NUX
VOMICA
(Poison-nut)
Profil obat
Nama latin : Strychnos
Nux vomica
Nama lain : Poison
nut, Quiker buttons
Bagian yang digunakan :
biji
Asal : tumbuh di daratan
India, Myanmar, Cina, Thailand dan Australia bagian utara
Sejarah
dan kerja obat
Proving dilakukan oleh Hahnemann pada tahun 1805.
Tumbuhan beracun ini
dibawa ke daratan Eropa dari Asia Tenggara pada abad ke 15. Strichnine,
alkaloid toksik dari biji tumbuhan ini merupakan racun yang terkenal sebelum
abad 17. Dokter menemukan efek yang dapat merangsang sistem pencernaan dan
saraf. Nux vomica dalam dosis kecil dapat bekerja sebagai diuretik
(mengeluarkan cairan tubuh), merangsang nafsu makan dan gangguan pencernaan,
tetapi dalam jumlah besar dapat berakibat fatal. Penganut herbalisme di India
menggunakan batang tumbuhan ini untuk mengobati kolera. Di Nepal digunakan
untuk mengatasi problem haid, rabies dan kelumpuhan.
Gejala utama (kunci)
Mudah tersinggung, dapat mengatasi
kritik dari orang lain. Memiliki sifat kepemimpinan dan berambisi. Menginginkan
makanan yang dapat merangsang nafsu makan dan bergizi. Gangguan pada sistem pencernaan, konstipasi
(sembelit) dan sulit tidur.
Gejala dan penggunaan
Merupakan polychrest
terbesar, karena sebagian besar gejalanya serupa dengan gejala penyakit yang paling
umum dan paling sering terjadi. Banyaknya jumlah pasien yang membutuhkan Nux,
adalah karena orang sudah terbiasa menggunakan banyak obat-obatan, tanpa resep
yang tepat. Misalnya
pada pasien yang sudah banyak meminum
obat perangsang (penyegar), tonik penguat tubuh, dan minum anggur, gejala penyakit yang sesungguhnya akan
sulit dinilai. Pada pasien tersebut Nux digunakan untuk menenangkan pasien, dan akan berfungsi
sebagai penawar. Nux akan membentuk suatu kekuatan
penyeimbang dan menghilangkan efek kronis yang terjadi.
Nux adalah remedi yang mujarab untuk banyak keadaan yang
terjadi dalam kehidupan modern. Tipe pasien Nux adalah ramping, kurus,
cepat, aktif, gugup, dan gelisah. Watak yang rajin, tekun, dengan semangat
berapi-api. Ia banyak melakukan pekerjaan yang bersifat mental; mengalami
ketegangan mental dan menjalani kegiatan sehari-hari yang banyak duduk, larut
dalam pekerjaan kantor yang lama, sibuk belajar, sangat tekun dalam bisnis,
dengan segenap perhatian dan kecemasannya. Hidup yang selalu dalam ruangan,
disertai ketegangan mental tersebut membutuhkan perangsang, kopi, minum anggur,
yang
mungkin dalam jumlah berlebihan untuk menguatkan diri. Pasien Nux juga mungkin akan mencari efek menenangkan dari tembakau, atau bahkan obat penenang seperti
opium, dll. Sebagai pelarian lain, saat makan, pasien Nux lebih memilih
makanan yang mewah dan lezat-lezat. Tidur larut malam menjadi kebiasaannya,
yang kemudian disusul dengan keluhan kepala terasa berat, gangguan pencernaan,
dan sifat lekas marah pada keesokan harinya. Karena keluhan
tersebut, ia akan meminum obat-obat pencahar, penguat, atau minum
air mineral, hingga menjadi kebiasaan, yang justru makin menambah
ketegangannya. Kondisi seperti inilah yang akan banyak diringankan dan
ditenangkan oleh Nux. Remedi ini juga berguna untuk mengatasi efek
kebiasaan berlebihan minum teh, kopi, anggur. Pasien seperti ini akan membaik
dalam beberapa hari dengan pemberian Nux; beberapa gejalanya akan
menghilang dan ia menjadi tenang. Karena kerapuhan mental seperti ini lebih
sering terjadi pada pria ketimbang wanita, Nux lebih unggul sebagai obat
untuk kaum pria.
Di seluruh bagian
remedi ini, kita melihat adanya sifat peka yang berlebihan pada pasien, yang
tampak menyolok; tampak pada setiap gejala yang ada. Lekas marah, peka
berlebihan terhadap suara, cahaya, angin yang ringan, terhadap sekelilingnya;
sangat mudah tersinggung sehubungan dengan makanannya; banyak jenis-jenis
makanan yang membuatnya gelisah, makanan yang rasanya keras membuatnya gelisah;
ia menjadi jengkel akibat daging; sangat ingin zat perangsang, sesuatu yang
pedas, pahit, lezat, sesuatu untuk menguatkan dirinya. Peka berlebihan terhadap
obat-obatan.
Keadaan mentalnya
beragam, namun semuanya menunjukkan adanya rasa peka yang berlebihan; lekas
marah, mudah tersinggung, keadaan-keadaan yang sensitif. Mereka tidak pernah
merasa cukup, tidak pernah puas; merasa terganggu oleh sekelilingnya, dan
mereka menjadi lekas marah, hingga ingin merusak barang, ingin membentak. Gerak
hati yang kuat kadang-kadang muncul. Pada wanita muncul gerak hati ingin
melukai suaminya atau melempar anaknya ke dalam api; gerak hati ini bercampur
baur dengan perangai yang bengis, tidak bisa dibantah atau dilawan; jika ada
kursi menghalangi jalannya akan ditendang; jika saat melepas pakaian ada
kancing yang tersangkut, akan dikoyaknya karena ia begitu marah padanya.
(Seperti Nit.ac.) Kegelisahan
yang tidak terkendali; hal ini merupakan suatu kelemahan dan disertai oleh
kelemahan fisik; suatu ketidakseimbangan. Keadaan yang menghasilkan kegelisahan,
sistem saraf, hipersensitif dan sangat mudah terpengaruh, yang Nux akan
berkhasiat meringankan dan menenangkan.
Nux terutama sesuai untuk mengatasi gangguan pencernaan,
bendungan peredaran darah portal, dan mengatasi keadaan hipokondriasis (rasa
takut yang tidak normal akan kesehatan dirinya, merasa dirinya sakit walaupun
sebenarnya sehat) yang ada. Untuk gangguan pencernaan, pasien Nux adalah
penderita dispepsia lama, kurus, lapar, lemah; bungkuk; lebih cepat tua dari
usia sebenarnya; selalu memilih-milih makanan dan hampir tidak mencerna
apa-apa; tidak suka daging, karena membuatnya mual; sangat ingin pedas, sesuatu
yang pahit, tonik. Lambung lemah; rasa nyeri di lambung sesudah makan, mual,
muntah; lambung terasa masuk ke dalam; dirinya menjadi layu dan keriput.
Berbagai rasa
nyeri terutama di perut; nyeri teriris, membuat pasien meringkuk, disertai mual
akibat terlalu banyak makan; nyeri melilit di perut, yang sering menjalar ke
anggota badan tapi lebih sering lagi menjalar ke rektum; nyeri kolik yang
mendorong rasa ingin buang air besar dan berkemih; kolik ginjal, terutama bila
setiap nyeri menyerang ke rektum dan mendorong rasa ingin buang air besar.
Bendungan
peredaran darah, terdapat hambatan pada aliran sistem portal, kongesti (bendungan)
portal; terhambatnya aliran vena hemoroidalis disertai timbulnya wasir;
sembelit disentri; kelumpuhan gerak rektum.
Penuh
kegelisahan, rasa putus asa, dan hipokondriasis; yaitu sedikit saja ada rasa
sakit, dirinya menjadi sangat khawatir menderita penyakit yang parah.
Kejang-kejang
seluruh badan, dalam keadaan sadar; yang memburuk bila disentuh, bergerak.
Remedi ini memiliki gejala kejang yang hebat, hingga badan melengkung kaku
seperti busur (epistotonus); kejang di seluruh otot badan, disertai wajah
menjadi ungu dan kesulitan bernapas akibat gerakan-gerakan; keadaan sadar atau
setengah sadar di saat serangan kejang, merasakan penderitaan yang sangat; yang
memburuk bila terkena angin sedikit saja; gelitik di kaki; dan sentuhan kecil
di tenggorok menyebabkan tercekik.
Pasien Nux mudah kedingingan, menghindari udara terbuka, dll.
Cenderung mudah kena pilek; menderita coryza (pilek). Pilek menetap di
hidung, tenggorok, dada, dan telinga. Hidung tersumbat saat di dalam rumah di
waktu malam; hidung benar-benar tersumbat, terutama bila di udara terbuka,
namun mengucur deras bila di dalam ruangan; cair, keluar lendir seperti air
sepanjang siang. Sensitif terhadap angin semilir; bersin akibat rasa gatal di
hidung. Rasa gatal ini menjalar ke tenggorok dan trakea. Coryza dan asma
timbul setiap kali ada gangguan pencernaan
Nux tampak selalu tidak selaras; dengan tindakan tidak
terduga yang tidak selaras. Karena sering dikendalikan oleh gerak hati untuk
melakukan tindakan yang tidak terpikirkan, merusak, melukai oran lain.
Keadaan lain yang
berlaku pada Nux adalah khasiatnya yang seakan bergerak ke arah yang
berlawanan. Saat sakit perut, biasanya perut akan dengan mudah mengosongkan
isinya. Tetapi pada Nux, terdapat muntah dan nyeri seakan khasiatnya ini
bergerak ke arah yang salah, seakan memaksa perut melebar (bukan menekan isinya
supaya keluar), reaksi kebalikan; muntah, tercekik, dan nyeri; dan sesudah usaha yang lama, akhirnya isi
perut bisa kosong. Pada diare dan disentri, terdapat rasa nyeri yang tidak hilang-hilang,
namun begitu keluar sedikit kotoran, maka rasa nyeri itu akan segera hilang.
Pada kandung kemih juga demikian, penuh dan ada rasa ingin berkemih, namun air
seni hanya keluar menetes, meski sudah mengedan. Reaksi kebalikan dari berbagai
fungsi ini menunjukkan sifat spasmodik (tidak beraturan) pada remedi ini.
Pikiran.--- Sangat mudah merasa terganggu, lekas marah;
sensitif terhadap semua kesan dari luar. Tidak tahan pada suara, bau, sinar,
dll. Buruk, bengis. Tidak ingin disentuh. Waktu terasa berlalu sangat lama.
Bahkan penyakit yang paling ringan sangat mempengaruhinya. Cenderung
menyalahkan orang lain. Cemberut, mencari-cari kesalahan. Ingatan lemah;
tidak mampu membaca atau menghitung, karena kehilangan rangkaian pikiran;
merasa kehilangan akal sehat.
Kepala.--- Sakit kepala di bagian belakang, terasa kuat,
pusing, disertai vertigo (perasaan berputar); otak terasa berputar
melingkar. Sensitif berlebihan. Vertigo, dengan kehilangan kesadaran
sementara. Vertigo di waktu pagi dan sesudah makan malam. Perasaan
mabuk; memburuk, di waktu pagi, sesudah kerja mental, tembakau, alkohol, kopi,
atau akibat berolah raga di udara terbuka. Sakit kepala akibat berkeringat;
minum anggur; keluar malam; akibat jaga malam. Sakit kepala akibat minum kopi
berlebihan. Rasa sakit yang menekan pada ubun-ubun, seakan ditusuk paku;
seperti ada batu menekan. Kulit kepala peka terhadap sentuhan, pada angin,
membaik bila dibungkus hangat. Sakit kepala di dahi, disertai keinginan menekan
kepala pada sesuatu. Sakit kepala kongestif (terasa terbendung), disertai rasa
terbakar, panas, dan wajah bengkak kemerahan, berkaitan dengan wasir. Sakit
kepala bila kena sinar matahari. [Glon.;
Nat.carb.] Terasa teregang dan sakit di dalam, setelah pesta.
Mata.--- Fotofobia (takut cahaya); sangat memburuk di waktu
pagi. Rasa sakit dan kering di sudut mata yang dekat hidung, sudut mata
memerah. Nyeri saraf di bagian bawah mata, dari cabang saraf trigeminal (saraf
otak kelima), disertai mata berair. Atrofi saraf optik (saraf mata), karena kebiasaan
menggunakan zat-zat yang memabukkan. Radang saraf optik. Melemahnya kekuatan
otot-otot penggerak bola mata; yang memburuk akibat zat perangsang dan
tembakau. Kedutan otot di sekitar mata yang menuju ke bagian belakang kepala.
Telinga.--- Rasa gatal di dalam telinga hingga ke tuba Eustachius
(saluran yang menghubungkan telinga dengan mulut). Saluran pendengaran
kering dan sensitif. Otalgia; nyeri koyak, sakit tertusuk-tusuk di telinga;
memburuk waktu pagi di tempat tidur. Hiperesthesia (kepekaan kulit
terhadap rangsang) saraf pendengaran ; suara keras menyakitkan dan membuatnya
marah. Sewaktu menelan, di telinga terasa nyeri yang mendesak keluar.
Hidung.--- Tersumbat, terutama di waktu malam. Pilek dengan
hidung tersumbat, napas berbunyi, setelah terkena udara dingin dan
kering; bertambah buruk, di ruangan hangat. Mudah pilek, angin semilir saja
dapat menyebabkan sakit kepala dan coryza. Bau-bauan cenderung membuat
pingsan, sangat peka terhadap bau-bauan tajam. Coryza; mengucur di waktu
siang, dan waktu dalam ruangan; tersumbat pada waktu malam dan di luar
ruangan; atau bergantian di antara kedua lubang hidung. Coryza yang
timbul setiap kali ada gangguan pencernaan. Setelah pencernaan terganggu, coryza
menjalar ke dada dan timbul asma. Keluar darah dari hidung di pagi hari [Bry.]
Kotoran berbau tajam keluar, namun dengan rasa tersumbat pada hidung.
Mulut.--- Rahang mengatup kuat. Ulkus aphtous
kecil-kecil, di mulut dan tenggorok, berbau busuk, disertai air liur
berdarah. Separuh depan lidah bersih; separuh di pangkal tertutup lapisan
berbulu tebal. Ujung lidah pecah-pecah, berwarna putih atau kuning, disertai
susah bicara. Lidah terasa pahit, masam, busuk di waktu pagi, harus berkumur.
Sakit gigi; memburuk bila kena dingin, kopi atau anggur, membaik dengan minuman
hangat. Sakit gigi menyengat dari gigi yang busuk. Gusi bengkak, putih, dan
berdarah.
Tenggorok.--- Terasa kasar, seperti tergores. Rasa gatal
di tenggorok setelah berjalan-jalan pagi, sensitif terkena angin sedikit yang
menyebabkan gatal di hidung dan bersin, gatal ini menjalar ke tenggorok dan trakea.
Terasa kasar, mengencang, dan tegang. Faring (saluran yang
terletak antara rongga mulut dan kerongkongan) menyempit. Uvula (struktur
yang menggantung di langit-langit) bengkak. Sakit seperti ditusuk-tusuk di
telinga sewaktu menelan.
Lambung.--- Masam, dan mual di pagi hari, sesudah makan. Terasa
berat dan sakit di lambung; memburuk, sewaktu makan atau beberapa saat
sesudahnya. Banyak gas dalam lambung dan
pyrosis (rasa terbakar di ulu hati dan muntah). Sendawa yang
pahit dan asam. Mual dan muntah, dan banyak bersendawa. Cegukan akibat
terlalu banyak makan. Rasa lapar yang sangat, khususnya sehari sebelum mendapat
serangan dispepsia (gangguan pencernaan). Daerah lambung sangat peka bila
ditekan. [Bry.; Ars.] Epigastrium
(ulu hati) menggembung, disertai rasa seperti terganjal batu, dirasakan beberapa
jam sesudah makan. Berkeinginan memakai zat perangsang. Menyukai makanan
berlemak dan cukup terbiasa dengannya. (berlawanan Puls.) Dispepsia
akibat minum kopi yang kental. Sulit bersendawa mengeluarkan gas. Ingin muntah,
tapi tidak bisa.
Perut.--- Sakit memar pada dinding perut. [Apis.; Sulph.] Perut kembung penuh gas, dengan
nyeri kolik yang menyerang sewaktu-waktu. Nyeri kolik akibat membuka selimut.
Hati membesar, disertai rasa tertusuk-tusuk dan nyeri. Kolik, dengan rasa
tertekan ke atas, menyebabkan napas tersengal-sengal, dan rasa ingin buang air
besar. Nyeri kolik ginjal. Nyeri teriris di perut. Lemah pada daerah lingkar
perut. Hernia yang mengalami strangulasi (terjepit). [Op.]
Desakan dari perut bawah ke arah alat kelamin. Hernia umbilikus (tali
pusar) pada bayi.
Buang air besar.--- Konstipasi (sembelit), dengan rasa ingin buang
air besar yang tanpa hasil, tidak tuntas dan tidak memuaskan; terasa
masih ada yang belum keluar. Pengerutan pada rektum. Gerakan peristaltik
yang tidak teratur; karenanya sering timbul dorongan buang air, namun tanpa
hasil, atau hanya keluar sedikit kotoran setiap kali buang air.Tidak
adanya keinginan untuk buang air besar sama sekali, merupakan kontra indikasi
pemberian Nux. Mengalami konstipasi dan diare secara bergantian---
akibat salah-guna obat pencuci perut. Dorongan buang air besar terasa di
sekujur perut. Wasir yang terasa gatal, tidak tampak, disertai dorongan
buang air yang tidak berhasil; sangat sakit; setelah minum obat secara drastis.
Mengalami diare setelah berpesta; memburuk di pagi hari. Keluar kotoran
kecil-kecil dan sering. Kotoran hanya sedikit, dengan banyak mulas. Disentri; dengan
buang air, rasa sakitnya reda untuk sementara. Rasa tidak nyaman yang
terus-menerus di rektum. Diare disertai sakit kuning. [Dig.]
Air Seni.--- Kandung kemih terganggu; akibat otot lingkar (sphincter)
yang sering kejang. Sering buang air kecil; sedikit-sedikit dan sering. Hematuria
(keluar darah di air seni). [Ipe.;
Tereb.] Desakan untuk berkemih tapi tidak keluar, terasa
sewaktu-waktu dan air seni menetes disertai rasa sakit. Nyeri kolik dari ginjal
menjalar ke alat kelamin, disertai keluarnya air seni, menetes. Terutama dari
ginjal kanan. Sewaktu berkemih, terasa gatal di uretra dan sakit di leher
kandung kemih.
Pria.--- Mudah bergairah, ereksi terasa sakit, terutama di
pagi hari. Keluar sperma waktu tidur akibat kehidupan tingkat tinggi. Akibat
buruk dari kegiatan seksual yang berlebihan. Nyeri perih di buah zakar. Orchitis
(radang buah zakar) [Hama.; Puls.]
Spermatorrhea (keluar sperma tanpa orgasme), dengan mimpi-mimpi,
punggung sakit, rasa terbakar di tulang belakang, badan lemah, dan mudah marah.
Perempuan.--- Menstruasi terlalu awal, berlangsung terlalu
lama; selalu tidak teratur. Darah berwarna hitam [Cycl.; Lach.;
Puls.] disertai mudah pingsan. Prolapsus uteri (rahim turun
letaknya). Spasme rahim, kontraksi, disertai keluar bekuan darah. Rasa
terbakar, rasa berat, dan nyeri ditusuk-tusuk di rahim. Dysmenorrhea (nyeri haid),
dengan rasa sakit di tulang sakrum, dan dorongan untuk buang air besar yang
terus-menerus. Nyeri melahirkan yang tidak efisien; meluas ke rektum, dengan
rasa ingin buang air besar dan sering buang air kecil. [Lil.] Hasrat
yang terlalu kuat. Metrorrhagia (perdarahan dari rahim yang banyak, di
luar masa haid), disertai perasaan seakan usus akan berpindah.
Keputihan berbau busuk, meninggalkan noda kuning.
Kehamilan.--- Sewaktu hamil: mual dan muntah di awal kehamilan;
sakit kuning; kolik; napas sesak karena rasa menekan ke atas dari perut. Untuk
tanda-tanda awal akan terjadinya keguguran.
Nyeri melahirkan: spasmodik (hilang
timbul), menimbulkan desakan untuk buang air besar dan berkemih; menyebabkan
pingsan; terasa parah di punggung; sakit terlalu hebat.
Nyeri sesudah melahirkan yang hebat dan melemahkan. Lochia (lokia =
cairan vagina selama masa nifas) sedikit
dan berbau menusuk hidung.
Pernapasan.--- Suara serak akibat catarrh (radang selaput
lendir yang menghasilkan lendir), dengan rasa gatal di tenggorok.
Penyempitan yang terjadi sewaktu-waktu. Asma, disertai rasa penuh di
lambung, di pagi hari atau sesudah makan.
Asma yang mengganggu. Untuk pasien yang mengatakan dirinya asma setiap kali
pencernaannya terganggu. Batuk, dengan sensasi seakan ada sesuatu yang terkoyak
lepas dalam dada. Napas pendek-pendek. Bernapas seperti terimpit.
Batuk pendek-pendek yang kering dan keras; kadang-kadang keluar dahak berdarah.
Batuk menimbulkan letupan sakit kepala dan terasa nyeri memar di daerah ulu
hati.
Punggung.--- Sakit punggung di daerah lumbal (pinggang belakang).
Rasa terbakar di tulang punggung; memburuk sekitar jam 3 sampai 4 pagi. Harus
duduk dulu bila ingin menggulingkan badan di tempat tidur. Nyeri memar di
daerah sebelah bawah skapula (tulang belikat). Duduk terasa sakit.
Anggota badan.--- Lengan dan tangan tidur, mati-rasa, terasa kaku. Paresis
(kehilangan sebagian kekuatan gerak) pada lengan, disertai gerakan
menyentak-nyentak. Tungkai terasa mati-rasa; terasa lumpuh; keram di betis dan
telapak kaki. Kelumpuhan sebagian (partial paralysis), akibat terlalu
memaksakan kekuatan, atau akibat terendam, badan basah kuyup. [Rhus.]
Sendi lutut berbunyi waktu bergerak. Kaki diseret sewaktu berjalan. Perasaan
kehilangan tenaga yang mendadak di lengan dan tungkai di pagi hari.
Tidur.--- Tidak bisa tidur sesudah jam 3 pagi sampai
fajar terbit, bangun dengan rasa tidak enak badan. Mengantuk sesudah
makan dan waktu menjelang sore. Mimpi dipenuhi hal-hal sibuk dan ketergesaan. Membaik
setelah tidur sejenak, kecuali jika dibangunkan. Mendengkur waktu tidur,
saat mengeluarkan napas.
Kulit.--- Badan terasa panas terbakar, terutama di wajah; namun tetap
saja tidak bisa bergerak atau melepas selimut tanpa merasa kedinginan.
Urtikaria (biduran, timbulnya bentol-bentol yang terasa sangat gatal), dengan
rasa kacau di lambung. Jerawat; kulit merah dan berbisul.
Demam.--- Tahap kedinginan terlihat menonjol. Serangan demam
mendahului di pagi hari. Kaku badan yang berlebihan, dengan kuku jari
menjadi kebiruan. Nyeri di lengan dan tungkai serta punggung, disertai
keluhan di lambung. Menggigil, harus diselimuti di setiap tahap demam.
Keluar keringat asam; hanya di satu sisi badan. Menggigil bila selimut
dibuka, namun pasien tidak mau diselimuti. Badan panas kering.
Kecenderungan mengalami jaundice (sakit kuning) dalam setiap tahap
demam. Sklera (bagian putih bola mata) menjadi kuning. Kulit jadi berwarna
kuning.
Modalitas.--- Memburuk, waktu pagi, waktu mengerahkan upaya
mental, sesudah makan, sentuhan, rempah-rempah, zat perangsang, narkotika,
cuaca kering, dingin. Membaik, dengan tidur siang, jika bisa tuntas;
waktu sore, sewaktu istirahat, di cuaca yang lembab, basah [Caust.],
ditekan kuat.
Hubungan dengan remedi lain.--- Biji Nux
mengandung tembaga, perhatikan kecenderungannya untuk menimbulkan kejang otot.
Pelengkap; Sulphur; Sepia.
Bertentangan: Zinc.
Bandingkan dengan: Kali
carb.; Hydr.; Bry.;
Lyc.; Graph.; Strychnia.
Penawar: Coff.; Ignat.;
Cocc.
Dosis.--- Potensi satu hingga tiga puluh serta yang lebih
tinggi. Nux disebut-sebut berkhasiat paling baik bila diberikan pada
sore hari.
----------####----------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar