KHALIFAH AHMADIYAH DAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Hadharat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad Khalifatul Masih II
r.a dalam harian Al-Fadhl Edisi 10 Desember 1946, mengemukakan :
“ Jika bangsa Indonesia akan
mendapat kemerdekaan 100%, tentu hal ini akan berfaedah besar bagi dunia Islam,
Untuk hal itu ada baiknya jika negara-negara Islam pada masa ini dengan
serentak memperdengarkan suaranya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia serta
meminta supaya negara-negara lain juga mengakuinya. Selain itu saya berharap
supaya seluruh Muballigh Ahmadiyah yang kini ada di India dan luar India
seperti Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa, Kanada, Amerika Selatan dan
lain-lain mendengungkan serta menulis dalam surat-surat kabar, harian dan
majalah-majalah yang mereka keluarkan, karangan-karangan yang berhubungan
dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, khususnya meminta kepada negara-negara
Islam untuk membantu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Perihal
kemerdekaan Indonesia,
harus tiap-tiap waktu didengung-dengungkan, supaya negara-negara di dunia ini
memperhatikan hal itu. Sudah menjadi haknya bangsa Indonesia untuk merdeka dimasa ini.
Bangsa ini adalah bangsa yang maju, memiliki peradaban yang tinggi, serta
mempunyai pemimpin-pemimpin yang bijaksana. Mereka adalah suatu bangsa yang
besar dan bersatu. Bangsa Belanda yang jumlahnya begitu kecil sekali-kali tidak
berhak untuk memerintah”
“Betapa besarnya perhatian
gerakan Ahmadiyah tentang perjuangan kemerdekaan bangsa kita dapat diketahui
dari surat-surat kabar harian dan risalah-risalah dalam bahasa Urdhu yang
baru-baru ini diterima dari India.
Dalam surat-surat kabar tersebut, dijumpai banyak sekali berita-berita dan
karangan-karangan yang membentangkan sejarah perjuangan kita, soal-soal yang
berhubungan dengan keadaan ekonomi dan politik Negara, biografi pemimpin-pemimpin
kita, terjemahan dari Undang-Undang Dasar Nrgara Republik dan lain-lain. Selain
itu juga tercantum juga pidato yang panjang lebar, mengenai seruan dan anjuran
kepada pemimpin-pemimpin Negara Islam, supaya mereka dengan serentak menyatakan
sikapnya masing-masing untuk mengakui berdirinya pemerintahan Republik Indonesia. Hal
yang mengharukan ialah suatu perintah umum dari Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad,
pemimpin gerakan Ahmadiyah pada pengikut-pengikutnya di seluruh dunia yang
jumlahnya 82 juta orang supaya mereka selama bulan September dan Oktober yang
baru lalu ini, tiap-tiap hari senin dan kamis berpuasa dan memohonkan doa
kepada Allah SWT guna menolong bangsa Indonesia dalam perjuangannya, memberi
semangat hidup untuk tetap bersatu padu dalam cita-citanya, memberi ilham dan
fikiran kepada pemimpinnya guna memajukan negaranya, menempatkan ru’b
(ketakutan) di dalam hati musuhnya, serta tercapainya sekalian cita-cita bangsa
Indonesia.”
Ketua Pengurus Besar Jemaat
Ahmadiyah saat ini Bapak Rd. Moch. Muhyiddin yang merupakan seorang pejabat
tinggi Kementrian Dalam Negeri, memeiliki peran penting dalam perjuangan
mempertahankan kedaulatan Negara RI di Jakarta. Pada tahun 1946 beliau diangkat
sebagai Sekretaris Panitia Perayaan Kemerdekaan
RI pertama, yang ditugaskan
memegang sang saka Merah Putih dimuka barisan. Namun delapan hari menjelang
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan
RI yang pertama itu, beliau
diculik oleh Belanda, yang hingga kini jasad beliau tidak pernah ditemukan.
Menurut keterangan dari Suwiryo (mantan Walikota Jakarta), yang bersangkutan
telah dibawah serdadu-serdadu Belanda ke suatu tempat di Depok dan di
syahidkan/ditembak.
Sejarah jangan sampai terlupakan,bila masih ada copy surat aslinya dari Hadhrat Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. Khalifatul Masih II agar dipublikasikan kembali di media-media Nasional atau media sosial.
BalasHapus