BANTUAN AHMADIYAH
DI LUAR NEGERI
Pada akhir tahun 1946, tepatnya
hari Selasa Legi tanggal 10-1-1946 tersiar sebuah pernyataan dari Imam Jemaat
Ahmadiyah yang dimuat dalam surat-surat kabar antara lain: Kedaulatan Rakyat Jogyakarta, harian Merdeka Jakarta dan lain-lain yang disiarkan oleh Kantor Berita
Antara dengan judul :
MEMPERHEBAT
PENERANGAN TENTANG REPUBLIK INDONESIA
DI LUAR NEGERI. GERAKAN AHMADIYAH TURUT
MEMBANTU
“Betapa
besarnya perhatian gerakan Ahmadiyah tentang perjuangan kemerdekaan bangsa kita
dapat diketahui dari surat-surat kabar harian dan risalah-risalah dalam bahasa
Urdu yang baru-baru ini diterima dari India. Dalam surat-surat kabar
tersebut, dijumpai banyak sekali berita-berita dan karangan-karangan yang
membentangkan sejarah perjuangan kita, soal-soal yang berhubungan dengan
keadaan ekonomi dan politik negara, biografi pemimpin-pemimpin kita, terjemahan
dari undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia dan lain-lain.
Selain itu tercantum juga
beberapa pidato yang panjang lebar, mengenai seruan dan anjuran kepada
pemimpin-pemimpin negara Islam, supaya mereka dengan serentak meyatakan
sikapnya masing-masing untuk mengakui berdirinya pemerintahan Republik Indonesia.
Hal yang mengharukan ialah suatu perintah umum dari Mirza Basyiruddin Mahmud
Ahmad, Pemimpin gerakan Ahmadiyah kepada pengikut-pengikutnya di seluruh dunia
yang berjumlah lebih kurang dua juta orang, supaya mereka selama bulan
September dan Oktober yang baru lalu ini (1946) tiap-tiap hari Senen dan Kamis
berpuasa memohonkan do’a kepada Allah swt guna menolong bangsa Indonesia dalam
perjuangannya memberi semangat hidup untuk tetap bersatu-padu dalam
cita-citanya menempatkan ru’b (ketakutan) di dalam hati musuhnya serta
tercapainya sekalian cita-cita bangsa Indonesia”.
“Ketika diadakan peringatan genap
satu tahun berdirinya Republik Indonesia,
pemimpin tersebut menurut harian Al-Fazl
– berpidato antaranya sebagai berikut :
“Jika bangsa Indonesia
akan mendapat kemerdekaan 100%, tentulah hal ini akan berfaedah besar bagi
dunia Islam. Untuk hal itu ada baiknya jika negara-negara Islam pada masa ini
dengan serentak memperdengarkan suaranya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia
serta meminta supaya negara-negara lain juga mengakuinya. Selain itu saya
berharap, supaya seluruh mubaligh(utusan) Ahmadiyah yang kini ada di India dan
di luar India, yaitu Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa, Kanada, Amerika
Serikat, Amerika Selatan dan lain-lain mendengungkan serta menulis dalam
surat-surat kabar harian dan majalah-majalah yang mereka keluarkan,
karangan-karangan yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa
Indonesia, khususnya meminta kepada negara-negara Islam untuk membantu bangsa
Indonesia mencapai kemerdekaannya. Soal kemerdekaan Indonesia harus tiap-tiap waktu
didengung-dengungkan, supaya negara-negara di dunia ini memperhatikan hal itu.
Sudah menjadi haknya bangsa Indonesia
untuk merdeka di masa ini. Bangsa ini adalah bangsa yang maju, memiliki
peradaban tinggi serta mempunyai pemimpin-pemimpin yang bijaksana. Mereka
adalah suatu bangsa yang besar dan bersatu. Bangsa Belanda yang jumlahnya kecil
sekali-kali tidak berhak untuk memerintah mereka” (ejaan baru dari kami).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar