Kamis, 06 Maret 2014

HOMEOPATHY : ACONITE

ACONITE
(ACONITUM NAPELLUS)


Profil obat

Nama latin : Aconitum napellus
Nama suku : Ranunculaceae
Nama lain : monk’s-hood; wolf’s bane ; blue rocket; friar’s cap
Sumber : Daerah pegunungan di Eropa, Rusia, dan Asia Tengah
Bagian yang digunakan : akar, bunga, daun ( 90 % racun terdapat pada akar), tanaman diambil saat sedang berbunga yaitu pada bulan Juni/Juli

Sejarah dan Kerja Obat

            Tanaman yang tumbuh dengan tinggi antara 70-190 cm ini,  pada zaman dahulu digunakan sebagai racun pada ujung panah untuk berburu serigala (wolf).  Proving dilakukan oleh Hahnemann pada tahun 1805 dan digunakan secara luas untuk demam dan keluhan tiba-tiba dengan nyeri hebat.

Gejala utama (kunci)
Gejala timbul akibat syok atau terpapar udara dingin, dan terjadi dengan cepat dan tiba-tiba. Pasien sangat ketakutan, khawatir berlebihan, takut akan kematian. Infeksi akut yang terjadi mendadak.

Gejala dan Penggunaan
            Aconite adalah obat yang bekerja singkat dan tidak menimbulkan penyakit kronis.  Karakteristik orang yang cocok dengan Aconite adalah individu yang plethoric, energik, yang melemah dengan tiba-tiba akibat paparan (exposure) yang hebat. Keluhan muncul mendadak akibat cuaca yang sangat dingin pada musim dingin, atau pada cuaca sangat panas saat musim panas.  Keluhan paru-paru dan otak pada musim dingin, dan gangguan pencernaan pada musim panas.
            Gejala muncul dengan tiba-tiba, akut, cepat dan langsung hebat dengan disertai demam.  Tenaga dan kekuatan dengan tiba-tiba menurun secara drastis, sehingga langsung merasa lemas.  Keluhan dan ketegangan akan lebih mudah muncul karena terkena udara kering dan angin dingin.  Yang paling banyak terpengaruh adalah membrana serosa (membran serosa = selaput jernih, selaput yang melapisi rongga-rongga badan)  dan jaringan otot. 
            Aconite merupakan obat pertama untuk peradangan yang disertai demam, akan tetapi hanya yang masih merupakan gangguan fungsional dan tidak bisa bekerja jika sudah ada kerusakan jaringan. Kerjanya singkat/cepat, dan tidak bisa untuk penyakit yang berulang - ulang (periodik).  Badan merasa dingin, kesemutan dan mati rasa, namun di bagian dalam terasa panas, seperti pada influenza.
            Gejala-gejala yang cocok untuk Aconite kebanyakan dilatarbelakangi oleh ketegangan emosi/mental dan fisik atau berupa kecemasan dan tekanan, seperti yang tampak pada penyakit-penyakit psikosomatik (gangguan emosional yang berwujud sebagai gejala mental dan gejala fisik).

Pikiran. – Perasaan takut, cemas, dan gelisah yang berat, yang menyertai setiap penyakit, walaupun penyakitnya ringan.   Pelupa; tidak dapat mengingat tanggal. Delirium (meracau) dengan mengungkapkan perasaan tidak bahagia, tegang, takut, marah; akan tetapi jarang sampai tidak sadar. Merasa memiliki kemampuan melihat benda yang tidak dapat dilihat mata biasa atau kejadian yang belum terjadi. Mempunyai firasat buruk dan rasa takut.   Takut akan kematian tapi yakin bahwa ia akan segera meninggal; bahkan memperkirakan tanggal kematiannya.
Takut akan hari depan, kerumunan/keramaian orang, menyeberang jalan.  Gelisah, jalan mondar-mandir. Rasa sakit luar biasa yang tidak tertahankan. Tidak menyukai musik karena dapat membawa kesedihan.   Ia merasa seakan-akan apa yang baru dikerjakannya itu merupakan suatu mimpi.
Kepala. – Kepala terasa berat, panas, seperti mau pecah.  Vertigo (rasa berputar), memburuk pada saat bangun [Nux. Opium]. Rambut seperti mau dicabut, meracau pada waktu malam.

Mata. – Mata merah meradang, disertai rasa terbakar.  Rasa panas dan kering, seperti kemasukan pasir.  Photophobia (fotofobia = takut cahaya).  Kelopak mata tiba-tiba membengkak dengan cepat, keras dan merah.  Jika terpapar angin kering dan dingin, terpapar cahaya yang menyilaukan, atau baru dikeluarkan sesuatu benda asing dari matanya, air mata keluar terus menerus.

Telinga. – Sangat peka terhadap suara, tidak suka musik. Bagian luar tampak ada reaksi peradangan.  Nyeri berdenyut, nyeri teriris, nyeri terbakar di dalam telinga. Nyeri [Cham.], seperti ada air di dalam telinga kiri.

Hidung. – Penciuman  tiba-tiba peka.  Nyeri pada batang hidung, berdenyut di lubang hidung.  Mimisan dengan darah yang merah segar.  Coryza (pilek), mungkin disertai nyeri kepala hebat –yang datang pada malam hari setelah terkena dingin pada siang hari- mimisan, kecemasan, dan ketakutan.  Selaput lendir kering atau dengan ingus sangat sedikit.  Hidung tersumbat.
Sering disarankan untuk coryza pada bayi yang segar tidak pucat, tembem,dan plethoric, bukan pada bayi yang terlihat sakit atau yang pucat.

Wajah. – Ekspresi cemas.  Merah, sembab, panas [Cham. Ipec.].  Satu pipi merah, sebelahnya pucat.  [Cham. Ipec]  Jika bangkit, muka yang merah segera menjadi sangat pucat, atau menjadi pusing (rasa berputar).  Neuralgia (nyeri saraf) terutama sebelah kiri, yang disertai kegelisahan yang sangat, kesemutan dan mati rasa. Mungkin timbul rasa kesemutan, ada yang merayap pada wajah, dengan rasa nyeri atau tidak.  Nyeri pada rahang.

Mulut. – Rasa tebal, kering, dan kesemutan.  Lidah bengkak, ujungnya kesemutan. Lidah berselaput putih. [Antim. crud.]  Semua yang dimakan/diminum terasa pahit, kecuali air.  Rahang bawah bergerak-gerak terus seperti sedang mengunyah.

Gigi geligi.  Sakit gigi akibat dingin, akibat angin kering dan dingin, disertai nyeri berdenyut di satu sisi, pipi merah, sangat gelisah; sisi kiri. Gusi panas dan meradang.

Tenggorok. – Merah, kering, tersumbat, tebal, menusuk-nusuk, panas.  Tonsil (amandel) bengkak, merah dan kering.  Kadang-kadang langit-langit bengkak.  Rasa nyeri, terbakar, tidak dapat menelan, disertai panas badan tinggi, rasa sangat haus yang tak terpuaskan, gelisah.  

Lambung. – Peradangan akut yang sangat berat pada lambung. Muntah-muntah dengan perasaan takut, rasa panas, keringat berlebihan dan sering BAK. Muntah-muntah, dengan muntahan cairan empedu, lendir dan darah, berwarna kehijauan.  Sangat ingin minuman dingin. Semua terada pahit kecuali air.  Banyak minum, banyak muntah dan merasa seperti mau mati.  Merasa akan muntah walaupun lambung kosong. Rasa tertekan di lambung dengan sesak nafas.  Hematemesis (muntah darah).  Panas dari lambung ke esofagus (saluran pencernaan antara pangkal tenggorok dan lambung).

Perut. –  Perut terasa panas bila disentuh, tegang, dan sensitif. Colic (kolik = nyeri melilit yang hilang timbul), tidak membaik pada posisi apapun. Rasa terbakar, diiris-iris; memburuk bila ditekan sedikit atau bila berbaring pada sisi kanan. Keluhan berkurang setelah makan sesuatu yang hangat.  Umbilicus (umbilikus = daerah pusar) keras, membengkak, terasa panas.  Aconite adalah obat yang berguna untuk serangan pertama peradangan hebat pada hati.  Peradangan pada semua organ internal perut. 

Buang air besar. -  Tinja sedikit, mudah keluar, sering, disertai tenesmus (mengejan tanpa hasil); kecil-kecil, coklat, nyeri, dan akhirnya berdarah.  Tinja putih, dengan air seni berwarna merah gelap.  Tinja seperti dedauan yang diiris-iris.  Diare cairan empedu pada bayi, disertai kolik.  Diare akibat dingin kebasahan; tinja lengket, berdarah, nyeri perut hebat.  Rasa ingin BAB yang mendesak. Rasa ditusuk-tusuk dan gatal di anus yang tidak tertahankan pada malam hari.  Disentri pada siang hari yang panas dan malam yang dingin.  Tinja yang lengket, kemudian sembelit.  Sembelit; tinja berwarna seperti tanah liat. Wasir yang berdarah [Hamam.], meradang; nyeri ditusuk-tusuk dan ditekan di anus.

Air Seni. – Daerah ginjal sensitif; nyeri menjalar.  Nyeri bila berkemih, sulit berkemih, menetes, sering ingin berkemih.  Air seni sedikit, terasa panas, disertai endapan berwarna seperti batu bata dan keruh.  Mengompol, disertai rasa haus.  Banyak berkemih, disertai nyeri kepala dan keringat banyak. Tenesmus dan panas di leher kandung kencing. Retensi (air seni tertahan di kandung kemih), disertai tekanan pada kandung kemih atau rasa ditusuk-tusuk di daerah ginjal; retensi akibat kedinginan terutama pada anak-anak, dengan menjerit-jerit dan sangat gelisah.    Bayi yang baru lahir mengalami syok (syok = kegagalan peredaran darah yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah dan gejala-gejala umum lain) yang hebat, sehingga tidak bisa berkemih.  Hematuria (air seni berdarah), disertai wasir  di anus.

Laki-laki. – Rasa ditusuk-tusuk, seperti ada yang merayap di glans (kepala zakar).  Orchitis (radang buah zakar)  berat yang terjadi tiba-tiba, akibat kedinginan, pada pria plethoric.  Tetapi tidak bermanfaat untuk orchitis yang disebabkan oleh tertahannya nanah akibat penyakit gonorrhea (gonore = penyakit kencing nanah).  Ereksi sering dan sering ejakulasi.  Ereksi sakit.

Wanita. – Aconite lebih sering diberikan untuk wanita dan anak-anak daripada pria.  Wanita adalah pasien natural Aconite karena memiliki kepekaan rasa simpati yang alami.  Tertekan karena ketakutan dan kedinginan, pada wanita yang plethoric. Peradangan alat kelamin pada wanita plethoric.  Vagina kering, panas dan rentan.  Haid banyak sekali (disertai mimisan), memanjang, dan terlambat.  Marah-marah seiring datangnya haid.  Indung telur membengkak dan terasa nyeri.  Nyeri seperti teriris di rahim.

Kehamilan. – Selama masa kehamilan, gelisah, takut akan kematian, memperkirakan waktu kematian.  Ancaman keguguran akibat ketakutan, dengan rasa gelisah; peredaran darah meningkat, pernafasan cepat.   Setelah persalinan yang sulit dan melelahkan. 
Aconite dapat diberikan pada bayi baru lahir yang mengalami kesulitan seperti sulit bernafas, gangguan jantung, demam, retensi urin.

Pernafasan.  Obat krup (batuk sesak) yang datang tiba-tiba pada anak-anak plethoric, akibat terkena angin dingin, kering, berada di luar rumah dengan angin dingin sepanjang hari.  Rasa menekan yang menetap pada dada kiri.  Pada gerakan tubuh yang ringan dapat menimbulkan sesak napas.  Suara serak, batuk kering dan sesak napas. Anak selalu memegang leher tiap kali batuk.  Sangat rentan terhadap udara yang dihirup.  Laring sensitif. Rasa seperti ditusuk-tusuk di seluruh dada.  Batuk yang pendek-pendek, kering; memburuk pada malam dan lewat tengah malam.  Rasa panas di paru-paru.  Darah keluar dengan berdehem. 

Jantung. – Tachycardia (takikardia = frekuensi denyut jantung yang berlebihan).  Penyakit jantung dengan nyeri di bahu kiri.  Nyeri menusuk-nusuk di dada.  Palpitation (palpitasi = jantung berdebar-debar), disertai kecemasan, pingsan, dan kesemutan pada jari-jari.  Denyut nadi penuh, keras;  tegang dan melompat-lompat; kadang-kadang intermitten (hilang timbul).  Denyut arteria carotis (arteri karotis = pembuluh nadi leher) dan temporal  (pembuluh nadi pelipis) terasa jika duduk.

Punggung. – Mati rasa, kaku dan nyeri. Leher kaku dan sakit.  Nyeri di antara belikat.

Anggota badan. - Mati rasa/tebal dan kesemutan.  Mendadak timbul nyeri.  Dingin seperti kena es dan rasa tebal di tangan dan kaki.  Lengan terasa seperti lumpuh, memar, berat dan tebal.  Nyeri di lengan kiri bagian bawah [Cact.; Crotal.; Kalmia.; Tabac.]  Tangan panas dan kaki dingin.  Radang rematik pada sendi-sendi.  Memburuk pada malam hari.  Merah, bengkak mengkilat, sangat rentan.  Sendi bokong dan paha terasa lumpuh, terutama setelah rebahan.  Lutut tidak stabil.  Ligamen (jaringan ikat) semua sendi lemah dan lesu.  Bunyi-bunyi dari semua sendi tanpa rasa sakit.    Perasaan seperti ada air mengalir sepanjang paha.

Tidur. – Mimpi-mimpi buruk.  Mengamuk pada malam hari.  Mimpi-mimpi menakutkan.  Sukar tidur, dengan kegelisahan dan jalan hilir mudik. (Pakai potensi 30). Gerakan-gerakan terkejut waktu tidur. Mimpi-mimpi panjang disertai rasa cemas di dada.  Insomnia (tidak bisa tidur) pada manula.

Kulit. – Merah, panas, bengkak, kering seperti terbakar.  Bercak-bercak merah seperti campak.  Mengelupas dan rasa tebal/mati rasa. 

Demam. – Demam Aconite umumnya demam yang berat dan singkat, bukan demam yang lambat dan berkepanjangan. Tidak diindikasikan untuk demam akibat malaria dan demam yang tidak tinggi.  Keringat dingin dengan muka sedingin es.  Dingin dan panas bergantian.  Rasa kedinginan pada malam hari, segera waktu mau tidur.  Gelombang rasa dingin menjalari badan.  Selalu haus dan gelisah.  Kedinginan jika tidak ditutup atau diraba.  Panas kering, muka merah.  Demam jelas dengan gelisah dan cemas. Bagian tubuh yang menempel pada alas/tempat tidur, basah oleh keringat.

Modalitas. – Senang di udara terbuka.  Memburuk dalam kamar yang panas, sore dan malam hari.  Memburuk bila tidur di atas bagian yang sakit, dari musik, asap rokok, angin kering dan dingin.

Hubungan dengan remedi lain. – Cuka dalam jumlah besar merupakan antidot terhadap efek racun.  Asam, alkohol, kopi, lemon, dan buah-buahan asam mempengaruhi kerja Aconite.  Sulphur mengikuti kerjanya.  Bandingkan Cham. dan Coffea pada rasa sangat nyeri dan tidak bisa tidur.  Agrostis dan Spiranthes kerjanya seperti Aconite pada demam dan radang.

Pelengkap :  Coffea dan Sulphur.  Sulphur bisa disebut Aconite kronis.  Sering menyelesaikan penyembuhan yang dimulai oleh Aconite.

Bandingkan : Bellad.; Cham.; Coffea.; Ferr.phos.

Aconite adalah antidot untuk Bellad., Cham., Coffea, Nux vom., Petrol., Sepia, Sulphur, Veratr.

Dosis. – Potensi 6 C untuk keluhan sensoris. 1-3 untuk keluhan kongesti.  Harus sering diulang pada penyakit akut.  Kerja Aconite cepat.  Untuk neuralgia, tintura yang berasal dari akar lebih diutamakan, satu tetes dosis atau potensi 30 C, tergantung pada penerimaan pasien.


000O000








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...