Senin, 31 Maret 2014

TANYA JAWAB DENGAN HAZRAT KHALIFATUL MASIH IV Rha.

TANYA JAWAB DENGAN HAZRAT KHALIFATUL MASIH IV Rha.

Masalah Asuransi Jiwa

Soal:” Huzur! Dalam buku Malfuzat jilid 10 Hazrat Masih Mau’ud as menulis bahwa asuransi jiwa tidaklah jaiz (TIDAK boleh).Waktu itu saya sudah ikut dalam life policy, tapi pada hari berikutnya saya batalkan. Pertanyaan saya adalah ketika membeli rumah dan mengambil kredit pinjaman, sebagian pasangan muda akan terpaksa untuk mengambil life policy, yakni kalau naudzu billaah terjadi sesuatu, maka perusahaan-perusahaan yang memberikan pinjaman, mereka bisa mendapatkan uangnya kembali. Mohon penjelasan Huzur mengenai hal ini.
Huzur Anwar:” Fatwa jemaat Ahmadiyah berkenaan dengan hal ini adalah Kalau diharuskan, dan tidak bisa tidak harus ikut serta didalamnya, Misalnya: Sebagian perusahaan dan departemen pemerintahan yang mengharuskan ikut serta dalam asuransi jiwa, untuk kasus seperti itu diperbolehkan untuk ikut, tapi bayaran hadiah apapun yang anda dapatkan (dari asuransi), anda bisa membelanjakannya untuk tujuan yang baik. Tapi bagi masyarakat umum tidak diizinkan jika anda mengasuransikan untuk suatu keuntungan. Kalau dalam hal ini anda terpaksa, maka lakukanlah! Tapi untuk Mortgage (kredit pinjaman pegadaian) tidak diharuskan mengambil asuransi jiwa.Kalaulah anda tidak mengambil mortgage secara langsung dari bank, maka mungkin saja ada beberapa perusahaan pegadaian yang mengharuskan hal tersebut.Maka untuk menghindarinya, kalau anda mengambil mortgage dari bank, tapi tetap saja mendapatkan kesulitan, maka itu adalah keterpaksaan.Lalu, kalau anda mengasuransikan nya, maka belanjakanlah hadiah dari asuransi jiwa yang anda dapatkan setiap tahunnya untuk amalan yang baik, janganlah belanjakan untuk kepentingan diri sendiri.
Penanya:” Seketika itu juga langsung saya batalkan, Huzur!
Huzur Anwar:”Ya, Anda telah melakukan hal yang benar.

Orangtua Dilarang Mengucapkan Kata-Kata Buruk Kepada Anak
Pertanyaan:” Huzur! Tadi telah dijelaskan mengenai syaitan, bahwa syaitan terbuat dari api, diciptakan dari api. Tapi seringkali terlihat, ketika para ibu marah, menyebut anaknya dengan kata “kamu syaitan!”, atau “anaknya syaitan!”, dll. Apakah perkataan seperti itu dibenarkan?
Huzur Anwar:” Mereka mengucapkan perkataan yang salah. Saya teringat, suatu ketika, Hazrat Khalifatul Masih Tsalis ra sedang menyampaikan ceramah dalam majlis lajnah imaillah, karena itu beliau menasihatkan bahwa, banyak sekali para ibu yang ketika sedang mempersiapkan anak-anaknya untuk berangkat ke sekolah, seiring dengan itu mereka pun memakaikan pakaian pada anak-anaknya dan juga sambil mengeluarkan cacian dari mulutnya, nakal, ini atau itu, apapun yang ingin mereka katakan, mereka lontarkan. Daripada melakukan hal tersebut, kalaulah ketika mempersiapkan anak-anaknya untuk pergi ke sekolah atau pada kesempatan yang lainnya, mereka membaca shalawat atau mebacakan doa-doa, maka doa-doa tersebut akan berpengaruh pada anak-anaknya. Padahal ketika dia mengatakan “anak syaitan” (kepada anaknya) berarti dia tidak hanya mengeluarkan cacian tersebut pada anak-anaknya saja, tapi dia pun sedang mencaci dirinya sendiri dan suaminya.
Penanya:” Huzur! Terkadang, orang tua pun mengatakan “kurang ajar” Ini pun jangan dikatakan kan?
Huzur Anwar:” Sekali-kali janganlah mengucapkannya. Segala sebutan yamh tidak baik yang artinya buruk, akan bisa membawa kepada keburukan, janganlah diucapkan. Inilah sebabnya saya melihat ketika anak-anak datang di masjid Fazl (London), dihadapan saya mereka baik baik saja, tapi ketika bermain diluar, terkadang sampai suara-suara  (sumbang), yang lainnya juga mengatakan kepada saya bahwa terkadang mereka saling mencaci satu sama lain dalam bahasa urdu dan inggris juga, karena mereka belajar sedikit dari sekolahnya, ada juga yang dari teman-temannya dan ada juga yang belajar dari orang tuanya. Kalaulah tarbiyat orang tua baik, maka cacian-cacian ini tidak akan sampai pada mereka. Acara-acara tarbiyat dan seminar yang anda adakan isinya menyampaikan topic-topik berat, padahal selain itu jika diajarkan supaya para ibu berdoa bagi anak-anak mereka sejak mereka masih kecil dan berkata dengan perkataan yang sopan dihadapan mereka, kalau mereka belajar sesuatu yang buruk dari sekolahnya, maka nasihatilah mereka dengan kasih saying, bahwa ini adalah salah, sehingga banyak sekali keburukan yang kita lihat pada anak-anak yang tampak ketika mereka bermain dan itu menjadi bertambah ketika mereka dewasa, sehingga menjadi sulit dihapus, sulit untuk hilang, janganlah seperti itu. Inilah hal-hal yang mendasar, yang didalamnya perlu untuk mentarbiyati anak-anak kita.

Program Wasiyyat Seorang Istri
Pertanyaan:” Para istri yang tidak mendapatkan uang saku yang ditentukan dari suami mereka, bagaimana mereka memberikan candah wasiatnya?
Huzur Anwar:”Ini adalah masalah pengaturan, bukan masalah fiqah. Karena itu para pengurus bidang alwasiyat telah membuat satu qaidah untuk menyelesaikan masalah-masalah kantornya yang tentunya jelas telah meminta persetujuan dari Hazrat Khalifatul Masih.Kaidah ini telah berjalan sejak khalifatul Masih Tsalits bahwa biaya untuk keperluan makan minum anda setelah diperkirakan, yakni biaya untuk keperluan makan anda dalam satu bulan misalnya seperti biaya makan seorang pria 100 pound atau 150 pound.Sebagaimana anda makan, setiap orang mengeluarkan biaya rumah tangganya sesuai dengan keadaannya masing masing. Jika perbulan anda membelanjakan 500 atau 600 pound untuk bahan makanan untuk keperluan rumah tangga dan makanan minuman yang lainnya, atau 300 pound, atau 200 pound sedangkan anda memiliki 3 atau 4 anggota keluarga, maka bagilah! Berapa orang anggota keluarga?dari itu berapapun bagian anda, berikanlah candah wasiyyatnya sesuai dengan itu.

Anak Kita Diundang Acara Ulang Tahun di Sekolah
Pertanyaan:” Saya ingin mengklarifikasi berkenaan dengan hari ulang tahun. Saya tahu bahwa kita tidak diperbolehkan untuk merayakan ulang tahun, tapi (bagaimana) jika anak anak kita disekolah diundang (untuk menghadiri perayaan hari ulang tahun) apakah mereka diperbolehkan untuk menghadirinya?
Huzur Anwar:” Janganlah anda merayakan hari ulang tahun anak anda sendiri, tapi jika anak-anak anda diundang pada perayaan hari ulang tahun oleh teman teman sekolahnya, maka jika menurut anda tidak akan ada keburukan (kejahatan:harm) dengan menghadirinya, anda bisa mengizinkan mereka untuk menghadirinya, tidaklah mengapa.
Pertanyaan:” Apakah mereka diizinkan untuk memakan makanan didalamnya ( perayaan hari ulang tahun itu)?
Huzur Anwar:”Tidaklah mengapa, tidak haram. hanya jika daging babi, ham (daging babi bagian paha) atau apapun yang disembelih dengan nama sesuatu selain nama Allah, tidaklah diperbolehkan untuk dimakan, selain itu, semua makanan yang halal boleh dimakan.

Mewakafkan Anak Perempuan ke Jemaat
Pertanyaan:” Huzur! Anak-anak perempuan yang tidak diwakafkan dan sekarang beranjak dewasa, apakah setelah dewasa nanti dia bisa mewakafkan dirinya sendiri?
Huzur Anwar:” Bisa sekali mewakafkan. Syaratnya harus memiliki keahlian.Anda berikan mereka tarbiyat agama, berikan mereka tarbiyat keilmuan agama, ruhaninya juga, jadikanlah mereka orang yang memiliki keahlian.Anak anda, jadilah dokter, jadilah guru.
Penanya:” Huzur! Ada bidang yang dikhususkan yang didalamnya anak-anak perempuan bisa mewakafkan dirinya sendiri?
Huzur Anwar:” Bidang yang dikhususkan? Jika ingin melakukannya nanti, maka selanjutnya jemaat akan melihat, apa permintaannya? Apabila anak-anak menjadi sesuai dengan permintaan, setelah nanti dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan akan anda persembahkan untuk jemaat, itulah yang sebenarnya dan jemaat pun akan menggunakannya. Penting juga. Ada juga sekolah milik jemaat, di afrika, di Pakistan juga dibuka, ada rumah sakit 2, untuk itu dibutuhkan dokter-dokter, guru-guru, saya telah katakan kepada sebagian orang, ambillah bidang jurnalis, kalau ada yang bagus dalam  bidang jurnalis, maka kita bisa mengambil banyak manfaat dari mereka. Banyak sekali lajnah-lajnah kita yang memberikan manfaat dalam penerjemahan, kalau mempelajari berbagai macam bahasa, urdu, arab juga, maka akan sangat bermanfaat untuk penerjemahan. Begitu jugalah dalam corak yang ada sekarang, meskipun bukan wakaf, tapi saat ini banyak sekali bibel kita yang ada di “research cell” yang telah didirikan oleh Hazrat Khalifatul Masih Arrabi’. Sekarang beberapa anak-anak perempuan waqifin e nou sudah ikut andil didalamnya dan dengan karunia Allah ta’ala, mereka mengerjakannya dengan baik, mereka telah begitu banyak melakukan tugas penelitian dalam membandingkan antara bible dan qur’an, sehingga banyak sekali para pakar-pakar pria kita tertinggal di belakang. Lakukanlah demikian, insya Allah akan bermanfaat. Selanjutnya jemaat akan mengambil pengkhidmatan darinya. Oke?

Bolehkah Wanita Ikut Mengantar Mayit Pergi ke Kuburan
Dalam acara tanya jawab bersama dengan Hazrat Khalifatul Masih Ar Rabi’ rah, disampaikan pertanyaan kepada Huzur,” Bolehkah wanita pergi ke kuburan? karena di negeri-negeri Arab para wanita dilarang untuk pergi ke kuburan. 
Huzur menjawab: “Hazrat Rasulullah SAW melarang para wanita ikut serta mengantar jenazah untuk menguburkannya. Tapi jika hal itu dilakukan setelahnya, secara sendiri, diperbolehkan.  Kenapa dilarang? Karena wanita memiliki tingkat emosional yang rapuh, Tidak mudah bagi mereka untuk menyaksikan orang-orang yang mereka cintai dikuburkan. Sehingga terkadang timbul gangguan kesehatan mental. Justru Perintah ini diberikan demi para wanita, bukan untuk memahrumkan mereka (para wanita) dari suatu faidah. Pada saat jenazah dibawa untuk dikuburkan, janganlah para wanita ikut serta, tapi setelah itu (dilain waktu-Pent) silahkan pergi untuk berdoa di kuburan dan memang mereka biasa untuk pergi berdoa.  

Bolehkah Anak Ahmadi Belajar Ngaji Pada Ulama Ghaer?
Dalam acara Majlis Irfan, seorang khadim bertanya kepada Hazrat Khalifatul masih Ar Rabi ra :”  Jika kita tidak bisa shalat di belakang ghair ahmadi, apakah kita bisa belajar Al-Quran karim pada ulama ghair ahmadi? Jika memang bisa belajar kepada mereka, kenapa diantara kedua peraturan itu ada perbedaan (shalat dan ngaji)?”
Jawab:
Huzur:” Kenapa ahmadi tidak boleh shalat di belakang ghair ahmadi, Anda tahu?”
Khadim:”Karena di belakang, mereka menentang jemaat”
Huzur:”Bukan itu yang menjadi permasalahan”
Huzur:”Apakah anda mengimani Hazrat Masih Mauud as sebagai Imam mahdi atau tidak?”
Khadim:”Ya Huzur”
Huzur:”Yakin?”
Khadim:”Yakin Huzur”
Huzur:Siapa yang menjadikan Imam?
Khadim:”Allah Ta’ala”
Huzur:”Allah Ta’ala kah atau jadi dengan sendirinya?
Khadim:”Tidak, Allah Ta’ala”
Huzur:”Orang yang berani mengingkari imam yang telah ditunjuk oleh Allah Ta’ala lalu mengatakan bahwa orang itu (imam itu) adalah pendusta, apakah orang seperti itu bisa menjadi imam? Simple saja masalahnya. Lain halnya dengan mengajar Al-Quran Karim, didalamnya tidak terdapat pendakwaan seperti itu. Itu (Al-Qur’an Karim) adalah kalam Ilahi, siapa saja yang memahami bahasa arab dia bisa mengajarkannya. Dalam hal ini (mengajar Al-Quran Karim) tidak ada kaitannya dengan imamat (keimaman) dan ghair imamat (bukan perkara keimaman). Sedangkan didalam perkara shalat, ada (masalah keimaman).
Tapi Didalam pengajaran Al-Quran oleh ulama ghair terdapat resiko yang membahayakan. Orang yang belajar Al-Quran kepada ulama ghair, didalamnya akan dijumpai banyak sekali terjemahan yang menyimpang dari akidah kita dan meskipun nyata-nyata terjemahannya salah, tapi tetap saja digunakan oleh para Maulwi ghair. Seperti contoh masalah kewafatan Isa al-Masih atau banyak lagi ayat-ayat lainnya yang secara sengaja diajarkan terjemahan yang salah kepada anak kita dan disisi lain orang tua si anak tidak punya waktu luang untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Selain itu, banyak sekali ayat Al-Quran yang dia sendiri (si guru ngaji itu) tidak memahami mafhumnya, memang mereka akan menerjemahkan ayat tersebut secara perkata, tapi maknanya tidak akan didapati. Jika orang tua menyuruh anak-anaknya belajar Al-Quran kepada ulama yang seperti itu lantas merasa senang karena anak saya telah belajar Al-Quran, ini merupakan perkara yang rendah. Sebenarnya, benarkah dia sudah mempelajari mazmun yang ada dalam al-Quran atau belum? Hal inilah yang perlu di bahas. Karena itu beberapa keluarga ahmadi merasa senang dengan perkara yang imitasi seperti itu, bahwa anak kita telah belajar Al-Quran dan telah sampai pada level berikutnya. Silahkan test anak-anak kita berkenaan dengan ayat-ayat yang sulit dan yang didalamnya terdapat pertentangan, lantas anda akan mengetahui sampai dimanakah anak kita telah mempelajari Al Qur’an?
Banyak sekali ayat yang tidak direnungkan oleh para ulama kita juga, sehingga mereka tidak memahami bahasan yang terkandung didalamnya. Karena itu, sekarang sangatlah mudah, saya sendiri telah memulai kelas-kelas pelajaran terjemah Al Quran Karim, sebagian besar ayat Al Quran telah kita pelajari dan pelajaran-pelajaran itu bisa diperoleh dalam bentuk audio maupun video. Kenapa orang tua tidak mengambil manfaat dari audio video tersebut? sehingga mereka sendiri pun bisa mempelajarinya untuk selanjutnya diajarkan pada anak-anak mereka. Karena itu, yang perlu mendapatkan pengawasan adalah mereka (orang tua) tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan pekerjaan duniawi lalu menyerahkan anak-anaknya kepada para ulama ghair sehingga mereka terbebas dari beban itu. Cara-cara seperti inilah yang sangat merugikan dan berbahaya.  

Kasyaf Huzur Berkenaan Penentangan dan Kemenangan Jemaat
Dalam menanggapi pertanyaan berkenaan dengan kemenangan jemaat, penentangan dsb, Mufti Silsilah menjelaskan sbb:
Pada tahun 1974, para ahmadi yang ada di Pakistan melewati kehidupan yang dipenuhi dengan api dan darah. Pada saat itu Hazrat Khalifatul Masih tsalits (III) bersabda:” Semalaman saya berdoa, semalaman tidak tidur, saya terus membaca surat Al Fatihah dan berdoa:”Ya Allah! Engkau telah menjadikanku sebagai imam dalam jemaat ini, kepadaku telah diserahkan tanggung jawab untuk melakukan upaya-upaya penjagaan terhadap jemaat ini, tapi saya tidak mengetahui, dimana saja makar atau rencana-rencana buruk tengah dibuat untuk menentang jemaat ini?, apa saja rencana-rencana buruk yang sedang dibuat oleh para penentang itu?, dan kapan dibuatnya? Kalau saya tidak mengetahui semua ini, bagaimana mungkin saya akan bisa melakukan penjagaan untuk jemaat ini.
Huzur bersabda:” Saya terus menerus semalaman mebaca surat Al Fatihah dan melekatkan topik tersebut didalam benak saya, merintih dihadapan Allah Ta’ala. Pada saat sahur, Allah Ta’ala menampakkan pemandangan kasyaf kepada saya, beliau bersabda :”Saya melihat didalam kasyaf, bergrup-grup perwakilan Muballighin sedang pergi menuju negeri China dengan mengendarai kuda.
Lantas Beliau bersabda, mengendarai kuda dalam kasyaf  artinya adalah kesuksesan dan kemenangan. Allah Ta’ala mengabarkan kepada saya, Meskipun engkau tidak mengetahui, siapa saja yang sedang membuat rencana buruk untuk menghancurkan jemaat, dimana saja para penentang itu duduk bersama untuk membuat rencana buruk itu, dan apa saja makar-makar buruk yang mereka buat itu, JANGAN ENGKAU PEDULIKAN HAL ITU! Kami berikan kabar suka kepadamu bahwa kamilah yang telah mendirikan jemaat ini, Lihatlah negara china! mereka mengingkari wujud Tuhan, dinegara itu tidak ada peraturan yang membebaskan pertablighan islam, tapi kami akan sedemikian rupa membuat mereka menerima islam dan akan memberikan kemajuan di negeri itu, tapi usaha itu tidak akan berhasil dengan satu muballig, tidak juga dengan  satu grup muballig saja, melainkan ber grup-grup perwakilan muballig kita akan pergi ke negeri cina, mereka akan pergi dengan mengendarai kuda dan akan mengibarkan bendera kemenangan, nusrat (pertolongan) dan kesuksesan. Inilah masa depan jemaat Ahmadiyah.
Apapun yang ingin dunia lakukan, lakukanlah! Pembakaran, perampasan, pembunuhan, topan api dan darah, hal itu tidak akan menghentikan langkah ahmadiyyah. Yang akan terjadi adalah yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Dan yang dikehendaki oleh Allah, telah Dia kabarkan 1400 tahun yang lalu  liyuzhirohuu ‘aladdiini kullihii bahwa Allah Ta’ala akan menganugerahkan kemenangan dan keunggulan kepada Islam di dunia ini dalam melawan seluruh agama-agama nanti dizaman Masih Mauud dan dengan perantaraan Masih Mauud . Tidak ada kekuatan manapun di dunia ini yang akan merubah takdir ini.

Apakah Setelah Hijrah Nanti Hudhur Akan Kembali ke Tempat Asal Sebagai Fatih (Pemenang)?
Penanya:”Pada saat terjadi peristiwa fatah Mekah, pasca hijrah, Rasulullah SAW kembali ke Mekah sebagai Fatih Mekah (penakluk Mekah).  Apakah setelah masa hijrah ini berakhir,Hudhur pun akan pulang kembali (ke tempat asal,Pakistan-Pent) sebagai “Fatih” (Penakluk)?
Hudhur:”Jika peristiwa yang akan terjadi itu mengikuti apa yang tuan bayangkan dan inginkan, maka seperti itulah yang akan terjadi  (hadirin tertawa)
Penanya:”Insya Allah ..
Hudhur:”(Sambil tersenyum)Tidak, tidak akan terjadi seperti itu, yang akan terjadi adalah sesuai denganyang dikehendaki oleh Allah Ta’ala, Apa yang tuan bayangkan itu tidak akan bisa mencampuri kehendak Allah Ta’ala.Silahkan tuan bayangkan apa saja terserah tuan, tapipemikiran tuan akan berjalan ke satu arah sedangkan takdir Allah Ta’ala akan berjalan ke arah lain, tidak akan terikat dengan apa yang tuan bayangkan, Dalam hal ini Dia bebas.
Banyak sekali topik berkenaan dengan hijrah yang bisa kita dapatkan dalam Al Quran Karim. Walhasil, akhir dari hijrah yang dilakukan oleh para nabi adalah berbeda satu sama lain. Misalnya Hijrah Hadhrat Musa, Hadhrat Yunus, Hadhrat Isa, Hadhrat Rasulullah SAW.Padadasarnya hijrah yang dilakukan oleh para nabi adalah sama yakni dilakukan karena Allah Ta’ala atau orang-orang telah memaksa mereka untuk melakukannya, tapi akhir dari setiap hijrahyang dilakukan oleh beliau-beliau as berbeda beda.
Dari beberapa hijrah yang dilakukan, tidak semuanya berakhir dengan kepulangan ke tempat asal. Apakah setelah hijrah,HadhratIsa as kembali ke tempat asalnya? Tidak. Apakah setelah hijrah, Hadhrat Yunus kembali lagi? Tidak. Apakah Hadhrat Musa juga kembalike tempat asal dari hijrahnya? Tidak. Intinya: Kesimpulan yang tuan buat bahwa hijrah pasti akan berakhir dengan kepulangan ke tempat asal adalah keliru.Tapi yang jelas,buah yang akan diperoleh dari hijrah adalah keberkatan, keluasan dan kemenangan, ini yang pasti akan terjadi.
Berkenaan dengan kembalinya Rasulullah SAW ke Mekah setelah hijrah, itumerupakan kekhususan bagi Rasulullah SAW. Tuhan yang telah terlebih dahulu menubuatkannya“laraadduka ilaa ma’aad”pasti akan membawa engkau kembali ketempat ini (Mekkah), ini adalah nubuatan yang khusus ditujukan kepada Rasululllah SAW dan telah tergenapi dengan dahsyatnya.
Hudhur:”Apakah setelah hijrah dari Qadian,Hadhrat Muslih Mau’ud ra kembali lagi ke Qadian?
Penanya:” tidak.
Hudhur:”Dimana beliau dikuburkan?
Penanya:”di Rabwah
Hudhur:” Ya, dimakamkan di darul hijrah (Rabwah)
Tidak bisa tuan memaksakan kehendak kepada Tuhan untuk sesuai dengan apa yang tuan fikirkan. Berdoalah semoga Allah Ta’ala menjadikan hijrah ini memberikan taufik kepulangan dalam kehidupan.  Hanya ini yang bisa kita lakukan, lebih dari ini kita tidak bisa melakukan apa-apa.


Terjemah bebas:Mahmud Wardi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEWARIS NABI, PEWARIS RUHANI dan JEMAAT ILAHI

(Sepenggal Doa Hazrat Masih Mau’ud as dalam Buku Tuhfatun Nadwah) Surat Al-Anbiya Ayat 89 وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَ...