HEPAR SULPHURIS CALCAREUM
(Hahnemann’s Calcium Sulphide)
Profil
obat
Nama latin : Hepar sulphuris calcareum
Nama lain : crude calcium sulphide, sulphuret of lime
Sumber : Dibuat secara kimiawi dengan cara memanaskan bubuk kerang yang
ditumbuk dan dicampur dengan sulfur.
Bagian yang digunakan : calcium sulphide yang masih tercampur
Sejarah
dan kerja obat
Proving oleh Hahnemann pada tahun 1794.
Secara kimiawi Hepar sulph adalah kombinasi Calcarea carbonica
dan sulphur, ia mempunyai sifat keduanya, tetapi sebagai obat homeopati
sangat berbeda dengan sifat masing-masing remedi tersebut. Sebelum masa Hahnemann, calsium sulphide
sudah digunakan sebagai obat luar untuk gatal, rematik, gout, goiter (gondok)
dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Hahnemann menggunakan obat ini sebagai antidot dari efek samping Mercury.
Gejala utama (kunci)
Berperangai bengis, kasar yang meledak-ledak, sangat sensitif. Selalu
merasa kedinginan, lendir sangat berbau, nyeri seperti akan pecah. Mengidamkan
makanan dan minuman yang asam.
Gejala dan Penggunaan
Untuk konstitusi lymphatic dan scrofulous yang cenderung
mengalami lesi-lesi (kerusakan jaringan) kulit dan pembengkakan kelenjar. Kulit tidak sehat. Orang-orang berambut pirang dengan karakter
yang lambat dan otot-otot yang lemah. Kepekaan
yang besar pada setiap impresi (kesan),
peka terhadap lingkungan dan rasa nyeri. Bagi orang biasa hanya terasa
nyeri biasa atau perasaan tidak enak, tetapi dirasakan sebagai penderitaan yang
hebat bagi pasien Hepar.
Pasien yang berkeringat membungkus diri dalam selimut. Secara lokal, obat ini memiliki daya ikat
khusus pada selaput lendir saluran napas, menghasilkan krup (batuk
sesak) dengan catarrh (radang di selaput lendir yang menghasilkan lendir),
sekresi yang berlebihan; mudah berkeringat.
Sesudah penyalahgunaan Mercury. Sinus (rongga
dalam tulang) yang terinfeksi, disertai pembentukan nanah. Kecenderungan terjadi pembentukan nanah
adalah hal yang paling jelas terlihat, dan menjadi gejala petunjuk yang kuat
dalam praktek. Lesi-lesi menyebar dengan
membentuk papil-papil kecil (bintil-bintil; tonjolan kulit yang padat, kecil,
berbatas tegas) di sekeliling lesi yang lama.
Rasa dingin, hipersensitivitas, nyeri tajam yang menyebar, kebutuhan yang sangat pada sesuatu yang
berasa masam dan keras, merupakan hal-hal yang sangat khas ditemui. Perasaan seperti ada angin bertiup di
beberapa bagian badan. Sisi badan
yang ia gunakan untuk berbaring di malam hari perlahan-lahan menjadi sakit yang
tidak tertahankan; ia harus membalikkan badan.
Pellagra (gangguan akibat kekurangan niasin, sejenis vitamin
B, sesuai dosis yang dibutuhkan) Sifilis
sesudah pengobatan umum yang tidak spesifik. Hepar memberi respon
terhadap kebanyakan gejala sifilis.
Pasien Hepar kedinginan, sangat sensitif terhadap cuaca dingin. Tidak mempunyai ketahanan akan udara dingin;
semua keluhan memburuk dalam cuaca dingin.
Nyeri pada Hepar adalah nyeri hebat, disebut sebagai nyeri
seperti ditusuk-tusuk/dikoyak oleh tongkat yang tajam.
Pengeluaran dari semua bagian tubuh
berbau seperti keju yang sudah lama disimpan, seperti lendir dari hidung,
cairan ulkus, dahak.
Hepar mempunyai kemampuan menyebabkan pernanahan di sekitar
benda asing. Contohnya benda asing yang
berada di bawah kulit atau di tempat yang tidak diketahui. Atau bila dicurigai
masih ada benda asing yang sangat kecil yang tidak dapat ditemukan, karena
setelah serpihan benda diambil, masih terjadi proses pernanahan. Hepar, jika diberikan atas dasar
kesesuaian dengan gejala umum pasien, akan mempercepat proses pernanahan dan
menyembuhkan. Silica adalah obat lain yang dapat menyebabkan peradangan dan pernanahan dan
mengeluarkan benda asing yang tidak diketahui letaknya. Dapat dipahami jika lokasi benda asing telah
diketahui, sebaiknya diambil tanpa menunggu efek obat. Namun jika terjadi
seperti ujung jarum yang patah dan tertinggal di jari sehingga sulit untuk
ditemukan tanpa melakukan pembedahan, Hepar dan atau Silica dapat mengeluarkannya.
Setelah mengetahui sifat kedua obat, yaitu menyebabkan pernanahan di
sekitar benda asing, perlu diingat bahwa jika sebuah benda asing misalnya
sebuah peluru yang sudah diselimuti jaringan membentuk kista dan pasien
mempunyai gejala Hepar atau Silica, pemberian kedua obat mungkin
justru membahayakan. Benda asing tersebut
mungkin berada di tempat vital, di sekitar anyaman pembuluh darah, sehingga
pernanahan akan berakibat buruk.
Pembentukan tubercle (tuberkel = benjolan kecil, khususnya bulat,
dalam jaringan akibat radang spesifik, yaitu oleh bakteri tuberkulosis) mungkin
terletak di beberapa tempat yang mudah terjadi pengeluaran nanah, dan aksi
kedua obat tersebut mungkin sama dengan yang terjadi pada benda asing. Dari sinilah pemberian Hepar sering
menghilangkan sekumpulan bisul karena di kulit terdapat kumpulan bahan sebasea
(lemak) yang akan terjadi pernanahan. Sulphur
juga berefek demikian, oleh karena itu harus berhati-hati dalam pemberian Silica,
Sulphur atau Hepar yang terlalu sering atau terlalu tinggi dosisnya,
pada pasien yang mempunyai kista tuberkel di paru-paru (pembentukan tuberkel di
paru-paru, pada penderita tuberkulosis). Berlawanan dengan kerja Hepar,
Calcarea carbonica tidak menyebabkan peradangan di sekitar benda asing dan
menyebabkan pernanahan, tetapi justru membentuk lapisan fibrosa (jaringan ikat) di
sekitar benda asing. Ia juga menyebabkan
tuberkel mengeras dan menjadi kista.
Pikiran.--- Kesedihan
yang mendalam di sore dan malam hari, dengan pikiran-pikiran untuk bunuh
diri. Hal-hal kecil menyebabkan ia
jengkel. Kesal dan sedih. Garang.
Berbicara tergesa-gesa. Pasien Hepar sulit diajak berteman,
cenderung berargumentasi, tidak ada yang dapat menyenangkan hatinya.
Kepala.--- Vertigo (perasaan bahwa sekelilingnya berputar) dan sakit
kepala, sewaktu menggelengkan kepala atau berkendaraan. Kulit kepala peka dan sakit. Rasa lembab, perih, gatal dan rasa seperti terbakar. Keringat dingin di kepala.
Mata.--- Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau selaput lendir)
pada kornea. Iritis (radang pada
iris, yaitu selaput warna mata) disertai adanya nanah di kamar anterior mata
(ruang antara iris dengan kornea); purulent conjunctivitis (konjungtivitis purulen = radang konjungtiva yang bernanah), dengan chemosis (kemosis = pembengkakan konjungtiva) yang jelas, sekret yang banyak
keluar, kepekaan yang besar terhadap
sentuhan dan udara. Mata dan kelopak
mata merah dan meradang. Nyeri di
mata, rasanya seperti tertarik ke dalam
kepala. Bola mata nyeri bila
disentuh. Objek terlihat merah dan
terlalu besar. Penglihatan tidak jelas
untuk membaca; lapang pandang berkurang hingga setengah. Lingkaran-lingkaran terang di depan
mata.
Telinga.--- Pengelupasan kulit kecil-kecil pada dan di belakang
telinga. Pengeluaran nanah berbau busuk
dari telinga. Suara berdengung dan
berdentam di telinga, dengan kesulitan mendengar. Tuli sesudah demam scarlet. Pustul (papil yang berisi nanah) di liang
pendengaran dan daun telinga. Mastoiditis (peradangan rongga mastoid, biasanya berhubungan dengan infeksi telinga tengah) .
Hidung.--- Sakit, luka-luka.
Rasa sakit di lubang hidung, dengan lendir yang mengganggu. Bersin setiap kali ia pergi ke tempat
berangin kering dan dingin, disertai keluar cairan dari hidung, yang kemudian
mengental, berbau tajam. Hidung
tersumbat setiap kali ia pergi ke udara dingin.
Berbau seperti keju yang
sudah lama disimpan. Hay-fever (gangguan
akut pada konjungtiva dan saluran napas atas akibat tidak tahan serbuk sari
berupa rasa gatal di hidung dan keluar air mata) .
Wajah.--- Air muka kekuningan.
Bagian tengah dari lidah bawah pecah-pecah. Neuralgia (nyeri saraf) pada sisi kanan, menjalar melewati suatu
jalur ke pelipis, telinga, cuping hidung, dan bibir. Nyeri di tulang-tulang wajah, khususnya saat
disentuh. Luka-luka di sudut mulut. Nyeri yang menyentak-nyentak saat membuka
mulut.
Mulut.--- Ptyalisme (banyak berludah). Gusi dan mulut terasa nyeri bila disentuh dan
mudah berdarah.
Tenggorok.--- Saat menelan, ada sensasi seperti ada sumbatan dan ada
serpihan-serpihan dalam tenggorok.
Rasa nyeri yang kuat di tenggorok dan tonsil, akibat peradangan yang disertai
adanya kemungkinan pernanahan. Nyeri
seperti ditusuk-tusuk jarum di tenggorok yang meluas ke telinga saat
menelan. Mengeluarkan mukus (lendir)
dari tenggorok.
Lambung--- Ingin sekali
yang asam-asam, minuman anggur, dan
makanan-makanan yang rasanya tajam.
Tidak suka makanan berlemak.
Sering bersendawa, tanpa rasa atau bau.
Distensi (penggembungan) lambung, memaksa dirinya untuk mengendurkan
pakaian. Rasa terbakar dalam perut. Rasa berat dan tekanan di perut sesudah makan
makanan ringan.
Perut.--- Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di daerah hati saat
berjalan, batuk, menarik napas, atau menyentuhnya. [Bry.;
Merc.] Hepatitis (radang
hati), abses hati (rongga berisi nanah); perut distensi , tegang; penyakit-penyakit yang kronis di bagian perut.
Buang air besar.--- Berwarna seperti tanah lempung dan lunak. Masam, putih, tidak tercerna, berbau
busuk. Tidak punya tenaga untuk
mengeluarkannya bahkan kotoran yang lunak sekalipun.
Air seni.--- Berkemih lambat, tanpa tenaga pancar--- menetes
vertikal, kandung kemih lemah. Seperti
selalu ada air seni yang tersisa. Ada
lapisan tipis berminyak pada air seni.
Kesulitan di kandung kemih pada pria usia lanjut. [Phos.;
Sulph.; Copaiva.] Catarrh
( radang selaput lendir yang menghasilkan lendir) di kandung kemih, disertai
nanah di air seni dan banyak endapan lendir bernanah.
Pria.--- Herpes
(infeksi kulit karena virus herpes, yang ditandai dengan pembentukan
gelembung-gelembung berkelompok), sensitif, mudah berdarah. Luka luar di prepusium (kulup, kulit khitan)
yang mirip chancre (luka khas penyakit Sifilis). [Nitr. acid.] Terangsang dan mengeluarkan sperma tanpa
angan-angan erotik. Gatal-gatal di glans
(kepala penis), frenulum (lipatan selaput lendir), dan scrotum
(skrotum = kantung buah zakar)
Kelenjar-kelenjar inguinal (di lipat paha) bernanah. Fig-warts (condyloma, semacam kutil)
yang berbau menusuk hidung. Nyeri dan
lembab pada daerah genital dan di antara scrotum dengan paha. Gonorrhae yang membandel “tidak sembuh-sembuh.”
Wanita.--- Pengeluaran
darah dari rahim. Gatal di kemaluan dan
puting susu, memburuk saat haid. Haid
terlambat dan sedikit. Abses di bibir kemaluan yang
sangat sensitif. Keputihan yang
sangat berbau. Berbau seperti keju yang
sudah lama disimpan. [Sanicula.]
Berkeringat banyak pada masa menopause.
[Tilia; Jaborandi.]
Pernapasan.--- Suara hilang
dan batuk-batuk bila terkena angin dingin, kering. Suara parau, disertai suara hilang. Batuk yang menyusahkan saat berjalan. Batuk parau, kering. Batuk timbul kapan saja ada bagian badan
yang kedinginan atau terbuka, atau akibat memakan sesuatu yang dingin. Batuk sesak disertai dengan batuk berderak,
tidak terlalu pekat; memburuk di pagi
hari. Batuk berderak, menggerung; dengan serangan mencekik; harus bangkit
berdiri dan menengadahkan kepala ke belakang.
Cemas, napas bersuara mengi, napas basah, asma memburuk di udara dingin
kering; membaik di udara lembab. Jantung palpitasi (berdetak terlalu cepat).
Anggota badan.--- Sendi-sendi
jari membengkak; ada kecenderungan mudah
mengalami dislokasi (salah posisi antara tulang-tulang di sendi). Kuku ibu jari kaki sakit bila ditekan ringan.
Kulit.--- Abses; kelenjar-kelenjar yang bernanah sangat
sensitif. Papil (bintil) mudah
untuk menjadi bernanah dan meluas.
Jerawat pada remaja. Menjadi
bernanah disertai nyeri seperti ditusuk-tusuk.
Mudah berdarah. Kulit yang
tidak sehat; setiap luka kecil menjadi
bernanah. Kulit merekah-rekah,
dengan celah yang dalam di tangan dan kaki. Ulkus (luka terbuka di permukaan kulit atau
selaput lendir), dengan pernanahan bercampur darah, berbau seperti keju yang sudah lama disimpan. Ulkus sangat peka sentuhan, seperti
terbakar, perih, mudah berdarah.
Berkeringat siang dan malam tanpa reda.
Lesi di kulit sekitar mulut atau lubang hidung yang muncul saat sedang
pilek atau demam (‘cold sores’) yang sangat peka. Tidak tahan bila tidak tertutup; ingin diselimuti yang hangat-hangat. Sakit seperti ditusuk atau terkena duri pada
bagian-bagian yang terkena. Luka yang
membusuk, dikelilingi bintil-bintil kecil. Kepekaan yang sangat terhadap sentuhan
ringan. Urtikaria (biduran, timbulnya bentol-bentol
yang terasa sangat gatal) yang kronik dan sering kambuh. Penyakit cacar. Napas yang selalu berbau.
Demam.--- Merasa dingin
di udara terbuka akibat aliran angin kecil. Panas yang kering di malam hari. Berkeringat sangat banyak; masam,
lengket, berbau tajam.
Modalitas.--- Memburuk,
akibat angin dingin kering; udara sejuk;
aliran angin kecil; akibat Mercury,
sentuhan; berbaring di sisi yang
sakit. Membaik, di cuaca lembab,
dengan membungkus kepala, akibat rasa hangat, sesudah makan.
Hubungan.--- Antidot: Bellad.;
Cham.; Sil.
Dosis.--- Pertama-tama
1/200. Potensi tinggi menghentikan
pernanahan, potensi rendah memperparahnya.
Bila dianggap perlu untuk mempercepatnya, berikan 2x.
-----------####------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar