Kamis, 06 Maret 2014

HEPAR SULPHURIS CALCAREUM

HEPAR SULPHURIS CALCAREUM
(Hahnemann’s Calcium Sulphide)

Profil obat

Nama latin : Hepar sulphuris calcareum
Nama lain : crude calcium sulphide, sulphuret of lime
Sumber : Dibuat secara kimiawi dengan cara memanaskan bubuk kerang yang ditumbuk dan dicampur dengan sulfur.
Bagian yang digunakan : calcium sulphide yang masih tercampur

Sejarah dan  kerja obat

Proving oleh Hahnemann pada tahun 1794.
Secara kimiawi Hepar sulph adalah kombinasi Calcarea carbonica dan sulphur, ia mempunyai sifat keduanya, tetapi sebagai obat homeopati sangat berbeda dengan sifat masing-masing remedi tersebut.  Sebelum masa Hahnemann, calsium sulphide sudah digunakan sebagai obat luar untuk gatal, rematik, gout, goiter (gondok) dan pembengkakan kelenjar getah bening. 
Hahnemann menggunakan obat ini sebagai antidot dari efek samping Mercury.

Gejala utama (kunci)
Berperangai bengis, kasar yang meledak-ledak, sangat sensitif. Selalu merasa kedinginan, lendir sangat berbau, nyeri seperti akan pecah. Mengidamkan makanan dan minuman yang asam.

Gejala dan Penggunaan
Untuk konstitusi lymphatic dan scrofulous yang cenderung mengalami lesi-lesi (kerusakan jaringan) kulit dan pembengkakan kelenjar.  Kulit tidak sehat.  Orang-orang berambut pirang dengan karakter yang lambat dan otot-otot yang lemah.  Kepekaan yang besar pada setiap impresi (kesan),  peka terhadap lingkungan dan rasa nyeri. Bagi orang biasa hanya terasa nyeri biasa atau perasaan tidak enak, tetapi dirasakan sebagai penderitaan yang hebat bagi pasien Hepar
Pasien yang berkeringat membungkus diri dalam selimut.  Secara lokal, obat ini memiliki daya ikat khusus pada selaput lendir saluran napas, menghasilkan krup (batuk sesak) dengan catarrh (radang di selaput lendir yang menghasilkan lendir), sekresi yang berlebihan; mudah berkeringat.  Sesudah penyalahgunaan Mercury.  Sinus (rongga dalam tulang) yang terinfeksi, disertai pembentukan nanah.  Kecenderungan terjadi pembentukan nanah adalah hal yang paling jelas terlihat, dan menjadi gejala petunjuk yang kuat dalam praktek.  Lesi-lesi menyebar dengan membentuk papil-papil kecil (bintil-bintil; tonjolan kulit yang padat, kecil, berbatas tegas) di sekeliling lesi yang lama.  Rasa dingin, hipersensitivitas, nyeri tajam yang menyebar,  kebutuhan yang sangat pada sesuatu yang berasa masam dan keras, merupakan hal-hal yang sangat khas ditemui.  Perasaan seperti ada angin bertiup di beberapa bagian badan.  Sisi badan yang ia gunakan untuk berbaring di malam hari perlahan-lahan menjadi sakit yang tidak tertahankan; ia harus membalikkan badan.  Pellagra (gangguan akibat kekurangan niasin, sejenis vitamin B,  sesuai dosis yang dibutuhkan) Sifilis sesudah pengobatan umum yang tidak spesifik. Hepar memberi respon terhadap kebanyakan gejala sifilis.
Pasien Hepar kedinginan, sangat sensitif terhadap cuaca dingin.  Tidak mempunyai ketahanan akan udara dingin; semua keluhan memburuk dalam cuaca dingin.  Nyeri pada Hepar adalah nyeri hebat, disebut sebagai nyeri seperti ditusuk-tusuk/dikoyak oleh tongkat yang tajam. 
 Pengeluaran dari semua bagian tubuh berbau seperti keju yang sudah lama disimpan, seperti lendir dari hidung, cairan ulkus, dahak. 
Hepar mempunyai kemampuan menyebabkan pernanahan di sekitar benda asing.  Contohnya benda asing yang berada di bawah kulit atau di tempat yang tidak diketahui. Atau bila dicurigai masih ada benda asing yang sangat kecil yang tidak dapat ditemukan, karena setelah serpihan benda diambil, masih terjadi proses pernanahan.  Hepar, jika diberikan atas dasar kesesuaian dengan gejala umum pasien, akan mempercepat proses pernanahan dan menyembuhkan.  Silica adalah obat lain yang dapat menyebabkan peradangan dan pernanahan dan mengeluarkan benda asing yang tidak diketahui letaknya.  Dapat dipahami jika lokasi benda asing telah diketahui, sebaiknya diambil tanpa menunggu efek obat. Namun jika terjadi seperti ujung jarum yang patah dan tertinggal di jari sehingga sulit untuk ditemukan tanpa melakukan pembedahan, Hepar dan atau Silica dapat mengeluarkannya. 
Setelah mengetahui sifat kedua obat, yaitu menyebabkan pernanahan di sekitar benda asing, perlu diingat bahwa jika sebuah benda asing misalnya sebuah peluru yang sudah diselimuti jaringan membentuk kista dan pasien mempunyai gejala Hepar atau Silica, pemberian kedua obat mungkin justru membahayakan.  Benda asing tersebut mungkin berada di tempat vital, di sekitar anyaman pembuluh darah, sehingga pernanahan akan berakibat buruk.  Pembentukan tubercle (tuberkel = benjolan kecil, khususnya bulat, dalam jaringan akibat radang spesifik, yaitu oleh bakteri tuberkulosis) mungkin terletak di beberapa tempat yang mudah terjadi pengeluaran nanah, dan aksi kedua obat tersebut mungkin sama dengan yang terjadi pada benda asing.  Dari sinilah pemberian Hepar sering menghilangkan sekumpulan bisul karena di kulit terdapat kumpulan bahan sebasea (lemak) yang akan terjadi pernanahan.  Sulphur juga berefek demikian, oleh karena itu harus berhati-hati dalam pemberian Silica, Sulphur atau Hepar yang terlalu sering atau terlalu tinggi dosisnya, pada pasien yang mempunyai kista tuberkel di paru-paru (pembentukan tuberkel di paru-paru, pada penderita tuberkulosis). Berlawanan dengan kerja Hepar, Calcarea carbonica tidak menyebabkan peradangan di sekitar benda asing dan menyebabkan pernanahan, tetapi justru membentuk lapisan fibrosa (jaringan ikat) di sekitar benda asing.  Ia juga menyebabkan tuberkel mengeras dan menjadi kista.
Pikiran.---  Kesedihan yang mendalam di sore dan malam hari, dengan pikiran-pikiran untuk bunuh diri.  Hal-hal kecil menyebabkan ia jengkel.  Kesal dan sedih.  Garang.  Berbicara tergesa-gesa. Pasien Hepar sulit diajak berteman, cenderung berargumentasi, tidak ada yang dapat menyenangkan hatinya.

Kepala.--- Vertigo (perasaan bahwa sekelilingnya berputar) dan sakit kepala, sewaktu menggelengkan kepala atau berkendaraan.  Kulit kepala peka dan sakit.  Rasa lembab, perih, gatal  dan rasa seperti terbakar.  Keringat dingin di kepala.

Mata.--- Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir) pada kornea.  Iritis (radang pada iris, yaitu selaput warna mata) disertai adanya nanah di kamar anterior mata (ruang antara iris dengan kornea);  purulent conjunctivitis (konjungtivitis purulen = radang konjungtiva yang bernanah), dengan chemosis (kemosis = pembengkakan konjungtiva) yang jelas, sekret yang banyak keluar,  kepekaan yang besar terhadap sentuhan dan udara.  Mata dan kelopak mata merah dan meradang.  Nyeri di mata,  rasanya seperti tertarik ke dalam kepala.  Bola mata nyeri bila disentuh.  Objek terlihat merah dan terlalu besar.  Penglihatan tidak jelas untuk membaca; lapang pandang berkurang hingga setengah.  Lingkaran-lingkaran terang di depan mata. 

Telinga.--- Pengelupasan kulit kecil-kecil pada dan di belakang telinga.  Pengeluaran nanah berbau busuk dari telinga.  Suara berdengung dan berdentam di telinga, dengan kesulitan mendengar.  Tuli sesudah demam scarlet.  Pustul (papil yang berisi nanah) di liang pendengaran dan daun telinga.  Mastoiditis (peradangan rongga mastoid, biasanya berhubungan dengan infeksi  telinga tengah) .

Hidung.--- Sakit, luka-luka.  Rasa sakit di lubang hidung, dengan lendir yang mengganggu.  Bersin setiap kali ia pergi ke tempat berangin kering dan dingin, disertai keluar cairan dari hidung, yang kemudian mengental, berbau tajam.  Hidung tersumbat setiap kali ia pergi ke udara dingin.  Berbau seperti keju yang sudah lama disimpan.  Hay-fever (gangguan akut pada konjungtiva dan saluran napas atas akibat tidak tahan serbuk sari berupa rasa gatal di hidung dan keluar air mata) . 
Wajah.--- Air muka kekuningan.  Bagian tengah dari lidah bawah pecah-pecah.  Neuralgia (nyeri saraf) pada sisi kanan, menjalar melewati suatu jalur ke pelipis, telinga, cuping hidung, dan bibir.  Nyeri di tulang-tulang wajah, khususnya saat disentuh.  Luka-luka di sudut mulut.  Nyeri yang menyentak-nyentak saat membuka mulut.

Mulut.--- Ptyalisme (banyak berludah).  Gusi dan mulut terasa nyeri bila disentuh dan mudah berdarah.

Tenggorok.--- Saat menelan, ada sensasi seperti ada sumbatan dan ada serpihan-serpihan dalam tenggorok.  Rasa nyeri yang kuat di tenggorok dan tonsil, akibat peradangan yang disertai adanya kemungkinan pernanahan.  Nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum di tenggorok yang meluas ke telinga saat menelan.  Mengeluarkan mukus (lendir) dari tenggorok.

Lambung---  Ingin sekali yang asam-asam, minuman anggur,  dan makanan-makanan yang rasanya tajam.  Tidak suka makanan berlemak.  Sering bersendawa, tanpa rasa atau bau.  Distensi (penggembungan) lambung, memaksa dirinya untuk mengendurkan pakaian.  Rasa terbakar dalam perut.  Rasa berat dan tekanan di perut sesudah makan makanan ringan.

Perut.--- Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di daerah hati saat berjalan, batuk, menarik napas, atau menyentuhnya.  [Bry.;  Merc.]  Hepatitis (radang hati), abses hati (rongga berisi nanah); perut distensi , tegang;  penyakit-penyakit yang  kronis di bagian perut.

Buang air besar.--- Berwarna seperti tanah lempung dan lunak.  Masam, putih, tidak tercerna, berbau busuk.  Tidak punya tenaga untuk mengeluarkannya bahkan kotoran yang lunak sekalipun.

Air seni.--- Berkemih lambat, tanpa tenaga pancar--- menetes vertikal, kandung kemih lemah.  Seperti selalu ada air seni yang tersisa.  Ada lapisan tipis berminyak pada air seni.  Kesulitan di kandung kemih pada pria usia lanjut.  [Phos.;  Sulph.;  Copaiva.] Catarrh ( radang selaput lendir yang menghasilkan lendir) di kandung kemih, disertai nanah di air seni dan banyak endapan lendir bernanah.

Pria.---  Herpes (infeksi kulit karena virus herpes, yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berkelompok), sensitif, mudah berdarah.  Luka luar di prepusium (kulup, kulit khitan) yang mirip chancre (luka khas penyakit Sifilis).  [Nitr. acid.]  Terangsang dan mengeluarkan sperma tanpa angan-angan erotik.  Gatal-gatal di glans (kepala penis), frenulum (lipatan selaput lendir), dan scrotum (skrotum = kantung buah zakar)   Kelenjar-kelenjar inguinal (di lipat paha) bernanah.  Fig-warts (condyloma, semacam kutil) yang berbau menusuk hidung.  Nyeri dan lembab pada daerah genital dan di antara scrotum dengan paha.  Gonorrhae yang membandel “tidak sembuh-sembuh.”       

Wanita.---  Pengeluaran darah dari rahim.  Gatal di kemaluan dan puting susu, memburuk saat haid.  Haid terlambat dan sedikitAbses di bibir kemaluan yang sangat sensitif.  Keputihan yang sangat berbau.  Berbau seperti keju yang sudah lama disimpan. [Sanicula.]  Berkeringat banyak pada masa menopause.  [Tilia;  Jaborandi.]

Pernapasan.---  Suara hilang dan batuk-batuk bila terkena angin dingin, kering.  Suara parau, disertai suara hilang.  Batuk yang menyusahkan saat berjalan.  Batuk parau, kering.  Batuk timbul kapan saja ada bagian badan yang kedinginan atau terbuka, atau akibat memakan sesuatu yang dingin.  Batuk sesak disertai dengan batuk berderak, tidak terlalu pekat;  memburuk di pagi hari.  Batuk berderak, menggerung;  dengan serangan mencekik; harus bangkit berdiri dan menengadahkan kepala ke belakang.  Cemas, napas bersuara mengi, napas basah, asma memburuk di udara dingin kering;  membaik di udara lembab.  Jantung palpitasi (berdetak terlalu cepat).

Anggota badan.---  Sendi-sendi jari membengkak;  ada kecenderungan mudah mengalami dislokasi (salah posisi antara tulang-tulang di sendi).  Kuku ibu jari kaki sakit bila ditekan ringan.

Kulit.---  Abses;  kelenjar-kelenjar yang bernanah sangat sensitif.  Papil (bintil) mudah untuk menjadi bernanah dan meluas.  Jerawat pada remaja.  Menjadi bernanah disertai nyeri seperti ditusuk-tusuk.  Mudah berdarah.  Kulit yang tidak sehat;  setiap luka kecil menjadi bernanah.  Kulit merekah-rekah, dengan celah yang dalam di tangan dan kaki.  Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir), dengan pernanahan bercampur darah, berbau seperti keju yang sudah lama disimpan.  Ulkus sangat peka sentuhan, seperti terbakar, perih, mudah berdarah.  Berkeringat siang dan malam tanpa reda.  Lesi di kulit sekitar mulut atau lubang hidung yang muncul saat sedang pilek atau demam (‘cold sores’) yang sangat peka.  Tidak tahan bila tidak tertutup;  ingin diselimuti yang hangat-hangat.  Sakit seperti ditusuk atau terkena duri pada bagian-bagian yang terkena.  Luka yang membusuk, dikelilingi bintil-bintil kecil.  Kepekaan yang sangat terhadap sentuhan ringan.  Urtikaria (biduran, timbulnya bentol-bentol yang terasa sangat gatal) yang kronik dan sering kambuh.  Penyakit cacar.   Napas yang selalu berbau.

Demam.---  Merasa dingin di udara terbuka akibat aliran angin kecil.  Panas yang kering di malam hari.  Berkeringat sangat banyak; masam, lengket, berbau tajam.

Modalitas.---  Memburuk, akibat angin dingin kering;  udara sejuk; aliran angin kecil;  akibat Mercury, sentuhan;  berbaring di sisi yang sakit.  Membaik, di cuaca lembab, dengan membungkus kepala, akibat rasa hangat, sesudah makan.

Hubungan.---  AntidotBellad.;  Cham.;  Sil.

Dosis.---  Pertama-tama 1/200.  Potensi tinggi menghentikan pernanahan, potensi rendah memperparahnya.  Bila dianggap perlu untuk mempercepatnya, berikan 2x.


                                                                             


-----------####------------




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...