11 Oktober 2013
Summary Khutbah Hadhrat Khalifatul Masih V atba.
Berjuang Memenuhi Syarat-Syarat Baiat
Menyampaikan khotbah Jumat beliau dari
Melbourne, Australia, Hadhrat Khalifatul Masih menyampaikan, bahwa Hadhrat
Masih Mau'ud as. bersabda: "Aku diutus untuk meneguhkan keimanan dan
membuktikan keberadaan Tuhan kepada orang-orang, karena keadaan rohani setiap
bangsa telah sangat melemah dan akhirat dianggap hanya dongeng. amalan setiap
orang menunjukkan bahwa ia jelas tidak memiliki keyakinan dan ketergantungan
pada Allah Ta'ala dan akhirat seperti keyakinan yang ia miliki terhadap dunia
dan kemegahannya dan ketergantungannya pada sarana-sarana duniawi. Lidahnya berbicara
banyak tapi hatinya dikuasai oleh kecintaan kepada dunia. Kondisi ini jugalah
yang Isa as. temukan pada orang-orang
Yahudi dan seperti kebiasaan jika iman melemah, kondisi akhlak orang-orang
Yahudi telah sangat memburuk dan kecintaan kepada Allah telah mendingin. Demikian
jugalah kondisi di zamanku dan aku telah dikirim supaya zaman kebenaran dan
keimanan kembali dan ketakwaan tertanam dalam hati. masalah ini adalah penyebab
utama keberadaanku. Aku telah diberitahu bahwa setelah menjauh, langit akan
datang lebih dekat ke bumi sekali lagi. '
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa
orang yang menyatakan baiat kepada Hadhrat Masih Mau'ud perlu mengintrospeksi
diri, seberapa banyak kita memenuhi tujuan kedatangan beliau. Beliau bersabda
bahwa beliau telah datang untuk memperkuat keimanan, oleh karena itu kita perlu
memeriksa apakah iman kita semakin menguat. Beliau bersabda iman diperkuat
dengan keyakinan yang sempurna pada Tuhan, tapi orang terlalu bergantung pada
sarana duniawi . zaman ini ketergantungan pada Allah telah menjadi sekunder
sedangkan pentingnya orang-orang duniawi dan hal-hal duniawi menjadi yang utama.
Kita mendapati inilah kondisinya ketika kita melihat sekeliling. Kita tidak hanya
perlu melihat sekeliling untuk mengetahui apakah dunia lebih bergantung pada
keduniawian, yang lebih penting kita perlu mengintrospeksi diri apakah kita
lebih mengandalkan sarana duniawi. Jika bahkan setelah Baiat kita belum mengenal
Wujud Tuhan, sebagaimana mestinya, maka tidak ada nilainya menyebut diri
Ahmadi. Jika hari ini kita membuat senang penguasa duniawi lebih dari Tuhan,
maka kita tidak memenuhi tujuan kedatangan Hadhrat Masih Mau'ud as.. Apakah
kita megutamakan untuk adat-adat duniawi atas agama?
Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda:
"Mereka menyatakan dengan lisan menganggap Allah di atas semuanya, tapi
tindakan (mereka) menunjukkan bahwa hati mereka dikuasai oleh kecintaan kepada
dunia."
Hal ini dapat dilihat di sekitar, di
kalangan umat Islam maupun non-Muslim bahwa kecintaan pada dunia, pengejaran (dunia) yang
sia-sia dan ketidaksenonohan telah sangat menjauhkan dari mengingat Allah. Sebagai
bentuk kecintaan kepada Allah, umat
Islam diperintahkan shalat lima kali sehari, namun amalan mereka berbeda. Para
Ahmadi harus terlebih dahulu memeriksa diri sendiri apakah mereka berusaha mengerjakan
shalat sesuai dengan perintah Allah atau tidak. Jika tidak, maka kita mementahkan
pendakwaan Hadhrat Masih Mau'ud as. bahwa tujuan kedatangan beliau adalah untuk
memperkuat keimanan kepada Allah, untuk membawa langit lebih dekat ke Bumi .
Memang, kekurangan iman dan amalan kita tidak merugikan pendakwaan Hadhrat
Masih Mau'ud as., tetapi menghalangi kita dari berkat-berkat yang berhubungan
dengan beliau dan membuat pernyataan kita sekadar pernyataan di lidah. Daripada
meneliti keadaan iman orang lain, setiap Ahmadi perlu memeriksa dirinya berapa
banyak dia telah memenuhi janji Baiatnya dan tujuan Hadhrat Masih Mau'ud as.
dan melakukan perbuatan baik, dan sampai sejauh mana ia memenuhi janji
mendahulukan iman diatas hal-hal duniawi.
Hadhrat Masih Mau'ud as. menetapkan
sepuluh syarat Baiat. Beliau bersabda bahwa siapa saja yang ingin menjadi
bagian dari Jemaat beliau harus menjaga ikatan yang kuat dengan beliau dan
memenuhi sepuluh syarat tersebut. Hadhrat Masih Mau'ud as. berulang kali
menasehati kita, menekankan poin ini dengan penuh kepedihan bahwa jika mereka
yang menghubungkan dirinya dengan beliau tidak menanamkan perubahan nyata yang
lebih baik setelah menjadi Ahmadi, maka tidak ada perbedaan antara mereka dan
orang lain. Kita harus berusaha dan mencapai standar yang Hadhrat Masih Mau'ud as.
harapkan dari kita.
Hadhrat Masih Mau'ud as. menasehati
para pengikut beliau: Manfaat Baiat bukanlah secara ritual. Baiat semacam itu
tidak memiliki berkah. Seseorang hanya dapat meraih berkat Baiat ketika dia maju
secara kerohanian dan menjalin hubungan dengan kecintaan dan ketulusan, dengan
orang yang dia baiat kepadanya. Sangat penting untuk mengembangkan hubungan
ini. Jika seorang pencari tidak mengembangkan hubungan ini dan tidak melakukan
upaya maka setiap keluhannya hanyalah sia-sia. Hubungan kecintaan dan ketulusan
harus dikembangkan sebanyak mungkin dan dia harus menyerap tujuan orang yang
kepadanya dia Baiat secara amalan dan keyakinan. Dia harus segera bergerak
kepada kejujuran dan menyembah Allah dan teruslah menghisab diri dari pagi
sampai malam!
Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda, jangan
beranggapan bahwa Tuhan senang hanya dengan Baiat seseorangg. Melakukan Baiat
hanyalah kulit luar sedangkan intinya ada didalam. Beliau bersabda, kondisi
seseorang hendaknya jangan seperti telur yang tidak memiliki kuning atau putih
dan (terpaksa) dibuang. Dia harus memeriksa diri sendiri apakah dia hanya kulit
belaka atau apakah ada isi didalam/!
Setelah Baiat seseorang harus
mengembangkan keimannya serta kecintaannya kepada Allah, dan karena
kecintaannya kepada Allah ini dia harus mengembangkan kecintaan kepada Nabi
yang dikasihi-Nya saw., Hadhrat Masih Mau'ud as., Khilafat dan kecintaan kepada
satu sama lain.
Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda bahwa
standar tinggi ketaatan harus dicapai. Ketaatan tidak berarti bahwa dia
menerima keputusan Khalifah-e-waqt dan nizam Jama'at yang sesuai dengannya tapi
menola keputusan lain yang tidak sesuai dengannya. Jika seseorang menyatakan
telah Baiat maka dia harus memperlihatkan ketaatan yang sempurna. Pernyataan
mengikuti orang yang kepadanya dia baiat dan menjadi seorang Muslim hanya nyata
ketika dia juga mengakui bahwa segala sesuatu yang dimilikinya adalah kepunyaan
Allah dan agama-Nya. Memang, berbaiat berarti menjual diri!
Hadhrat Masih Mau'ud as. suatu kali
menasehati seorang sahabat bahwa perubahan adalah penting setelah mengambil Baiat
dan jika tidak ada perubahan yang dilakukan maka perbuatan itu sama saja dengan
mempermainkan Baiat. sesungguhnya orang yang melakukan Baiat hanyalah orang yang
kehidupannya yang sebelumnya mati dan dia memulai kehidupan baru setelah Baiat.
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda
dengan karunia Allah, bahkan saat inipun kita diberikan orang-orang dengan
tingkat keruhanian seperti yang dijelaskan oleh Hadhrat Masih Mau'ud as. yang
bahkan orang lain mengakuinya. Hudhur menyampaikan beberapa contoh ini .
Mubaligh kita dari Burkina Faso menulis
dia pernah melakukan perjalanan ke daerah jauh di perbatasan dengan Mali, di
mana ada penentangan terhadap kita. Imam masjid di sana mengatakan bahwa
meskipun adanya penentangan ia mengakui bahwa ada tiga orang Muslim baik di
desa yang patut diteladani dan semuanya adalah Ahmadi. Jadi bahkan lawan mau
tidak mau terpaksa mengakui bahwa setelah bergabung dengan Jemaat Ahmadiyah
perubahan yang sejati timbul pada orang-orang. Contoh-contoh seperti ini yang
lebih lanjut menjadi sarana tabligh. Memang, di mana pun kita hidup, kita perlu
mengamalkan cara ini untuk memperluas sarana Tabligh. Seperti sabda Hadhrat
Masih Mau'ud as., kita harus berupaya untuk meraih cita-cita dan standar tinggi
yang beliau harapkan dari kita.
Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda bahwa
wajib manusia untuk membuat kondisi sedemikian rupa sehingga malaikat pun menyalaminya.
Beliau bersabda bahwa setelah Baiat kepada beliau seseorang harus selalu
dibawahah naungan keagungan Tuhan yang akan membantu menjauhkan dosa. Beliau
bersabda, jika seseorang tetap memikirkan dunia, tidak ada gunanya bertobat di
tangan beliau, karena bertobat di tangan beliau menuntut suatu kematian,
sehingga kehidupan baru dan kelahiran baru dapat diraih. Memang, hanya Baiat yang
tulus yang memberikan hasil. Beliau bersabda bahwa Tuhan menginginkan pernyataan
baiat yang sepenuh hati. Orang yang menerima Hadhrat Masih Mau'ud as. dengan
tulus hati diampuni oleh Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan dia
menjadi seperti orang yang baru lahir dan malaikat melindunginya. Hadhrat Masih
Mau'ud as. menasehati pengikut beliau bahwa setelah mereka menerima bahwa beliau,
mereka harus mulai menjalani hidup mereka dengan cara yang sama sekali baru.
Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda:
"Hakikat Baiat harus sepenuhnya dipahami dan harus dilaksanakan. Dan hakikat
Baiat adalah bahwa orang yang Baiat menanamkan perubahan tulus, dan takut kepada
Tuhan, dan setelah mengetahui tujuannya yang sejati, menunjukkan contoh yang murni.
Jika gagal melakukan ini, tidak ada manfaatnya melakukan Baiat. Sebaliknya , Baiat
tersebut akan menjadi sebab hukuman yang lebih besar, sebab, secara sengaja
tidak mematuhi perjanjian setelah membuatnya adalah sangat berbahaya."
Hadhrat Masih Mau'ud as. juga bersabda:
‘ Melakukan baiat berarti menyadari hakikat Baiat. Seseorang yang melakukan Baiat
secara langsung, menempatkan tangan di atas tangan, tetapi tidak mengerti atau
tidak peduli tujuan sebenarnya. Baiatnya tidak berguna dan tidak memiliki arti
di mata Allah . Orang lain yang duduk ribuan mil jauhnya, melakukan Baiat
dengan tulus hati dan setelah menerima hakikat dan tujuan Baiat, ia menerapkan
apa yang telah dia nyatakan, dan memperbaiki amalannya. Orang ini seribu kali
lebih baik daripada orang yang Baiat secara langsung tetapi tidak menerapkannya.
"
Kita harus memberikan contoh seperti
yang dikutip sebelumnya di wilayah yang jauh di Afrika di mana para Ahmadi
menjadi teladan yang patut dicontoh sehingga bahkan lawan terpaksa mengakui
mereka. Salah satu syarat Baiat adalah akan mengikat tali persaudaraan Hadhrat
Masih Mau’ud as. yang melebihi semua ikatan duniawi lainnya. Ini sedang diikuti
di pelosok-pelosok dunia bahkan sampai hari ini. Orang yang melakukan Baiat di
negara-negara bekas-Soviet terutama sangat meningkat dalam keimanan dan
ketulusan. Beberapa dari mereka menghadiri Jalsah Qadian tahun lalu dan setelah
kembali ke rumah salah satu dari mereka menulis bahwa dia telah membaca tentang
tempat beberkat itu dalam buku dan pernah melihatnya di TV tetapi ketika ia
menginjakkan kaki di sana ia merasakan suasana zaman Hadhrat Masih Mau'ud as.
datang kepadanya . Dia merasa dia bisa bernafas lega dan bisa melepaskan
dirinya dari seluruh dunia. Dia mengatakan tidak mungkin mengungkatpkan dengan
kata-kata apa yang ia rasakan.
Ahmadi lain menulis bahwa dengan
karunia Allah dia mendapat taufik untuk pergi ke Qadian dan menyampaikan salam
kepada Mahdi seperti yang Rasulullah saw. telah perintahkan. Dia menggambarkan
perasaannya mendengar Adzan dari Masjid Ahmadiyah untuk pertama kalinya dan mengerjakan
Salat, mengunjungi makam Hadhrat Masih Mau'ud as.. Dia menulis bahwa rasa syukur
yang ia rasakan tidak bisa diungkapkan saat ia mengunjungi semua tempat-tempat
suci di mana Hadhrat Masih Mau'ud as. dulu berdoa dan tinggal. Ia mengatakan,
pengalaman berada di Qadian seakan berputar di sekitar kepalanya.
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda
banyak yang belum memiliki kesempatan untuk pergi ke Qadian tetapi ketulusan
dan kesetiaan mereka sangat tinggi dan perhatian utama mereka adalah keruhanian
mereka. Ketika Hudhur berada di Singapura beberapa minggu yang lalu banyak
Ahmadi yang datang kesana dari Indonesia. Beberapa tidak mampu membayar
ongkosnya dan mereka menjual properti mereka untuk memenuhi ongkosnya. Permohonan
doa mereka adalah supaya anak-anak mereka tetap teguh dalam keimanan dan tidak menyia-nyiakan
apa yang telah mereka peroleh. Kecintaan mereka pada Khilafat sangat kuat dan
itu adalah semata-mata demi Allah.
menceritakan lebih banyak contoh mubayyi’in
baru yang mengutamakan keimanan diatas hal-hal duniawi, Hudhur bersabda Amir
Prancis menulis bahwa Abdul Aziz Sahib, seorang mubayyi’in baru sedang mencari
pekerjaan ketika ia diberitahu bahwa Hadhrat Khalifatul Masih akan membuka
Jalsah Salanah Jerman pada bulan Juni. Ia mengatakan ia akan menghadiri Jalsah bagaimanapun
caranya karena ia memiliki keinginan kuat untuk bertemu Hadhrat Khalifatul
Masih. Ketika ia kemudian dihubungi mengenai apakah akan pergi ke Jalsah, ia
mengatakan bahwa ia telah mendapatakan pekerjaan hari itu dan jika ia pergi
begitu cepat setelah memulai ia bisa dipecat. Hudhur mengatakan terlepas dari
situasi pengangguran di dunia, terutama di Eropa, ia masih mengatakan bahwa ia
pasti akan pergi ke Jalsah dan jika itu berarti ia kehilangan pekerjaannya , biarkanlah,
ia harus bertemu dengan Hadhrat Khalifatul Masih. Dia kemudian mendapat taufik untuk
Baiat secara langsung.
Mubaligh kita dari Mali menulis bahwa mubayyi’in
baru Adam Sahib diminta untuk menghadiri pertemuan Khuddam pada waktu yang bersamaan
dimana ia ada pertemuan pekerjaan penting. Dia datang ke pertemuan Jama'at dan terlambat
datang ke meeting pekerjaannya. Bosnya bisa saja kesal dengan dia, tapi dia justru
senang melihatnya dan juga memberinya sepeda motor sebagai hadiah. Adam Sahib
percaya ini terjadi sebagai berkah dari Ahmadiyah.
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa
ia bertemu dengan beberapa orang di Jalsah Australia, beberapa dari mereka
berasal dari Fiji , yang baru dalam pekerjaan mereka, tetapi mereka
meninggalkan pekerjaan untuk datang ke Jalsah , sedangkan beberapa orang di
Australia tidak menghadiri Jalsah ketika mereka seharusnya datang.
Umer Sahib dari Pantai Gading menulis
bahwa hari untuk Jalsah Salanah Pantai Gading semakin dekat tapi dia tidak punya
sarana untuk melakukan perjalanan untuk itu. Dia berdoa kepada Tuhan bahwa
Mahdi Nya adalah benar dan ia ingin menghadiri Jalsah dan berdoa agar Tuhan
menyediakan biaya perjalanannya. Sementara itu seorang kenalan non-Ahmadi meminta
kepadanya bahwa ia juga ingin menghadiri Jalsah tersebut. Umer Sahib mendaftarkan
kedua nama tersebut dalam daftar Jalsah. Tinggal dua hari tapi masih belum ada
uang untuk perjalanan dan dia terus berdoa. Umer Sahib harus pergi ke desa
terdekat, disana seseorang memberinya 20.000 Francs dan mengatakan uang itu
untuk dia. 16.000 Francs dibayarkan untuk ongkos dua orang dan sisanya untuk
biaya lainnya. Anugerah Allah seperti itu sangat meningkatkan keimanan.
Demikian pula, kecurigaan juga bisa muncul dalam hati penuh iman ini, bahwa Na’udzubillah
Ahmadiyah adalah palsu atau ada keraguan tentang wujud Tuhan, tetapi
orang-orang yang maju dalam keimanan mereka !
Mubaligh kita di Swiss menulis tentang
seorang wanita muda Ahmadi yang tinggal di Eropa. Dia memperoleh pendidikan
profesional sambil bekerja di perusahaan. Dia adalah satu-satunya Muslim di
perusahaan dan diberikan fasilitas untuk mengerjakan Shalat. selama dia berada
di sana, perusahaan tumbuh sangat cepat dan mereka menambahkan dua bangunan
baru dan mempekerjakan orang-orang baru. Wanita muda ini menolak untuk
melakukan renang campuran pada jam olahraga di perguruan tinggi tempatnya
belajar. Administrasi kampus menekannya mengenai hal ini dan mengeluh kepada
majikannya yang juga menekannya dan berkata ia beresiko dipecat. Wanita muda ini
tetap teguh pada keimanannya dan karena gangguan tersebut akhirnya kelaur sendiri
dari pekerjaan itu dan bergabung dengan perguruan tinggi swasta. Ketika dia
meninggalkan perusahaan itu, Allah memperlihatkan sesuatu yang menakjubkan.
Perusahaan mengalami kerugian dan karyawan jadi berlebihan. Pertemuan diadakan
untuk membahas penyebab kerugian dan seseorang di pertemuan tersebut mengatakan
tampaknya kerugian itu disebabkan oleh kutukan seorang yang tidak berdosa.
Seseorang dari perusahaan mengirim email kepadanyanya dan mengatakan bahwa dia
telah menjadi topik pembicaraan mereka selama beberapa hari setelah ia pergi tapi
kemudian terlupakan. Sekarang setelah MD mengatakan dalam pertemuan itu bahwa nampaknya
kerugian perusahaan disebabkan oleh kutukan dari orang yang tidak bersalah ,
dia sekali lagi diperbincangkan oleh orang-orang di perusahaan dan semua orang
setuju bahwa dia memang tidak bersalah yang telah diperlakukan dengan tidak
adil oleh perusahaan. Sementara itu, manajer yang telah mengganggunya dipecat.
Wanita muda itu lulus ujian dengan nilai yang baik. Dia mendahulukan kesenangan
Allah dan keinginan duniawinya juga terpenuhi .
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda:
"Di dalamnya adalah pelajaran bagi wanita muda/anak perempuan kita bahwa
berkat Tuhan datang kepada kalian jika iman diutamakan daripada hal-hal duniawi.
Tidak harus meniru segala sesuatu yang ada disini [Barat]. ambil poin baiknya
tapi tinggalkan poin buruknya. Perempuan tidak dilarang berenang, mereka seharusnya
berenang tapi tidak dalam kondisi dicampur, gadis hendaknya hanya berenang
dengan gadis-gadis. Berenang itu baik dan semua orang harus tahu bagaimana caranya
berenang. Sekarang ini anak perempuan dimarahi jika berenang, tapi nenek saya biasa
memberitahu saya bahwa dia adalah perenang yang sangat baik. Tidak ada kolam
renang di masa itu dan berenang dilakukan kanal. sudah lebih dari seratus tahun
yang lalu ketika beliau biasa berenang dan adalah perenang melawan arus yang
sangat baik. Perempuan kita harus berenang tetapi harus dilakukan di bawah pengaturan
“Khusus wanita”. Hal ini dapat dilakukan, saya telah melihat banyak tempat di
Eropa dimana upaya telah dilakukan dan ini dimungkinkan."
Seorang teman saya yang tulus adalah
hakim pengadilan tinggi dan hakim pengadilan banding di Ghana telah dihormati
sana. Dikatakan bahwa meskipun ia manusia yang berarti dia bisa berbuat keliru,
tapi ia tidak pernah melakukan korupsi dalam bentuk apapun. Sedemikian rupa
sehingga ia bahkan tidak menerima hadiah ucapan terima kasih. Dia tidak
memiliki unsur korupsi dalam dirinya. Ghana Bar Association mendapati dia adalah,
hakim jujur, pekerja keras dan tidak bisa disuap. Ini adalah jenis revolusi
yang timbul dalam kehidupan orang yang menerima Hadhrat Masih Mau'ud as. dan
memahami hakikat Baiat. Hal ini tentu saja cukup berkebalikan dengan bagaimana
para hakim di Pakistan bekerja. Mereka mengambil keputusan dan kemudian
mengubahnya karena takut pada para Maulwi. Banyak keputusan yang dibuat oleh
Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung yang mendukung Jemaat, yang mendukung kaum
tertindas/korban, tetapi kemudian diubah. Ini sungguh kehormatan Jama'at bahwa
tidak ada yang dapat menudingkan tuduhan pada mereka dan setiap Ahmadi harus berusaha
dan mencapai hal ini.
Salah satu dari sepuluh syarat Baiat
adalah bahwa dia akan berusaha untuk memberikan manfaat bagi umat manusia sejauh
kemampuan dan kekuasaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Presiden Sierra Leone
menghadiri dan menyampaikan pidato pada Jalsah Salanah ke 52 mereka, dan menyampaikan
penghormatan kepada Jama'at. Dia mengatakan dia ada di sana untuk menyampaikan
penghormatan kepada jasa Jama'at Ahmadiyah untuk bangsa tersebut dan sebagai
presiden ingin menyebutkan penghormatan pemerintah dan rakyat negara itu untuk
Jama'at. Dia mengatakan bahwa ini adalah pengamalan nyata motto Jama'at “Cinta
untuk semua kebencian tidak untuk siapapun” sehingga tanpa membeda-bedakan pendidikan
diberikan melalui sekolah dan tanpa pembedaan pelayanan kesehatan diberikan
melalui rumah sakit. Ia mengatakan ia berterima kasih kepada Jama'at dalam
kapasitasnya sebagai presiden.
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa
negara-negara kaya minyak tidak datang untuk membantu di daerah tersebut. Tapi
sekarang setelah melihat pengaruh Jama'at di sana, perwakilan dari beberapa negara
Arab sudah mulai datang kesana menjanjikan sekolah, perguruan tinggi dan rumah
sakit. Semoga Allah menjaga rasa keadilan rakyat daerah tersebut tetap terjaga dan
semoga mereka tidak pernah berlaku tidak adil.
Seorang politisi Sierra Leone juga menyampaikan
pidato pada Jalsah Salanah ke-52 negara tersebut. Dia mengatakan bahwa dia
telah menghadiri Jalsah Salanah Inggris berkali-kali dan menyadari kualitas
tinggi orang di sana dan praktek mereka sesuai dengan ajaran Islam. Dia
mengatakan semua ini membuatnya percaya bahwa masa depan Islam akan cerah karena
Jama'at Ahmadiyah. Dia mengatakan jika mereka tidak bisa bergabung Jama'at ,
mereka juga hendaknya juga tidak mengatakan hal-hal yang salah tentang Jama'at karena
kurangnya pengetahuan. Dia mengatakan sesuai dengan tema Jalsah dan poster dan
spanduk yang dipajang, para Ahmadi benar-benar mencintai Rasulullah saw. .
Seorang mubayyi’in baru Aisyah Sahiba dari
Spanyol menulis kepada Hadhrat Khalifatul Masih bahwa ia dan suaminya yang
Ahmadi tinggal dengan mertua mereka yang ghair Ahmadi. Ketika mereka duduk
bersama mereka menjelek-jelekkannya yang sangat menyakitkinya. Setelah Baiat
dia telah berhenti jabat tangan dengan laki-laki, sang mertua tidak menyukainya.
Dia menulis bahwa suami dan istri tinggal dalam situasi ini dengan sabar dan memohon
doa semoga Allah menganugerahkan mereka rumah terpisah di mana mereka bisa
mengamalkan ajaran Imam zaman dengan bebas.
Hendaknya tidak ada gadis/wanita muda Ahmadi
yang merasa minder karena mereka tidak bisa menyapa laki-laki. jika jabat tangan
dengan laki-laki tidak diperbolehkan maka ini harus diikuti. Demikian pula laki-laki
harus berusaha dan tidak melakukan jabat tangan dengan wanita. Jika ingin
mendapatkan karunia Allah, maka semua perintah yang nampaknya kecil harus
diikuti.
seorang Sahib menulis dari India bahwa ulama
ghair Ahmadi dan ekstremis menyerang rumah misi kita dan mengambil alihnya dan
mengatakan mereka akan mengimami shalat dan jika Ahmadi ingin mereka bisa
bergabung. Tidak seorang Ahmadi pun mengerjakan shalat di belakang mereka dan tetap
teguh. Bagaimana bisa Salat dikerjakan di belakang Imam yang tidak menerima
Imam zaman yang telah dikirim oleh Allah?
Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda:
"Aku tahu betul bahwa bukan tugasku untuk menanamkan hal ini di hati orang
lain. Dan aku tidak punya alat yang dengannya aku bisa meyakinkan hati manusia
tentang apa yang aku katakan." Beliau bersabda: 'Ribuan orang telah maju
dalam kecintaan dan ketulusan, tetapi karena kebiasaan lama atau kelemahan
manusiawi, mereka demikian rupa sibuk dalam hal-hal duniawi sehingga agama terabaikan
"beliau juga bersabda: "tujuan kami adalah supaya mereka dimurnikan
dan tanpa pamrih sedemikian rupa sehingga mereka tidak menganggap hal-hal
duniawi ada artinya dibandingkan dengan keimanan. Dan segala macam kelalaian
yang merupakan sumber yang menjauhkan dari Allah terhapus. Kecuali ini
ditanamkan, kondisinya tetap berbahaya dan tidak memuaskan."
Kita perlu terutama memeriksa diri
sendiri dan menyesusaikan kehidupan kita sesuai dengan keridhaan Allah. Semoga
Tuhan memberi taufik kepada kita untuk melakukannya !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar