sekalipun mereka sangat menginginkannya. Sekiranya bukan karena adanya sisa makanan mereka di atas meja makan tentu manusia akan binasa. Sekiranya juga bukan karena adanya panas mereka, tentu kecintaan kepada Allah dari hatinya orang-orang menjadi dingin, dan dengan segera mereka menjadi budak setan dan sudah tentu Allah memutuskan keturunan orang-orang arif dan tentu iman akan diruntuhkan dari pangkalnya, maka seperti itulah karunia Allah [fadhl Ilahi] terhadap makhluk-Nya, sesungguhnya mereka itu dibangkitkan. Sesungguhnya manusia itu semuanya seperti sebuah tempat yang tidak bisa ditumbuhi tetumbuhan, maka Dia mengadakan perbaikan pada mereka ini. Siapa yang merasa kehilangan mereka, maka seperti seorang anak yatim, siapa yang merasa kehilangan Fitrah atau agama, maka ia seperti bayi yang kehilangan ibunya, siapa yang kehilangan keduanya, maka ia seperti seorang yang bernasib malang lagi yatim, maka berbahagialah bagi mereka yang diberikan semua itu dan mereka dapat mengumpulkannya.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka itu menjauhi dengki yang menyerupai kutu binatang, mereka dicabut dari ruh-mereka dari Tuhan mereka, maka dada mereka menjadi lapang dan mereka naik kepada ketinggian serta tidak akan jatuh dari ketinggian, mereka akan menjaga diri dari menempati bagian terbawah dan akan terpelihara. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka akan dibangkitkan pada waktu manusia keadaannnya seperti anak-anak yatim, seorang pun tidak akan menolong mereka untuk menguatkan mereka. Manusia akan binasa dengan kematian kafir dan dalam kedurhakaan. Ulama su [ulama jahat] akan datang selang beberapa hari karena kebinasaan mereka itu tetapi mereka tidak akan mau peduli. Segala sesuatunya itu akan nampak pada masa awal kehidupan mereka, dan melalui itu mereka akan dikenali. Maka apabila engkau lihat orang-orang berjalan pada kegelapan malam dan mereka berlaku dusta dan syirik kepada Allah, durhaka, berzina, keluar dari agama dan tidak menyudahinya. Ketahuilah bahwa waktu kebangkitan seorang rasul telah datang. Sudah tiba saat perenungan bagi siapa saja yang melupakan hidayah dan berbahagialah bagi kaum yang mau mendengar.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah suatu bangsa apabila mereka telah dapat membuat jalan-jalan mereka di mana-mana dan di segala penjuru, maka di sanalah mereka diutus. Mereka yang dengan secara yakin memusuhi mereka, maka Allah akan memusuhi mereka, menjadikan mereka rapuh, terusir dari Hadirat-Nya dan mereka akan terbuang. Jika mereka tidak berhenti, maka mereka akan dibinasakan dan dihancurkan. Allah akan menciptakan suatu maut pada hati para wali-Nya, maka mereka akan mengumpulkan orang-orang dan kepada dirinya sendiri mereka itu berkumpul, sekiranya orang-orang tidak mengikuti mereka tentu saja batu dan tanah liat mengikuti mereka, maka dijadikan menjadi manusia lalu mereka menjadi saksi terhadap kebenaran.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah bahwa mereka suatu kaum yang memiliki ikatan-ikatan persahabatan yang kuat dengan Allah yang tombak dan lembing tidak akan bisa menembus padanya, tidak pula pedang pemotong dan tidak pula panah pembidik sasaran. Mereka tidak akan mati melainkan dengan menyerahkan diri. Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan menjauhkan diri dari apa-apa yang akan memberi aib pada mereka dan mereka akan dimuliakan dengan apa pun yang menghiasi mereka. Mereka akan dijaukan dari berbagai cela, mereka akan ditolong dengan mukjizat-mukjizat. Langit dan bumi bangkit untuk mereka demi menjadi saksi, keduanya menangis atas mereka pada saat kewafatannya. Seperti itulah mereka dihormati, dimuliakan. Dari antara tanda-tanda mereka adalah Allah menciptakan berkat-berkat pada rumah dan pakaian mereka, pada serban, gamis dan jubah mereka, pada bibir, tangan dan tulang punggung mereka, dan demikian pula pada semua keinginan mereka, pada sisa makanan mereka, dan pada tempat penampungan air yang ditinggalkan setelah mereka minum. Allah ada menyertai mereka ketika mereka tenang beristirahat dan ketika mereka sedang berbaring. Dia akan menjawab doa-doa mereka, maka panah yang yang dilemparkan tidak akan salah sasaran. Kefakiran tidak akan menyentuh mereka, dan dengan perantaraan tangan-tangannya Dia akan memasukkkan harta pada kantung mereka. Dia akan tambah memuliakan mereka ketika memasuki masa beruban mereka lebih dari kemuliaan yang diberikan pada awal masa muda mereka. Allah akan menciptakan daya pikat yang kuat pada mereka dan akan membuat banyak orang mengambil rujukan untuk meminta nasehat dan pendapat ke hadapan mereka, apabila mereka bertanya Dia akan berdiri untuk memberikan jawaban kepada mereka, Dia akan menolong mereka dengan memperlihatkan kasih sayang-Nya dan memberikan kelapangan dada supaya mereka jadi utama dan terpandang, bangkitnya kemarahan mereka akan mengobarkan kemarahan-Nya, kegelisahan mereka telah membangkitkan belas kasih-Nya. Maka Maha Suci Dia Yang mengangkat para hamba-Nya, demi untuk-Nya mereka bertabattal [meninggalkan kehidupan dunia untuk beribadah].
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka menganggap Tuhannya adalah khazanah yang tidak akan pernah habis, sumber mata air yang tidak akan berhenti mengalir, Sang Pemelihara yang tidak akan tidur, Pelindung yang kukuh, tidak menentang, Raja yang tidak melahirkan anak, Kekasih yang tidak perlu dicari-cari, Majikan yang selalu menghargai, Kawan tidak diam di suatu tempat, Penjaga yang tidak tetap di suatu tempat, Yang Cepat tak tertandingi, tidak membuat susah, Yang Kuat perkasa tidak bergerak pelan, Yang Memerintah dan mengatur, yang mengirimkan dan mengutus para rasul. Akan diperlihatkan kepada mereka bahwa Makhluk itu diciptakan dari Kalam-Nya dan kepada-Nya mereka akan kembali. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan mendapatkan cobaan berkali-kali, lalu Tuhan mereka akan menyelamtkannya dan mereka akan diberikan pertolongan. Tiada lain adanya percobaan kepada mereka itu hanyalah untuk mendatangkan karunia Allah atas mereka dan supaya orang-orang jahil menjadi tahu. Dan dari antara tanda-tanda mereka itu adalah bahwasanya mereka akan mencicipi minuman murni, dan hati mereka akan dipenuhi dengan nur dan dapat dilihat pada muka mereka tanda Allah telah memuliakan mereka dan kegembiraan. Dan daripada Tangan Allah mereka mendapatkan hidup yang  menyenangkan.
Dari antara tanda-tanda mereka bahwasanya mereka itu adalah yang nyata keelokannya, mereka akan menjalani sulitnya padang-padang sahara yang hanya akan dapat dijalani kesulitannya tempat itu oleh laki-laki yang bertekad baja, punya spirit yang kuat dan nyata kecerdikannya. Mereka akan mengorbankan dirinya mencari ridha Allah Yang Maha Kuasa. Tidak akan engkau dapati pada mereka ibarat orang yang keletihan terhadap apa yang mereka lakukan. Bahkan mereka itu memiliki keyakinan bahwa mereka akan menyimpan harta perbekalan mereka di langit. Di sana seorang pencuri pun tidak dapat mencuri dan mereka tidak akan dirampas. Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka itu suatu kaum yang laksana madu yang diperas dengan tangan-tangan, mereka akan berlindung pada Tangan-tangan Sang Ghaffaar. Mereka akan mendapatkan perjumpaan [dengan-Nya] tanpa perantaraan yang lain dari Tuhan mereka, mereka akan diberikan apa yang mereka inginkan. Atau seperti dahan-dahan muda yang hijau yang ditarik-tarik gembala dengan menggunakan tongkatnya yang berkeluk pada bagian kepalanya, tidak seperti daun-daun yang rontok yang terus menerus jatuh tanpa ada jaminan-Nya. Mereka melihat Tuhan mereka dan mereka tidak akan dihijab atau diberikan tabir.
   Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka berupaya dengan segala kemampuan untuk menuju Allah, tiada tali kekang dan tidak pula gelang-gelang untuk mengikat tali kekang. Api yang terdapat pada kalbu mereka terasa amat panas, maka mereka merasa cukup dengan api itu, mereka menahan penderitaan dalam mengerjakan urusan-urusan besar karena api itu, mereka mengerjakannya dengan kekuatan api mereka pekerjaan yang luar biasa dan membuat manusia terkagum-kagum, membingungkan akal dan faham. Engkau lihat kemahiran dalam pekerjaan-pekerjaan mereka, tidak malas dan tidak pula menyusahkan, maka jika engkau heran, hai orang yang mempunyai pendengaran, maka engkau tidak termasuk orang yang diberi penglihatan. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwasanya mereka tidak akan diazab, dan tidak akan diciptakan penderitaan bagi mereka, sebagai pemberian anugerah maka mereka tidak akan merasakan sakit. Pintu-pintu rahmat terbuka untuk mereka, mereka akan diberikan rezeki dari mana saja yang tidak mereka duga-duga. Yang demikian itu karena mereka mempunyai kedekatan dan maqam dalam kesucian Tuhan Yang Maha Agung, Maha Perkasa. Maka bagaimana bisa mereka dikucilkan di dalam api, dan bagaimana mungkin mereka akan diazab. Anak-anak mereka pun tidak akan diazab, bahkan anak-anak dari anak keturunan mereka pun tidak akan, masing-masing mereka akan mendapatkan kehormatan. Allah akan memberikan berkah pada keturunan mereka, maka setiap hari akan terus bertambah. Dan kami memberitakan dengan berpatokan kepada yang telah diwajibakan oleh Allah untuk memperhatikannya. Dia menginginkan anak-anak mereka menjadi banyak dan juga anak-anak dari anak-anak mereka; ingin menyelamatkan mereka dan menjauhkannya dari kebinasaan. Maka yang demikian itu karena mereka mengorbankan diri mereka demi Wajah Allah dan menyukai mati di Jalan-Nya serta tidak menginginkan kehidupan. Maka Dia menunjukkan kemuliaan Allah  supaya Dia membalas terhadap mereka atas apa-apa yang telah mereka persembahkan yang lebih banyak lagi dari sisi-Nya, dan Allah menyambung apa-apa yang telah mereka putuskan maksudnya Dia memberikan apa-apa yang telah mereka tetapkan. Demikianlah sunnatullah berjalan pada hamba-hamba-Nya, bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan ganjaran kaum yang berbuat kebajikan. Dia tidak akan menjadikan kehinaan terhadap mereka yang merendahkan diri kepada-Nya, bahkan mereka itu akan diberikan kemuliaan. Siapa yang tulus murni menjalin persahabatan dengan Allah dan menunaikan kewajiban-kewajibannya, dia menutupi dan menyembunyikan urusannya, Allah tidak akan meninggalkannya di sudut rahasia, akan tetapi akan memuliakannya, memberikan kehormatan kepadanya, memancarkan kelembutan-Nya kepadanya untuk memberinya kemuliaan di antara orang-orang dan ikhwan-ikhwan lainnya. Allah tentu akan meninggikan nama baiknya hingga ke negeri-negeri terjauh sebagaimana orang yang lapar bersuara makannya.    Dan sesungguhnya hamba yang mendapatkan kedekatan akan merasa cukup dengan kacang adas, ia tidak suka dengan menikmati kesenangan dan hal-hal yang membuat ketagihan, maka Tuhannya akan memberikan gantinya dan mengaruniakan kepadanya tandan-tandan buah delima. Sebenarnya ia telah memilih ruangan yang terpencil, suapaya ia dapat hidup tersembunyi hingga hari Akhirat. Maka Allah mengeluarkannya dari kamarnya dengan memberikan ilham kepadanya. Ia akan mengembalikan makhluk-Nya kepada Hadirat-Nya, maka mereka akan datang kepadanya dengan membawa hadiah-hadiah, nikmat-nikmat dan mereka menjadi khadimnya. Dia akan menetapkan untuknya pengabulan di bumi dan ia akan diseru pada penduduk langit bahwa ia termasuk orang yang dicintai oleh Allah, mereka mencintai Allah dan kepada Allah mereka mencintai dengan tulus. Allah menjadi matanya, yang dengannya ia dapat melihat, menjadi telinganya yang dengan itu ia dapat mendengar, menjadi tangannya yang dengan itu ia dapat menangkap, ini adalah ganjaran bagi kaum yang mereka itu menjadi milik Allah dengan segenap wujud mereka dan mereka tidak berbuat syirik. Mereka akan menunaikan urusan itu karena mereka adalah kepunyaan-Nya, lalu setelah itu mereka tidak akan merubah keyakinan itu hingga mereka meninggal dan kepada-Nyalah mereka akan kembali.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka akan menanggalkan pakaian mereka dari diri mereka sebagaimana ular-ular python yang berganti kulit. Api-api jiwanya akan padam setelah ia menyala, lalu hasrat-hasrat suci mereka menjadi baru lagi pada diri mereka, apa-apa yang dinginkan jiwa-jiwa mereka yang tenteram [nafsu muthmainnah] akan disediakan untuk mereka, jamuan-jamuan ruhani akan tersedia juga bagi mereka pada zaman yang serba gersang, maka mereka makan apa saja yang disajikan kepada mereka bahkan mereka melumatnya. Mereka akan memadukan kebaikan seperti seorang perempuan yang sedang menyusui dan mereka akan menjauhi hujan yang membawa kerusakan dan tidak akan dekat-dekat kepadanya. Mereka akan memulai dari satu bumi ke bumi lainnya dan mereka tidak akan meninggalkan ruh itu seperti  sesuatu yang sangat hitam, tetapi mereka akan menjadikannya putih.
 Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka tidak akan mengingkari Kalimat Haq dan Imam zaman sekalipun mereka akan memasuki api. Mereka tidak akan menyia-nyiakan iman mereka sekalipun mereka terbunuh dengan pedang yang mengkilap tajam atau pun mereka akan dirajam. Malaikat dibuat kagum oleh keteguhan mereka dan di langit mereka itu dipuja-puja disanjung-sanjung. Mereka itulah kaum yang terdepan dalam segala kemuliaan, dan bukan seperti laki-laki yang lemah. Mereka telah merobohkan istana wujud mereka demi Kekasih mereka yang mereka utamakan. Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersalawat kepada mereka, kepada orang-orang saleh, kepada abdaal semuanya. Mereka menunaikan apa-apa yang mereka tekadkan. Mereka menetapkan pilihan mereka demi wajah Allah.  Iman seperti demikian itulah yang merupakan iman, maka berbahagialah bagi kaum yang memiliki sifat-sifat itu.
Sesungguhnya perumpamaan atau model mereka itu adalah seperti Abdul Latief, beliau adalah anggota Jama’at-ku. Beliau dari tanah Negeri Kabul, Afganistan. Beliau adalah pemuka kaum, pemimpin kaum, teladan bagi mereka, paling alim, paling takwa dan paling pemberani di antara mereka, terkemuka dalam hal kedudukan dan yang paling bersinar di antara mereka. Sesungguhnya beliau telah memperlihatkan iman ini. Mereka mengancam beliau dengan ancaman rajam supaya meninggalkan kebenaran, maka beliau lebih memilih maut dan mencari keridhaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Oleh sebab itu dirajamlah beliau atas perintah sang penguasa, maka Allah mengangkatnya kepada-Nya. Sesungguhnya dalam hal yang demikian itu terdapat satu suri tauladan bagi kaum yang menginginkan keadaan seperti beliau.
Sesungguhnya orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, jangan kalian kira mereka itu dalam keadaan mati, akan tetapi mereka itu hidup di sisi Allah akan diberikan anugerah. Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya dan menyediakan untuknya azab yang pedih.  Orang-orang aniaya akan segera mengetahui ke tempat manakah mereka akan dikembalikan. Sesungguhnya langit menangisi Syahid itu dan menampilkan baginya mukjizat-mukjizat. Itu merupakan suatu Takdir yang telah ditetapkan dari Allah Pencipta langit. Tuhanku telah memberikan nubuatan kepadaku berdasarkan perintah-Nya sebelum ini melalui wahyu terang-Nya sebagaimana yang kalian baca atau kalian dengar pada bukti-bukti atau keterangan-keterangan. Jangan-jangan kalian membenci sesuatu perkara sedangkan perkara itu baik untuk kalian dan Allah tahu tapi kalian tidak tahu. Tatkala Syahid Marhum berangkat dari dunia yang fana, ruhnya memberi salam kepada Tuhannya dengan kebersihan dan kerelaan jiwa. Maka yang terjadi hanyalah orang-orang aniaya mengalami sebaliknya mereka diberikan bala dengan siksaan dari langit sedangkan mereka dalam keadaan tertidur. Jadilah mereka berlarian dari tanah Negeri Kabul, maka mereka dicengkeram di mana saja mereka mencapai tempat dan di mana orang-orang fasik itu berlari. Sesungguhnya dalam hal yang demikian itu terdapat pelajaran bagi kaum yang memelihara kewaspadaan.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah para malaikat turun kepada mereka dengan membawa berkat-berkat, Allah memuliakan mereka dengan banyak bermukalamah dan bermukhatabah. Diwahyukan kepada mereka bahwa mereka termasuk dari antara orang-orang mendapatkan kemuliaan di surga, dan mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kedekatan. Di dalamnya mereka  memiliki apa yang diharapkan oleh diri mereka dan apa-apa yang mereka inginkan. Kalam yang membuat nyaman diturunkan kepada mereka dari Hadirat Ilahi, kalam-kalam itu difasihkan dari sisi Tuhan pemilik kemuliaan serta dinubuatkan dengan sekalian kabar agungnya dan kabar-kabar gaib dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Mulia. Manusia akan mendapatkan hujan rahmat dengan adanya mereka ketika kemaraunya mereka, mereka akan diselamatkan dari bahaya dan kerugian mereka. Apa-apa yang terjadi pada suatu kaum akan mendapatkan perubahan dengan kekhusyuan dan kerendahan hati mereka. Banyak dari antara doa-doa mereka akan mendapatkan pengabulan. Hal-hal yang luar biasa demi tercapainya hajat-hajat mereka akan zahir. Seiring adanya pemberitahuan dari Allah dan kabar mengenai azab suatu kaum yang tidak memalingkan dirinya dari kelompok mereka. Seperti itulah mereka akan diberikan kekuatan, diberikan kabar suka, diberikan pertolongan, diberikan cahaya serta akan diberikan buah. Mereka akan mengalami kematian berkali-kali lalu diciptakan lagi sehingga mereka akan melihat Tuhannya dan mereka meyakini itu dengan mantap. [sekalipun] matahari tidak akan terbit kepada mereka dan malam pun tidak menutupi mereka, sebaliknya, mereka akan mendekatkan diri kepada Allah dan menambah ilmu lebih banyak lagi daripada yang mereka ketahui. Apabila mereka telah memasuki masa beruban, iman mereka akan lebih sempurna lagi daripada masa mudanya, oleh karenanya nampaklah mereka laksana seorang laki-laki rupawan seakan-akan mereka itu orang-orang muda yang mulai beranjak dewasa. Demikianlah, iman dan makrifat mereka kian bertambah seiring dengan bertambahnya usia mereka. Mereka bertambah dalam ketakwaan sehingga tidak ada yang tersisa dari mereka secuil pun, tidak pula bekas mereka. Setiap saat mereka selalu berubah, mereka dipindahkan dari satu irfan kepada irfan yang lain. Itu lebih kuat lagi dari yang pertama dalam kemilaunya. Demikianlah Tuhan mereka dengan karunia serta ihsan-Nya membimbing dan mengajari mereka. Dia tidak akan meninggalkan mereka seperti anak panah yang telah usang karena sering dipergunakan, akan tetapi Dia akan memberikan pembaharuan kepada mereka dengan cahaya jiwa yang baru, akan menggerak-gerakan mereka ke kanan dan ke kiri, hasrat-hasrat jiwa ada mengalir pada mereka, akan tetapi mereka berpaling dari padanya dengan cara pandang yang indah. Engkau menganggap mereka itu bangun tidak dalam keadaan tidur padahal mereka sedang berbaring beralaskan badan pada tanah lapang. Mereka tidak akan dibiarkan menjadi sia-sia akan tetapi mereka akan dijadikan tandan-tandan bunga anggur, mereka akan berganti dan akan berubah, akan dijauhkan dari dunia, mereka akan meraih martabat-martabat, hingga maqam yang tertinggi berdasarkan hikmah-hikmah dari Allah, Sang Perencana. Akhir dari pencapaian perkara mereka adalah mereka akan dihidupkan setelah kematiannya, mereka akan mencapainya setelah melalui peremukkan yang berkeping-keping. Kematian sesudah kematian akan datang kepada mereka, lalu mereka akan diberikan kehidupan yang kekal demi adanya jalinan-jalinan persahabatan mereka yang tulus murni. Mereka akan dipelihara dari hasutan iblis dan orang yang berpaling dari mengingat Allah serta dari orang yang memusuhi mereka. Dan apabila mereka telah mencapai cita-cita mereka, mereka akan diberikan kedudukan yang tidak akan diketahui oleh makhluk. Mereka akan meninggalkan kesenangan-kesenangannya, dan jadilah mereka itu nur yang segala pandangan darinya akan terhalau. Mereka akan disembunyikan dalam Nur Allah. Tidak akan diketahui  kecuali hanya oleh dia yang diberikan makrifat Allah dan jadilah mereka itu yang gaib dari yang gaib,  ruh dari ruh, yang paling tersembunyi dari setiap yang tersembunyi. Penglihatan mereka akan kembali dalam keadaan lemah dan tak dapat melihat. Tiba-tiba   nama mereka akan menjadi sempurna di langit dan di sisi Tuhannya yang Maha Luhur, urusan mereka yang telah Allah kehendaki dan tetapkan akan menjadi sempurna. Nama mereka akan dipanggil di langit supaya mereka kembali ke langit, maka kepada Tuhan mereka, mereka akan kembali. Jiwa-jiwa mereka akan keluar menuju Allah dalam keadaan ridha dan memberikan kepuasan. Maka akan keluar dari tubuh mereka sebagaimana pedang keluar dari sarungnya. Mereka meninggalkan dunia dan mereka tidak akan binasa. Mereka melihat dunia seibarat seekor domba yang air susunya seret atau seperti bangkai yang dagingnya sudah membusuk. Maka mata mereka tidak diarahkan kepada dunia akan tetapi mereka tidak akan berduka cita. Mereka akan bertahta di atas singgasana kekasih mereka, maka dengan sangat penuh perhatian mereka tidak akan ditinggalkan. Tidak ada yang akan mengecam mereka kecuali orang yang tak tahu malu dan tidak akan mengingkari mereka melainkan kaum yang buta.
Celakalah bagi orang-orang yang pemarah, karena sesungguhnya mereka akan dibinasakan. Celakalah mereka yang berjalan pada kegelapan karena mereka akan dirampas. Celakalah bagi orang-orang yang suka mengada-ada dan berdusta karena mereka akan diminta pertanggungjawabannya. Celakalah bagi mereka yang matanya suka memandang rendah para hamba Tuhan Yang Maha Rahman, karena mereka akan mati dalam keadaan buta. Celakalah bagi mereka yang suka marah apabila mereka mendengar yang haq, karena mereka akan dibakar dengan api mereka sendiri.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan diberikan fashahah – kata-kata yang fasih dari sisi Tuhan mereka, maka seorang manusia pun tidak dapat berkata seperti itu dan mereka tidak akan tertandingi. Dan sesungguhnya Ibadur Rahmaan itu adalah mereka yang telah mengidam-idamkan kata-kata fasih sebagaimana mereka mengharapkan makrifat-makrifat yang manis, maka mereka diberikan karunia setiap kali mereka mencarinya. Dan demikianlah sunnatullah berlaku kepada para wali-Nya bahwasanya mereka akan diberikan kemampuan berbahasa sebagaimana mereka diberi hati.  Allah memberi mereka kemampuan berbicara, maka dengan kemampuan itu mereka menyampaikan pembicaraan. Sebagaimana seorang perempuan apabila ia mengidam, suaminya akan meluluskan apa yang diinginkan oleh isterinya. Maka seperti itulah apabila ruh ditiupkan kepada mereka, maka keinginan-keinginan Allah-lah yang tercipta untuk mereka, bukan karena nafsu amarah, maka hasrat-hasrat mereka itu yang akan mendapatkan pemberian dan mereka tidak akan menderita kekecewaan. Dan demikianlah aku telah diberi Kalam dari Allah, maka buatlah yang semisal Kitab kami ini, jika kalian merasa ragu.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka akan turun dari langit laksana hujan lebat dikirim ke tanah yang kurang subur, maka mereka akan mengajak orang-orang menuju airnya dan mereka itu akan memberikannya. Mereka akan mengeluarkan kalbu-kalbu dari dadanya dengan satu tarikan dari sisi mereka, maka orang-orang bergegas menuju kepada mereka dan mereka akan dicabuti. Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka itu tidak seperti orang yang bakhil semisal orang yang mempunyai sesuatu barang simpanan yang indah, karena itu ia tidak mau memberikannya dalam hal limpahan nur, tidak pula seperti unta yang seret air susunya, mereka tidak akan berlaku kikir. Mereka itu suatu kaum yang teman bergaulnya tidak akan menderita kemalangan, begitu pula sahabatnya tidak akan mengalami kehinaan, mereka akan mendapatkan berkat atas usaha diri mereka sendiri, akan memberkati dan membahagiakan orang-orang. Mereka akan menyuburkan bumi yang sedikit tumbuh-tumbuhannya, mereka akan menghidupkan hati yang sudah mati, mereka akan mengembalikan kerajaan-kerajaan yang sudah hilang, mereka akan menolak cobaan-cobaan yang menghadang, mereka akan menyambungkan jalinan yang terputus, mereka akan mengisi sungai-sungai yang airnya terkuras habis dan kosong, setiap kali agama mengalami kerusakan mereka akan memakmurkannya. Mereka memiliki dada yang dipenuhi oleh nur serta hati yang disesaki oleh kebahagiaan. Mereka itu sebenarnya adalah bintang-bintangnya langit, samuderanya orang-orang miskin, ruh-ruhnya tubuh, dan bagi bumi mereka itu seibarat pasak-pasak atau tiang-tiang pancangnya, mereka tidak akan merubah janji yang mereka adakan beserta Allah dan mereka akan dijadikan abdaal. Sesungguhnya  mereka itu adalah ABDAAL yang akan mendapatkan penggantian dari Allah sepadan dengan apa yang mereka perbuat dan sesungguhnya mereka itu adalah kutub-kutub yang tidak akan mengalami kegoncangan. Dan mereka itu adalah orang-orang yang berdiri tegak demi Allah untuk memangkas amarah dari urat pangkalnya, dan terhadap urusan dan perintah Allah mereka siap sedia melaksanakan. Mereka menjadikan hidup dalam berbagai kesulitan itu mudah. Mereka tidak hidup seperti Si pelahap yang banyak makan. Mereka tidak akan merasa cukup dengan mandi lahir saja seperti ‘aisyum [pohon kering], akan tetapi mereka akan berlomba-lomba menuju air yang mengalir yang akan mensucikan diri mereka dan mereka tidak akan meminum air susu yang dicampur dengan air.
Mereka itu adalah orang-orang yang diserahi tugas oleh Allah untuk menjaga manusia pada saat terjadi bahaya dan siksaan. Mereka itu adalah seperti kepala untuk keberadaan makhluk, pada lautan makhluk Allah mereka itu seperti mutiara tersembunyi. Mereka akan memenangkan peperangan besar yaitu peperangan melawan nafsu amarah, maka setelah itu mereka akan membuat hati terbuka dengan izin Allah, Sang empunya kemuliaan dan mereka akan meraih keunggulan. Mereka akan dihidupkan setelah mati, orang-orang akan mengitari mereka, maka mereka akan melumurinya dengan wangi-wangian. Tidak akan engkau dapati kapal laut sebagai perumpamaan mereka apabila air meluap atau pasang, bala bencana demikian genting, keluh kesah dan tangisan kian menjadi-jadi. Pada saat demikian itu mereka itu adalah pemberi syafaat dengan seizin Allah yang dari-Nya ia mereka diutus. Dan apabila jantung-jantung itu telah sampai kepada pangkal tenggorokan, mereka bangkit dan merendahkan diri, bersimpuh dan bersujud. Di sana doa mereka memenuhi langit, malaikat menangis seiring tangisan mereka. Mereka akan didengar karena ketakwaannya, maka manusia akan diselamatkan dari bala bencana yang karenanya mereka resah dan risau. Mereka itu adalah kaum yang melumuri diri dengan tanah dan menjatuhkan diri di tanah dengan tak henti-hentinya bersujud ketika bala musibah terus-menerus datang. Mereka membasahi tanah dengan air mata, berdiri di hadapan Allah menolak bala bencana pada malam-malam yang gelap. Mereka datang ke hadapan Tuhan mereka dengan kesungguhan hati memohon keridhaan Sang Pencipta alam semesta. Mereka akan mati demi menghidupkan kaum yang berada pada tepi kematian, maka mereka mengganti takdir itu dan dengan kematian itu mereka akan mendapatkan syafaat. Dengan bendera yang tegak ruh mereka akan dikembalikan dan dengan penderitaan mereka terbiasa.
Mereka akan menolong makhluk Allah dan akan merubah keadaan ketika adanya musibah-musibah. Mereka akan mengerjakan amalan yang membuat kagum para malaikat di langit. Mereka terdahulu dalam amal-amal saleh. Hati mereka akan diberikan kekuatan dan keberanian, maka mereka dapat berjalan di tengah darah-darah. Dan sekiranya Engkau jadikan panjang masa hingga hari Pembalasan, mereka tidak akan mengalami ketakutan. Mereka tidak akan melancarkan kata-kata buruk kepada seorang pun. Ketika orang-orang mengeluarkan kata-kata kotor dan keji mereka akan diam tanpa kata dan menahan diri. Mereka tidak akan condong kepada bangkai dunia dan akan meninggalkannya untuk anjing-anjing, mereka menganggapnya itu adalah sedikit saja bagian dari yang sedemikian banyak, bahkan kotorannya lalat. Mata mereka dalam sekejap mata menolaknya dan mereka tidak akan menaruh perhatian kepadanya. Mereka menjadikan diri mereka seperti pohon yang tersebar, maka orang yang lapar makan buah-buah mereka dari setiap sudut dia datang, sebaik-baik pengunjung dan sebaik-baik tuan rumah. Mereka itu adalah bangsa yang berjiwa besar, mereka menolak keburukan dengan kebaikan, mereka mengkhidmati makhluk dan tidak menyusahkan orang yang mendatangkan kesusahan. Terhadap orang yang meminta maaf, mereka menerimanya. Dan apabila mereka menemui kemunkaran-kemunkaran dari musuh-musuhnya, mereka memberikan balasan dengan mencegahnya dengan berbuat baik kepada mereka, mereka menjauhi saling mencaci, mereka tidak akan henti-hentinya berharap berdoa bagi para musuhnya mendoakan supaya mendapatkan kebaikan, keselamatan, kesehatan, kekuatan dan hidayah dari Allah. Mereka tidak akan menaruh sekecil apa pun kedengkian kepada seseorang, mereka akan berdoa untuk orang yang menuduhnya berlaku maksiat dan orang yang memandang hina kepada mereka. Mereka akan diberikan perlindungan dalam Jama’ah mereka terhadap orang yang menentang mereka, maka Allah menjadi nyata zahir kepada mereka karena mereka telah mengutamakan Allah dan berlaku kasih sayang terhadap para hamba-Nya juga karena mereka ikhlas dalam mengerjakannya. Mereka itulah abdaal dan para waliyullah yang sebenarnya. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan.
Bumi menjadi beberkat dengan kehadiran mereka. Orang-orang diselamatkan ketika adanya hujan rahmat mereka, maka berbahagialah bagi kaum yang ada ikatan dengan mereka. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dari antara mereka, jadikanlah mereka untukku dan besertaku hingga hari manusia akan dibangkitkan dan dihadapkan. Ya Tuhanku, janganlah Engkau hukum orang yang memusuhiku, karena boleh jadi mereka itu tidak mengenalku dan mereka tidak dapat melihat. Ya Tuhanku, kasihanilah mereka dari sisi-Mu dan jadikanlah mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Allah tidak akan menjalankan azab untuk kalian, sekiranya kalian itu bersyukur dan beriman, Wahai orang-orang yang tidak tahu berterima kasih! Tidakkah kalian berterima kasih kepada Allah padahal Dia telah memberitahukan kepada kalian tentang saat kalian akan dibinasakan dan direnggut di dalamnya? Dan jika kalian bersyukur, tentu akan Allah tambahkan lagi [nikmat] untuk kalian, dan setiap kali kalian menghendaki dan menginginkan akan diberikan. Namun jika kalian ingkar, maka jahanam adalah tempat untuk kaum yang tidak bersyukur.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka tidak akan mendatangkan kesusahan terhadap seekor semut kecil sekali pun, tidak pula semut besar, dan terhadap orang-orang lemah mereka berlaku kasih sayang. Mereka tidak akan memutuskan segala bentuk pemutusan [hubungan] walaupun orang-orang jahat yang selalu mendatangkan kesusahan dan melakukan kezaliman dengan segala cara akan memusuhinya. Akan tetapi mereka akan mendoakan orang-orang yang memusuhinya itu supaya mereka akan mendapatkan hidayah. Dan tidak akan engkau dapati pada mereka seperti orang yang kasar tutur kata, bahasa dan raut mukanya serta keras hatinya, tidak pula akan engkau dapati contoh yang seperti mereka sangat pengasih, tulus hati kepada orang sekalipun engkau mengarah ke timur atau engkau termasuk orang yang berada di barat. Mereka akan mendoakan yang tertimpa musibah sampai-sampai mereka mendapati diri mereka berada dalam kebinasaan, maka apabila suatu perkara menimpa mereka doa mereka akan di dengar di Hadirat Ilahi dan melalui itu mereka akan mendapatkan kabar. Itu disebabkan mereka memanjatkan permohonan doa-doa mereka hingga ke puncaknya. Mereka akan menggenapi pertolongan-pertolongan hakiki dan mereka tidak akan mengurangi sedikit pun. Mereka akan melelehkan dirinya dan mempersembahkannya kepada kebinasaan, maka mereka akan menyelamatkan banyak jiwa dari kebinasaan dengan kebinasaan dirinya. Dan demikianlah, untuk mereka akan diberikan satu fitrah, dan seperti itulah mereka akan berperilaku. Mereka bangun pada malam yang gelap sedangkan orang-orang sedang dalam keadaan tidur. Mereka akan melihat nur ama-amal perbuatan mereka di dunia ini dan setiap hari mereka akan berada pada nur mereka yang akan mereka perbanyak. Mereka akan melihat keelokan apa-apa yang mereka persembahkan demi dirinya, mereka tidak akan menjadi seperti orang-orang yang terserang Tuberkulosis, kurus kering. Mereka akan menjauhi segala kemaksiatan, walaupun itu kecil mereka tidak akan mendekatinya dan memandang remeh kemaksiatan. Mereka akan mengutamakan amal saleh dan tidak akan mengabaikannya.
Sesungguhnya aku dengan karunia Allah termasuk waliyullah, apakah kalian tidak mengenal dan mengetahui? Aku datang kepada kalian disertai tanda-tanda yang nyata, apakah kalian tidak melihat? Apakah matahari dan bulan tidak mengalami gerhana? Tidakkah unta-unta muda di semua negeri ditinggalkan, bagaimana keadaan kalian, tidakkah kalian merenungkan itu? Keterangan-keterangan dari Tuhan Yang Maha Rahman sudah datang, dan telah turun bukti dari-Nya, maka kesangsian mana lagi yang menggelisahkan hati, atau alasan apa lagi yang tersisa di sisi kalian, Hai orang-orang yang berkeberatan? Tidakkah tha’un tersebar luas dan banyak kematian? Dusta dan kefasikan tersebar serta kaum musyrik menjadi berkuasa. Terdapat revolusi dan perubahan hebat di dunia, apa-apa yang kalian nanti-nantikan sudah zahir, lalu apa yang terjadi dengan kalian, kalian tidak memperbaiki anggapan dan melampau batas?
Hai manusia, mengapa kalian datang di hadapan Allah dan Juru damai-Nya, jika kalian takut? Apakah ini ketakwaan kalian, bahwa kalian telah mengkafirkanku dan kalian tidak benar-benar mencari tahu, kalian tidak bertanya dengan hati yang tulus tapi jika kalian ditanya mengenai diri kalian, kalian menggebu-gebu? Apakah kalian merasa keberatan bahwa Allah mengutusku di permulaan abad dan memilihku untuk menjadi mujaddid, pembaharu agama Allah untuk mengadakan perbaikan dan untuk membungkam kaum yang melewati batas dalam menjadikan Isa sebagai Tuhan dan aku akan memecahkan salib yang mereka puja-puja serta mereka sembah? Apakah sangkalan-sangkalan Tuhanku dalam wahyu-Nya telah membuat kalian marah? Seperti itulah kemarahan Yahudi sebelum ini, maka bagaimana dengan kalian, tidakkah mengambil pelajaran?
Hai, manusia sesungguhnya aku adalah Al-Masih yang datang pada zamannya, turun dari langit dengan buktinya, memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda Allah yang ada pada kalian, ada pada dirinya dan ada pada penolong-penolongnya. Zaman memberikan kesaksian untuknya dengan bahasanya dan Allah memberikan kesaksian untuknya dalam Quran-Nya, maka dengan perkataan mana lagi kalian akan beriman selain kesaksian Allah dan keterangan-Nya? Tidakkah Dia bersabar dan berlaku lembut, supaya kalian takut kepada Allah dan hari Perjumpaan? Dan agar kalian takut kepada hari yang akan melelehkan kulit-kulit dengan api-Nya? Tidakkah kalian merenungkan tanda-tanda Allah? Kesaksian mana lagi yang lebih besar daripada Quran-Nya? Apakah kalian tidak melihat sesungguhnya aku dari Allah dan kalian menolak aku, maka bagaimana bisa kalian memperoleh bagian dari perlindungan-Nya? Tidakkah kalian baca riwayat-riwayat Yahudi. Bagaimana mereka telah dibuat menjadi kera-kera. Apakah pada kalian tidak terdapat dalih-dalih seperti yang biasa kalian kemukakan? Kasihanilah diri kalian sendiri, sejauh mana kalian akan memberanikan diri? Janganlah kalian berperang melawan Allah, Hai orang-orang jahil! Apa yang terjadi dengan kalian, kalian tidak ingat kematian kalian dan tidak merasa takut? Sesungguhnya kecemburuan yang dilancarkan kepadaku dan kalian tentang, itu adalah petir. Tidak akan dapat ditolak siksaannya dari kaum yang berbuat dosa. Sesungguhnya Dia mendengar apa yang kalian ucapkan mengenainya dan Dia melihat bisikan rahasia kalian dan Dia melihat setiap kali kalian membuat suatu rencana. Segera orang-orang zalim akan tahu ke tempat kembali yang mana mereka akan dikembalikan. Celakalah orang-orang yang tidak bisa membedakan  antara orang benar dan pendusta, mereka tidak akan bisa membeda-bedakan. Mereka tidak dapat mengenali para shaadiq (orang-orang benar) dari muka-muka mereka, dan mereka tidak mempunyai firasat yang tajam. Mereka tidak bisa merasai kalimat-kalimat itu dan tidak dapat mengambil manfaat dari tanda-tanda itu. Allah telah memberi tutupan kepada hati mereka, maka mereka tidak dapat memahami.
Hai manusia, mengapa kalian terburu-buru dalam mengafirkan aku, apa yang terjadi dengan kalian? Kalian tidak menempuhi jalan sebagai orang-orang yang bertakwa, kalian bicara tak karuan dan kalian tidak berlaku tenang dan teguh. Apa yang terjadi dengan kalian, kalian tidak menyelidiki dengan seksama Hikayat mengenai Isa dalam Firman Allah ‘Azza wa Jalla :  

ÓÍ_tGøŠ©ùuqs? $£Jn=sù

“… maka setelah Engkau mewafatkan aku …” ataukah kalian tidak akan wafat dan akan dijadikan hidup lama? Ataukah kalian pernah melihat Isa ketika beliau naik ke langit, maka kalian katakan, ‘Bagaimana bisa kami meninggalkan apa yang kami lihat dan sesungguhnya kami menyaksikan itu.’ Celakalah kamu, mengapa kalian menyesatkan segolongan orang-orang tanpa ilmu dan kalian tidak merasa takut terhadap Dia yang kepada-Nya kalian akan dikembalikan? Kalian bersikukuh dengan dusta dan kalian mengetahui bahwa kalian sedang berbohong, lalu atas kebohongan itu kalian berlaku lancang. Sekiranya aku tidak dibangkitkan kepada kalian, tentu kalian tidak akan dimaafkan, akan tetapi tidak tersisa lagi alasan pada kalian setelahnya Allah mengutusku, maka bagaimana keadaan kalian yang tidak merasa takut? Buruk sekali apa yang kalian perbuat terhadap hukum-hukum dari Allah dan buruk sekali apa-apa yang kalian reka-reka itu.
 Aduhai sayang seribu sayang untuk kalian, kalian tidak mengenali zaman, kalian tidak memikirkan apa-apa yang disabdakan para nabi. Allah telah mengaruniai kalian dengan tanda-tanda dari sisi-Nya, mengapa kalian tidak memperhatikannya, pura-pura tuli dan pura-pura buta, maka jadilah kalian orang-orang yang mati. Kalian tidak meninggalkan secuil pun kesesatan kalian bahkan kalian bersikukuh atas itu. Sesungguhnya Allah telah menerangkan kepada kalian masa untuk Masih-Nya dan tiada tertinggal dalil-dalilnya pun.

ôs)s9ur ãNä.uŽ|ÇtR ª!$# 9ôt7Î/ öNçFRr&ur ×'©!ÏŒr&

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah [ketika itu] orang-orang yang lemah.” Apa yang terjadi dengan kalian, kalian tidak memahami dan memberikan perhatian terhadap rahasia ini? Bukankah abad ini adalah abad badar [abad ke-empat belas] apa yang terjadi dengan kalian, kalian tidak dapat mengukur dan mempertimbangkan ayat-ayat Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak pula mengambil manfaat? Orang-orang bodoh berkata : ‘Bagaimana bisa kami mengikuti orang asing dan bagaimana mungkin kami akan meninggalkan golongan yang banyak? Seorang Nabi datang hanyalah dari antara orang-orang asing dan kemuliaan itu datang dari antara kesesatan. Perhatikanlah, bagaimana kami akan menyingkirkan keraguan-keraguan dan bagaimana bisa mereka itu pura-pura buta. Sesungguhnya mereka telah lupa suatu hari mereka akan kembali kepada-Nya sendiri sendiri lalu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa-apa yang telah mereka perbuat. Apa yang yang terjadi dengan mereka, mereka tidak mengenali Musa, Isa dan Nabi kita yang paling mulia, bagaimana mereka [Musa, Isa dan Muhammad] telah diutus dalam keadaan dianggap aneh dan asing pada permulaan mereka, lalu segolongan orang-orang saleh bergabung dengan mereka. Semuanya membenarkan dan menerima, mereka beriman kepada orang yang asing dan meninggalkan kelompok besar mereka, jika tidak ia dijadikan untuk jahanam. Maka celakalah bagi mereka yang meninggalkan utusan  pada zamannya, mereka itulah orang-orang yang menyeleweng dan Nabi kita SAW menyebutnya : [فيج أعوج و أشأم]  -- FAIJ  A’WAJ WA ASY`AM – Kelompok orang-orang yang menyimpang dan celaka. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya mereka bukan dari golonganku dan aku bukan dari antara mereka’ – maka mereka itu adalah orang-orang yang menyimpang sebagaimana yang terdahulu. Apabila seorang Hakam dari Tuhan datang kepada mereka, mereka mencukil matanya dan menjadikan telinga mereka tuli, mereka tidak menanyakan mengenai Hakam itu dan jadilah mereka seperti orang yang bisu.
Dan sesungguhnya Allah telah mengutus aku pada awal abad ini, dikarenakan Dia melihat Islam berada pada lubang-lubang penyelewangan. Dia melihat Islam seperti tanah yang tidak baik atau seperti tanaman yang rusak dan busuk akarnya atau seperti daging yang berbau busuk dan hampir-hampir ia seperti pohon yang baunya busuk. Dia melihat orang-orang nasrani menyesatkan ahlul haq [kelompok yang haq] dan dijadikan menjadi nasrani. Mereka mencaci maki Nabi kita dengan aniaya dan penuh dusta dan mereka tidak menghentikannya. Dia melihat ulama, pada diri mereka tidak terdapat kekuatan untuk membungkam dan menghentikan itu, tidak pula fashahatul kalaam – dan mereka ragu dan tidak yakin dengan perkataan mereka sendiri karena mereka tidak diberikan kekuatan berkata-kata dengan bimbingan ruh dari Allah dan tidak pula mereka itu diberikan kefasihan, tetapi yang akan didapati pada mereka itu adalah pembelaan diri dan mereka sendiri tidak mengerti apa yang mereka katakan. Itu disebabkan mereka durhaka dan tidak taat kepada Tuhan mereka, karena ucapan mereka tidak sesuai dengan perbuatan juga karena mereka berlaku riya. Dan ketika aku datang kepada mereka , mereka berpaling dan berkata : “Ia seorang pendusta” atau “Ia gila.” Aku tidak datang pada mereka melainkan pada saat mereka lupa akan amal-amal saleh dan dari amal-amal saleh, mereka mengesampingkan tumbuhan yang harum baunya dan bangga dengan pohon yang berbau busuk. Aku telah memberikan berbagai risalah kepada mereka yang di dalamnya ada ayat-ayat yang terang supaya mereka dapat berpikir. Tiada lain jawaban mereka hanyalah perolok-olokan dan ejekan, mereka mendustakan ayat-ayat Allah padahal mereka mengetahui. Mereka berkata : “Ia hanya mengada-ada dan bangsa lain membantunya untuk itu.”
Sebagian mereka mengatakan : “Ia seorang atheis, tidak beriman kepada Allah,” maka bacalah, Hai orang yang bisa melihat, apa-apa yang telah kami tulis dan telah kami publikasikan, lalu perhatikan, bagaimana bisa mereka bicara tidak karuan.

¨bÎ) yìôJ¡¡9$# uŽ|Çt7ø9$#ur yŠ#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB

“Sesungguhnya telinga, mata dan hati semuanya akan dimintai pertangungjawabannya.”  maka celakalah bagi mereka pada hari mereka akan bertemu dengan Allah dan diminta pertanggung jawaban. Siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang mengada-adakan perkataan dusta terhadap Allah atau mendustakan tanda-tanda-Nya, sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan bersuara. Mereka berkata : “Engkau tidak datang dengan membawa bukti dan kekuatan dari sisi Allah,” tetapi tidak mempunyai mata yang dengan itu mereka dapat melihat, hati yang dengan itu mereka dapat memahami serta telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar. Mereka  itu hanyalah seperti seekor ternak yang pergi merumput ke tempat pengembalaannya, mereka akan kebingungan lepas kendali dan berputar-putar. Mereka menulis risalah-risalah supaya dapat menyembunyikan kebenaran, dan sesungguhnya kami telah mengikat tangan mereka, maka apa yang akan mereka tulis. Sesungguhnya aku telah mengadakan ikatan persumpahan dengan mereka dan aku katakan : “Majulah kalian bertanding denganku, jika memang kalian itu benar,” maka mereka diam pada tempat mereka, mereka tidak keluar seakan-akan bumi telah mengurung mereka dan seolah-olah mereka itu adalah orang-orang yang kehilangan sesuatu. Lalu aku bangun untuk mereka pada malam-malam yang beberkat dan mendoakan mereka pada jam-jam malam supaya mereka dikasihani. Allah tidak akan menerima taubat kepada seseorang kecuali terhadap kaum yang benar-benar menyesali dirinya. Dari antara mereka terdapat kaum yang melanggar, dan dari antaranya juga ada yang seperti sesuatu yang berada di tengah-tengah dan tidak berada pada jalan yang terang. Mereka tidak menelusuri jalan. Siapa yang mendekat kepada Allah satu jengkal, Dia akan mendekat kepadanya satu hasta akan tetapi orang-orang zalim tidak mengarahkan perhatiannya. Mereka memutus jalinan serta ikatan Allah dan mereka condong kepada dunia. Keadaan yang dingin secara tiba-tiba menimpa mereka, maka mereka terperangkap dingin dan setiap saat mereka merasa ngilu tulang-tulangnya karena kedinginan. Mereka telah meracuni dan mengotori orang saleh dengan apa-apa yang merusak, mereka telah mencela kemuliaan iman dan mereka mengabaikannya. Apabila dikatakan kepada mereka “Sesungguhnya Allah sudah berdiri tegak bagi kalian dan mengirimkan Thaun,” mereka berkata : “Penyakit itu akan datang dan pergi, dan kematian tidak akan merenggut kami.” Perhatikan, bagaimana bisa mereka diberi peringatan, lalu perhatikan lagi bagaimana bisa mereka pura-pura terserang kantuk. Mereka akan melihat kematian itu dan mereka tidak akan diberi nasehat. Engkau lihat mereka berketetapan hati dengan keindahan-keindahan dunia dan mereka tidak akan merasa puas.
Apabila dibacakan kepada mereka mengenai apa-apa yang telah Allah turunkan, segera mereka akan mengatakan itu bohong dan mereka akan mencaci habis-habisan. Engkau akan melihat mereka itu bangkai pada malam hari dan hantu pada siang hari, mereka haus terhadap urusan dunianya dan lengah dari Akhirat. Bala bencana zaman tidak akan meninggalkan mereka, lalu seiring dengan itu mereka akan tidak akan mengarahkan perhatian. Dan apabila kepada mereka dikemukakan kalam-kalam haq, mereka mendengarnya akan tetapi mereka tidak akan berselera seakan-akan sedang sakit. Mereka tidak suka apa-apa yang mereka dengar dan  mencela apa-apa yang dibacakan. Mereka akan mengetahui bahwa mereka itu akan jadi mayat, lalu mereka pura-pura lengah dan tidak tahu. Mereka menangisi dunia seperti orang yang kabur penglihatan matanya tetapi mereka lengah dari Akhirat. Setan menampakkan indah kepada mereka kesenangan-kesenangan mereka, maka mereka condong kepadanya, maka Allah menjadikan amal-amal mereka itu sia-sia, mencabut harta benda mereka dan mereka dilaknat sedangkan mereka tidak mengetahui. Mereka akan memilih waduk yang telah bercampur lumpur dan berubah rasanya dan meninggalkan samudera yang tidak keruh, itu karena mereka kehilangan semangat, maka mereka akan merasa puas dengan yang paling dekat dan paling rendah. Mereka meninggalkan satu warna utuh, yang tidak terdapat bercak padanya, tetapi mereka memilih yang belang. Mereka berada di antara matahari dan bayangan, mereka tidak meninggalkan tempat-tempat duduknya setan dan mereka tidak mau berhenti. Upaya mereka sekuat tenaga supaya pintu-pintu dunia terbuka untuk mereka dan di dunia mereka diberikan setiap buah dari buah-buahnya dunia dan mereka akan diberikan makan itu. Mereka mengkafirkan aku dan aku tidak mengerti atas dasar apa mereka mengafirkan aku. Kami menyumpahi mereka supaya mereka mengatakan apa yang mereka sembunyikan. Mereka tidak mengucapkan satu kata pun, keluarganya pun sudah diintimidasi dan ditakut-takuti, mereka tidak biasa seiring sejalan.
Mereka mengira masa turunnya AlMasih seperti unta yang besar kandungannya dan tak kuasa bangun. Mereka melihat syarat-syarat itu sudah zahir lalu mereka tidak waspada. Tidakkah bulan dan matahati telah mengalami gerhana, dan itu gerhana terjadi pada bulan ramadhan? Tidakkah kalian perhatikan, bagaimana beban-beban bumi zahir, mesin bergerak, kapal-kapal laut membelah air, jiwa-jiwa dipasangkan, unta-unta ditinggalkan dan tandu-tandu pada punggung hewan tunggangan akan diganti dan apa pun yang kalian inginkan telah zahir.
Sesungguhnya Marham Isa adalah satu tanda nyata terhadap kewafatannya. Bagaimana dengan kalian ini, tidak merenungkan tanda ini dan mengambil manfaat darinya. Sesungguhnya persamaan AlMasih AlMau’ud itu sama seperti Dzulqarnain [Zulkarnain] dan kepada beliaulah AlQuran mengisyaratkan, andai saja kalian mau merenung. Sesungguhnya akulah yang cerdik seperti Dzulqarnain. Bumi semuanya dengan dipasangkannya jiwa-jiwa akan dikumpulkan untukku. Maka aku telah menyempurnakan perjalananku dan aku terus-menerus menginjakkan kedua kaki ini. Tidak ada wisata dalam Islam, dan tidak pula bepergian tanpa mengunjungi Mekah dan Madinah. Maka perjalanan itu dikaruniakan kepadaku dengan cara ini dari Tuhan bumi dan langit. Aku mendapati dalam perjalananku dua kaum yang saling bertolak belakang. Satu kaum disimabahi matahari dan wajah mereka dibuat hangus oleh panas terik, maka mereka kembali dengan membawa kegagalan. Satu kaum yang lainnya pada keadaan sangat dingin dan sumber mata airnya bercampur dengan lumpur, mereka kehilangan sumber mata air. Itu misal mereka yang mengatakan : “Sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim,” dan mereka tidak mempunyai bagian matahari Islam. Mereka akan membakari tubuh mereka tanpa guna dan mereka akan menghanguskan mukanya dengan panasnya. Dan misal mereka yang tidak memiliki sinar matahari Tauhid dan menjadikan Isa sebagai Tuhan dan menggantikan orang mati dengan Dia yang Maha Hidup, mereka mengira bahwa kepadanyalah mereka mencari hajatnya.
Ini adalah dua misal bagi kaum yang menjadikan diri mereka seperti sisi-sisi yang saling berjauhan. Tidak bermanfaat sinar matahari tanpa muka-muka yang dipanaskan dengan panasnya, maka mereka menjadi binasa. Permisalan bagi kaum yang melarikan diri dari sinarnya, maka mereka telah dirampas dan mereka berjalan dalam kegelapan. Sesungguhnya aku memahami Dzulqarnain dari tahun-tahun Hijriah dan dan begitu pun dari tahun-tahun Masehi. Setiap tahun mereka menghitung dengan itu. Karena itu aku dinamai Dzulqarnain pada Kitabullah. Sesungguhnya dalam hal demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang mau merenung.
Aku tidak datang melainkan pada saat Yajuj dan Majuj berkuasa pada masa itu dan mereka dari setiap tempat akan mempunyai keturunan. Maka diutuslah aku untuk melindungi orang-orang Muslim dari cengkeraman mereka dengan tanda-tanda yang nyata dan doa-doa yang menarik malaikat ke bumi dari langit supaya aku dapat menciptakan pertahanan bagi kaum yang menyerahkan diri.
Segala puji kepunyaan Allah yang telah mengirimkan hambanya pada masanya dan menurunkannya dari langit ketika terjadinya kerusakan zaman dan keterasingannya. Maka apakah dari antara kalian ada orang yang dapat mencegah qadha-Nya dan merobohkan bangunan-Nya? Maha Suci Dia dan Maha Luhur dari apa-apa yang mereka sangkakan. Kalian akan mengafirkkan aku dan kalian hanya berlaku aniaya pada diri kalian sendiri. Sesungguhnya aku mempercayakan perkaraku kepada Allah, maka segera kalian akan mengetahui.

Kitab ini selesai berkat pertolongan Allah Yang Maha Pelimpah Karunia.

 
 

Risalah yang beberkah ini aku karang dengan perantaraan taufik Tuhan Dzul Jalaal dan aku menuliskan di dalam Risalah ini tanda-tanda ‘Ibaadur Rahmaan serta Ilmu dan kesempurnaan yang mereka ketahui, dalam hal ini setiap orang yang berada dalam penjara kesesatan tidak akan mengetahui maqam dan kedudukan mereka.
Risalah ini kuberi nama :

سيرة الأبدال

Tarjamah  Buku Siratul Abdal  [1]
 ( Karateristik Orang-orang Suci)

Wahai manusia, sesungguhnya aku telah mengingatkan kalian berkenaan dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadaku dari Tuhan Sekalian alam. Sesungguhnya aku diutus dari Sang Rahman, maka bergegaslah datang kepadaku beserta semua keluargamu. Dan aku telah diberi hikmah-hikmah dari langit, bukan air emas dan bukan pula dirham. Malaikat berkelebat  ke arahku dari langit menuju bumi dan Qadian dijadikan sebagai tempat yang sakral, seperti Qaadisiyyah[2] dan negerinya dijadikan aman. Dan Tuhanku melindungiku dari kejahatan orang yang berbudi rendah dan menjadikanku termasuk dari antara orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi. Aku bergantung dengan segenap penyandaranku kepada-Nya dan dagingku terurai dari jisimku demi Kekasih dan Sahabat. Aku tidak merasa takut akan orang bermulut lancang setelahnya dan tidak pula takut terhadap tindakan bodoh para musuh, karena Tuhanku berdiri tegak untukku dalam kapasitas-Nya seperti orang-orang yang memberikan pembelaan. Sesungguhnya aku mengikuti wahyu-Nya secara penglihatan, perkaraku ini tidak menjadikan pikiranku kacau dan aku bukanlah dari antara orang yang mengada-ada. Aku tidak akan mengikuti dan mendengarkan orang yang menolak kebenaran, aku melihat muka itu seperti orang yang kikir.  Aku tak kan pernah memperhatikan lagi seorang musuh pun. Walaupun ia menakut-nakutiku dengan ketakutan yang dapat membunuh[ku],  aku tidak akan berlari darinya seperti orang-orang yang ketakutan. Dunia di sisiku tidak lain hanyalah seperti wanita tua yang buruk rupa apabila memasuki usia lanjut, lalu ia pun tak meriasi dirinya demi suaminya, maka jadilah suaminya membenci ia, mencela cacat dan riasannya, meremehkan keberadaannya dan menganggapnya seburuk-buruk kawan.
Siapa saja yang membuka surah An-Nur, Al-Fatihah, dan Al-Maidah, lalu ia bertasbih, mengucapkan subhaanallah atas itu, merenungkan dan meresapinya sebagai para pencahari, ia berpindah tempat karena rasa hausnya menuju lautan samudera yang berada di bawahnya, memperbaiki pemahamannya, merobek-robek wujudnya dan menjauhkan diri dari kebusukan. Ia tidak merasa puas dengan sungai yang airnya sedikit dan tidak merasa takut akan kerasnya permusuhan dan tidak lelah dalam mencari air yang mengalir dari sumber mata air, maka ia menyaksikan kebenaran apa yang aku dakwakan.  Ia akan melihat apa yang aku lihat dan akan menjadi bagian dari antara orang-orang yang mencari kepastian. Dan sesungguhnya aku ini adalah al-Masih yang dijanjikan itu. Aku yang akan memberi tebusan[3] dan merelakan jiwanya, bersedia untuk mati. Aku yang akan berkeliling memberikan jamuan kepada orang bertakwa yang mencari dan menyelidiki kebenaran, maka berbahagialah bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya takwa tidak mudah. Demi Allah, sesungguhnya takwa itu menyerupai kebinasaan. Orang yang lebih mengutamakan takwa, maka ia adalah perkawinannya seseorang yang memilih kematian dan itu merupakan rintangan yang sulit diatasi, Hai para pemberi fatwa. Takwa itu adalah maut yang dibakar dengan api. Lalu takwa itu adalah ujung mata yang bersambung ke jiwa, apakah kamu menyangka kalian semua adalah tempat yang tinggi yang berada di antara takwa dan di antara kematian manusia. Apabila engkau telah sampai pada puncaknya dan mengambil semuanya, maka  itulah maut di sisi Ahli Irfan. Sesungguhnya orang bertakwa itu tidak takut hiruk-pikuknya setan dan ia menyangka aliran darahnya yang berada pada Allah seperti arak yang tercampur air dari anak-anak sungai di kaki bukit. Untuk orang-orang takwa itu ada tanda-tanda supaya dapat mengenalinya. Tiada ada wali kecuali orang yang bertakwa, Wahai ahli fatwa! Dari antara mereka ada suatu kaum yang diutus, datang dari Allah Yang Maha Pemurah untuk mengadakan perbaikan umat manusia sewaktu terjadi kerusakan-kerusakan setan.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah mereka dibangkitkan ketika kegelapan meliputi zaman dan mereka datang ketika orang-orang mulia laki-laki dan perempuan menjadi sedikit, babi-babi dan binatang-binatang ternak berkumpul, banyak laki-laki yang melakukan jima’ dan sedikit kaum yang bertahajjud. Orang-orang yang tersisa adalah seperti sesuatu yang buruk, mereka itu tidak berilmu dan tidak juga beramal. Zaman telah rusak, ia membuat kebinasaan yang menyeluruh dan hanya melahirkan bala bencana. Sumber mata air dari langit terkuras habis dan tidak mau jatuh, bumi menjadi gersang dan tak bisa menumbuhkan. Manusia seperti seorang laki-laki yang mempunyai unta yang kuat dan gemuk, tapi ia tidak memeliharanya dengan baik, terjadi kekeringan dan musim paceklik padanya tapi tidak nampak kesedihan pada raut mukanya. Mereka benar benar telah menyimpang dari kebenaran, maka lembah bersimbah air bah. Orang-orang takwa akan memperbaiki paceklik, menyingkirkan buruknya kondisi, memanah setan, menjahit apa-apa yang koyak dan akan menerangi zaman.
Dari antara tanda-tanda mereka bahwasannya mereka adalah suatu kaum yang selain Allah ‘Azza wa Jalla’ tidak ada seorang pun yang dapat menarik hatinya. Mereka tidak akan dianggap seperti ulat karena tidak tunduk dan tidak menciduk air dari curah hujan mereka. Mereka akan terjun pada penghambaan diri kepada Tuhan, mereka mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk-Nya pada semua jalan-jalan mereka. Mereka akan memberikan pertolongan kepada orang yang menanggung penderitaan, dengan keuletan dan ketekunan mereka, mereka akan menyelamatkan orang yang jatuh, mereka tidak akan menggigil dan gemetar di hadapan seorang penguasa. Mereka akan bergegas menuju jalan Allah yang telah memberikan syarat kepada mereka ketika terjadinya kerusakan zaman dan menuruti hawa-hawa nafsu. Amanat yang akan mereka pikul adalah memberikan bantuan dan pertolongan-pertolongan kepada orang dan perintah Yang Empunya kebesaran.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah apabila apa-apa yang berada di antara mereka dan di antara Tuhannya yang Maha Pemurah menjadi kering,  mereka membasahinya dengan perbuatan baik kepada hamba-hamba, mereka akan terbang menuju ketinggian dan tak perlu dibuatkan sarang. Mereka diberi minum dengan minuman yang tidak membuatnya menjadi mabuk dan dan tidak membuatnya pusing. Mereka berkata : “Masih ada lagi?” dan mereka tidak akan merasa puas. Rahasia-rahasia mereka tidak dapat dipahami, karena memang susah dimengerti seakan-akan mereka sedang berkata-kata dengan bahasa asing. Mereka akan menghindarkan diri mereka dari apa-apa yang tidak disukai oleh Tuhannya dan mereka teguh terhadap kebenaran, walaupun mereka dibakar mereka tidak akan dusta serta bertolak belakang dengan apa-apa yang mereka katakan, mereka tidak akan mengingkari kebenaran sekalipun mereka akan dibelah, bermandikan darah. Wajah mereka tidak akan merengut karena hal-hal yang tidak menyenangkan menimpa kepada mereka dan kepada Allah-lah mereka bertawakal. Mereka menganggap dunia itu seperti sesuatu yang buruk, maka mereka tidak akan menaruh perhatian.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka telah diberitahu mengenai kedatangan mereka pada awal penemuan sarana-sarana duniawi. Mereka diberi kabar suka dengan pertolongan dari Allah pada hari-hari keputus-asaan, pada hari berpalingnya manusia, dan pada saat hilangnya sarana-sarana yang biasa dimanfaatkan di dunia yang hina ini, sampai-sampai bahwa orang-orang yang tolol tertawa atas mereka ketika adanya penzahiran berita-berita itu dan mereka mengira mereka itu orang-orang gila yang ngomong melantur atau orang yang mengada-ada dalam pembicaraanya untuk memuaskan hawa nafsu keinginannya. Mereka terus mengusahakan setiap daya upaya untuk melenyapkan mereka itu dan menjadikan mereka seperti orang-orang yang kurang akal. Maka akan datang keputusan dari Allah dan mereka duduk di dalam tabir pertolongan dari Hadirat Zat Yang Maha Besar. Allah mengoyak-ngoyak segala apa yang musuh telah susun dan rencanakan karena ketakaburan dan kesombongannya. Keputusan telah ditetapkan, begitu pula aliran-aliran fitnah disurutkan dan klimaks perkara mereka berupa kemenangan yang tak henti-hentinya disertai keunggulan, kehormatan dan kemuliaan akan disegerakan.
 Dari antara tanda-tanda mereka bahwasannya engkau akan melihat mereka bersungguh-sungguh pada jalan-jalan Allah seperti unta yang keras tulang punggungnya dan adapun dalam perkara-perkara duniawi, maka mereka menjauhkan diri darinya dan mereka tidak akan mendewa-dewakannya melainkan membencinya. Allah akan memperlihatkan akhlak-akhlak manusia yang baik dengan adanya mereka; tidak terdapat ibarat seperti adanya sesuatu tiba-tiba nampak setelah ditutup-tutupi yang pada akhirnya keburukan dan cela tersebar. Mereka menyerupai air hujan yang akan mempertunjukkan sari pati bumi.
à$s#t7ø9$#ur Ü=Íh©Ü9$# ßlãøƒs ¼çmè?$t6tR ÈbøŒÎ*Î/ ¾ÏmÎn/u ( Ï%©!$#ur y]ç7yz Ÿw ßlãøƒs žwÎ) #YÅ3tR
“Dan negeri yang baik tanamannya tumbuh keluar dengan seizin Tuhannya dan yang buruk tidak keluar melainkan hanya sedikit saja.” (QS al-A’raf,7:59) demikianlah Allah membuat perumpamaan bagi orang mukmin dan orang fasiq.
Dan dari antara tanda-tanda mereka adalah engkau akan dapati mereka seperti seorang lelaki yang tenang, teguh penuh kesungguhan, pemimpin yang memahami keperluan anak buahnya, dan seumpama seorang pedagang ia itu adalah pemimpin kafilahnya serta pemimpin orang-orang yang semasa dengan ia. Mereka mendapatkan kemudahan hidup dalam keadaan jatuh dan mengaduh. Mereka melewatkan malam harinya dalam keadaan berdiri dan sujud kepada Tuhannya dan mereka menjauhkan diri dari serigala hawa-hawa nafsunya, mereka beribadah kepada Tuhannya sampai-sampai keyakinan datang kepada mereka. Orang-orang kebanyakan apabila mereka mencela dan berteriak seperti anjing-anjing, tapi mereka menjadikan orang-orang itu seperti tanah yang berada di bawah kabut dan engkau mendapati mereka dalam keadaan sabar.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan diutus pada saat  gelap dan mendung, pada saat sedikit sekali buahnya dan telah tercampuri kayu bakar yang kotor, dan pada saat angin utara Yordan menyapu manusia.  Tinggallah keimanan mereka seperti sesuatu yang hina dan tiada yang tinggal baginya satu dahan pun. Dalam sekejap saja anak-anak kecilnya mendapat makan yang buruk, orang laparnya tidak terurus. Mereka akan diutus pada saat kesesatan manusia meningkat, kerbau-kerbau jiwa-jiwanya dengan ujung giginya mematahkan kegiatan yang membuat senang. Kemudian mereka tidak akan menjadi orang yang memiliki akhlak buruk seperti orang-orang rendah. Malah mereka itu mengekang hawa nafsunya dan memaafkan orang bodoh yang mendatangkan kesusahan kepadanya. Seiring dengan itu mereka adalah kaum yang pemberani yang tidak akan mendapatkan kemudahan menuju keselamatan dari kezaliman orang yang bertindak sewenang-wenang, meskipun mereka laksana orang yang memegang senjata dalam medan peperangan.  Mereka takut kepada Tuhan mereka dan terus-menerus beramal di atas ketakwaan. Apabila segolongan dari setan memaksa mereka, mereka akan memohon ampun, maka hawa nafsunya yang datang laksana gerombolan orang-orang datang menyerbu, dapat mereka kalahkan. Turunlah ketenangan dan larilah setan-setan laknat.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka dapat mengenali pembohong serta orang yang sangat munafik yang menyerupai kadal. Kamu dapati mereka seperti orang yang berpendidikan, dalam segala hal apa pun mereka itu mengerti. Mereka itu laksana singa hanya saja mereka tidak akan pernah menerkam. Kalian mendapati hati mereka itu kaya kemudian dalam keadaan tenang. Mereka melintas pada jalan Allah dan mereka tidak akan didepak keluar. Engkau lihat air matanya basah, tak hentinya-hentinya mengalir dan mereka tidak cenderung untuk berlambat-lambat dan tidak berjalan dengan sikap yang sombong.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa takdir yang berjalan pada mereka terdapat pada langkah kaki yang pelan penuh kehati-hatian. Allah memberitahukan kepada mereka dengan kekuasaan-Nya apabila turunnya musibah telah ditakdirkan kepada mereka dan maut datang kepada mereka secara pelan-pelan, tidak datang sebagai suatu kecelakaan yang datang menyergap, seakan-akan Allah itu merasa tidak rela bahwasanya Dia akan merusakkan mereka dan ragu-ragu manakala nafas-nafas mereka yang dalam keadaan tenang dicabut.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa mereka itu akan diberikan pertolongan dan tidak akan ditelantarkan. Saling cinta di antara mereka dan di antara Tuhan mereka tidak akan dapat dicegah serta mereka tidak akan ditinggalkan. Mereka tidak akan berpisah dengan Hadirat Tuhan sekalipun akan dipotong-potong. Mereka tidak akan menjadi seperti perempuan yang rewel yang suka pilih-pilih, justru mereka akan dianugerahi ilmu dan akan mendapatkan Nur. Allah memperlihatkan keutamaan atau keistimewaan mereka akan tetapi mereka tidak akan berlaku riya. Dalam melakukan kebaikan-kebaikan mereka memilih apa yang terbaik. Engkau lihat mereka seperti tetumbuhan yang subur walaupun mereka itu akan mendapatkan luka. Siang dan malam memberikan kesaksian kepada mereka bahwasanya mereka itu adalah sahabat-sahabat Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun orang yang banyak omong kosong menyangka mereka itu menyimpang dari ajaran agama. Apabila suatu urusan menghimpit mereka, maka kepada Allah-lah mereka melarikan diri. Allah tidak akan pernah meninggalkan mereka seperti orang yang  tidak dikenal, tetapi mereka akan dikenal baik di kalangan manusia dan akan dimuliakan. Engkau tidak akan melihat mereka seperti seorang ibu yang lemah, sebaliknya mereka itu dapat disaksikan laksana seorang anak muda yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Mereka berjalan di muka bumi pelan penuh kerendahan tapi tidak menandakan lemah.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwasannya sekawanan kucing dari antara orang-orang yang bodoh melancarkan tuduhan yang buruk kepada mereka tapi di sisi Allah mereka akan dibersihkan dari tuduhan semacam itu. Mereka tidak bersedih hati dengan cobaan yang menimpa dan mereka pun tidak akan berduka cita. Di antara mereka dan di antara para nabi ada pelayan, mereka akan diberikan minum apa-apa yang para nabi minum. Apabila bala bencana datang bertubi-tubi memukul mereka, maka mereka istiqamah dan kepada Allah mereka mengembalikan [perkaranya]. Mereka menguras habis apa yang ada pada mereka karena Allah, mereka tidak akan berlaku kikir. Mereka akan menghindari sumur dunia, mereka tidak bersikukuh berdiri di atas lubangnya dan tidak akan mendekatinya. Mereka itu adalah singa-singa Allah, mereka akan disembunyikan dalam rimba kegaiban tapi bukan seekor singa seperti perumpamaan mereka dan bukan pula elang, mereka menyergap dan merobek musuh-musuh. Mereka itu adalah dahan-dahan pohon suci, maka barangsiapa berusaha memotong atau membengkokan mereka, Allah akan mematahkannya dan orang-orang yang membatasi atau menahannya, maka mereka akan bosan sendiri. Yang akan menyakiti mereka hanyalah laki-laki yang paling tolol dan ular yang sangat keji, mereka itu adalah kaum yang Allah menyatakan perang kepada mereka. Musuh-musuh mereka akan mendapatkan keunggulan, mereka akan lari pontang-panting sehingga mereka menjadi gemetar karena sesungguhnya mereka telah melawan Dia, yang orang-orang berdosa tidak dapat bersembunyi dari-Nya.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan memberikan dan menyampaikan ilmu-ilmu mereka pada hati kaum yang mencarinya, akan mengajarinya sebagaimana seekor burung yang menyuapi anaknya dan mereka menaruh belas kasih terhadap mereka, menjaganya dari ketidakberaturan mereka, mendengarkan dengan penuh kasih sayang teriakan minta tolong mereka, mereka tidak akan lengah. Mereka itu para gembala di muka bumi yang apabila mereka seekor serigala, maka tabiat mereka yang baik akan menghalaunya. Mereka tidak bertawakal kepada diri mereka sendiri, mereka mengucapkan ‘subhanallah’ memuji kesucian Allah. Mereka tidak hidup seperti anak singa yang mendapatkan buruan justru kesedihan-kesedihan yang berturut-turut menimpa kepada mereka, dan dalam menjalani duka cita itu mereka bercucuran air mata. Jiwa-jiwa mendapatkan pensucian dari dari Tuhan mereka, maka daya tarik-daya tarik mereka satu persatu memancar keluar dan yang tersisa hanyalah ruh saja dan mereka mengerjakan itu itu sendiri. Kemudian diutuslah mereka kepada manusia, maka mereka menyeru manusia kepada kesalehan dan mengucapkan ‘hayya alashalah hayya  alal falah., Itulah kedudukan Abdaal [Kedudukan terhormat Para Perubah], yaitu orang-orang yang memilih jalan-jalan yang tidak mendapati penyesalan pada akhirnya dan mereka tidak akan berduka cita. Mereka menyingkir jauh meninggalkan jalan-jalan yang tidak dilalui oleh orang-orang yang membawa beban berat. Mereka hanya akan mati setelah Jama’ah orang-orang yang dikaruniai makrifat dan  bertakwa menggantikan kedudukannya. Mereka akan mengajak setiap yang bodoh kepada sumber mata airnya dan mereka tidak akan merasa jemu, maka berdatanganlah kepada mereka setiap orang yang mendengar seruannya; kecuali orang-orang yang tuli dan lidah mereka lecet serta terkelupas kulitnya karena menderita sakit dan hati mereka diselubungi oleh kegelapan, maka mereka tidak akan menaruh perhatian. Seperti itulah adat kebiasaan orang-orang kafir yang tidak mau mendengarkan seruan para rasul berlaku, meskipun manakala ada musibah datang mereka berteriak juga. Mereka tidak mengambil peringatan baik dengan suara pelan maupun dengan suara keras sehingga azab menyergap mereka dan mereka tidak menyadari itu. Para nabi berusaha keras supaya Allah menyingkirkan debu-debu mereka agar mereka dapat melihat, maka mereka duduk seperti seorang perempuan yang bercerai, mereka durhaka kepada Tuhan mereka dan mereka berpaling seakan-akan mereka itu tidak tahu. Indera perasa mereka terbang seperti pangkal ekor burung, mereka adalah orang yang buruk akhlaknya dan jelek perkataannya, mereka mencaci dan mencela para nabi, mereka suka memfitnah dan suka mendatangkan kesulitan. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang mencurahkan segala kemampuannya pada jalan Allah. Mereka tidak terburu-buru sekalipun kaki mereka berjalan dengan cepat, mereka menganggap bahwa mereka itu berjalan lambat. Mereka akan memperuntukkan kekuatan-kekuatan itu untuk Allah supaya mereka diterima, maka mereka berusaha mendapatkan kasih sayang Allah dan mereka tidak akan dibiarkan berada dalam kesempitan hidup dan mereka akan kembali dengan membawa keunggulan. Orang hina menganggap mereka itu seperti semak-semak tapi manusia dengan adanya mereka menjadi selamat. Mereka mencari keridhaan Allah dan mereka mengaduh seperti seorang perempuan yang mendekati saat akan melahirkan, maka mereka dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan pengabulan.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah Allah Ta’ala akan menghilangkan sulitnya beban dari mereka dan menjauhkan ketakutan dari dalam hati, maka setiap saat wajah-wajah mereka bercahaya dan tidak ada ketakutan. Mereka akan diberikan akhlak yang tidak akan didapatkan padanannya pada orang lain dan ketika bergaul, mereka akan dikenal mempunyai pergaulan yang baik.  Mereka akan merendah terhadap yang datang berkunjung, meskipun salah seorang dari mereka adalah penjaga biara atau seekor binatang liar seperti keledai liar, seperti itulah merela berperilaku.
Dari antara tanda-tanda mereka bahwasannya mereka itu adalah suatu kaum, apa yang ada pada mereka adalah bagian dari Tuhan mereka. Mereka menyingkir jauh dari bantal; air yang rasa, warna dan baunya sudah berubah yang ada pada mereka terasa seperti air tawar segar pada jalan-jalan Allah. Dunia pada pandangan mata mereka adalah kotoran hewan, yang mencarinya orang yang pengangguran. Atau seperti keturunan bapakku, Ibrahim, untuk mereka dengan meninggalkan dunia justru semakin dekat saat untuk memetiknya dan juga melimpah. Bagi mereka dunia itu seibarat selembar kain alas bantalan menurunkan periuk. Allah menurunkan dengan kain sobekan itu kuali kehidupan mereka, maka kebinasaan tidak akan menyentuh mereka. Ini dari Tuhan mereka dan bagi mereka darinya itu sebagai sebuah rintangan dan pengganggu pikiran. Mereka dengan cepat menuju Allah, dalam mengingat Allah basah mata dan bibirnya. Mereka adalah kaum yang menganggap dunia itu adalah sesuatu yang dibawa semut dengan menggunakan mulutnya dan menyibukkan diri dengan itu adalah suatu kesesatan. Sesungguhnya dunia itu adalah pisau-pisau besar yang akan disembelih dengan pisau itu para pencarinya, yaitu anak-anak kambing. Air dunia itu air yang sedikit dan makanannya adalah tipu daya dan kebinasaan. Perangainya yang menjengkelkan seperti wanita yang suka menolak keinginan suaminya dan bentuknya seperti pohon kurma yang jelek dan kering tidak mau tinggal unta-unta di dalamnya. Permulaannya ketenangan dan akhirnya kesulitan. Tidak akan engkau dapati yang hina seperti dunia. Dunia itu adalah Zaqqum dan kamu tidak akan menganggapnya bunga pohon anggur dan karena itu Ibadur Rahman menghunus pelan-pelan pedang tajam kepadanya. Mereka tidak mengambilnya dengan kedua tangannnya dan mereka tidak mencarinya seperti perahan, mereka menalaknya dengan talak tiga. Mereka tidak serupa dengan tukang fitnah, mereka menyempurnakan perkataannya dan yang sedang dikerjakan, mereka tidak berbangga diri terhadap orang bodoh dalam hal menyampaikan yang sifatnya larangan.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah mereka itu mendapat pengasuhan seperti seorang anak kecil yang diajarai cara makan yang baik. Fitrah mereka sejak lahir dalam keteraturan serupa dengan ikan laut. Bagi mereka ada berkat seperti air hujan apabila ia membasahi. Mereka akan datang apabila kebenaran seperti pohon yang tercabut. Apabila zaman merasa kehilangan mereka, maka seakan-akan zaman telah kehilangan hujan. Apabila banyak fitnah-fitnah dan bala bencana, maka itu adalah harapan-harapan untuk kedatangan mereka dan alasan yang mendasari datangnya nur mereka. Mereka bergegas menuju jalan-jalan Allah seperti mata yang bergerak dengan cepat. Mereka akan menyingkap rahasia manusia seperti perut yang dibelah, terus-menerus diberi nasehat. Kedatangan mereka itu permulaan terbitnya fajar dan kepergian mereka adalah kegelapan. Mereka adalah sumber kegembiraan Syariat dan agama dan merupakan dalil Allah di muka persada bumi. Perkara mereka tersebar cepat seperti kilat apabila bersinar berkilat-kilatan dan seperti samudera apabila bergelombang. Orang-orang yang bernasib baik akan dimunculkan kepada mereka seperti seekor kijang yang dikeluarkan dari sarangnya. Allah menerima mereka sebagai umat yang paling baik tanpa adanya cacat akhlak. Mereka yang mengingkarinya segera akan mengetahuinya ketika nafas sudah di tenggorokan, jika mereka marah pada hari ini seperti api yang baru dinyalakan. Sesungguhnya mereka lebih mengutamakan dunia dan menjadikannya sebagai kiblat dan sandaran hati mereka, mereka condong pada dunia seperti seekor ayam jago yang mengejar betinanya dan ia berjalan menuju betinanya untuk bermain-main dan bersenang-senang dengannya. Mereka melembutkan seperti tali apabila dipintal dengan kuat dan mereka bukan seperti dahan yang lunak bergoyang bahkan seperti makanan apabila ia busuk. Pada mereka tidak ada kebaikan dan mereka menyerupai kutu besar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada para rasul Allah perumpamaan mereka adalah seperti pohon yang baik dalam gunungan pasir di tanah tak berpasir. Merekalah yang akan dijadikan lengan untuk agama yang suci. Mereka berusaha seperti seorang pemuda yang sempurna baik rupa dan akhlaknya pada jalan-jalan Allah karena mereka telah dikupas dan dikuliti kulit manusiawinya dan bunga keimanan yang ada pada mereka berbuah nur Ilahiah. Sesungguhnya mereka itu sebagai biji mata, seiring dengan itu mereka itu bukan seperti orang yang berakhlak buruk dan bukan pula orang-orang yang keberatan untuk meningggalkan dunia, karena itu mereka terbang menuju Allah dan tidak berlari seperti yang lari sambil membawa beban berat. Mereka mengosongkan dan membersihkan batin mereka dan tidak akan meninggalkan sekecil apa pun dari dunia ini. Mereka mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan untuk akhirat dan dan untuknya mereka berjuang mencurahkan segala kemampuannya. Mereka akan dianugerahi mutiara makrifat-makrifat dan akan menelan yang paling lembut sehingga orang yang paling bodoh dan lemah mengira bahwa mereka itu telah menyimpang. Engkau akan melihat wajah-wajah mereka seperti dahan yang bergoyang halus dan lembut, sempitnya kehidupan tidak menjadikannya beban karena mereka telah mengenal Tuhan mereka dan mereka tidak pernah berputus harapan. Bagi mereka kehormatan ada pada langit, maka mereka yang mengoyak kehormatan mereka dan menumpahkan darah mereka, Allah akan mengajak berperang dengan mereka, mereka akan dicengkeram dan akan dibinasakan. Tuli, bisu, buta dan karena kerasnya penentangan itu mereka menjadi berduka.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah mereka itu adalah kaum yang mana apa yang terdapat di telaganya tidak mengalami kekeruhan, setiap saat mereka akan diberikan air yang mengalir mata airnya. Mereka tidak mengetahui apa itu Handhaj, air yang kental, berlumpur dan bertanah. Air  tawar yang segar akan ditembuskan secara terus menerus bagi mereka dari Tuhan semesta alam. Tuhan mereka akan memberinya seorang penjaga, maka mereka akan mendapat perlindungan dari padang pasir dan apa yang ada di dalamnya termasuk dari antara orang yang menggembalakan. Tempat air bagi jiwanya dipenuhi dengan nur dan pemahaman, dan apa-apa yang tersembunyi dari antara orang-orang yang terhijab akan nampak kepada mereka, itu dikarenakan mereka telah menyerahkan diri mereka tunduk kepada Allah seperti seekor sapi jantan yang akan disembelih dan mereka menyerahkan kematian mereka atau mereka akan menjadi orang-orang yang menunggu, dikarenakan harta benda, kehormatan, diri yang mereka punya, mereka belanjakan demi Allah. Mereka itu tidak akan menjadi seperti seorang laki-laki yang kikir kedua tangannya, mereka akan memberikan buah seperti potongan dahan yang halus, lunak dan lembut, maka orang-orang miskin bergerombol mengelilingi mereka. Mereka akan dianugerahi rezeki dari Allah yang menjadi sahabat para salihin tanpa harus bekerja keras, terus-menerus mendesak memohon dengan segala daya upaya.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa Allah menciptakan dalam diri mereka itu rasa haus akan makrifat yang sempurna. Dada mereka dibelah, dikeluarkan dari padanya segala macam kejahatan insaniah. Mereka telah diisi penuh kecintaan kepada Allah, diri mereka rela disembelih bagi-Nya seibarat sekawanan unta. Mereka mengepak perbekalan takwa dan setiap saat akan menafkahkan sesuai kebutuhan. Mereka akan menghindarkan diri dari orang jahat. Mereka akan mencegah keburukan dengan berbuat kebajikan. Mereka hidup seperti seseorang yang berambut kusut dan berdebu[4] dengan maksud merendahkan diri kepada Allah. Mereka mematangkan perjalanan mereka sebagaimana roti yang dipanggang dalam bara api. Mereka hidup seperti orang yang hidup sendirian, tidak mempunyai saudara dan anak, tapi banyak saudara dan keturunan. Mereka akan seperti tanah yang dapat menumbuhkan dengan cepat, mereka akan menjalankan perintah-perintah Tuhan. Mereka tidak memperdulikan kebodohan orang-orang zalim dan mereka tidak akan pernah meninggalkan bagian terkecil apa pun dari jalan-jalan yang dipilihnya sekalipun menghadapi ancaman-ancaman. Mereka menghiasi rumah hati mereka karena Allah, seperti seorang perempuan yang cakap mengatur rumah tangganya. Dan mereka berdiri bagi Allah menyambut dengan gembira serta berpegang kepada apa-apa yang telah Allah diberikan.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah bahwa sesungguhnya engkau akan melihat adanya hal-hal yang ajaib dari mereka, jika kamu bergaul dengan mereka sebentar saja. Kamu akan dapati mereka itu seperti unta yang besar saluran air susunya ketika berlimpah air susu. Perkataan mereka mencuci hati dan ucapan mereka merasuk ke dalam jiwa. Mereka dipakaikan pakaian takwa dengan izin Allah Yang Maha Pemurah. Keratan daging syahwat yang berlebih akan dipotong besar-besar dan segala apa yang dikumpulkan dari kedurhakaan akan dihapuskan. Berapa banyak orang buta yang mengikuti hawa nafsu mereka dapat melihat lagi, mereka diperbaiki akhlaknya dengan perantaraan mereka, maka tiba-tiba mereka menjadi ahli takwa dan ahli makrifat. Maka celakalah mereka yang menertawakan mereka seperti seorang perempuan yang meneriaki suaminya karena tidak suka kepadanya, mereka tidak tahu bahwa dengan talak mereka menjadi binasa. Sesungguhnya Allah menggantungkan najat manusia dengan kecintaan dan perhatian mereka,  maka celakalah siapa saja yang memutuskan ikatan dari antara mereka karena meninggalkan kaum yang memelihara diri. Kemalangan itu tidak akan menimpa kecuali kepada seorang laki-laki yang pada tabiatnya itu penuh kemalasan, seiring dengan itu ceroboh dan sombong. Mereka bukanlah dari antara orang-orang yang takut kepada Allah dan bertadabbur. Segalanya itu lahir dari kotoran dunia, maka celakalah bagi mereka yang berbelok datang ke arahnya. Mereka berusaha untuk menyakiti keluarga Allah dengan mencela dan mencemooh, mereka mengira bahwa mereka itu sedang berbuat kebajikan. Siapakah dari  anak-anak zaman pada saat ini yang paling aniaya. Yaitu siapa saja orang yang menghalang-halangi dengan maksud untuk menyakitiku dan dia adalah orang jahat lagi suka melirik dengan pandangan penuh marah dan kesombongan seperti setan, menakut-nakutiku dengan gemelutuk dan desisannya seperti ular. Demi Allah! Sesungguhnya aku adalah orang yang mendapat pembelaan Tuhan Yang Maha Pengasih, siapa pun yang hendak memotong aku, maka dia akan terpotong di hadapan Zat Yang Membuat Perhitungan. Sesungguhnya aku adalah biji mata indah-Nya dan dengan berada di Hadirat-Nya, para rasul tidak akan merasa gentar. Kejahatan akan kembali kepada pelakunya andai saja mereka tahu.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah bahwa mereka tidak akan menjadi Pembantah, malahan mereka akan berdiri di medan perang dan tidak akan sama dengan seorang pengecut. Mereka akan mendatangi manusia seperti seekor lalat anjing yang berdengung untuk melindungi orang yang takut serigala dan mereka akan kembali dengan membawa makrifat-makrifat seperti seseorang yang menanggung serangan keras yang membuatnya kesakitan demi umat. Mereka tidak akan merasa puas dengan kerja keras dirinya, mereka khawatir akan robohnya bangunan agama dan hari kejatuhannya. Mereka akan mencari yang akan menjadi ahli waris Allah. Mereka mendapatinya seperti anak unta berumur satu tahun, mereka akan memecahnya menjadi potongan-potongan demi mencari ridha Tuhan semesta alam. Mereka tulus murni mencintai Tuhannya, tidak mencampur-baurkannya, mereka tidak akan meninggalkan dan menjauhi Tuhan. Kecintaan terhadap Tuhan melekat di kalbu mereka, mereka menjalin diri mereka dengan Kekasihnya. Mereka tidak akan membuat orang-orang marah, mereka memelihara lidahnya dengan baik, dan sekiranya dari antara mereka terlanjur lebih dahulu membuat marah, maka dengan lemah lembut mereka memperbaiki kesalahannya. Mereka berkata seperti seorang yang cerdik, pandai dan cakap berbicara. Perkataan-perkataannya dibuat fasih berkat karunia Tuhan. Mereka menyerakkan hartanya kepada orang-orang faqir. Mereka bertarung sebagai seorang yang sangat pemberani di medan ujian. Tidak akan kamu lihat pada wajahnya rona kemarahan ketika marah. Kamu akan dapati mereka seperti gugusan-gugusan bintang yang baru terbit mengarahkan perhatiannya kepada Tuhannya ketika kesusahan. Di atas leher mereka terdapat tali kecintaan Allah tapi bukan seperti urat syaraf. Yang akan menyerang  mereka hanyalah dia yang seperti seorang perempuan lancang yang tidak punya rasa malu. Tidak akan ada yang menyakiti mereka melainkan sang mucikari yang bernasib sangat malang. Mereka mempunyai tekad yang teguh luar biasa, jika menghendaki suatu urusan, mereka ambil keputusan itu. Apabila mereka memerangi ular, mereka membunuhnya. Siapa saja yang datang kepada mereka untuk meminta minum kapan saja suka, maka dia akan diberi minum sepuasnya dari air mereka dan ia akan dijauhkan dari segala jenis syubhat. Masa untuk memberi minum sudah dekat, maka selamat sejahtera bagi para pencari yang bertakwa. Tidakkah kamu melihat bahwa zaman telah mengalami kerusakan, dipenuhi dengan ular, temboknya itu mendekati keambrukan, penyakit-penyakit tersiar mewabah dan jiwa-jiwa disia-siakan, kematian-kematian mendatangi dengan segera. Zaman sudah akhir dan aku berada pada awal ribuan ke-tujuh pada saat ini. Dan seperti demikian itu pula para nabi bersabda, Hai para tukang fitnah. Sampai kapan kalian itu akan mendustakan dan tidak takut terhadap Yang Maha Menghisab?
Dari antara tanda-tandanya itu adalah bahwa mereka itu mencari surga menghendaki pertemuan dengan Tuhan, bukan daging burung, bukan pula mata sapi. Engkau akan dapati yang nampak pada mereka itu adalah kemurahan tangan untuk bergegas melaksanakan perintah-perintah Tuhan dunia dan akhirat. Mereka mengeluarkan sumbatan yang menudungi tabiat manusia. Dengan kebenaran mereka, mereka telah membuka sumbatan mengenai keyakinan kepada Tuhan. Itu karena Allah telah mencabut atas mereka kuda Tajalliyat, maka mereka merobohkan bangunan yang ada pada mereka dan tidak tertinggal lagi ular nafsu, mereka masuk pada perlindungan Allah dari ular-ular. Mereka memasuki taman dan wajah mereka bercahaya seperti kilat apabila ia berkilau. Mereka mendapati muka para ahli dunia adalah muka yang hitam, maka segera mereka melakukan pemutihan. Mereka bangkit untuk mengadakan perbaikan pada mereka sebagaimana seekor ayam betina mengeluarkan tahi atas telurnya. Mereka akan menolong setiap orang yang meminta pertolongan sekalipun dia bersin, tapi tidak kepada mereka yang setan bertelur dan menetaskan telurnya pada mereka. Kaum arif billah tidak akan mendustakan mereka kecuali yang bersumpah palsu, menyingkirkan dan mencukur habis perhiasan takwa. Yang memusuhi mereka itu tiada lain hanyalah seperti seorang perempuan yang tidak dapat menutup rapat mulutnya. Serangan wanita yang dari mulutnya keluar kata-kata keji dan kotor tidak akan mendatangkan kerugian kepada mereka. Kedua tangan mereka pecah-pecah ketika menghadapinya. Mereka akan berlari dari medan pertarungan seperti musang-musang. Akan engkau dapati keterangan sayid-sayid ini seperti minuman susu kental lagi dingin yang mengikat hati, menjauhkan dari dosa-dosa. Allah akan menyingkirkan dari mereka yang busuk dan yang palsu pada perkara mereka dan akan menjadikan mereka seperti hadiah kepada orang-orang tercinta dan saudara-saudara mereka. Gelapnya penglihatan, sakitnya orang yang takabur dan orang yang setia kepada bisikan-bisikan setan akan dijauhkan dari mereka. Yang akan berpaling dari mereka adalah orang yang kurang akal dan yang akan menerima mereka hanyalah orang yang bertakwa yang sulit dimengerti. Rumah mereka diharamkan terhadap orang-orang fasik yang dengan sengaja berupaya melakukan kejahatan, mereka suka dengan lumut di air dan mereka menjauh dari mata air yang mengalir.
Dari antara tanda-tanda mereka adalah mereka akan memotong dunia seperti tali anyaman dan untuk urusan agama mereka akan mengambilnya sekuat-kuatnya. Mereka akan mengambil manfaat dari kesenangan-kesenangan dunia seperti apa-apa yang dibawa seekor semut dengan menggunakan mulutnya, dan dari takwa mereka akan menyapu bersih. Mereka akan membuat dirinya lurus seperti seorang pembuat panah yang sedang meluruskan panahnya. Segala keinginan yang ada pada mereka akan dimusnahkan dan yang tersisa adalah keinginan Tuhan sebagai pangkalnya, dan kepada pangkal atau pokok itu mereka berpegang teguh. Mereka akan mengutamakan Tuhan pada setiap jalan dan tidak akan memperdulikan hiruk pikuk orang-orang bodoh dan tidak akan memperhatikan ‘mereka itu termasuk manusia macam apa?’ dan mereka menyangka nasib mereka seperti tanaman yang dicabut tapi mereka tidak akan takut. Segala yang diajarkan dari Tuhan yang Maha Cinta dan bukan karena jerih payahnya akan mereka ajarkan. Mereka akan diberi minum dari yang Ghaib, mereka akan minum dengan puas. Mereka akan memotong ghairullah dengan mata pisau yang tajam, dan karena Allah mereka masuk ke dalam kelompok yang kesusahan. Iblis tidak bisa menempatkan mereka dalam kesulitan dan dengan nur-nur mereka itu, mereka akan melawannya, maka setan tidak akan mengurangi dari tempat air mereka yang mereka minum dan yang bengis di antara mereka yang akan mereka panggang merasa takut. Tidak akan engkau lihat pada mereka banyak bicara dan cepat juga tidak baik, tapi yang akan engkau lihat adalah ruh dan makrifat. Mereka memerangi keinginan-keinginan nafsu mereka dan terjun dalam peperangan itu. Mereka itu adalah kaum yang cerdik bijaksana dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Mereka meminum minuman apa saja yang ada pada bejana perjalanan, karena mereka telah bersujud di hadapan Tuhan seperti seorang fakir dan juga karena mereka seperti seseorang yang tamak serta mereka tidak akan merasa puas. Mereka lebih memilih yang paling utama dan yang paling lezat. Allah mengeluarkan dan memotong keinginan-keinginan lainnya. Dan Allah memberi taufik kepada mereka dengan menolak yang selainnya dan memperbaiki jalan mereka menuju Allah supaya yang buruk cara jalannya mengetahui bahwa mereka itu  adalah orang-orang benar.
Dari antara keistimewaan mereka adalah mereka akan disucikan dari keburukan-keburukan seperti seorang wanita yang kembali suci dari haidnya. Allah menerima taubat mereka dan mereka ditarik ke arah-Nya. Mereka merobohkan bangunaan nafsu dengan tangan mereka sendiri juga dengan tangan Allah. Mereka melihat Allah dengan mata ruh mereka yang indah dan mereka mensucikan diri mereka dari segala keraguan dan dalam hal ilmu mereka itu sempurna. Bagi mereka ada kedudukan yang sangat dekat dengan para malaikat di sisi Allah karena mereka telah mengadakan perubahan pada diri mereka, mereka berdiri siap membawa beban dan mereka tetap kokoh seperti Hibthun, sebuah gunung. Api kecintaan mereka bersinar, sengatan kalajengking nafsu mereka hilang dan mata pedang mereka bertambah tajam, maka mereka potong segala penghalang. Mereka fana dalam pengkhidmatan kepada Tuhan, maka satu waktu pun tidak akan berlalu kecuali mereka sedang beribadah. Allah mencegah hati mereka dari selain Allah dan meluapkan rasa cinta kepada mereka. Semua bagian terkecil sekali pun yang ada pada mereka tunduk kepada Tuhannya dan kecintaan kepada Tuhan menjadi makanan mereka yang akan diberikan kepada mereka. Mereka meletakkan tangannya di atas makanan mereka supaya tidak diambil oleh selain mereka dan mereka adalah kaum yang dicemburui. Mereka menangis demi Kekasihnya dengan luruhan bulu matanya dan kesedihan-Nya menyakiti hati mereka. Mereka membuat penuh seperti tempat minum yang dipenuhi air karena mengingat-Nya dan demi untuk-Nya sepanjang masa mereka dirundung kegelisahan. Hati mereka menjadi panas seperti batu yang dipanaskan dengan kecintaan Allah, rasa haus mereka kian bertambah karenanya. Bagi mereka ada kedudukan di sisi Allah yang tidak diketahui oleh makhluk, karena itu mereka memandang hina dan mencemarkan mereka.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah bahwa mereka tidak takut terhadap pukulan-pukulan fitnah, mereka akan menyeberangi lautan-lautan bala seperti kapal-kapal yang membelah air. Mereka tidak akan mencampur-baurkan antara yang haq dengan yang batil dan mereka akan memperbaiki sesuatu yang sudah bercampur itu. Mereka akan mencari takwa dan tulus murni [melakukannya] tidak ada satu titik pun [bercampur kepadanya]. Mereka tidak menginginkan satu warna yang merata, mereka mempunyai tanah [yang warnanya hitam] yang tidak akan berpisah dengan hujan derasnya, karena hujan itu mereka menjadikannya hijau. Mereka memiliki tombak yang akan membunuh serigala. Fitrah mereka yang luhur lagi mulia menyerupai pembangkit-pembangkit kobar nyala api, maka kualinya mendidih dengan kecintaan mereka menjadi matang. Dan orang yang datang dan duduk bersama-sama dengan mereka walaupun unta besar dan gemuk yang merasa terbebani dengan kecintaaan terhadap dunia, ia akan masuk kepada lubang jarum dengan berkat kaum yang bertakwa. Dan siapa saja yang termasuk penyembah Thaghut dan ia datang kepada mereka, maka tiba-tiba ia termasuk dari antara mereka yang saleh, tidak berbuat kefasikan. Dan siapa yang takabbur seperti setan dan dengan tiba-tiba mendatangi mereka untuk beriman, lalu ia tunduk dan patuh terhadap perintah Allah dan ia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa. Maka jangan heran, Hai orang yang mendengar! Mereka itu mempunyai  kedudukan yang lebih mulia dari itu, dan bagaimana aku menjelaskannya sedangkan kalian tidak memahaminya.  Mereka itu adalah kaum yang menangis, air mata mereka tercurah lebih banyak dari air yang kamu minum.
Dari antara tanda-tanda mereka itu adalah mereka mengeluarkan sumsum sumber kebaikan dari timbunan amal. Mereka meninggalkan kelebihan air hujan untuk ahli kesesatan, mereka mengambil yang murni dan tidak menyertakan kebakhilan dan mengenai kebenaran mereka akan menyelidikinya. Mereka akan menggerakkan segala sesuatu sehingga apa yang ada di bawahnya akan muncul dan apa yang mereka cari keluar di hadapan mereka. Mereka tidak akan mengingkari satu perkara pun yang diingkari oleh orang-orang bodoh malahan mereka akan membenarkannya. Mereka tidak hidup seperti orang-orang yang bisnis tapi tak bermodal, tapi mereka mengumpulkan kebaikan pasar akhirat dan tidak akan lengah. Mereka tidak akan mendengarkan kegelisahan dan keluh kesah hatinya seperti suara kuali yang mendidih dan dengan tongkat itu akan memukul iblis dan mereka akan menjauh dari segala kotoran, demi Sang Kekasih mereka memperuntukkan itu. Mereka mematahkan gigi geraham ular yang menyesatkan Adam dan memukulnya sampai roboh dengan cemeti yang melukai. Ular itu tidak dapat menghindari mereka dan ia akan lari dari kaum yang melemparinya. Mereka telah menyergapnya seperti seekor singa dan mereka mengharuskan dirinya supaya dapat memusnahkan sumbernya dan menyelamatkan manusia dari kejahatannya dan mereka pun tulus mengerjakan itu. Mereka akan mencabuti bulunya sebagaimana domba jantan yang dibersihkan bulunya supaya dapat dilihat dalam keadaan tak berbulu, lalu dengan mata lembing mereka akan dilempar. Leher mereka tunduk kepada Tuhan mereka dan kepadaNya mereka berserah diri. Mereka adalah kaum yang pandangan mata manusia dibuat kabur dan mereka membuat takjub para malaikat dengan perbuatan yang mereka lakukan. Mereka menaruh daging-daging mereka dalam pola Tuhan, dan Allah memakan habis apa yang terdapat di atas meja. Mereka dimakan dengan semut-semut kecintaan dan mereka fana karena kecintaan yang mereka pilih.



Penulis
Mirza Ghulam Ahmad Qadiani
Tanggal 14 Desember 1903 M  



Diambil dari Ruhani Khazain Volume 20
Tarjamah oleh : Abdul Karim Mun’im   








































[1]الأبدال -- abdaal : adalah Kaumnya orang-orang saleh; karena keberadaan merekalah Allah menegakkan bumi ini. 40 orang berada di Syam (Syiria) dan 30 orang berada di seluruh negeri. Salah seorang dari antara mereka tidak akan meninggal kecuali ada orang lain yang menempati kedudukannya, karena itulah mereka disebut dengan abdaal. 
Ibnu As-Sakiyt berkata : “Orang-orang yang terdepan dalam kesalehan dinamakan abdaal, karena mereka telah menjadi pengganti  orang saleh yang terdahulu. Ia juga mengatakan: “Abdaal adalah para wali dan para hamba (Ibaad ar-Rahman]. Dinamakan seperti itu karena setiap kali salah seorang dari antata mereka meninggal diganti dengan yang lainnya.”
Firman Allah Ta’ala :
$tBur (#qä9£t/ WxƒÏö7s?
“ … mereka tidak merubah janjinya sedikit pun.” [QS al-Ahzab,33:24]. Az-Zujaaj berkata : “Maksudnya mereka meninggal di atas agamanya tanpa merubah [keteguhannya].”
Badal jamaknya abdaal artinya orang mulia; yang terhormat.
 [Lisaan al-‘Arab – Penerjemah].

[2]Arti kata : [ القادسيّةِ ] qaadisiyyah  adalah (1). bagian dari negeri Arab;  disebut demikian karena telah tinggal di tempat itu suatu kaum dari Ahli Qaadis, orang-orang Persia  yang berasal dari penduduk Khurasan; dan (2). al-qaadisiyyah itu adalah doa Nabi Ibrahim untuk tempat itu supaya Nabi kita Saw. dapat menjadikan tempat itu menjadi tempat yang suci dan menjadi tempat orang yang berhaji. (3). Dikatakan juga alqaadisiyyah itu adalah suatu kota yang terletak di antara Kufah dan ‘Udzaib.  [Lisaan al-‘Arab – Penerjemah].
[3]Arti kata : [ دَفَا الْجَرِيْحَ دَفْوًا : أَجْهَزَ عَلَيْهِ ] dafaa - yadfuu  adalah membunuhnya sekali. Dalam Hadis diceritakan : “ Bahwa ada suatu kaum dari Juhainah datang dengan membawa seorang tawanan kepada Nabi Saw, ia gemetar karena kedinginan. Maka Nabi Saw bersabda : ‘Bawa pergi dan bunuhlah ia!’ – yang dimaksud beliau Saw membunuh rasa dinginnya, dan itu bahasa beliau Saw., maka mereka membawanya pergi lalu membunuhnya sekaligus. Sesungguhnya beliau Saw bermaksud ‘maka bunuhlah ia dari rasa dinginnya,’ maka beliau Saw membayar diyat atau tebusan [uang darah] untuknya.”   [Lisaan al-‘Arab]
[4]Maka beberapa orang muklis pilihan mendengar kata-kataku. [Di antaranya] Seorang Faadhil yang mahir dalam ilmu agama, yakni orang yang mencintai kami, Maulwi Hakim Nuruddin. Seringkali  mulutnya mengalirkan Hadits : رُبَّ أشعث أغبر  - “Acapkali ketika seseorang dengan rambut kusut dan muka berdebu ….” Semua hati menjadi tenteram karena perkataanku dan perkataannya. Tapi mereka menyalahkan seorang pemberi ingat dan mereka menganggap lemah binaa`u al-Haul (bangunan ancaman)–nya. Kemudian, aku berdoa atas Sa’dullaah hingga tiga hari dan aku mengharapkan Tuhan yang Maha Mengetahui mematikannya. Lalu diwahyukan kepadaku:
رُبَّ أَشْعَثَ أَغْبَرَ لَوْ أَ قْسَمَ عَلَى اللهِ لأَبَرَّهُ
“Acapkali ketika seseorang dengan rambut kusut dan muka berdebu, jika ia menegaskan sesuatu [atau bersumpah] demi Allah, penegasannya itu pasti akan digenapi oleh-Nya.” [Pen.- dari al-Istifta]
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...