Kamis, 06 Maret 2014

CINCHONA OFFICINALIS

CINCHONA OFFICINALIS
(Peruvian Bark --- China)


Profil obat

Nama latin : China officinalis/ cinchona succirubra
Nama suku : Rubiaceae
Nama lain : Peruvian bark, yellow cinchona, calisava bark
Bagian yang digunakan : kulit batang yang kering.

Sejarah dan kerja obat

Berasal dari Peruvian Bark yang dibawa dari Amerika Selatan ke Eropa oleh Jesuits pada abad ke 17. Batang pohon ini sangat bersejarah untuk perkembangan Homeopati, mengingat ekstrak quinine ini merupakan subjek penelitian dan proving Hahnemann yang pertama pada tahun 1790. Ia  mencoba obat tersebut pada dirinya sendiri dan menemukan penyebab timbulnya gejala seperti malaria, yang kemudian digunakan untuk mengobatinya. Ia mengembangkan China sebagai obat pilihan untuk gejala malaria dan kelelahan akibat kehilangan cairan berlebihan terutama pada penyakit-penyakit lama dan menahun.

 

Gejala utama (kunci)

            Gejala kelelahan akibat kehilangan cairan yang berlebihan. Imajinasi berlebihan, sangat menginginkan alkohol dan makanan yang manis dan pedas.

 

Gejala dan Penggunaan

Remedi ini berguna untuk orang  yang  menderita  neuralgia  (nyeri saraf)  dan   anemia akibat penyakit malaria, yang sering menimbulkan perdarahan. Penderita tersebut semakin lama semakin kurus dan lemah (kaheksia).

            Kelemahan akibat pengeluaran cairan yang melelahkan, kehilangan cairan vital, disertai  dengan nyeri saraf adalah keadaan-keadaan  yang membutuhkan obat ini. Timbul nyeri seperti tersayat, terkoyak. Pasien menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan, gerakan dan udara dingin, hingga sering menggigil.
Pasien China  mudah berdarah, perdarahan dari berbagai lubang di tubuh, dari hidung, tenggorok, rahim. Disusul dengan keluhan-keluhan akibat perdarahan tersebut, yaitu cenderung terjadi peradangan  dan kongesti. Peradangan yang terjadi ini umumnya cepat berkembang dan cukup hebat, dapat segera menjadi gangren (jaringan mati yang membusuk). Edema, (pembengkakan karena penumpukan cairan di jaringan) merupakan gejala yang khas pada pasien China. Edema ini timbul setelah perdarahan. Pada keadaan anemi setelah kehilangan darah, timbul gejala edema anasarka (bengkak akibat cairan terkumpul di jaringan bawah kulit dan rongga badan yang terjadi di seluruh tubuh)
Periodisitas adalah yang jelas terlihat.  Yaitu nyeri berulang pada waktu yang sama setiap hari. Demam kambuh secara teratur setiap beberapa hari sekali seperti pada malaria. Nyeri kolik (nyeri melilit yang hilang timbul) yang selalu kambuh setiap malam sekitar jam 12. Perdarahan hidung yang kambuh secara teratur pada saat tertentu. Diare setiap malam. Perburukan gejala yang timbul  diwaktu malam dan setiap usai makan, merupakan bagian sifat periodik ini.
Sensitif terhadap aliran angin, udara dingin.  Jarang diindikasikan pada tahap-tahap awal penyakit akut.  Gout (peradangan sendi akibat endapan asam urat) kronis.  Nyeri pasca operasi, yang perbaikannya lama.
Pikiran.--- Apatis, indiferen (tidak pedulian), tidak penurut, pendiam, sangat sedih.  Ide-ide berdesakan dalam pikiran; menghalangi tidur.  Watak cenderung melukai perasaan orang lain.  Menangis mendadak dan mengguling ke kiri dan ke kanan.

Kepala.--- Rasa seperti tengkorak mau meledak.  Sensasi seperti otak bergoyang kian kemari, dan membentur tengkorak, hingga terasa sangat sakit.  [Sulph.;  Sulph. ac.]  Denyut kuat di kepala dan karotis (pembuluh arteri besar di leher).  Nyeri kepala spasmodik  (hilang timbul) di vertex (puncak kepala), dengan nyeri ikutan, terasa seperti memar di kedua sisi kepala.  Wajah kemerah-merahan sesudah perdarahan, atau kegiatan seksual yang berlebihan, atau kehilangan cairan vital.  Terbebas dari tekanan dan ruangan hangat.  Kulit kepala sensitif; memburuk bila menyisir rambut.  Nyeri-nyeri terasa memburuk di udara terbuka, dari pelipis ke pelipis.  Memburuk terkena  kontak, aliran udara, atau bila melangkah.  Pusing saat berjalan.

Mata.--- Warna biru di seputar mata.  Mata kosong.  Sclera (sklera = bagian putih bola mata) kekuning-kuningan.  Bintik-bintik hitam, ilusi terang menyilaukan mata;  rabun senja pada retina yang anemis.  Bintik-bintik di depan mata. Photophobia (Fotofobia = takut cahaya).  Distorsi (penyimpangan dari bentuk normal) bola mata.  Nyeri saraf cilliar yang intermiten (hilang-timbul tidak menentu).  Tekanan pada mataAmaurosis (kebutaan sebagian atau menyeluruh); lacrimatio (lakrimasi = keluar air mata) seperti mendidih. 

Telinga.--- Suara berdenging di telinga.  Telinga luar sensitif terhadap sentuhan.  Pendengaran sensitif terhadap bising.  Daun telinga merah dan bengkak.

Hidung.--- Berlendir, mudah berdarah, terutama saat bangkit.  Coryza (pilek), bersin-bersin, keluar ingus cair.  Bersin yang kering dan keras.  Keringat dingin seputar hidung.

Wajah.--- Air muka pucat.  Wajah bengkak; merah.

Mulut.--- Sakit gigi; membaik dengan gigi-gigi saling menekan rapat satu sama lain, dan dengan suhu hangat.  Lidah berlapis tebal, kotor;  ujung seperti terbakar, diikuti banyak keluar air liur.  Pengecapan pahit.  Makanan terasa terlalu asin.

Lambung.--- Teraba lunak, dingin.  Memuntahkan makanan yang tidak tercerna.  Pencernaan lambat.  Rasa terhimpit setelah makan.  Rasa tidak enak sesudah minum teh.  Lapar tanpa selera makan.  Cita rasa datar.  Nyeri tusuk yang bersilangan di daerah hipogastrik (bagian perut antara pusar dengan kemaluan).  Tidak cocok dengan susu.  Lapar yang ingin makanan, namun tidak tercerna.  Flatulen (banyak gas dalam perut); bersendawa mengeluarkan cairan pahit atau pun memuntahkan makanan tidak membuatnya membaik; lebih parah bila makan buah.  Cegukan.  Kembung membaik dengan gerakan.

Perut.--- Banyak kolik flatulen (kolik saat buang angin); membaik dengan meringkuk (‘bending double’). Abdomen timpani (perut berbunyi nyaring saat diketuk-ketuk dengan ujung jari).  Rasa sakit di bagian perut di bawah iga kanan.  Nyeri kolik batu empedu. [Triumfetta semitriloba.]  Hati dan limpa bengkak dan membesar.  Jaundice (jaundis = kuning di kulit dan mata).  Dingin di dalam perut dan abdomen. 

Buang air besar.---   Tidak tercerna, berbusa, kuning;  tidak nyeri; memburuk di malam hari, sesudah makan, selama cuaca panas, akibat buah, susu, bir.  Sangat melemahkan, dengan banyak gas dalam perut.  Sulit bahkan saat tinja lunak.  [Alum.; Plat.]

Pria.--- Angan-angan yang menerbitkan gairah dan menyenangkan.  Pengeluaran sperma (emisi) sering, diikuti lemas yang sangat.  Orchitis (radang testis).

Wanita.--- Haid terlalu awal.  Terdapat bekuan darah warna gelap dan distensi  abdomen (abdomen menggembung).  Haid terlalu banyak disertai nyeri.  Birahi terlalu kuat.  Leukorhea (lekore = keputihan) berdarah.  Seperti menggantikan cairan haid yang biasanya.  Rasa penuh yang menyakitkan di pelvis.

Kehamilan--- Aborsi; perut menggembung,  sering bersendawa. Nyeri melahirkan akibat perdarahan, sensitif terhadap sentuhan tangan. Perdarahan dari rahim, suara mendenging di telinga, mudah pingsan,  dingin,  penglihatan hilang; pengeluaran  bekuan darah;  spasme rahim ( kejang/ melilit), badan terasa kesemutan; ingin dikipasi.  Lochia (lokia = cairan vagina selama masa nifas) terlalu lama; nyeri ditarik pada ovarium (indung telur); keluar kotoran berbau busuk dan bernanah.

Pernapasan.--- Influenza, dengan lemas.  Tidak dapat bernapas bila kepala tertunduk.  Napas lambat dan butuh tenaga; terus-menerus tercekik.  Keluar banyak lendir yang mencekik; suara berderak-derik di dalam dada; batuk pendek dan keras setiap habis makan.  Perdarahan dari paru-paru.  Dispnu, nyeri tajam di paru kiri.  Asma; memburuk pada cuaca lembab.

Jantung.--- Denyut lemah dan cepat yang tidak teratur, diikuti dengan denyut yang kuat dan keras.  Serangan seperti tercekik, sinkop (jatuh pingsan); anemi dan dropsy.

Punggung.--- Nyeri tajam dari ginjal ke ginjal, memburuk saat bergerak dan saat malam hari.  Nyeri setajam pisau di sekitar punggung.

Anggota badan --- Nyeri di lengan dan tungkai dan di sendi-sendi, rasanya seperti terkilir; memburuk, pada  sentuhan halus; tekanan yang keras meredakan.  Sensasi seperti ada seutas benang di seputar lengan atau tungkai.  Persendian membengkak; sangat peka, dengan rasa takut pada udara terbuka.  Amat lemah, gemetar, dengan perabaan tumpul.  Tidak suka gerak badan; peka terhadap sentuhan.  Lemas pada sendi-sendi, memburuk, pada pagi hari dan waktu duduk.

Kulit.--- Amat sangat peka pada sentuhan, namun tekanan yang keras justru meredakanRasa dingin, banyak keringat.  Sebelah tangan sedingin es, sebelah lagi hangat.  Anasarka (bengkak akibat cairan terkumpul di jaringan bawah kulit dan rongga badan yang terjadi di seluruh tubuh).  [Ars.;Apis.]  Dermatitis (radang kulit), erysipelas (infeksi kulit berupa kemerahan berbatas tegas yang menjalar dengan cepat, disertai demam). Kelenjar-kelenjar mengeras; timbul ulkus-ulkus seperti ulkus akibat infeksi TB di bawah kulit (‘scrofulous’) serta karies (rusaknya lapisan enamel pada gigi atau tulang).
Tidur.--- Rasa mengantuk.  Stupor (keadaan mental yang tumpul, tidak aktif) yang terus-menerus dan  tidak menyegarkan.  Bangun awal.  Kesulitan tidur yang berlarut-larut.  Mimpi-mimpi yang buruk sekali, mencemaskan, disertai kesadaran yang masih bingung saat bangun, sehingga mimpi itu tidak bisa dilupakan dan rasa takut tetap ada.  Mendengkur, terutama pada anak-anak.

Demam.--- Intermiten, serangan demam kuat mendahuluinya; kambuh setiap minggu.  Setiap tahap demamnya terlihat jelas.  Rasa dingin umumnya sebelum tengah hari, bermula dari dada; rasa haus sebelum rasa dingin itu, sedikit-sedikit dan sering.  Berkeringat malam yang membuat lemah.  Mudah berkeringat oleh karena sedikit saja mengeluarkan tenaga, terutama pada satu bagian-satu bagian.  Hay fever (reaksi alergi terhadap serbuk sari rumput-rumputan, berupa rasa gatal di hidung,bersin, pilek dan keluar air mata), coryza yang berair, sakit di pelipis.

Modalitas.--- Memburuk, pada sentuhan yang halus.  Aliran udara; setiap dua hari sekali; kehilangan cairan vital; di malam hari; sehabis makan; membungkuk.  Membaik, meringkuk (‘bending double’); ditekan keras; udara terbuka; rasa hangat.

Hubungan.--- Antidot: Arn.; Ars.; Nux.; Ipec.
KomplementerFerrum;  Calc. phos

Dosis.--- Tinktur, hingga potensi tiga puluh.





                                          ----------####----------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...