Kamis, 06 Maret 2014

BRYONIA

BRYONIA

Profil obat
Nama latin : Bryonia alba
Nama suku : Cucurbitaceae
Nama lain : white bryony; wild hops, common bryony, vitis alba
Bagian yang digunakan : akar segar
Asal : tumbuh di Eropa tengah dan selatan.

Sejarah dan Kerja Obat
            Bryonia digunakan secara medis oleh bangsa Yunani kuno dan bangsa Roma untuk pengobatan epilepsi, vertigo (rasa berputar), kelumpuhan, gout (peradangan sendi akibat endapan asam urat), histeria, luka-luka, dan batuk.  Akar Bryonia berbau dan rasanya pahit.  Tanaman ini sangat beracun, dapat menyebabkan kematian dalam waktu hitungan jam, biasanya akibat peradangan saluran pencernaan.  Proving obat ini dilakukan oleh Hahnemann pada tahun 1834.  Pada awalnya obat ini digunakan untuk penyakit yang lambat timbulnya, disertai nyeri akibat gerakan yang sangat ringan.

Gejala utama (kunci)

Gejala nyeri pada pergerakan ringan, selaput lendir kering, kehausan. Khawatir akan keadaan finansial, mudah tersinggung.

Gejala dan Pengunaan

            Bryonia adalah obat yang paling persisten (menetap), keluhan-keluhannya berlangsung lambat. Bryonia menjelaskan jenis penyakit dengan panas badan yang terus menerus; penyakit rematik yang memburuk secara bertahap, dari satu sendi menjalar ke sendi berikutnya, sampai pada akhirnya semua jaringan fibrosa putih pembentuk persendian dalam keadaan radang dan nyeri.  Keadaan radang terdapat di seluruh tubuh, tapi khususnya di jaringan fibrosa, membrana serosa (membran serosa = selaput jernih, selaput yang melapisi rongga-rongga badan),  ligamentum (jaringan ikat) persendian dan aponeurosis (selaput urat).  Ia juga mempengaruhi pembungkus saraf yang menyebabkan pembengkakan.     
            Bekerja pada semua membran serosa berikut organ dalamnya (viscera).  Nyeri di semua otot.  Karakter umum rasa nyeri yang dihasilkan adalah nyeri  ditusuk-tusuk, dikoyak, memburuk akibat gerakan, membaik dengan istirahat.  Rasa nyeri ditusuk-tusuk yang khas ini sangat diperberat dengan gerakan, dirasakan di mana-mana, terutama di bagian dada; memburuk dengan tekanan.  Membran mukosa semuanya kering. 
Pasien Bryonia mudah tersinggung, menderita vertigo bila mengangkat kepala, sakit kepala seperti ditekan; mulut dan bibir kering; rasa haus yang berlebihan, rasa pahit, daerah epigastrium (ulu hati) sensitif, dan perasaan mengganjal di dalam perut; tinja besar, kering, keras; batuk kering; nyeri pembengkakan rematik; pengumpulan cairan di dalam synovial (rongga sendi) dan membran serosa.       
Semua keluhan Bryonia memburuk dengan gerakan, setiap bagian tubuh adalah sasaran rasa terbakar dan bendungan.
Bryonia mempengaruhi terutama konstitusi berkarakter umum yang keras, teguh, sedih (air muka gelap), dengan kecenderungan tergantung pada orang lain dan mudah tersinggung. Aksi Bryonia yang menonjol adalah keluhan di bagian kanan, sore hari, dan udara terbuka, cuaca hangat setelah berlalunya hari-hari yang dingin. Anak-anak menolak digendong atau diangkat.  Kelemahan fisik, keletihan menyeluruh (apatis).
Obat ini cocok untuk penyakit-penyakit dengan gejala seperti demam tifoid, penyakit yang remiten dan panas badan yang berkepanjangan/terus-menerus, seperti pada penumonia, radang pleura (selaput dada yang membungkus paru-paru), radang hati, kelenjar, dan perut, dll.  Bryonia dapat diberikan pada cedera sendi apabila pemberian Arnica gagal.
Pikiran. – Mudah tersinggung; semua dianggap tidak lucu. Mudah jengkel, ingin sendirian. Perasaan sangat tertekan, sangat sedih tanpa alasan. Menginginkan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang diinginkan.  Pikiran lambat dan tumpul. Kecemasan, memburuk di dalam ruangan, membaik di udara terbuka; takut tidak punya penghasilan untuk hidup.  Delirium  (meracau) tipe lemah, tidak sehebat Bell. atau Stram. Pembicaraan yang tidak rasional atau meracau tentang masalah pekerjaan/urusan-urusannya.  Bila penderita terbangun dari keadaan tidak sadar, penderita mengira dirinya jauh dari rumah, sehingga ia menginginkan dibawa pulang.   Keadaan mental akut akan memburuk pada jam 21.00, sejalan dengan memburuknya demam.

Kepala. – Vertigo, mual, pingsan bila bangkit/berdiri.  Pikiran tumpul dan bingung timbul disertai nyeri kepala.  Nyeri kepala yang hebat dan seperti akan meledak, rasanya seperti semua isinya akan ditekan keluar; rasanya seperti dipukul palu; memburuk dengan gerakan, jongkok, membuka mata.  Nyeri kepala di bagian belakang kepala.  Tulang kepala terasa mengkerut masuk ke dalam.  Nyeri kepala; memburuk akibat gerakan, bahkan oleh gerakan bola mata, dan memburuk di dalam ruangan hangat.  Nyeri kepala di bagian depan, yang melibatkan sinus frontal (rongga di tulang tengkorak frontal)   Nyeri kepala biasanya timbul mengawali keluhan-keluhan lain, misalnya jika seseorang akan menderita pilek, maka ia akan mengeluh nyeri kepala di pagi hari dan sepanjang hari akan bersin.   Ketombe; kulit kepala sensitif dan nyeri, merasa rambut ditarik.

Wajah. - Wajah panas, merah, bengkak ringan.  Erysipelas (erisipelas = infeksi kulit berupa kemerahan berbatas tegas yang menjalar dengan cepat, disertai demam)  dimulai dari bibir atas dan batas lubang hidung.  Wajah merah kebiruan, disertai kesulitan bernafas.  Gerakan seperti menggigit yang konstan, terutama pada anak-anak yang terserang penyakit di otaknya.

Hidung. – Bersin-bersin, bersin di antara batuk. Kehilangan daya penciuman. Perdarahan hidung sering timbul saat haid.  Juga timbul di pagi hari, meringankan keluhan nyeri kepala.  Coryza (pilek) dengan rasa menjalar dan nyeri di dahi.  Bengkak di ujung hidung, yang dirasakan akan pecah bila disentuh. Pada hari pertama keluhan bersin, pilek, mata merah, keluar air mata, nyeri sepanjang hidung, mata dan kepala muncul, kemudian akan berlanjut ke alat pernafasan bawah menjadi bronkitis.  Bila tidak diobati, berlanjut menjadi radang paru-paru dan selaputnya.

Telinga. – Vertigo dengan aura (penderita menyadari akan terjadi serangan vertigo).         [Aur.; Nat.sal.; Sil.; Chin.] Tidak tahan suara bising. Mendengar suara berdering, berisik, bergumam.  Daun telinga kanan bengkak, merah, sensitif terhadap nyeri dan panas , akhirnya terasa ditusuk-tusuk sampai ke dalam telinga disertai pembengkakan kelenjar ludah kanan yang nyeri.

Mata. – Rasa tertekan, remuk/hancur, rasa nyeri. Glaukoma (peningkatan tekanan bola mata).  Nyeri bila disentuh dan  digerakkan.  Rasa terbakar dan keluar air mata pada mata kanan.  Kelopak mata atas kanan bengkak.  Kelopak mata atas kiri berkedut-kedut, tanpa nyeri, seperti ada yang mengganjal di dalamnya.  Sering keluar air mata.

Mulut. – Bibir kering, pecah-pecah.  Mulut, lidah dan tenggorokan terasa kering, dengan rasa haus yang berlebihan.  Lidah diliputi selaput kekuningan, coklat tua;  putih tebal bila ada gangguan lambung.  Rasa pahit. [Nux; Col.]  Kehilangan daya kecap, semua yang dimakan atau diminum tidak ada rasanya.   Rasa terbakar di bibir bawah pada orang yang sudah lama merokok.  Bibir bengkak, kering, berwarna hitam dan pecah-pecah.  Bau mulut yang menusuk.

Gigi. – Sakit gigi, membaik dengan air dingin dan berbaring pada sisi yang sakit, memburuk dengan memasukkan apapun yang hangat.  Sakit gigi seperti dikoyak dan ditusuk-tusuk sewaktu makan, menjalar sampai ke otot leher.  Sakit gigi mendadak ketika merokok.

Tenggorok. – Kering, sulit menelan terasa menyangkut, kesat dan terasa seperti mengerut. [Bell.]  Mukus/lendir kental sulit dikeluarkan di laring (pangkal tenggorok) dan trakea (tenggorok), berkurang setelah sering batuk (berusaha mengeluarkan lendirnya); memburuk jika masuk ke dalam ruangan yang hangat.

Lambung. – Keluhan memburuk setelah makan. Setelah makan, lambung dipenuhi gas, terutama setelah makan udang. Mual dan pingsan jika bangun/berdiri.  Rasa lapar berlebihan, kehilangan nafsu makan.  Menginginkan sesuatu, tapi bila sudah ditawarkan atau dilihat, ia menolaknya. Sangat menginginkan meneguk minuman, terutama minuman dingin dan asam. Memburuk jika minum minuman hangat yang segera dimuntahkan lagi.  Minum minuman dingin pada saat kepanasan akan memperburuk semua keluhan. Cegukan, sendawa yang terasa pahit, mual dan muntah.  Memuntahkan cairan empedu dan air segera setelah makan.  Rasa menekan dan mengganjal dalam perut setelah makan.  Rasa nyeri di perut bila batuk.  Keluhan dispepsia (gangguan pencernaan) selama musim panas.  Daerah epigastrium (ulu hati) sensitif akan sentuhan. 
Bila seseorang termasuk dalam suatu konstitusi obat , ada beberapa macam makanan yang tidak cocok dengan konstitusinya.  Pasien Bryonia tidak cocok dengan makan salad sayuran, salad daging ayam.  Pasien Pulsatilla, makanan berlemak, dan Lycopodium, udang.

Perut. –Daerah hati membengkak, nyeri dan tegang.  Rasa terbakar, ditusuk-tusuk, seakan-akan akan meledak; memburuk bila ada tekanan, batuk, bernafas.  Dinding perut terasa sakit jika ditekan. 

Buang air besar.- Sembelit; tinja keras, kering seperti dibakar; kelihatannya terlalu besar.  Tinja berwarna coklat, tebal, ada darah; memburuk pada pagi hari, bila bergerak, di udara panas, setelah kena panas, dari minuman dingin, setiap saat cuaca panas. 
Diare :  pada pagi hari setelah bangun pagi, diikuti nyeri diiris pada perut, rasa terbakar, dan memburuk saat cuaca hangat.

Air seni. – Banyak dan berwarna pucat; bila sedikit warna gelap; coklat, seperti bir; merah; terdapat endapan berwarna putih.  Selama bergerak, air seni menetes tanpa disadari.

Wanita. – Haid terlalu awal, banyak; memburuk akibat gerakan, disertai rasa nyeri seperti dikoyak di tungkai; terasa ditekan, disertai lendir berlebihan atau nyeri kepala seperti pecah.  Terasa nyeri ditusuk-tusuk pada indung telur saat menarik nafas dalam; sangat sensitif terhadap sentuhan.  Rasa nyeri di indung telur kanan seperti dikoyak, menjalar sampai ke paha. [Lilium; Croc.]  Milk fever (peningkatan suhu tubuh yang ringan pada saat setelah melahirkan).  Rasa nyeri pada payudara  saat haid.  Payudara panas dan nyeri, keras.  Abses payudara.  Perdarahan hidung sering terjadi saat permulaan haid.  Ketidakteraturan siklus haid, disertai gejala-gejala gangguan lambung.  Peradangan indung telur.  Rasa nyeri di antara dua siklus haid, disertai rasa nyeri hebat di perut dan panggul. [Ham.]

Pria. – Peningkatan hasrat seksual.  Rasa ditusuk-tusuk di testis kanan dan saluran sperma.

Kehamilan. – Nyeri setelah melahirkan oleh gerakan sedikit pun, bahkan hanya karena menambil nafas.  Lochia (lokia = cairan vagina selama masa nifas) terlalu banyak, dengan nyeri terbakar di daerah rahim.  Lokia ditekan, dengan perasaan kepala mau pecah.  Nyeri menjalar dari pinggul ke kaki, memburuk dengan sentuhan atau gerakan.  Payudara terasa berat; pucat, tetapi keras dan terasa nyeri, terbakar dan nyeri dikoyak.  Aliran susu tertahan; sekresi susu sedikit.  (Bayi) mulut luka; tidak mau menyusui, tetapi setelah mulut membaik, menyusui dengan baik.
Pernafasan. – Rasa sakit di laring  dan trakea. Suara serak, memburuk di udara terbuka.  Batuk kering sebentar-sebentar akibat iritasi di trakea bagian atas.  Batuk, kering, malam hari; harus duduk; memburuk apabila makan atau minum, disertai muntah, dengan rasa ditusuk-tusuk di dada, dan keluarnya dahak seperti karat (berwarna merah kecoklatan).  Sering timbul keinginan untuk menarik nafas panjang; harus mengembangkan paru-paru.  Pernafasan cepat, sulit; diperburuk oleh gerakan; disebabkan oleh rasa ditusuk-tusuk di dada.  Batuk, dengan perasaan seakan-akan dada akan pecah; tangan menekan dada di bagian tulang dada (sternum); harus membantu/memegang dada.  Krup dan radang paru-paru beserta selaputnya (pleura).  Dahak yang berusaha dikeluarkan kental, sulit dikeluarkan, dan akhirnya keluar berbentuk gumpalan seperti jeli/agar-agar.  Lendir sulit dikeluarkan dari trakea, hanya dengan sering batuk dapat dikurangi.  Dalam ruangan yang hangat memicu timbulnya batuk. [Nat. carb]  Rasa berat di bawah tulang dada, dirasakan meluas sampai ke bahu kanan.   Batuk memburuk jika masuk ke ruangan hangat.  Rasa ditusuk-tusuk di daerah jantung.  Angina pectoris -- nyeri dada akibat jantung kekurangan oksigen -- (gunakan tinktura)

Punggung. – Rasa kaku yang nyeri di tengkuk.  Rasa ditusuk-tusuk dan kaku di daerah punggung belakang. 

Anggota badan. – Lutut kaku dan nyeri.  Kaki membengkak dan panas.  Persendian memerah, membengkak, terasa ditusuk-tusuk dan seperti dikoyak; memburuk dengan hanya sedikit gerakan.  Setiap tempat yang ditekan terasa sakit.  Gerakan konstan dari lengan dan tungkai kiri. [Helleb.]

Kulit. – Kuning; pucat, membengkak, terjadi penumpukan cairan (busung air); panas dan nyeri.  Seborrhoera (sebore = gangguan fungsi kelenjar lemak yang ditandai pengeluaran sebum (lemak) secara berlebihan).  Rambut sangat berminyak.  Kulit kering dan gatal di seluruh tubuh.  Erupsi berupa bentol-bentol merah di seluruh tubuh. 
Tidur. – Mengantuk; terkejut ketika akan tertidur. Menguap sepanjang hari. Sulit tidur karena banyak pikiran. Tidak bisa tidur sebelum tengah malam akibat rasa menggigil di satu lengan dan kaki disertai berkeringat.  Berjalan sambil tidur.   Mimpi tentang masalah rumah tangga, tentang pekerjaan , perselisihan, kecemasan.  Rahang bawah bergerak-gerak selama tidur, seperti sedang mengunyah. 

Demam. – Denyut nadi penuh, keras, kuat, dan cepat.  Menggigil  disertai rasa dingin di luar badan, batuk kering, rasa ditusuk-tusuk.  Panas dalam.  Keringat banyak keluar setelah latihan ringan.  Mudah keluar keringat dan keringatnya banyak.  Rematik dan thyphoid fever (demam tifoid) ditandai dengan komplikasi lambung-hati.

Modalitas. –Memburuk, rasa hangat, setiap gerakan, pagi hari, setelah makan, udara panas, latihan, sentuhan.  Tidak bisa duduk; mau pingsan dan jatuh sakit.  Membaik bila berbaring pada sisi yang nyeri, tekanan, istirahat, benda-benda dingin, setelah berkeringat.

Hubungan dengan remedi yang lain. – Pelengkap  : Upas jika Bryonia gagal.  Rhus; Alumina.  Illecebrum. –Obat dari Meksiko- (demam disertai gejala-gejala pengeluaran lendir (catarrhal), gejala lambung dan gejala demam tifoid).
Penawar : Acon.; Cham; Nux.
Bandingkan dengan : Asclep. tub : Kali mur. ; Ptelia

Dosis. –Pengenceran pertama sampai dua belas


                                                -----------###---------








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...