Senin, 31 Maret 2014

BERKAT HARI MASIH MAU'UD A.S OLEH MLN.MUHAMMAD IDRIS

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu
 
Dengan karunia Allah Ta'ala pada perayaan hari Masih Mau’ud a.s (23/3) di Jemaat Tuvalu telah baiat suami dan istri ke dalam Islam Ahmadiyya. Suaminya berusia 58 tahun dan istri berusia 50 tahun. Mereka berasal dari keluarga Kristen. Kisah baiat mereka berawal dari kedua cucunya yang masih bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas yang juga telah baiat sebelumnya. Baiatnya kedua cucunya tersebut mamancing kemarahan bibi dan pamannya yang ternyata anti terhadap Islam. Kami pun mengadakan rabtah ke keluarga mereka termasuk kedua orang tua anak yang baiat tersebut. Mereka tidak berkeberatan sama sekali anak-anaknya masuk Islam, hanya saja mereka menjelaskan bahwa bibi dan pamannya memang berkarakter buruk. Bahkan mereka pun tidak menghormati kedua orang tuanya sebagaimana mestinya. Sampai pada akhirnya kakek dan nenek kedua anak tersebut menyampaikan ke pihak Jemaat bahwa bibi dan paman kedua anak tersebut tidak berhak melarang kedua anak itu untuk datang ke masjid. Mereka memberikan jaminan atas hal itu. Hal ini memicu kemarahan yang sangat besar dari pihak bibi dan paman kedua anak itu, sehingga terjadilah percekcokan antar bibi, paman dan kakek kedua anak tersebut.
Singkat cerita sebelum perayaan hari Masih Mau’ud, dari Jemaat secara resmi mengundang kedua anak tersebut untuk bisa hadir ke dalam perayaan itu. Dengan karunia Allah, ketika Sekum Jemaat Tuvalu menyampaikan undangan tersebut kepada Kakek dan orang tua kedua anak tersebut, ada pernyataan yang mengejutkan dari Kakek kedua anak itu yang menyampaikan ke Sekum Jemaat Tuvalu keinginannya dan istrinya untuk menjadi Muslim. Singkat cerita baiatlah mereka berdua pada acara peringatan Hari Masih Mau’ud yang beberkat di Jemaat Tuvalu.
Satu hal lagi, jumat ini (28/3) nenek yang baru saja baiat itu juga hadir untuk menunaikan sholat Jumat. Pada saat Muballigh Jemaat Tuvalu menyampaikan khutbah Jumat, nenek tersebut merasakan secara tiba-tiba mengantuk berat. Masih dalam keadaan tersadar beliau melihat kasyaf seseorang datang dan memberikan pensil baru yang diraut tajam. Kemudian nenek tersebut tersontak kaget karena memang fenomena itu tidak terjadi secara nyata. Kemudian rasa kantuk tiba-tiba datang lagi dan beliau seperti melihat banyak kotoran manusia disekitarnya. Setelah itu beliau merasa takut dan bersalah karena telah mengantuk pada saat Muballigh menyampaikan khutbah. Ini adalah pengalamannya yang pertama kali menyaksikan pemandangan rohani seperti itu.
Kemudian nenek tersebut menyampaikan pengalaman rohani itu ke Sekum Jemaat Tuvalu dan memintanya menyampaikan permohonan maafnya ke Muballigh Jemaat Tuvalu karena sudah mengantuk pada saat khutbah Jumat.
Kemudian saya jelaskan bahwa tafsir dari kasyaf atau mimpi nenek itu tentang seseorang yang datang dan memberikan pensil bermakna bahwa nenek itu diminta untuk banyak menulis (belajar) lagi tentang Islam. Dan arti kasyaf yang kedua beliau melihat banyak kotoran adalah beliau akan mendapatkan banyak keberuntungan atau rezeki baik itu secara rohani maupun jasmani karena telah bergabung dalam Islam Ahmadiyya. Tafsiran mimpi ini saya dapatkan dari tafsir mimpi Ibnu Sirrin bahkan di tafsir mimpi Jawa pun ternyata sama maknanya.
Dengan karunia Allah Ta'ala bulan ini bulan yang penuh berkah di Tuvalu karena 5 orang telah baiat bergabung dalam Islam Ahmadiyya. Dan inilah berkat Yaum-e-Masih Mau’ud a.s untuk Jemaat Tuvalu dan masyarakat di Tuvalu.
 
Muhammad idris

Muballigh Jemaat Tuvalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...