ACONITE
(ACONITUM NAPELLUS)
Profil obat
Nama
latin : Aconitum napellus
Nama suku : Ranunculaceae
Nama lain : monk’s-hood; wolf’s bane ; blue rocket;
friar’s cap
Sumber : Daerah
pegunungan di Eropa, Rusia, dan Asia Tengah
Bagian yang digunakan :
akar, bunga, daun ( 90 % racun terdapat pada akar), tanaman diambil saat sedang
berbunga yaitu pada bulan Juni/Juli
Sejarah dan Kerja Obat
Tanaman yang tumbuh dengan tinggi antara 70-190 cm
ini, pada zaman dahulu digunakan sebagai
racun pada ujung panah untuk berburu serigala (wolf). Proving dilakukan oleh Hahnemann pada tahun
1805 dan digunakan secara luas untuk demam dan keluhan tiba-tiba dengan nyeri
hebat.
Gejala utama
(kunci)
Gejala timbul akibat syok atau terpapar udara dingin, dan
terjadi dengan cepat dan tiba-tiba. Pasien sangat ketakutan, khawatir berlebihan,
takut akan kematian. Infeksi akut yang terjadi mendadak.
Gejala dan
Penggunaan
Aconite adalah obat yang bekerja
singkat dan tidak menimbulkan penyakit kronis.
Karakteristik orang yang cocok dengan Aconite adalah individu yang
plethoric, energik, yang melemah dengan tiba-tiba akibat paparan (exposure)
yang hebat. Keluhan muncul mendadak akibat cuaca yang sangat dingin pada musim
dingin, atau pada cuaca sangat panas saat musim panas. Keluhan paru-paru dan otak pada musim dingin,
dan gangguan pencernaan pada musim panas.
Gejala muncul dengan tiba-tiba,
akut, cepat dan langsung hebat dengan disertai demam. Tenaga dan kekuatan dengan tiba-tiba menurun
secara drastis, sehingga langsung merasa lemas. Keluhan dan ketegangan akan lebih mudah muncul
karena terkena udara kering dan angin dingin.
Yang paling banyak terpengaruh adalah membrana serosa (membran serosa =
selaput jernih, selaput yang melapisi rongga-rongga badan) dan jaringan otot.
Aconite merupakan obat pertama untuk
peradangan yang disertai demam, akan tetapi hanya yang masih merupakan gangguan
fungsional dan tidak bisa
bekerja jika sudah ada kerusakan jaringan. Kerjanya singkat/cepat, dan tidak
bisa untuk penyakit yang berulang - ulang (periodik). Badan merasa dingin, kesemutan dan mati rasa,
namun di bagian dalam terasa panas, seperti pada influenza.
Gejala-gejala yang cocok untuk
Aconite kebanyakan dilatarbelakangi oleh ketegangan emosi/mental dan fisik atau
berupa kecemasan dan tekanan, seperti yang tampak pada penyakit-penyakit
psikosomatik (gangguan emosional yang berwujud sebagai gejala mental dan gejala
fisik).
Pikiran. – Perasaan
takut, cemas, dan gelisah yang berat, yang menyertai setiap penyakit, walaupun penyakitnya ringan. Pelupa; tidak dapat mengingat tanggal.
Delirium (meracau) dengan mengungkapkan perasaan tidak bahagia, tegang, takut,
marah; akan tetapi jarang sampai tidak sadar. Merasa memiliki kemampuan melihat
benda yang tidak dapat dilihat mata biasa atau kejadian yang belum terjadi.
Mempunyai firasat buruk dan rasa takut.
Takut akan kematian tapi yakin bahwa ia akan segera meninggal; bahkan
memperkirakan tanggal kematiannya.
Takut
akan hari depan, kerumunan/keramaian orang, menyeberang jalan. Gelisah, jalan mondar-mandir. Rasa sakit luar biasa yang tidak tertahankan. Tidak menyukai
musik karena dapat membawa kesedihan.
Ia merasa seakan-akan apa yang baru dikerjakannya itu merupakan suatu
mimpi.
Kepala. – Kepala terasa
berat, panas, seperti mau pecah. Vertigo
(rasa berputar), memburuk pada saat bangun [Nux. Opium]. Rambut seperti mau
dicabut, meracau pada waktu malam.
Mata. – Mata
merah meradang, disertai rasa terbakar.
Rasa panas dan kering, seperti kemasukan pasir. Photophobia (fotofobia = takut cahaya). Kelopak mata tiba-tiba membengkak dengan
cepat, keras dan merah. Jika terpapar angin kering dan dingin, terpapar cahaya yang menyilaukan, atau baru
dikeluarkan sesuatu benda asing dari matanya, air mata keluar terus menerus.
Telinga. – Sangat
peka terhadap suara, tidak suka musik. Bagian luar tampak ada reaksi
peradangan. Nyeri berdenyut, nyeri
teriris, nyeri terbakar di dalam telinga. Nyeri [Cham.], seperti ada air di
dalam telinga kiri.
Hidung. –
Penciuman tiba-tiba peka. Nyeri pada batang hidung, berdenyut di lubang
hidung. Mimisan dengan darah yang merah
segar. Coryza (pilek), mungkin disertai
nyeri kepala hebat –yang datang pada malam hari setelah terkena dingin pada siang
hari- mimisan, kecemasan, dan ketakutan.
Selaput lendir kering atau dengan ingus sangat sedikit. Hidung tersumbat.
Sering
disarankan untuk coryza pada bayi yang segar tidak pucat, tembem,dan plethoric,
bukan pada bayi yang terlihat sakit atau yang pucat.
Wajah. – Ekspresi
cemas. Merah, sembab, panas [Cham.
Ipec.]. Satu pipi merah, sebelahnya
pucat. [Cham. Ipec] Jika bangkit, muka yang merah segera menjadi
sangat pucat, atau menjadi pusing (rasa berputar). Neuralgia (nyeri saraf) terutama sebelah
kiri, yang disertai kegelisahan yang sangat, kesemutan dan mati rasa. Mungkin
timbul rasa kesemutan, ada yang merayap pada wajah, dengan rasa nyeri atau
tidak. Nyeri pada rahang.
Mulut. – Rasa tebal,
kering, dan kesemutan. Lidah bengkak,
ujungnya kesemutan. Lidah berselaput putih. [Antim. crud.] Semua yang dimakan/diminum terasa pahit,
kecuali air. Rahang bawah bergerak-gerak
terus seperti sedang mengunyah.
Gigi geligi. Sakit gigi akibat dingin, akibat angin kering
dan dingin, disertai nyeri berdenyut di satu sisi, pipi merah, sangat gelisah;
sisi kiri. Gusi panas dan meradang.
Tenggorok. – Merah, kering,
tersumbat, tebal, menusuk-nusuk, panas.
Tonsil (amandel) bengkak, merah dan kering. Kadang-kadang langit-langit bengkak. Rasa nyeri, terbakar, tidak dapat menelan,
disertai panas badan tinggi, rasa sangat haus yang tak terpuaskan,
gelisah.
Lambung. – Peradangan akut yang
sangat berat pada lambung. Muntah-muntah dengan perasaan takut, rasa panas,
keringat berlebihan dan sering BAK. Muntah-muntah, dengan muntahan cairan
empedu, lendir dan darah, berwarna kehijauan.
Sangat ingin minuman dingin. Semua terada pahit kecuali air. Banyak minum, banyak muntah dan merasa seperti
mau mati. Merasa akan muntah walaupun
lambung kosong. Rasa tertekan di lambung dengan sesak nafas. Hematemesis (muntah darah). Panas dari lambung ke esofagus (saluran
pencernaan antara pangkal tenggorok dan lambung).
Perut. – Perut terasa panas bila disentuh, tegang, dan
sensitif. Colic (kolik = nyeri melilit yang hilang timbul), tidak membaik pada
posisi apapun. Rasa terbakar, diiris-iris; memburuk bila ditekan sedikit atau
bila berbaring pada sisi kanan. Keluhan berkurang setelah makan sesuatu yang
hangat. Umbilicus (umbilikus = daerah
pusar) keras, membengkak, terasa panas.
Aconite adalah obat yang berguna untuk serangan pertama peradangan hebat
pada hati. Peradangan pada semua organ
internal perut.
Buang air besar. - Tinja sedikit, mudah keluar, sering, disertai
tenesmus (mengejan tanpa hasil); kecil-kecil, coklat, nyeri, dan akhirnya
berdarah. Tinja putih, dengan air seni
berwarna merah gelap. Tinja seperti
dedauan yang diiris-iris. Diare cairan
empedu pada bayi, disertai kolik. Diare
akibat dingin kebasahan; tinja lengket, berdarah, nyeri perut hebat. Rasa ingin BAB yang mendesak. Rasa
ditusuk-tusuk dan gatal di anus yang tidak tertahankan pada malam hari. Disentri pada siang hari yang panas dan malam
yang dingin. Tinja yang lengket,
kemudian sembelit. Sembelit; tinja
berwarna seperti tanah liat. Wasir yang berdarah [Hamam.], meradang; nyeri
ditusuk-tusuk dan ditekan di anus.
Air Seni. – Daerah ginjal
sensitif; nyeri menjalar. Nyeri bila
berkemih, sulit berkemih, menetes, sering ingin berkemih. Air seni sedikit, terasa panas, disertai
endapan berwarna seperti batu bata dan keruh. Mengompol, disertai rasa haus. Banyak berkemih, disertai nyeri kepala dan
keringat banyak. Tenesmus dan panas di leher kandung kencing. Retensi (air seni
tertahan di kandung kemih), disertai tekanan pada kandung kemih atau rasa
ditusuk-tusuk di daerah ginjal; retensi akibat kedinginan terutama pada anak-anak,
dengan menjerit-jerit dan sangat gelisah.
Bayi yang baru lahir mengalami syok (syok = kegagalan peredaran darah
yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah dan gejala-gejala umum lain) yang
hebat, sehingga tidak bisa berkemih.
Hematuria (air seni berdarah), disertai wasir di anus.
Laki-laki. – Rasa ditusuk-tusuk,
seperti ada yang merayap di glans (kepala zakar). Orchitis (radang buah zakar) berat yang terjadi tiba-tiba, akibat
kedinginan, pada pria plethoric. Tetapi
tidak bermanfaat untuk orchitis yang disebabkan oleh tertahannya nanah akibat
penyakit gonorrhea (gonore = penyakit kencing nanah). Ereksi sering dan sering ejakulasi. Ereksi sakit.
Wanita. – Aconite lebih sering
diberikan untuk wanita dan anak-anak daripada pria. Wanita adalah pasien natural Aconite karena
memiliki kepekaan rasa simpati yang alami.
Tertekan karena ketakutan dan kedinginan, pada wanita yang plethoric. Peradangan
alat kelamin pada wanita plethoric.
Vagina kering, panas dan rentan.
Haid banyak sekali (disertai mimisan), memanjang, dan terlambat. Marah-marah seiring datangnya haid. Indung telur membengkak dan terasa nyeri. Nyeri seperti teriris di rahim.
Kehamilan. – Selama masa
kehamilan, gelisah, takut akan kematian, memperkirakan waktu kematian. Ancaman keguguran akibat ketakutan, dengan
rasa gelisah; peredaran darah meningkat, pernafasan cepat. Setelah persalinan yang sulit dan
melelahkan.
Aconite
dapat diberikan pada bayi baru lahir yang mengalami kesulitan seperti sulit
bernafas, gangguan jantung, demam, retensi urin.
Pernafasan. Obat krup (batuk sesak) yang datang tiba-tiba
pada anak-anak plethoric, akibat terkena angin dingin, kering, berada di luar
rumah dengan angin dingin sepanjang hari.
Rasa menekan yang menetap pada dada kiri. Pada gerakan tubuh yang ringan dapat
menimbulkan sesak napas. Suara serak,
batuk kering dan sesak napas. Anak selalu memegang leher tiap kali batuk. Sangat rentan terhadap udara yang
dihirup. Laring sensitif. Rasa seperti
ditusuk-tusuk di seluruh dada. Batuk yang
pendek-pendek, kering; memburuk pada malam dan lewat tengah malam. Rasa panas di paru-paru. Darah keluar dengan berdehem.
Jantung. – Tachycardia
(takikardia = frekuensi denyut jantung yang berlebihan). Penyakit jantung dengan nyeri di bahu kiri. Nyeri menusuk-nusuk di dada. Palpitation (palpitasi = jantung
berdebar-debar), disertai kecemasan, pingsan, dan kesemutan pada
jari-jari. Denyut nadi penuh,
keras; tegang dan melompat-lompat;
kadang-kadang intermitten (hilang timbul).
Denyut arteria carotis (arteri karotis = pembuluh nadi leher) dan
temporal (pembuluh nadi pelipis) terasa
jika duduk.
Punggung. – Mati rasa, kaku dan
nyeri. Leher kaku dan sakit. Nyeri di
antara belikat.
Anggota badan. - Mati rasa/tebal dan
kesemutan. Mendadak timbul nyeri. Dingin seperti kena es dan rasa tebal di
tangan dan kaki. Lengan terasa seperti
lumpuh, memar, berat dan tebal. Nyeri di
lengan kiri bagian bawah [Cact.; Crotal.; Kalmia.; Tabac.] Tangan panas dan kaki dingin. Radang rematik pada sendi-sendi. Memburuk pada malam hari. Merah, bengkak mengkilat, sangat rentan. Sendi bokong dan paha terasa lumpuh, terutama
setelah rebahan. Lutut tidak
stabil. Ligamen (jaringan ikat) semua
sendi lemah dan lesu. Bunyi-bunyi dari
semua sendi tanpa rasa sakit. Perasaan
seperti ada air mengalir sepanjang paha.
Tidur. – Mimpi-mimpi buruk. Mengamuk pada malam hari. Mimpi-mimpi menakutkan. Sukar tidur, dengan kegelisahan dan jalan
hilir mudik. (Pakai potensi 30). Gerakan-gerakan terkejut waktu tidur. Mimpi-mimpi
panjang disertai rasa cemas di dada.
Insomnia (tidak bisa tidur) pada manula.
Kulit. – Merah, panas,
bengkak, kering seperti terbakar. Bercak-bercak
merah seperti campak. Mengelupas dan
rasa tebal/mati rasa.
Demam. – Demam Aconite umumnya demam yang
berat dan singkat, bukan demam yang lambat dan berkepanjangan. Tidak
diindikasikan untuk demam akibat malaria dan demam yang tidak tinggi. Keringat dingin dengan muka sedingin es. Dingin dan panas bergantian. Rasa kedinginan pada malam hari, segera waktu
mau tidur. Gelombang rasa dingin
menjalari badan. Selalu haus dan
gelisah. Kedinginan jika tidak ditutup
atau diraba. Panas kering, muka
merah. Demam jelas dengan gelisah dan
cemas. Bagian tubuh yang menempel pada alas/tempat tidur, basah oleh keringat.
Modalitas. – Senang di udara
terbuka. Memburuk dalam kamar yang
panas, sore dan malam hari. Memburuk
bila tidur di atas bagian yang sakit, dari musik, asap rokok, angin kering dan
dingin.
Hubungan dengan
remedi lain.
– Cuka dalam jumlah besar merupakan antidot terhadap efek racun. Asam, alkohol, kopi, lemon, dan buah-buahan
asam mempengaruhi kerja Aconite. Sulphur
mengikuti kerjanya. Bandingkan Cham. dan
Coffea pada rasa sangat nyeri dan tidak bisa tidur. Agrostis dan Spiranthes kerjanya seperti
Aconite pada demam dan radang.
Pelengkap : Coffea dan Sulphur. Sulphur bisa disebut Aconite kronis. Sering menyelesaikan penyembuhan yang dimulai
oleh Aconite.
Bandingkan : Bellad.; Cham.; Coffea.; Ferr.phos.
Aconite
adalah antidot untuk Bellad., Cham., Coffea, Nux vom., Petrol., Sepia,
Sulphur, Veratr.
Dosis. – Potensi 6 C untuk keluhan
sensoris. 1-3 untuk keluhan kongesti.
Harus sering diulang pada penyakit akut.
Kerja Aconite cepat. Untuk neuralgia,
tintura yang berasal dari akar lebih diutamakan, satu tetes dosis atau potensi
30 C, tergantung pada penerimaan pasien.
000O000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar