Kamis, 06 Maret 2014

BELLADONNA

BELLADONNA
(Deadly Nightshade)

Profil obat

Nama latin : Atropa Belladonna
Nama suku : Solanaceae
Nama lain : deadly nightshade, common dwale, Atropa Belladonna, solanum furiosum, devil’s cherries, sorcerer’s cherry, witches’ berry
Bagian yang digunakan : daun dan bunga segar

Sejarah dan Kerja Obat

            Pada abad pertengahan digunakan untuk hal-hal yang berbau magis. Kata Atropa berasal dari nama dewa Yunani, Atropus, yang tugasnya mencabut kehidupan seseorang, sedangkan  Bella donna artinya wanita cantik. Sesuai asal namanya, Belladonna digunakan oleh wanita Italia sebagai obat tetes mata untuk melebarkan pupil mata dan membuat mata mereka lebih menarik. Ilmu kedokteran ortodoks menggunakan obat ini untuk spasme, mual dan vertigo.  Hahnemann melakukan proving obat ini pada tahun 1799 dan menggunakannya untuk pengobatan demam skarlet.

Gejala utama (kunci)

Gejala panas, muka merah, demam tinggi. Kesadaran meracau, mengigau (delirium), ingin sesuatu yang asam. Sensitif terhadap cahaya, kebisingan dan pergerakan.

 

Gejala dan Penggunaan

            Belladonna bekerja terhadap semua bagian dari sistem syaraf, menyebabkan  kongesti/bendungan, rasa gelisah yang hebat, gangguan pada panca indra, kedutan, kejang-kejang dan rasa nyeri.   Mempunyai pengaruh yang nyata pada pembuluh darah, kulit, kelenjar, jantung, paru dan otak. Keluhan diakibatkan oleh Belladonna muncul hebat dan tiba-tiba, kemudian berkurang secara tiba-tiba.
  Belladonna selalu berhubungan dengan panas, kulit merah, muka merona, pandangan yang marah, pembuluh darah karotis (pembuluh darah leher) yang berdenyut, kegelisahan mental, semua indra sensitif, delirium, kurang tidur, pergerakan kaku, mulut dan tenggorokan kering, tidak suka air, nyeri syaraf yang datang dan hilang tiba-tiba [Oxytropis].
Belladonna baik untuk segala jenis peradangan organ terutama otak, paru dan hati.  Rasa panas, merah, berdenyut dan rasa membakar pada daerah yang mengalami peradangan. Panas badan sangat tinggi, muncul tiba-tiba dan menurun tiba-tiba pula. Baik untuk panas yang intermiten (hilang timbul), bukan panas yang berkepanjangan dengan suhu naik turun (seperti pada demam tifoid).
Pada Belladonna, proses peradangan juga banyak menyebabkan pembengkakan.  Pada daerah peradangan, proses pembengkakan berlangsung cepat; sangat sensitif terhadap sentuhan; sangat nyeri, disertai perasaan akan meledak, rasa ditusuk-tusuk, rasa terbakar, dan rasa berdenyut di seluruh tubuh. 
  Obat yang sangat baik untuk anak-anak.  Kekakuan epilepsi yang diikuti dengan rasa mual dan muntah.  Untuk scarlet fever  (demam skarlet = penyakit demam menular akibat virus dengan bercak-bercak merah pada kulit diikuti pengelupasan) dan pencegahannya.  Dalam hal ini gunakan potensi 30.  Eksophthalmi goiter  (eksoftalmi goiter = mata yang menonjol secara tidak normal akibat gondok).  Berhubungan dengan gejala-gejala mabuk udara pada penerbang. Diberikan sebagai pencegahan. Belladonna bertanggung jawab atas serangan yang hebat dan tiba-tiba. 
Karakter Belladonna pada membran mukosa (selaput lendir) adalah perasaan menjadi sangat kering.  Rasa kering di hidung, mulut, lidah, tenggorok, dada dan adanya batuk kering dan spasmodic (spasmodik = hilang timbul). 
            Belladonna  cocok dengan karakteristik seseorang yang plethoric, energik, dan intelek.  Penderita yang merasa begitu sakit sehingga harus istirahat di tempat tidur; getaran/goyangan tempat tidur membuat semua keluhannya terasa memburuk. Hal ini adalah gambaran yang khas untuk Belladonna, keluhan dirasakan memburuk akibat goyangan tempat tidur, misalnya karena ada orang yang berjalan di samping tempat tidurnya.
            Belladonna memperlihatkan kondisi spasmodik umum dan iritabilitas keseluruhan konstitusi Belladonna.   Iritabilitas terjadi di semua bagian tubuh terutama di bagian yang memiliki sphincter  (spinkter = otot lingkar yang bekerja menutup liang alami, misalnya sphincter vesicae – otot lingkar di leher kandung kemih yang mengatur pengeluaran air seni), yaitu di leher kandung kemih, mulut vagina, konstriksi rahim.
            Yang terjadi pada setiap keluhan, baik delirium, demam atau nyeri, adalah terkejut.  Terkejut saat tidur rasanya seperti sengatan listrik.  Segera setelah jatuh tertidur, ia merasa sengatan listrik di seluruh tubuh. 
            Bagian-bagian tubuh mudah berdarah, perdarahan dari mata, hidung, tenggorok, laring, dada, kandung kemih, rahim.
Pikiran. – Pasien hidup dalam dunianya sendiri, pikirannya dipenuhi khayalan dan penglihatan-penglihatan (vision), tidak menyadari kenyataan di sekelilingnya.  Dalam keadaan sadar, ia dibuat gila oleh kumpulan kesan penglihatan menurut pendapatnya sendiri dan ilusi khayalannya.  Halusinasi.  Melihat monster dan wajah-wajah yang menakutkan.  Delirium      (meracau).  Imajinasi yang menakutkan.  Mengamuk, marah-marah, menggigit, memukul. Keinginan untuk kabur atau menyembunyikan diri.  Tidak sadar.  Tidak suka berbicara.  Sukar dikendalikan.  Suasana hati meletup-letup, mudah menangis.  Panca indra dalam keadaan waspada dan berubah-ubah. Daya ingat kuat; mengingat hal-hal yang telah lama berlalu, tetapi kadang-kadang terganggu, lupa hal-hal yang akan dilakukan.  Awalnya aktif berbicara, kemudian terdiam. Gelisah dan takut akan bahaya.

Kepala. – Vertigo, badan jatuh ke arah kiri atau ke belakang.  Kepala terasa berat, seperti ada beban sehingga kepala terdorong ke belakang. Peka terhadap sentuhan walau sedikit.  Berdenyut dan panas.  Palpitasi  (jantung berdebar-debar) terasa sampai di kepala dengan nafas berat.  Nyeri dan rasa penuh khususnya di dahi dan di bagian belakang (occiput), dan pelipis.  Sakit kepala akibat aliran lendir (catarrh) yang tertahan.  Tiba-tiba menjerit.  Rasa nyeri bertambah hebat oleh cahaya, bunyi-bunyian, getaran, berbaring, dan sore hari.  Lebih enak dengan dipijat atau setengah duduk.  Menyusupkan kepala di bawah bantal, sambil berguling-guling.  Rambut pecah-pecah, kering, dan mudah lepas.  Nyeri kepala terutama di sebelah kanan dan ketika berbaring; tampak sakit berat, pilek, dll; akibat potong rambut. Darah terkumpul di kepala, kaki dan tangan dingin, kepala panas.

Wajah. – Merah kebiruan, panas, bengkak dan mengkilap.  Gerakan-gerakan kejang pada otot-otot muka.  Bibir atas bengkak.  Neuralgia (nyeri saraf) di wajah dengan kedutan-kedutan ototnya dan muka memerah.

Mata. – Peradangan semua jaringan pada mata, kelopak, dan semua bagian bola mata, dengan rasa nyeri yang hebat.  Ditandai dengan rasa panas, memerah, dan rasa terbakar.  Berdenyut di dalam mata saat berbaring.  Mata serasa bengkak dan menonjol, pandangan menerawang, mata mengkilap, konjungtiva (selaput lendir yang melapisi permukaan dalam kelopak mata) merah; kering, rasa terbakar; photophobia (fotofobia = takut cahaya), terasa memancar di mata. Exophthalmus (eksoftalmus = mata yang menonjol secara tidak normal).  Ilusi penglihatan, kemunculannya mudah dipancing.  Diplopia (penglihatan ganda) , strabismus (mata juling), kelopak mata spastis. Keadaan strabismus yang dimaksud adalah bukan yang muncul bertahap atau karena cacat bawaan, tetapi yang diakibatkan oleh kongesti  pada otak.  Bendungan ini mengakibatkan pupil membesar (dilatasi), kepala berputar dari satu sisi ke sisi yang lain, wajah memerah, karotis berdenyut dan panas tinggi.  Setelah satu dua hari, kedua mata mulai terpengaruh dan menjadi juling.  Perasaan seperti mata setengah tertutup.  Kelopak mata bengkak. 

Telinga. – Nyeri yang menyayat di telinga tengah dan luar, suara-suara mendengung.  Membrana tympani (membran timpani = gendang telinga) menonjol dan hiperemis (kemerahan sebagai gejala awal peradangan).  Kelenjar ludah bengkak.  Peka terhadap suara-suara keras.  Otitis media (radang telinga tengah). Pada peradangan telinga yang menghasilkan nanah, pemakaian Belladonna kurang bermanfaat, karena Belladonna jarang menyebabkan pembentukan nanah. Rasa nyeri menyebabkan delirium.  Anak-anak menjerit dalam tidurnya.  Sakit yang berdenyut dan memukul-mukul di dalam telinga, seirama dengan denyut jantung.  Hematoma (memar) di telinga.  Autophoni.  Mendengar suara sendiri dalam telinganya. Kondisi akut dan subakut dari tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga dengan mulut) kering.  Membran mukosa (selaput lendir) sepanjang telinga sampai tuba Eustachii .
Hidung. – Bau-bau khayalan.  Kesemutan di ujung hidung.  Merah dan bengkak.  Mimisan, dengan muka merah.  Coryza (pilek).  Lendir campur darah.  Lendir yang cocok untuk Belladonna adalah lendir mengalir berwarna putih.  Jika lendir kental berwarna kuning kehijauan, maka mungkin lebih tepat memberikan Merc., Sulphur, atau Pulsatilla.

Mulut. – Mulut kering; lidah kering; lidah bengkak, keras, terasa seperti kulit, sakit, mati rasa, hilang rasa kecap, lemah paralitic (paralitik = kelumpuhan) dan tidak bisa berbicara, gagap .  Lidah yang gemetar adalah salah satu gejala akibat bendungan pada pusat saraf. Setelah panas badan menurun, pasien sangat kelelahan, hampir terjadi kelelahan paralitik, bila tangan diangkat, maka tangan akan gemetar. Tepi lidah merah seperti buah stroberi, papila-papilanya (organ pengecap) tegak. Nyeri berdenyut di gigi.  Bisul di gusi.  Gigi seperti sedang mengasah.  Kehausan.  Sering mengiginkan air, sedikit-sedikit, hanya untuk membasahi mulut, lidah dan tenggoroknya.

Tenggorok. – Kering seperti dikikis.  Bendungan yang tampak meradang [Ginseng]; merah terutama di bagian kanan.  Tonsil membesar sehingga merasa seperti ada benjolan di tenggorok.  Tenggorokan seperti disumbat.  Sukar menelan, meskipun berupa cairan. Nyeri menelan yang sangat. Rasa mengkerut (konstriksi) pada tenggorok yang nyeri terjadi saat menelan cairan atau makanan, dan hal ini memaksa makanan dan cairan naik sampai ke hidung, dan bahkan sampai keluar lewat hidung. 

Lambung. – Dalam keadaan meradang, nyeri, rasa terbakar, rasa ditekan, kembung; sensitif akan getaran, gerakan sedikit pun, dan sentuhan seringan apapun. Nafsu makan hilang.  Tidak suka daging dan susu.  Nyeri yang mengejang di epigastrium (ulu hati).  Seperti mengerut.  Nyeri di lambung menjalar ke tulang punggung.  Rasa mual dan muntah.  Sangat haus akan air dingin. Tidak menyukai makanan cair.  Cegukan yang spasmodik.  Takut minum. Muntah-muntah yang tidak dapat dikendalikan.

Perut. – Bengkak dan panas.  Usus besar transversum (usus besar dengan posisi mendatar) menonjol seperti sumbatan.  Nyeri dan bengkak.  Nyeri seperti digenggam dengan tangan; memburuk akibat tekanan, getaran/goyangan.  Nyeri seperti diiris-diiris.  Seperti ditusuk-tusuk di sebelah kiri perut waktu batuk, bersin atau diraba.  Kolik yang hebat, nyeri perut tajam (kram) yang sangat pada anak-anak.  Wajah merah dan panas; rasa nyeri berkurang hanya dengan melipat badan ke arah depan . Nyeri hebat di daerah ileo-caecal (perut kanan bawah); tidak tahan sentuhan, bahkan yang paling ringan sekalipun, seperti seprai.  Hal-hal tersebut adalah kasus-kasus Belladonna sebagai obat untuk appendicitis (appendisitis = radang usus buntu).

Buang air besar. – Encer, hijau, seperti pada disentri dalam bentuk gumpalan seperti kapur.  Badan gemetar  sewaktu buang air besar.  Mengedan dengan kuat tapi tinja yang keluar sedikit, disertai wajah memerah, kepala panas, anggota badan dingin.  Nyeri seperti disengat di rektum (lanjutan usus besar sampai ke dubur); sphincter ani kontraksi secara spasmodik (hilang timbul), disertai wasir.  Wasir sangat nyeri, sangat merah, bengkak hebat dan meradang, tak dapat disentuh, harus berbaring dengan tungkai meregang jauh, rasa terbakar.  Wasir lebih peka disertai nyeri punggung. 

Air Seni.  – Tidak ada obat lain yang memiliki iritasi kandung kemih bersamaan dengan saluran kemih lebih hebat daripada Belladonna.  Retensi (air seni tertahan di kandung kemih) yang spasmodik.  Infeksi kemih yang akut.  Perasaan seperti ada cacing di dalam kandung kemih.  Air seni sedikit dengan tenesmus (mengejan tanpa hasil); gelap dan keruh, penuh dengan fosfat; bersifat sangat asam.  Daerah kandung kencing peka.  Incontinensia (pengeluaran air seni tidak terkendali).  Sering dan banyak.  Hematuri (air seni berdarah) tanpa penyebab yang jelas, pembesaran prostat.
Saat tidur, penderita bermimpi tentang hal-hal yang menakutkan, sehingga mengompol.

Pria. – Testis (buah zakar) keras dan tertarik ke atas, meradang.  Keringat malam di sekitar alat kelamin.  Aliran dari cairan prostat.  Gairah seks berkurang.

Wanita. – Perasaan tertarik ke bawah seperti semua isi perut akan keluar melalui alat kelamin.  Vagina panas dan kering.  Rasa tarikan di sekitar pinggul.  Nyeri di selangkangan.  Haid bertambah, merah terang, terlalu dini dan banyak. Dismenore (nyeri haid) yang hebat; nyeri seperti mau melahirkan. Nyeri indung telur saat haid, terutama sebelah kanan.  Nyeri seperti diris-iris di antara pinggul, datang dan hilang dengan tiba-tiba.
Payudara meradang dan nyeri, berdenyut-denyut, memerah, yang memancar dari puting susu.  Payudara terasa berat, keras, dan merah. Jika hanya kelenjar mammaria (payudara) yang mengalami peradangan tanpa ada gejala umum, berikan Phytolacca. Tumor-tumor payudara, rasa nyeri memburuk bila berbaring. 
Perdarahan rahim berupa cairan  merah terang, jumlahnya banyak, bercampur dengan bekuan darah, disertai nyeri hebat, adalah karakteristik Belladonna. Gambaran kuat untuk perdarahan dan cairan vagina adalah darah terasa panas; perdarahan yang timbul setelah perawatan sehabis melahirkan, setelah keguguran. Haid dan cairan vagina sangat bau dan panas.

Kehamilan. – Belladonna cocok untuk wanita hamil yang sangat sensitif, yang phletoric. Obat yang sangat baik untuk mengontrol perdarahan yang berhubungan dengan aborsi (keguguran), jika terancam keguguran, sedang keguguran atau setelah keguguran.    Nyeri saat melahirkan : kurang; terhenti, hanya terasa tekanan ringan di kelangkangan; cairan amnion (ketuban) habis; tapi pintu rahim masih kontraksi secara spasmodik.  Plasenta tertahan di dalam rahim, disertai perdarahan hebat yang terasa panas dan cepat membeku. 

Pernafasan. – Mengering di daerah hidung, pharinx (faring = saluran yang terletak antara rongga hidung serta rongga mulut dan kerongkongan), larynx (laring = pangkal tenggorok), dan trachea (trakea = saluran nafas antara pangkal tenggorok dan percabangan kedua cabang tenggorok) .  Batuk menggelitik, pendek-pendek dan kering, memburuk pada malam hari.  Laring terasa nyeri.  Pernafasan tertekan, cepat dan tidak teratur.  Pernafasan Cheyne-Stokes (pernafasan yang semakin dalam kemudian semakin dangkal, lalu terhenti sejenak, bergantian secara teratur). [Cocaine; Opium]  Suara serak dan hilang tidak disertai nyeri.  Batuk dengan nyeri di pingul kiri.  Batuk seperti menggonggong, batuk rejan, dengan rasa sakit di lambung sebelum serangan, disertai batuk darah.  Rasa seperti ditusuk-tusuk di dada saat batuk.  Laring sangat sakit; serasa ada benda asing di dalamnya.   Suara seperti meniup dengan nada tinggi.  Merintih setiap kali bernafas.

Jantung. – Palpitasi ( jantung berdebar-debar) yang keras terasa di kepala, disertai nafas yang berat.  Palpitasi oleh sedikit gerakan badan.  Berdenyut di seluruh badan.  Jantung terasa membesar.  Nadi cepat tapi lemah.
                                                                                                      
Anggota badan.  – Nyeri yang terasa di seluruh anggota badan.  Sendi-sendi membengkak, merah dan mengkilap, disertai gambaran garis-garis merah yang memancar.  Gaya berjalan dengan langkah kaki yang lemah dan tidak stabil.  Nyeri rematik yang berpindah-pindah. Tungkai kaku dan berdenyut-denyut.  Spasme.  Kelumpuhan yang tidak disadari.  Anggota badan terasa dingin.  Kejang-kejang yang datang tiba-tiba, kejang pada setiap otot anggota badan, dan seluruh tubuh.  Pada anak-anak, kejang-kejang terjadi bila ada gangguan di kepala, kongesti (bendungan) pada otak, iritasi otak.

Punggung. – Leher kaku.  Pembengkakan kelenjar leher.  Nyeri di tengkuk seperti mau patah.  Tekanan pada bagian belakang sangat sakit.  Lumbago (nyeri pinggang), disertai nyeri di pinggul dan paha.

Kulit. – Kering dan panas, bengkak, sensitif; bercak-bercak seperti terbakar, licin.  Erupsi (gambaran kelainan kulit) menyerupai skarlatina (gambaran kulit pada demam skarlet), meluas dengan cepat.  Eritem (bercak merah), pustula (bisul) di wajah.  Kelenjar bengkak, merah dan nyeri.  Bisul.  Kemerahan dan kulit yang pucat timbul bergantian.  
Kulit kekuningan akibat kongesti pada hati, dan lendir duodenum (usus 12 jari).  

Demam. – Demam tinggi tanpa ada toxemia (toksemia = racun kuman dalam aliran darah).  Panas yang membakar, menggigit dan mendidih.  Kaki dingin seperti es.  Pembuluh darah yang letaknya superfisial (dekat permukaan kulit) melebar.  Keringat, hanya kering di kepala.  Tidak haus meskipun demam.  Pada permulaan demam keadaan delirium sangat hebat, tapi kemudian hilang saat ia tertidur dalam keadaan kurang nyenyak.

Tidur.  – Gelisah, menjerit, gigi gemelutuk.  Sulit tidur akibat denyutan pembuluh darah. Penuh mimpi.  Terbangun karena mimpi yang menakutkan.  Menjerit-jerit dalam keadaan tidur.  Sukar tidur, meskipun mengantuk.  Terkejut saat menutup mata atau selama tidur seperti orang yang ketakutan.  Tidur dengan tangan di bawah kepala. [Ars.; Plat.]

Modalitas. – Memburuk jika diraba, digoyang, ditarik, pada sore hari dan berbaring.  Membaik dalam keadaan membungkuk (semi-erect).

Antidot terhadap Bell : dalam dosis tinggi : Coffea, Hyosc.; dalam dosis rendah : Camphor., Coffea, Hepar, Hyosc., Opium, Pulsat., Vinum.
Belladonna antidot terhadap: Acon., Cuprum, Ferrum, Hyosc., Mercur., Plumbum.
Pelengkap. Calc.ostr.

Dosis. – 1-30 potensi atau lebih tinggi.  Harus diulang-ulang pada penyakit akut.


                                                -----------###---------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...