BELLADONNA
(Deadly Nightshade)
Profil obat
Nama latin : Atropa Belladonna
Nama suku : Solanaceae
Nama lain : deadly nightshade, common dwale, Atropa
Belladonna, solanum furiosum, devil’s cherries, sorcerer’s cherry, witches’
berry
Bagian yang
digunakan : daun dan bunga segar
Sejarah dan
Kerja Obat
Pada abad pertengahan digunakan untuk hal-hal yang berbau magis. Kata
Atropa berasal dari nama dewa Yunani, Atropus, yang tugasnya mencabut kehidupan
seseorang, sedangkan Bella donna artinya wanita cantik. Sesuai asal namanya, Belladonna digunakan oleh wanita Italia sebagai obat tetes mata untuk
melebarkan pupil mata dan membuat mata mereka lebih menarik. Ilmu kedokteran
ortodoks menggunakan obat ini untuk spasme, mual dan vertigo. Hahnemann melakukan proving obat ini pada
tahun 1799 dan menggunakannya untuk pengobatan demam skarlet.
Gejala
utama (kunci)
Gejala panas, muka merah, demam tinggi. Kesadaran meracau,
mengigau (delirium), ingin sesuatu yang asam. Sensitif terhadap cahaya,
kebisingan dan pergerakan.
Gejala dan
Penggunaan
Belladonna bekerja
terhadap semua bagian dari sistem syaraf, menyebabkan kongesti/bendungan, rasa gelisah yang hebat,
gangguan pada panca indra, kedutan, kejang-kejang dan rasa nyeri. Mempunyai pengaruh yang nyata pada pembuluh
darah, kulit, kelenjar, jantung, paru dan otak. Keluhan diakibatkan oleh
Belladonna muncul hebat dan tiba-tiba, kemudian berkurang secara tiba-tiba.
Belladonna selalu
berhubungan dengan panas, kulit merah, muka merona, pandangan yang marah,
pembuluh darah karotis (pembuluh darah leher) yang berdenyut, kegelisahan
mental, semua indra sensitif, delirium, kurang tidur, pergerakan kaku, mulut
dan tenggorokan kering, tidak suka air, nyeri syaraf yang datang dan hilang
tiba-tiba [Oxytropis].
Belladonna baik untuk segala jenis peradangan organ
terutama otak,
paru dan hati.
Rasa panas, merah, berdenyut dan rasa membakar pada daerah yang
mengalami peradangan. Panas badan sangat tinggi, muncul tiba-tiba dan menurun
tiba-tiba pula. Baik untuk panas yang intermiten (hilang timbul), bukan panas
yang berkepanjangan dengan suhu naik turun (seperti pada demam tifoid).
Pada Belladonna, proses peradangan juga banyak
menyebabkan pembengkakan. Pada daerah
peradangan, proses pembengkakan berlangsung cepat; sangat sensitif terhadap
sentuhan; sangat nyeri, disertai perasaan akan meledak, rasa ditusuk-tusuk,
rasa terbakar, dan rasa berdenyut di seluruh tubuh.
Obat yang sangat
baik untuk anak-anak. Kekakuan epilepsi
yang diikuti dengan rasa mual dan muntah.
Untuk scarlet fever (demam
skarlet = penyakit demam menular akibat virus dengan bercak-bercak merah pada
kulit diikuti pengelupasan) dan pencegahannya.
Dalam hal ini gunakan potensi 30.
Eksophthalmi goiter (eksoftalmi
goiter = mata yang menonjol secara tidak normal akibat gondok). Berhubungan dengan gejala-gejala mabuk udara
pada penerbang. Diberikan sebagai pencegahan. Belladonna bertanggung jawab atas
serangan yang hebat dan tiba-tiba.
Karakter Belladonna pada membran mukosa (selaput lendir)
adalah perasaan menjadi sangat kering.
Rasa kering di hidung, mulut, lidah, tenggorok, dada dan adanya batuk
kering dan spasmodic (spasmodik = hilang timbul).
Belladonna cocok dengan karakteristik seseorang yang
plethoric, energik, dan intelek.
Penderita yang merasa begitu sakit sehingga harus istirahat di tempat
tidur; getaran/goyangan tempat tidur membuat semua keluhannya terasa memburuk.
Hal ini adalah gambaran yang khas untuk Belladonna, keluhan dirasakan memburuk
akibat goyangan tempat tidur, misalnya karena ada orang yang berjalan di
samping tempat tidurnya.
Belladonna memperlihatkan
kondisi spasmodik umum dan iritabilitas keseluruhan konstitusi Belladonna. Iritabilitas terjadi di semua bagian tubuh
terutama di bagian yang memiliki sphincter
(spinkter = otot lingkar yang bekerja menutup liang alami, misalnya
sphincter vesicae – otot lingkar di leher kandung kemih yang mengatur
pengeluaran air seni), yaitu di leher kandung kemih, mulut vagina, konstriksi
rahim.
Yang
terjadi pada setiap keluhan, baik delirium, demam atau nyeri, adalah
terkejut. Terkejut saat tidur rasanya
seperti sengatan listrik. Segera setelah
jatuh tertidur, ia merasa sengatan listrik di seluruh tubuh.
Bagian-bagian
tubuh mudah berdarah, perdarahan dari mata, hidung, tenggorok, laring, dada, kandung
kemih, rahim.
Pikiran. – Pasien hidup dalam
dunianya sendiri, pikirannya dipenuhi khayalan dan penglihatan-penglihatan
(vision), tidak menyadari kenyataan di sekelilingnya. Dalam keadaan sadar, ia dibuat gila oleh
kumpulan kesan penglihatan menurut pendapatnya sendiri dan ilusi khayalannya. Halusinasi.
Melihat monster dan wajah-wajah yang menakutkan. Delirium (meracau). Imajinasi yang menakutkan. Mengamuk, marah-marah, menggigit, memukul.
Keinginan untuk kabur atau menyembunyikan diri.
Tidak sadar. Tidak suka
berbicara. Sukar dikendalikan. Suasana hati meletup-letup, mudah
menangis. Panca indra dalam keadaan
waspada dan berubah-ubah. Daya ingat kuat; mengingat hal-hal yang telah lama
berlalu, tetapi kadang-kadang terganggu, lupa hal-hal yang akan dilakukan. Awalnya aktif berbicara, kemudian terdiam.
Gelisah dan takut akan bahaya.
Kepala. – Vertigo, badan jatuh
ke arah kiri atau ke belakang. Kepala
terasa berat, seperti ada beban sehingga kepala terdorong ke belakang. Peka
terhadap sentuhan walau sedikit.
Berdenyut dan panas.
Palpitasi (jantung
berdebar-debar) terasa sampai di kepala dengan nafas berat. Nyeri dan rasa penuh khususnya di dahi dan di
bagian belakang (occiput), dan pelipis.
Sakit kepala akibat aliran lendir (catarrh) yang tertahan. Tiba-tiba menjerit. Rasa nyeri bertambah hebat oleh cahaya,
bunyi-bunyian, getaran, berbaring, dan sore hari. Lebih enak dengan dipijat atau setengah
duduk. Menyusupkan kepala di bawah
bantal, sambil berguling-guling. Rambut
pecah-pecah, kering, dan mudah lepas.
Nyeri kepala terutama di sebelah kanan dan ketika berbaring; tampak
sakit berat, pilek, dll; akibat potong rambut. Darah terkumpul di kepala, kaki
dan tangan dingin, kepala panas.
Wajah. – Merah kebiruan, panas, bengkak
dan mengkilap. Gerakan-gerakan kejang
pada otot-otot muka. Bibir atas
bengkak. Neuralgia (nyeri saraf) di
wajah dengan kedutan-kedutan ototnya dan muka memerah.
Mata. – Peradangan semua jaringan pada mata, kelopak, dan semua bagian bola
mata, dengan rasa nyeri yang hebat.
Ditandai dengan rasa panas, memerah, dan rasa terbakar. Berdenyut di dalam mata saat berbaring. Mata serasa bengkak dan menonjol, pandangan
menerawang, mata mengkilap, konjungtiva (selaput lendir yang melapisi permukaan
dalam kelopak mata) merah; kering, rasa terbakar; photophobia (fotofobia =
takut cahaya), terasa memancar di mata. Exophthalmus (eksoftalmus = mata yang
menonjol secara tidak normal). Ilusi
penglihatan, kemunculannya mudah dipancing.
Diplopia (penglihatan ganda) , strabismus (mata juling), kelopak mata
spastis. Keadaan strabismus yang dimaksud adalah bukan yang muncul bertahap
atau karena cacat bawaan, tetapi yang diakibatkan oleh kongesti pada otak.
Bendungan ini mengakibatkan pupil membesar (dilatasi), kepala berputar dari
satu sisi ke sisi yang lain, wajah memerah, karotis berdenyut dan panas
tinggi. Setelah satu dua hari, kedua
mata mulai terpengaruh dan menjadi juling.
Perasaan seperti mata setengah tertutup.
Kelopak mata bengkak.
Telinga. – Nyeri yang menyayat
di telinga tengah dan luar, suara-suara mendengung. Membrana tympani (membran timpani = gendang
telinga) menonjol dan hiperemis (kemerahan sebagai gejala awal
peradangan). Kelenjar ludah
bengkak. Peka terhadap suara-suara keras. Otitis media (radang telinga tengah). Pada
peradangan telinga yang menghasilkan nanah, pemakaian Belladonna kurang
bermanfaat, karena Belladonna jarang menyebabkan pembentukan nanah. Rasa nyeri
menyebabkan delirium. Anak-anak menjerit
dalam tidurnya. Sakit yang berdenyut dan
memukul-mukul di dalam telinga, seirama dengan denyut jantung. Hematoma (memar) di telinga. Autophoni.
Mendengar suara sendiri dalam telinganya. Kondisi akut dan subakut dari
tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga dengan mulut) kering. Membran mukosa (selaput lendir) sepanjang
telinga sampai tuba Eustachii .
Hidung. – Bau-bau
khayalan. Kesemutan di ujung
hidung. Merah dan bengkak. Mimisan, dengan muka merah. Coryza (pilek). Lendir campur darah. Lendir yang cocok untuk Belladonna adalah
lendir mengalir berwarna putih. Jika
lendir kental berwarna kuning kehijauan, maka mungkin lebih tepat memberikan
Merc., Sulphur, atau Pulsatilla.
Mulut. – Mulut kering; lidah kering;
lidah bengkak, keras, terasa seperti kulit, sakit, mati rasa, hilang rasa
kecap, lemah paralitic (paralitik = kelumpuhan) dan tidak bisa berbicara, gagap
. Lidah yang gemetar adalah salah satu
gejala akibat bendungan pada pusat saraf. Setelah panas badan menurun, pasien
sangat kelelahan, hampir terjadi kelelahan paralitik, bila tangan diangkat,
maka tangan akan gemetar. Tepi lidah merah seperti buah stroberi,
papila-papilanya (organ pengecap) tegak. Nyeri berdenyut di gigi. Bisul di gusi. Gigi seperti sedang mengasah. Kehausan.
Sering mengiginkan air, sedikit-sedikit, hanya untuk membasahi mulut,
lidah dan tenggoroknya.
Tenggorok. – Kering seperti
dikikis. Bendungan yang tampak meradang
[Ginseng]; merah terutama di bagian kanan.
Tonsil membesar sehingga merasa seperti ada benjolan di tenggorok. Tenggorokan seperti disumbat. Sukar menelan, meskipun berupa cairan. Nyeri
menelan yang sangat. Rasa mengkerut (konstriksi) pada tenggorok yang nyeri
terjadi saat menelan cairan atau makanan, dan hal ini memaksa makanan dan
cairan naik sampai ke hidung, dan bahkan sampai keluar lewat hidung.
Lambung. – Dalam keadaan
meradang, nyeri, rasa terbakar, rasa ditekan, kembung; sensitif akan getaran,
gerakan sedikit pun, dan sentuhan seringan apapun. Nafsu makan hilang. Tidak suka daging dan susu. Nyeri yang mengejang di epigastrium (ulu
hati). Seperti mengerut. Nyeri di lambung menjalar ke tulang
punggung. Rasa mual dan muntah. Sangat haus akan air dingin. Tidak menyukai
makanan cair. Cegukan yang
spasmodik. Takut minum. Muntah-muntah
yang tidak dapat dikendalikan.
Perut. – Bengkak dan panas. Usus besar transversum (usus besar dengan
posisi mendatar) menonjol seperti sumbatan.
Nyeri dan bengkak. Nyeri seperti
digenggam dengan tangan; memburuk akibat tekanan, getaran/goyangan. Nyeri seperti diiris-diiris. Seperti ditusuk-tusuk di sebelah kiri perut
waktu batuk, bersin atau diraba. Kolik
yang hebat, nyeri perut tajam (kram) yang sangat pada anak-anak. Wajah merah dan panas; rasa nyeri berkurang
hanya dengan melipat badan ke arah depan . Nyeri hebat di daerah ileo-caecal
(perut kanan bawah); tidak tahan sentuhan, bahkan yang paling ringan sekalipun,
seperti seprai. Hal-hal tersebut adalah
kasus-kasus Belladonna sebagai obat untuk appendicitis (appendisitis = radang
usus buntu).
Buang air besar. – Encer, hijau,
seperti pada disentri dalam bentuk gumpalan seperti kapur. Badan gemetar
sewaktu buang air besar. Mengedan
dengan kuat tapi tinja yang keluar sedikit, disertai wajah memerah, kepala
panas, anggota badan dingin. Nyeri
seperti disengat di rektum (lanjutan usus besar sampai ke dubur); sphincter ani
kontraksi secara spasmodik (hilang timbul), disertai wasir. Wasir sangat nyeri, sangat merah, bengkak
hebat dan meradang, tak dapat disentuh, harus berbaring dengan tungkai meregang
jauh, rasa terbakar. Wasir lebih peka
disertai nyeri punggung.
Air Seni. – Tidak ada obat lain yang memiliki iritasi
kandung kemih bersamaan dengan saluran kemih lebih hebat daripada
Belladonna. Retensi (air seni tertahan
di kandung kemih) yang spasmodik.
Infeksi kemih yang akut. Perasaan
seperti ada cacing di dalam kandung kemih.
Air seni sedikit dengan tenesmus (mengejan tanpa hasil); gelap dan
keruh, penuh dengan fosfat; bersifat sangat asam. Daerah kandung kencing peka. Incontinensia (pengeluaran air seni tidak
terkendali). Sering dan banyak. Hematuri (air seni berdarah) tanpa penyebab
yang jelas, pembesaran prostat.
Saat
tidur, penderita bermimpi tentang hal-hal yang menakutkan, sehingga mengompol.
Pria. – Testis (buah zakar) keras dan
tertarik ke atas, meradang. Keringat malam
di sekitar alat kelamin. Aliran dari
cairan prostat. Gairah seks berkurang.
Wanita. – Perasaan tertarik ke
bawah seperti semua isi perut akan keluar melalui alat kelamin. Vagina panas dan kering. Rasa tarikan di sekitar pinggul. Nyeri di selangkangan. Haid bertambah, merah terang, terlalu dini
dan banyak. Dismenore (nyeri haid) yang hebat; nyeri seperti mau melahirkan.
Nyeri indung telur saat haid, terutama sebelah kanan. Nyeri seperti diris-iris di antara pinggul,
datang dan hilang dengan tiba-tiba.
Payudara meradang dan
nyeri, berdenyut-denyut, memerah, yang memancar dari puting susu. Payudara terasa berat, keras, dan merah. Jika
hanya kelenjar mammaria (payudara) yang mengalami peradangan tanpa ada gejala
umum, berikan Phytolacca. Tumor-tumor payudara, rasa nyeri memburuk bila
berbaring.
Perdarahan rahim berupa cairan merah terang, jumlahnya banyak, bercampur
dengan bekuan darah, disertai nyeri hebat, adalah karakteristik Belladonna.
Gambaran kuat untuk perdarahan dan cairan vagina adalah darah terasa panas;
perdarahan yang timbul setelah perawatan sehabis melahirkan, setelah keguguran.
Haid dan cairan vagina sangat bau dan panas.
Kehamilan. – Belladonna cocok
untuk wanita hamil yang sangat sensitif, yang phletoric. Obat yang sangat baik untuk
mengontrol perdarahan yang berhubungan dengan aborsi (keguguran), jika terancam
keguguran, sedang keguguran atau setelah keguguran. Nyeri saat melahirkan : kurang; terhenti,
hanya terasa tekanan ringan di kelangkangan; cairan amnion (ketuban) habis;
tapi pintu rahim masih kontraksi secara spasmodik. Plasenta tertahan di dalam rahim, disertai
perdarahan hebat yang terasa panas dan cepat membeku.
Pernafasan. – Mengering di daerah
hidung, pharinx (faring = saluran yang terletak antara rongga hidung serta
rongga mulut dan kerongkongan), larynx (laring = pangkal tenggorok), dan
trachea (trakea = saluran nafas antara pangkal tenggorok dan percabangan kedua
cabang tenggorok) . Batuk menggelitik,
pendek-pendek dan kering, memburuk pada malam hari. Laring terasa nyeri. Pernafasan tertekan, cepat dan tidak
teratur. Pernafasan Cheyne-Stokes
(pernafasan yang semakin dalam kemudian semakin dangkal, lalu terhenti sejenak,
bergantian secara teratur). [Cocaine; Opium]
Suara serak dan hilang tidak disertai nyeri. Batuk dengan nyeri di pingul kiri. Batuk seperti menggonggong, batuk rejan,
dengan rasa sakit di lambung sebelum serangan, disertai batuk darah. Rasa seperti ditusuk-tusuk di dada saat
batuk. Laring sangat sakit; serasa ada
benda asing di dalamnya. Suara seperti
meniup dengan nada tinggi. Merintih
setiap kali bernafas.
Jantung. – Palpitasi ( jantung
berdebar-debar) yang keras terasa di kepala, disertai nafas yang berat. Palpitasi oleh sedikit gerakan badan. Berdenyut di seluruh badan. Jantung terasa membesar. Nadi cepat tapi lemah.
Anggota badan. – Nyeri yang terasa di seluruh anggota
badan. Sendi-sendi membengkak, merah dan
mengkilap, disertai gambaran garis-garis merah yang memancar. Gaya berjalan dengan langkah kaki yang lemah
dan tidak stabil. Nyeri rematik yang
berpindah-pindah. Tungkai kaku dan berdenyut-denyut. Spasme.
Kelumpuhan yang tidak disadari.
Anggota badan terasa dingin.
Kejang-kejang yang datang tiba-tiba, kejang pada setiap otot anggota
badan, dan seluruh tubuh. Pada
anak-anak, kejang-kejang terjadi bila ada gangguan di kepala, kongesti
(bendungan) pada otak, iritasi otak.
Punggung. – Leher kaku. Pembengkakan kelenjar leher. Nyeri di tengkuk seperti mau patah. Tekanan pada bagian belakang sangat sakit. Lumbago (nyeri pinggang), disertai nyeri di
pinggul dan paha.
Kulit. – Kering dan panas, bengkak,
sensitif; bercak-bercak seperti terbakar, licin. Erupsi (gambaran kelainan kulit) menyerupai
skarlatina (gambaran kulit pada demam skarlet), meluas dengan cepat. Eritem (bercak merah), pustula (bisul) di
wajah. Kelenjar bengkak, merah dan
nyeri. Bisul. Kemerahan dan kulit yang pucat timbul
bergantian.
Kulit kekuningan akibat
kongesti pada hati, dan lendir duodenum (usus 12 jari).
Demam. – Demam tinggi tanpa ada toxemia
(toksemia = racun kuman dalam aliran darah).
Panas yang membakar, menggigit dan mendidih. Kaki dingin seperti es. Pembuluh darah yang letaknya superfisial
(dekat permukaan kulit) melebar.
Keringat, hanya kering di kepala.
Tidak haus meskipun demam. Pada
permulaan demam keadaan delirium sangat hebat, tapi kemudian hilang saat ia
tertidur dalam keadaan kurang nyenyak.
Tidur.
– Gelisah, menjerit, gigi gemelutuk.
Sulit tidur akibat denyutan pembuluh darah. Penuh mimpi. Terbangun karena mimpi yang menakutkan. Menjerit-jerit dalam keadaan tidur. Sukar tidur, meskipun mengantuk. Terkejut saat menutup mata atau selama tidur
seperti orang yang ketakutan. Tidur
dengan tangan di bawah kepala. [Ars.; Plat.]
Modalitas. – Memburuk jika diraba,
digoyang, ditarik, pada sore hari dan berbaring. Membaik dalam keadaan membungkuk (semi-erect).
Antidot terhadap Bell : dalam dosis tinggi : Coffea, Hyosc.; dalam dosis rendah : Camphor.,
Coffea, Hepar, Hyosc., Opium, Pulsat., Vinum.
Belladonna antidot
terhadap: Acon., Cuprum, Ferrum, Hyosc., Mercur., Plumbum.
Pelengkap. Calc.ostr.
Dosis. – 1-30 potensi atau lebih
tinggi. Harus diulang-ulang pada
penyakit akut.
-----------###---------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar