Kamis, 06 Maret 2014

NUX VOMICA

NUX VOMICA
(Poison-nut)

Profil obat

Nama latin : Strychnos Nux vomica
Nama lain : Poison nut, Quiker buttons
Bagian yang digunakan : biji
Asal : tumbuh di daratan India, Myanmar, Cina, Thailand dan Australia bagian utara

Sejarah dan  kerja obat

Proving dilakukan oleh Hahnemann pada tahun 1805.
Tumbuhan beracun ini dibawa ke daratan Eropa dari Asia Tenggara pada abad ke 15. Strichnine, alkaloid toksik dari biji tumbuhan ini merupakan racun yang terkenal sebelum abad 17. Dokter menemukan efek yang dapat merangsang sistem pencernaan dan saraf. Nux vomica dalam dosis kecil dapat bekerja sebagai diuretik (mengeluarkan cairan tubuh), merangsang nafsu makan dan gangguan pencernaan, tetapi dalam jumlah besar dapat berakibat fatal. Penganut herbalisme di India menggunakan batang tumbuhan ini untuk mengobati kolera. Di Nepal digunakan untuk mengatasi problem haid, rabies dan kelumpuhan.

Gejala utama (kunci)
            Mudah tersinggung, dapat mengatasi kritik dari orang lain. Memiliki sifat kepemimpinan dan berambisi. Menginginkan makanan yang dapat merangsang nafsu makan dan bergizi.  Gangguan pada sistem pencernaan, konstipasi (sembelit) dan sulit tidur.

Gejala dan penggunaan
Merupakan polychrest terbesar, karena sebagian besar gejalanya serupa dengan gejala penyakit yang paling umum dan paling sering terjadi. Banyaknya jumlah pasien yang membutuhkan Nux, adalah karena orang sudah terbiasa menggunakan banyak obat-obatan, tanpa resep yang tepat. Misalnya pada pasien yang sudah banyak meminum obat perangsang (penyegar), tonik penguat tubuh, dan minum anggur, gejala penyakit yang sesungguhnya akan sulit dinilai. Pada pasien tersebut Nux digunakan untuk menenangkan pasien, dan akan berfungsi sebagai penawar. Nux akan membentuk suatu kekuatan penyeimbang dan menghilangkan efek kronis yang terjadi.
Nux adalah remedi yang mujarab untuk banyak keadaan yang terjadi dalam kehidupan modern. Tipe pasien Nux adalah ramping, kurus, cepat, aktif, gugup, dan gelisah. Watak yang rajin, tekun, dengan semangat berapi-api. Ia banyak melakukan pekerjaan yang bersifat mental; mengalami ketegangan mental dan menjalani kegiatan sehari-hari yang banyak duduk, larut dalam pekerjaan kantor yang lama, sibuk belajar, sangat tekun dalam bisnis, dengan segenap perhatian dan kecemasannya. Hidup yang selalu dalam ruangan, disertai ketegangan mental tersebut membutuhkan perangsang, kopi, minum anggur, yang mungkin dalam jumlah berlebihan untuk menguatkan diri.  Pasien Nux juga mungkin akan mencari efek menenangkan dari tembakau, atau bahkan obat penenang seperti opium, dll. Sebagai pelarian lain, saat makan, pasien Nux lebih memilih makanan yang mewah dan lezat-lezat. Tidur larut malam menjadi kebiasaannya, yang kemudian disusul dengan keluhan kepala terasa berat, gangguan pencernaan, dan sifat lekas marah pada keesokan harinya. Karena keluhan tersebut, ia akan meminum obat-obat pencahar, penguat, atau minum air mineral, hingga menjadi kebiasaan, yang justru makin menambah ketegangannya. Kondisi seperti inilah yang akan banyak diringankan dan ditenangkan oleh Nux. Remedi ini juga berguna untuk mengatasi efek kebiasaan berlebihan minum teh, kopi, anggur. Pasien seperti ini akan membaik dalam beberapa hari dengan pemberian Nux; beberapa gejalanya akan menghilang dan ia menjadi tenang. Karena kerapuhan mental seperti ini lebih sering terjadi pada pria ketimbang wanita, Nux lebih unggul sebagai obat untuk kaum pria.
Di seluruh bagian remedi ini, kita melihat adanya sifat peka yang berlebihan pada pasien, yang tampak menyolok; tampak pada setiap gejala yang ada. Lekas marah, peka berlebihan terhadap suara, cahaya, angin yang ringan, terhadap sekelilingnya; sangat mudah tersinggung sehubungan dengan makanannya; banyak jenis-jenis makanan yang membuatnya gelisah, makanan yang rasanya keras membuatnya gelisah; ia menjadi jengkel akibat daging; sangat ingin zat perangsang, sesuatu yang pedas, pahit, lezat, sesuatu untuk menguatkan dirinya. Peka berlebihan terhadap obat-obatan.
Keadaan mentalnya beragam, namun semuanya menunjukkan adanya rasa peka yang berlebihan; lekas marah, mudah tersinggung, keadaan-keadaan yang sensitif. Mereka tidak pernah merasa cukup, tidak pernah puas; merasa terganggu oleh sekelilingnya, dan mereka menjadi lekas marah, hingga ingin merusak barang, ingin membentak. Gerak hati yang kuat kadang-kadang muncul. Pada wanita muncul gerak hati ingin melukai suaminya atau melempar anaknya ke dalam api; gerak hati ini bercampur baur dengan perangai yang bengis, tidak bisa dibantah atau dilawan; jika ada kursi menghalangi jalannya akan ditendang; jika saat melepas pakaian ada kancing yang tersangkut, akan dikoyaknya karena ia begitu marah padanya. (Seperti Nit.ac.)  Kegelisahan yang tidak terkendali; hal ini merupakan suatu kelemahan dan disertai oleh kelemahan fisik; suatu ketidakseimbangan. Keadaan yang menghasilkan kegelisahan, sistem saraf, hipersensitif dan sangat mudah terpengaruh, yang Nux akan berkhasiat meringankan dan menenangkan.
Nux terutama sesuai untuk mengatasi gangguan pencernaan, bendungan peredaran darah portal, dan mengatasi keadaan hipokondriasis (rasa takut yang tidak normal akan kesehatan dirinya, merasa dirinya sakit walaupun sebenarnya sehat) yang ada. Untuk gangguan pencernaan, pasien Nux adalah penderita dispepsia lama, kurus, lapar, lemah; bungkuk; lebih cepat tua dari usia sebenarnya; selalu memilih-milih makanan dan hampir tidak mencerna apa-apa; tidak suka daging, karena membuatnya mual; sangat ingin pedas, sesuatu yang pahit, tonik. Lambung lemah; rasa nyeri di lambung sesudah makan, mual, muntah; lambung terasa masuk ke dalam; dirinya menjadi layu dan keriput.
Berbagai rasa nyeri terutama di perut; nyeri teriris, membuat pasien meringkuk, disertai mual akibat terlalu banyak makan; nyeri melilit di perut, yang sering menjalar ke anggota badan tapi lebih sering lagi menjalar ke rektum; nyeri kolik yang mendorong rasa ingin buang air besar dan berkemih; kolik ginjal, terutama bila setiap nyeri menyerang ke rektum dan mendorong rasa ingin buang air besar.
Bendungan peredaran darah, terdapat hambatan pada aliran sistem portal, kongesti (bendungan) portal; terhambatnya aliran vena hemoroidalis disertai timbulnya wasir; sembelit disentri; kelumpuhan gerak rektum.
Penuh kegelisahan, rasa putus asa, dan hipokondriasis; yaitu sedikit saja ada rasa sakit, dirinya menjadi sangat khawatir menderita penyakit yang parah.
Kejang-kejang seluruh badan, dalam keadaan sadar; yang memburuk bila disentuh, bergerak. Remedi ini memiliki gejala kejang yang hebat, hingga badan melengkung kaku seperti busur (epistotonus); kejang di seluruh otot badan, disertai wajah menjadi ungu dan kesulitan bernapas akibat gerakan-gerakan; keadaan sadar atau setengah sadar di saat serangan kejang, merasakan penderitaan yang sangat; yang memburuk bila terkena angin sedikit saja; gelitik di kaki; dan sentuhan kecil di tenggorok menyebabkan tercekik.
Pasien Nux mudah kedingingan, menghindari udara terbuka, dll. Cenderung mudah kena pilek; menderita coryza (pilek). Pilek menetap di hidung, tenggorok, dada, dan telinga. Hidung tersumbat saat di dalam rumah di waktu malam; hidung benar-benar tersumbat, terutama bila di udara terbuka, namun mengucur deras bila di dalam ruangan; cair, keluar lendir seperti air sepanjang siang. Sensitif terhadap angin semilir; bersin akibat rasa gatal di hidung. Rasa gatal ini menjalar ke tenggorok dan trakea. Coryza dan asma timbul setiap kali ada gangguan pencernaan
Nux tampak selalu tidak selaras; dengan tindakan tidak terduga yang tidak selaras. Karena sering dikendalikan oleh gerak hati untuk melakukan tindakan yang tidak terpikirkan, merusak, melukai oran lain.
Keadaan lain yang berlaku pada Nux adalah khasiatnya yang seakan bergerak ke arah yang berlawanan. Saat sakit perut, biasanya perut akan dengan mudah mengosongkan isinya. Tetapi pada Nux, terdapat muntah dan nyeri seakan khasiatnya ini bergerak ke arah yang salah, seakan memaksa perut melebar (bukan menekan isinya supaya keluar), reaksi kebalikan; muntah, tercekik, dan nyeri;  dan sesudah usaha yang lama, akhirnya isi perut bisa kosong. Pada diare dan disentri, terdapat rasa nyeri yang tidak hilang-hilang, namun begitu keluar sedikit kotoran, maka rasa nyeri itu akan segera hilang. Pada kandung kemih juga demikian, penuh dan ada rasa ingin berkemih, namun air seni hanya keluar menetes, meski sudah mengedan. Reaksi kebalikan dari berbagai fungsi ini menunjukkan sifat spasmodik (tidak beraturan) pada remedi ini.

Pikiran.--- Sangat mudah merasa terganggu, lekas marah; sensitif terhadap semua kesan dari luar. Tidak tahan pada suara, bau, sinar, dll. Buruk, bengis. Tidak ingin disentuh. Waktu terasa berlalu sangat lama. Bahkan penyakit yang paling ringan sangat mempengaruhinya. Cenderung menyalahkan orang lain. Cemberut, mencari-cari kesalahan. Ingatan lemah; tidak mampu membaca atau menghitung, karena kehilangan rangkaian pikiran; merasa kehilangan akal sehat.

Kepala.--- Sakit kepala di bagian belakang, terasa kuat, pusing, disertai vertigo (perasaan berputar); otak terasa berputar melingkar. Sensitif berlebihan. Vertigo, dengan kehilangan kesadaran sementara. Vertigo di waktu pagi dan sesudah makan malam. Perasaan mabuk; memburuk, di waktu pagi, sesudah kerja mental, tembakau, alkohol, kopi, atau akibat berolah raga di udara terbuka. Sakit kepala akibat berkeringat; minum anggur; keluar malam; akibat jaga malam. Sakit kepala akibat minum kopi berlebihan. Rasa sakit yang menekan pada ubun-ubun, seakan ditusuk paku; seperti ada batu menekan. Kulit kepala peka terhadap sentuhan, pada angin, membaik bila dibungkus hangat. Sakit kepala di dahi, disertai keinginan menekan kepala pada sesuatu. Sakit kepala kongestif (terasa terbendung), disertai rasa terbakar, panas, dan wajah bengkak kemerahan, berkaitan dengan wasir. Sakit kepala bila kena sinar matahari. [Glon.;  Nat.carb.] Terasa teregang dan sakit di dalam, setelah pesta.

Mata.--- Fotofobia (takut cahaya); sangat memburuk di waktu pagi. Rasa sakit dan kering di sudut mata yang dekat hidung, sudut mata memerah. Nyeri saraf di bagian bawah mata, dari cabang saraf trigeminal (saraf otak kelima), disertai mata berair. Atrofi saraf optik (saraf mata), karena kebiasaan menggunakan zat-zat yang memabukkan. Radang saraf optik. Melemahnya kekuatan otot-otot penggerak bola mata; yang memburuk akibat zat perangsang dan tembakau. Kedutan otot di sekitar mata yang menuju ke bagian belakang kepala.

Telinga.--- Rasa gatal di dalam telinga hingga ke tuba Eustachius (saluran yang menghubungkan telinga dengan mulut). Saluran pendengaran kering dan sensitif. Otalgia; nyeri koyak, sakit tertusuk-tusuk di telinga; memburuk waktu pagi di tempat tidur. Hiperesthesia (kepekaan kulit terhadap rangsang) saraf pendengaran ; suara keras menyakitkan dan membuatnya marah. Sewaktu menelan, di telinga terasa nyeri yang mendesak keluar.

Hidung.--- Tersumbat, terutama di waktu malam. Pilek dengan hidung tersumbat, napas berbunyi, setelah terkena udara dingin dan kering; bertambah buruk, di ruangan hangat. Mudah pilek, angin semilir saja dapat menyebabkan sakit kepala dan coryza. Bau-bauan cenderung membuat pingsan, sangat peka terhadap bau-bauan tajam. Coryza; mengucur di waktu siang, dan waktu dalam ruangan; tersumbat pada waktu malam dan di luar ruangan; atau bergantian di antara kedua lubang hidung. Coryza yang timbul setiap kali ada gangguan pencernaan. Setelah pencernaan terganggu, coryza menjalar ke dada dan timbul asma. Keluar darah dari hidung di pagi hari [Bry.] Kotoran berbau tajam keluar, namun dengan rasa tersumbat pada hidung.

Mulut.--- Rahang mengatup kuat. Ulkus aphtous kecil-kecil, di mulut dan tenggorok, berbau busuk, disertai air liur berdarah. Separuh depan lidah bersih; separuh di pangkal tertutup lapisan berbulu tebal. Ujung lidah pecah-pecah, berwarna putih atau kuning, disertai susah bicara. Lidah terasa pahit, masam, busuk di waktu pagi, harus berkumur. Sakit gigi; memburuk bila kena dingin, kopi atau anggur, membaik dengan minuman hangat. Sakit gigi menyengat dari gigi yang busuk. Gusi bengkak, putih, dan berdarah.

Tenggorok.--- Terasa kasar, seperti tergores. Rasa gatal di tenggorok setelah berjalan-jalan pagi, sensitif terkena angin sedikit yang menyebabkan gatal di hidung dan bersin, gatal ini menjalar ke tenggorok dan trakea. Terasa kasar, mengencang, dan tegang. Faring (saluran yang terletak antara rongga mulut dan kerongkongan) menyempit. Uvula (struktur yang menggantung di langit-langit) bengkak. Sakit seperti ditusuk-tusuk di telinga sewaktu menelan.

Lambung.--- Masam, dan mual di pagi hari, sesudah makan. Terasa berat dan sakit di lambung; memburuk, sewaktu makan atau beberapa saat sesudahnya. Banyak gas dalam lambung dan  pyrosis (rasa terbakar di ulu hati dan muntah). Sendawa yang pahit dan asam. Mual dan muntah, dan banyak bersendawa. Cegukan akibat terlalu banyak makan. Rasa lapar yang sangat, khususnya sehari sebelum mendapat serangan dispepsia (gangguan pencernaan). Daerah lambung sangat peka bila ditekan. [Bry.;  Ars.] Epigastrium (ulu hati) menggembung, disertai rasa seperti terganjal batu, dirasakan beberapa jam sesudah makan. Berkeinginan memakai zat perangsang. Menyukai makanan berlemak dan cukup terbiasa dengannya. (berlawanan Puls.) Dispepsia akibat minum kopi yang kental. Sulit bersendawa mengeluarkan gas. Ingin muntah, tapi tidak bisa.  

Perut.--- Sakit memar pada dinding perut. [Apis.;  Sulph.] Perut kembung penuh gas, dengan nyeri kolik yang menyerang sewaktu-waktu. Nyeri kolik akibat membuka selimut. Hati membesar, disertai rasa tertusuk-tusuk dan nyeri. Kolik, dengan rasa tertekan ke atas, menyebabkan napas tersengal-sengal, dan rasa ingin buang air besar. Nyeri kolik ginjal. Nyeri teriris di perut. Lemah pada daerah lingkar perut. Hernia yang mengalami strangulasi (terjepit). [Op.] Desakan dari perut bawah ke arah alat kelamin. Hernia umbilikus (tali pusar) pada bayi.

Buang air besar.--- Konstipasi (sembelit), dengan rasa ingin buang air besar yang tanpa hasil, tidak tuntas dan tidak memuaskan; terasa masih ada yang belum keluar. Pengerutan pada rektum. Gerakan peristaltik yang tidak teratur; karenanya sering timbul dorongan buang air, namun tanpa hasil, atau hanya keluar sedikit kotoran setiap kali buang air.Tidak adanya keinginan untuk buang air besar sama sekali, merupakan kontra indikasi pemberian Nux. Mengalami konstipasi dan diare secara bergantian--- akibat salah-guna obat pencuci perut. Dorongan buang air besar terasa di sekujur perut. Wasir yang terasa gatal, tidak tampak, disertai dorongan buang air yang tidak berhasil; sangat sakit; setelah minum obat secara drastis. Mengalami diare setelah berpesta; memburuk di pagi hari. Keluar kotoran kecil-kecil dan sering. Kotoran hanya sedikit, dengan banyak mulas. Disentri; dengan buang air, rasa sakitnya reda untuk sementara. Rasa tidak nyaman yang terus-menerus di rektum. Diare disertai sakit kuning. [Dig.]

Air Seni.--- Kandung kemih terganggu; akibat otot lingkar (sphincter) yang sering kejang. Sering buang air kecil; sedikit-sedikit dan sering. Hematuria (keluar darah di air seni). [Ipe.;  Tereb.] Desakan untuk berkemih tapi tidak keluar, terasa sewaktu-waktu dan air seni menetes disertai rasa sakit. Nyeri kolik dari ginjal menjalar ke alat kelamin, disertai keluarnya air seni, menetes. Terutama dari ginjal kanan. Sewaktu berkemih, terasa gatal di uretra dan sakit di leher kandung kemih.

Pria.--- Mudah bergairah, ereksi terasa sakit, terutama di pagi hari. Keluar sperma waktu tidur akibat kehidupan tingkat tinggi. Akibat buruk dari kegiatan seksual yang berlebihan. Nyeri perih di buah zakar. Orchitis (radang buah zakar) [Hama.;  Puls.] Spermatorrhea (keluar sperma tanpa orgasme), dengan mimpi-mimpi, punggung sakit, rasa terbakar di tulang belakang, badan lemah, dan mudah marah.

Perempuan.--- Menstruasi terlalu awal, berlangsung terlalu lama; selalu tidak teratur. Darah berwarna hitam [Cycl.;  Lach.;  Puls.] disertai mudah pingsan. Prolapsus uteri (rahim turun letaknya). Spasme rahim, kontraksi, disertai keluar bekuan darah. Rasa terbakar, rasa berat, dan nyeri ditusuk-tusuk di rahim.  Dysmenorrhea (nyeri haid), dengan rasa sakit di tulang sakrum, dan dorongan untuk buang air besar yang terus-menerus. Nyeri melahirkan yang tidak efisien; meluas ke rektum, dengan rasa ingin buang air besar dan sering buang air kecil. [Lil.] Hasrat yang terlalu kuat. Metrorrhagia (perdarahan dari rahim yang banyak, di luar masa haid), disertai perasaan seakan usus akan berpindah. Keputihan berbau busuk, meninggalkan noda kuning.

Kehamilan.--- Sewaktu hamil: mual dan muntah di awal kehamilan; sakit kuning; kolik; napas sesak karena rasa menekan ke atas dari perut. Untuk tanda-tanda awal akan terjadinya keguguran.
Nyeri melahirkan: spasmodik (hilang timbul), menimbulkan desakan untuk buang air besar dan berkemih; menyebabkan pingsan; terasa parah di punggung; sakit terlalu hebat.
Nyeri sesudah melahirkan yang hebat dan melemahkan. Lochia (lokia = cairan vagina selama masa nifas)  sedikit dan berbau menusuk hidung. 


Pernapasan.--- Suara serak akibat catarrh (radang selaput lendir yang menghasilkan lendir), dengan rasa gatal di tenggorok. Penyempitan yang terjadi sewaktu-waktu. Asma, disertai rasa penuh di lambung,  di pagi hari atau sesudah makan. Asma yang mengganggu. Untuk pasien yang mengatakan dirinya asma setiap kali pencernaannya terganggu. Batuk, dengan sensasi seakan ada sesuatu yang terkoyak lepas dalam dada. Napas pendek-pendek. Bernapas seperti terimpit. Batuk pendek-pendek yang kering dan keras; kadang-kadang keluar dahak berdarah. Batuk menimbulkan letupan sakit kepala dan terasa nyeri memar di daerah ulu hati.

Punggung.--- Sakit punggung di daerah lumbal (pinggang belakang). Rasa terbakar di tulang punggung; memburuk sekitar jam 3 sampai 4 pagi. Harus duduk dulu bila ingin menggulingkan badan di tempat tidur. Nyeri memar di daerah sebelah bawah skapula (tulang belikat). Duduk terasa sakit.

Anggota badan.--- Lengan dan tangan tidur, mati-rasa, terasa kaku. Paresis (kehilangan sebagian kekuatan gerak) pada lengan, disertai gerakan menyentak-nyentak. Tungkai terasa mati-rasa; terasa lumpuh; keram di betis dan telapak kaki. Kelumpuhan sebagian (partial paralysis), akibat terlalu memaksakan kekuatan, atau akibat terendam, badan basah kuyup. [Rhus.] Sendi lutut berbunyi waktu bergerak. Kaki diseret sewaktu berjalan. Perasaan kehilangan tenaga yang mendadak di lengan dan tungkai di pagi hari.

Tidur.--- Tidak bisa tidur sesudah jam 3 pagi sampai fajar terbit, bangun dengan rasa tidak enak badan. Mengantuk sesudah makan dan waktu menjelang sore. Mimpi dipenuhi hal-hal sibuk dan ketergesaan. Membaik setelah tidur sejenak, kecuali jika dibangunkan. Mendengkur waktu tidur, saat mengeluarkan napas.

Kulit.--- Badan terasa panas terbakar, terutama di wajah; namun tetap saja tidak bisa bergerak atau melepas selimut tanpa merasa kedinginan. Urtikaria (biduran, timbulnya bentol-bentol yang terasa sangat gatal), dengan rasa kacau di lambung. Jerawat; kulit merah dan berbisul.

Demam.--- Tahap kedinginan terlihat menonjol. Serangan demam mendahului di pagi hari. Kaku badan yang berlebihan, dengan kuku jari menjadi kebiruan. Nyeri di lengan dan tungkai serta punggung, disertai keluhan di lambung. Menggigil, harus diselimuti di setiap tahap demam. Keluar keringat asam; hanya di satu sisi badan. Menggigil bila selimut dibuka, namun pasien tidak mau diselimuti. Badan panas kering.
Kecenderungan mengalami jaundice (sakit kuning) dalam setiap tahap demam. Sklera (bagian putih bola mata) menjadi kuning. Kulit jadi berwarna kuning.

Modalitas.--- Memburuk, waktu pagi, waktu mengerahkan upaya mental, sesudah makan, sentuhan, rempah-rempah, zat perangsang, narkotika, cuaca kering, dingin. Membaik, dengan tidur siang, jika bisa tuntas; waktu sore, sewaktu istirahat, di cuaca yang lembab, basah [Caust.], ditekan kuat.

Hubungan dengan remedi lain.--- Biji Nux mengandung tembaga, perhatikan kecenderungannya untuk menimbulkan kejang otot. Pelengkap;  Sulphur;  Sepia.
Bertentangan:  Zinc.
Bandingkan dengan:  Kali carb.;  Hydr.;  Bry.;  Lyc.;  Graph.;  Strychnia.
Penawar:  Coff.;  Ignat.;  Cocc.

Dosis.--- Potensi satu hingga tiga puluh serta yang lebih tinggi. Nux disebut-sebut berkhasiat paling baik bila diberikan pada sore hari.

 
   


                                          ----------####----------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...