1 November 2013
Summary Khutbah Hadhrat Khalifatul Masih V atba.
Membangun Mesjid Dan Keteguhan Dalam
Beribadah Kepada Allah
Îû
BNqãç/
tbÏr&
ª!$#
br&
yìsùöè?
t2õãur
$pkÏù
¼çmßJó$#
ßxÎm7|¡ç
¼çms9
$pkÏù
Íirßäóø9$$Î/
ÉA$|¹Fy$#ur
ÇÌÏÈ ×A%y`Í
w
öNÍkÎgù=è?
×ot»pgÏB
wur
ììøt/
`tã
Ìø.Ï
«!$#
ÏQ$s%Î)ur
Ío4qn=¢Á9$#
Ïä!$tGÎ)ur
Ío4qx.¨9$#
tbqèù$ss
$YBöqt
Ü=¯=s)tGs?
ÏmÏù
ÛUqè=à)ø9$#
ã»|Áö/F{$#ur
ÇÌÐÈ ãNåkuÌôfuÏ9
ª!$#
z`|¡ômr&
$tB
(#qè=ÏHxå
NèdyÌtur
`ÏiB
¾Ï&Î#ôÒsù
3
ª!$#ur
ä-ãöt
`tB
âä!$t±o
ÎötóÎ/
5>$|¡Ïm
ÇÌÑÈ
'Cahaya ini sekarang menyala di
rumah-rumah yang mengenainya Allah telah menetapkan, bahwa mereka ditinggikan
dan nama-Nya diingat di dalamnya. Mereka memuliakan Dia di dalamnya di pagi
hari dan sore hari;
Orang-orang lelaki yang perdagangan maupun
jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah dan mendirikan shalat
dan membayar zakat.
Supaya Allah akan memberi mereka ganjaran
terbaik atas amalan mereka, dan menambahkannya kepada mereka dari karunia-Nya.
Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa perhitungan
' (QS Al Nur,
ayat 37-39 ) .
Hari ini Tuhan telah memberi taufik
kepada Jama'at Selandia Baru untuk membangun masjid mereka. Semoga Tuhan
memberkati masjid ini untuk Jama'at dalam segala hal! Selandia Baru adalah Jama'at
kecil dengan hanya empat ratus anggota, namun mereka telah membuat sebuah
masjid yang sangat baik dengan kapasitas lebih besar dari jumlah mereka. Semoga
Allah membuat mereka melebihi kapasitasnya! Anggota Jemaat yang telah bekerja
siang dan malam dengan sangat antusias untuk menyelesaikan masjid. Seperti kebiasaan
dalam Jama'at, mereka melakukan sendiri banyak pekerjaan [di gedung] melalui
Waqari Amal dan menghemat biaya. Total biaya pembangunan masjid dan beberapa
renovasi adalah 3,5 juta dolar NZ[1].
Karena Jama'at kecil, uangnya tidak bisa segera dikumpulkan, karena itu
mengambil pinjaman. Namun, Hadhrat Khalifatul Masih berharap bahwa anggota
Jemaat akan segera melunasi pinjaman. Tahun ini Jama'at Selandia Baru mencapai
25 tahun, oleh karena itu, terlepas dari jumlah mereka yang kecil, para anggota
sangat ingin mengirimkan hadiah masjid kepada Allah dalam bentuk rumah-Nya.
Perlu diingat bahwa semangat yang mendasari pemberian hadiah ini, hendaknya tidak
tetap menjadi hadiah berdasarkan pinjaman. Upaya harus dilakukan untuk melunasi
pinjaman secepat mungkin sehingga pengorbanannya murni. Pinjaman ini diambil
oleh Jama'at dengan prasangka baik kepada anggota, bahwa mereka akan berkorban
untuk pembangunan untuk meraih keridhaan Allah.
Rasulullah saw. bersabda bahwa seseorang
yang membuat rumah Allah di dunia Allah akan membuat rumah untuknya di surga. Adakah
orang yang tidak menginginkan sebuah rumah di surga? Tidak ada seorang Ahmadi pun
bahkan bisa memikirkan tidak meraih kenikmatan Allah dan tidak ingin mendapat
berkat memiliki rumah yang dibangun di surga. Ini adalah keindahan Jama'at bahwa
dimanapun di dunia, Jemaat memberikan pengorbanan harta tanpa perhitungan. Hakekat
pengorbanan harta yang Hadhrat Masih Mau'ud as. mulai pada para sahabat beliau
untuk menyampaikan pesan-pesan Islam ke seluruh dunia dan yang mengenainya
beliau bersabda bahwa beliau kagum melihat ketulusan tak terbatas dan kecintaan
sahabat-sahabat beliau, hari ini, setelah lewat seratus tahun, masih ada pada para
anggota Jemaat. Terlepas di negara manapun parah Ahmadi berada, mereka
mengungguli satu sama lain dalam kesetiaan dan ketulusan. Jama'at New Zealand
terdiri 60 % orang-orang dari Fiji, imigran Pakistan 23 % dan sisanya dari beragam
etnis. Jadi Jemaat kecil ini yang terdiri dari berbagai macam orang-orang
unggul dalam ketulusan. Perlu diingat bahwa ketulusan secara zahir, pengorbanan
sementara, baik itu waktu atau kekayaan tidak cukup bagi seorang mukmin sejati.
Bahkan, martabat seorang mukmin sejati adalah dalam menjalankan ketakwaan
dengan penuh tekad dan keteguhan sambil memperhatikan tujuan penciptaannya.
Dalam hal ini Hadhrat Masih Mau'ud as.
menjelaskan:
"Karena kurangnya pemahaman dan adanya
sifat takut-takut, orang-orang dari
berbagai karakter menetapkan tujuan yang berbeda bagi kehidupan mereka dan
membatasinya pada tujuan dan keinginan-keinginan duniawi. Namun, tujuan yang
Allah Taala nyatakan dalam Kitab suci-Nya:
$tBur
àMø)n=yz
£`Ågø:$#
}§RM}$#ur
wÎ)
Èbrßç7÷èuÏ9
ÇÎÏÈ
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan
manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku." ( 51:57 ). Berdasarkan
ayat ini, tujuan sesungguhnya kehidupan manusia adalah menyembah Allah dan
memperoleh makrifat mengenainya-Nya dan menjadi kepunyaan Tuhan.'
Perlu diingat bahwa setelah masuk dalam
Jama'at Hadhrat Masih Mau'ud as., bukanlah tujuan kita untuk memberikan
pengorbanan berdasarkan semangat sementara. Sebaliknya , kita harus menyembah
Allah dengan keteguhan dan ini hanya mungkin ketika seseorang memiliki
kesadaran bahwa Allah adalah Pemilik semua kekuatan dan mengawasi segala
sesuatu yang dia lakukan, memiliki pengetahuan tentang apa yang di dalam hatinya
dan juga memiliki pengetahuan tentang apa yang ingin dia lakukan di masa depan.
Barulah dapat kita katakan bahwa dia berusahaaya untuk menjadi milik Tuhan.
Kita seharusnya tidak menyembah Tuhan
hanya ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya, ketika kita berada dalam
kesulitan, ketika kebutuhan duniawi kita tidak terpenuhi. Bahkan kita juga
harus memperhatikan ibadah kepada Allah di masa yang baik. Perdagangan dan
perniagaan duniawi hendaknya tidak membuat kita menjauh dari ibadah kepada
Allah. Masjid ini tidak boleh terbatas menjadi sebuah bangunan belaka. Kebesaran
dan keindahannya hendaknya tidak hanya mengingatkan kita tentang Waqari Amal yang
kita lakukan untuk itu dan berapa banyak kontribusi yang kita lakukan untuk
itu. Bahkan gedung ini seharusnya mengingatkan kita bahwa membangun masjid di
dunia ini akan menjadikan kita penerima berkat sebuah rumah di surga dari
Allah. Dan ini akan terjadi ketika, setelah membuat masjid kita juga membayar hak-hak
mesjid. Ini akan terjadi ketika, seperti dinyatakan dalam ayat yang dibacakan
di awal, mukmin sejati adalah mereka yang: '...yang tidak melalaikan mereka
perdagangan atau jual beli...' Memang , mereka tidak lalai dari mengingat
Allah, shalat dan zakat. Kita para Ahmadi harus bercita-cita untuk menjadi mukmin
semacam ini.
Sebuah pusat Shalat ada di sini
sebelumnya, tapi ada perbedaan yang jelas antara sebuah pusat Shalat dan masjid.
Selain dari fitur arsitektur masjid, menara dan kubah, masjid memiliki hawa
kesucian. Dalam beliau tahun 2006 ke Selandia Baru, Hadhrat Khalifatul Masih
telah meminta Jama'at untuk membangun sebuah masjid yang patut dengan tujuan
bahwa menara dan kubah akan mengingatkan mereka bahwa mereka telah membangun
sebuah masjid dengan mengorbankan waktu dan kekayaan mereka dan juga perlu
untuk memenuhi haknya. Selain itu, menara dan kubah juga menjadi daya tarik
bagi masyarakat lokal dan dapat menjadi sarana Tabligh. Orang-orang tertarik
untuk mengetahui gambaran Islam yang sebenarnya atau sekedar ingin tahu. Hadhrat
Khalifatul Masih bersabda beliau telah mengamati sejauh ini bahwa dengan
karunia Allah gambaran Jama'at meningkat berlipat ganda dengan bangunan masjid
dan karena ini peningkatan gambaran hak masjid dapat terpenuhi.
Apa itu hak-hak masjid ? Pertama bahwa
perdagangan dan perniagaan seseorang hendaknya tidak menjauhkannya dari
mengingat Allah, pada kenyataannya bangunan masjid harus menarik seseorang
untuk shalat dan mengingat Allah. Ketika panggilan ‘Hayya ‘alash shalaah'
selama Adhan diserukan, dia harus melupakan perdagangan dan perniagaannya dan
pergi ke masjid. Dapat dikatakan bahwa hari ini jarak masjid sangat jauh dan
suara Adzan juga tidak terdengar karena tidak disiarkan keluar. Oleh karena
itu, harus disadari bahwa kita telah membangun masjid ini untuk membayar hak
ibadah kepada Allah dan untuk mengetahui alasan penciptaan kita. Juga, telah disebutkan
sebelumnya bahwa hari ini semua orang membawa telepon seluler. Ini harus
dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menyetel alarm untuk waktu shalat. Mereka
yang tinggal dekat dengan mesjid harus datang ke masjid dan mereka yang jaraknya
jauh harus mengerjakan Shalat di tempat kerja. Orang-orang di sekitar mereka
akan melihat ini dan akan tertarik. Hal ini bisa mendorong pada mengundang
teman-teman ke masjid dan dengan demikian dia akan mengingat Allah serta mulai menyampaikan
pesan Islam kepada orang lain.
Rasulullah saw. telah menimbulkan
perubahan revolusioner di antara para sahabat beliau, dan ayat-ayat dibacakan
di awal menggambarkan teladan mereka. Mereka sibuk dalam perdagangan bernilai
jutaan namun hati mereka penuh dengan mengingat Allah dan mereka selalu
tertarik kepada pengorbanan harta. Dan untuk perubahan revolusioner inilah di
zaman ini, Tuhan mengutus pecinta sejati Rasulullah saw., Hadhrat Masih Mau'ud as.
untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan, untuk menjaga shalat dan membuat pengorbanan
harta.
Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa
beliau sering menyebutkan bahwa sikap Jama'at dalam pengorbanan harta sangat
tinggi. Namun, ada kebutuhan besar untuk memperhatikan shalat. Masjid harus diramaikan,
karena menegakkan shalat yang sejati adalah ketika dikerjakan berjamaah di
masjid, dan masjid dibangun untuk tujuan ini. Allah menyatakan bahwa orang
mukmin lebih peduli tentang akhirat daripada dunia ini. Ketika pria mencapai
usia tua ia khawatir dan menangis kepada Tuhan berdoa untuk akhir yang baik.
Allah menyatakan bahwa seorang mukmin sejati tidak sampai ke tahap ini di usia
tua, bahkan ia tertarik pada Tuhan, pada ibadah kepada-Nya, pada mensucikan
dirinya pada usia muda dan selama masa kemudahan dan kemakmuran. Seorang mukmin
sejati mengingat Allah siang dan malam dengan ketakutan terhadap Akhirat selalu
hadir dalam pikirannya. Demikianlah kondisi para sahabat Rasulullah saw., dan
Hadhrat Masih Mau'ud as. datang untuk menanamkan kondisi ini dalam diri kita. Beliau
bersabda: "hati hamba selalu sedih bahwa semoga Allah Ta'ala juga
melimpahkan berkat para sahabat pada Jama'at kita. semoga mereka juga
menanamkan kebenaran dan kejujuran, ketulusan dan ketaatan dalam diri mereka seperti
yang dimiliki para sahabat. Semoga mereka tidak takut pada siapa pun selain
Allah. Semoga mereka bertakwa karena kecintaan Allah beserta dengan orang yang bertakwa: '...annallaaha
ma’al muttaqiin' ( 9:36 ) '
Jika kita menginginkan berkat Tuhan dan
juga ingin menjadikan rumah kita termasuk di rumah-rumah yang ditinggikan dengan
perintah Allah, maka kita perlu mengisi rumah kita dengan mengingat Allah dan
menjaga rasa takut kepada-Nya selalu hadir dalam hati kita. Kekhawatiran
tentang dunia, kekhawatiran tentang perdagangan seseorang seharusnya tidak ada
artinya dibandingkan dengan rasa takut kepada Tuhan. Hadhrat Masih Mau'ud as.
berulang kali meminta Jama'at untuk menanamkan ketakwaan dan mendahulukan
Tuhan. Dalam menerangkan kata-kata Hadhrat Masih Mau'ud as. Hadhrat Khalifatul
Masih bersabda bahwa bahkan jika seseorang memperoleh keuntungan sementara
karena mengejar keduniawian, dia masih merasa rentan. Jika seseorang menjadi kepunyaan
Tuhan, dia mendapatkan-Nya serta dunia. Seperti disebutkan sebelumnya, para
sahabat Rasulullah saw. biasa sibuk dalam perdagangan bernilai jutaan namun
mereka tidak pernah lupa mengingat Allah dan tidak pernah lupa rasa takut kepada
Tuhan. Di zaman ini kita mengatakan bahwa setelah datang Bai'at kepada Hadhrat
Masih Mau'ud as. kita telah membawa perubahan suci dalam diri kita. Namun,
perubahan ini hanya akan bermanfaat ketika itu adalah perubahan yang nyata dan
bukan sekedar pengakuan lisan. seseorang dihargai oleh Allah dengan rezeki duniawi
maupun ruhani ketika dia membawa perubahan sejati dan murni di mana Shalat dikerjakan
untuk keridhaan Allah dan perbuatan baik lainnya juga dilakukan. Allah tidak melarang
seseorang melakukan perdagangan dan jual beli, yang Dia katakan adalah bahwa
perdagangan dan perniagaan ini hendaknya tidak membuat seseorang jauh dari
mengingat-Nya. Hadhrat Masih Mau'ud as. telah bersabda bahwa jika kita gagal
untuk mengerjakan Shalat apa perbedaan antara kita dan orang lain dan apa
manfaat melakukan Bai'at? Jika kita menganggap diri kita bagian dari Jama'at
maka kita harus menjadikan jelas bahwa kita akan menyesuaikan setiap kata dan
perbuatan kita sesuai dengan ridha Allah. Kita akan memiliki rasa takut kepada
Tuhan di dalam hati kita dan pandangan kita akan lebih tertuju pada akhirat
daripada dunia ini.
Menguraikan poin ini, Hadhrat Masih
Mau'ud as. bersabda: "Ingatlah, hamba Allah Taala yang sempurna adalah
mereka yang mengenainya dinyatakan: "...yang perdagangan atau jual beli
tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah...'. Ketika hati benar-benar terhubung
kepada Allah dan menanamkan cinta menggebu kepadanya-Nya, tidak bisa terpisah
dari-Nya. Kondisi ini dapat dipahami dari contoh anak seseorang yang sakit.
Tidak peduli di mana orang itu dan tidak peduli dia sedang sibuk apa, hati dan
pikirannya akan menyertai anaknya. Demikian pula, mereka yang menanamkan hubungan
kecintaan sejati dengan Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa melupakan Allah Taala
dalam keadaan apapun.' Hadhrat Masih Mau'ud as. juga bersabda: '..keduniawian
dan iman tidak dapat hidup berdampingan.' Namun, beliau juga bersabda:
"Kami tidak mengatakan bahwa petani harus meninggalkan pertanian atau
pedagang meninggalkan perdagangan atau pegawai meninggalkan pekerjaannya atau bisnisman
meninggalkan bisnisnya dan duduk menganggur. Sebaliknya, kami mengatakan hendaknya
: '...yang perdagangan atau jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat
Allah...'. Sementara mereka terlibat dalam tugas-tugas mereka hati mereka mengingat
Allah. Seorang pedagang dalam perdagangan, seorang petani di bidang pertanian, seorang
raja di pemerintahannya, singkatnya apapun tugas yang harus dia lakukan, dia
terus menjadikan Allah sebagai tujuan. Dan melakukan apa yang dia inginkan sambil
menjaga kebesaran-Nya dan kekuasaan-Nya dan mematuhi apa yang telah diperintahkan
dan apa yang telah dilarang dalam perintah-perintah-Nya." Hadhrat
Khalifatul Masih menjelaskan bahwa 'Dan melakukan apa yang dia inginkan'
berarti bahwa ketika seseorang mematuhi semua ini, dia tidak akan memiliki cara
lain kecuali mengikuti Allah.
Masih Mau'ud as. lebih lanjut
mengatakan : "Takutlah kepada Allah dan kemudian kerjakan semuanya. Kapan
Islam memberikan ajaran bahwa seseorang harus meninggalkan perdagangan dan
duduk-duduk seperti orang lumpuh, dan bukannya melayani orang lain, justru menjadi
beban bagi mereka. Tidak sama sekali! Bahkan menjadi malas adalah dosa.
Bagaimana bisa orang seperti itu melayani Allah dan agama-Nya dan mencukupi
kebutuhan keluarganya yang telah dipercayakan kepadanya oleh Tuhan? Ini harus
selalu diingat bahwa bukanlah kehendak Allah swt bahwa dunia harus benar-benar
ditinggalkan, bahkan kehendak-Nya adalah: 'Sesungguhnya, beruntunglah ia
yang memperbanyaknya." (91:10) Hanya mereka yang makmur yang menjaga
diri mereka sendiri suci. sucikan diri sedemikian rupa sehingga masalah-masalah
[duniawi] ini tidak membuat kalian lalai dan kemudian dunia kalian akan menjadi
tunduk pada agama. Manusia tidak diciptakan untuk dunia. Jika hati murni dan seseorang
selalu penuh ghairat dan semangat untuk membuat Allah ridha, maka dunia juga
menjadi halal bagi orang itu. Perbuatan dinilaidari niatnya.”
Ini adalah kondisi yang setiap Ahmadi
harus tanamkan. Ketika kita berjanji untuk mendahulukan agama diatas hal-hal
duniawi, itu menandakan bahwa hal-hal duniawi akan tunduk kepada agama.
Beruntunglah orang di antara kita yang memiliki pandangan ini dan menjalani
hidup mereka dengan itu. melakukan Bai'at dan membangun masjid akan menjadi
sia-sia tanpa itu, dan berlangsungnya Jalsah (New Zealand) ini juga akan
sia-sia karena ini bukanlah pertemuan duniawi. Tujuannya adalah untuk
mendapatkan pengetahuan agama dan kebaikan ruhani. Perubahan Murni lebih dari
sebelumnya harus ditanamkan dengan pembangunan mesjid baru. Ini juga insyaAllah
akan membuka jalan Tabligh, jadi amalan kita harus dibentuk sesuai itu. Hadhrat
Khalifatul Masih menarik perhatian Jama'at Selandia Baru dan organisasi badan-bada
untuk tidak hanya mengandalkan cara-cara Tabligh tradisional tetapi menemukan
cara dan sarana baru untuk melaksanakannya dan memperkenalkan Islam sebanyak
mungkin. Beliau bersabda bahwa liputan Maori TV pada acara mengenai terjemahan
Alquran dalam bahasa Maori adalah sumber pengenalan Jemaat dan peresmian masjid
akan lebih meningkatkan pengenalan ini. Allah telah menyediakan pengaturan ini
dan itu harus dibantu untuk penyebaran Islam demi meraih keridhaan Allah.
Sementara membayar hak ibadah kepada Allah, juga menunjukkan akhlak yang tinggi,
cinta, kasih sayang dan kerja sama sehingga benar-benar memperkenalkan Islam
kepada orang-orang daerah dan membantu menghilangkan kesalahpahaman tentang
Islam. Jika tekad kuat bahkan Jama'at kecil dapat melakukan tugas ini.
masjid-mesjid Indah telah dilihat oleh
Ahmadi di seluruh dunia melalui MTA . Mereka juga akan tertarik pada beberapa
fakta dan pengetahuan tentang hal itu
Masjid ini dinamai Baitul Muqeet dan lokasinya nyaman dekat dengan
stasiun kereta api dan jalan tol . area di bawah dua hektar dibeli pada tahun
1999 dan hall dibangun di sini yang digunakan sebagai pusat Shalat. Selama
perjalanan beliau pada 2006 Hadhrat Khalifatul Masih menyarankan untuk memperluas
bangunan. pembangunan dimulai pada bulan Juli 2012 dan selesai pada Agustus
2013. Masjid ini terdiri dari dua lantai . Menara 18,5 meter. Dewan lokal
menganggap masjid memiliki kapasitas 600 tapi Hadhrat Khalifatul Masih bersabda
mungkin dapat menampung 750 jamaah. 300 orang dapat mengerjakan Shalat di
bangunan lama, jadi jumlah total seribu. Sebuah Langgar Khana juga telah
dibangun. Seperti kebiasaan dalam Jama'at kontribusi besar dilakukan untuk
pembangunan masjid , perempuan memberikan perhiasan mereka dan anak-anak
menyumbangkan uang saku mereka. Dikatakan bahwa pada dua titik selama
konstruksi tidak ada dana di rekening Jama'at pada akhir bulan tetapi
kontraktor harus dibayar. Majelis Amilah nasional dan badan-badan segera
mengumpulkan 100.000 dolar atau lebih untuk melakukan pembayaran. Dengan
karunia Allah beberapa anggota membuat pengorbanan lebih dari 100.000 dolar dan
semua orang memberi sesuai dengan kemampuan mereka. Jama'at New Zealand kecil
tapi biaya pembangunan masjid besar sehingga anggota melakukan pengorbanan yang
luar biasa. Semoga Tuhan memberikan banyak berkat pada semua orang yang memberikan
pengorbanan, mereka yang tidak bisa memberikan finansial memberikan waktu mereka
dan melakukan Waqari Amal. Semoga Tuhan meningkatkan ketulusan mereka dan
menjaga generasi mereka berikutnya tetap terhubung kepada Jamaat Ahmadiyah dan
meningkatkan iman mereka! Semoga mereka membayar hak-hak masjid dan juga
mengisi rumah mereka dengan mengingat Allah, semoga mereka dipenuhi dengan
semangat membayar hak-hak umat manusia dan ditarik untuk menyebarkan pesan
Islam sejati. Seperti disebutkan sebelumnya ini adalah hari-hari Jalsah Selandia
Baru, jadi perhatian istimewa harus diberikan kepada shalat selama Jalsah.
Perlu berdoa agar Tuhan dapat membawa perubahan murni dalam diri kita semua dan
semoga hati kita memiliki rasa takut lebih besar kepada Allah dan semoga
perubahan murni menjadi bagian dari kehidupan kita dan semoga semua peserta Jalsah
menjadi penerima doa-doa Hadhrat Masih Mau’ud as. bagi mereka yang menghadiri
Jalsah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar